NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 42 kejadian gempa bumi di wilayah Aceh dan sekitarnya sepanjang 23-29 Oktober 2026. Dari jumlah itu, hanya satu gempa yang dirasakan warga.
Data tersebut dikutip Nukilan berdasarkan infografis aktivitas kegempaan mingguan yang dirilis BMKG melalui Stasiun Geofisika Aceh Besar.
Gempa yang dirasakan terjadi pada Minggu 25 Oktober pukul 14.40.01 WIB. Gempa berkekuatan magnitudo 4,7 itu berpusat di koordinat 4,24 LU dan 97,65 BT, atau sekitar 44 kilometer arah barat Kabupaten Aceh Tamiang, dengan kedalaman 10 kilometer.
Guncangan gempa tersebut dirasakan di Gayo Lues dengan intensitas IV Modified Mercalli Intensity (MMI).
Berdasarkan sebaran magnitudo, sebagian besar gempa tergolong kecil. BMKG mencatat 32 kejadian bermagnitudo kurang dari 3, sementara 10 kejadian lainnya berada pada rentang magnitudo 3 hingga 5. Tidak ada gempa dengan magnitudo di atas 5 dalam periode tersebut.
Dari sisi kedalaman, 41 kejadian merupakan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer. Satu kejadian lainnya masuk kategori menengah, yakni kedalaman 60-300 kilometer. BMKG tidak mencatat gempa dalam yang berkedalaman lebih dari 300 kilometer.
Jumlah gempa harian tertinggi terjadi pada Rabu 28 Oktober dengan 9 kejadian. Disusul Minggu 25 Oktober sebanyak 8 kejadian dan Kamis 29 Oktober sebanyak 7 kejadian.
Sementara itu, pada Jumat 23 Oktober tercatat 6 kejadian. Sabtu 24 Oktober dan Senin 26 Oktober masing-masing mencatat 5 kejadian. Frekuensi terendah terjadi pada Selasa 27 Oktober, yakni 2 kejadian.
Peta dalam infografis memperlihatkan titik-titik episenter tersebar di berbagai wilayah, mulai dari perairan barat Aceh, Aceh Besar, dan Pidie, hingga Aceh Selatan dan Aceh Tenggara. Titik gempa tampak menumpuk di sekitar perbatasan Gayo Lues dan Aceh Tamiang, tempat gempa dirasakan pada 25 Oktober terjadi.
Aceh merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas seismik tinggi di Indonesia karena berada dekat zona subduksi dan jalur Sesar Besar Sumatra.
BMKG melalui informasi tersebut memberikan gambaran aktivitas kegempaan sebagai bahan pemantauan masyarakat. Warga diimbau tetap waspada serta mengikuti perkembangan informasi dan peringatan resmi dari BMKG.
Reporter: Rezi





