Friday, 6 November 2026 Banda Aceh 26°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Demokrasi

Setahun Perjuangkan Aspirasi Warga, Musriadi Kawal Program Rumah Layak Huni hingga Beasiswa dan Pendidikan Dayah

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, M.Pd., terus memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakat melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRK Banda Aceh Tahun Anggaran 2026. (Foto: For Nukilan)
Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, M.Pd., terus memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakat melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRK Banda Aceh Tahun Anggaran 2026. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, M.Pd., terus memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakat melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRK Banda Aceh Tahun Anggaran 2026.

Selama setahun terakhir, sejumlah program yang diadvokasinya mencakup pembangunan rumah layak huni bagi keluarga kurang mampu, bantuan beasiswa pendidikan, penguatan fasilitas dayah, pelayanan kesehatan, pemberdayaan pemuda, hingga perlindungan perempuan dan anak.

Berbagai upaya tersebut menjadi bagian dari perhatian Musriadi terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Ia mendorong agar pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga memperhatikan peningkatan kualitas hidup warga.

Salah satu program yang diperjuangkannya adalah penyediaan tujuh unit rumah layak huni serta rehabilitasi dua rumah milik masyarakat kurang mampu di Kecamatan Ulee Kareng dan Syiah Kuala.

Program ini ditujukan untuk membantu keluarga yang membutuhkan tempat tinggal lebih aman, sehat, dan memenuhi standar kelayakan. Bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi, rumah yang memadai merupakan kebutuhan penting dalam menunjang kehidupan keluarga.

Hunian yang layak juga dapat mendukung kesehatan lingkungan, memberikan kenyamanan bagi penghuni, serta menjadi tempat bagi keluarga untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Musriadi memandang pemenuhan kebutuhan dasar tersebut perlu menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah. Aspirasi masyarakat, menurutnya, harus diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku agar dapat dipertimbangkan berdasarkan prioritas dan kemampuan anggaran pemerintah.

Beasiswa Pendidikan bagi Siswa Kurang Mampu

Selain sektor perumahan, pendidikan juga menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian dalam advokasi Musriadi.

Melalui pokir DPRK Banda Aceh Tahun Anggaran 2026, ia memperjuangkan bantuan beasiswa bagi siswa dan siswi dari keluarga kurang mampu pada jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), termasuk di Kecamatan Ulee Kareng.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban biaya pendidikan orang tua sekaligus menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda.

Musriadi berharap keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan dan mengembangkan kemampuan mereka.

Dukungan terhadap pendidikan juga dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi daerah. Dengan kesempatan belajar yang lebih baik, generasi muda diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi mandiri, berpengetahuan, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat.

Advokasi Penguatan Sarana dan Pendidikan Dayah

Perhatian terhadap pendidikan tidak hanya menyasar sekolah formal, tetapi juga lembaga pendidikan keagamaan.

Musriadi mengadvokasi pembangunan Balai Pengajian Dayah Darul Amin Al Waliyah di Gampong Ilie serta Balai Pengajian Dayah Raudhatul Hikmah Al-Waliyyah Amraniyah di Gampong Pango Raya, Kecamatan Ulee Kareng.

Selain pembangunan fasilitas tersebut, ia turut memperjuangkan pengadaan teratak dan kursi plastik untuk Dayah Darul Amin Al Waliyah di Gampong Ilie guna menunjang kegiatan pengajian dan aktivitas pendidikan keagamaan.

Penguatan sarana dayah dinilai penting mengingat perannya dalam membina akhlak, meningkatkan pemahaman agama, serta menanamkan nilai-nilai moral kepada generasi muda.

Tidak hanya fasilitas fisik, Musriadi juga mengadvokasi pelatihan penyusunan kurikulum pendidikan diniyah untuk jenjang SD dan SMP. Program ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran agama agar lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Sementara itu, pengadaan alat praktik dan alat peraga bagi siswa pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kecamatan Ulee Kareng juga menjadi bagian dari program yang diperjuangkannya.

Ketersediaan sarana pembelajaran tersebut diharapkan membantu guru menghadirkan proses belajar yang lebih kreatif, interaktif, dan menyenangkan sesuai tahap perkembangan anak.

Perjuangkan Akses Pelayanan Kesehatan

Di sektor kesehatan, Musriadi mengadvokasi pengadaan ambulans gampong untuk Kopelma Darussalam.

Fasilitas ini diharapkan dapat membantu kebutuhan transportasi kesehatan masyarakat, khususnya bagi warga yang memerlukan akses menuju fasilitas pelayanan medis.

Keberadaan ambulans di tingkat gampong menjadi salah satu upaya mendukung pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Pengelolaan dan koordinasi yang baik juga diperlukan agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

Selain itu, ia turut memperjuangkan sosialisasi pemberantasan HIV/AIDS dan penyakit menular seksual (PMS) bagi siswa se-Kota Banda Aceh.

Kegiatan edukasi tersebut diharapkan meningkatkan pengetahuan generasi muda mengenai pencegahan penyakit menular, perilaku hidup sehat, serta pentingnya memperoleh informasi kesehatan yang tepat.

Pemahaman mengenai HIV/AIDS juga diperlukan untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV. Dengan edukasi yang memadai, generasi muda diharapkan memiliki kesadaran lebih baik dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan sosial.

Dorong Pemberdayaan Pemuda dan Perlindungan Perempuan serta Anak

Bidang pemberdayaan pemuda turut masuk dalam program yang diadvokasi Musriadi. Salah satunya melalui pelatihan kepemimpinan bagi generasi muda.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berorganisasi, membangun kepercayaan diri, memperkuat integritas, serta mendorong keterlibatan pemuda.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News