Saturday, 24 October 2026 Banda Aceh 28°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Religi

DDII Banda Aceh Cegah Judi Online dengan Metode Dakwah Kekinian

Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Banda Aceh, Tgk Ambia. (FOTO: FOR NUKILAN)
Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Banda Aceh, Tgk Ambia. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pembinaan keagamaan bagi generasi muda menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah keterlibatan remaja dalam aktivitas negatif, termasuk judi online. Dalam upaya tersebut, keluarga, institusi pendidikan, dan lembaga dakwah memiliki peran penting dalam menanamkan kesadaran kepada generasi muda agar tidak terjerumus dalam tindakan yang bertentangan dengan norma agama.

Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Banda Aceh, Tgk Ambia, menilai bahwa pembinaan generasi muda membutuhkan metode dakwah yang sesuai dengan perkembangan zaman dan mampu menjawab berbagai persoalan sosial yang dihadapi remaja.

“Metode pembinaan dapat dilaksanakan dengan pengajian rutin bagi kalangan remaja, diskusi santai keagamaan, serta pendampingan di lingkungan gampong. Pendekatan komunikatif ala digital juga harus dilaksanakan karena sesuai dengan perkembagan generasi sekarang yang dibesarkan di dunia serba digital,” kata Ambia dalam wawancara Nukilan.id pada Jumat (23/10/2026).

Ia menjelaskan, pencegahan judi online membutuhkan keterlibatan orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat. Orang tua diharapkan aktif mendampingi anak dalam menggunakan perangkat digital, sedangkan institusi pendidikan dan lembaga dakwah dapat memberikan pemahaman mengenai risiko serta dampak negatif perjudian daring.

Selain pembinaan keagamaan, menurut Ambia, remaja perlu diarahkan untuk mengikuti kegiatan positif yang dapat mengembangkan kemampuan dan kreativitas mereka. Dengan demikian, generasi muda memiliki pilihan aktivitas yang bermanfaat dan terhindar dari kebiasaan berjudi secara daring.

“Gampong sebagai institusi pemerintahan terkecil dapat mencegah remaja untuk berjudi online dengan melaksanakan berbagai kegiatan bagi kalangan anak muda. Misalnya kegiatan turnamen olahraga baik itu tenis meja, sepak bola, bola voli dan lain sebagainya, dengan ketentuan tetap menjaga aurat,”ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan keterampilan juga dapat menjadi alternatif kegiatan produktif bagi pemuda. Pelatihan menjahit dan memasak, misalnya, dapat membekali mereka dengan kemampuan yang berguna untuk menunjang kemandirian. Ambia menilai, kuliner Aceh yang telah dikenal di berbagai daerah di Nusantara juga berpotensi menjadi bekal bagi pemuda yang ingin merantau.

Lebih lanjut, alumni Universitas Syiah Kuala itu menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi digital secara produktif. Menurutnya, dunia digital tidak seharusnya hanya dikenal sebagai ruang untuk aktivitas judi online, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan peluang ekonomi kreatif.

Bidang yang dapat dikembangkan antara lain desain dan seni digital, perfilman, animasi, serta berbagai sektor kreatif lainnya yang berpotensi menjadi sumber penghasilan bagi anak muda.

“Kita sekarang sudah hidup di zaman serba digital, jadi kita harus mengikuti perkembangan zaman dengan berpegang teguh pada landasan syariat islam. Hal sesuai dengan perkataan Ali Bin Abi Thalib yang mengatakan Didiklah anakmu sesuai dengan perkembangan zaman, karena mereka hidup sesuai dengan zamannya,” pungkasnya.

Reporter: Tibrani
Editor: Akil

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News