Beranda blog Halaman 1158

Dua Mahasiswa FT USK Lulus Tanpa Skripsi

0
Dua Mahasiswa FT USK Lulus Tanpa Skripsi. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Qodri Yudit Angesta dan Farid Muhammad Arie, mahasiswa Prodi Teknik Kimia angkatan 2020 Fakultas Teknik (FT), Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil lulus tanpa perlu menyelesaikan skripsi dan tugas akhir.

Mereka punya prestasi global, salah satunya berupa pra-rancangan pabrik kimia yang terkenal sulit dan kompleks di kalangan mahasiswa Program Studi Teknik Kimia. Kedua mahasiswa tersebut akan mengikuti proses wisuda USK ke-161 Periode Februari–April 2024, Kamis (16/5/2024), di Gedung AAC Dayan Dawood.

Prestasi lain yang pernah diperoleh di antaranya Medali Emas pada ajang International Plant Design Competition (IPDC) di PEM AKAMIGAS CEPU pada September 2023. Kompetisi bergengsi tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan bahkan Arab Saudi.

Mereka tergabung di The Gabe Oil team di bawah bimbingan dosen program studi Teknik Kimia, Farid Maulana dan Teuku Mukhriza. Sebagai hadiah atas prestasi gemilang mereka, kedua mahasiswa ini dibebaskan dari kewajiban menyusun tugas akhir.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kerja keras, dan keunggulan akademis yang telah ditunjukkan oleh Qodri dan Farid.

“Penghargaan bebas skripsi tugas akhir ini diberikan langsung oleh pihak Prodi Teknik Kimia USK sebagai bentuk apresiasi kepada kami atas keberhasilan menjuarai kompetisi bergengsi (IPDC) di Cepu. Kami sangat bersyukur atas apresiasi yang diberikan,” kata Qodri ketua tim The Gabe Oil, Rabu (15/5/2024).

Dikatakan Qodri, prestasi yang mereka capai bukanlah hal yang. mudah. Ia memiliki prinsip tidak ada jalan yang mulus dalam meraih kesuksesan.

Namun, hal yang membuat ia dan tim berbeda adalah mereka tidak pernah menyerah dan berhenti, melainkan terus mencoba.

Motivasi besar yang mendorong mereka hingga berhasil menjuarai kompetisi tersebut adalah tidak lain ingin berkontribusi dalam membanggakan almamater Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala.

Kompetisi ini terkenal sulit dan sangat kompleks dikarenakan kita harus merancang pabrik kimia dari nol. “Hingga pada tahap akhir kita harus menguji dan mengevaluasi apakah pabrik tersebut layak untuk didirikan atau tidak dari berbagai aspek,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor USK, Prof Marwan, berharap prestasi tersebut akan menjadi inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswa lainnya untuk terus mengejar keunggulan dan mencapai prestasi luar biasa di tingkat nasional maupun internasional.

“Selamat atas prestasi yang diraih mahasiswa FT USK. Apa yang telah direngkuh, Insya Allah bisa menginspirasi mahasiswa USK lainnya untuk makin berprestasi,” ucap Prof Marwan.

Editor: Akil Rahmatillah

Ombudsman RI Perwakilan Aceh Gelar Diskusi Publik dan Sosialisasi Peningkatan Akses Pengaduan Pelayanan Publik

0
Pj Bupati Abdya, Darmansah saat membuka diskusi publik dan sosialisasi peningkatan akses pengaduan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Ombudsman RI Perwakilan Aceh. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Blangpidie – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Darmansah secara resmi membuka diskusi publik dan sosialisasi peningkatan akses pengaduan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Aceh 2024. Acara ini berlangsung di Aula Bappeda Kabupaten Abdya pada Rabu (15/5/2024).

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Abdya, Darmansah menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini yang mengusung tema Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Keluarga untuk Cegah Stunting, Menuju Indonesia Emas 2045 di Kabupaten Abdya.

Darmansah menyampaikan kepada seluruh peserta bahwa selama periode 2020-2023, Ombudsman RI Perwakilan Aceh hanya menerima 1184 laporan dari masyarakat. “Jumlah laporan ini menunjukkan bahwa masyarakat Aceh belum optimal memanfaatkan akses pelayanan Ombudsman,” ujarnya.

Menurut Darmansah, kecilnya jumlah laporan yang diterima oleh Ombudsman RI Perwakilan Aceh menunjukkan perlunya upaya serius untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengaduan pelayanan publik. “Ombudsman telah membuka berbagai kanal pengaduan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menyampaikan berbagai keluhan terkait penyelenggaraan pelayanan publik,” tambahnya.

Darmansah berharap bahwa diskusi pelayanan publik ini mampu memberikan pemahaman yang benar terkait pelayanan publik dan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk diterapkan dalam penyelenggaraan pelayanan publik ke depannya. “Ini juga dapat menjadi wadah koordinasi antara peserta dan tim Ombudsman RI,” sebutnya.

Darmansah menegaskan bahwa pelayanan dasar merupakan urusan pemerintahan yang wajib dan harus dijadikan fokus utama oleh pemerintah. Ada enam pelayanan dasar yang wajib diperhatikan pemerintah: pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan tata ruang, perumahan rakyat dan kawasan permukiman, ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.

“Untuk mengawal pelaksanaan program enam layanan dasar ini, pemerintah wajib menetapkan Standar Pelayanan Publik,” tegas Darmansah.

Acara diskusi publik dan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Abdya serta mendorong masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan layanan pengaduan yang disediakan oleh Ombudsman RI.

Acara ini dihadiri oleh Asisten Ombudsman RI Syahroni, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Dian Rubianty, para Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Abdya, dan para peserta dari perwakilan desa dalam kabupaten Abdya.

Editor: Akil Rahmatillah

BKKBN Aceh Raih Penghargaan Terbaik II Pelayanan KB Hari Kartini

0
Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh menerima penghargaan tingkat nasional dari BKKBN RI. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Aceh menerima penghargaan tingkat nasional dari BKKBN Republik Indonesia dengan meraih capaian Terbaik II Pelayanan KB dalam hari Kartini 2024.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BKKBN RI, Dokter Hasto bersama Waaster Panglima TNI, Brigadir Jenderal TNI Terry Tresna Purnama SIKom MM, pada acara rapat koordinasi teknis kemitraan 2024, dan kick off bakti TNI Manunggal yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, kepada Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim.

Dalam sambutannya Kepala BKKBN RI, Dokter Hasto mengatakan, Presiden Jokowi menitipkan pesan, agar upaya percepatan penanganan stunting harus ditingkatkan.

“Stunting harus cepat dipangkas dan program intervensi penurunan stunting lebih ditingkatkan secara konvergen, holistik, terintegrasi, dan tepat sasaran,” tegasnya.

Lanjut, Dokter Hasto, masih ada sekitar satu dari lima balita di Indonesia yang mengalami stunting. Untuk mencapai target 14 persen, kata Dokter Hasto, diperlukan upaya ekstra yang menuntut kerja keras, cerdas dan kolaboratif dari semua pihak.

Secara terpisah, Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, Rabu (15/5/2024) mengatakan, penghargaan yang diraih BKKBN Aceh, atas capaian Terbaik II Pelayanan KB dalam hari Kartini 2024.

“Penghargaan ini buat kita semua yang telah bekerja keras mensukseskan pelayanan KB dalam rangka Hari Kartini tahun ini. Terimakasih kepada faskes, praktek bidan mandiri, semua bidan, penyuluh KB dan pembina wilayah di Aceh, terima kasih atas kerja sama dan kerja kerasnya, penghargaan ini buat kita semua,” kata Safrina.

Editor: Akil Rahmatillah

Ali Qausen Resmi Jabat Kepala TVRI Aceh

0
Ali Qausen Resmi Jabat Kepala TVRI Aceh. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – LPP TVRI Stasiun Aceh melaksanakan serah terima jabatan antara kepala yang lama dan yang baru pada Rabu (15/5/2024).

Ali Qausen, mantan Kepala TVRI Kalbar, kini resmi menjabat sebagai Kepala TVRI Aceh, menggantikan Plt Mahdi yang telah menjabat selama empat bulan.

Dalam sambutannya, Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah yang diwakilkan Asisten III Setda Aceh, Iskandar, memberikan ucapan selamat kepada kepala TVRI yang baru dan yang lama. “Kami berharap Pak Ali bisa membawa terobosan baru di Aceh karena beliau bukan orang baru di sini,” katanya.

Iskandar juga menekankan pentingnya dukungan TVRI Aceh dalam menyukseskan PON Aceh-Sumut yang akan digelar pada bulan September. “Aceh menjadi tuan rumah PON Aceh-Sumut adalah momentum besar. Kami berharap bisa bekerja sama dengan TVRI untuk memaksimalkan potensi acara ini,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa promosi Ali Qausen sebagai kepala TVRI Aceh adalah bagian dari rencana Allah. “Pak Ali kembali ke Aceh adalah bagian dari takdir yang sudah ditentukan,” ungkapnya.

Pemerintah Aceh terus berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada TVRI Stasiun Aceh sebagai mitra penting, khususnya dalam menyiarkan berbagai kegiatan pemerintah dengan kualitas siaran yang tinggi.

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Diskominsa Aceh yang diwakili oleh Kabid Pengelolaan Komunikasi Publik, Alfajrian.

Editor: Akil Rahmatillah

SMKN Taman Fajar Aceh Timur Tampil di Pameran Nasional

0
SMKN Taman Fajar Aceh Timur Tampil di Pameran Nasional. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Taman Fajar Kabupaten Aceh Timur diundang oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI untuk tampil pada pameran terbesar berkumpulnya Buyer dan Supplier seluruh industri sejak 15 sampai 17 Mei 2024 di SMESCO Conventional Hall Jakarta.

Pameran Inabuyer 2024 itu dibuka oleh Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Dr Jerry Sambuaga pada Rabu (15/5/2024).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Aceh Timur Rahmatsah Putra yang ikut hadir dalam rilis dikirim pada Kamis (16/5) mengatakan, diundangnya SMK Negeri Taman Fajar mewakili Provinsi Aceh untuk tampil di Jakarta merupakan hal yang pantas diapresiasi.

Kacabdis merasa bangga karena sekolah binaan cdalam wilayahnya di undang oleh Kementerian Koperasi dan UKM untuk menampilkan produk yang ada di SMK Negeri 1 Taman Fajar.

“SMK Negeri Taman Fajar merupakan salah satu sekolah kejuruan yang masuk dalam Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) telah berhasil melahirkan produk andalannya jamu herbal yang sehat untuk diminum dan bernilai ekonomis,” ujar Rahmatsah.

Kepala SMK Negeri 1 Taman Fajar menyampaikan, kami sangat mengapresiasi semua pihak atas terpilihnya sekolah yang ia pimpin sebagai salah satu peserta dari Provinsi Aceh yang lulus sebagai peserta Inabuyer B2B2G Expo 2024, Satuan Pendidikan Vokasi (SPV) dengan produk jamu herbal.

“Kami sangat mengapresiasi para pihak atas terpilihnya SMK Negeri Taman Fajar sebagai salah satu peserta Inabuyer B2B2G Expo 2024, SPV perwakilan Aceh. Terutama terima kasih kepada Disdik Aceh, Cabdisdik Wilayah Aceh Timur atas pembinaan dan dukungan selama ini kepada SMK Negeri Taman Fajar,” ungkap Azwar yang ikut hadir mendampingi ketua jurusan farmasi, Safrina dan seorang siswi, Tiara Rahmatia.

Ditambahkannya, ini merupakan prestasi atas capaian kerja keras dewan guru dan para pihak yang telah mendukung lahirnya poduk jamu herbal selama ini, khususnya siswa jurusan farmasi atas produk unggulannya.

Azwar menyebutkan, ada 20 lembaga dan sekolah yang diundang yakni, Politeknik Manufaktur Bandung, SMKS Muhammadiyah Tumijajar, SMKN 3 Bogor, SMKS Wikrama, SMKN 2 Jepara, SMKN Taman Fajar Aceh Timur, SMKS 3 Muhammadiyah Singosaro, SMKN 1 Nawangan, SMKS Unggul Husada Banjarmasin.

Kemudian SMKS Muhammadiyah Lamongan, SMKN 1 Gandapura Bireuen, SMKN.Peternakan Lembang, SMKN 24 Jakarta, SMKN 23 Jakarta, SMKN 27 Jakarta, SMKN 32 Jakarta, SMKN 33 Jakarta, SMKN 58 Jakarta, SMKN 6 Jogjakarta dan SMKS Gula Rajawali Madiun.

Editor: Akil Rahmatillah

Begini Cara Mengontrol Emosi Saat Anak Super Aktif

0
Psikolog di RSUD Meuraxa Yusniar Idris (dok : foto pribadi untuk Nukilan.id)

Nukilan.id | Banda Aceh – Usia anak adalah salah satu tahapan dalam rentang kehidupan manusia, yaitu dimulai sejak dalam kandungan hingga usia lanjut. Anak di bawah usia 6 tahun sering disebut dengan masa golden age. Masa golden age ini merupakan periode emas dalam tahapan perkembangan seorang anak. Di mana pada usia ini, jaringan sel-sel otak, emosi, dasar perilaku sosial, dan fisik anak bertumbuh sangat pesat.

Pencapaian di usia golden age ini akan sangat memengaruhi pencapaian pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia berikutnya. Menurut penelitian, 50% kecerdasan orang dewasa mulai terbentuk di usia ini, demikian juga dengan pertumbuhan kepribadian lainnya. Golden age ini hanya terjadi sekali sehingga menjadi sangat penting untuk dioptimalkan dan diberikan stimulasi yang tepat di waktu yang tepat pula.

Psikolog di RSUD Meuraxa Yusniar Idris mengatakan, jika dilihat dari ciri pertumbuhan dan perkembangan anak usia golden age, anak dalam usia prasekolah dan TK biasanya menunjukkan sikap ingin tahu yang sangat besar. Rasa ingin tahu ada yang ditunjukkan secara verbal dengan banyak bertanya atau secara fisik dengan mengotak-atik sesuatu.

Anak di usia ini sangat istimewa, layaknya sebuah bangunan. Usia ini adalah pondasi awal yang akan menentukan kokoh tidaknya sebuah bangunan, kuat tidaknya menghadapi terpaan angin dan badai nantinya, serta apik tidaknya tampilan bangunan itu.

“Walaupun setiap anak memiliki ciri khas tersendiri, namun para orang tua dengan anak di usia ini biasanya membutuhkan kesabaran yang ekstra dalam mendampingin, men-support dan menghadapi berbagai dinamika tumbuh kembang anak,” ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id, Kamis (16/5/2024).

Katanya, anak-anak usia balita (bawah lima tahun) memang sangat aktif secara fisik dan verbal. Ada yang aktifnya terlihat secara fisik, seperti berlari-larian, mengotak-atik, membongkar, bahkan mempreteli benda-benda yang ada dalam jangkauannya. Ada orang tua yang curhat betapa geramnya ketika menghadapi anaknya. “Coba Ibu bayangkan, baru saja saya membersihkan ruang tengah, begitu saya menoleh ke belakang, sudah berantakan lagi, padahal saya belum lagi keluar dari ruangan itu loh Bu”

“Duh rasanya ingin menjerit dan ngamuk, tapi melihat bahagianya anak bermain dengan hasil bongkarannya, jadi ga tega, kayak ga ada capek-capeknya ya Bu, anak kecil itu, batrenya on terus, ga ada diamnya, kadang terpikir, manis dan kalemnya hanya saat tidur saja.”

Belum lagi mendengar keluhan ibu dengan keaktifan verbal anaknya yang masih usia 4 tahun, “Aduh Bu, tolong ajari saya untuk sabar dan bisa menjadi pendengar yang baik untuk anak saya, kayaknya teori pendengar aktif yang saya pelajari dalam pelatihan gagal saya terapkan kalau untuk si kecil ini.”

“Semua ditanyakannya, ini apa Ma, itu apa Ma, kenapa gitu, kok bisa gitu Ma, ada saja yang ditanyakan, kadang jadi malas menjawab dan pernah saya membentaknya ketika anak terus bertanya karena saat itu saya sedang pusing dengan tugas kantor, saya juga merasa bersalah setelah membentak atau memarahinya, tapi saya juga capek menghadapi situasi ini, bagaimana cara menghadapinya?”

Psikolog Yusniar menyebutkan, masih sangat banyak dinamika curhatan ibu-ibu lainnya. Anak usia ini memang akan mengeksplor apapun yang ada di lingkungannya dengan menyentuh atau bertanya dan rasa ingin tahunya memang sedang berkembang pesat. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol emosi dalam masa pengasuhan ini, seperti dengan memaknai peran sebagai ibu, menghargai diri sendiri bahwa tidak semua perempuan berkesempatan menjadi seorang ibu.

“Hal lain yang dapat dilakukan dengan cara mengikuti kegiatan parenting yang akan memberikan pemahaman juga banyak pencerahan,” ujarnya.

Adapun hal terpenting yang tidak boleh terlewatkan adalah peran ayah dalam proses pendampingan, support, dan tempat berkeluh kesah ibu. Yang menjalani peran ibu pasti sudah sangat paham, kebersihan rumah bukan hal yang sederhana, bukan hanya membersihkan, namun juga menjaga dan mendisiplinkan anggota keluarga dalam hal kebersihan. Belum lagi masalah makan, tidak hanya seputar belanja dan memasak, selera yang berbeda dalam menu makanan, ada masalah anak yang malas makan dan hal lain di dalamnya.

Jika dikaji satu persatu, ternyata kompleks sekali tugas dan peran ibu. Bisa dibayangkan begitu banyak sumber ibu mudah terpicu emosi marah dan kesalnya, seperti saat sedang lelah-lelahnya mencuci pakaian kemudian memasak, si anak pun mencari perhatian dengan banyak bertanya atau membongkar rak piring. Menurut hasil penelitian, ternyata cukup wajar ibu menjadi marah atau emosi dalam kondisi tersebut, namun bukan berarti hal ini boleh dibiarkan berkelanjutan, apalagi jika kata-kata atau sikap yang dikeluarkan melukai fisik ataupun hati anak.

Ia juga menyampaikan, hal ini haruslah diselesaikan dan ditindaklanjuti. Rasa bersalah yang dirasakan ibu sebenarnya adalah peperangan antara rasa sayang terhadap anak dan rasa kesal terhadap perilaku anak disertai rasa kecewa terhadap diri sendiri. Ibu bisa melakukan konseling jika sudah sangat mengganggu anak dan dirinya sendiri. Sebagai contoh, anak jadi terlihat takut, menjauh atau menghindari ibunya. Terlihat perubahan perilaku pada anak, misalnya anak yang biasanya ceria jadi murung dan pendiam, yang biasanya aktif jadi suka menyendiri dan pasif. Bahkan, terkadang justru ibu sendiri yang merasa stress, sedih, dan tertekan dengan sikapnya terhadap anak.

“Mimpi buruk yang dialami anak atau ibu itu sendiri, seperti terkejut saat tidur, menangis, atau perilaku lain yang tidak biasa terjadi, konseling pilihan terbaik jika hal ini sudah dirasakan,” tutupnya.

Reporter : Auliana Rizky

Anak Muda Kota Banda Aceh Harapkan Wali Kota yang Mengerti Industri Kreatif

0
Ilustrasi Kepala Daerah. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemilihan Wali Kota Banda Aceh 2024 semakin dekat dan berbagai kalangan mulai menyuarakan harapan mereka, termasuk para anak muda. Di sejumlah warung kopi yang tersebar di Banda Aceh, para pemuda menyampaikan aspirasi mereka terkait sosok wali kota yang diharapkan mampu membawa perubahan positif, terutama dalam mendukung industri kreatif.

Nukilan.id melakukan wawancara secara acak dengan sejumlah anak muda di salah satu warung kopi terkenal di pusat kota. Kami mencoba bertanya kepada mereka mengenai pemilihan ini. Salah satunya, Rani, seorang desainer grafis, menuturkan harapannya terhadap calon wali kota yang akan datang. Ia mengatakan bahwa anak muda butuh pemimpin yang benar-benar paham kebutuhan anak muda, terutama dalam mengembangkan industri kreatif.

“Banda Aceh punya banyak potensi di bidang industri kreatif, tapi kurang perhatian dari pemerintah,” Kata Rani kepada Nukilan, Kamis (16/5/2024) malam.

Senada dengan Rani, Sultan, seorang musisi lokal, mengungkapkan bahwa selama ini perhatian pemerintah terhadap industri kreatif masih minim.

“Kita punya banyak talenta di bidang musik, seni, dan digital, tapi fasilitas dan dukungan dari pemerintah sangat terbatas. Calon wali kota harus bisa menggenjot sektor ini agar Banda Aceh bisa lebih maju dan anak mudanya bisa berkreasi tanpa batas,” katanya.

Selain itu, Wardah, seorang mahasiswa yang aktif dalam komunitas videografer, juga menyampaikan harapannya.

“Banda Aceh perlu lebih banyak event kreatif dan ruang publik untuk menampung karya-karya anak muda. Kami ingin pemimpin yang membuka peluang dan memberikan platform bagi kami untuk menunjukkan kreativitas,” tutur Wardah.

Para anak muda ini sepakat bahwa pemimpin yang mampu memahami kebutuhan mereka dan berkomitmen untuk memajukan industri kreatif adalah kunci bagi masa depan Banda Aceh yang lebih progresif. Mereka menginginkan wali kota yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia melalui sektor kreatif.

Harapan anak muda Banda Aceh ini menjadi cerminan dari keinginan generasi milenial dan Gen Z yang ingin lebih terlibat dalam pembangunan kota mereka. Dengan dukungan pemerintah yang tepat, mereka yakin Banda Aceh bisa menjadi kota yang lebih inovatif dan berdaya saing tinggi.

Pemilihan Wali Kota Banda Aceh 2024 menjadi momen penting bagi para pemuda untuk menyuarakan aspirasi mereka. Mereka berharap calon pemimpin yang terpilih nantinya dapat membawa perubahan signifikan yang berfokus pada pengembangan potensi kreatif anak muda.

Reporter: Akil Rahmatillah

Lantik Azhari Jadi Penjabat Walikota Subulussalam, Pj Gubernur Aceh: Jalankan Tanggungjawab dengan Baik

0
Kadiskop UKM Aceh, Azhari, resmi dilantik jadi Penjabat Walikota Subulussalam. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Aceh, Azhari, resmi dilantik sebagai Penjabat Walikota Subulussalam pada Kamis (16/5/2024). Pelantikan berlangsung di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, dan dilakukan oleh Penjabat Gubernur Aceh, Bustami Hamzah.

Pelantikan tersebut juga dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah Aceh, unsur Forkopimda Kota Subulussalam, para Kepala SKPA, Kepala Biro di lingkup Pemerintah Aceh, serta sejumlah tamu undangan.

“Saya, Penjabat Gubernur Aceh, atas nama Presiden Indonesia, dengan resmi melantik Penjabat Walikota Subulussalam berdasarkan nomor 100.2.1 3-1074 tahun 2024 tentang pengangkatan Penjabat Walikota Subulussalam Provinsi Aceh,” ujar Bustami Hamzah dalam sambutannya.

Bustami mengingatkan Azhari yang akan memimpin Pemerintah Kota Subulussalam selama satu tahun ke depan untuk menjalankan tanggung jawab dengan sebaik mungkin. Menurutnya, hal ini penting agar pembangunan di Kota Subulussalam berjalan dengan baik.

“Proses pergantian ini telah berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan,” tambah Bustami.

Bustami juga berpesan kepada Azhari agar dapat merajut kebersamaan dengan segenap unsur forkopimda, tokoh masyarakat, dan ulama di wilayah tempatnya bertugas.

“Saya berpesan kepada Penjabat Wali Kota yang baru dilantik, rajutlah kebersamaan. Kebersamaan itu sangat indah. Hormatilah di mana pun berada. Saya pikir di sana sangat banyak yang harus diperbaiki dengan bersama-sama,” tutup Bustami.

Dengan pelantikan ini, Azhari resmi memegang amanah untuk memimpin dan mengembangkan Kota Subulussalam ke arah yang lebih baik selama masa jabatannya.

Reporter: Akil Rahmatillah

Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda, Ternyata Ini sejarah dan Nilai dari Tari Langsir Haloban Aceh Singkil

0
Tari Langsir Haloban dari Aceh Singkil. (Foto: Kemendikbud)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Belum lama ini Tari Langsir Haloban, tarian khas dari Desa Haloban, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Sertifikat WBTB tersebut diterima oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil, Edi Widodo, pada Rabu malam, 15 Mei 2024, dalam sebuah acara di Banda Aceh.

Lalu bagaimana sebenarnya sejarah Tari Langsir Haloban sehingga masuk dalam daftar warisan budaya tak benda? Kali ini Nukilan.id akan menyajikan sejarah dan nilai yang terkandung dalam Tari Langsir Haloban.

Berdasarkan penelusuran digital oleh Tim Nukilan.id, ternyata tari Langsir Haloban berasal dari Desa Haloban, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil. Tarian ini memiliki filosofi yang mencerminkan kehidupan masyarakat pesisir Kepulauan Banyak yang mengandalkan laut sebagai sumber penghidupan. Tarian ini kerap ditampilkan dalam berbagai kegiatan budaya di Aceh Singkil, termasuk acara pernikahan dan perayaan hari-hari besar Islam, sehingga keberadaannya tetap terjaga dengan baik.

Tari Langsir Haloban memiliki keunikan tersendiri, terutama dalam formasi geraknya yang menyerupai tarian Quadrilles dan Eightsome Reel dari Eropa, namun dengan gerakan dasar khas tari Joget Melayu pesisir. Asal-usul tarian ini tidak diketahui dengan pasti karena disampaikan secara lisan dari generasi ke generasi.

Menurut booklet dari Kemendikbud, Tari Langsir Haloban biasanya dimainkan secara berpasangan dengan jumlah penari yang genap, yakni masing-masing delapan penari laki-laki dan delapan penari perempuan. Dalam beberapa variasi, penari perempuan dapat digantikan oleh penari laki-laki untuk menghindari pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan yang belum menikah. Penari yang berperan sebagai perempuan akan diberi tambahan aksesoris seperti selendang dan kain samping.

Selama pertunjukan, Tari Langsir Haloban diiringi oleh musik khas pesisir seperti khedang (sejenis rebana) dan biola dengan alunan musik Melayu yang mirip dengan Gamad dari Padang. Jumlah pemain khedang berkisar antara dua hingga delapan orang, sementara pemain biola bisa satu hingga dua orang, tergantung kebutuhan.

Penari laki-laki biasanya mengenakan pakaian hitam-putih, sedangkan penari perempuan mengenakan pakaian yang menutup aurat seperti jilbab. Dalam acara tertentu seperti pernikahan, penari perempuan diberikan kostum seragam yang dirancang agar terlihat lebih apik dan menarik.

Tari Langsir Haloban terdiri dari tiga babak: pembukaan, eksebisi, dan penutup. Babak pertama menggambarkan pencarian pasangan, babak kedua menjalin pertemanan, dan babak ketiga merupakan gerakan akhir dan perpisahan. Dalam Tari Langsir versi Asantola, terdapat empat formasi gerak yang menjadi pola lantai: formasi berbaris, lingkaran, empat wajik, dan kincir. Setiap babak memiliki 32 ragam gerak dengan pola repetisi variatif.

Dalam Tari Langsir Haloban, terdapat Komandir yang memimpin tarian melalui perintah. Komandir ini memiliki skenario tersendiri untuk merangkai tarian, dan perbedaan skenario ini menjadi ciri khas setiap tari Langsir.

Perintah Komandir dalam Tari Langsir cukup unik, menggunakan kosakata Belanda dan Inggris seperti dames, meneer, last try, dan rom van drum, serta beberapa kata yang tidak diketahui asal-usulnya.

Tari Langsir Haloban memiliki nilai penting bagi etnis Haloban di Kepulauan Banyak Barat, mencerminkan nilai sejarah, estetika, pendidikan, religiusitas, serta kebersamaan dan kerukunan. Tarian ini menjadi bukti keberadaan etnis Haloban yang terbentuk dari proses asimilasi dan adaptasi dinamis dari generasi ke generasi.

Dharma Kelana Putra, peneliti Tari Langsir dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh, menyatakan bahwa Tari Langsir Haloban tidak hanya ditujukan untuk menghibur, tetapi juga memiliki nilai estetika tinggi dari segi gerak, irama, ruang, dan waktu. Gerakan yang dinamis dan atraktif menunjukkan keindahan dan makna tarian tersebut, menjadikannya seni yang kaya akan nilai budaya.

Reporter: Akil Rahmatillah

Said Rasul Daftar Sebagai Bakal Calon Bupati Aceh Barat melalui Partai Aceh

0
Said Rasul saat menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon Bupati Aceh Barat di Kantor Partai Aceh, pada Kamis 16 Mei 2024. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Said Rasul mendaftarkan diri sebagai bakal calon Bupati Aceh Barat melalui Partai Aceh pada Kamis, 16 Mei 2024. Bersama tim pendukungnya, Said Rasul tiba di Kantor Partai Aceh pada pukul 10.30 WIB. 

Berkas pendaftaran Said Rasul tersebut diterima langsung oleh Ketua Tim Seleksi Pemilihan Kepala Daerah Partai Aceh, Nurlis Efendi, beserta pengurus partai lainnya.

“Saya mendaftar ke Partai Aceh ini karena partai ini adalah partai perjuangan, partai yang membela rakyat Aceh, dan saya sendiri adalah pengurus DPP Partai Aceh,” ujar Said Rasul kepada Nukilan usai menyerahkan berkas pendaftaran.

Said Rasul menjelaskan bahwa niatnya menjadi kepala daerah adalah untuk membangun daerah dan mensejahterakan rakyat di Aceh Barat sesuai dengan visi dan misi Partai Aceh.  Ia menekankan bahwa pedoman yang akan dipegangnya adalah MoU Helsinki dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh.

“Aceh Barat merupakan kabupaten induk yang punya potensi sangat besar untuk membangun daerah. Tinggal bagaimana kita membangun sebuah kolaborasi bersama alim ulama, tokoh-tokoh masyarakat, dan semua masyarakat di Aceh Barat,” tambah Said Rasul.

Ia juga menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan program-program yang sejalan dengan Partai Aceh apabila dipercayakan oleh DPP Partai Aceh sebagai calon bupati Aceh Barat atau jika masuk dalam kontestasi di Aceh Barat.

“Yang jelas, target saya sejalan dengan program Partai Aceh,” tandas Said Rasul.

Sementara itu, Ketua Tim Seleksi Pemilihan Kepala Daerah Partai Aceh, Nurlis Efendi, mengatakan bahwa berkas pendaftaran Said Rasul sudah lengkap. 

“Pemberkasan sudah lengkap, Said Rasul salah satu tokoh di Aceh Barat, kader Partai Aceh juga yang telah mendaftar menjadi salah satu bakal calon bupati Aceh Barat. kata Nurlis Efendi.

Nurlis juga menjelaskan bahwa Partai Aceh menggunakan metode saintifik atau seleksi ilmiah, yang berbasis ilmu pengetahuan, untuk menentukan calon bupati dan wakil gubernur. 

“Kewajiban pertama adalah membaca Al-Quran, kemudian karakter kepemimpinannya, visi misinya, serta elektabilitasnya diukur dari hasil konvensi dan survei yang dilakukan secara profesional,” jelas Nurlis.

“Di bawahnya, kita akan memetakan semuanya sehingga nanti ketika Muzakir Manaf memimpin Aceh sebagai gubernur, visi dan misinya akan nyambung dengan bupati dan wali kota, sehingga ketika gubernur memutuskan untuk membangun Aceh, semuanya akan terhubung,” pungkas Nurlis. 

Reporter: Rezi