NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat di Aceh dan Sumatera Utara meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan bibit siklon tropis 98B di Teluk Benggala yang berpotensi memicu hujan lebat hingga sangat lebat.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan fenomena tersebut dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan berintensitas tinggi, disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.
“Fenomena (bibit siklon) tersebut mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan lebat hingga sangat lebat, disertai petir dan angin kencang yang bersifat lokal pada siang hingga malam hari,” katanya dalam keterangan pers, Senin (26/10/2026).
Berton mengingatkan, peningkatan intensitas hujan tersebut berpotensi menyebabkan sejumlah bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
” Masyarakat juga diminta mengamankan benda-benda yang mudah diterbangkan angin serta menghindari berteduh di bawah pohon atau bangunan yang berisiko,” katanya.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, termasuk nelayan, diimbau memantau perkembangan cuaca dan kondisi gelombang sebelum melaut. Warga yang bermukim di daerah lereng dan perbukitan juga diminta lebih berhati-hati, terutama saat hujan berlangsung dalam waktu lama atau turun dengan intensitas tinggi.
Banjir di Sumatera
Sebagai informasi, banjir bandang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera bagian utara pada November 2025, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Berdasarkan catatan terakhir Kompas.com, bencana tersebut mengakibatkan 1.189 korban jiwa. Sebanyak 550 korban berasal dari Aceh, 375 dari Sumatera Utara, dan 231 dari Sumatera Barat. Sementara itu, 22 korban lainnya masih dalam proses identifikasi.
Bencana tersebut juga menyebabkan 141 orang hilang dan 195.542 jiwa terpaksa mengungsi.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News





