Tuesday, June 25, 2024

Kisah Kerajaan Lamuri: Jejak Hinduisme di Aceh yang Terlupakan

NUKILAN.id | Banda Aceh – Di balik citra keislaman yang kuat, Aceh ternyata memiliki sejarah yang menarik dalam perjalanan agama dan budayanya. Dalam sorotan sejarah yang kini terungkap, terdapat jejak yang jarang terjamah, yaitu tentang keberadaan agama Hindu di tanah yang kini dikenal sebagai Serambi Mekkah.

Kisah ini terungkap dari keberadaan Kerajaan Lamuri, sebuah kerajaan Hindu yang pernah menjelma di tengah-tengah gemerlapnya Kerajaan Majapahit. Berdasarkan penelusuran digital Nukilan.id, Lamuri kini disebut sebagai Kabupaten Aceh Besar, telah mengalami masa kejayaannya sebelum penaklukan oleh Gajah Mada, panglima perang Majapahit, pada era keemasan Kerajaan Majapahit di Nusantara.

Menurut catatan sejarah, Lamuri menjadi bagian dari wilayah Majapahit dan secara otomatis menjadi kerajaan bawahan. Namun, keberadaannya jauh lebih tua daripada kesultanan Islam Aceh yang kemudian muncul. Sebelum menjadi bagian dari Majapahit, Lamuri telah dikenal sebagai cikal bakal Kesultanan Aceh Darussalam.

Jejak sejarah ini semakin terang saat ditemukan referensi dari sumber-sumber asing, termasuk catatan dari Cina dan karya sastra Kakawin Negarakretagama. Kerajaan Lamuri diakui sebagai salah satu kerajaan di wilayah Sumatera yang tunduk pada kekuasaan Majapahit.

Namun, pencerahan yang lebih dalam datang dari Prasasti Tanjore pada abad ke-10 yang menceritakan bagaimana Kerajaan Lamuri berhasil ditaklukkan oleh Kerajaan Cola di India. Dalam prasasti ini, Lamuri disebut sebagai Ilamuridesam, menunjukkan perubahan statusnya setelah kekalahan oleh Kerajaan Cola. Peneliti Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh, Ambo Asse Ajis, menjelaskan bahwa Ilamuridesam adalah istilah dalam bahasa Tamil yang mengacu pada wilayah luas di antara daratan Afrika, Sri Lanka, dan Nusantara.

Menariknya, jejak kejayaan Lamuri tidak hanya terdapat dalam catatan-catatan sejarah. Marcopolo, penjelajah terkenal asal Venesia pada abad ke-13, mencatat bahwa penduduk Lamuri saat itu masih memeluk agama Hindu dan menyembah berhala. Hal ini menegaskan bahwa sebelum Islam mengakar kuat di Aceh, Lamuri telah menjadi pusat kegiatan Hindu di wilayah itu.

Namun, seperti halnya banyak peradaban kuno, Lamuri juga menghadapi masa kejatuhan. Penaklukan oleh Kerajaan Cola dan perubahan statusnya menjadi mandala Kerajaan Tamil menandai perubahan besar dalam sejarah agama dan politik di wilayah itu.

Kisah Kerajaan Lamuri yang dilupakan ini menjadi bagian dari narasi yang memperkaya pemahaman tentang sejarah Nusantara. Jejak Hinduisme yang terpahat dalam batu-batu dan rahasia yang terpendam di antara reruntuhan sejarah menjadi saksi bisu akan keberagaman dan kompleksitas perjalanan manusia di masa lalu. Dengan kisah ini, Aceh tidak hanya dikenal sebagai simbol keislaman, tetapi juga sebagai saksi bisu dari keberagaman agama dan budaya yang melintasi zaman.

Reporter: Akil Rahmatillah

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img