Beranda blog Halaman 1142

Fraksi Golkar: Aramiko Aritonang Resmi Dilantik sebagai Anggota DPR Aceh Pengganti Antarwaktu

0
Aramiko Aritonang Resmi Dilantik sebagai Anggota DPR Aceh Pengganti Antarwaktu. (Foto: DPRA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh kembali menggelar Rapat Paripurna DPR Aceh tahun 2024 dengan agenda peresmian pengangkatan Pengganti Antarwaktu (PAW) anggota DPR Aceh sisa masa jabatan tahun 2019-2024 serta Penutupan Masa Persidangan I dan Pembukaan Masa Persidangan II. Senin, 27 Mei 2024 pukul 14.00 WIB di Ruang Serbaguna Gedung DPR Aceh.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah anggota dewan, Paduka Wali Nanggroe Aceh, Penjabat Gubernur Aceh yang diwakili oleh Asisten II Setda Aceh, pimpinan dan anggota DPR Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Ketua Mahkamah Syariyah Aceh, Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, dan Forkopimda.

Wakil Ketua DPRA, Dr. T. Raja Keumangan, SH, MH, yang memimpin paripurna tersebut menyampaikan bahwa sesuai dengan surat Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri nomor 100.2.1.4/03599/OTDA tanggal 16 Mei 2024, Menteri Dalam Negeri menugaskan DPR Aceh untuk melaksanakan pengambilan sumpah terhadap Saudara Aramiko Aritonang, S.Sos yang menggantikan Saudara Hendra Budian sebagai anggota DPR Aceh dari Partai Golongan Karya, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sekretaris DPR Aceh kemudian membacakan keputusan Menteri Dalam Negeri tentang peresmian pemberhentian anggota DPR Aceh dan peresmian pengangkatan Pengganti Antarwaktu (PAW) anggota DPR Aceh. Aramiko Aritonang, S.Sos resmi diangkat sebagai anggota DPR Aceh Pengganti Antarwaktu sisa masa jabatan tahun 2019-2024.

Dalam sambutannya, Dr. T. Raja Keumangan menyatakan keyakinannya bahwa Aramiko Aritonang akan segera menyesuaikan diri dan memperkuat kinerja dewan dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, serta memberikan inovasi dan gagasan baru untuk memperjuangkan aspirasi rakyat bagi pembangunan Aceh ke depan.

Selama masa persidangan I tahun 2024, ada beberapa agenda pokok telah dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan, antara lain pelaksanaan reses I tahun 2024, penunjukan dan penetapan alat kelengkapan DPR Aceh pembahas Prolega Prioritas tahun 2024, pembahasan rancangan qanun Prolega Prioritas tahun 2024, penyampaian LKPJ Gubernur Aceh tahun 2023 dan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) LKPJ, penetapan rancangan qanun inisiatif DPR Aceh, serta penyerahan LHP BPK RI atas laporan keuangan Pemerintah Aceh tahun anggaran 2023.

Dengan berakhirnya masa persidangan I tahun 2024, maka melalui rapat paripurna hari ini, DPR Aceh secara resmi menutup masa persidangan I dan membuka masa persidangan II tahun 2024.

Pada masa persidangan II, DPR Aceh akan menyelesaikan beberapa tugas pokok sesuai rencana kerja tahunan, termasuk penyampaian rekomendasi DPR Aceh terhadap LKPJ Gubernur Aceh tahun anggaran 2023, pembahasan dan penetapan rancangan qanun Prolega Prioritas tahun 2024, pembahasan rancangan qanun Aceh tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBA tahun anggaran 2023, penyampaian, pembahasan, dan kesepakatan terhadap KUA dan PPAS tahun anggaran 2025, serta pembahasan dan penetapan rancangan qanun Aceh tentang APBA tahun anggaran 2025.

DPR Aceh berharap agar agenda tahunan yang telah ditetapkan dapat dituntaskan dengan baik sehingga program dan kegiatan dapat terlaksana secara efektif dan efisien.

Selain itu, terang T Raja Keumangan bahwa pada tanggal 18 hingga 25 Januari 2024, pimpinan dan anggota DPR Aceh telah melaksanakan kegiatan reses I tahun 2024 ke daerah pemilihan masing-masing untuk menyerap dan menghimpun aspirasi konstituen. Pelaksanaan reses merupakan amanah dari Pasal 108 huruf i dan k Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Pasal 130 ayat (5) Peraturan Tata Tertib DPR Aceh.

Pada kesempatan ini, rekapitulasi aspirasi dalam laporan pelaksanaan reses I tahun 2024 diserahkan kepada Pemerintah Aceh untuk ditindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku

Editor: Akil Rahmatillah

Disdik Dayah Kota Banda Aceh Akan Laksanakan Workshop Akreditasi Dayah

0
Kepala Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Muhammad, S.Sos, MM. (Foto: Disdik Dayah BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Pendidikan Dayah (Disdik Dayah) Kota Banda Aceh akan menyelenggarakan Workshop Akreditasi Dayah bagi sekretaris dan guru dayah yang akan berlangsung di Hotel Grand Permata Hati pada tanggal 11-12 Juni 2024 mendatang.

Kegiatan yang bertemakan Mewujudkan Tata Kelola Dayah yang Profesional dan Akuntabel menghadirkan pemateri yang profesional diantaranya, unsur Pimpinan Majelis Akreditasi Dayah Aceh dan Asesor Akreditasi Dayah Aceh, serta diikuti oleh 50 peserta dari seluruh dayah di Kota Banda Aceh.

Kepala Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Muhammad, S.Sos, MM mengatakan kegiatan ini dinilai strategis, karna keberadaan Badan Akreditasi Dayah Aceh sebagai lembaga independen yang kini diberi mandat sesuai Qanun Aceh guna melakukan Akreditasi Dayah se- Kab/Kota di Aceh, Sabtu (25/5/2024) saat dikonfirmasi.

“Tentunya Worshop Akreditasai Dayah selama dua hari nantinya akan menambah dan menyegarkan kembali ingatan guru dayah dalam pemenuhan instrument Borang Akreditasi Dayah Tahun 2024,” katanya.

Lebih lanjut Muhammad mengatakan nantinya peserta akan memahami dengan utuh terkait kebijakan akreditasi dayah, langkah-langkah pengusulan akreditasi dayah Tahun 2024 serta memahami lebih dalam instrumen borang penilaian akreditasi dayah, karna yang ajarkannya adalah orang-orang pilihan yang diberi mandat dan kewenangan menjalankan tupoksi Akreditasi Dayah.

“Dengan harapan seluruh peserta nantinya mampu melengkapi usulan akreditasi dayah dan meraih nilai maksimal sesuai standar, prosedur, kebijakan areditasi dayah Aceh. Alhamdulillah dayah-dayah yang ada di Banda Aceh kini telah mengalami kemajuan siknifikan beberapa dayah sudah naik tipe dari B menjadi A, Tipe C naik menjadi B dan Nontipe menjadi C. Tentunya kita dorong nantinya sebanyak 40 dayah yang ada di Banda Aceh minimal Tipe C, ungkap Muhammad, S.Sos, MM.

Editor: Akil Rahmatillah

PAS Aceh Buka Pendaftaran Bacalon Bupati Bireuen

0
Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) PAS Bireuen Tgk Mustafa Amin. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Partai Adil Sejahtera (PAS) Aceh membuka pendaftaran dan penjaringan Bakal Calon (Bacalon) Bupati dan Wakil Bupati Bireuen. Informasi ini disampaikan oleh Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) PAS Bireuen, Tgk Mustafa Amin, pada Senin (27/5/2024).

Aamtan Nukilan.id di lokasi, Mustafa Amin didampingi Sekretaris PAS Bireuen Tgk Ismayadi, menyatakan bahwa pendaftaran Bacalon akan berlangsung di Kantor Majelis Pimpinan Pusat (MPP) PAS Aceh, yang berlokasi di Jalan Kampus Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), Lueng Bata, Banda Aceh. Proses pendaftaran ini dimulai dari tanggal 24 Mei hingga 5 Juni 2024.

Menurut Mustafa Amin, pendaftaran Bacalon Bupati dan Wakil Bupati Bireuen ini merupakan hasil instruksi dari Ketua Mustasyar MPP PAS Aceh, Tgk H Hidayat Muhibuddin Waly, dan Ketua Tanfidziyah PAS Aceh, Tu Bulqaini.

“Berdasarkan hasil rapat tersebut, kami berharap setiap tokoh yang ingin diusung oleh PAS Aceh, baik dari kalangan internal maupun eksternal partai, dapat mendaftar,” ujar Mustafa Amin, Senin, (27/5/2024).

Mustafa juga menekankan pentingnya partisipasi dari kader PAS Aceh maupun pihak eksternal yang berminat untuk diusung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Aceh. Pendaftaran ini adalah langkah awal untuk mengikuti proses penjaringan.

Selain itu, Mustafa Amin menjelaskan bahwa proses penjaringan ini akan menjadi sarana komunikasi yang objektif antara struktur MPW Aceh Bireuen dan MPP PAS Aceh untuk proses pemberian rekomendasi final oleh MPP PAS Aceh.

PAS Aceh membuka pendaftaran penjaringan Bacalon Kepala Daerah dengan harapan dapat melahirkan kepemimpinan yang memiliki kapasitas dalam membangun daerah.

“Kita berharap Pilkada yang akan berlangsung pada 27 November mendatang dapat melahirkan kepemimpinan yang dibutuhkan oleh masyarakat Aceh. Kepemimpinan yang mampu mensejahterakan rakyat Aceh dan menjadikan Aceh sebagai mercusuar Islam di Asia Tenggara,” tambahnya.

PAS Aceh, meski baru, telah menunjukkan performa yang menjanjikan dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) yang baru saja berlangsung. Partai yang dipimpin oleh para ulama dayah ini berhasil meraih suara signifikan di Kabupaten Bireuen, dengan mendapatkan tiga kursi di DPRK Bireuen dan satu kursi di DPR Aceh dapil Bireuen.

Reporter: Akil Rahmatillah

HUDA Aceh Laksanakan ToT Kader Dakwah di Pidie, Diikuti 4 Penyuluh Agama

0
HUDA Aceh Laksanakan ToT Kader Dakwah di Pidie. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) berkerja sama  dengan Dinas Syariat Islam  Provinsi Aceh mengadakan Training of Trainer (ToT) Kader Dakwah Aceh di Kabupaten Pidie di Hotel The 5, Sigli, 26 Mei 2024.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, H Zahrul Fajri SAg MH menyebutkan tantangan dakwah hari ini seperti  masalah narkoba, kriminalitas, prostitusi dan Khalwat. Perlu adanya penguatan kurikulum lokal yaitu adat keacehan dan syariat Islam.

Acara ToT dibuka oleh Pj Bupati Pidie, Wahyudi Adisiswanto MSi.  Pembukaan ToT dihadiri oleh Ketua PB HUDA, Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab atau yang akrab disapa Ayah Sop Pimpinan Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb, Bireuen.

Dalam nasehatnya Ayah Sop menyebutkan bahwa kegiatan ini harus benar benar dimanfaatkan oleh peserta agar siap terjun ke tengah masyarakat, menjadikan masyarakat cinta kepada agama. Islam harus diyakini sebagai solusi dari masalah dan pola dakwah harus memiliki strategi sebagaimana yang dipraktikkan Rasulullah SAW.

Training ini diikuti sebanyak 30 peserta dari berbagai kecamatan di Pidie, empat di antaranya adalah Penyuluh Agama Islam yang juga pengurus HUDA Kecamatan, yaitu Tgk Murtadha MSos, Tgk Azmi Abubakar MH, Tgk Almahdi SHI, dan Tgk Zulfikar SHI.  Training kader  Dakwah berlangsung selama dua hari, 26-27 Mei 2024.

Editor: Akil Rahmatillah

PJ Ketua PKK Aceh Serahkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di Bener Meriah

0
Pj Ketua PKK Aceh, Ny. Mellani Subarni Bustami, menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak kebakaran Bener Meriah. (Foto: BPBA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Pj Ketua PKK Aceh, Ny. Mellani Subarni Bustami, menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak kebakaran di Desa Bahgie Bertona, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, pada Senin (27/5/2024).

Penyerahan bantuan ini didampingi oleh Plt. Kepala Pelaksana BPBA, Fadmi Ridwan, SP. MA, beserta jajarannya. Bantuan diterima langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bener Meriah. Adapun bantuan yang diberikan berupa 500 sak beras kemasan 5 kg, 200 dus mie instan, 100 liter minyak goreng, 100 dus air mineral, dan 50 kg gula pasir.

Bencana kebakaran yang terjadi pada 22 Mei 2024 tersebut menghanguskan 12 rumah milik 10 Kepala Keluarga (10 rumah rusak berat dan 2 rumah rusak ringan). Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kebakaran tersebut meninggalkan dampak signifikan bagi warga yang terdampak.

Ny. Mellani Subarni Bustami menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas Pemerintah Aceh terhadap warganya yang tertimpa musibah. Ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara yang terdampak dan membantu mereka untuk segera pulih dari musibah ini.

Kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Aceh diharapkan dapat menjadi semangat baru bagi warga Desa Bahgie Bertona untuk bangkit dan memulihkan kembali kehidupan mereka.

Editor: Akil Rahmatillah

Mahasiswa Biologi USK Paparkan Keanekaragaman Hayati Aceh di Rusia

0
Mahasiswa Biologi Universitas Syiah Kuala, Mohammad Adzannie Bessania Raviq berfoto dengan peserta lainnya usai memaparkan presentasi tentang Biodiversitas dan Konservasi di Aceh di Universitas Federal Kazan, Rusia. (Foto: Humas USK)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Mohammad Adzannie Bessania Raviq, mahasiswa Biologi Universitas Syiah Kuala (USK), memukau hadirin dengan presentasinya mengenai biodiversitas dan konservasi di Aceh pada konferensi ilmiah internasional di Rusia pekan lalu.

Adzannie tampil di III International Scientific and Practical Conference of Foreign Students of Preparatory Departments of Universities “Discovering the World of Science” yang diadakan di Universitas Federal Kazan. Dalam konferensi yang menggunakan bahasa Rusia tersebut, Adzannie menjelaskan bahwa Aceh tidak hanya kaya akan minyak dan gas alam, tetapi juga memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, dengan banyak flora dan fauna endemik.

“Kawasan ekosistem Leuser adalah salah satu hutan hujan tropis terbesar di Asia Tenggara dan dunia, dengan luas mencapai 2,6 juta hektare. Hutan ini menjadi rumah bagi 380 spesies burung, 194 spesies reptil dan amfibi, 130 spesies mamalia, dan sekitar 10.000 spesies tumbuhan,” ujar Adzannie. Ia juga menambahkan bahwa Leuser telah dilindungi oleh UNESCO sejak 2004 sebagai situs warisan dunia.

Adzannie menyoroti pentingnya Leuser sebagai satu-satunya hutan hujan tropis di dunia yang menjadi habitat bagi empat spesies kunci dalam satu ekosistem: Orangutan Sumatera (Pongo abelii), Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), dan Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis). “Empat spesies ini hanya dapat ditemukan bersamaan di Aceh dan tidak ada di tempat lain,” jelasnya.

Selain itu, kawasan Leuser juga menjadi pusat penelitian biodiversitas tropis. Aceh memiliki tiga stasiun penelitian utama, yaitu Soraya, Ketambe, dan Suak Balimbing, yang kerap menjadi tujuan para peneliti dari berbagai negara. Penelitian yang dilakukan meliputi perilaku fauna, identifikasi flora dan potensinya sebagai tanaman obat, serta studi mengenai mikroorganisme yang masih sedikit diketahui.

“Di Stasiun Suak Balimbing, peneliti orangutan biasanya menghabiskan waktu paling sedikit satu tahun untuk meneliti perilaku orangutan. Namun, saya hanya menghabiskan waktu 10 hari di sana bersama tim peneliti rayap dari Jurusan Biologi FMIPA USK,” kata Adzannie.

Dalam kesempatan tersebut, Adzannie juga memaparkan kerja sama antara Aceh dan Rusia. Pada Mei 2023, Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar, menjajaki kerjasama di bidang ketahanan iklim dan energi. Dalam forum Climate Resilience: Russia-OIC Countries Dialogue dan Russia Islamic World Kazan Forum 2023, Wali Nanggroe mengungkapkan potensi Aceh sebagai salah satu sumber cadangan karbon terbesar di dunia.

“Aceh memiliki tutupan hutan mencapai 23 persen dari luas Pulau Sumatera dan potensi karbon yang diperkirakan Emission Reduction (ER) mencapai tiga ton per hektare,” ungkap Adzannie, mengutip pernyataan Wali Nanggroe pada World Kazan Forum 2023.

Presentasi Adzannie berhasil menarik perhatian para juri yang merupakan pakar di bidang sains, menegaskan pentingnya upaya konservasi dan penelitian untuk melestarikan keanekaragaman hayati Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

Kemensos Gelar Puncak Peringatan Hari Lansia Nasional di Aceh Utara 29 Mei

0
Tim Kemensos saat memberi pelayanan kepada lansia (Foto: dok. Kemensos)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Kementerian Sosial (Kemensos) bakal menggelar puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) pada 29 Mei. Tahun ini, puncak HLUN akan digelar di Aceh Utara.

Berdasarkan informasi dari Biro Humas Kemensos, Minggu (26/5/2024), rangkaian HLUN tahun telah dimulai sejak awal Mei 2024. Sejumlah kegiatan layanan diberikan kepara lansia.

HLUN tahun ini mengambil tema Lansia Terawat Indonesia Bermartabat. HLUN di Aceh Utara berkomitmen untuk memberikan penghidupan yang layak dan meningkatkan kesejahteraan lansia.

Menteri Sosial Tri Rismaharini akan hadir dalam puncak HLUN di Aceh Utara. Dia mengatakan pemilihan Aceh Utara sebagai salah satu bentuk kepedulian Kementerian Sosial terhadap warga lanjut usia.

Dalam HLUN tahun ini, ada sejumlah kegiatan pelayanan kesehatan yang diberikan Kementerian Sosial. Salah satunya layanan operasi katarak, donor darah, dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Kementerian Sosial bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil juga menyediakan layanan perekaman KTP elektronik dan kartu keluarga bagi lansia.

“Layanan tersebut memungkinkan perekaman door to door bagi lansia yang tidak bisa datang ke lokasi perekaman. Kementerian Sosial juga menfasilitasi isbat nikah dan pembuatan akta nikah lansia,” kata Mensos Risma.

Di peringatan HLUN 2024, Kementerian Sosial juga berfokus pada peningkatan aksesibilitas lansia dengan menyalurkan alat bantu seperti kursi roda, tongkat adaptif, kacamata, dan alat bantu dengar. Perhatian juga diberikan kepada lansia yang masuk kategori lansia potensial.

Kementerian Sosial telah memberikan pelatihan, pameran hasil karya, dan pemberian bantuan modal usaha.

“Kemensos juga membangun kembali rumah lansia yang tidak layak huni melalui program Rumah Sejahtera Terpadu (RST),” ujar Risma.

Selain pelayanan kepada lansia, Kementerian Sosial juga menggelar kegiatan Kemensos Goes to School. Kegiatan itu menargetkan siswa sekolah dengan harapan meningkatkan kepedulian warga kepada kelompok lansia.

Rangkaian HLUN 2024 sudah dimulai sejak 1 Mei 2024 dan acara puncak akan diselenggarakan pada 29 Mei 2024. Dalam acara puncak, ada 27 kecamatan di Aceh Utara dan beberapa titik di seluruh Indonesia yang terhubung melalui teleconference.

Sejak awal Mei terhitung ada 4.982 lansia di Kabupaten Aceh Utara sudah menjalani asesmen kebutuhan. Beberapa di antaranya sudah mendapatkan intervensi seperti pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan bantuan kewirausahaan.

Editor: Akil Rahmatillah

Warga Aceh Besar Kesulitan Air PDAM, Terpaksa Beli Air Galon untuk Kebutuhan Sehari-hari

0
Ilustrasi air bersih. (Foto: Net)

NUKILAN.id | Jantho – Warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Besar mengalami krisis air bersih sejak dua hari lalu. Air PDAM yang biasa mengalir ke rumah-rumah mereka tiba-tiba mati sejak Jumat (24/5/2024) malam tanpa ada pemberitahuan dari pihak PDAM.

Kondisi ini membuat warga terpaksa membeli air isi ulang dalam galon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk mandi, wudhu, dan buang air besar. Harga satu galon air mencapai Rp 5 ribu, yang menjadi beban tambahan bagi warga yang harus mengeluarkan uang ekstra setiap hari.

Zulfata, anak kos di Desa Cadek, Kecamatan Baitussalam, mengungkapkan bahwa air mati mulai pukul 20.30 WIB pada Jumat malam.

“Aku dari kemarin beli air terus karena di rumah sudah tidak ada lagi air sedikit pun,” keluhnya saat ditemui Nukilan.id pada Minggu (26/5/2024).

Hal serupa dirasakan oleh Asviraihan, yang mengaku tidak mandi seharian karena tidak ada air di rumah kosnya.

“Sampai kapan kami harus membeli air isi ulang. Kami harap PDAM memberikan solusi ketika mengalami masalah suplai air ke rumah-rumah pelanggan,” kata Asviraihan.

Direktur Utama PDAM Tirta Mountala, Sulaiman, dikutip dari detiksumut menjelaskan bahwa gangguan suplai air ini disebabkan oleh kurangnya air sungai di Lambaro, yang menjadi sumber air baku PDAM. Kondisi ini berdampak pada suplai air di Kecamatan Baitussalam, Masjid Raya, Kuta Baro, dan Darussalam.

“Jika permukaan air naik, kami bisa maksimalkan air bakunya. Mudah-mudahan segera turun hujan di hulu agar air sungai bisa naik,” harap Sulaiman saat dihubungi Kompas.com.

Sebagai solusi jangka panjang, Sulaiman menyebutkan bahwa pihaknya telah mengusulkan pembangunan bendungan karet di Lambaro dengan anggaran dari pemerintah pusat.

“Usulan ini sudah lama diajukan dan baru tahun ini dikerjakan,” ujarnya.

Krisis air ini menjadi perhatian serius bagi warga Aceh Besar yang berharap agar PDAM dapat segera mengatasi masalah ini dan mengembalikan suplai air bersih ke rumah-rumah mereka.

Reporter: Akil Rahmatillah

Wakil Ketua DPR Aceh Dorong Desainer Aceh Bersaing di Tingkat Nasional Melalui Aceh Muslim Fashion Festival 2024

0
Dr. Safaruddin, S.Sos.,M.S.P, Wakil Ketua DPRA. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – DPR Aceh, Safaruddin, menghadiri Aceh Muslim Fashion Festival (AMFF) 2024 dengan komitmen kuat untuk terus mendorong karya-karya desainer Aceh agar lebih dikenal secara luas di tingkat nasional. Acara yang berlangsung dari 24 hingga 26 Mei 2024 di Sarinah Mall ini menjadi wadah penting bagi para desainer Aceh untuk menampilkan bakat dan kreativitas mereka.

“Saya tetap berkomitmen untuk mendukung agar karya-karya anak Aceh ini bisa lebih dikenal luas, salah satunya melalui AMFF 2024,” ujar Safaruddin pada Minggu (26/5/2024).

AMFF tidak hanya menjadi ajang peragaan busana muslim, tetapi juga momentum bagi para desainer Aceh untuk berkompetisi dan memamerkan karya-karya terbaik mereka. Dalam acara ini, tidak hanya masyarakat Aceh yang berpartisipasi, tetapi juga tokoh-tokoh nasional seperti Marcela Zalianty, Nova Eliza, dan Denny Malik turut hadir untuk menyaksikan penampilan yang memukau.

Kegiatan yang mengusung tema “Ragam Pesona Wastra Aceh” ini merupakan upaya dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk memperkenalkan produk-produk kreatif anak Aceh kepada masyarakat luas. Dengan lokasi acara yang strategis di Sarinah Mall, pusat perbelanjaan industri kreatif Tanah Air, AMFF 2024 berhasil menarik perhatian pengunjung dengan menampilkan ragam busana muslim yang memukau dan bernilai seni tinggi.

Editor: Akil Rahmatillah

DPRA Terima Aspirasi Jurnalis Tolak RUU Penyiaran

0
DPRA Terima Aspirasi Jurnalis Tolak RUU Penyiaran. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menerima semua aspirasi dari para jurnalis yang melakukan aksi menolak Rancangan Undang-undang (RUU) Penyiaran di depan Kantor DPR Aceh pada Senin (27/5/2024). Ketua DPRA, Zulfadhli, telah menyatakan komitmennya untuk meneruskan semua tuntutan para jurnalis ini ke DPR RI.

RUU Penyiaran yang sedang direvisi menuai kekhawatiran dari kalangan jurnalis, terutama terkait pasal-pasal kontroversial yang dinilai mengancam kebebasan pers. Pasal-pasal yang menjadi fokus utama protes meliputi larangan terhadap jurnalisme investigasi dan pengalihan wewenang Dewan Pers oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), serta kewenangan KPI untuk menyensor dan membredel konten di media sosial.

Selain itu, penghapusan pasal yang membatasi kepemilikan TV dan radio dari UU Penyiaran Nomor 32/2002 juga menuai kritik karena dinilai dapat memperkuat dominasi beberapa konglomerasi media tertentu.

Para jurnalis yang turut serta dalam aksi tersebut menyerukan agar DPR RI melibatkan secara aktif organisasi pers, akademisi, dan masyarakat sipil dalam penyusunan kebijakan terkait kebebasan pers dan berekspresi. Mereka juga menegaskan pentingnya pemerintah tidak mengambil langkah yang dapat membatasi reformasi dan melemahkan peran penting pers dalam masyarakat.

DPRA juga diminta untuk mengeluarkan pernyataan resmi yang menolak pasal-pasal kontroversial dalam RUU Penyiaran dan mengirimkan sikap tersebut ke DPR RI sebagai bentuk keberpihakan terhadap kebebasan pers yang dianggap menjadi pijakan utama demokrasi.

Polemik seputar RUU Penyiaran ini semakin menguatkan solidaritas kalangan jurnalis Aceh dalam memperjuangkan kebebasan pers yang dianggap sebagai salah satu pilar utama demokrasi modern.

Editor: Akil Rahmatillah