Beranda blog Halaman 904

48 Ribu Lebih Kendaraan Melintas di Tol Sibanceh Selama PON XXI

0
Gerbang Tol Seulimum-Baitussalam. (Foto: Dok. Hutama Karya)

NUKILAN.id | Banda Aceh – PT Hutama Karya (Persero) mencatat total 48.779 kendaraan melintas di jalan Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) selama periode PON XXI, terhitung sejak 8 hingga 20 September 2024.

“Total kendaraan yang melintas sejumlah 48.779 kendaraan atau rata-rata 3.752 kendaraan per harinya selama periode PON XXI,” kata Branch Manager Tol Sibanceh, Totok Masyadi kepada Nukilan, Sabtu (21/9/2024).

Branch Manager Tol Sibanceh, Totok Masyadi, mengungkapkan bahwa secara umum tidak terjadi peningkatan yang signifikan pada volume lalu lintas harian rata-rata. 

Namun, lonjakan kendaraan terjadi pada saat libur panjang akhir pekan, yakni tanggal 13-16 September 2024.

“Tidak terjadi peningkatan signifikan jumlah kendaraan yang melintas secara rata-rata pada periode tersebut, peningkatan terjadi pada saat libur panjang akhir pekan 13-16 September 2024,” ujarnya.

Sementara itu, pada jalur fungsional Seksi 1 (Padang Tiji – Seulimeum) yang khusus diperuntukkan bagi kendaraan resmi PON XXI, tercatat sebanyak 3.900 kendaraan melintas dari kedua arah.

Reporter: Rezi

Cerita Yesni Luik: Datang dengan Kekhawatiran, Pulang dengan Tangis Bahagia dari Aceh

0
Cerita Yesni Luik: Datang dengan Kekhawatiran, Pulang dengan Tangis Bahagia dari Aceh. (Foto: MC PON XXI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Yesni Luik, pelatih cabang olahraga Kempo dari kontingen Nusa Tenggara Timur (NTT), tak kuasa menahan rasa haru saat berbicara tentang pengalamannya mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 di Aceh. Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Media Center PON XXI Aceh, Jumat (20/9/2024), Yesni mengungkapkan bahwa dirinya datang ke Aceh dengan kekhawatiran, namun pulang dengan penuh kebahagiaan.

“Jujur, kami datang dengan kekhawatiran. Namun ternyata, kami pulang dengan tangisan bahagia karena Aceh luar biasa,” ungkap Yesni di hadapan wartawan.

Acara temu pers yang mengusung tema “Kenangan Indah Melampaui Ekspektasi PON XXI Aceh-Sumut 2024” tersebut memberikan ruang bagi para peserta untuk berbagi kesan selama mengikuti ajang olahraga terbesar di Indonesia itu. Yesni mengakui, sebelum tiba di Aceh, dirinya sempat memiliki keraguan, terutama terkait perbedaan budaya dan nuansa keagamaan yang kuat di provinsi ini.

“Saat persiapan menuju PON, kami khawatir tentang kondisi di Aceh. Kearifan lokal dan budaya yang sangat kental menjadi perhatian kami, terutama karena cara berpakaian dan tingkah laku kami di Indonesia bagian timur berbeda,” ujar Yesni.

Namun, segala stigma dan kekhawatiran tersebut segera sirna saat rombongan NTT tiba di Aceh. Yesni mengaku terkesan dengan sambutan hangat masyarakat Aceh yang menunjukkan sikap toleransi tinggi, tanpa memandang perbedaan suku, ras, maupun agama.

“Setibanya di sini, kami khawatir tentang pakaian, tapi saat kami berlatih di pagi hari, masyarakat menyambut kami dengan ramah. Tidak ada gesekan sama sekali, kami merasa aman dan nyaman,” kata Yesni dengan mata berkaca-kaca.

Yesni juga menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada masyarakat Aceh atas keramahan yang diberikan sepanjang pelaksanaan PON XXI. Menurutnya, slogan “Peumulia Jamee,” yang berarti memuliakan tamu, bukan hanya slogan kosong, melainkan nyata dalam setiap interaksi yang ia alami selama di Aceh.

“Saya sangat terharu, slogan untuk memuliakan tamu ternyata benar-benar nyata di sini. Kami merasakannya secara langsung,” ujar Yesni dengan penuh rasa syukur.

Tidak hanya membawa pulang kenangan manis, Yesni juga menjadikan pengalaman di Aceh sebagai pelajaran berharga untuk penyelenggaraan PON 2028 mendatang. NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menjadi tuan rumah PON pada tahun tersebut, dan Yesni berharap keramahan Aceh bisa menjadi contoh bagi daerahnya.

“Ini menjadi PR besar bagi kami di NTT dan NTB sebagai tuan rumah PON 2028. Semoga apa yang kami pelajari di sini bisa diterapkan, agar PON mendatang lebih baik lagi,” tutupnya.

PON XXI 2024 di Aceh dan Sumatera Utara meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta, termasuk Yesni Luik. Ajang ini bukan hanya soal kompetisi olahraga, tetapi juga tentang mempererat persatuan dalam kebhinekaan Indonesia.

Editor: Akil

Presiden Jokowi Apresiasi Kesuksesan PON XXI Aceh-Sumut

0
Presiden Jokowi Apresiasi Kesuksesan PON XXI Aceh-Sumut/ (Foto: Diskominfo Sumut)

NUKILAN.id | Deliserdang – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Jokowi menilai, ajang olahraga nasional tersebut berjalan dengan baik dan sukses.

“Presiden menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membawa PON ke gerbang keberhasilan,” ujar Muhadjir Effendy dalam sambutannya pada penutupan PON XXI di Stadion Utama Sport Centre Sumatera Utara, Deliserdang, Jumat (20/9/2024) malam.

Muhadjir secara pribadi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak-pihak terkait yang bekerja keras sehingga PON dapat berlangsung dengan lancar.

“Terima kasih kepada semua yang telah berkontribusi, sehingga acara ini berjalan dengan sukses,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Penjabat Gubernur Sumatera Utara, Agus Fatoni, turut menyampaikan apresiasi serupa. Menurutnya, pelaksanaan PON XXI berjalan sesuai harapan meski masih terdapat kekurangan dan keterbatasan.

“Kami menyadari ada beberapa kekurangan, untuk itu kami mohon maaf. Namun berkat dukungan semua pihak, PON XXI berhasil berjalan lancar dan semoga menjadi kenangan indah bagi kita semua,” ungkap Fatoni.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Letjen TNI (Purn) Marciano Norman juga menyebut PON Aceh-Sumut berlangsung dengan baik, meski dihadapkan pada sejumlah dinamika. Ia menekankan, tantangan yang dihadapi berhasil diatasi berkat koordinasi yang baik dari seluruh pihak.

“Selama PON, memang terjadi beberapa dinamika, namun semuanya bisa segera diselesaikan. Kita bersyukur PON berjalan baik di tengah berbagai agenda politik seperti Pilpres dan menjelang Pemilu kepala daerah,” kata Marciano.

Ia juga menyoroti peningkatan pelayanan oleh PB PON Aceh-Sumut yang terus membaik dari hari ke hari.

“Pada awalnya, pelayanan belum maksimal, tetapi dengan koordinasi yang kondusif, berbagai kekurangan bisa diatasi secara bertahap,” jelas Marciano.

Penutupan PON XXI berlangsung meriah, dengan ribuan masyarakat memadati tribun Stadion Utama Sport Centre Sumut. Beragam pertunjukan budaya ditampilkan, sementara artis nasional turut memeriahkan acara penutupan.

Pada momen penutupan, bendera PON diserahkan kepada tuan rumah PON XXII yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Beberapa tokoh turut hadir dalam acara ini, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, serta Wakapolri Agus Andrianto.

Dengan berakhirnya PON XXI, Aceh-Sumut sukses mencatatkan sejarah baru dalam penyelenggaraan pesta olahraga nasional yang berjalan lancar dan penuh semangat.

Editor: Akil

Kontingen Sulawesi Utara Apresiasi Sambutan Hangat dari Masyarakat Aceh di PON XXI

0
Kontingen Sulawesi Utara Apresiasi Sambutan Hangat dari Masyarakat Aceh di PON XXI. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sambutan hangat dan penuh kehangatan yang diterima kontingen Sulawesi Utara (Sulut) selama berlangsungnya Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh-Sumut 2024 mendapat apresiasi khusus dari tim Sulut. Chief de Mission (CDM) Sulut, Dr. Marnex Berhimpong, M.Kes, AIFO, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Aceh atas keramahan dan pelayanan selama perhelatan olahraga terbesar di Indonesia ini.

Melalui sebuah video yang diterima Nukilan.id pada Jumat, 20 September 2024, Dr. Marnex menyampaikan apresiasi atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Ketua Umum KONI Sulut, serta seluruh anggota tim. Ia menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Provinsi Aceh, khususnya Kepala Badan Kesbangpol Aceh dan seluruh panitia besar PON (PB PON) Aceh.

“Kami tidak dapat membalas kebaikan Bapak dan Ibu sekalian. Mudah-mudahan kebaikan Bapak dan Ibu membawa berkah bagi kita semua,” ucap Dr. Marnex, penuh rasa syukur.

Selain menyampaikan apresiasi, Dr. Marnex juga menyampaikan permohonan maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan selama keberadaan kontingen Sulut di Aceh. “Kami memohon maaf jika ada tutur kata, sikap, atau perilaku yang mungkin kurang berkenan selama kami di sini,” tuturnya.

Sambutan hangat dari masyarakat Aceh ini diakui tidak lepas dari tradisi lokal yang sudah melekat dalam budaya Aceh, yaitu peumulia jamee, yang berarti memuliakan tamu. Hal ini disampaikan langsung oleh Dedy Andrian, Plt. Sekretaris Badan Kesbangpol Aceh. Menurutnya, menyambut tamu dengan penuh kehormatan adalah tradisi yang sudah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Peumulia jamee bukan hanya sekadar slogan, tapi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh,” jelas Dedy.

Kontingen Sulawesi Utara dalam PON XXI Aceh-Sumut 2024 berpartisipasi dengan membawa 198 atlet, 56 pelatih, dan 40 ofisial yang berlaga dalam 34 cabang olahraga. Hingga menjelang penutupan PON XXI, kontingen Sulut berhasil meraih 10 medali emas, 14 perak, dan 18 perunggu, dan menempati peringkat ke-17 dalam klasemen perolehan medali.

PON XXI Aceh-Sumut 2024 menjadi ajang yang tak hanya mempertandingkan kehebatan atlet, namun juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan antarprovinsi. Sambutan hangat masyarakat Aceh menjadi salah satu highlight penting dalam perhelatan olahraga nasional ini. (XRQ)

Reporter: Akil

Aceh Juara Umum Selam di PON 2024, Raup Tiga Emas dan Satu Perak

0
Aceh Juara Umum Selam di PON 2024. (Foto: MC PON XXI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kontingen Aceh berhasil keluar sebagai juara umum cabang olahraga selam laut pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024. Ajang ini berlangsung di Pelabuhan CT-1 BPKS, Sabang, pada 16-18 September 2024.

Atlet Aceh menunjukkan performa gemilang dengan mengamankan tiga medali emas dan satu perak. Prestasi ini dipersembahkan oleh Annuar yang meraih emas pada nomor 5 Point Course putra, serta dua emas lainnya yang diraih Iqbal di nomor selam kolam. Sementara itu, Eka Resdianto menambah koleksi medali dengan perak di nomor M Course putra.

Ketua Harian Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Aceh, Dahlan Zainal Abidin, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan para atlet Aceh tidak lepas dari perjuangan keras, meskipun mereka harus berlatih dalam keterbatasan fasilitas.

“Ini adalah buah kerja keras tim. Tiga emas dan satu perak bukan hasil yang mudah, terutama dengan keterbatasan yang kami hadapi,” ujar Dahlan saat ditemui usai pertandingan.

Ia juga berharap agar Pemerintah Aceh lebih serius memperhatikan cabang olahraga selam, yang menurutnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Menurut Dahlan, pencapaian ini hanyalah awal dari keberhasilan selam Aceh di masa mendatang.

“Semoga dengan hasil ini, Pemerintah Aceh dapat melihat bahwa olahraga selam punya potensi besar. Kami sudah membuktikan dengan tiga emas dan satu perak, dan ini baru langkah awal,” tutupnya.

Dengan hasil tersebut, Aceh mempertegas posisinya sebagai salah satu kekuatan besar di dunia olahraga air Indonesia, khususnya selam, di PON 2024.

Editor: Akil

Dr Khamisah Ungkap Kekuatan Al-Quran dalam Mewujudkan Harmoni Rumah Tangga

0
Dr. Khamisah, S.Ag, M.Ag, sebagai pembicara di Seminar Sekolah SAMARA. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Seminar Sekolah SAMARA yang diselenggarakan di Pusdiklat RSUDZA Banda Aceh pada Sabtu, (21/9/2024), menghadirkan Dr. Khamisah, S.Ag, M.Ag, sebagai pembicara. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan materi berjudul “Hiasi Rumah Tangga dengan Baca Al-Qur’an”, yang menekankan pentingnya bacaan Al-Qur’an dalam kehidupan rumah tangga.

Amatan Nukilan.id, Dr. Khamisah membuka sesi dengan menggambarkan bagaimana seorang istri yang rajin membaca Al-Qur’an akan membawa berkah bagi keluarganya, bahkan dapat membuat suami semakin sayang.

“Kira-kira suami tambah sayang enggak, Bu? Kasih uang jajannya tambah enggak?” tanyanya dengan gaya khasnya yang ceria.

Menurutnya, rumah yang dihiasi dengan bacaan Al-Qur’an akan menjadi tempat penuh ketenangan dan keberkahan, di mana suami dan istri dapat menjadi pasangan saleh dan salehah.

Ia menekankan bahwa ketenangan dalam rumah tangga sangat dipengaruhi oleh bagaimana pasangan mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.

“Rumah yang tidak ada bacaan Al-Qur’an itu bagaikan kuburan,” ujarnya. Dr. Khamisah juga menyarankan agar pasangan suami istri saling mengajak untuk membaca Al-Qur’an. “Abang, kita ngaji yuk, di sela waktu kita,” katanya memberikan contoh.

Lebih jauh, Dr. Khamisah menegaskan bahwa rumah tangga yang dihiasi dengan Al-Qur’an akan jauh dari konflik. Pasangan yang terbiasa membaca Al-Qur’an akan lebih sabar dan mampu menahan emosi ketika menghadapi masalah. Ia juga menyebutkan bahwa seringkali masalah dalam rumah tangga terjadi karena banyak tuntutan yang tidak bisa dipenuhi oleh salah satu pihak.

“Istri yang salehah tidak banyak menuntut, dia tahu kemampuan suaminya,” tegasnya.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta bertanya tentang cara menegur suami yang emosinya mudah terpancing. Dr. Khamisah memberikan solusi sederhana, “Jangan menegur dengan marah-marah, tapi ajak dia ngaji.”

Menurutnya, Al-Qur’an adalah obat untuk hati yang gelisah dan solusi bagi berbagai permasalahan hidup.

Seminar ini ditutup dengan harapan agar semua peserta, baik yang sudah berumah tangga maupun yang belum, bisa menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan hidup.

“Yang belum menikah, saya doakan dipertemukan dengan orang yang Ahlul Qur’an. Amin,” ujar Dr. Khamisah dengan penuh semangat. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

KIP Aceh Jelaskan Definisi “Orang Aceh” dalam Qanun Aceh No. 7 Tahun 2024

0
KIP Aceh Jelaskan Definisi "Orang Aceh" dalam Qanun Aceh No. 7 Tahun 2024. (Foto: linear.co.id)

NUKILAN.id | Subulussalam – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menjelaskan secara rinci definisi “Orang Aceh” yang tercantum dalam Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2024, khususnya terkait Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam yang akan digelar serentak pada 2024. Penjelasan ini tertuang dalam surat balasan dari KIP Aceh kepada KIP Kota Subulussalam, menyusul adanya permintaan klarifikasi mengenai istilah tersebut.

Surat bernomor 1161/PL.02.2-SD/11/2024 yang dikeluarkan pada 18 September 2024, ditandatangani langsung oleh Ketua KIP Aceh, Saiful, di Banda Aceh. Surat ini merespons pertanyaan yang diajukan oleh KIP Subulussalam terkait penafsiran “Orang Aceh” dalam Pasal 24 huruf b Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2024, yang merupakan revisi atas Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah di Aceh.

Penjelasan KIP Aceh menguraikan definisi “Orang Aceh” dalam empat poin penting yang merujuk pada beberapa aturan hukum yang berlaku. Berikut rangkuman isi surat balasan tersebut:

  1. Dasar Hukum Penjelasan
    Menurut Pasal 24 huruf b Qanun Aceh No. 12 Tahun 2016, yang telah diubah oleh Qanun No. 7 Tahun 2024, “Orang Aceh” didefinisikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 211 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Dalam pasal tersebut, dijelaskan bahwa “Orang Aceh” adalah setiap individu yang lahir di Aceh atau memiliki garis keturunan Aceh, baik yang tinggal di Aceh maupun di luar Aceh, yang secara sukarela mengakui dirinya sebagai orang Aceh.
  2. Qanun Aceh Tentang Kependudukan
    Lebih lanjut, Pasal 4 ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan juga menegaskan definisi yang serupa, bahwa “Orang Aceh” adalah individu yang lahir di Aceh atau memiliki garis keturunan Aceh. Pada ayat (2) disebutkan bahwa keturunan ini bisa berasal dari etnis Aceh, Alas, Gayo, Aneuk Jame, Kluet, Simeulue, Singkil, dan Tamiang, serta mengikuti garis keturunan bapak dan/atau ibu.
  3. Perbedaan “Orang Aceh” dan “Penduduk Aceh”
    Perlu dibedakan antara “Orang Aceh” dan “Penduduk Aceh”. Dalam Pasal 212 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006, “Penduduk Aceh” didefinisikan sebagai setiap individu yang tinggal menetap di Aceh, tanpa memandang suku, ras, agama, atau keturunan. Dengan kata lain, penduduk Aceh dapat mencakup orang Aceh asli maupun pendatang yang tinggal menetap di wilayah tersebut.
  4. Implikasi bagi Pilkada Subulussalam
    Penjelasan ini penting dalam konteks Pilkada Subulussalam, terutama terkait dengan persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon kepala daerah. Status sebagai “Orang Aceh” bisa menjadi salah satu faktor penentu yang diatur dalam qanun untuk memastikan bahwa calon kepala daerah memenuhi kriteria sebagai warga lokal yang berakar dari budaya dan tradisi Aceh.

Dengan demikian, KIP Aceh telah memberikan panduan yang jelas mengenai definisi “Orang Aceh” untuk memastikan bahwa proses Pilkada serentak 2024 di Subulussalam dapat berlangsung sesuai dengan aturan yang berlaku, sambil tetap menghormati ketentuan hukum yang telah ditetapkan dalam qanun.

Editor: Akil

BEM SI Aceh Gelar Rakerwil ke-2 di Universitas Samudra: Bahas Arah Gerakan Mahasiswa ke Depan

0
BEM SI Aceh Gelar Rakerwil ke-2 di Universitas Samudra. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Aceh menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-2 di Universitas Samudra, Langsa, pada 17-19 September 2024. Acara tahunan ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari sembilan kampus di Aceh, termasuk Universitas Malikussaleh, IAIN Lhokseumawe, dan Universitas Syiah Kuala.

Rakerwil kali ini menjadi momentum penting untuk menyusun arah gerakan BEM SI ke depan.

“Rakerwil ini adalah agenda yang sangat strategis bagi kami untuk menentukan langkah BEM SI ke depannya, baik untuk mahasiswa maupun masyarakat Aceh,” ujar Muhammad Rafiqi, Koordinator BEM SI Wilayah Aceh.

Universitas Samudra yang bertindak sebagai tuan rumah merasa bangga atas kepercayaan yang diberikan.

“Ini sebuah kehormatan bagi kami bisa menjadi tuan rumah Rakerwil. Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang baik dari seluruh delegasi sehingga acara berjalan sesuai harapan,” ungkap Daffa Febrian Fachrozi, Presiden Mahasiswa Universitas Samudra.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini mendapat dukungan penuh dari panitia, yang bekerja keras memastikan kelancarannya.

“Menjadi ketua panitia untuk acara sebesar ini bukanlah tugas mudah, namun berkat dukungan seluruh tim, acara ini berjalan dengan sukses. Semoga apa yang kami lakukan bisa bermanfaat,” kata Muallif Rizky, Ketua Panitia Rakerwil.

Hasil dari Rakerwil ini akan dibawa ke Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BEM SI yang akan berlangsung di Pontianak pada 24-29 Oktober 2024. Para peserta berharap, keputusan-keputusan yang diambil di Rakernas dapat memperkuat peran mahasiswa dalam membawa perubahan positif bagi bangsa.

“Kami berharap keberadaan BEM SI bisa semakin dirasakan, tidak hanya oleh mahasiswa tetapi juga masyarakat Aceh,” tambah Rafiqi.

Acara ini menegaskan komitmen mahasiswa untuk terus berkontribusi dalam isu-isu sosial dan pendidikan di Aceh, dengan semangat kolaborasi yang semakin kuat di antara berbagai kampus di wilayah tersebut.

Editor: Akil

Hattrick! Jawa Barat Kembali Jadi Juara Umum PON

0
Penutupan PON XXI. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Medan – Jawa Barat (Jabar) berhasil mencetak sejarah dengan mencatatkan kemenangan hattrick sebagai juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Dengan torehan 195 emas, 163 perak, dan 182 perunggu, Jabar kembali mengukuhkan dominasinya di ajang olahraga nasional ini.

Kemenangan Jabar pada PON XXI 2024 melanjutkan tren juara umum yang sudah diraih pada dua edisi sebelumnya, yakni PON XIX Jawa Barat 2016 dan PON XX Papua 2021. Slogan “Jabar Hattrick” yang digaungkan sejak awal pun terwujud dengan gemilang.

Di posisi kedua, DKI Jakarta juga menunjukkan performa luar biasa dengan meraih 184 medali emas, 150 perak, dan 145 perunggu. Jawa Timur menutup posisi tiga besar dengan perolehan 146 emas, 136 perak, dan 143 perunggu.

Sumut dan Aceh Bangga Meski di Luar Tiga Besar

Sebagai salah satu tuan rumah, Sumatera Utara (Sumut) berhasil masuk lima besar dengan raihan 79 emas, 59 perak, dan 116 perunggu. Sementara itu, Aceh yang juga menjadi tuan rumah menempati posisi keenam dengan koleksi 65 emas, 48 perak, dan 79 perunggu.

Perolehan ini tentu menjadi kebanggaan bagi kedua provinsi yang berperan sebagai tuan rumah. Penyelenggaraan PON XXI yang berlangsung selama dua pekan ini berlangsung sukses dan penuh semangat, dengan sorotan pada fasilitas dan antusiasme masyarakat yang luar biasa.

Persaingan Ketat di Bawah Lima Besar

Di luar lima besar, Jawa Tengah mencatatkan hasil yang cukup baik dengan perolehan 71 emas, 74 perak, dan 115 perunggu. Bali menyusul di posisi ketujuh dengan 36 emas, 38 perak, dan 60 perunggu.

Provinsi-provinsi lain seperti Kalimantan Timur (29 emas), Daerah Istimewa Yogyakarta (29 emas), dan Lampung (22 emas) juga masuk dalam sepuluh besar perolehan medali PON XXI.

Berikut adalah klasemen akhir perolehan medali PON XXI Aceh-Sumut 2024:

Posisi Kontingen Emas Perak Perunggu Total
1 Jawa Barat 195 163 182 540
2 DKI Jakarta 184 150 145 479
3 Jawa Timur 146 136 143 425
4 Sumatera Utara 79 59 116 254
5 Jawa Tengah 71 74 115 260
6 Aceh 65 48 79 192
7 Bali 36 38 60 134
8 Kalimantan Timur 29 55 69 153
9 DI Yogyakarta 29 36 52 117
10 Lampung 22 16 30 68

Menutup Perjalanan PON XXI

PON XXI Aceh-Sumut 2024 resmi ditutup pada Jumat (20/9/2024) malam di Stadion Utama Sumut Sport Centre, Deli Serdang, Sumatera Utara. Penutupan yang dihadiri oleh Menko PMK Muhadjir Effendy, mewakili Presiden Joko Widodo, menandai berakhirnya pesta olahraga terbesar di Indonesia yang diikuti oleh 39 kontingen dari seluruh provinsi.

Ajang olahraga ini tidak hanya menjadi panggung prestasi bagi para atlet, tetapi juga sarana untuk mempererat persatuan dan kebersamaan di antara daerah-daerah di Tanah Air.

Dengan suksesnya penyelenggaraan PON XXI, semua pihak kini berharap PON selanjutnya bisa digelar dengan lebih spektakuler, sekaligus tetap menjadi arena bagi para atlet muda Indonesia untuk bersinar di kancah nasional maupun internasional.

Editor: Akil

Penutupan PON XXI di Aceh: Meriah dan Bersejarah

0
Plh. Sekda Aceh, Azwardi, AP, M.Si, selaku Ketua Harian PB-PON XXI Wilayah Aceh, saat memberi sambutan pada acara Penutupan PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Stadion Harapan Bangsa. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh PON XXI yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara resmi ditutup pada Jumat (20/9) malam, dengan meriah di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh. Penutupan ini bersamaan dengan acara seremonial di Stadion Utama Sumut Sport Centre, Deli Serdang.

Amatan Nukilan.id, acara di Aceh diawali dengan penampilan seni yang memukau, diikuti oleh defile para kontingen dari seluruh provinsi yang bertanding. Setiap perwakilan provinsi berbaris melewati area utama, melintasi panggung yang megah di depan stadion, menciptakan suasana penuh semangat dan kebersamaan.

Ketua Harian PB PON XXI Wilayah Aceh, Azwardi, AP, M.Si, yang juga menjabat Plh Sekda Aceh, memberikan sambutan hangat. Ia menekankan bahwa PON XXI bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan momen bersejarah yang menyatukan seluruh elemen bangsa.

“Hari ini, kita berkumpul dalam suasana penuh haru dan bahagia untuk merayakan penutupan PON XXI. Acara ini bukan hanya tentang perlombaan, tetapi juga tentang semangat kebersamaan yang tercipta di antara kita semua,” ungkap Azwardi, mengingatkan momen-momen emosional yang terjadi selama pelaksanaan PON.

Azwardi juga menyampaikan kebanggaannya terhadap para atlet yang berjuang dengan semangat tinggi.

“Setiap lompatan, pukulan, dan langkah mereka adalah cermin dari dedikasi dan harapan yang mereka bawa. Mereka bukan hanya bertanding, tetapi juga menjadi duta sportivitas dan persahabatan,” tambahnya.

PON XXI mencatat sejarah baru sebagai ajang olahraga pertama yang diselenggarakan di dua provinsi, dengan total 38 kontingen plus satu dari Ibu Kota Nusantara (IKN). Selain itu, sejumlah rekor baru juga tercipta selama perhelatan ini. Antusiasme masyarakat Aceh Tengah, terutama dalam acara pacuan kuda, terlihat jelas dengan jumlah penonton mencapai 120 ribu orang.

Dari sisi ekonomi dan infrastruktur, PON XXI memberikan banyak manfaat bagi Aceh, termasuk peningkatan infrastruktur dan promosi budaya lokal.

“Acara ini juga menjadi kesempatan bagi atlet Aceh untuk menunjukkan prestasi dan menciptakan kebanggaan sebagai tuan rumah,” jelas Azwardi.

Di penghujung acara, Azwardi menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Aceh dan semua pihak yang berkontribusi.

“Tanpa dukungan Anda semua, pencapaian ini tidak akan mungkin terwujud. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha adalah kunci kesuksesan PON XXI,” katanya.

Ia juga mengajak para kontingen yang kembali ke kampung halaman untuk membawa kenangan indah dari Aceh. “Kami berharap Anda kembali dengan kebanggaan. Pintu Aceh selalu terbuka lebar untuk Anda,” tutupnya.

Dengan penutupan yang meriah ini, PON XXI meninggalkan jejak yang mendalam dalam sejarah olahraga Indonesia, sekaligus menjadi tonggak kebersamaan yang menginspirasi. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah