Friday, 30 October 2026 Banda Aceh 30°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Edukasi

Kafalah IKAT Aceh Biayai Pendidikan 20 Anak Kurang Mampu

Kafalah IKAT Aceh Biayai Pendidikan 20 Anak Kurang Mampu

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh melalui program Kafalah memberikan bantuan biaya pendidikan kepada sekitar 20 anak dari keluarga kurang mampu di sejumlah daerah di Aceh. Program ini menyasar anak-anak yang memiliki semangat belajar tinggi, tetapi terkendala kondisi ekonomi.

Ketua IKAT Aceh, Tgk Khalid Muddatsir, mengatakan kegiatan filantropi yang dijalankan organisasinya berfokus pada dukungan pendidikan bagi anak-anak Aceh. Penyaluran bantuan dilakukan melalui lembaga Kafalah dengan mengumpulkan donasi dari berbagai pihak untuk kemudian diberikan kepada penerima manfaat.

“Kita ingin anak-anak Aceh yang pandai yang tinggal di wilayah pedalaman yang tidak tersentuh oleh bantuan Pemerintah, maka kita coba jaring mereka serta memiliki semangat yang tinggi untuk belajar, kita coba fasilitasi mereka dengan syarat mereka harus belajar di pesantren,” kata Khalid dalam wawancara Nukilan.Id pada Rabu (28/10/2026).

Ia menyebutkan, sekitar 20 anak telah menerima bantuan pendidikan tersebut. Mereka tersebar di beberapa kabupaten, yakni Bireuen, Pidie Jaya, Pidie, dan Aceh Besar.

Melalui program ini, para penerima manfaat mendapatkan fasilitas pendidikan gratis serta uang saku sekitar Rp400 ribu. Bantuan tersebut diberikan kepada santri mulai dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.

Selain pembiayaan pendidikan, Kafalah juga memberikan bantuan berupa laptop kepada salah seorang siswa SMK yang menempuh pendidikan di Pesantren Teknologi MSBS (Muamalat Solidarity Boarding School), Kota Jantho, Aceh Besar.

Bantuan perangkat tersebut diberikan karena pesantren berbasis teknologi itu mengharuskan para santrinya memiliki laptop untuk menunjang proses pembelajaran.

Namun, laptop tersebut berstatus hak pakai. Setelah santri menyelesaikan pendidikannya, perangkat itu harus dikembalikan untuk selanjutnya diberikan kepada penerima bantuan pendidikan Kafalah lainnya.

“Bantuan kafalah yang diberikan kepada 20 santri yang tersebar di berbagai daerah di Aceh, tentunya sangat tergantung dengan bantuan para donatur, biasanya donatur ikat itu dari berbagai komponen ada dari Timur Tengah, Malaysia dan lembaga-lemabaga yang ada di Indonesia, bahkan pada bencana banjir tahun kemaren kita juga menyalurkan bantuan banjir sumbangan dari berbagai donatur. Kedepanya kita berusaha juga memberikan bantuan biaya kepada mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” tuturnya.