Beranda blog Halaman 918

Fadhil Rahmi Gantikan Tu Sop Dampingi Bustami Hamzah di Pilgub Aceh 2024

0
Fadhil Rahmi Gantikan Tu Sop Dampingi Bustami Hamzah di Pilgub Aceh 2024. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Fadhil Rahmi resmi ditunjuk sebagai pengganti almarhum Muhammad Yusuf A Wahab, atau yang akrab disapa Tu Sop, untuk mendampingi Bustami Hamzah sebagai bakal calon wakil gubernur dalam Pilgub Aceh 2024. Pendaftaran pasangan calon ini dilakukan pada Jumat sore, (13/9/2024), di kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Banda Aceh.

Penggantian ini dilakukan menyusul wafatnya Tu Sop pada 7 September 2024. Kepergian ulama karismatik tersebut meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Aceh. Namun, Bustami Hamzah menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk maju dalam kontestasi Pilgub mendatang, meskipun ada pergantian cawagub di menit-menit akhir.

“Kami hadir hari ini untuk mendaftarkan pengganti cawagub pendamping saya, yang beberapa hari lalu dipanggil Allah SWT. Kami sangat berduka, tapi ini bagian dari takdir yang harus dijalani,” ujar Bustami saat pendaftaran.

Amatan Nukilan.id di lokasi, pendaftaran pasangan Bustami-Fadhil ini dihadiri oleh para petinggi partai politik pendukung dan pengusung. Sejumlah tokoh politik Aceh turut hadir, memberikan dukungan penuh terhadap pasangan calon tersebut dalam menghadapi Pilgub 2024. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Dr. Nurlis Sebut KIP Aceh Keliru Tafsirkan Aturan

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wakil Ketua DPP Partai Aceh, Dr. Nurlis Effendi, menuding Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh telah membuat kesalahan serius dalam menetapkan batas waktu pengajuan pengganti bakal calon wakil gubernur Aceh. Kesalahan ini, menurut Nurlis, tidak hanya melanggar Qanun Aceh, tetapi juga berpotensi merusak sistem hukum yang ada.

Hal tersebut disampaikan oleh Nurlis saat memberikan keterangan di Banda Aceh, Jumat (12/9/2024). Nurlis mengkritik keputusan KIP Aceh yang menetapkan tenggat waktu pengajuan pengganti calon wakil gubernur setelah meninggalnya Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab atau yang dikenal sebagai Tu Sop, pendamping Bustami Hamzah dalam pemilihan gubernur mendatang.

Tu Sop meninggal dunia pada Sabtu (7/9/2024), dan sesuai aturan, Bustami Hamzah perlu segera mengajukan pengganti. KIP Aceh menetapkan bahwa pengajuan pengganti Tu Sop harus dilakukan paling lambat 7 hari sebelum penetapan calon pada 22 September 2024, atau pada 15 September 2024. Keputusan tersebut berpedoman pada Pasal 125 ayat (1) dan Pasal 126 ayat (1) Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2024.

Namun, Nurlis menilai KIP Aceh salah dalam menafsirkan peraturan tersebut.

“Norma dalam pasal yang dirujuk KIP tidak jelas apakah yang dimaksud adalah 7 hari kerja atau 7 hari kalender. Tetapi KIP Aceh dengan terburu-buru menetapkan 7 hari kalender, padahal hal ini dapat merusak tatanan hukum,” ujar Nurlis.

Lebih lanjut, Nurlis menjelaskan bahwa seharusnya KIP Aceh juga merujuk pada Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2024, terutama Pasal 38 yang mengatur bahwa pengajuan pengganti calon yang meninggal harus dilakukan paling lambat 7 hari kerja sebelum penetapan pasangan calon.

“Dengan hitungan hari kerja, batas waktunya seharusnya jatuh pada 12 September 2024, bukan 15 September. Ini adalah kesalahan fatal dari KIP Aceh,” tegas Nurlis yang juga seorang akademisi.

Menurutnya, kesalahan KIP Aceh ini dapat memicu polemik di kalangan masyarakat Aceh dan berpotensi menciptakan kekacauan dalam penerapan hukum.

“Keputusan ini tidak hanya salah, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara pemilu di Aceh,” kata Nurlis.

Nurlis menekankan bahwa KIP Aceh memiliki kewajiban untuk tunduk pada aturan hukum yang berlaku, termasuk undang-undang dan qanun.

“KIP tidak boleh mengambil keputusan yang mengabaikan substansi hukum, karena hal ini akan mengganggu kultur hukum dan merusak kepercayaan masyarakat,” katanya.

Menutup pernyataannya, Nurlis mempertanyakan motivasi KIP Aceh dalam mengambil keputusan tersebut.

“Jika kesalahan ini disengaja, maka ini adalah pelanggaran hukum yang serius. Namun, jika tidak disengaja, maka ini adalah kekonyolan fatal yang tidak seharusnya terjadi di lembaga seperti KIP,” pungkasnya.

Keputusan KIP Aceh dalam penetapan tenggat waktu pengajuan pengganti Tu Sop kini menjadi sorotan dan berpotensi menimbulkan masalah hukum lebih lanjut jika tidak segera diselesaikan.

Editor: Akil

Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana PON XXI di Aceh-Sumut

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri tengah menyelidiki dugaan penyelewengan dana dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut). Langkah ini dilakukan setelah menerima laporan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Kombes Arief Adiharsa, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dan tergabung dalam satuan tugas (Satgas) pendampingan kegiatan PON XXI yang dibentuk oleh Polri.

“Koordinasi dengan Satgas pendampingan PON XXI sudah dilakukan melalui Mabes Polri,” ujar Arief, Kamis (12/9/2024).

Hari ini, tim Bareskrim Polri bergerak menuju Aceh dan Sumut untuk melakukan investigasi di lokasi penyelenggaraan PON XXI. Tim tersebut juga akan berkolaborasi dengan pihak Kejaksaan Agung dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam mengusut dugaan penyelewengan dana tersebut.

“Siang ini, tim Mabes Polri menuju lokasi PON di Aceh dan Sumut untuk bergabung dengan tim dari Kejagung dan BPKP,” tambah Arief.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menyampaikan bahwa Kemenpora telah menerima laporan mengenai dugaan penyelewengan dana terkait pelaksanaan PON XXI. Laporan tersebut langsung diteruskan kepada Kejaksaan Agung dan Bareskrim untuk segera ditindaklanjuti.

“Kami sudah meminta bantuan Kejagung dan Bareskrim untuk melakukan investigasi atas laporan yang masuk,” ujar Dito.

Menpora juga menjelaskan bahwa pengawalan penyelenggaraan PON XXI telah tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2024. Satgas yang dibentuk berdasarkan Keppres tersebut berperan untuk mengawasi penyelenggaraan PON XXI di Aceh dan Sumut serta Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII di Jawa Tengah.

Dalam Keppres tersebut dijelaskan bahwa Satgas Penyelenggaraan PON XXI dipimpin oleh Wakil Jaksa Agung. Satgas ini bertugas melakukan pendampingan hukum dan pengawasan terhadap akuntabilitas penggunaan dana penyelenggaraan PON.

“Satgas ini juga bertanggung jawab memantau, memberikan bimbingan, serta melakukan pemantauan akuntabilitas penggunaan dana dan proses pengadaan barang/jasa selama PON XXI berlangsung,” jelas Dito.

Investigasi yang dilakukan Bareskrim Polri bersama dengan tim dari Kejagung dan BPKP diharapkan dapat memperjelas dugaan penyelewengan dana tersebut, guna menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan ajang olahraga nasional ini.

Penyelenggaraan PON XXI sendiri dijadwalkan berlangsung di dua provinsi, yaitu Aceh dan Sumut, pada tahun 2024, dan melibatkan ribuan atlet dari berbagai cabang olahraga di seluruh Indonesia.

Editor: Akil

Kakanwil Kemenag Aceh Ingatkan Penghulu P3K untuk Bekerja Sesuai Aturan dan Jujur

0
Kakanwil Kemenag Aceh, Azhari. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari M.Si, menegaskan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai penghulu. Pesan ini disampaikan pada hari kedua Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penghulu, yang berlangsung pada Jumat (13/9) di Grand Permata Hati, Pagar Air, Aceh Besar.

Dalam arahannya, Azhari mengingatkan para penghulu agar selalu bekerja sesuai regulasi yang berlaku dan menghindari tindakan yang dapat mencoreng nama baik institusi.

“Jangan membantu orang dengan melanggar aturan. Jangan sampai ada yang memalsukan tanda tangan atau memanipulasi administrasi. Itu bukan pekerjaan kita, melainkan tipu muslihat yang ilmunya setan,” tegas Azhari.

Azhari mengungkapkan keprihatinannya terhadap sejumlah oknum yang masih melakukan kecurangan dalam layanan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA). Ia menyebut, di beberapa daerah masih ada yang merekayasa pernikahan di luar kantor KUA menjadi seolah-olah dilaksanakan di kantor, serta mengeluarkan buku nikah tanpa prosedur yang sah.

“Hal seperti ini sudah dilaporkan ke Inspektorat Jenderal, dan tindakan tegas akan diambil,” kata Azhari.

Lebih lanjut, Azhari menekankan bahwa penghulu P3K merupakan pegawai yang diangkat dengan kontrak kerja untuk jangka waktu tertentu. Oleh karena itu, setiap kesalahan, sekecil apa pun, bisa berakibat fatal pada karier mereka.

“Jangan sampai hubungan kerja berakhir hanya karena kesalahan kecil yang bisa dihindari,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Azhari juga menjelaskan peran penghulu yang dikenal dengan istilah “Fungsi 3M”, yaitu Mufti, Mubaligh, dan Manajer. Sebagai Mufti, penghulu harus mampu memberikan nasihat dan fatwa kepada masyarakat dalam urusan agama, tidak hanya terkait pernikahan, tetapi juga masalah-masalah lain seperti waris, zakat, dan wakaf.

“Penghulu harus terus meningkatkan kualitas diri dan wawasan agamanya,” ujar Azhari.

Sebagai Mubaligh, penghulu dituntut untuk menyampaikan kebaikan dan kebenaran, serta menjadi teladan di tengah masyarakat. Penghulu juga berperan sebagai manajer yang harus menguasai manajemen dan administrasi agar semua proses pernikahan berjalan sesuai aturan.

Azhari juga mengingatkan pentingnya keterbukaan informasi di era digital saat ini. Menurutnya, penghulu harus transparan dalam menyampaikan informasi yang berkaitan dengan aturan pemerintah.

“Jangan sampai ada penghulu yang menutup-nutupi informasi atau malah menciptakan aturan yang tidak sesuai dengan regulasi pusat,” imbuhnya.

Selain itu, Azhari mengingatkan para penghulu untuk berhati-hati dengan jejak digital. Ia menegaskan, tindakan yang melanggar norma, termasuk terlibat dalam konten pornografi atau perilaku yang bertentangan dengan kodrat, akan membawa konsekuensi serius.

Bimtek yang berlangsung hingga Sabtu (14/9) ini dihadiri oleh Ketua Tim Kerja Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Dr. H. Khairuddin MA, serta Ketua Tim Kerja Bina Syari’ah dan Hisab Rukyat, Dr. H. Alfiradaus Putra MH. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas penghulu P3K dalam memberikan layanan pernikahan yang sesuai dengan regulasi dan nilai-nilai agama.

Editor: Akil

Klasemen Sementara PON XXI: Jakarta Tempel Ketat Jawa Timur di Puncak

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Klasemen sementara perolehan medali Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 hingga Kamis (12/9/2024) pukul 17.00 WIB menunjukkan dominasi Jawa Timur di posisi puncak. Dengan tambahan medali emas dari beberapa cabang olahraga, Jawa Timur masih nyaman memimpin dengan total 56 medali emas.

Raihan emas dari cabang olahraga (cabor) wushu, loncat indah, balap sepeda jalan raya, dan sepatu roda semakin memperkokoh posisi Jawa Timur di peringkat teratas. Hingga saat ini, Jawa Timur berhasil mengumpulkan 56 emas, 40 perak, dan 39 perunggu, menjadikannya sebagai kontingen terkuat di ajang olahraga terbesar di Indonesia ini.

Di posisi kedua, DKI Jakarta terus berusaha memperkecil jarak dengan Jawa Timur. Tambahan medali emas, termasuk dari cabor wushu lewat aksi Edgar Xavier Marvelo, membuat DKI Jakarta kini hanya terpaut delapan emas. Hingga sore ini, DKI Jakarta telah mengoleksi 48 emas, 43 perak, dan 36 perunggu.

Sementara itu, Jawa Barat yang berada di peringkat ketiga juga menunjukkan performa impresif dengan raihan 37 emas, 49 perak, dan 50 perunggu. Meskipun cukup jauh dari DKI Jakarta, Jawa Barat terus berjuang untuk menambah koleksi medali di sisa kompetisi.

Dua tuan rumah, Sumatera Utara dan Aceh, juga bersaing ketat dalam perolehan medali. Sumatera Utara yang menempati peringkat keempat berhasil mengumpulkan 25 emas, 8 perak, dan 34 perunggu. Sementara itu, Aceh yang berada di posisi kelima memperlihatkan peningkatan signifikan dengan tambahan emas hari ini. Aceh tercatat telah meraih 23 emas, 18 perak, dan 22 perunggu, membuat persaingan antar tuan rumah semakin menarik untuk disimak.

PON XXI Aceh-Sumut 2024 masih menyisakan banyak cabang olahraga yang dipertandingkan, sehingga perubahan di klasemen masih sangat mungkin terjadi. Para kontingen terus berlomba-lomba untuk meraih medali demi mengukir prestasi di ajang bergengsi ini.

Editor: Akil

 

Aceh Tambah 27 Medali, Kurash Dominasi dengan Tiga Emas

0
Foto bersama atlet Kurash Aceh peraih medali. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kontingen Aceh kembali menambah pundi-pundi medali dalam ajang olahraga nasional dengan raihan 27 medali sepanjang Kamis, 12 September 2024. Aceh berhasil mengumpulkan 10 medali emas, 8 perak, dan 9 perunggu dari berbagai cabang olahraga.

Cabang olahraga Kurash menjadi yang paling bersinar, menyumbangkan tiga medali emas bagi Aceh. Ketua Umum KONI Aceh, H. Kamaruddin Abubakar, atau yang akrab disapa Abu Razak, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut.

“Alhamdulillah, kita telah mendapatkan 10 medali emas, 8 perak, dan 9 perunggu hingga pukul 21.15 WIB. Masih ada beberapa pertandingan yang berlangsung, seperti anggar dan cabang lainnya,” ujar Abu Razak kepada media.

Lebih lanjut, Abu Razak menjelaskan rincian perolehan medali yang diraih para atlet Aceh. Dari 10 medali emas, tiga di antaranya diperoleh dari Kurash. Cabang lainnya seperti Petanque, Rugby, Sepatu Roda, Arung Jeram, Hapkido, Menembak, dan Selam masing-masing menyumbangkan satu medali emas.

Sementara itu, delapan medali perak berasal dari cabang Taekwondo dan Biliar, yang masing-masing menyumbangkan dua perak. Sedangkan Arung Jeram, Layar, Anggar, dan Pencak Silat masing-masing menyumbang satu medali perak.

Untuk medali perunggu, Aceh berhasil meraih sembilan keping, dengan Pencak Silat menyumbang lima medali. Sepak Takraw, Taekwondo, dan Hapkido masing-masing menyumbangkan satu medali perunggu.

Dengan tambahan medali tersebut, Aceh kini telah mengumpulkan total 30 medali emas, 26 perak, dan 30 perunggu sepanjang ajang olahraga ini berlangsung.

“Ini pencapaian yang luar biasa. Kita bersyukur atas perjuangan para atlet yang terus berjuang mengharumkan nama Aceh. Semoga mereka terus mendapatkan dukungan dan doa dari masyarakat,” tutup Abu Razak.

Editor: Akil

Anggar Aceh Cetak Sejarah di Nomor Sabel Putra PON XXI 2024

0
Foto bersama usai pengalungan medali emas. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Tim anggar Aceh mencatat sejarah baru di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh-Sumut setelah menyumbangkan tiga medali dalam cabang olahraga anggar, termasuk medali emas yang diraih Indra Agus Setiawan di nomor sabel putra. Pertandingan berlangsung di Hall Anggar, Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, dalam dua hari terakhir.

Indra Agus Setiawan memastikan emas setelah mengalahkan Angga Maulana dengan skor meyakinkan 15-6. Kemenangan ini menjadi sejarah bagi Aceh, karena untuk pertama kalinya, medali emas diraih pada nomor sabel putra di PON. Prestasi ini juga merupakan emas pertama yang diraih Indra di PON, sementara Angga Maulana berhasil membawa pulang medali perak. Sebelumnya, Angga pernah meraih medali perunggu pada PON Papua 2021.

Selain emas dan perak, Aceh juga berhasil menambah satu medali perunggu lewat atletnya, Saidinanda Mulkan, yang berbagi podium dengan Muhammad Zuhdi dari Riau.

Tidak hanya di nomor sabel, Aceh juga meraih perak dari nomor floret perseorangan putra yang disumbangkan oleh Yudi Anggara Putra pada Kamis (12/9).

Ketua Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Aceh, M. Nasir Syamaun, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini.

“Raihan emas dari Indra adalah langkah awal untuk meraih lebih banyak medali emas. Kami sudah mempersiapkan mereka selama tiga tahun sejak kembali dari PON Papua 2021,” kata Nasir.

Nasir juga menambahkan bahwa cabang olahraga anggar mendapat target khusus dari KONI Aceh untuk meraih beberapa medali di PON kali ini.

“Setelah nomor perorangan, para atlet akan kembali bertanding di nomor beregu. Saat ini, tim beregu kita berada di peringkat satu, jadi ada harapan besar untuk meraih emas lagi,” ujarnya.

Ia berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi para atlet yang akan bertanding di nomor-nomor lainnya. Beberapa atlet Aceh juga sempat menjalani pelatihan di luar negeri, yang diharapkan bisa meningkatkan prestasi mereka di tingkat internasional.

“Mereka diharapkan bisa berkontribusi untuk Aceh dan menjadi bagian dari tim nasional Indonesia di kejuaraan internasional mendatang,” tambah Nasir.

Cabang olahraga anggar di PON Aceh-Sumut XXI 2024 resmi dimulai pada Rabu (11/9) dengan diikuti oleh 220 atlet dari 26 provinsi. Mereka memperebutkan 36 medali dari 12 nomor yang dipertandingkan hingga 16 September 2024.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI), Agus Suparmanto, yang membuka secara resmi pertandingan anggar di PON kali ini, berharap ajang ini bisa melahirkan atlet-atlet berbakat yang mampu bersaing di level internasional.

Perjalanan para atlet anggar Aceh di PON XXI masih panjang, dengan peluang besar untuk terus menambah pundi-pundi medali. Harapan masyarakat Aceh kini tertuju pada tim beregu, yang dijagokan bisa menambah emas untuk provinsi.

Editor: Akil

Beberapa Cabang Selesai Dipertandingkan, Atlet dan Pimpinan Kontingen Apresiasi PB PON Aceh

0
Sekretaris Umum Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XXI Wilayah Aceh, Muhammad Nasir Syamaun S.IP. MPA. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tiga hari setelah dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada 9 September 2024, beberapa cabang olahraga Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara telah menyelesaikan pertandingan. Cabang olahraga seperti angkat besi, paramotor, muaythai, X rugby, kurash, dan hapkido sudah memasuki tahap akhir di Aceh.

“Beberapa cabang olahraga mulai dipertandingkan sejak 28 Agustus, meskipun pembukaan resmi baru dilakukan pada 9 September,” ujar Sekretaris Umum PB PON Wilayah Aceh, M. Nasir Syamaun MPA, di Banda Aceh, Kamis (12/9/2024).

Selain di Aceh, beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan di Sumatera Utara, seperti binaraga, barongsai, dan futsal, juga sudah selesai.

Nasir menjelaskan, pelaksanaan pertandingan di Aceh berlangsung lancar, mulai dari babak penyisihan hingga pengalungan medali kepada para pemenang.

“Semua berjalan sesuai rencana. Kami mengawasi langsung jalannya pertandingan, dan jika ada kendala, segera kami tangani,” kata Nasir yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Aceh.

PB PON Wilayah Aceh juga memastikan bahwa seluruh atlet, pelatih, dan ofisial dari 38 provinsi serta Kontingen Ibu Kota Negara (IKN) dapat fokus pada pertandingan. Setiap hari, pimpinan PB PON Aceh turun langsung ke venue untuk memastikan kelancaran acara, serta mengadakan rapat rutin guna mengevaluasi jalannya pertandingan.

Upaya ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk atlet dan pimpinan kontingen. Sejumlah kontingen menyampaikan pujian terhadap penyelenggaraan PON di Aceh.

Kontingen Papua, Kalimantan Selatan, dan Gorontalo, misalnya, mengekspresikan rasa puas mereka melalui pesan tertulis di papan kenangan di Stadion Blang Hasan, Sigli-Pidie. “Terima kasih kepada seluruh panitia dan warga Sigli-Pidie, jamuan yang sangat baik,” tulis kontingen Papua. Mereka juga menambahkan ungkapan dalam bahasa Papua, “Fa ido ma, ma ido fa,” yang berarti “Memberi jika menerima, menerima jika memberi.”

Pujian serupa juga disampaikan kontingen Gorontalo yang menulis, “Terima kasih kepada seluruh panitia dan warga Sigli-Pidie, jamuan yang sangat baik.”

Desak Made Rita Kusuma Dewi, atlet panjat tebing asal Bali yang juga peserta Olimpiade Paris 2024, turut mengapresiasi keramahan masyarakat Aceh. “Saya sangat senang dengan dukungan masyarakat Aceh yang luar biasa,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari pimpinan kontingen, seperti Pj Gubernur Papua Pegunungan, Dr. Velix Vernando Wanggai. ”

Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, kami berterima kasih kepada Pj Gubernur Aceh. Sambutan dan pelaksanaan PON sangat luar biasa, dan masyarakat Aceh sangat ramah kepada kami,” katanya.

Ketua DPRD Papua, Jhony Banua Rouw, juga memberikan pujian serupa. “PON berjalan dengan baik, dan yang paling penting, lokasi venue-nya dekat sehingga kami punya waktu untuk mengunjungi banyak tempat,” katanya.

PON XXI di Aceh dan Sumatera Utara masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, dengan lebih banyak cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Para atlet dan ofisial dari seluruh Indonesia terus berlaga memperebutkan medali, sementara PB PON Wilayah Aceh terus berupaya memastikan setiap pertandingan berjalan dengan lancar.

Editor: Akil

Gelar Pertemuan di Banda Aceh, Milenial Bersama AMAL Susun Koordinator Kecamatan

0
Relawan BMA bentuk koordinator kecamatan untuk menangkan Pasangan AMAL di Pilkada Aceh Selatan 2024. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Relawan Milenial Bersama AMAL (BMA) menggelar pertemuan di salah satu warung kopi di kawasan Lamnyong, Banda Aceh, pada Jumat (12/9/2024). Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari 18 kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan, yang bertujuan untuk memantapkan strategi pemenangan pasangan calon bupati-wakil bupati Aceh Selatan, Amran-Akmal (AMAL), dalam Pilkada 2024.

Reza Irfandy, Koordinator Milenial Bersama AMAL, menyampaikan bahwa hampir seluruh kecamatan telah memiliki koordinator.

“Alhamdulillah, setelah bermusyawarah hampir semua kecamatan sudah terbentuk koordinator,” ujarnya.

Meski begitu, beberapa kecamatan masih belum memiliki koordinator. Namun, Reza optimis bahwa dalam beberapa hari ke depan, kekosongan tersebut akan segera terisi.

“Untuk yang belum ada koordinator, insya Allah akan segera terbentuk dalam beberapa hari ini,” tambahnya.

Dalam pertemuan itu, selain pembahasan mengenai koordinasi kecamatan, mekanisme kerja relawan juga menjadi salah satu agenda penting. Reza menambahkan bahwa pihaknya akan segera meminta koordinator kecamatan menyerahkan daftar nama koordinator desa yang akan bertanggung jawab dalam menggerakkan dukungan di lapangan.

“Kami sudah mendiskusikan mekanisme kerja bersama kawan-kawan koordinator. Tahap selanjutnya, kami akan menunggu pihak koordinator kecamatan untuk menyerahkan nama-nama koordinator desa yang bertanggung jawab,” jelas Reza.

Reza pun mengapresiasi komitmen para relawan yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti musyawarah ini.

“Kami juga berterima kasih kepada yang sudah hadir malam ini. Dukungan dan komitmen kita sangat penting untuk memenangkan pasangan AMAL di Pilkada Aceh Selatan,” tutupnya.

Editor: Akil

Atlet Tuan Rumah Aceh dan Sumut Raih Emas dan Perunggu di Cabor Patenque

0
Atlet patenque Sumut, Rasya Althof Sembiring. (Foto: Nukilan/Sammy)

Nukilan.id – Tim petanque nomor beregu putra tuan rumah Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) berhasil meraih medali emas dan perunggu di cabor petanque PON XXI di Sport Centre USK, Kamis (12/9/2024). Sejauh ini, Aceh memimpin cabor petanque dengan perolehan dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu.

Aceh berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan Jawa Timur dengan skor 3-0. Jawa Timur sendiri mendapatkan medali perak setelah mengalahkan tim Jambi dengan skor 3-0. Medali perunggu diraih oleh Jambi dan tuan rumah PON XXI, Sumut.

Salah seorang atlet beregu putra petanque Sumut, Rasya Althof Sembiring mengatakan sangat bangga dengan pencapaian dirinya di cabor patenque ini. Rasya menambahkan, event ini adalah pengalaman pertamanya untuk bermain cabor patenque di PON.

“Saya sudah latihan lebih kurang dua tahun. Latihan terus pagi, siang, dan sore. Jadi cukup banggalah,” ujar Rasya kepada Nukilan, Kamis (12/9/2024).

Dia menyebutkan untuk PON kali ini targetnya adalah medali emas. Walau saat ini ia mendapatkan medali perunggu di nomor beregu putra, ia masih berambisi untuk mendapatkan emas di nomor lain yang dimainkannya, yaitu trio putra.

“Itu saya usahakan, untuk membangkitkan semangat,” katanya. []

Reporter: Sammy