Beranda blog Halaman 1143

Pemain Keturunan Aceh Jadi Sorotan karena Lancar Bahasa Indonesia, Main di Klub Jerman

0
Pemain timnas Indonesia U-20 Dillan Yabran Rinaldi menjawab pertanyaan para pewarta setelah menjalani latihan di Lapangan latihan B, Komplek Gelora Bung Karno. (Foto: Suara.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Mengenal lebih jauh sosok Dillan Yabran, pemain keturunan di Timnas IndonesiaU-20 yang menarik atensi netizen karena lancar berbahasa Indonesia.

Nama Dillan Yabran menarik atensi netizen di tengah pemusatan latihan (TC) Timnas
Indonesia U-20 sejak Maret 2024 lalu. Pemain yang berposisi sebagai winger di klub Jerman, SV Bergisch Gladbach 09 itu menarik atensi karena lancar berbahasa Indonesia.

Kemampuan berbicara dengan bahasa Indonesia tersebut ditunjukkannya dalam beberapa wawancara, di mana ia menjawab pertanyaan dari para pewarta dengan bahasa Indonesia.

“Bahasa Indonesia sudah bisa. Tapi kalau pertanyaannya cepat-cepat, saya susah menjawab,” ucap Dillan Yabran kala diwawancarai pewarta di tengah sesi latihan Timnas Indonesia U-20.

Pemain berusia 18 tahun itu mengaku bahwa dirinya lancar berbahasa Indonesia karena sudah diajari oleh kedua orang tuanya. Tak ayal kemampuannya berbahasa Indonesia itu menuai pujian dari netizen. Pasalnya jarang pemain diaspora yang bermain di Timnas bisa berbahasa Indonesia dengan lancar.

Lantas, siapakah sosok Dillan Yabran tersebut? Bagaimana sepak terjangnya sebelum dipanggil ke TC Timnas Indonesia U-20?

Hingga kini, dirinya masih bermain bersama klub tersebut dan berhasil naik kelas ke tim U-19 per Januari 2022 lalu atau saat usianya 17 tahun. Karena berstatus pemain diaspora, Dillan Yabran pun mendapat panggilan untuk mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia U-20 pada Maret 2024 lalu.

Dalam pemusatan latihan itu, Dillan Yabran juga berkesempatan tampil bersama Timnas Indonesia U-20 di laga persahabatan kontra China U-20. Sayangnya, kesempatan Dillan Yabran untuk kembali bermain bersama Timnas Indonesia U-20 tertutup dalam waktu dekat ini.

Pasalnya, namanya tak masuk dalam daftar skuad Timnas Indonesia U-20 yang akan berlaga di ajang Toulon Cup atau Turnamen Maurice Revello di Prancis pada Juni 2024 mendatang.

Saat ini, Timnas Indonesia U-20 sendiri sudah bertolak ke Italia, tepatnya ke Como, untuk
menjalani pemusatan latihan sebelum ajang Toulon Cup. Di sisi lain, Dillan Yabran mengaku masih memiliki harapan untuk bisa bermain bersama Timnas Indonesia U-20 kembali dan akan fokus dengan kariernya di SV Bergisch Gladbach 09.

Editor: Akil Rahmatillah

Bareskrim Tangkap Caleg PKS di Aceh Tamiang Terkait Kasus Narkoba

0
Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Mukti Juharsa di Mabes Polri. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berhasil menangkap calon anggota legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, Sofyan (S), atas kasus tindak pidana narkoba. Penangkapan ini dilakukan setelah Sofyan menjadi buronan sejak Maret 2024 terkait kasus penyelundupan narkoba dengan barang bukti 70 kilogram sabu.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa mengonfirmasi bahwa Sofyan, yang merupakan caleg terpilih dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk DPRK Aceh Tamiang, masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus ini.

“Benar, yang bersangkutan berinisial S, caleg terpilih DPR nomor 1 di Kota Aceh Tamiang,” kata Mukti saat dikonfirmasi, Senin (27/5/2024).

Penangkapan Sofyan dilakukan pada Sabtu (25/5/2024) ketika ia sedang berbelanja pakaian. Tim Bareskrim Polri, yang telah berkoordinasi dengan Kapolres Aceh Tamiang, menangkap Sofyan di salah satu toko di Jalan Medan-Banda Aceh, Manyak Payed, Aceh Tamiang.

“Penangkapan dilakukan oleh Tim Subdit 4 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri,” ujar Mukti.

Setelah penangkapan, polisi segera menyiapkan administrasi penyidikan dan memberikan pemberitahuan penangkapan kepada keluarga Sofyan. Kasus ini juga akan terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan penyelundupan narkoba lainnya yang terlibat dalam kasus 70 kg sabu tersebut.

Selain itu, penyidik berencana membawa Sofyan ke Bareskrim Polri, Jakarta, pada hari ini untuk proses lebih lanjut.

“Iya nanti rilis di bandara,” kata Mukti.

Dalam berita terkait, polisi juga menangkap seorang ASN Pemkot Ternate dengan barang bukti 0,16 gram sabu, serta mengamankan seorang polisi gadungan yang memeras warga di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yang juga positif sabu.

Penangkapan ini menambah daftar panjang upaya Bareskrim Polri dalam memberantas penyalahgunaan narkoba di Indonesia, termasuk menangkap tokoh-tokoh publik yang terlibat dalam peredaran narkoba.

Dengan penangkapan ini, diharapkan dapat memberikan efek jera serta mengungkap lebih dalam jaringan narkoba yang melibatkan para pelaku di berbagai daerah.

Kompas.com akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terbaru kepada pembaca.

Editor: Akil Rahmatillah

Kecelakaan Kerja, Basarnas Banda Aceh Evakuasi ABK Tanker MT Ocean Virginia

0
Seorang anak buah kapal (ABK) MT Ocean Virginia, Mr. JYM Cabardo Del Socorro, mengalami kecelakaan kerja saat berlayar. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Seorang anak buah kapal (ABK) MT Ocean Virginia, Mr. JYM Cabardo Del Socorro, mengalami kecelakaan kerja saat berlayar.

Warga negara Filipina itu dievakusi Basarnas ke Banda Aceh, di Selat Benggala, dekat perairan Sabang, Jumat (24/5/2024).

“Korban dievakuasi karena luka pada bagian tangan disekitar pergelangan tangan, pada ruas tiga jari,” ujar Kepala Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, Sabtu (25/5/2024).

Menurut Al Hussain, pada Kamis (16/5/2024), sekitar pukul 11.35 WIB, kapal MT. Ocean Virginia melakukan pelayaran dari Port Kandla (India) menuju Port Incheon (Korea Selatan).

Kemudian di tengah pelayaran, pada Jumat (24/5/2024), seorang crew kapal berbendera Panama itu, mengalami luka pada ketiga jarinya akibat kecelakaan kerja, sehingga membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Pelaksanaan operasi SAR digelar pada pukul 13.45 WIB, Basarnas Banda Aceh menerima informasi dari perwakilan agen kapal Aceh, Syawal, tentang permintaan medevac pada Kapal MT. Ocean Virginia.

Kemudian, pukul 14.30 WIB tim Rescue Basarnas Banda Aceh bersama lotensi SAR berangkat dari Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh menggunakan KN. SAR Kresna 232 menuju titik evakuasi.

Pukul 15.15 WIB, tim SAR gabungan tiba di lokasi dan langsung melakukan proses evakuasi.

“Pukul 16.00 WIB, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban dengan selamat,” jelasnya.

Hussain menjelaskan, bahwa dari hasil pemeriksaan Balai Karantina Kesehatan Kelas I Banda Aceh bahwa Korban mengalami cidera tangan bagian kiri pada bagian ruas jari.

“Selanjutnya korban diserahkan kepada pihak Balai Karantina Kesehatan Kelas I Banda Aceh untuk dievakuasi menuju RSUD Zainal Abidin guna pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut,” kata dia.

Editor: Akil Rahmatillah

Aceh Besar Tekan Laju Inflasi Lewat Aksi Tanam Padi Bersama

0
Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, dan Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Sultan Iskandar Muda, Kolonel Pnb Hantarno Edi Sasmoyo, melakukan kegiatan tanam padi bersama di Desa Lambeugak. (Foto: Humas Aceh Besar)

NUKILAN.id | Jantho – Berbagai upaya dilakukan pemerintah daerah untuk menekan laju Inflasi. Salah satunya adalah melakukan aksi penanaman padi seperti dilakukan sejumlah kabupaten di Aceh.

Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, dan Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Sultan Iskandar Muda, Kolonel Pnb Hantarno Edi Sasmoyo, pada Sabtu (25/5/2024) melakukan kegiatan tanam padi bersama di Desa Lambeugak, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar.

“Ini adalah bagian mewujudkan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi di Aceh Besar secara umum,” ujar Iswanto.

Pemerintah Aceh Besar, kata Iswanto, sangat komitmen dalam meningkatkan produksi pertanian lokal dan menekan laju inflasi, melalui peningkatan ketersediaan pangan.

Namun dirinya juga menekankan, pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi militer, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan.

“Dengan bekerja sama, kita bisa memastikan kebutuhan pangan masyarakat Aceh Besar tercukupi,” ujarnya.

Selain itu, Danlanud SIM Kolonel Pnb Hantarno Edi Sasmoyo juga menambahkan bahwa peran TNI AU dalam kegiatan ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial dan dukungan terhadap program pemerintah daerah.

“Kami siap mendukung penuh upaya pemerintah dalam mencapai ketahanan pangan. Sinergi antara TNI dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan kondisi yang kondusif untuk pertanian yang lebih produktif,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kadis Pertanian Aceh Besar, Jakfar menjelaskan bahwa kegiatan tanam padi ini juga merupakan bagian dari program peningkatan produksi padi di Aceh Besar.

“Dengan teknologi pertanian yang lebih baik dan dukungan dari berbagai pihak, kami optimis produksi padi tahun ini akan meningkat signifikan. Hal ini tentunya akan berdampak positif pada kestabilan harga pangan di wilayah kita,” jelasnya.

Kegiatan tanam padi bersama ini tidak hanya sebagai simbol kerja sama antar instansi, tetapi juga sebagai motivasi bagi petani di Aceh Besar untuk terus semangat dalam bercocok tanam dan meningkatkan hasil panen.

“Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan TNI, diharapkan Aceh Besar bisa menjadi salah satu daerah dengan ketahanan pangan yang kuat dan mampu menekan laju inflasi secara efektif,” pungkasnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Brigjen (Pol) Armia Fahmi Jalani Fit and Proper Test Tim 9 Demokrat: Fokus Bangun Aceh Tamiang

0
Brigjen (Pol) Armia Fahmi Jalani Fit and Proper Test Tim 9 Demokrat. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bakal Calon Bupati Kabupaten Aceh Tamiang Brigjen (Pol) Drs Armia Fahmi menyampaikan dirinya sangat fokus untuk membangun Aceh Tamiang, sehingga berharap Partai Demokrat memberi dukungan Pengusungan pada dirinya sebagai calon Bupati Aceh Tamiang,bselau. Memang diringnya sangat mengagumi presiden RI ke-6 Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Bapak Pembangunan Indonesia, dan terinspirasi untuk memimpin Kabupaten Aceh Tamiang.

Hal itu disampaikan Brigjen (Pol) Drs Armia Fahmi saat menjalani Fit and Proper Test Calon kepala daerah yang digelar Partai Demokrat Aceh di Kantor DPD PD Aceh, Luengbata, Minggu (26/5/2024).

“Saya mengagumi kepemimpinan Pak SBY memimpin Indonesia dan sebagai Bapak Pembangunan,” kata Armia Fahmi.

Wakil Kepala Polisi Daerah (Wakapolda) Aceh itu menyampaikan, dirinya sangat optimis dapat membangun Aceh Tamiang yang lebih baik dan 8nten, terutama dalam pengendalian banjir yang kerap dialami Kabupaten Aceh Tamiang, melanjutkan pembangunan Mesjid Agung Aceh Tamiang, serta membangun stadion yang refresentatif.

“Di sekeliling stadion akan dihidupkan usaha kecil dan menegah. Agar Aceh Tamiang memiliki pusat kuliner,” ujar Armia Fahmi.

Armia yang turut didampingi Ketua DPC Demokrat Aceh Tamiang, Nora Idah Nita, menjawab tuntas pertanyaan dari tim 9 untuk Penjaringan Kepala Daerah di Aceh yang terdiri dari Arif Adillah, M. Yunus Ilyas, Muzakkar A Gani, H.T. Ibrahim, Muhammad Saleh, Iswadi, Bal Garabi, Hendri Rachmadani, dan Andri Agung,

Hingga hari kelima penjaringan kepala daerah, tim 9 sudah melakukan Fit and Proper test pada 17 kandidat dari seluruh Aceh, dan hari ini Fit and Proper test calon Kepala Daerah antara lain Armia Fahmi (Aceh Tamiang), AKBP (Purn) Sulaiman (Pidie), Zulkarnain (Nagan Raya), Supriyanto (Ketua DPRK Tamiang), dan Alaidin Abu Abbas (Aceh Tengah).

Editor: Akil Rahmatillah

Kanwil Kemenag Aceh Tinjau dan Pastikan Capaian Sejuta Arah Kiblat

0
Kabid PAI Kanwil Kemenag Aceh Khairul Azhar dan jajaran Kasi PAI Kankemenag Aceh Barat serta siswa di sekolah dalam rangka sosialisasi sejuta arah kiblat. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Meulaboh – Dalam rangka sosialisasi sejuta arah kiblat, Kanwil Kemenag Provinsi Aceh melalui Bidang Pendidikan Agama Islam (PAI) memastikan tercapainya target sejuta kiblat.

“Hari ini kita meninjau kesiapan di Kabupaten Aceh Barat, dan nanti juga akan kita pantau di Kabupaten/Kota Lainnya,” jelas Kabid PAI H Khairul Azhar SAg MSi didampingi Analis Bidang PAI Wahyudi SHI, di Aceh Barat, Sabtu, 25 Mei 2024.

Kabid PAI H Khairul Azhar SAg MSi yang juga pernah menjabat sebagai Kakankemenag Kabupaten Aceh Barat sangat mengapresiasi kesiapan Kasi PAI H Suhadi SAg MSi yang sangat siap dengan sejumlah sejumlah sekolah di Aceh Barat, kita menginginkan tidak hanya di Aceh Barat yang melakukan persiapan tetapi juga di sekolah lain di Aceh.

Dalam hal ini Kasi PAI Aceh Barat turun menghadir turun langsung menglihat kesiapan program sejuta kiblat pada sejumlah sekolah di Kabupaten Aceh Barat.

Menurut Khairul, ini sangat penting di laksanakan sebagai bentuk edukasi kepada anak didik kita cara penentuan arah kiblat.

Sebagaimana program Kementerian Agama dalammenyukseskan sejuta arah kiblat, Kakanwil Kemenag Aceh Drs H Azhari MSi telah membuat Surat Edaran Program Kementerian Agama Hari Sejuta Arah Kiblat, yang ditujukan ke seluruh bidang di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.

Atas dasar edaran tersebut, Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam menuruskan edaran tersebut ke setiap kepala Seksi PAI di Kabupaten/Kota untuk tindak lanjuti pada setiap kabupaten/kota.

Dirjen Bimas Islam Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin MA mengajak jajaran bersama masyarakat dan unit-unit pendidikan manfaatkan kesempatan memastikan arah kiblat, Senin, 27 Mei 2024, waktu ashar, pukul 16.18 WiB.

Hari sejuta kiblat, kegiatan pengukuhan arah kiblat yang dilaksanakan bertepatan dengan peristiwa rahshdul qiblah (istiwa a’zam) atau momen saat matahari melintas tepat di atas Ka’bah. Saat itu terjadi, maka bayang-bayang benda akan lurus ke arah kiblat. Jemaah haji yang lagi di Mekah bisa saksikan saat zhuhur (di Arab Saudi) bersejarah ini, atau sedang asar di Indonesia.

Edito: Akil Rahmatillah

Program Mekaar: Kontribusi PNM Tingkatkan Ekonomi Keluarga Nelayan

0
Nasabah PNM sedang mengikuti pelatihan. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyatakan siap berkontribusi untuk meningkatkan ekonomi keluarga nelayan melalui program Membina ekonomi keluarga sejahtera (Mekaar).

“PNM bergerak untuk pemberdayaan keluarga sejahtera di mana fokus utama yang diberikan pendampingan adalah kaum perempuan dalam rangka meningkatkan ekonomi keluarga,” kata Pemimpin PT PNM Cabang Aceh Muhammad Wazir di Banda Aceh, Sabtu.

Ia menyebutkan sampai dengan akhir April,  jumlah nasabah PNM di Provinsi Aceh sebanyak 343 ribu dan 341 ribu di antaranya merupakan nasabah Mekaar , yang semuanya kaum perempuan. Mereka mendapat pembiayaan dan pendampingan dari perusahaan plat merah tersebut.

“Nasabah PNM mendapatkan bantuan pembiayaan tanpa agunan apapun untuk menjalankan usaha mikro masing-masing dan ini juga terbuka peluang untuk keluarga nelayan. Di mana dalam pemberiannya di lakukan secara kelompok,” katanya.

Menurut dia pembiayaan yang diberikan tanpa jaminan dengan pola pendampingan  serta kelompok tersebut dari Rp2 juta sampai Rp15 juta per orang. Di mana program tersebut terus berlanjut di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.

Muhammad Wazir mengatakan sejak PNM hadir di Aceh dengan program ULaMM & Mekaar, total dana yang disalurkan untuk nasabah di provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu hingga April sebesar Rp6,3 triliun.

“Artinya, PNM telah memberikan kontribusi nyata terhadap pemberdayaan perempuan dan masyarakat Aceh dan saat ini ada 280 nasabah Mekaar tersebar di kawasan Lampulo yang juga sebagian besar adalah keluarga nalayan,” katanya.

Pihaknya siap untuk membina para keluarga nelayan menjadi bagian dari nasabah Mekaar sehingga mereka dapat mendukung pendapatan keluarga di saat suami yang bekerja sebagai nelayan tidak mendapatkan pendapatan sesuai dengan harapan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Aliman menyebutkan saat ini ada 74 ribu nelayan yang tersebar di provinsi ujung paling barat Indonesia itu dan berpotensi untuk menjadi bagian dari program pembiayaan dan pendampingan.

“Kita juga terus melakukan pembinaan untuk meningkatkan pendapatan keluarga nelayan sehingga mereka dapat meningkatkan pendapatan keluarga terutama untuk mengolah makanan dari ikan yang tidak hanya di pasarkan secara tradisional tapi juga masuk pasar moderen,” katanya.

Pihaknya meyakini dengan pendampingan dan pembiayaan yang diberikan akan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga nelayan di Provinsi Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

Kadispora Aceh: Pemda Simeulue Harus Kembalikan Kejayaan Olahraga Dayung

0
M Nasir Syamaun, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, tiba di pulau Simuelue. (Foto: RA)

NUKILAN.id | Simeulue – Atlet pencak silat Kalimantan Tengah yang akan bertanding pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh dan Sumatera Utara (Aceh-Sumut) terus meningkatkan latihan dan menguatkan mental bertanding agar saat di PON mentalitasnya baik.

Salah satu Tim Official Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kalteng, Anton Argarandi Nahan, Sabtu 25 Mei 2024 mengatakan apabila mental bertanding atletnya baik maka tidak menutup kemungkinan emas atau juara dalam perhelatan di PON bisa diraih dengan mudah.

“Atlet kita Ikhsan Mabrur Ridho yang turun di kelas E-Putra pada PON Aceh-Sumut nantinya terus melakukan latihan dengan memfokuskan sparring partner dan latihan mandiri, bahkan juga terus memperbaiki mental bertandingnya,” kata Anton.

Porsi latihan mandiri yang diberikan terhadap atletnya yakni setiap harinya adalah fisik, jogging, sparring partner dengan tujuan untuk menambah daya juang si atlet. Kemudian mental, psikologis atlet agar terukur dengan baik.

Tentunya semua yang dilaksanakan tersebut, juga ada evaluasinya sehingga mana saja menjadi kekurangan atlet tersebut tim pelatih dan ofisial nantinya akan memperbaikinya, sehingga hal-hal atlet saat bertanding nantinya benar-benar mengikuti arahan pelatih.

“Evaluasi sangat penting dilaksanakan, jangan sampai kita tidak melakukan evaluasi sehingga kita tidak mengetahui kekurangan atlet kita nantinya,” bebernya.

Anton menegaskan, atletnya saat ini terus diberikan motivasi dalam setiap latihan dan menjaga fisik agar pemusatan latihan provinsi (pelatprov) selama empat bulan tersebut, menjadi maksimal dan baik. Walaupun tantangan berat dalam menghadapi daerah daerah lainya juga tentu melakukan persiapan yang maksimal.

“Selain menambah fisik dan mental, kami juga melakukan porsi latihan yang maksimal agar dapat dilaksanakan dengan baik agar si atlet benar-benar matang dalam menghadapi pertandingan nantinya,” bebernya.

Sementara itu Ketua KONI Kalteng Rahmat Hidayat mengatakan, terus memberikan masukan kepada Satgas dan cabang olahraga dalam upaya menjalankan pelatprov hingga PON nantinya. Termasuk menegaskan dalam kegiatan penganggaran, KONI Kalteng terus melakukan evaluasi dan pemantauan sehingga program yang dijalankan oleh cabang olahraga dapat terealisasi dan tepat.

“Pada intinya anggaran yang diberikan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, itu tepat sasaran serta tidak ada kendala dan potensi bermasalah dikemudian hari. Kami juga mohon doa kepada masyarakat untuk dapat menambah semangat para atlet yang sudah mempersiapkan diri selama ini,” demikian Rahmat Hidayat.

Editor: Akil Rahmatillah

Kisah Kerajaan Lamuri: Jejak Hinduisme di Aceh yang Terlupakan

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Di balik citra keislaman yang kuat, Aceh ternyata memiliki sejarah yang menarik dalam perjalanan agama dan budayanya. Dalam sorotan sejarah yang kini terungkap, terdapat jejak yang jarang terjamah, yaitu tentang keberadaan agama Hindu di tanah yang kini dikenal sebagai Serambi Mekkah.

Kisah ini terungkap dari keberadaan Kerajaan Lamuri, sebuah kerajaan Hindu yang pernah menjelma di tengah-tengah gemerlapnya Kerajaan Majapahit. Berdasarkan penelusuran digital Nukilan.id, Lamuri kini disebut sebagai Kabupaten Aceh Besar, telah mengalami masa kejayaannya sebelum penaklukan oleh Gajah Mada, panglima perang Majapahit, pada era keemasan Kerajaan Majapahit di Nusantara.

Menurut catatan sejarah, Lamuri menjadi bagian dari wilayah Majapahit dan secara otomatis menjadi kerajaan bawahan. Namun, keberadaannya jauh lebih tua daripada kesultanan Islam Aceh yang kemudian muncul. Sebelum menjadi bagian dari Majapahit, Lamuri telah dikenal sebagai cikal bakal Kesultanan Aceh Darussalam.

Jejak sejarah ini semakin terang saat ditemukan referensi dari sumber-sumber asing, termasuk catatan dari Cina dan karya sastra Kakawin Negarakretagama. Kerajaan Lamuri diakui sebagai salah satu kerajaan di wilayah Sumatera yang tunduk pada kekuasaan Majapahit.

Namun, pencerahan yang lebih dalam datang dari Prasasti Tanjore pada abad ke-10 yang menceritakan bagaimana Kerajaan Lamuri berhasil ditaklukkan oleh Kerajaan Cola di India. Dalam prasasti ini, Lamuri disebut sebagai Ilamuridesam, menunjukkan perubahan statusnya setelah kekalahan oleh Kerajaan Cola. Peneliti Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh, Ambo Asse Ajis, menjelaskan bahwa Ilamuridesam adalah istilah dalam bahasa Tamil yang mengacu pada wilayah luas di antara daratan Afrika, Sri Lanka, dan Nusantara.

Menariknya, jejak kejayaan Lamuri tidak hanya terdapat dalam catatan-catatan sejarah. Marcopolo, penjelajah terkenal asal Venesia pada abad ke-13, mencatat bahwa penduduk Lamuri saat itu masih memeluk agama Hindu dan menyembah berhala. Hal ini menegaskan bahwa sebelum Islam mengakar kuat di Aceh, Lamuri telah menjadi pusat kegiatan Hindu di wilayah itu.

Namun, seperti halnya banyak peradaban kuno, Lamuri juga menghadapi masa kejatuhan. Penaklukan oleh Kerajaan Cola dan perubahan statusnya menjadi mandala Kerajaan Tamil menandai perubahan besar dalam sejarah agama dan politik di wilayah itu.

Kisah Kerajaan Lamuri yang dilupakan ini menjadi bagian dari narasi yang memperkaya pemahaman tentang sejarah Nusantara. Jejak Hinduisme yang terpahat dalam batu-batu dan rahasia yang terpendam di antara reruntuhan sejarah menjadi saksi bisu akan keberagaman dan kompleksitas perjalanan manusia di masa lalu. Dengan kisah ini, Aceh tidak hanya dikenal sebagai simbol keislaman, tetapi juga sebagai saksi bisu dari keberagaman agama dan budaya yang melintasi zaman.

Reporter: Akil Rahmatillah

Fatwa MPU Aceh: Hukum Nikah Pelaku Mesum Tidak Sah

0
Ilustrasi Pernikahan. (Foto: Google)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh telah mengeluarkan fatwa terkait pernikahan pelaku mesum. Berdasarkan Fatwa MPU Aceh, Nomor 03 tahun 2009 menegaskan bahwa pernikahan pelaku mesum tidak sah dan tidak dapat dipaksakan. Artinya, hukum nikah pelaku mesum, tidak sah pernikahannya.

Dalam keputusannya MPU Aceh memiliki tiga putusan tentang hukum nikah pelaku mesum;

Pertama, MPU Aceh menyatakan bahwa menikahkan pelaku mesum bukan merupakan solusi yang tepat menurut syariat Islam maupun adat istiadat Aceh. Pernikahan harus didasari atas kerelaan kedua belah pihak, dan tidak boleh dipaksakan sebagai bentuk hukuman.

Kedua, MPU Aceh merekomendasikan agar kasus mesum diselesaikan sesuai dengan ketentuan Qanun Nomor 9 tahun 2008 tentang Pembinaan Kehidupan Adat dan Adat Istiadat. Qanun tersebut mengatur tentang pembinaan dan pemulihan bagi pelaku mesum, serta upaya pencegahan terjadinya perbuatan mesum di masa depan.

Ketiga, MPU Aceh membuka peluang pernikahan bagi pelaku mesum, namun dengan syarat dan ketentuan yang ketat. Pernikahan ini hanya sah jika dilakukan atas dasar kerelaan kedua belah pihak, setelah mereka mendapatkan pembinaan dan nasehat dari pemangku adat dan Kantor Urusan Agama (KUA) setempat, serta memenuhi semua syarat dan rukun pernikahan yang sah menurut Islam.

Fatwa MPU Aceh ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi masyarakat Aceh dalam menyelesaikan kasus mesum dengan cara yang adil dan sesuai dengan syariat Islam serta adat istiadat setempat.

Sementara itu pada sisi lain itu, putusan ini juga selaras pula dengan putusan Muktamar NU yang ke-10 di Surakarta tanggal 10 Muharram 1354 H/April 1935 M tentang tentang nikah yang dipaksa polisi karena berbuat zina. Status hukum kasus ini adalah tidak sah, apabila pemaksaannya memenuhi syarat, menurut ahli fiqh, atau diperintah hakim.

Argumentasi yang melatar-belakangi keputusan Muktamar tersebut adalah syarat sahnya nikah harus dengan kemauan si calon suami. Salah satu rujukan yang diajukan untuk mendukung keputusan ini adalah keterangan yang terdapat dalam kitab Tanwir al-Qulub:

وَأَنْ يَكُونَ مُخْتَارًا فَلَا يَصِحُّ نِكَاحُ مُكْرَهٍ
“Dan si calon suami harus dalam keadaan bisa memilih. Maka tidak sah pernikahan orang yang dipaksa”. ( Lihat Ahkam al-Fuqahafi Muqarrati Mu’tamarati Nahdlatil ‘Ulama, 2011 M, h. 170).

Melihat dari penjelasan di atas tentunya sudah jelas bahwa, menikahkan secara paksa pelaku mesum sebagai alasan bahwa itu hukuman bagi mereka tidaklah dibenarkan. Karena selain tidak terpenuhinya syarat sah suatu pernikahan, langkah tersebut bukanlah hukuman yang sesuai baik secara hukum nasional maupun syariat Islam. Karena zina merupakan dosa yang amat berat dan besar, maka semua umat Islam harus menghindari perbuatan zina.

Demikian penjelasan yang kami berikan. Kami menyarankan untuk menghindari menyelesaikan masalah dengan kekerasan atau tindakan sepihak. Tindakan semacam itu juga dianggap melanggar hukum. Semoga ini bermanfaat.

Editor: Akil Rahmatillah