Beranda blog Halaman 948

4 Penyair & 24 Penulis Kompak Terbitkan Buku Duka Pengungsi Rohingnya

0
4 Penyair & 24 Penulis Kompak Terbitkan Buku Duka Pengungsi Rohingnya. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Empat penyair dan 24 penulis bersatu padu dalam menerbitkan buku berjudul Duka Pengungsi Rohingnya: Catatan Kaum Stateless People Myanmar. Buku setebal lebih dari 188 halaman ini diterbitkan oleh Bandar Publishing dan diedit oleh Murizal Hamzah. Ini adalah buku kedua yang diterbitkan Bandar mengenai tema Rohingya, setelah buku Muslim Rohingya Ditolak di Indonesia, Mengapa? yang diluncurkan pada Mei lalu.

Dr. Mukhlisuddin Ilyas, CEO Bandar Publishing, menekankan pentingnya buku ini sebagai upaya kolektif untuk mengangkat suara dan solusi terhadap penderitaan yang dialami oleh komunitas Rohingya.

“Buku ini adalah hasil dari kerjasama puluhan penulis yang berusaha menyampaikan analisis dan pemikiran mereka tentang krisis kemanusiaan ini,” ujar Mukhlisuddin dalam peluncuran buku di Banda Aceh pada Rabu (28/8/2024).

Buku ini mendapat pengantar dari Dr. Fadli Zon, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, yang pernah mengunjungi Kamp Cox’s Bazar di Bangladesh. Dalam pengantarnya, Dr. Fadli Zon mengungkapkan kekhawatirannya terhadap lebih dari satu juta orang Rohingya yang hidup dalam ketakutan dan penindasan.

“Krisis ini membutuhkan perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk akademisi, jurnalis, dan sastrawan,” kata Fadli Zon.

Editor buku, Murizal Hamzah, mengungkapkan bahwa buku ini memuat berbagai artikel yang ditulis sejak 2015, mencakup pengalaman dari saat rakyat Aceh membantu pengungsi Rohingya hingga penolakan terhadap mereka pada akhir 2023. Buku ini dimulai dengan puisi-puisi oleh para penyair dan dilanjutkan dengan narasi perjalanan ke Arakan, Kamp Pengungsi Cox’s Bazar, hingga ke hunian Rohingya di Aceh.

“Kehadiran buku ini merupakan hasil semangat jihad tulisan dari berbagai pihak. Ini adalah langkah kecil dalam menunjukkan kepedulian terhadap mereka yang terpaksa meninggalkan kampung halaman mereka. Semoga amal berjamaah ini menjadi salah satu upaya untuk mencapai kebaikan,” ujar Murizal Hamzah.

Para penulis dan penyair yang berkontribusi dalam buku ini antara lain Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc., Ir. Fikar W. Eda, M.Sn., Prof. Dr. Mohd. Harun, M.Pd., serta Nissa Rengganis, S.IP, M.A., dan banyak lagi. Daftar penulis mencakup berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, dokter, hingga jurnalis.

Peluncuran buku ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesadaran dan dorongan aksi terhadap krisis kemanusiaan yang menimpa komunitas Rohingya, serta memperkuat solidaritas global dalam upaya mencari solusi.

Editor: Akil

Tesla Dikejutkan Robot Humanoid China di Konferensi Beijin

0
Robot humanoid Optimus. (Foto: Reuters TV)

NUKILAN.id | Jakarta – Tesla, perusahaan otomotif dan teknologi yang dikenal dengan produk-produk inovatifnya, kembali mencuri perhatian dalam ajang konferensi robot dunia di Beijing, China. Namun kali ini, bukan keunggulan teknologinya yang menjadi sorotan, melainkan cara perusahaan tersebut memamerkan robot humanoid terbarunya, Optimus.

Optimus, yang diklaim oleh Elon Musk memiliki kemampuan luar biasa seperti melipat cucian, memasak, membersihkan, hingga mengajar anak-anak, justru tampil tak berdaya dalam sebuah kotak bening sepanjang acara. Tidak ada demonstrasi kemampuan robot seperti yang dilakukan oleh perusahaan lain di acara tersebut.

Keputusan Tesla untuk menampilkan Optimus dalam kondisi diam dan tidak aktif ini menuai perhatian, terutama ketika dibandingkan dengan robot-robot humanoid lainnya yang dipamerkan oleh perusahaan asal China. Para robot tersebut mampu memperlihatkan berbagai keterampilan mulai dari memainkan alat musik sitar hingga mengambil minuman soda, bahkan melambaikan tangan.

Wei Cao, seorang mitra di Lanchi Ventures, mengungkapkan bahwa Tesla mungkin memilih untuk tidak menginvestasikan teknisi tambahan untuk mengoperasikan Optimus selama pameran di Beijing. Menurutnya, Tesla telah memamerkan kemampuan Optimus dalam berbagai video promosi sebelumnya.

“Tesla mungkin ingin fokus pada pameran lainnya dan tidak terlalu menginvestasikan pada gelaran kali ini,” ujar Cao seperti dikutip dari CNBC Internasional.

Meski demikian, Musk tetap optimis dengan masa depan Optimus. Dia menyebut robot humanoid tersebut berpotensi mendatangkan pemasukan hingga US$ 25 triliun bagi Tesla di masa depan. Rencananya, Optimus akan diuji coba di pabrik-pabrik Tesla mulai tahun depan, yang diharapkan akan membawa revolusi dalam proses manufaktur.

Di sisi lain, keberhasilan perusahaan China dalam memamerkan robot humanoid di konferensi tersebut mencerminkan kemajuan pesat negara itu dalam industri robotik. Diperkirakan, investasi total dalam industri robot di China mencapai 100 miliar yuan (sekitar Rp 217,2 triliun) selama satu dekade terakhir. Hal ini menunjukkan komitmen dan ambisi besar China untuk menguasai pasar robotik global.

Dengan berbagai demonstrasi kemampuan yang memukau, robot humanoid China berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa mereka siap bersaing dalam industri yang diprediksi akan terus berkembang pesat dalam beberapa tahun ke depan.

Sementara itu, Tesla mungkin perlu mempertimbangkan kembali strategi pamerannya di masa depan jika ingin tetap berada di garis depan inovasi teknologi global.

Editor: Akil

Kisah Pangeran Thailand Menjadi Tukang Kebun di Bandung Setelah Dikudeta

0
Thailand. (Foto: Blueray Cargo)

NUKILAN.id | Jakarta – Hidup seseorang bagaikan roda yang terus berputar. Terkadang di atas, menikmati kemewahan dan kekuasaan, terkadang di bawah, merasakan keterasingan dan kesederhanaan. Itulah yang dialami oleh Pangeran Paribatra Sukhumbandhu dari Kerajaan Siam, yang sekarang dikenal sebagai Thailand.

Pangeran Paribatra, lahir pada 29 Juni 1881, adalah putra dari Raja Chulalongkorn atau Rama V, seorang raja yang memerintah Thailand dengan bijaksana dan membawa banyak perubahan. Sejak kecil, kehidupan Pangeran Paribatra dipenuhi dengan kemewahan dan segala fasilitas istana di Bangkok. Ia juga mendapatkan pendidikan yang baik dan posisi penting dalam pemerintahan, termasuk sebagai Panglima Angkatan Laut dan Menteri Dalam Negeri.

Namun, semua berubah pada 24 Juni 1932. Kudeta besar-besaran mengguncang Thailand, menggulingkan kekuasaan monarki absolut dan mengakhiri masa-masa kejayaan istana. Sebagai anggota keluarga kerajaan, Pangeran Paribatra menjadi salah satu yang terdampak. Dia harus meninggalkan istana yang telah menjadi rumahnya selama 50 tahun.

Pada awalnya, Pangeran Paribatra berencana untuk pergi ke Eropa. Namun, akhirnya dia memutuskan untuk menetap di Hindia Belanda, yang sekarang dikenal sebagai Indonesia. Pada Agustus 1932, Pangeran Paribatra tiba di Batavia, sebelum akhirnya memilih Bandung sebagai tempat tinggal barunya. Dia pindah bersama istri, lima anak, dan beberapa pengikut setianya.

Kehidupan Pangeran Paribatra di Bandung jauh berbeda dari kemewahan yang pernah dia nikmati di istana. Meski begitu, dia diterima dengan baik oleh masyarakat dan pemerintah Hindia Belanda. Pangeran Paribatra bahkan diberi tiga rumah besar di kawasan Cipaganti, Bandung, yang kemudian digunakan untuk memulai kehidupan barunya sebagai tukang kebun.

Menjadi tukang kebun mungkin bukan pilihan yang diharapkan oleh seorang pangeran, tetapi Pangeran Paribatra berhasil menemukan kedamaian dalam pekerjaannya tersebut. Di rumah barunya, ia menghabiskan waktu menanam dan merawat anggrek. Kecintaannya pada tanaman membuatnya menjadi ahli anggrek yang dihormati di Bandung. Kebun bunga yang dibangunnya di depan rumah menjadi salah satu tempat yang sering dikunjungi oleh masyarakat setempat.

Selain berkebun, Pangeran Paribatra juga aktif berwisata ke berbagai daerah di Indonesia. Antara tahun 1933 hingga 1938, dia mengunjungi banyak kota seperti Malang, Surabaya, Yogyakarta, Bali, dan Medan. Setiap kunjungannya selalu menjadi perhatian media dan masyarakat, mengingat statusnya sebagai mantan pangeran yang hidup dalam pengasingan.

Kehidupan Pangeran Paribatra berakhir pada 18 Januari 1944 di Bandung. Setelah wafat pada usia 62 tahun, jasadnya dimakamkan di Bandung. Namun, empat tahun kemudian, jenazahnya dipulangkan ke Bangkok untuk dikremasi di Istana Raja, sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi seorang pangeran yang pernah hidup dalam kemewahan dan keterasingan.

Meski hidup dalam keterasingan di negeri asing, Pangeran Paribatra Sukhumbandhu menunjukkan bahwa kehidupan baru yang sederhana dapat memberikan kedamaian dan kebahagiaan. Cerita hidupnya menjadi bukti bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu datang dari kemewahan, tetapi dari menerima keadaan dan menemukan kebahagiaan dalam kesederhanaan.

Editor: Akil

Produk Kosmetik China Banjiri E-Commerce, Brand Lokal Terancam

0
Ilustrasi Produk Kosmetik China. (Foto: Ronstik)

NUKILAN.id | Jakarta – Produk kosmetik impor, khususnya dari China, semakin mendominasi pasar e-commerce di Indonesia. Fenomena ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri kosmetik lokal. Anugrah Pakerti, Founder & CEO AVO Innovation Technology, mengungkapkan bahwa lonjakan impor kosmetik ini memberikan tekanan besar terhadap brand lokal, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang masih banyak mengandalkan pemasaran tradisional.

“Dibandingkan tiga tahun lalu, pada masa transisi pandemi dan pascapandemi, peningkatan barang impor sangat signifikan. Hal ini menekan brand lokal dan membuat semua pihak resah,” kata Anugrah dalam diskusi interaktif bertajuk “Beauty Journey: Banjir Produk China, Brand Lokal Harus Apa?” yang berlangsung pada Selasa (27/8/2024).

Anugrah menjelaskan bahwa pada periode 2020 hingga 2022, merek lokal sempat menikmati lonjakan popularitas di tengah pembatasan perdagangan internasional. Namun, seiring dibukanya kembali pasar global dan berkembangnya platform e-commerce, merek-merek lokal kini justru menghadapi tantangan berat.

“Pasar Indonesia sangat besar, transaksi terus tumbuh, dan platform digital yang mudah diakses menunjukkan adanya pergeseran permintaan,” ujar Anugrah.

Anugrah menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah untuk membantu UMKM lokal meningkatkan daya saing mereka. “Kita butuh keputusan strategis jangka pendek. Meski kami bukan perusahaan UMKM, kami bisa melihat dampak yang signifikan ketika permintaan beralih dari produk lokal ke produk luar negeri. Ini bisa menyebabkan perubahan drastis dalam waktu singkat,” jelasnya.

Melihat kondisi ini, Anugrah mendorong perlunya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri untuk memperkuat posisi produk lokal di pasar e-commerce yang semakin kompetitif.

“Produk lokal memiliki potensi besar, tetapi membutuhkan dukungan dan strategi yang tepat untuk bisa bersaing dengan produk impor yang semakin menguasai pasar,” tutup Anugrah.

Berita ini menggambarkan bagaimana produk impor, terutama dari China, telah memengaruhi pasar lokal, khususnya sektor kosmetik. Dukungan yang kuat dan strategi pemasaran inovatif sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan brand lokal di tengah persaingan yang ketat.

Editor: Akil

Nasib Jensen Huang: Manusia Rp 1.700 T Terancam Makin Miskin

0
CEO Nvidia, Jensen Huang. (Foto: AP Photo)

NUKILAN.id | Jakarta – Kekayaan CEO Nvidia, Jensen Huang, kembali menjadi sorotan publik. Pada Selasa (27/8/2024), Forbes melaporkan bahwa kekayaan Huang mengalami penurunan sebesar 2,22%, atau sekitar US$ 2,5 miliar (Rp 38 triliun), menjadi US$ 110,5 miliar (Rp 1.713 triliun). Penurunan ini terjadi menjelang laporan kinerja kuartal kedua (Q2) 2024 Nvidia yang dijadwalkan pada Rabu (28/8/2024) waktu setempat.

Nvidia, perusahaan yang didirikan oleh Huang dan kini mendominasi industri chip AI, diharapkan mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan pada Q2 2024. Menurut prediksi LSEG, pendapatan Nvidia diproyeksikan meningkat 112% menjadi US$ 28,68 miliar. Namun, margin kotor yang disesuaikan diperkirakan turun 3 basis poin menjadi 75,8% akibat tingginya biaya produksi yang diperlukan untuk memenuhi lonjakan permintaan pasar.

Meskipun demikian, saham Nvidia sudah menunjukkan performa cemerlang sepanjang tahun ini dengan kenaikan lebih dari 150%, menambah nilai pasar perusahaan sebesar US$ 1,82 triliun. Namun, pada Senin (26/8/2024), saham Nvidia mengalami penurunan sebesar 2,2%.

Daniel Morgan, seorang senior portfolio manager di Synovus Trust, mengungkapkan bahwa Nvidia tidak hanya menjadi tolak ukur dalam industri chip, tetapi juga untuk industri AI secara keseluruhan.

“Jika Nvidia gagal memenuhi ekspektasi, investor mungkin akan menjual saham mereka dari semua perusahaan AI,” kata Morgan, dikutip dari Reuters, Selasa (27/8/2024).

Kekhawatiran tentang kemampuan Nvidia untuk terus memenuhi ekspektasi tinggi ini juga mempengaruhi harga saham perusahaan. Sejak Juli hingga awal Agustus, saham Nvidia turun 20%. Meskipun ada pemulihan belakangan ini, harga saham masih 5% lebih rendah dari rekor tertingginya pada Juni lalu.

Selain itu, Nvidia juga menghadapi tantangan dengan potensi penundaan produksi chip Blackwell AI generasi terbaru. Analis SemiAnalysis memperingatkan bahwa masalah desain dapat menunda produksi hingga semester pertama tahun depan, yang akan berdampak pada pertumbuhan pendapatan Nvidia.

Di tengah kekhawatiran investor, Nvidia juga menghadapi penyelidikan anti-monopoli oleh regulator AS. Penyelidikan ini berfokus pada dugaan bahwa Nvidia memaksa beberapa penyedia cloud untuk membeli produknya dalam jumlah besar dan menggabungkan peralatan jaringan dengan chip AI untuk memonopoli pasar.

Jika penyelidikan ini berlanjut dan kecemasan investor tidak mereda, bukan tidak mungkin saham Nvidia akan terdampak lebih parah. Kondisi ini tentunya dapat memengaruhi kekayaan Jensen Huang.

Pertumbuhan pesat Nvidia dalam beberapa tahun terakhir membuat perusahaan ini menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan performanya. Seperti yang dikatakan Michael Schulman, Chief Investment Officer di Running Point Capital, “Sekali perusahaan mencapai angka tertentu, mereka akan sulit mempertahankan pertumbuhannya.”

Nasib Nvidia dan kekayaan Jensen Huang kini berada di persimpangan. Laporan pendapatan Q2 2024 dan hasil penyelidikan anti-monopoli akan menjadi penentu apakah perusahaan ini dapat terus mengukir prestasi atau menghadapi penurunan yang lebih dalam.

Editor: Akil

Mualem dan Dek Fad Akan Daftar Jadi Cagub-Cawagub Aceh pada 29 Agustus 2024

0
Deklarasi Mualem-Dek Fadh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Muzakir Manaf, yang dikenal dengan sebutan Mualem, bersama Fahdlullah atau yang akrab disapa Dek Fad, akan mendaftar sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Pendaftaran pasangan ini dijadwalkan akan berlangsung di Kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh pada Kamis, 29 Agustus 2024.

Informasi ini disampaikan melalui surat resmi Partai Aceh bernomor 222/DPP/B/PA/VIII/2024 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Partai Aceh, H. Muzakir Manaf, dan Sekretaris Jenderal Kamaruddin Abubakar. Surat tersebut ditujukan kepada Ketua KIP Aceh, yang menyatakan bahwa pasangan calon dari Partai Aceh ini akan melakukan pendaftaran pada pukul 15.00 WIB dan akan berlangsung hingga selesai.

“Sehubungan dengan pendaftaran pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh utusan Partai Aceh pada Pemilihan Tahun 2024,” demikian bunyi pengumuman yang tertulis dalam surat tersebut.

Mualem dan Dek Fad merupakan pasangan yang diusung oleh Partai Aceh dalam Pilkada 2024. Partai Aceh, sebagai partai lokal terbesar di Aceh, bertekad untuk kembali memenangkan kontestasi politik di provinsi tersebut.

Pendaftaran pasangan calon ini menjadi momen penting bagi Partai Aceh, yang telah mempersiapkan segala persyaratan dan strategi untuk bersaing dalam Pilkada 2024. Kehadiran Mualem dan Dek Fad di Kantor KIP Aceh nanti diharapkan menjadi penanda dimulainya tahapan kampanye yang akan berlangsung hingga hari pemilihan.

Masyarakat Aceh pun kini tengah menanti program dan visi misi yang akan diusung oleh pasangan ini, mengingat latar belakang Mualem yang merupakan mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh. Sementara itu, Dek Fad dikenal sebagai tokoh muda dengan pengalaman di bidang politik dan pemerintahan.

Dengan demikian, persaingan di Pilkada Aceh 2024 diperkirakan akan berlangsung ketat, seiring dengan semakin menguatnya dukungan terhadap pasangan calon dari berbagai partai politik lokal dan nasional.

Editor: Akil

Ketua PNBN Aceh Ucapkan Selamat Datang Tamu PON XXI di Tanah Rencong

0
Ketua Umum Persatuan Tukang Aceh, Drs. Isa Alima. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Patriot Nusantara Bela Negara (PNBN) Aceh, Drs. Isa Alima, menyampaikan sambutan hangat kepada para tamu dan atlet yang datang dari seluruh penjuru Nusantara untuk berkompetisi dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut. Ajang olahraga empat tahunan ini menjadi momen penting untuk memperkuat persatuan dan sportifitas di Tanah Rencong.

“Kami mengucapkan ‘Well Come’ kepada seluruh tamu yang datang. Semoga semangat persatuan dan sportifitas terus terjaga sepanjang pelaksanaan PON XXI,” ujar Isa dalam sambutannya, Jumat (29/8/2024).

Isa yang juga mantan anggota DPRK Pidie, mengajak masyarakat Aceh untuk berpartisipasi aktif dalam menyambut para tamu. “Pemulia jamee adat geutanyoe” atau menghormati tamu, adalah tradisi yang sangat dijunjung tinggi dalam kehidupan masyarakat Aceh. Isa berharap seluruh warga dapat menunjukkan keramahan dan budaya khas Aceh kepada para tamu.

Tidak hanya soal sambutan, Isa juga mengajak para tamu untuk menikmati kekayaan kuliner khas Aceh.

“Jangan lewatkan untuk mencicipi Mie Aceh dengan berbagai varian seperti rebus, tumis, dan goreng, serta Mie Caluek yang lezat,” tutur Isa.

Ia menambahkan, pengalaman di Aceh tidak akan lengkap tanpa menikmati Kopi Aceh yang sudah terkenal kelezatannya.

“Bawa pulang juga suvenir khas Aceh yang bermotif Islami sebagai kenang-kenangan,” tambah Isa, seraya berharap para tamu memiliki pengalaman yang berkesan selama berada di Aceh.

Dengan semangat persatuan dan keramahan, Aceh siap menjadi tuan rumah yang baik bagi PON XXI dan menyambut seluruh tamu dengan tangan terbuka.

PON XXI Aceh-Sumut yang akan berlangsung hingga 15 September 2024 ini diharapkan menjadi ajang yang tidak hanya menyatukan para atlet, tetapi juga mempererat persaudaraan antar daerah di Indonesia.

Editor: Akil

Saudi Kecam Rencana Pembangunan Sinagog di Masjid Al Aqsa oleh Menteri Israel

0
Saudi Kecam Rencana Pembangunan Sinagog di Masjid Al Aqsa oleh Menteri Israel. (Foto: REUTERS)

NUKILAN.id | Jakarta – Arab Saudi mengutuk keras pernyataan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, yang menyatakan rencana untuk membangun sinagog di Masjid Al Aqsa, Yerusalem. Langkah tersebut dinilai sebagai tindakan provokatif yang mengancam stabilitas kawasan dan merusak perasaan umat Muslim di seluruh dunia.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui platform X, Selasa (27/8/2024), Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan sikap tegas Kerajaan terhadap pernyataan Ben Gvir.

“Kementerian Luar Negeri menyampaikan kecaman Kerajaan Arab Saudi atas pernyataan seorang menteri di pemerintahan pendudukan Israel yang menyerukan pendirian sinagog Yahudi di Masjid Al Aqsa yang diberkati,” tulis Kemlu Saudi.

Saudi juga menyoroti bahwa pernyataan ini mencerminkan pandangan ekstremis yang tidak hanya mengancam status quo di kawasan suci, tetapi juga berpotensi memicu ketegangan baru di antara komunitas internasional. “Kerajaan menekankan perlunya menghormati status sejarah dan hukum Masjid Al-Aqsa yang diberkati,” lanjut pernyataan itu.

Tanggapan keras Saudi muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Yerusalem, terutama di area yang dikenal oleh umat Muslim sebagai Masjid Al Aqsa dan oleh Yahudi sebagai Temple Mount. Area ini sering menjadi pusat perselisihan antara warga Palestina dan pasukan keamanan Israel, khususnya selama bulan Ramadan dan perayaan keagamaan Yahudi.

Sejumlah negara lain dan organisasi internasional juga turut mengecam pernyataan Ben Gvir. Mereka menegaskan pentingnya menjaga status quo tempat suci ini sebagai langkah untuk menghindari konflik yang lebih luas.

Itamar Ben Gvir, yang dikenal dengan pandangan sayap kanan, sebelumnya menyatakan bahwa hukum Israel memberikan kebebasan beragama yang setara bagi semua orang, baik Yahudi maupun Muslim, di Temple Mount.

“Kebijakan di Temple Mount mengizinkan doa, titik,” kata Ben Gvir dalam wawancaranya dengan Israeli Army Radio, sebagaimana dikutip oleh Times of Israel.

Namun, ketika ditanya apakah ia berencana membangun sinagog di kompleks Al Aqsa, Ben Gvir dengan tegas menjawab “Ya.”

Pernyataan tersebut menuai kecaman, bahkan dari dalam negeri Israel. Menteri Dalam Negeri Israel, Moshe Arbel, meminta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mengambil tindakan tegas terhadap Ben Gvir. Arbel memperingatkan bahwa pernyataan seperti ini bisa memicu kekerasan dan mengganggu hubungan strategis Israel dengan negara-negara Muslim.

Menanggapi pernyataan Ben Gvir, Kantor Perdana Menteri Israel menegaskan bahwa tidak ada perubahan terkait status quo di Temple Mount. Menurut perjanjian yang ada, hanya umat Muslim yang diizinkan untuk melaksanakan ibadah di Masjid Al Aqsa, dan ritual non-Muslim dilarang.

Arab Saudi, bersama negara-negara Muslim lainnya, meminta masyarakat internasional untuk segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mencegah provokasi lebih lanjut di Yerusalem dan mendesak untuk menghormati hak-hak umat Muslim di tempat suci tersebut.

Dengan pernyataan keras ini, Saudi menunjukkan posisinya sebagai salah satu pemimpin dunia Muslim yang berkomitmen menjaga perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

Editor: Akil

BEI Pecat 5 Karyawan, Diduga Terima Gratifikasi dari Calon Emiten

0
Ilustrasi IDX. (Foto: BEI)

NUKILAN.id | Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dilaporkan telah memecat lima karyawan yang bekerja di Divisi Penilaian Perusahaan karena diduga menerima gratifikasi terkait proses penerimaan emiten untuk pencatatan saham di bursa.

Menurut informasi yang diperoleh, kelima karyawan tersebut diduga meminta imbalan berupa uang sebagai balasan atas jasa analisa kelayakan calon emiten yang ingin mencatatkan sahamnya di BEI. Praktik ini dikabarkan telah berlangsung selama beberapa tahun, melibatkan beberapa emiten yang kini sudah tercatat di bursa.

Selain itu, terdapat dugaan bahwa para karyawan tersebut membentuk perusahaan jasa penasihat untuk memperlancar proses penerimaan calon emiten. Dalam penyelidikan, ditemukan akumulasi dana hingga Rp 20 miliar terkait praktik ini.

Informasi juga menyebutkan bahwa praktik ini melibatkan oknum dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang memiliki kewenangan untuk menyatakan apakah suatu perusahaan layak melakukan penawaran umum perdana (IPO) saham dan mencatatkannya di bursa.

Saat dikonfirmasi mengenai kasus ini, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyatakan bahwa BEI berkomitmen untuk menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Ia juga menegaskan bahwa BEI mengadopsi Sistem Manajemen Anti Penyuapan berbasis ISO 37001:2016.

“Seluruh karyawan BEI dilarang menerima gratifikasi dalam bentuk apa pun, termasuk uang, makanan, dan barang, terkait layanan atau transaksi yang dilakukan dengan pihak ketiga,” ujar Nyoman, Senin (26/8/2024).

Nyoman menambahkan bahwa jika ada pelanggaran etika yang melibatkan karyawan BEI, pihaknya akan mengambil tindakan disiplin sesuai dengan ketentuan internal perusahaan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan jika mengetahui adanya pelanggaran terkait dengan Sistem Manajemen Anti Penyuapan oleh karyawan BEI melalui saluran Whistleblowing System di tautan berikut: Whistleblowing System – Letter to IDX,” tutup Nyoman.

Laporan ini mencuat di tengah upaya BEI untuk memperketat pengawasan dan memastikan integritas dalam setiap proses penerimaan emiten, demi menjaga kepercayaan investor dan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia.

Editor: Akil

Mengapa Antartika Disebut Benua dan Memiliki Bendera Meski Bukan Negara?

0
Mengapa Antartika Disebut Benua dan Memiliki Bendera Meski Bukan Negara? (Foto: iStockphoto)

NUKILAN.id | Jakarta – Antartika, kawasan terdingin di belahan bumi selatan, merupakan wilayah yang unik. Meski tidak dimiliki oleh negara manapun, Antartika diakui sebagai sebuah benua dan memiliki bendera sendiri.

Sebagai benua terbesar kelima di dunia, Antartika terdiri dari berbagai macam bentang alam seperti pegunungan, lembah, dan dataran yang terbentuk dari sejarah geologi. Libby Ives, kandidat doktor dalam bidang geosains di University of Wisconsin-Milwaukee, menjelaskan bahwa penamaan Antartika sebagai benua berasal dari fakta bahwa wilayah ini memiliki karakteristik fisik yang serupa dengan benua lainnya.

“Antartika adalah benua seperti benua lain yang memiliki berbagai macam bentang alam yang semuanya dibentuk oleh sejarah geologi,” ujarnya, dikutip dari Live Science.

Kawasan ini sebagian besar ditutupi oleh es, membuatnya menjadi satu-satunya benua yang tidak dihuni manusia secara permanen seperti di benua lain. Namun, Antartika kerap menjadi tujuan penelitian ilmiah, dengan banyak ilmuwan dari berbagai negara datang dan pergi untuk mempelajari wilayah ini.

Meski terdapat beberapa klaim wilayah oleh negara-negara seperti Inggris, Argentina, Norwegia, Australia, dan Selandia Baru atas pulau-pulau yang ada di sekitar Antartika, wilayah ini tetap tidak dimiliki oleh negara manapun. Hal ini sesuai dengan isi Perjanjian Antartika yang ditandatangani pada tahun 1959. Perjanjian tersebut menetapkan Antartika sebagai wilayah untuk tujuan damai dan melarang kegiatan militer apapun di wilayah ini.

Menariknya, Antartika memiliki simbol atau bendera yang sering digunakan untuk mewakili perjanjian internasional yang terkait dengan wilayah tersebut. Pada tahun 2002, dalam Rapat Komite Perjanjian Antartika (Antarctic Treaty Consultative Meeting/ATCM), disepakati penggunaan lambang untuk memberikan identitas yang jelas terhadap kerja-kerja ATCM dan sekretariatnya. Lambang ini hanya boleh digunakan oleh ATCM, sekretariatnya, atau pihak yang beroperasi dengan wewenang mereka.

Meskipun bukan sebuah negara, Antartika tetap memiliki kedudukan yang istimewa dalam peta dunia, tidak hanya sebagai benua yang penuh misteri, tetapi juga sebagai wilayah yang dikelola dengan prinsip-prinsip perdamaian dan penelitian ilmiah.

Editor: Akil