NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Anggota DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, mendorong penguatan edukasi syariat Islam bagi generasi muda melalui lembaga pendidikan, keluarga, dan komunitas keagamaan.
Tuanku Muhammad menuturkan, pesatnya perkembangan teknologi serta kemudahan akses informasi menjadi tantangan dalam membangun pemahaman keagamaan di kalangan generasi muda, termasuk Gen Z, milenial, dan generasi Alpha.
“Maka kita mendorong agar berbagai lembaga dan komunitas untuk melaksanakan kajian-kajian keislaman bagi generasi muda agar mereka memahami ilmu agama. Pemahaman agama yang baik akan menjadi bekal hidup mereka, sehingga mereka dapat menjalankan kehidupan sesuai dengan prinsip-prinsip syariat islam,” kata Tuanku dalam wawancara bersama Nukilan.id pada Selasa (27/10/2026).
Ia menjelaskan, penguatan edukasi syariat Islam perlu dilakukan melalui pembinaan masyarakat dan pendidikan di sekolah. Generasi muda di Banda Aceh diharapkan memiliki pemahaman agama yang baik sehingga dapat mengamalkan hukum-hukum Islam serta melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim.
Menurut Tuanku, keluarga juga memiliki peran penting dalam penerapan syariat Islam. Ia menyebut keluarga sebagai benteng utama dalam membimbing dan memastikan setiap anggotanya menjalankan ajaran Islam. Dalam kaitan tersebut, DPRK Banda Aceh telah melahirkan Qanun Ketahanan Keluarga.
“Selain peranan keluarga, peran lingkungan sangat besar untuk keberhasilan penegakan syariat islam, bahkan di Banda Aceh ini telah ada salah satu kampung yang peduli syariat islam salah satunya kampung Beurawe,” pungkasnya.
Reporter: Tibrani
Editor: Akil
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News





