Beranda blog Halaman 890

Kanwil Kemenag Aceh Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2024

0
Kanwil Kemenag Aceh Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2024. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh sukses melaksanakan Upacara Hari Kesaktian Pancasila yang digelar pada Selasa (1/10/2024). Upacara tersebut berlangsung khidmat di halaman Kantor Kemenag Aceh, Jalan Tgk Abu Lam U Nomor 9, Gampong Kampong Baro, Baiturrahman, Banda Aceh.

Upacara yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini dipimpin oleh Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam (Kabid PAI) H. Khairul Azhar, S.Ag., M.Si., sebagai pembina upacara. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar, mulai dari persiapan barisan oleh komandan upacara hingga berbagai sesi utama yang dilakukan secara teratur.

Kegiatan ini diawali dengan pembacaan Pancasila, dilanjutkan dengan pembacaan UUD 1945, dan ikrar yang ditandatangani oleh Ketua DPR RI Puan Maharani. Upacara kemudian ditutup dengan doa yang mengiringi peringatan tersebut, sehari setelah perenungan peristiwa G30S/PKI.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., turut hadir dalam upacara bersama dengan Kabag Tata Usaha Ahmad Yani, S.Pd.I., para kepala bidang, dan para Pembimbing Masyarakat (Pembimas). Azhari memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh petugas dan jajaran Kemenag Aceh atas keberhasilan penyelenggaraan upacara tersebut.

“Ini adalah bentuk komitmen kita dalam menjaga nilai-nilai luhur Pancasila. Saya sangat mengapresiasi kekhidmatan dan kesiapan seluruh jajaran dalam menyukseskan upacara ini,” ujar Azhari usai pelaksanaan upacara.

Upacara Hari Kesaktian Pancasila diharapkan dapat memperkuat semangat nasionalisme dan memperkokoh persatuan seluruh aparatur Kemenag di Aceh, serta menjadi pengingat akan pentingnya Pancasila sebagai dasar negara yang mempersatukan berbagai perbedaan di Indonesia.

Editor: Akil

Visi Misi Idaman untuk Merubah Aceh Selatan

0

NUKILAN.id | Aceh Selatan -Sesuai dengan Visi dan Misi pasangan Darmansah-Sudirman (IDAMAN) yang telah disampaikan pada sidang istimewa DPRK Aceh Selatan, pada Rabu 24 September 2024 lalu.

Penyampaian visi dan misi beberapa waktu yang lalu riuh dengan tepuk tangan dan decak kagum dari berbagai pihak. Perpaduan mantan Birokrat dan Wakil Rakyat sekaligus pejuang tersebut menjadi harapan bagi masyarakat menuju perubahan nyata untuk Aceh Selatan yang lebih baik.

Calon Bupati Aceh Selatan Darmansyah mengatakan bahwa Visi dan misi IDAMAN dirancang untuk menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar di masyarakat saat ini.

“Kami mengajak masyarakat Aceh Selatan mari kita beri kesempatan kepada Pasangan IDAMAN untuk memimpin Aceh Selatan, InsyaAllah akan kita jalankan program pro rakyat yang termuat dalam visi dan misi,” ujar Darmansah

Berikut deretan Visi Misi Idaman

VISI

ACEH SELATAN MAJU, MANDIRI, ISLAMI, ADIL & MELAYANI

MISI:

1. Peningkatan pemberdayaan dan pembangunan infrastuktur di bidang pertanian, perkebunan, peternakan serta perikanan yang adil dan merata.

2. Membangun tempat labuh lambatnya para nelayan seperti Kuala Bau, Sawang, Bakongan, Pasie Raja, Damartutong, Sawang, Meukek dan Labuhanhaji.

3. Memberikan insentif modal usaha dan pelatihan kepada pemuda desa agar mandiri secara ekonomi dan berdaya saing.

4. Membuka lapangan kerja untuk lulusan baru perguruan tinggi dengan menciptakan sentra-sentra ekonomi kreatif berbasis potensi desa dan pariwisata.

5. Meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan para korban konflik (KPA) dengan memberikan modal usaha dan lapangan pekerjaan serta pemberian lahan untuk eks kombatan sesuai dengan MoU Helsinki.

6. Menata perkotaan sebagai pusat ibu kota yang indah dan bersih serta penataan lingkungan lestari untuk menjaga sumber air bersih yang merata di seluruh Aceh Selatan.

7. Menjaga stabilitas harga bahan pokok kebutuhan masyarakat

8. Pengelolaan tambang yang pro rakyat dengan sistem membantu perizinan yang berbasis legal yang dikelola oleh rakyat melalui BUMD/Koperasi untuk meningkatkan penghasilan penambang dan menunjang PAD  (pendapatan asli daerah)

9. Meningkatkan penghasilan usaha masyarakat dengan memberikan modal usaha dan alat usaha yang berkualitas untuk usaha menengah ke bawah seperti perbengkelan, nelayan, pemuge ikan, penjahit, doorsmeer, abang becak, sopir mobil angkutan dan profesi lainnya.

10. Meningkatkan peran aktif perempuan dalam segala lini pembangunan.

11. Pelayanan kesehatan yang berkualitas, responsif, cepat tanggap dan memihak kepada masyarakat.

12. Menetralisasi kantor camat sebagai tempat pengurusan administrasi kependudukan, perpajakan dan lainnya serta memberikan bantuan pelayanan hukum dan pendampingan hukum secara gratis kepada semua lapisan masyarakat.

13. Meningkatkan TC bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

14. Meningkatkan kualitas pendidikan melalui integrasi pendidikan formal dan non-formal serta perhatian khusus untuk anak-anak disabilitas (anak cacat).

15. Membangun perpustakaan khusus kitab di lingkungan pesantren atau dayah.

16. Membantu para bakti dan honorer untuk mendapatkan hak-haknya sebagai syarat diangkat menjadi P3K dan PNS secara layak.

17. Beasiswa untuk anak yatim, keluarga tidak mampu, aneuk dayah dan mahasiswa yang berprestasi.

18. Peng panyot (program pemberdayaan gure-gure bale semeubeut tradisional dan TPA serta pembangunan masjid, dayah dan tempat pengajian anak)

19. Santunan kematian berbasis asuransi syariah

20. Mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai seni budaya dan adat istiadat seperti rapai debus, rebana dan kesenian islami lainnya melalui kegiatan event tahunan sebagai ajang kreativitas karya anak daerah.

21. Pembangunan jalan sentra pertanian yang produktif dan menuntaskan pengaspalan jalan desa serta kabupaten

22. Pembangunan pelabuhan internasional untuk ekspor dan impor barang tambang dan CPO (Crude Palm Oil)

23. Respon cepat terhadap bencana alam dan mengatasi persoalan banjir tahunan dibeberapa titik di Kabupaten Aceh Selatan, juga membangun kembali infrastruktur yang diterjang banjir di ladang rimba dan sekitarnya serta beberapa ruas jalan nasional yang diakibatkan oleh banjir.

24. Melakukan penanaman padi serentak dan pemberian pupuk yang cukup kepada petani serta memfungsikan kembali irigasi-irigasi yang ada di Aceh Selatan dan mengembalikan lahan sawah yang telah beralih fungsi berdasarkan data terkahir lahan sawah aktif sekarang hanya tinggal 6800 hektar dari yang sebelumnya 22 Ribu hektar.

25. Pengelolaan perkebunan yang terintegrasi dan memberikan sertifikat kepada masyarakat yang belum memiliki lahan pertanian dan perkebunan.

26. Melanjutkan dan membenahi bangunan-bangunan yang terbengkalai di Aceh Selatan.

28. Membangun daerah dengan kekuatan sendiri dengan pola menjemput dana pusat dan menghapus difisit anggaran di Aceh Selatan.

30. Menuntaskan pembagunan rumah duafa di seluruh Gampong di kabupaten Aceh Selatan.

31. Menjadikan Aceh Selatan sebagai pusat pengembangan olahraga yang unggul dan berprestasi dengan membangun sarana, prasana dan pembinaan atlit yang berkualitas berdaya saing nasional.

32. Menuntaskan peralihan tanah asrama naga sakti menjadi milik masyarakat Aceh Selatan serta pembangunan asrama mahasiswa/i di Meulaboh dan Lhoksumawe.

Lanjutnya “ternyata tanah asrama naga sakti bukan milik pemerintah Aceh Selatan, bukan milik rakyat aceh selatan maka belum bisa di bangun asrama tersebut karena status tanah masih hak pakai pada yayasan yang tidak jelas hampir 40 tahun, maka hal ini perlu kita tuntaskan,” tutup Mantan Kadispora Aceh ini. []

 

Harapannya Visi Misi yang telah di targetkan ini akan berjalan dengan lancar sehingga persolan di masyarakat dapat di tuntaskan, maka dari itu kami mengajak masyarakat kompak bersama Idaman untuk melakukan perubahan menuju Aceh Selatan yang maju dan berdaya saing. []

Srikandi Repnas Aceh Sebut Dek Fadh Idolanya Anak Muda

0
Ketua Srikandi Repnas, Cut Dira Miralda. (Foto: Dok. Pribadi Cut Dira)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Srikandi Repnas (Relawan Pengusaha Musa Nasional)  Aceh, Cut Dira Miralda, menyebutkan sosok calon wakil gubernur Aceh, Fadhlullah alias Dek Fadh adalah calon pimpinan yang menjadi idolanya anak muda di Aceh.

“Bang Fadhlullah ini menjadi magnet kuat dan sekaligus menjadi idola  bagi anak muda di Aceh, Beliau calon kandidat yang paling muda, yang paham tentang apa yang diinginkan anak muda Aceh kedepan, dan dia punya segudang pengalaman dalam pemerintahan terutama di parlemen,” sebut Cut Dira Miralda, di Banda Aceh, Senin 30 September. 2024

Dirinya menyakini, pendamping Mualem ini adalah pasangan yang paling pro anak muda dan sebutnya lagi, saat ini adalah  momentum penting bagi anak muda di Aceh, memperbaik daerah ini untuk bersama pasangan nomor urut 2, guna membawa Aceh lebih maju dan sejahtera kedepan

“Bang Fadh adalah calon kandidat yang masih muda, cerdas dan bersahaja, yang paham tentang apa yang diinginkan anak muda di  Aceh kedepan,” kata Cut Dira 

Tambanya lagi, sepuluh tahun menjadi anggota dewan  di DPRI, juga menjadi tambahan nilai plus, bagi kaum muda di Aceh memilih  pasangan ini.

Pengusaha muda dibidang event organizer ini,  menyakini Dek Fadh akan mampu menjawab semua kebutuhan dunia anak muda, terutama masalah pendidikan dan lapangan kerja yang baik untuk mengentaskan pengangguran.

“Kami Srikandi Repnas Aceh, tentu akan bekerja keras, mengajak semua anak muda Aceh untuk memenangkan pasangan ini,  dengan membangun kampanye yang kekinian, yang  melibatkan para Influencer untuk mensosialisasikan visi dan misi Paslon 2 ini,” tutupnya. []

Dugaan Pungutan Liar di Rekrutmen PPL: Panwaslihcam Aceh Timur Dikecam

0
Dugaan Pungutan Liar di Rekrutmen PPL Oleh Panwaslihcam Aceh Timur. (Foto: suaraindonesia-news.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kecemasan melanda masyarakat Aceh Timur menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang melibatkan Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwaslihcam) telah mencuat ke permukaan, menimbulkan berbagai laporan dari sejumlah kecamatan di wilayah ini. Praktik tersebut diduga terjadi dalam proses perekrutan Petugas Pengawas Lapangan (PPL) di tingkat gampong.

Berbagai informasi menunjukkan bahwa dugaan pungli tidak hanya terjadi di Kecamatan Pante Bidari, tetapi juga telah menyebar ke kecamatan lain, termasuk Indra Makmur dan Peureulak. Seorang sumber dari Kecamatan Indra Makmur, yang meminta namanya dirahasiakan, mengungkapkan bahwa pelamar PPL diminta menyetorkan sejumlah uang untuk dijamin kelulusannya.

“Di Kecamatan Indra Makmur juga terjadi pungli,” ungkapnya, dikutip dari suaraindonesianews, Senin (30/9/2024).

Kondisi semakin mengkhawatirkan ketika seorang pelamar dari Peureulak mengaku gagal dalam seleksi PPL karena menolak menyerahkan uang.

“Karena saya tidak mau menyerahkan uang, jadi mungkin itu alasan saya tidak diluluskan,” katanya.

Dugaan pungli ini tidak hanya mengganggu proses rekrutmen, tetapi juga menimbulkan isu intervensi dari partai politik tertentu yang ingin menyusupkan kader mereka sebagai PPL di setiap desa demi memenangkan calon bupati dan gubernur yang mereka usung. Seorang sumber dari Peudawa, berinisial MN, mengonfirmasi bahwa intervensi ini berkaitan erat dengan kepentingan politik.

“Mereka sengaja dititip untuk kepentingan politik pada Pilkada,” jelas MN, menambahkan bahwa situasi ini menciptakan keresahan di kalangan masyarakat yang khawatir akan adanya kecurangan dalam Pilkada.

Integritas Panwaslih Kabupaten dan Panwaslihcam kini diragukan. Masyarakat menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam proses pemilihan yang seharusnya bersih dan adil.

Ketua Panwaslih Kabupaten Aceh Timur, Musliadi, hingga kini belum memberikan tanggapan mengenai dugaan pungli tersebut. Upaya komunikasi melalui pesan WhatsApp dan telepon pada Jumat (27/9) dan Sabtu (28/9) tidak membuahkan hasil, dengan Musliadi tetap bungkam.

Dugaan praktik pungli ini menuntut perhatian serius dari pihak berwenang untuk memastikan proses Pilkada berjalan dengan integritas dan keadilan, demi kepercayaan masyarakat.

Editor: Akil

UT Aceh Gelar Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh untuk Mahasiswa Baru

0
UT Aceh Selenggarakan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh untuk Mahasiswa Baru 2024. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Universitas Terbuka (UT) Aceh menggelar Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) bagi mahasiswa baru angkatan 2024 ganjil pada Sabtu, 28 September 2024. Bertempat di Hoco Coffee Lambuk, Banda Aceh, acara ini dihadiri oleh sejumlah mahasiswa yang antusias mempelajari teknik dan strategi belajar efektif dalam sistem pendidikan jarak jauh.

Kegiatan PKBJJ ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada mahasiswa baru agar dapat belajar secara mandiri dan efektif. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan materi dari para narasumber berpengalaman di bidang pendidikan, yang diharapkan dapat memberikan wawasan serta memotivasi mahasiswa dalam menghadapi tantangan belajar di UT.

Selain mendengarkan paparan dari narasumber, mahasiswa baru juga berkesempatan untuk berpartisipasi dalam diskusi kelompok. Mereka membahas dan merancang tujuan belajar, baik jangka pendek maupun jangka panjang, serta menyusun rencana jadwal belajar semester. Salah satu teknik yang diperkenalkan adalah metode SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan memahami materi.

Direktur UT Aceh, Syamsuri, S.IP., menjelaskan, “Kegiatan ini sangat penting untuk melatih mahasiswa baru dalam mengikuti proses pembelajaran di UT Banda Aceh. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali mahasiswa agar dapat belajar secara mandiri dan mempersiapkan diri dengan baik untuk studi mereka.”

PKBJJ tidak hanya berlangsung di Banda Aceh, tetapi juga dilaksanakan di berbagai kota lain, seperti Takengon, Tapaktuan, Aceh Timur, Langsa, Sigli, Subulussalam, Lhokseumawe, dan Sinabang. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung mulai 22 September hingga 2 Oktober 2024.

Dengan dilaksanakannya PKBJJ, UT berharap mahasiswa baru dapat lebih siap menghadapi tantangan belajar secara mandiri, memaksimalkan potensi mereka, dan membangun fondasi belajar yang kuat di era digital. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam perjalanan pendidikan mereka di Universitas Terbuka.

Editor: Akil

Fajran Zain Sebut Mualem Pilihan yang Tepat Demi Pemerintahan Aceh Lebih Produktif

0
Wakil Sekretaris DPP PA, Fajran Zain. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Mualem–Dek Fadh, Fajran Zain, mengajak masyarakat Aceh mempertimbangkan pasangan Muzakkir Manaf (Mualem) dan Fadhlullah (Dek Fadh) dalam Pilkada Aceh yang akan berlangsung pada 27 November 2024 mendatang. Menurutnya, jika Mualem terpilih sebagai Gubernur Aceh, kinerja pemerintahan Aceh akan menjadi lebih produktif.

“Jika Mualem yang terpilih, Insya Allah, kinerja pemerintahan Aceh akan lebih produktif,” ujar Fajran saat ditemui di sela-sela Rapat Paripurna Pelantikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Senin (30/9/2024).

Sidang Paripurna DPRA tersebut menetapkan 81 anggota DPRA terpilih dari Pemilu Legislatif 14 Februari 2024 lalu. Dari jumlah tersebut, 52 anggota atau sekitar 64 persen berasal dari partai yang tergabung dalam koalisi pendukung pasangan Mualem–Dek Fadh. Fajran menegaskan, keberadaan mayoritas anggota DPRA dari partai pendukung Mualem ini akan berdampak pada peningkatan performa pemerintahan.

“Legislatif sekarang sudah di bawah supervisi partai koalisi pendukung Mualem. Kami berharap, di lini eksekutif pun akan berada di bawah supervisi yang sama. Dengan begitu, akan tercipta keseimbangan dan keselarasan,” kata Fajran.

Fajran menyebut salah satu kendala utama selama ini adalah sulitnya menyelaraskan aspirasi antara eksekutif dan legislatif, yang mengakibatkan lambatnya eksekusi banyak agenda pemerintahan. Dengan dukungan kuat dari legislatif, ia berharap pemerintahan Aceh di bawah Mualem akan berjalan lebih lancar dan efektif.

“Kami harus melakukan percepatan untuk menuntaskan banyak agenda pembangunan di Aceh, seperti mengatasi kemiskinan ekstrem, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, kualitas kesehatan masyarakat, pendidikan, sumber daya manusia, menjaga kelestarian lingkungan, dan memastikan keberlanjutan perdamaian Aceh,” ujar Fajran.

Ia pun mengajak masyarakat Aceh untuk memilih dan memenangkan pasangan Mualem–Dek Fadh dalam Pilkada mendatang.

Diketahui, koalisi pendukung pasangan Mualem–Dek Fadh terdiri dari Partai Aceh (20 kursi), PKB (9 kursi), Demokrat (7 kursi), Gerindra dan PPP (masing-masing 5 kursi), PKS (4 kursi), serta PNA dan PDIP (masing-masing 1 kursi), yang keseluruhannya berjumlah 52 kursi. Koalisi ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara eksekutif dan legislatif demi peningkatan produktivitas pemerintahan Aceh.

Editor: Akil

Pimpinan Baitul Mal Aceh Dorong Implementasi PP Zakat Pengurang Pajak

0
Pimpinan Baitul Mal Aceh Dorong Implementasi PP Zakat Pengurang Pajak. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pimpinan Baitul Mal Aceh (BMA) yang diwakili oleh Anggota Badan Mukhlis Sya’ya dan Muhammad Ikhsan, baru-baru ini mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Hotel Grand Senyiur, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 25-27 September 2024.

Rakornas yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo ini mengusung tema “Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita”. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan BAZNAS dari 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota se-Indonesia.

Mukhlis Sya’ya menjelaskan bahwa dalam forum tersebut, BMA memaparkan perkembangan pengelolaan zakat infak yang dilakukan untuk membantu pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan di Aceh. Ia menekankan perlunya percepatan lahirnya Peraturan Pemerintah (PP) sebagai turunan dari Pasal 192 Undang-Undang No 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh. Pasal tersebut menyebutkan bahwa zakat yang dibayar dapat mengurangi pajak penghasilan terutang dari wajib pajak.

“Sampai saat ini, PP tersebut belum juga terwujud setelah 18 tahun. Hal ini mengakibatkan masyarakat Aceh terkena double tax, di mana mereka harus membayar pajak dan zakat secara bersamaan,” kata Muhammad Ikhsan, menambahkan bahwa zakat juga diakui sebagai Pendapatan Asli Daerah dalam Pasal 180 ayat 1 UUPA.

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo mengajak BAZNAS untuk menciptakan terobosan dalam menjaring potensi zakat domestik yang mencapai Rp300 triliun.

“Potensi zakat kita masih sangat besar untuk digali dan dikelola dengan baik. BAZNAS harus melakukan inovasi yang beragam, termasuk edukasi dan sosialisasi, serta membangun ekosistem tata kelola yang transparan dan profesional,” ungkap Jokowi.

Digitalisasi, menurut Presiden, menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan jangkauan BAZNAS kepada lebih banyak muzaki (pembayar zakat) dan memastikan zakat yang disalurkan tepat sasaran.

Rakornas BAZNAS 2024 menghasilkan 17 resolusi yang ditandatangani oleh pimpinan BAZNAS Provinsi sebagai langkah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan zakat demi kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan.

Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, menekankan pentingnya digitalisasi dan transparansi dalam pengelolaan zakat.

“Kami akan meningkatkan kapasitas SDM amil melalui uji kompetensi dan profesionalisme agar seluruh pimpinan BAZNAS di Indonesia dapat menjadi orang-orang yang amanah dan profesional,” pungkasnya.

Acara di IKN juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, dan Wakil Menteri Agama KH. Saiful Rahmat Dasuki, serta perwakilan dari ormas besar Islam di Indonesia seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Editor: Akil

UIN Ar-Raniry dan WSI Aceh Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pengembangan SDM

0
UIN Ar-Raniry dan WSI Aceh Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pengembangan SDM. (Foto: Humas UIN Ar-Raniry)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Aceh dengan menjalin kerja sama bersama Wanita Syarikat Islam (WSI) Provinsi Aceh. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini berlangsung di Aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry pada Sabtu (28/9), bertepatan dengan pelantikan Ketua WSI Aceh, Chairan M Noer Nain.

MoU ini mencakup berbagai bidang penting, termasuk pengembangan sumber daya manusia, penelitian, serta inovasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan daerah. Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof. Eka Sri Mulyani, dan Ketua WSI Aceh, Chairan M Noer Nain, yang disaksikan oleh sejumlah akademisi dan tokoh Aceh, termasuk Prof. Syahrizal Abbas dan Azwar Abubakar.

Dalam sambutannya, Prof. Eka Sri Mulyani mengungkapkan harapannya agar kerja sama ini dapat memperkuat sinergi di berbagai sektor.

“Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengembangan akademik dan inovasi di daerah. Dengan kolaborasi yang baik, kita dapat memberikan kontribusi signifikan dalam kemajuan ilmu pengetahuan di Aceh,” ungkapnya.

Acara ini tidak hanya diisi dengan penandatanganan MoU, tetapi juga dimeriahkan oleh seminar nasional serta bedah buku berjudul Good Governance Era Rasulullah SAW. Buku yang merupakan terjemahan dari kitab Al-Idarah Fi ‘Ashri al-Rasul karya Dr. Hafidz Ahmad ‘Ajaj Karami ini diterjemahkan oleh Usman Husein, dan diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai tata kelola yang baik.

Kerja sama ini diharapkan akan membawa dampak positif bagi masyarakat Aceh, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian yang mampu menjawab tantangan lokal dan nasional. UIN Ar-Raniry dan WSI Aceh kini bersinergi untuk menciptakan inovasi dan memperkuat potensi sumber daya manusia di Aceh ke depan.

Editor: Akil

Hening Paradigma Pecahkan Rekor Dunia di PON XXI Aceh-Sumut

0
Logo PON Aceh-Sumut 2024. (Foto: PON)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – PON XXI Aceh-Sumut menyimpan kabar menggembirakan bagi dunia olahraga Indonesia. Atlet paramotor asal Aceh, Hening Paradigma, berhasil mencetak sejarah dengan memecahkan rekor dunia dalam kategori paramotor economic distance WL Solo.

Dalam pertandingan yang berlangsung di venue Bandara Malikussaleh, Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Hening mencatatkan prestasi luar biasa dengan terbang sejauh 46,39 kilometer hanya dengan menggunakan 1,5 kilogram bahan bakar. Prestasi ini berhasil mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh atlet dari Brasil yang menempuh jarak 21,21 kilometer dengan jumlah bahan bakar yang sama pada tahun 2022.

Cahyo Alkantana, Technical Delegate cabang olahraga Paramotor PON XXI Aceh-Sumut, mengonfirmasi pencapaian Hening Paradigma. Ia menyatakan bahwa pencapaian ini telah diakui secara resmi oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada 26 September 2024 dan tercatat dalam World Book of Record.

“Ini adalah sebuah kebanggaan besar bagi Indonesia, karena rekor dunia Paramotor Task Economic Distance WL Solo kini dipegang oleh atlet Indonesia,” ungkap Cahyo.

Dalam ajang PON XXI, Hening Paradigma tidak hanya berhasil memecahkan rekor dunia, tetapi juga meraih dua medali emas. Medali emas pertama diraih dalam kelas Solo Economy FL Distance Putra, dan medali emas kedua didapatkan dari kelas ekonomi Wheel Launch.

Saat dihubungi oleh Media Center Aceh, Hening Paradigma mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi yang diraihnya. “Alhamdulillah,” ujarnya singkat.

Dengan pencapaian ini, Hening Paradigma bukan hanya membawa nama baik Aceh, tetapi juga mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Semangat dan dedikasinya menjadi inspirasi bagi para atlet muda lainnya untuk terus berjuang dan berprestasi di bidang olahraga.

Editor: Akil

Nurul Akmal Belum Berpikir Pensiun Meski Tiga Kali Persembahkan Emas untuk Aceh

0
Nurul Akmal saat Pecahkan Rekor Nasional di PON XXI Aceh-Sumut. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Atlet angkat besi asal Aceh, Nurul Akmal, telah mencatatkan namanya dalam sejarah olahraga Indonesia. Dengan prestasi luar biasa, ia berhasil meraih medali emas di tiga edisi Pekan Olahraga Nasional (PON) secara berturut-turut—Jawa Barat 2016, Papua 2021, dan yang terbaru di PON Aceh-Sumut 2024 yang digelar di tanah kelahirannya.

Meskipun telah menorehkan banyak prestasi dan memecahkan berbagai rekor, Nurul, yang akrab disapa Amel, menunjukkan tekad yang kuat untuk terus berkarier di dunia angkat besi. Di usia yang telah memasuki kepala tiga, ia masih belum mempertimbangkan untuk pensiun.

“Selama belum ada yang bisa melewati rekornya, saya tidak akan berhenti. Selama suami dan orang tua mendukung, saya akan terus berjuang,” ungkapnya dalam sebuah wawancara pada Minggu (29/9/2024).

Amel mengungkapkan bahwa ia masih memiliki dua target utama dalam waktu dekat. Pertama, ia berambisi untuk tampil kembali di Olimpiade 2028 yang akan digelar di Los Angeles, Amerika Serikat. Nurul merasa belum puas dengan penampilannya di dua Olimpiade sebelumnya, Tokyo 2020 dan Paris 2024, di mana ia belum berhasil meraih medali.

Selain itu, ia juga bertekad untuk mengharumkan nama Aceh di PON 2028 yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Dengan prestasi yang telah diraihnya—tiga medali emas dari empat edisi PON—Nurul Akmal berharap dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda atlet angkat besi di Aceh, terutama dalam menghadapi tantangan regenerasi atlet di kelasnya.

Di balik kesuksesannya, Amel tetap berfokus pada cita-citanya dan berharap dapat membawa Aceh ke puncak prestasi di tingkat nasional dan internasional. Dalam perjalanan kariernya, Nurul Akmal menjadi simbol ketahanan dan semangat juang yang tak kenal lelah.

Editor: Akil