Beranda blog Halaman 1164

Mahasiswa PPG Berikan Pelatihan Pembuatan Sahab di Tungkop

0
Mahasiswa PPG Berikan Pelatihan Pembuatan Sahab di Tungkop. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2023 Program Studi PGSD Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh mengadakan kegiatan pelatihan Sahab (ukiran tangan) untuk menciptakan lapangan pekerjaan di Gampong Tungkop Aceh Besar pada tanggal 8-12 Mei 2024.

Kegiatan ini bertujuan untuk pemberdayaan perempuan melalui pelatihan pembuatan sahab di Gampong Tungkop, Aceh Besar sebagai respons atas tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi oleh perempuan di wilayah tersebut.

Gampong Tungkop sebuah desa di Aceh Besar merupakan salah satu daerah yang masih mengalami tingkat pengangguran yang tinggi, terutama di kalangan perempuan.

Pelatihan pembuatan Sahab tersebut dilaksanakan oleh kelompok 2 yang diketuai Reka Puspita Dewi, Riski Prastiya sebagai sekretaris, dan Murina Sari sebagai Bendahara beserta Anggota Peteri Telpi Sahrapi, Nurul Zikri Filina, Ota Fitriansyah, Mirna Lisa, Muna Rahmillah, Nurul Izzah.

Keterbatasan lapangan pekerjaan formal, terutama yang sesuai dengan keterampilan perempuan, menjadi hambatan besar bagi partisipasi mereka dalam perekonomian lokal.

Program Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan Pembuatan Sahab untuk Menciptakan Lapangan Pekerjaan di Gampong Tungkop Aceh Besar.

Ketua kelompok 2 Mahasiswa PPG USK prodi PGSD Reka Puspita Dewi mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat Gampong Tungkop dalam pembuatan sahab sehingga ke depan dapat mengoptimalkan dalam pembuatan Sahab di Gampong Tungkop Aceh Besar.

“Dengan pelatihan pembuatan sahab juga dapat menjadi katalisator untuk memperkuat jaringan sosial dan kerjasama antarperempuan di masyarakat,” ujarnya, Sabtu (11/5/2024).

Dikatakan, melalui proses pelatihan, perempuan di Gampong Tungkop dapat saling mendukung, bertukar pengetahuan, dan membangun solidaritas yang kuat, yang pada gilirannya akan memperkuat posisi mereka dalam ekonomi lokal dan mendorong terciptanya lapangan kerja yang berkelanjutan bagi perempuan di wilayah tersebut.

Lanjut dia, dengan demikian, pemberdayaan perempuan melalui pelatihan pembuatan sahab di Gampong Tungkop diharapkan dapat memberikan dampak yang positif dalam mengatasi tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi oleh perempuan di daerah tersebut.

“Semoga dengan kegiatan pelatihan pembuatan sahab ini diharapkan dapat menginspirasi pihak-pihak lain untuk terus memberikan perhatian kepada masyarakat setempat,” ungkapnya.

Editor: Akil Rahmatillah

DPW PPP Aceh Resmi Buka Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah untuk Pilkada 2024

0
Ketua DPW PPP Aceh, Dr. H. Amiruddin Idris, M.Si. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Aceh secara resmi membuka pendaftaran bakal calon kepala daerah untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024. Pendaftaran ini dimulai pada Senin 13 Mei dan akan berlangsung hingga 30 Mei 2024.

Ketua DPW PPP Aceh, Dr. H. Amiruddin Idris, M.Si, mengungkapkan bahwa pendaftaran ini merupakan langkah serius partainya dalam memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi tokoh-tokoh terbaik Aceh untuk ikut serta dalam membangun daerah.

“Pendaftaran ini merupakan wujud keseriusan PPP Aceh dalam memberikan ruang sebesar-besarnya bagi para tokoh-tokoh Aceh dan putra/putri terbaik Aceh yang memiliki integritas serta keinginan yang kuat dan serius untuk membangun daerah,” ujar Amiruddin dalam keterangan persnya.

DPW PPP Aceh juga menyatakan kesiapannya untuk menjalin komunikasi dengan berbagai kekuatan politik di Aceh guna menjajaki kerja sama dan koalisi dalam Pilkada, baik dengan partai nasional maupun lokal yang memiliki kesamaan visi dalam memajukan daerah dan mensejahterakan rakyat.

Sementara itu, Sekretaris DPW PPP Aceh, H. Ilmiza Sa’aduddin Djamal, MBA, menambahkan bahwa pendaftaran bakal calon kepala daerah dapat dilakukan setiap hari di Kantor DPW PPP Aceh yang beralamat di Jalan Syiah Kuala, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

Ilmiza menjelaskan bahwa bakal calon bupati/walikota dan wakil bupati/wakil walikota dapat mendaftarkan diri langsung melalui Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP kabupaten/kota di masing-masing daerah atau ke DPW PPP Aceh.

“Pendaftaran akan dilakukan melalui pengisian formulir pendaftaran yang telah disediakan oleh panitia. Informasi lebih lanjut akan diumumkan secara detail pada saat pendaftaran,” ungkapnya.

Panitia penjaringan bakal calon kepala daerah DPW PPP Aceh akan mengacu pada Peraturan Organisasi DPP PPP Nomor 13 tahun 2024 tentang Pilkada tahun 2024. PO tersebut mengatur langkah-langkah strategis dalam persiapan Pilkada yang berkualitas dan berintegritas dengan harapan terpilihnya pemimpin yang terbaik untuk Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

1.015 Atlet Aceh Siap Berlaga di PON XXI Aceh-Sumut

0
Kegiatan apel siaga dan pemantapan atlet Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON XXI tahun 2024 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, pada Senin 13 Mei 2024. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kontingen Aceh siap berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara dengan 1015 atlet terbaiknya. Para atlet ini telah menjalani pemusatan latihan daerah (pelatda) selama lebih dari 3 bulan dan siap memberikan yang terbaik untuk Aceh.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh, Kamaruddin Abubakar, menyatakan keyakinannya bahwa para atlet Aceh akan tampil maksimal dan mengharumkan nama Aceh sebagai tuan rumah PON XXI 2024.

“Atlet kita dengan jumlah total 1015 orang, dan mereka sudah siap kapan pun,” ujar Kamaruddin kepada Nukilan di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Senin (13/5/2024).

Kamaruddin Abubakar mengatakan, para atlet Aceh akan bertanding di 33 cabang olahraga (cabor) di Aceh dan 34 cabor di Sumatera Utara. ia optimistis Aceh dapat masuk 10 besar klasemen perolehan medali.

“Kita dari KONI beserta jajaran Pemprov mengharapkan Aceh masuk 10 besar. Ini merupakan cita-cita kita sejak awal. Di PON Bandung kita di urutan ke-17 dan di PON Papua kita di urutan ke-12 dari 34 provinsi,” ungkap Kamaruddin.

Selain persiapan atlet, Kamaruddin juga menyampaikan perkembangan pembangunan venue PON Aceh. Stadion Harapan Bangsa di Lhong Raya dan Lampineung saat ini progresnya mencapai 30 hingga 40 persen.

“Kita harapkan dan kita tanya sama kontraktor itu akhir bulan juli siap,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

Aceh Targetkan Masuk 10 Besar Klasemen Medali PON XXI

0
Kegiatan apel siaga dan pemantapan atlet Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON XXI tahun 2024 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, pada Senin 13 Mei 2024. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh, Kamaruddin Abubakar, optimis Aceh dapat mencapai target 10 besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 yang akan digelar pada 8 September mendatang.

Ketua KONI Aceh menyampaikan optimismenya di hadapan para atlet dalam kegiatan apel siaga dan pemantapan atlet Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON XXI tahun 2024 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, pada Senin (13/5/2024).

“PON kali ini menjadi momen istimewa bagi Aceh karena selain sebagai peserta, kita juga bertindak sebagai tuan rumah bersama Sumatera Utara. Ini tentunya membawa tanggung jawab besar bagi KONI Aceh untuk meningkatkan prestasi dari PON sebelumnya,” ujar Kamaruddin Abu Bakar.

Kamaruddin Abubakar beserta jajaran KONI dan Pemerintah Aceh berharap besar para atlet Aceh dapat meraih prestasi membanggakan dan membawa Aceh masuk 10 besar klasemen perolehan medali.

“Kita dari KONI beserta jajaran Pemprov mengharapkan Aceh masuk 10 besar. Ini merupakan cita-cita kita sejak awal. Di PON Bandung kita di urutan ke-17 dan di PON Papua kita di urutan ke-12 dari 34 provinsi,” ungkap Kamaruddin.

Ketua KONI Aceh yakin dengan semangat, kekompakan, dan bimbingan para pelatih yang handal, Aceh dapat mencapai targetnya. Ia juga meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Aceh untuk kesuksesan para atlet Aceh di PON XXI  2024.

“Insyaallah kedepan harapan ini dari KONI, pemerintah Aceh jajaran, rakyat Aceh kita doakan adek-adek atlet kita yang di depan kita hari ini inilah harapan untuk juara di Aceh,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

Menilik Langkah Parnas ‘Meminang’ Mualem: Antara Ketakutan dan Peluang dalam Pilgub Aceh 2024

0
Akil Rahmatillah. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Opini – Menghadapi Pilkada 2024, panggung politik Aceh memanas dengan kabar empat partai nasional (Parnas) yang meminang Ketua Umum Partai Aceh, Muzakkir Manaf, sebagai bakal calon gubernur. Golkar, Gerindra, PAN, dan Demokrat secara terang-terangan mengambil formulir pendaftaran untuk bakal calon wakil gubernur, menunjukkan ketertarikan serius mereka terhadap politisi yang dikenal sebagai Mualem.

Banyak yang menafsirkan bahwa Partai Nasional (Parnas) tampak merasa terancam oleh kekuatan politik lokal. Langkah mereka yang mengusung Muzakir Manaf alias Mualem sebagai calon gubernur menimbulkan spekulasi bahwa kecemasan mereka akan kekalahan dari Partai Aceh sangatlah nyata. Namun, apakah kekhawatiran ini beralasan?

Pertama-tama, kita perlu menghadapi realita bahwa Pilgub Aceh bukan lagi ajang konflik dan ketegangan. Meskipun demikian, Parnas terjebak dalam pandangan masa lalu di mana konflik dan ketidakpastian politik menguasai panggung. Padahal, Pilgub Aceh pada 2017 berlangsung damai dan demokratis. Pesta demokrasi itu tidak hanya aman, tetapi juga menunjukkan tingkat kompetisi yang sehat. Jadi, mengapa Parnas masih terperangkap dalam ketakutan akan potensi konflik?

Kedua, Parnas tampaknya tidak belajar dari pelajaran sejarah terbaru, yakni Pemilu 2024. Hasil Pemilu tersebut menunjukkan bahwa Partai Aceh hanya mampu memperoleh suara sekitar 24 persen. Ini menandakan bahwa mayoritas pemilih Aceh berada di luar jangkauan Partai Aceh. Parnas seharusnya melihat peluang ini sebagai momentum untuk bersinergi dengan kekuatan lain di Aceh.

Parnas harus melepaskan paradigma lama yang menyatakan bahwa partai lokal memiliki keunggulan mutlak di kancah politik Aceh. Sebaliknya, mereka harus menyadari bahwa mereka memiliki potensi untuk menjadi kekuatan penyeimbang yang signifikan. Dalam konteks Pilgub Aceh, Parnas dapat menjadi agen perubahan yang menggerakkan dinamika politik dengan mencalonkan kandidat gubernur mereka sendiri.

Memang, tantangan akan ada. Namun, tantangan itu harus dilihat sebagai peluang untuk membuktikan keberanian dan komitmen Parnas dalam memperjuangkan kepentingan rakyat Aceh secara menyeluruh. Melalui upaya kolaboratif dan strategis dengan pihak lain yang memiliki visi yang sejalan, Parnas dapat memanfaatkan potensi yang ada untuk meraih kesuksesan dalam Pilgub Aceh.

Sebagai sebuah opini, kita tidak boleh mengabaikan pentingnya memiliki pilihan yang beragam dalam sebuah proses demokratis. Kehadiran Parnas sebagai alternatif yang kuat dapat memberikan warna baru dalam arena politik Aceh yang selama ini mungkin terlalu didominasi oleh satu kekuatan. Dengan begitu, masyarakat Aceh memiliki kesempatan untuk memilih pemimpin yang terbaik, yang mampu merepresentasikan kepentingan semua lapisan masyarakat.

Namun, untuk mencapai hal ini, Parnas harus berani mengambil langkah proaktif. Mereka harus meyakini bahwa kekhawatiran dan ketidakpastian bukanlah alasan untuk mundur. Sebaliknya, hal itu harus menjadi pemicu untuk bergerak maju dengan lebih kuat dan lebih percaya diri.

Dalam menghadapi Pilgub Aceh, Parnas harus memperlihatkan sikap yang lebih progresif dan proaktif. Mereka harus mengambil peran yang lebih aktif dalam membentuk agenda politik Aceh ke depannya. Ini bukan hanya tentang memenangkan suara, tetapi juga tentang membangun fondasi yang kuat untuk masa depan yang lebih baik bagi semua warga Aceh.

Kita berharap bahwa Parnas dapat melihat potensi besar yang ada di Aceh dan bertindak sesuai dengan tanggung jawab mereka sebagai salah satu kekuatan politik yang signifikan. Dengan demikian, Pilgub Aceh dapat menjadi contoh bagi seluruh Indonesia tentang bagaimana sebuah kompetisi politik dapat dilaksanakan secara damai, demokratis, dan berdampak positif bagi masyarakat secara luas.

Penulis: Akil Rahmatillah (Alumni Ilmu Pemerintahan-USK)

Penghapusan BBM Jenis Pertalite Masih dalam Kajian, Dinas ESDM Aceh: Suplai Masih Lancar

0
Kadis ESDM Aceh, Ir Mahdinur, didampingi Kabid Migas, Darma dan Kasi, Ibu Ika, bersama Sales Area Menejer Aceh PT Pertamina Patra Niaga Surya Suganda. (Foto: Dinas ESDM Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kadis ESDM Aceh, Ir Mahdinur, didampingi Kabid Migas, Darma dan Kasi, Ibu Ika, bersama Sales Area Menejer Aceh PT Pertamina Patra Niaga Surya Suganda, sedang bahas info Hoak tentang penghapusan BBM jenis pertalite, di ruang kerja  Kadis ESDM Aceh. Senin (6/5/2024)

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh menyatakan, hingga bulan Mei 2024 ini, menurut informasi dari Pertamina, belum ada program penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite.

“Suplai BBM jenis tersebut dari Depo Pertamina yang terdapat di Aceh ke SPBU yang berada di Aceh, masih tetap lancar,” kata Kadis ESDM Aceh, Ir Mahdinur yang didampingi Kabid Migas, Darma kepada acehtrend.com, Senin (6/5/2024) di ruang kerjanya di Banda Aceh.

Mahdinur mengatakan, dalam minggu ini disejumlah media sosial, ada menginformasikan tentang penghapusan BBM jenis pertalite. “ Informasi itu tidak benar atau hoax,” ujarnya.

Kalaupun nanti pemerintah akan menghapus BBM jenis pertalite tidak lagi dijual di SPBU, kata Mahdinur, akan diumumkan oleh Pertamina secara resmi kepada publik dan disampaikan kepada SPBU, Dinas ESDM dan pihak terkait lainnya.

Rencana penghapusan BBM jenis pertalite itu, ungkap Mahdinur, menurut informasi dari pihak Pertamina masih dalam kajian. Tujuan untuk mengurangi pencemaran CO2 di udara.

Penggunaan BBM yang bersumber dari fosil, terkait program Go Green, kata Mahdinur, akan dikurangi secara berangsur diberbagai negara termasuk Indonesia.

Sebelum BBM dari sumber fosil itu dihapus, kata Mahdinur, pemerintah perlu menyedikan BBM non fosil, sebagai pengganti BBM dari fosilnya.  Makanya, penghapusan BBM jenis pertalite itu masih dalam kajian.

Sales Area Meneger Aceh PT Pertamina Patra Niaga, Surya Suganda yang hadir dalam pertemuan pembahasan isu penghapusan BBM jenis pertalite  di ruang kerja Kadis ESDM Aceh, Senin (6/5/2024) menyatakan, informasi tentang penghapusan BBM jenis pertalite hingga bulan Mei ini, belum ada. Pengiriman atau suplai BBM jenis pertalite ke SPBU di Aceh masih berjalan lancar dan normal.

Pada hari Minggu atau Sabtu, disejumlah SPBU di wilayah kota Banda Aceh, dan Aceh Besar atau daerah lain, stok BBM jenis pertalite habis, bukan ketiadaan stok BBM jenis itu di Depo Pertamina.

“Mungkin karena pesanan atau ordernya, pada hari libur kerja Sabtu dan Minggu, terlambat masuk ke Depo Pertamina dari SPBU,” ujarnya.

Kuota BBM jenis pertalite untuk Aceh pada taun 2024 ini, sebut Surya Suganda cukup banyak mencapai 560.387 Kilo Liter (KL). Suplainya sampai Maret baru sekitar 132.295 KL, atau baru mencapai 95 persen dari kuota bulan tersebut yang mencapai 139.331 KL.

Harga jual eceran BBM pertalite, yang masih disubsidi pemerintah belum ada kenaikan dan masih standar di SPBU Rp10.000/liter. Begitu juga dengan BBM subsidi lainnya jenis bio solar. Harga jual bio solar Rp6.800/liter.

Kuota bio solar untuk Aceh pada tahun 2024 ini sebanyak 401.506 KL. Hingga Maret 2024, katanya, penyalurannya sudah mencapai 95.335 KL, atau 95,5 persen dari kuota bulan tersebut 99.828 KL

Erwan, salah seorang pengawas di SPBU yang dimintai penjelasannya mengatakan, suplai BBM jenis pertalite dari Depo Pertamina di Krueng Raya Aceh Besar ke SPBU Lungbata ini, hingga hari Senin, (6/5) masih berjalan normal.

Pada siang tadi, sebut Erwan, ada kiriman BBM jenis pertalite sebanyak 18 KL dan bio solar 8 KL ke SPBU-nya di Lungbata, Kota Banda Aceh.

Kiriman pertalite sebanyak 18 KL itu, tambah Erwan, cukup sampai Selasa (7/5) siang besok, tapi kiriman 8 KL, BBM jenis bio solar, melihat jumlah mobil disel yang antrian di SPBU, cukup banyak, pada malam hari nanti, stoknya akan habis, dan ia berharap, pada pagi Selasa (7/5) besok, Depo Pertamina Kruengraya, Aceh Besar, bisa kembali mengirimnya sebanyak 18 KL.

Ketua Hiswana Migas Aceh, Awi mengatakan, terkait masalah BBM, masyarakat di Aceh, jangan cepat percaya dengan informasi disejumlah media sosial yang sumbernya belum jelas.

Soal info mengenai BBM, kata Awi, Pertamina akan lebih awal mengirim informasinya kepada SPBU dan pengusaha SPBU. Hingga Senin sore ini, pihaknya belum menerima secara resmi, penghapusan BBM jenis pertalite tersebut.

“Informasi itu hoax dan jangan dipercaya, karena Pertamina sampai Senin sore ini, masih mengirim BBM jenis pertalite itu ke sejumlah SPBU yang stok pertalitenya sudah habis,” ujar Awi.

Editor: Akil Rahmatillah

Diduga Korupsi, Aliansi Mahasiswa Peduli Perikanan Desak Pj Gubernur Aceh Copot Ketua BRA

0
Aliansi Mahasiswa Peduli Perikanan Desak Pj Gubernur Aceh Copot Ketua BRA. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Aliansi Mahasiswa Peduli Perikanan menggelar aksi di Kantor Gubernur Aceh pada Senin, (13/5/2024), mendesak Penjabat (Pj) Gubernur Aceh untuk segera mencopot Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA), Suhendri. Mereka menyoroti dugaan korupsi dalam pengadaan budidaya ikan kakap dan pakan runcah senilai Rp 15 miliar di Aceh Timur.

Pantauan Nukilan.id di lokasi aksi menunjukkan kedatangan massa sekitar pukul 10.34 WIB yang dikawal oleh aparat kepolisian dan Satpol PP. Para demonstran membawa spanduk dengan tulisan “Terlalu Banyak Tikus Pejabat yang Perlu Dibabat”.

Verri, salah satu perwakilan dari aliansi tersebut, menyatakan pihaknya memberikan waktu seminggu kepada Pj Gubernur Aceh untuk menindaklanjuti permintaan mereka. Ancaman penurunan massa lebih besar diajukan apabila tindakan tidak diambil dalam waktu yang ditentukan.

“Kami kasih waktu selama seminggu kepada pak Pj untuk mencopot Ketua BRA. Tindakan korupsi seperti ini tidak dapat ditoleransi,” kata Verri saat aksi di Kantor Gubernur Aceh, Senin, (13/5/2024).

Dalam aksi tersebut, Kepala Biro Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh, Yusrizal, juga mendengarkan aspirasi para mahasiswa. Ia meminta asisten untuk segera menghubungi Pj Gubernur Aceh karena masalah ini dianggap sebagai persoalan rakyat.

“Kami minta pak asisten segera hubungi pak Pj Gubernur, karena kami ingin bertemu ini adalah persoalan rakyat,” Jelas Yusrizal untuk melerai aksi tersebut.

KONI Aceh Siapkan 803 Atlet untuk PON XXI, Pemusatan Latihan Dilakukan Secara Bertahap

0
Atlet Sepak Bola Aceh saat PON Papua. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh telah menyiapkan sebanyak 803 atlet untuk berlaga dan meraih prestasi gemilang pada ajang bergengsi, Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang akan diselenggarakan pada bulan September 2024.

Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan Prestasi KONI Aceh, Bachtiar Hasan, menyampaikan bahwa persiapan ratusan atlet untuk PON 2024 telah mencapai tahap penting dengan sebagian besar dari mereka telah menjalani pemusatan latihan.

“Dari total 803 atlet yang telah dipersiapkan, mereka berasal dari 66 cabang olahraga. Aceh dan Sumatera Utara akan menjadi tuan rumah bersama dalam gelaran PON yang berlangsung mulai 3 hingga 20 September 2024,” ujar Bachtiar Hasan.

Lebih lanjut, Bachtiar Hasan menjelaskan bahwa pemusatan latihan atlet PON dilakukan secara bertahap mengingat adanya keterbatasan anggaran. Selain itu, pemusatan latihan juga diterapkan dengan sistem sentralisasi dan desentralisasi.

“Pemusatan latihan sentralisasi lebih ditekankan pada cabang olahraga kategori satu atau yang memiliki potensi besar untuk meraih medali pada PON,” ungkap Bachtiar Hasan, yang juga menjabat sebagai Ketua Pelatda KONI Aceh.

Ia menambahkan bahwa cabang olahraga kategori satu telah memulai pemusatan latihan sejak bulan Januari 2024, sementara pemusatan latihan untuk seluruh cabang olahraga dilakukan secara menyeluruh pada bulan Juni 2024.

“Pemusatan latihan ini akan terus berlangsung hingga dimulainya PON. Melibatkan total 169 pelatih dan 35 mekanik dalam mendukung persiapan atlet,” tambah Bachtiar Hasan.

Tak hanya dilaksanakan di Aceh, pemusatan latihan juga dilakukan di luar daerah untuk beberapa cabang olahraga yang memerlukan sarana dan prasarana yang lebih memadai.

“Berdasarkan kebutuhan, beberapa cabang olahraga seperti terbang layang, paralayang, boling, dan lainnya menjalani pemusatan latihan di luar Aceh. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan peralatan dan fasilitas yang mendukung di daerah Aceh,” tutur Bachtiar Hasan.

Editor: Akil Rahmatillah

Kabar Baik dari SKK Migas dan Mubadala Energy, Luar Biasa Temuannya di Tangkulo-1

0
Ilustrasi sumur migas lepas pantai. (Foto: MNC Media)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kembali berita baik meluncur dari kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Mubadala Energy hari ini, Senin (13/05/2024).

Sumur Tangkulo-1 menemukan gas luar biasa gas in place hasil uji batang bor (drill stem test). Sumur ini dibor di Blok South Andaman berlokasi sekitar 65-kilometer lepas pantai bagian utara Pulau Sumatra, Indonesia.

Hal ini menandai penemuan luar biasa dari sumur laut dalam kedua yang dioperasikan oleh Mubadala Energy. Sumur Tangkulo-1 dibor hingga kedalaman 3.400 meter di kedalaman laut 1.200 meter, hanya beberapa bulan setelah penemuan besar di sumur Layaran-1, yang masih berada di Blok South Andaman.

Ditemukan sekitar 80-meter kolom gas pada reservoar Oligocene sandstone berkualitas pada sumur Tangkulo-1 yang telah dikonfirmasi melalui pengumpulan data-data selama pengeboran, termasuk mendapatkan 72-meter full core, wireline logging, sidewall core, pressure dan sampel fluida. Dengan memanfaatkan desain terbaru Drill Stem Test (DST), sumur Tangkulo-1 sukses mengalirkan 47 mmscf/d gas berkualitas dan 1,300 barel kondensat. Walaupun hasil pengujian terbatas karena fasilitas yang tersedia, namun kapasitas sumur diperkirakan mencapai 80-100 mmscf/d dan lebih dari 2,000 barel kondensat.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto menyampaikan apresiasi atas keberhasilan dari Mubadala Energy melalui penemuan potensi lebih dari 2 TCF gas in place di Tangkulo-1.

”Atas nama SKK Migas, saya memberikan apresiasi atas keberhasilan Mubadala Energy yang kembali menemukan potensi gas di South Andaman, setelah sebelumnya di tahun lalu menemukan gas melalui sumur Layaran-1 dengan potensi sebesar 6 TCF gas in place, sehingga potensi di South Andaman saat ini mencapai sekitar 8 TCF gas in place. Ini memberikan dorongan positif bagi SKK Migas dan Industri Hulu Migas dalam mendukung ketahanan energi nasional”, kata Dwi dikutip dari siaran pers SKK Migas, Senin (13/05/2024), di Jakarta.

Lebih lanjut Dwi mengatakan bahwa penemuan ini juga menegaskan potensi di Andaman yang besar dan mengharapkan agar KKKS lain yang saat ini menjadi operator di blok lain di Andaman untuk melakukan eksplorasi yang agresif seperti yang dilakukan oleh Mubadala Energy. Kemudian Dia menyampaikan, dukungan dari seluruh pemangku kepentingan dan juga mengharapkan kesiapan industri midstream maupun downstream untuk agar dapat sepenuhnya memanfaatkan produksi gas di blok-blok di Andaman dimasa yang akan datang

Mansoor Mohammed Al Hamed, CEO, Mubadala Energy menyampaikan, dengan penambahan kesuksesan kami belum lama ini di sumur Layaran-1, penemuan game-changing ini menjanjikan transformasi lansekap energi Indonesia dan Asia Tenggara serta memperlihatkan bahwa Blok South Andaman menjadi salah satu energy plays yang menjanjikan di dunia.

“Dengan bekerja bersama mitra dan mengerahkan kemampuan teknis yang mendunia, saya meyakini bahwa kami dapat mewujudkan potensi penuh dari blok ini, sejalan dengan komitmen kami guna mendukung tata waktu pengembangan dari pemerintah. Informasi ini menguatkan kemampuan kami untuk berperan aktif di transisi energi melalui strategi berbasis gas,” jelas Mansoor.

Dengan 80% working interest di Blok South Andaman, Mubadala Energy adalah pemegang net areal terbesar di wilayah lepas pantai bagian utara Pulau Sumatra. Sejalan dengan strategi perusahaan yang berbasis gas, sumur Tangkulo-1 merupakan pilar penting dalam narasi rangkaian pengembangan kami, dimana penemuan ini membuka potensi lebih lanjut di bagian selatan dari Blok South Andaman dan mengindikasikan tambahan multi-TCF sumber daya gas prospektif di struktur sekitarnya.

Bersama dengan sumur Layaran-1, penemuan ini menambah volume cadangan contingent dan memberikan media bagi Mubadala Energy untuk melanjutkan pertumbuhan organik (organic growth) di wilayah tersebut melalui aktivitas eksplorasi dan appraisal selanjutnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Kehadiran Guru Besar di IAIN Lhokseumawe Harus Berkontribusi Tingkatkan Pendidikan Aceh

0
Pj Sekretaris Daerah Aceh, Azwardi, menghadiri senat terbuka dalam rangka pengukuhan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Lokseumawe – Kehadiran guru besar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe harus dapat berkontribusi dan mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan di Aceh, karena pendidikan merupakan fondasi utama bagi pembangunan yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Penjabat Gubernur Aceh yang diwakilkan oleh Pj Sekretaris Daerah Aceh, Azwardi, saat menghadiri senat terbuka dalam rangka pengukuhan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe Prof. Dr. Danial, M.Ag sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Islam oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag RI, Prof Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag, di Gedung Serbaguna IAIN Lhokseumawe, Kamis (9/5/2024).

Profesor Danial menjadi guru besar pertama dan satu-satunya di IAIN Lhokseumawe untuk saat ini.

Pj Sekda Aceh, Azwardi dalam sambutannya mengharapkan kehadiran guru besar di IAIN Lhokseumawe dapat berkontribusi dan mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan di Aceh.

Ia mengatakan, pendidikan merupakan pondasi utama bagi pembangunan yang berkelanjutan. “Melalui pendidikan, kita dapat membentuk generasi penerus yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu bersaing secara global,” kata Azwardi.

Azwardi juga mengapresiasi IAIN Lhokseumawe atas komitmen dan kontribusinya dalam mencetak generasi-generasi yang tidak hanya pandai dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kokoh dalam iman dan akhlak.

“Institusi ini telah menjadi pusat pembelajaran yang melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang berintegritas, bertanggung jawab, dan peduli terhadap keberagaman,” kata Azwardi.

Azwardi juga mengajak seluruh civitas akademika IAIN Lhokseumawe untuk terus mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang telah diraih.

Ia meminta agar pengalaman dan keberhasilan Prof. Dr. Danial dijadikan sebagai motivasi untuk terus berinovasi, berkarya, dan memberikan yang terbaik dalam setiap aspek kehidupan.

“Mari kita jadikan pengukuhan ini sebagai inspirasi bagi kita semua untuk terus berjuang dan berkarya demi kemajuan pendidikan di Aceh. Kita tingkatkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pendidikan,” kata Azwardi.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Muhammad Ali Ramadhani, mengharapkan pemikiran dan ilmu hukum Islam yang dimiliki Prof Danial dapat diimplementasikan dalam kerja nyata untuk kepentingan orang banyak.

“Capaian guru besar adalah capaian puncak karir bagi seorang dosen, meskipun telah meraih karir puncak, proses belajar tidak boleh berhenti,” kata Sekjend Muhammad Ali.

Dalam kesempatan itu Muhammad Ali mengajak semua civitas akademika dan mahasiswa IAIN Lhokseumawe untuk mencontoh perjuangan karir pendidikan Prof Danial.

Ia mengatakan, perjalanan kehidupan Prof Danial menunjukkan bahwa hasil tidak pernah mengkhianati ikhtiar. “Pendidikan pada dasarnya ikhtiar untuk memuliakan manusia, sehingga mereka yang bekerja di bidang pendidikan adalah orang yang mulia,” kata Sekjend Kementerian Agama RI itu.

Sementara itu, Prof Danial menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dirinya hingga mencapai puncak karir sebagai guru besar. Ia berterima kasih kepada keluarga, orang tua, teman sejawat, hingga Pemerintah Aceh.

“Mudah-mudahan gelar guru besar ini tidak hanya bermanfaat bagi kami, tapi juga bagi IAIN dan seluruh masyarakat Aceh,” kata Prof Danial.

Dalam kesempatan itu, Prof Danial juga mengemukakan pemikirannya tentang ilmu hukum Islam. Menurutnya, segala realitas masalah yang terjadi di Aceh saat ini harus didekatkan dengan syariat Islam.

“Pada dasarnya syariat Islam bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemaslahatan bagi seluruh penduduk dunia,” kata Prof Danial.

Prof Danial mengatakan, pelaksanaan syariat Islam harus dilandaskan pada pluralisme, kearifan lokal hingga keragaman suku bangsa. Selain itu, syariat Islam di Aceh juga harus memperhatikan berbagai isu utam. “Isu itu seperti ekonomi, kesehatan, politik, hukum dan HAM, serta sosial budaya, sehingga syariat Islam di Aceh tidak bersifat simbolik, tapi subtantif untuk mewujudkan kemaslahatan,” pungkas Danial.

Editor: Akil Rahmatillah