Wednesday, 28 October 2026 Banda Aceh 28°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Edukasi

Akademisi UBBG Tekankan Pentingnya Riset untuk Cegah Kanker di Aceh

UBBG
Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG). (FOTO: HUMAS UBBG)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Akademisi dan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung upaya pencegahan kanker di Aceh melalui penelitian ilmiah, edukasi kesehatan, dan pengabdian kepada masyarakat. Upaya tersebut diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko kanker serta pentingnya deteksi dini.

Akademisi Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG), Arza Rufli, mengatakan perguruan tinggi di Aceh memiliki peran mendasar dalam penelitian pencegahan kanker, mulai dari riset epidemiologi dan kajian klinis hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

“Para akademisi dari institusi pendidikan tinggi dan pusat studi kesehatan secara konsisten telah melakukan berbagai penelitian ilmiah untuk memetakan trend kasus, menganalisis faktor risiko lokal, serta mengevaluasi efektivitas penanganan klinis di pusat rujukan seperti RSUD dr. Zainoel Abidin,” kata Arza saat wawancara bersama Nukilan.id pada Selasa (27/10/2026).

Ia menjelaskan, hasil penelitian akademisi telah menjadi dasar penyediaan data dan rekomendasi berbasis bukti (evidence-based) bagi pemerintah daerah. Namun, pemanfaatan hasil riset dalam kebijakan publik yang dapat diterapkan masih perlu diperkuat agar temuan penelitian dapat segera diintegrasikan ke dalam strategi pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular (PTM), baik di lingkungan dinas kesehatan maupun fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

“Melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, perguruan tinggi juga telah melakukan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai bahaya kanker, pentingnya menghindari faktor risiko, serta perlunya menghilangkan stigma negatif terhadap penyakit tersebut,” jelasnya.

Arza mendorong Pemerintah Aceh mengambil langkah taktis dan strategis untuk memperkuat upaya pencegahan kanker ke depan. Salah satu rekomendasinya adalah memperkuat layanan kesehatan primer dengan mengoptimalkan peran puskesmas dalam pelaksanaan skrining secara berkala dan berkelanjutan, antara lain melalui tes IVA, HPV DNA, serta pemeriksaan klinis payudara.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pemerataan akses layanan dan fasilitas rujukan regional. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui investasi serta distribusi tenaga spesialis onkologi dan fasilitas diagnostik ke rumah sakit rujukan di berbagai wilayah, termasuk kawasan pesisir barat-selatan dan wilayah tengah Aceh.

“Pemerataan tersebut diharapkan dapat mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit rujukan serta menekan biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan di Banda Aceh,” ungkapnya.

Rekomendasi lainnya adalah mengintegrasikan kebijakan promotif dan preventif melalui perluasan alokasi anggaran serta program intervensi kesehatan. Program tersebut perlu diarahkan pada edukasi mengenai pola hidup sehat, pengendalian tembakau, serta peningkatan literasi masyarakat terkait gizi dan keamanan pangan.

“Terakhir yang harus dilakukan berupa Integrasi Kebijakan Promotif-Preventif dilaksanakan guna memperluas alokasi anggaran dan program intervensi kesehatan yang berfokus pada edukasi gaya hidup sehat, pengendalian tembakau, serta peningkatan literasi gizi dan keamanan pangan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Tibrani
Editor: Akil

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News