Beranda blog Halaman 903

Pemkab Aceh Timur Gelar Peusijuek dan Temu Ramah Bersama Pj Gubernur Aceh

0
Pemkab Aceh Timur Gelar Peusijuek dan Temu Ramah Bersama Pj Gubernur Aceh. (Foto: MC Aceh Timur)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menggelar prosesi Peusijuek (tepung tawar) dan temu ramah dengan Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. Drs. Safrizal ZA, M.Si., di Pendopo Bupati Aceh Timur, Sabtu (21/9/2024). Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari Forkopimda, pemuka agama, serta masyarakat setempat.

Dalam prosesi Peusijuek, Pj Gubernur Aceh Dr. Drs. Safrizal ZA mendapatkan doa restu dari Imam Besar Masjid Agung Darusshalihin Idi Rayeuk, Tgk. Rusli. Tradisi ini merupakan simbol permohonan keberkahan bagi tamu kehormatan yang baru tiba di wilayah tersebut.

Acara tersebut dihadiri oleh Pj Bupati Aceh Timur Amrullah M. Ridha, Dandim 0104/Atim Letkol Inf Tri Purwanto, Kapolres Aceh Timur AKBP Nova Suryandaru, Ketua MPU Aceh Timur Tgk. Muchtar Ibrahim, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Dalam sambutannya, Pj Bupati Aceh Timur, Amrullah M. Ridha, mengapresiasi kedatangan Pj Gubernur Aceh beserta rombongan ke Aceh Timur. Ia juga melaporkan capaian Kabupaten Aceh Timur yang telah berhasil meraih dua medali emas dalam cabang olahraga sepak takraw pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut.

“Terima kasih kepada Pj Gubernur Aceh yang telah memberikan dukungan sehingga pelaksanaan PON di Aceh Timur berjalan sukses,” ujar Amrullah.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi Aceh Timur dalam mengharumkan nama daerah di kancah nasional. Amrullah juga menyampaikan bahwa Pemkab Aceh Timur telah membentuk Tim Safari Subuh atau Pejuang Subuh, yang selama tiga tahun terakhir telah konsisten melaksanakan kegiatan sosial dan memberikan santunan kepada 200 anak yatim dalam setiap kunjungan.

Selain itu, Amrullah menyinggung tentang berbagai infrastruktur di Aceh Timur yang membutuhkan perhatian, terutama jalan dan jembatan. Ia berharap Pj Gubernur dapat membantu menyampaikan aspirasi tersebut ke pemerintah provinsi dan pusat.

Terkait Pilkada 2024, Pj Bupati Aceh Timur berharap Pj Gubernur memberikan arahan agar pesta demokrasi tersebut dapat berjalan damai, aman, dan sukses.

“Semoga kehadiran Pj Gubernur menambah semangat kami dalam melayani masyarakat dan menyukseskan pembangunan,” kata Amrullah.

Sementara itu, dalam sambutannya, Pj Gubernur Aceh Dr. Drs. Safrizal ZA, M.Si., menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan PON XXI cabang sepak takraw di Aceh Timur.

“Acara berlangsung dengan baik, dan Aceh Timur telah menunjukkan kemampuannya dalam menggelar event nasional,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa lapangan sepak takraw di Aceh Timur akan diresmikan sebagai aset daerah, yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pembinaan atlet-atlet muda.

“Kita berhasil meraih dua medali emas, dan ini bukti bahwa Aceh memiliki potensi besar dalam cabang sepak takraw,” tambahnya.

Safrizal juga menyebut bahwa Aceh berhasil masuk peringkat enam besar nasional dalam PON kali ini, naik dari peringkat ke-12 pada PON Papua sebelumnya.

Menutup arahannya, Pj Gubernur Aceh mengingatkan Forkopimda dan seluruh pejabat Aceh Timur untuk menjaga netralitas dan menciptakan kondisi yang kondusif dalam menghadapi Pilkada 2024.

“Mari kita sukseskan Pilkada dengan menjaga kerjasama dan menghindari potensi gangguan yang bisa merusak proses demokrasi,” tegasnya.

Acara temu ramah ini diakhiri dengan harapan besar terhadap pembangunan daerah dan komitmen bersama untuk menjaga keamanan serta ketertiban menjelang Pilkada 2024.

Editor: Akil

Pj Wali Kota Banda Aceh Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Angin Kencang

0
Pj Wali Kota Banda Aceh Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Angin Kencang. (Foto: Diskominfo Banda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banda Aceh menyalurkan bantuan masa panik bagi warga yang terdampak angin kencang yang melanda beberapa kawasan di Banda Aceh pada Jumat (20/9/2024). Bantuan tersebut diberikan kepada 12 kepala keluarga (KK) yang mengalami kerusakan rumah di sepuluh gampong di kota itu.

Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Safwan, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Pj Wali Kota Banda Aceh sebagai upaya cepat tanggap dalam menangani dampak bencana alam.

“Alhamdulillah, kami telah menyalurkan bantuan kepada 12 KK di beberapa gampong yang terdampak angin kencang, seperti di Gampong Baro, Blang Oi, Ulee Lheue, Mibo, Lhong Raya, Geuceu Kayee Jato, Ilie, Peuniti, Batoh, dan Cot Mesjid,” ujar Safwan, Jumat (20/9/2024).

Penyerahan bantuan tersebut, menurut Safwan, berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan oleh Dinsos bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta laporan dari Keuchik dan Tim Tagana (Taruna Siaga Bencana) Kota Banda Aceh.

“Bantuan yang diberikan berupa paket sembako untuk kebutuhan makan selama tiga hari ke depan,” tambah Safwan.

Paket tersebut berisi beras, mie instan, air mineral, gula, telur, minyak goreng, sarden, kecap, teh, serta roti biskuit. Safwan berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak dan mengingatkan agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi bencana serupa.

“Kita tidak bisa menghindari musibah, tetapi dengan kewaspadaan, kita bisa meminimalisir dampaknya,” tutupnya.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkot Banda Aceh dalam memberikan respon cepat terhadap bencana dan memastikan keselamatan serta kesejahteraan warganya.

Editor: Akil

Calon Jamaah Haji 2025 dari Aceh Besar Mulai Fokus Manasik Sepanjang Tahun

0
Calon Jamaah Haji 2025 dari Aceh Besar Mulai Fokus Manasik Sepanjang Tahun. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 375 calon jamaah haji asal Aceh Besar yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2025 kini mulai serius mempersiapkan diri. Mereka mengikuti program manasik haji yang digelar sepanjang tahun oleh Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Besar, untuk memastikan pemahaman yang kuat mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji.

Kegiatan manasik tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Aceh, Azhari, pada Sabtu, 21 September 2024, di Masjid Jamik Baitul Jannah, Tungkob, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar.

Kepala Kantor Kemenag Aceh Besar, Saifuddin, menyatakan bahwa manasik haji ini penting bagi para calon jamaah agar mereka memiliki pemahaman yang mendalam tentang tata cara ibadah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci. Menurutnya, kegiatan ini akan memberikan gambaran lengkap mengenai pelaksanaan rukun Islam kelima tersebut.

“Kami berharap para jamaah serius dan fokus mengikuti manasik ini. Banyak ilmu penting yang akan dibagikan, yang akan sangat bermanfaat ketika melaksanakan ibadah haji nanti,” ujar Saifuddin.

Ia menambahkan, manasik haji akan dilaksanakan dua kali setiap bulan hingga menjelang keberangkatan jamaah ke Arab Saudi. Dalam kesempatan pembukaan, buku panduan manasik haji juga dibagikan secara gratis kepada para jamaah, hasil kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Saifuddin menjelaskan, ibadah haji bukan hanya sekadar ibadah mahdhah, tetapi juga melibatkan jiwa kebersamaan dan semangat tolong-menolong di antara para jamaah. Manasik ini akan membekali para calon haji dengan materi-materi penting, termasuk bagaimana bersikap dalam berbagai situasi yang menuntut kerja sama dan saling membantu.

“Saat melaksanakan haji nanti, para jamaah akan menghadapi beragam kondisi di mana mereka harus saling mendukung dan mengutamakan kebersamaan. Ini sangat penting, karena ego pribadi harus ditepikan dalam menjalani ibadah haji,” katanya.

Saifuddin, yang sebelumnya menjabat sebagai Kakanwil Kemenag Aceh Singkil, juga mendorong para jamaah untuk memanfaatkan buku panduan manasik yang telah dibagikan, serta memperdalam pengetahuan mereka secara mandiri sebelum pelaksanaan ibadah haji.

“Kami inisiasi pembagian buku panduan manasik ini lebih awal agar jamaah dapat belajar secara mandiri. Nantinya, buku manasik dari pusat akan dibagikan setelah ada ketentuan resmi mengenai Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan pelunasan,” tambahnya.

Dengan manasik yang terencana dan dilaksanakan sepanjang tahun, Kemenag Aceh Besar berharap para calon jamaah haji dari daerah tersebut dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan penuh keberkahan.

Editor: Akil

Aceh Sukses Capai Target 10 Besar di PON 2024

0
Ketua KONI Aceh, Abu Razak.(Foto: KONI Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kontingen Aceh mencatat prestasi gemilang pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 dengan berhasil masuk peringkat 10 besar. Prestasi ini menjadi puncak perjalanan panjang Aceh dalam dunia olahraga nasional, sekaligus membuktikan kesiapan Aceh sebagai tuan rumah bersama Sumatera Utara.

Pada PON 2024 ini, Aceh menorehkan 65 medali emas, 48 medali perak, dan 79 medali perunggu, menempatkan mereka di peringkat 6 secara nasional. Pencapaian ini merupakan hasil terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan Aceh di ajang PON, setelah sebelumnya hanya mampu menembus peringkat 12 pada PON XX di Papua tahun 2021.

Ketua KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak, sebelumnya telah menargetkan Aceh masuk dalam 10 besar klasemen medali.

“Melihat prestasi kita pada dua PON sebelumnya yang semakin meningkat, kami yakin bisa mencapai target 10 besar di PON XXI,” ujarnya, seperti dikutip dari laman resmi PON Aceh-Sumut 2024.

Perjalanan panjang Aceh dalam PON memang penuh liku. Pada PON XVII 2008 di Kalimantan Timur, Aceh hanya meraih 4 medali emas, 4 perak, dan 10 perunggu, dan harus puas berada di peringkat 23. Empat tahun kemudian, di PON XVIII Riau 2012, peringkat Aceh menurun menjadi posisi 25 meski perolehan medali perunggu meningkat.

Namun, titik balik mulai terlihat di PON XIX Jawa Barat tahun 2016, saat Aceh berhasil naik ke peringkat 17 dengan 8 emas, 7 perak, dan 9 perunggu. Tren positif ini terus berlanjut di PON XX Papua 2021, di mana Aceh meraih 11 emas, 7 perak, dan 11 perunggu, serta naik ke posisi 12 nasional.

PON XXI 2024 menjadi momen kebangkitan besar bagi Aceh. Tuan rumah memanfaatkan keunggulan kandang dengan maksimal, mendominasi sejumlah cabang olahraga, dan sukses mencapai target masuk 10 besar, bahkan melampaui harapan dengan menempati posisi 6 nasional.

Capaian ini tidak lepas dari kerja keras para atlet, pelatih, serta dukungan penuh dari Pemerintah Aceh dan masyarakat.

“Ini bukti bahwa Aceh terus berbenah dan berkembang dalam dunia olahraga nasional. Prestasi ini sangat membanggakan dan menjadi motivasi untuk lebih baik lagi ke depannya,” tambah Abu Razak.

Dengan capaian ini, Aceh telah membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan baru di kancah olahraga nasional, membuka peluang lebih besar untuk masa depan olahraga di provinsi ini. Pencapaian tersebut juga menunjukkan bahwa Aceh mampu menjadi tuan rumah yang sukses, tidak hanya dalam hal penyelenggaraan, tetapi juga dari segi prestasi olahraga.

Editor: Akil

Plh Sekda Aceh Tinjau Kepulangan Kontingen PON di Bandara SIM

0
Plh Sekda Aceh Tinjau Kepulangan Kontingen PON di Bandara SIM. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.idBanda Aceh – Pemerintah Aceh terus memantau kepulangan seluruh tamu dan kontingen Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan. Sabtu (21/9/2024) malam, Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Azwardi, AP, M.Si., bersama Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Aceh, meninjau langsung aktivitas di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar.

Azwardi, didampingi rombongan pejabat lainnya, disambut oleh pihak maskapai dan pengelola bandara. Dalam peninjauan tersebut, Plh Sekda memastikan kelancaran di berbagai titik, seperti konter check-in dan ruang tunggu penumpang, serta menyempatkan diri menyapa sejumlah kontingen yang sedang menunggu jadwal penerbangan mereka.

“Kami ingin memastikan seluruh proses keberangkatan berjalan aman dan lancar. Ini adalah komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik bagi tamu-tamu PON yang telah berjuang di ajang ini,” ujar Azwardi di sela-sela kunjungannya.

Ia menambahkan bahwa pihak maskapai dan bandara telah bekerja keras sesuai dengan arahan dari Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA, yang meminta agar seluruh tamu dilayani dengan baik hingga mereka meninggalkan Aceh.

Selama kunjungannya, Azwardi juga menyempatkan diri berfoto dengan beberapa atlet dan official dari kontingen PON yang akan kembali ke daerah asal mereka. Momen kebersamaan ini menjadi simbol apresiasi terhadap para peserta yang telah berkompetisi di PON XXI.

Kepulangan kontingen dari Aceh menandai berakhirnya gelaran PON XXI Aceh-Sumut yang ditutup pada Jumat (20/9) malam. Penutupan berlangsung meriah di dua tempat, yakni di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, dan di Stadion Utama Sumut Sport Centre, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Sebagai bagian dari rangkaian penutupan, pada Sabtu (21/9) sore, digelar upacara penurunan bendera kontingen di Stadion Harapan Bangsa. Upacara ini dihadiri oleh Forkopimda Aceh, perwakilan dari Kota Banda Aceh, TNI, Polri, serta tamu-tamu lainnya, termasuk Panitia Besar PON XXI Wilayah Aceh dan para atlet yang berkompetisi.

Dengan berakhirnya PON XXI, seluruh kontingen dari berbagai daerah mulai meninggalkan Aceh dan Sumatera Utara. Keberhasilan penyelenggaraan ajang olahraga terbesar di Indonesia ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Aceh, yang berhasil menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya.

Editor: Akil

UTU Gelar Wisuda ke-18, Rektor Dorong Lulusan Berkontribusi untuk Masyarakat

0
Wisuda Universitas Teuku Umar ke-18. (Foto: Humas UTU)

NUKILAN.id | Meulaboh – Universitas Teuku Umar (UTU) kembali menggelar wisuda bagi 661 lulusan sarjana pada Sabtu (21/9/2024) di Auditorium Teuku Umar, Gedung Kuliah Terintegrasi (GKT), Kampus UTU. Dalam wisuda ke-18 ini, Rektor UTU Prof. Dr. Drs. Ishak Hasan, M.Si., mendorong para wisudawan untuk terus berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

Acara wisuda dimulai pukul 08.00 WIB, dihadiri oleh Wakil Rektor, Dekan, anggota Senat, dosen, staf pengajar, serta keluarga wisudawan. Dalam sambutannya, Rektor UTU menyampaikan selamat kepada para lulusan yang berhasil menyelesaikan studi tepat waktu. Ia juga memberikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mendukung putra-putri mereka hingga berhasil meraih gelar sarjana.

“Saya mengucapkan selamat kepada para mahasiswa yang diwisuda hari ini. Terima kasih juga kepada orang tua yang telah mendukung anak-anak mereka hingga menyelesaikan pendidikan di UTU,” ujar Prof. Ishak Hasan.

Tantangan Lulusan di Era Kompetitif

Dalam pidatonya, Rektor UTU menegaskan bahwa tantangan lulusan ke depan tidaklah mudah. Dengan perkembangan zaman yang cepat, lulusan diharapkan mampu beradaptasi, berinovasi, dan berkolaborasi dalam dunia kerja. Untuk itu, selama di bangku kuliah, para mahasiswa tidak hanya dibekali dengan hard skills, tetapi juga soft skills melalui program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM).

“Perubahan zaman yang menuntut kompetensi semakin tinggi membuat para lulusan harus mampu beradaptasi. Selain kompetensi akademik, UTU juga memberikan bekal soft skills bagi mahasiswa lewat program MBKM dan kerja sama dengan berbagai lembaga di dalam dan luar negeri,” lanjutnya.

Rektor juga berpesan kepada para lulusan untuk menjaga nama baik almamater dan terus memberikan kontribusi positif di mana pun mereka berada.

“Lahirkan inovasi dan tetap berkontribusi untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama,” kata Prof. Ishak memotivasi para wisudawan.

Penghargaan untuk Wisudawan Terbaik

Dalam acara tersebut, UTU juga memberikan penghargaan kepada enam wisudawan terbaik dari masing-masing fakultas. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Rektor UTU didampingi oleh orang tua wisudawan. Keenam wisudawan terbaik itu adalah:

  1. Siti Halimah (Prodi Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan) dengan IPK 3,99
  2. Firas Ikbar Mushaddaq (Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) dengan IPK 3,98
  3. Ungsi Maranatha Padang (Prodi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat) dengan IPK 3,94
  4. Maulana Rafinda (Prodi Teknologi Informasi, Fakultas Teknik) dengan IPK 3,93
  5. Dhea Reknosari (Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian) dengan IPK 3,93
  6. Shinta Aristia (Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi) dengan IPK 3,85

Penghargaan ini menjadi simbol prestasi akademik yang membanggakan, sekaligus motivasi bagi para lulusan untuk terus berkarya.

Kontribusi UTU untuk Pendidikan dan Masyarakat

Sejak berdiri, UTU telah meluluskan 9.239 mahasiswa dari berbagai program studi, dan saat ini memiliki 8.335 mahasiswa aktif. Kampus yang terletak di Meulaboh, Aceh Barat ini terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan, baik melalui inovasi pembelajaran maupun kemitraan dengan berbagai institusi.

Sebagai salah satu kampus yang memperoleh pendanaan terbanyak untuk Program PPK Ormawa dan P2MW di Sumatera, UTU juga aktif berperan dalam mengembangkan kapasitas mahasiswa di luar kampus, mempersiapkan mereka untuk tantangan global yang semakin kompleks.

Dengan prosesi wisuda yang meriah ini, UTU mengukuhkan kembali komitmennya untuk mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan negara.

Reporter: Aduwina Pakeh

Jadi Pemateri di Sekolah SAMARA, Ustaz Harun Usman Bagikan Tips Mengelola Konflik dalam Rumah Tangga

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam Seminar Sekolah SAMARA yang diselenggarakan di Pusdiklat RSUDZA Banda Aceh pada Sabtu, (21/9/2024), Ustaz Harun Usman, Lc, memberikan materi penting mengenai membangun hubungan dalam rumah tangga dan manajemen konflik.

Beliau menyampaikan bahwa cinta dalam rumah tangga harus dibangun atas dasar kasih sayang dan penerimaan, bukan sekadar melihat kelebihan fisik atau materi yang dimiliki pasangan.

Amatan Nukilan.id, pada awal materinya, Ustaz Harun mengutip pandangan ulama dari Timur Tengah yang menyatakan bahwa cinta sejati adalah ketika seseorang menerima kekurangan pasangannya dengan tulus.

“Cinta bukan hanya tentang apa yang menarik hati kita, tetapi juga bagaimana kita siap menerima kekurangan pasangan dengan rasa kasih sayang,” ujarnya.

Beliau menekankan bahwa Allah memberikan pasangan kepada kita bukan hanya untuk dicintai karena apa yang dimiliki, tetapi untuk mencintai apa adanya.

Dalam hadis Rasulullah SAW, disebutkan bahwa seorang wanita dinikahi karena empat hal: hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Namun, Ustaz Harun menegaskan bahwa faktor harta, keturunan, atau kecantikan tidak dapat menjadi jaminan kebahagiaan dalam rumah tangga.

“Harta bisa habis, keturunan tidak menjamin jodoh, dan kecantikan akan memudar seiring waktu. Yang tetap bertahan adalah akhlak dan agama,” tuturnya.

Penelitian yang dikutip oleh Ustaz Harun menyebutkan bahwa dalam pernikahan, cinta hanya membutuhkan porsi 5%, sementara 95% lainnya adalah rasa hormat, penghargaan, dan sikap saling membantu.

“Kata-kata seperti tolong, terima kasih, dan maaf adalah modal triliunan yang harus selalu kita gunakan untuk menjaga hubungan rumah tangga tetap harmonis,” jelasnya.

Beliau juga mengingatkan bahwa dalam pernikahan, tidak ada hierarki antara suami dan istri. Keduanya adalah mitra dan sahabat yang setara, sehingga harus saling menghormati dan tidak semena-mena dalam memperlakukan satu sama lain. Ustaz Harun mengutip Khalifah Umar bin Khattab yang mengatakan bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan bebas, maka tidak ada tempat untuk memperbudak pasangan.

Selain itu, Ustaz Harun juga menjelaskan bahwa pasangan hidup diberikan kepada kita untuk melestarikan nilai-nilai keluarga yang harmonis.

“Seperti tanah yang subur, sebuah rumah tangga yang dilandasi oleh ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu lainnya, akan melahirkan kebahagiaan dan keharmonisan,” ucapnya sambil mengutip Al-Quran surat Al-A’raf ayat 58.

Lebih lanjut, beliau juga mengingatkan pentingnya prinsip kesalingan dalam hubungan suami istri. Pasangan harus menjadi cermin satu sama lain, saling mengingatkan kebaikan dan menutupi kekurangan.

“Jadilah cermin yang menunjukkan kebenaran, bukan belanga yang terlihat bagus di depan tetapi hitam di belakang,” pesannya.

Ustaz Harun memaparkan lima pilar utama dalam membangun keluarga sakinah yang harus diterapkan setiap pasangan. Pilar pertama adalah berpasangan, yang berarti menyatukan “aku” dan “kamu” menjadi “kita” dalam ikatan kebersamaan.

“Selanjutnya, pernikahan harus dibangun di atas ikatan yang kokoh, yaitu melalui janji suci pernikahan yang mengikat kedua belah pihak,” katanya.

Pilar ketiga, penting bagi pasangan untuk selalu memperlakukan satu sama lain dengan baik, menghormati, dan menyayangi tanpa syarat. Keempat, setiap keputusan dalam rumah tangga harus diambil melalui musyawarah, melibatkan kedua pasangan secara adil.

“Terakhir, saling rela dan menerima takdir menjadi fondasi dalam menghadapi setiap ujian, dengan kesadaran bahwa segala sesuatu sudah ditetapkan oleh Allah,” tambahnya.

Seminar yang diadakan ini menekankan pentingnya manajemen konflik dalam rumah tangga dan menjaga keharmonisan hubungan melalui prinsip-prinsip saling menghargai, menyayangi, dan menghormati pasangan. (XRQ)

Reporter: Akil

Anggota DPRA Desak Dinas Pengairan Aceh Segera Tangani Banjir di Krueng Teunom

0
Anggota DPR Aceh terpilih Musdi Fauzi meninjau langsung lokasi luapan sungai Krueng Teunom bersama Pimpinan DPRK Sementara Irwanto Np, Personel Kepolisian Polres Aceh Jaya, Babinsa, Babinkamtibmas, bersama Masyarakat setempat. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Meulaboh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) terpilih, Musdi Fauzi, mendesak Dinas Pengairan Aceh untuk mempercepat pembangunan tanggul di sepanjang Sungai Krueng Teunom, Aceh Jaya. Desakan ini disampaikan setelah Musdi meninjau langsung kondisi banjir yang merendam pemukiman warga di Gampong Rambong Payong, Teunom, Sabtu (21/9/2024).

Musdi menyatakan, pembangunan tanggul ini harus segera diselesaikan agar dapat mengantisipasi banjir yang terus berulang di wilayah tersebut.

“Saat ini, Dinas Pengairan Aceh sedang bekerja di sini. Kami akan mendesak mereka mempercepat proyek ini agar banjir bisa dicegah dan tidak lagi merugikan warga,” ujar Musdi di lokasi peninjauan.

Sungai Krueng Teunom kembali meluap sejak dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB. Luapan air sungai tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur jalan serta merendam pemukiman warga. Petugas dari kepolisian, TNI, serta aparat desa setempat masih terus berjaga untuk membantu evakuasi warga ke tempat yang lebih aman.

Warga Mengungsi, Kerusakan Semakin Parah

Salah satu warga, Dedi Azani, mengungkapkan bahwa banjir kali ini lebih besar dari biasanya, hingga merusak jalan yang baru dibangun.

“Banyak keluarga yang terpaksa mengungsi karena kondisi semakin parah,” kata Dedi.

Banjir yang kerap terjadi di kawasan ini membuat warga merasa resah. Setiap kali hujan deras turun, mereka harus bersiap mengungsi dan merelakan rumah serta barang-barang berharga terendam air. Meski bantuan dari pemerintah setempat datang, warga merasa bantuan tersebut tidak sebanding dengan kerugian yang mereka alami.

“Kami berharap pemerintah bisa lebih cepat menangani masalah ini. Kami sudah lelah setiap kali banjir datang, harus membersihkan lumpur yang merendam rumah kami,” tambah Dedi.

Musdi Fauzi dan Irwanto NP, pimpinan DPRK Aceh Jaya yang juga turut meninjau lokasi, berjanji akan mengawal masalah ini agar penanganan banjir bisa segera dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan.

Banjir di kawasan ini bukanlah kejadian baru. Hampir setiap musim hujan, kawasan yang dilalui Sungai Krueng Teunom selalu mengalami banjir yang merugikan warga, mulai dari kerusakan infrastruktur hingga harta benda yang terendam.

Editor: Akil

BI Gelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024, Sasar 5 Pulau di Aceh

0
Kepala BI Aceh, Rony Widijarto. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Sabang  Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2024. Program ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan uang rupiah yang layak edar di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di Provinsi Aceh.

Pada tahun ini, ERB 2024 akan menyasar lima pulau di perairan Aceh, yaitu Pulau Weh di Kota Sabang, Pulau Breuh dan Pulau Nasi di Kabupaten Aceh Besar, serta Pulau Simeulu dan Pulau Banyak di Kabupaten Singkil. Kegiatan ini akan dilaksanakan dengan menggunakan KRI Teuku Umar 385.

Kepala BI Perwakilan Provinsi Aceh, Rony Widjiarto P, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan Rp5 miliar dalam bentuk uang pecahan kecil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut. 

Selain itu, BI juga membawa berbagai bantuan sosial seperti laptop, printer, speaker, tas sekolah, kipas angin, sajadah, toa, sembako, dan genset.

“Tujuan ERB ini adalah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap uang rupiah yang layak edar, serta mensosialisasikan pentingnya Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah,” ujar Rony.

Dalam pelaksanaannya, BI bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut untuk memberikan pelayanan penukaran uang kepada masyarakat di pulau-pulau yang dikunjungi. 

Selain itu, kegiatan sosialisasi CBP Rupiah juga akan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga nilai rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Pelepasan tim ERB 2024 di Dermaga Lanal Kota Sabang pada Jumat (20/09/2024) disaksikan oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan Mabes TNI AL, Komandan Gugus Keamanan Laut I, Danlanal Sabang, Pj Walikota Sabang, dan Forkopimda Sabang.

Reporter: Rezi

Cuaca Wilayah Aceh Berpotensi Hujan Lokal, Nelayan Diminta Waspada

0
Ilustrasi gelombang tinggi (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Malikussaleh memprediksi cuaca di sejumlah wilayah di Aceh, termasuk Lhokseumawe dan Aceh Utara, berpotensi diguyur hujan lokal pada Sabtu (21/9/2024) sore hingga malam hari. Beberapa daerah lain yang juga berpotensi mengalami hujan lokal adalah Bener Meriah, Takengon, Aceh Timur, Bireuen, dan Kota Langsa.

Menurut Arijudin, prakirawan cuaca BMKG Malikussaleh, kondisi cuaca di wilayah-wilayah tersebut diperkirakan akan berawan pada sore hari, dengan potensi hujan lokal yang meningkat pada malam harinya.

“Suhu udara pada malam hari diprediksi berkisar antara 29 hingga 31 derajat Celsius,” ujarnya dalam siaran Info Cuaca Sore yang disiarkan di Pro-1 RRI Lhokseumawe.

Selain itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan terkait ketinggian gelombang di pesisir Aceh. Di pesisir pantai, gelombang diperkirakan berkisar antara 0,3 hingga 0,5 meter, sedangkan di area sekitar 20 kilometer lepas pantai, ketinggian gelombang bisa mencapai 1,5 meter.

Arijudin mengimbau para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu dan potensi hujan dengan intensitas sedang yang bisa terjadi pada malam hari.

“Kami mengimbau nelayan agar berhati-hati saat melaut, terutama di malam hari,” tambahnya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan yang bisa memengaruhi aktivitas harian mereka, terutama bagi mereka yang berencana melakukan perjalanan di malam hari.

Editor: Akil