Friday, 6 November 2026 Banda Aceh 26°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Daerah

Kabut Asap Selimuti Banda Aceh, Ketua DPRK Minta Wali Kota Kaji Penerapan Sekolah Daring

Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST. (Foto: For Nukilan)
Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kabut asap yang mulai menyelimuti Kota Banda Aceh mendorong Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, meminta Pemerintah Kota (Pemko) mengambil langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Irwansyah meminta Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mempertimbangkan penerapan pembelajaran secara daring atau sekolah online untuk sementara waktu. Selain itu, pengaturan jam kerja aparatur sipil negara (ASN) juga dinilai perlu dipertimbangkan sebagai upaya mengurangi risiko paparan asap.

Menurutnya, perlindungan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian utama pemerintah, terutama bagi anak-anak dan warga yang memiliki gangguan pernapasan. Oleh karena itu, langkah pencegahan perlu dilakukan sebelum kondisi semakin memburuk.

Kabut asap diketahui mulai menyelimuti langit Banda Aceh secara bertahap sejak Kamis (15/10/2026). Situasi ini dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan berdampak terhadap kesehatan warga.

Politisi muda PKS itu juga meminta Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh aktif memantau perkembangan kabut asap serta memberikan informasi terbaru secara berkala kepada masyarakat.

Ia menilai, penyampaian informasi yang akurat diperlukan agar warga dapat mengetahui kondisi kualitas udara dan menentukan langkah perlindungan bagi diri maupun keluarganya.

Selain itu, Irwansyah mengingatkan masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan agar menggunakan masker guna mengurangi paparan asap.

Pemerintah juga diminta memastikan ketersediaan masker tetap terjaga dan mengawasi kemungkinan adanya pedagang yang menaikkan harga secara tidak wajar. Menurutnya, situasi darurat seperti ini berpotensi dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mengambil keuntungan melalui kenaikan harga barang kebutuhan masyarakat.

Di sektor kesehatan, ia meminta seluruh rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta, meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya pasien akibat paparan kabut asap, khususnya penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Irwansyah menilai kesiapan fasilitas kesehatan tetap diperlukan meskipun hingga saat ini belum terdapat laporan pasien yang terdampak langsung akibat kabut asap.

“Rumah sakit harus sudah siaga jika sewaktu-waktu ada pasien yang terdampak kabut asap ini, misalnya karena ISPA, terutama anak-anak dan kelompok rentan lainnya,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kabut asap mulai bergerak memasuki sejumlah wilayah di Aceh secara bertahap. Dua hari sebelumnya, kondisi serupa dilaporkan telah menyelimuti wilayah Aceh Timur sebelum akhirnya mencapai Banda Aceh pada Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa persoalan kabut asap tidak hanya berdampak pada satu wilayah sehingga membutuhkan perhatian dan kewaspadaan dari berbagai pihak.

Irwansyah meminta seluruh instansi terkait menjalankan langkah pencegahan sesuai dengan tugas dan kewenangannya masing-masing.

“Warga kita imbau menggunakan masker, rumah sakit harus siaga, DLHK3 terus memantau perkembangan kabut asap, dan wali kota dapat mempertimbangkan sekolah daring maupun pengaturan jam kerja PNS,” kata Irwansyah.(*)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News