NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 10 titik panas (hotspot) di Provinsi Aceh berdasarkan pemantauan satelit pada Kamis (27/8/2026).
Prakirawan BMKG yang bertugas, Dedi, mengatakan 10 titik panas tersebut tersebar di sejumlah kabupaten di Aceh.
“Dari hasil pantauan terdapat 10 titik panas di Provinsi Aceh,” kata Dedi kepada Nukilan, Kamis (27/8/2026).
Berdasarkan data BMKG, dua titik panas terdeteksi di Aceh Besar, masing-masing berada di Kecamatan Indrapuri dan Seulimeum. Dua titik lainnya berada di Aceh Selatan, tepatnya di Kecamatan Trumon Timur.
Titik panas juga terdeteksi masing-masing satu lokasi di Aceh Tengah Kecamatan Ketol, Aceh Tenggara Kecamatan Leuser, Aceh Utara Kecamatan Sawang, serta Bener Meriah Kecamatan Pintu Rime Gayo.
Sementara di Bireuen, BMKG mendeteksi dua titik panas yang berada di Kecamatan Simpang Mamplam.
Pemantauan dilakukan pada 27 Agustus 2026 sejak pukul 00.00 hingga 17.00 WIB menggunakan sensor MODIS dari satelit Terra, Aqua dan Suomi NPP serta NOAA20/VIIRS. Seluruh 10 titik panas yang tercatat dalam data tersebut terdeteksi oleh satelit NOAA20.
Tingkat kepercayaan deteksi berada pada angka 8 hingga 9. Sembilan titik memiliki tingkat kepercayaan 8, sedangkan satu titik di Simpang Mamplam, Bireuen, memiliki tingkat kepercayaan 9.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh mencatat data tersebut dalam peta sebaran titik panas Provinsi Aceh tertanggal 27 Agustus 2026. []
Reporter: Sammy




