Monday, June 17, 2024

Milenial Bireuen Sampaikan Pemikiran dalam Diskusi Kebangsaan

NUKILAN.id | Bireuen – Puluhan milenial muda dari berbagai latar belakang agama menggelar diskusi kebangsaan di Kabupaten Bireuen pada tanggal 8 Mei 2024. Diskusi tersebut menghasilkan beragam pandangan tentang kondisi sosial, politik, dan agama yang tengah dihadapi, serta harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Sibran Malasyi, perwakilan milenial dari kalangan Muslim, menyoroti fenomena degradasi moral di kalangan anak muda, terutama mereka yang putus sekolah. Menurutnya, media sosial turut berperan dalam menyebarkan informasi baik yang mendidik maupun yang berpotensi merusak moral. Dia juga menekankan pentingnya transparansi dalam politik agar tidak terjerumus dalam praktik korupsi dan intrik politik.

Dari kalangan Muhammadiyah, Al-Mahazir menekankan pentingnya menjaga kebersihan moral kota Bireun, termasuk dalam menanggulangi perjudian online. Dia juga menginginkan penyelesaian yang bijaksana terhadap rencana pembangunan Masjid At-Yaqwa di Sangson, Samalanga.

Edi Yong, mewakili umat Buddha, menyatakan bahwa di Bireun tidak ada konflik antar-agama. Dia menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan ibadah umat Muslim selama bulan Ramadhan dan menegaskan bahwa ibadah umat Buddha berjalan dengan aman tanpa gangguan.

Lorens Tunjaas, yang berasal dari kalangan Kristen, menyampaikan pengalamannya yang menyatakan bahwa Bireun ternyata aman meskipun sebelumnya dianggap menyeramkan. Dia juga mengapresiasi pelaksanaan syariat agama di Aceh.

Dari kalangan Hindu, Nanda Kumar menyatakan rasa aman dan kenyamanan dalam beribadah di Bireun. Namun, dia juga menyoroti infrastruktur yang belum ramah bagi penyandang disabilitas dan berharap pemerintah dapat meningkatkan aksesibilitasnya.

Tanggapan dari Halimatussakdiyah, dari unsur HMI, menyoroti persepsi yang salah tentang praktik agama di Aceh. Dia juga mengingatkan pentingnya infrastruktur yang ramah disabilitas untuk mendukung kegiatan ibadah.

Dalam penutupan acara, Kaban Kesbangpol Kabupaten Bireuen, Dra. Nurhayati, mengingatkan pentingnya kerukunan dan kedamaian dalam pembangunan. Dia juga menekankan pentingnya kemampuan berfikir dan penguasaan teknologi bagi milenial dalam menyongsong masa depan yang lebih baik.

Diskusi ini menjadi momentum bagi milenial Bireun untuk berbagi pemikiran dan harapan, serta mendorong kolaborasi lintas agama dalam membangun masyarakat yang lebih baik.

Editor: Akil Rahmatillah

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img