NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh menghadirkan perpustakaan terbuka atau outdoor library di Taman Bustanussalatin melalui kolaborasi dengan Seoul Metropolitan Government (SMG), Korea Selatan.
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah kota dalam meningkatkan minat baca masyarakat dengan menjadikan ruang terbuka publik sebagai tempat kegiatan literasi.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan konsep perpustakaan terbuka itu mengadopsi pengalaman Pemerintah Metropolitan Seoul yang telah menjalankan program serupa selama lima tahun dan berhasil menarik lebih dari delapan juta pengunjung.
“Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa peningkatan budaya membaca tidak harus selalu dilakukan di dalam gedung perpustakaan. Ruang terbuka seperti taman kota juga dapat menjadi tempat masyarakat menikmati buku sekaligus berinteraksi,” kata Illiza, Sabtu (7/11/2026).
Ia menjelaskan, Pemko Banda Aceh sebelumnya mengajukan proposal kepada Pemerintah Metropolitan Seoul untuk mengembangkan konsep perpustakaan terbuka di Banda Aceh. Usulan tersebut kemudian mendapat persetujuan dan dukungan melalui kerja sama kedua pemerintah.
Illiza menyebut, Banda Aceh Outdoor Library merupakan program perpustakaan terbuka pertama di Indonesia. Fasilitas ini diharapkan menjadi alternatif tempat membaca yang lebih nyaman, santai, dan menyenangkan bagi masyarakat, terutama generasi muda dan keluarga.
Selain menyediakan ruang untuk membaca, pemanfaatan taman kota sebagai lokasi perpustakaan juga diharapkan dapat mendorong interaksi masyarakat melalui berbagai aktivitas literasi di ruang terbuka.
Illiza berharap keberadaan Banda Aceh Outdoor Library dapat dipertahankan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat dan komunitas.
Dengan dukungan berbagai pihak, perpustakaan terbuka tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi program sementara, tetapi dapat berkembang menjadi ruang literasi publik yang terus dimanfaatkan masyarakat.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News





