Tuesday, 3 November 2026 Banda Aceh 29°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
ekonomi

Dai Muda Aceh Ingatkan Pentingnya Kejujuran dalam Berbisnis

Perayaan Anniversary keempat Sate Apaleh Geurogok Cabang Banda Aceh, Sabtu (31/10/2026). (Foto: Nukilan)
Perayaan Anniversary keempat Sate Apaleh Geurogok Cabang Banda Aceh, Sabtu (31/10/2026). (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi kejujuran dan menjaga amanah. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi utama yang harus diterapkan setiap orang dalam menjalankan bisnis, selain membangun akhlak yang baik.

Hal itu disampaikan Dai Muda Aceh, Tgk Imam Al-Bukhari, dalam talkshow bertema Upgrade Bisnis dan Upgrade Akhlak pada perayaan Anniversary keempat Sate Apaleh Geurogok Cabang Banda Aceh, Sabtu (31/10/2026).

Amatan Nukilan.id, Tgk Imam Al-Bukhari dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa Rasulullah SAW tidak hanya mengajarkan strategi berbisnis untuk memperoleh keuntungan, tetapi juga menempatkan kejujuran sebagai prinsip utama dalam menjalankan usaha.

“Pelayanan yang baik, tetap menjaga kualitas barang bersikap jujur dan tidak menipu. Jika kita ingin menjadi sukses maka fondasinya tetap akhlak yang mulia,” kata Bukhari.

Menurutnya, besarnya keuntungan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah usaha. Sebab, keuntungan yang diperoleh melalui cara-cara yang bertentangan dengan ajaran agama tidak menjamin keberkahan dan ketenangan hidup. Karena itu, pelaku usaha perlu lebih mengutamakan keberkahan rezeki dibandingkan keuntungan materi semata.

“Coba kita bayangkan seseorang yang mempuyai banyak pertokoan, dengan omzet mencapai ratusan miliar per tahun, namun cara mendapatkan dengan cara salah, apakah dia akan mendapatkan ketenangan hidup?” tanyanya.

Ia menambahkan, memperoleh keuntungan dalam jumlah kecil dengan cara yang halal dan berkah jauh lebih baik daripada mendapatkan keuntungan besar melalui jalan yang tidak dibenarkan agama. Ia juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW mengenai ancaman bagi seseorang yang tumbuh dari harta yang diperoleh dengan cara tidak baik.

Menurut pendakwah yang aktif di berbagai platform media sosial tersebut, niat menjalankan bisnis untuk menghidupkan agama Allah SWT juga harus menjadi landasan dalam berusaha. Dengan niat tersebut, ia berharap Allah SWT memberikan kemudahan dalam menjalankan usaha.

Ia turut mengingatkan para pelaku usaha agar tidak takut menghadapi kegagalan. Menurutnya, setiap pengusaha perlu memberikan pelayanan maksimal, menjaga kualitas barang, serta mengutamakan kejujuran dalam setiap transaksi.

Selain itu, bisnis tidak semestinya hanya berorientasi pada popularitas dan pengakuan masyarakat. Pelaku usaha juga harus menyadari tanggung jawabnya kepada Allah SWT dan sesama manusia.

“Jangan sampai gara-gara kita berbisnis sibuk mencari uang kita mengorbankan ibadah tidak sempat kita melaksanakan kewajiban fardhu ain dan meninggalkan majelis ilmu agama,” pungkasnya.

Reporter: Tibrani
Editor: Akil

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News