Dispora Banda Aceh Tingkatkan Kapasitas Organisasi Kepemudaan

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banda Aceh menggelar Pelatihan Manajemen Organisasi Kepemudaan Kota Banda Aceh Tahun 2026, Kamis (27/8/2026).

Pelatihan tersebut diikuti 50 peserta dari berbagai unsur kepemudaan, mulai dari perwakilan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), ketua pemuda, mahasiswa, hingga pelajar di Kota Banda Aceh.

Kepala Dispora Kota Banda Aceh, Reza Kamilin, S.STP, mengatakan pemuda memiliki posisi penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, potensi demografi tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas, kreativitas, kepemimpinan, serta kemampuan mengelola organisasi secara profesional.

“Secara demografi, potensi pemuda sangat besar. Penduduk muda usia 16 sampai 30 tahun mencapai sekitar 23 persen dari total penduduk Kota Banda Aceh. Sekitar 61.000 dari 270.000 penduduk Kota Banda Aceh adalah anak muda,” ujar Reza.

Ia menyebutkan, jumlah pemuda yang besar harus dapat dioptimalkan sebagai kekuatan pembangunan daerah. Pemuda tidak hanya dituntut aktif dalam berbagai kegiatan, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan, inovasi, membangun kolaborasi, dan mengelola organisasi secara efektif serta berkelanjutan.

Reza menilai OKP merupakan mitra strategis Pemerintah Kota Banda Aceh, khususnya dalam upaya pemberdayaan generasi muda.

“OKP merupakan mitra strategis pembangunan di Kota Banda Aceh. Karena itu, kita ingin organisasi kepemudaan memiliki kapasitas manajemen yang semakin baik, sehingga mampu berkontribusi secara nyata dalam pembangunan,” katanya.

Ia menjelaskan, pembangunan kepemudaan juga menjadi bagian dari misi keenam pembangunan Kota Banda Aceh yang berfokus pada pemberdayaan pemuda dan kemajuan olahraga.

Melalui pelatihan tersebut, Dispora Banda Aceh mendorong organisasi kepemudaan untuk memperbaiki tata kelola agar lebih terarah, profesional, mandiri, adaptif, dan berorientasi pada hasil.

Selain kemampuan manajemen, Reza juga mendorong OKP untuk membangun kemandirian organisasi. Menurutnya, organisasi kepemudaan tidak semestinya hanya mengandalkan dukungan pemerintah, tetapi perlu memperluas jejaring dan membangun kemitraan dengan berbagai pihak.

“Organisasi kepemudaan harus mampu berdiri secara mandiri, membangun jejaring dan menciptakan program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Pemerintah tentu akan terus mendukung, tetapi kemandirian organisasi juga harus dibangun,” ujarnya.

Reza berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kapasitas pengurus dan kader sekaligus membentuk organisasi kepemudaan yang lebih solid dan produktif.

Dengan tata kelola yang semakin baik, OKP di Kota Banda Aceh diharapkan mampu melahirkan inovasi, menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kemajuan Kota Banda Aceh.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News