NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ikatan Alumni Timur Tengah Aceh (IKAT) mengadakan program tahsin bagi masyarakat di sejumlah masjid di Banda Aceh. Kegiatan ini bertujuan membantu jamaah memperbaiki bacaan Al-Qur’an, khususnya Surat Al-Fatihah.
Ketua IKAT Aceh, Tgk Khalid Muddatsir, mengatakan pihaknya memiliki program Roadshow Subuh Tahsin yang dilaksanakan setiap dua minggu sekali dengan mengunjungi berbagai masjid di Banda Aceh. Dalam kegiatan tersebut, IKAT Aceh menurunkan tim khusus untuk membimbing jamaah memperbaiki bacaan Al-Qur’an.
“Kelebihan tim tahsin yang IKAT Aceh miliki berupa punya sanad keilmuan yang tersambung langung ke Rasulullah SAW. Mereka pernah belajar bersama guru-guru mereka ketika belajar di Timur Tengah sehingga para guru mereka itu tersambung sanadnya sampai ke Rasulullah, mereka punya ijazah, sehingga kita bentuk tim untuk menjalankan program tahsin,” kata Khalid dalam wawancara Nukilan.id pada Rabu (28/10/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan program tahsin tidak terbatas di Banda Aceh, tetapi juga menjangkau sejumlah daerah lainnya. Di Aceh Tengah, tim IKAT pernah membimbing bacaan Al-Qur’an para guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) serta seluruh imam di wilayah tersebut.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan bagi para imam dan pengajar TPA di Aceh Barat Daya. Menurutnya, tim tahsin IKAT telah menjangkau berbagai wilayah di Aceh.
Khalid menyebutkan, program tersebut dapat berjalan dengan baik karena menggunakan pola jemput bola atau mendatangi langsung masyarakat. Selain itu, latar belakang keilmuan para pengajar yang memiliki sanad turut menjadi daya tarik bagi jamaah untuk kembali belajar Al-Qur’an.
“Bahkan sekarang kita lihat banyak muncul lembaga-lemabaga tahsin yang baru, mereka dulunya merupakan program alumni dari tahsin di sini,” tegasnya.
Selain kegiatan rutin, IKAT Aceh juga memiliki program Ramadhan Quranic Camp (RQC) yang dilaksanakan selama bulan suci Ramadhan. Tingginya antusiasme masyarakat membuat kegiatan tersebut tetap berlanjut meskipun bulan Ramadhan telah berakhir.
Ia menambahkan, kehadiran tim tahsin IKAT bertujuan membantu masyarakat memperbaiki sekaligus menyempurnakan bacaan Al-Qur’an agar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.
“Dengan kehadiran program tahsin Al-Qur’an kita sedang menjalankan perintah guru-guru kita ketika sedang belajar di Timur Tengah untuk mewakafkan ilmu kepada masyarakat. Jadi ilmu itu jangan disimpan akan tetapi harus disebarkan,” pungkasnya.
Reporter: Tibrani
Editor: Akil
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News





