Friday, 30 October 2026 Banda Aceh 30°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Daerah

Pemerintah Aceh Jajaki Kerja Sama Energi dengan Denmark

Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Fadhlullah saat melakukan audiensi dengan pihak Kedutaan Besar Kerajaan Denmark di Menara Rajawali, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025). (Foto: ANTARA/HO-Humas Pemprov Aceh)
Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Fadhlullah saat melakukan audiensi dengan pihak Kedutaan Besar Kerajaan Denmark di Menara Rajawali, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025). (Foto: ANTARA/HO-Humas Pemprov Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh tengah menjajaki peluang kerja sama dengan Kerajaan Denmark, khususnya di sektor energi dan pengembangan potensi daerah lainnya.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, melakukan audiensi dengan pihak Kedutaan Besar Denmark di Jakarta, Senin (29/9/2025). Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia, Sten Frimodt Nielsen.

“Hari ini kami dengan senang hati bisa bertemu dan menyampaikan berbagai potensi Aceh,” ujar Fadhlullah dalam keterangan tertulis.

Ia menjelaskan, Aceh memiliki sumber daya alam yang melimpah, mulai dari minyak, gas, tembaga, emas, hingga bijih besi. Selain itu, provinsi ujung barat Indonesia ini juga dikenal dengan komoditas unggulannya seperti kopi arabika Gayo, robusta, dan nilam.

Aceh juga menawarkan potensi wisata alam, termasuk Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang dijuluki paru-paru dunia.

“Kemudian, Aceh, khususnya Sabang merupakan titik nol kilometer Indonesia yang strategis karena dilintasi sekitar enam ribu kapal setiap harinya (Selat Malaka),” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fadhlullah turut menyampaikan apresiasi kepada Denmark dan negara-negara Eropa lainnya atas bantuan yang pernah diberikan saat Aceh menghadapi konflik dan bencana tsunami dua dekade lalu.

Sementara itu, Dubes Sten Frimodt Nielsen menyatakan rencana untuk berkunjung langsung ke Aceh. Ia menegaskan, Denmark akan melakukan pemetaan potensi daerah tersebut dengan melibatkan pakar berkompeten, termasuk yang saat ini bertugas di Kementerian ESDM RI.

Pemetaan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kerja sama Aceh dan Denmark di masa depan.

R
Penulis

Redaksi