Tuesday, 3 November 2026 Banda Aceh 29°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Energi & Mineral

PGE Mulai Pengeboran Sumur Eksplorasi Rayeu D-1 di Aceh Utara

PT Pema Global Energi (PGE) bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) resmi memulai pengeboran sumur eksplorasi Rayeu D-1 di Desa Alue Serdang, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (31/10/2026). (Foto: For Nukilan)
PT Pema Global Energi (PGE) bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) resmi memulai pengeboran sumur eksplorasi Rayeu D-1 di Desa Alue Serdang, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (31/10/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – PT Pema Global Energi (PGE) bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) resmi memulai pengeboran sumur eksplorasi Rayeu D-1 di Desa Alue Serdang, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan potensi hidrokarbon di Wilayah Kerja Blok B, Aceh. Proses pengeboran dimulai pada pukul 18.00 WIB melalui tahapan tajak sumur atau spud in.

Dalam kegiatan tersebut, PGE menargetkan produksi awal kondensat mencapai 300 barel per hari (BCPD) serta gas sebesar 11,4 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).

Pengeboran sumur Rayeu D-1 menggunakan metode pengeboran berarah (directional drilling) dengan dukungan rig BMA-16 berkapasitas 1.500 tenaga kuda (HP). Peralatan tersebut dioperasikan oleh PT Bina Mitra Artha (BMA).

Sumur ini direncanakan mencapai kedalaman akhir 6.953 kaki terukur (feet measured depth/ftMD) atau setara 6.894 kaki kedalaman vertikal sebenarnya (feet true vertical depth/ftTVD).

Eksplorasi tersebut dilakukan untuk mengonfirmasi hasil survei seismik tiga dimensi (3D) yang sebelumnya telah dilaksanakan, sekaligus mengkaji potensi hidrokarbon pada prospek Rayeu D.

Adapun sasaran utama dan sekunder pengeboran berada pada reservoir batu pasir Formasi Lower Seurula, terutama lapisan LS dan LS-2.

Pengembangan struktur Lower Seurula menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan produksi hidrokarbon di Blok B. Nantinya, hasil pengeboran dan pengujian sumur akan menjadi dasar evaluasi terhadap potensi produksi dari struktur tersebut.

Berdasarkan persetujuan Authorization for Expenditure (AFE), kegiatan pengeboran ini memiliki nilai anggaran sebesar 17.528.076 dolar AS. Operasional rig diperkirakan berlangsung selama 50 hari, sedangkan keseluruhan rangkaian pekerjaan membutuhkan waktu sekitar 74 hari.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi pengeboran, penyelesaian sumur (completion), pembersihan sumur, hingga pengujian produksi (well testing). Seluruh proses direncanakan mengikuti pedoman manajemen keselamatan guna memastikan kegiatan berjalan aman dan efisien dari sisi biaya.

Dimulainya pengeboran sumur Rayeu D-1 menjadi bagian dari kelanjutan kegiatan eksplorasi potensi minyak dan gas bumi di Aceh Utara. Meski demikian, pencapaian target produksi masih akan ditentukan berdasarkan hasil pengeboran, evaluasi reservoir, serta pengujian sumur setelah seluruh tahapan operasi selesai.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News