Beranda blog Halaman 889

Peluang Cuan “Syiah Kuala Islamic Center”: Dari Pembangunan hingga Pengelolaan

0
Awwaluddin Buselia, S.IP, Peneliti Lembaga Emirates Development Research. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Syiah Kuala Islamic Center, sebuah megaproyek yang digagas untuk menjadi pusat peradaban Islam di Aceh, bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, namun juga menjadi pusat ekonomi yang menawarkan beragam peluang bagi masyarakat. Dari tahapan pembangunan hingga pengelolaan, Islamic Center ini memiliki potensi untuk menciptakan banyak peluang cuan bagi berbagai sektor di Aceh.

Tahapan Pembangunan: Berkah bagi Masyarakat Lokal

Tahap pertama, yang meliputi pembangunan fisik, membuka kesempatan emas bagi masyarakat lokal. Pembebasan lahan warga untuk pembangunan Islamic Center, meskipun sering menimbulkan polemik, memberikan kompensasi finansial yang signifikan bagi pemilik lahan. Selain itu, proyek ini akan menjadi sumber pendapatan bagi ribuan buruh bangunan, pemilik toko bahan bangunan, hingga penyedia pasir dan besi. Pembangunan ini juga memberikan peluang bagi konsultan dan kontraktor lokal untuk terlibat dalam proyek berskala besar.

Di sisi lain, Islamic Center ini akan menghidupkan ekonomi sekitar dengan berbagai sektor usaha yang terkait langsung dengan konstruksi. Toko semen, besi, dan material bangunan lainnya akan mendapatkan lonjakan permintaan yang tentunya akan berdampak positif pada perekonomian lokal. Dalam skala yang lebih luas, proyek ini juga akan menciptakan lapangan kerja baru, yang menjadi angin segar bagi masyarakat Aceh yang masih sedang berjuang memulihkan ekonomi pasca-pandemi.

Tahap Pengelolaan: Peluang di Sektor Keagamaan dan Pendidikan

Setelah Islamic Center ini selesai dibangun, tahap pengelolaan menawarkan lebih banyak peluang bisnis yang berkelanjutan. Salah satu yang paling potensial adalah pengelolaan kegiatan manasik haji dan umrah. Seiring dengan meningkatnya jumlah jemaah haji dan umrah di Aceh, Islamic Center dapat menjadi pusat manasik yang melayani ribuan jemaah setiap tahun. Potensi tumbuhnya Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di sekitar Islamic Center juga menjanjikan potensi ekonomi bagi para pembimbing, penyelenggara, hingga penyedia jasa pelatihan.

Pelatihan manasik dan sertifikasi petugas manasik juga membuka peluang bagi Islamic Center untuk menjadi pusat sertifikasi keagamaan di Aceh. Di tahun 2021, tercatat ada sekitar 8000 pembimbing manasik bersertifikat di Indonesia, namun jumlah di Aceh sendiri belum jelas. Dengan adanya Islamic Center, Aceh bisa memperkuat posisi sebagai pusat pelatihan keagamaan yang berskala nasional, yang tentunya akan mendatangkan penghasilan bagi pengelola dan stakeholder terkait.

Studi Manuskrip dan Pusat Arkeologi: Menarik Cendekiawan Dunia

Islamic Center ini juga dapat menjadi pusat penelitian manuskrip dan arkeologi Islam. Pembelian manuskrip-manuskrip kuno yang saat ini dimiliki oleh individu-individu di Aceh akan menjadi bagian penting dari koleksi pusat studi ini. Dengan hadirnya cendekiawan dan akademisi dari berbagai universitas di dunia yang tertarik mempelajari manuskrip tersebut, Islamic Center akan menjadi pusat pengetahuan yang bergengsi, serta membuka potensi bisnis di sektor intelektual dan akademik.

Tidak hanya itu, kehadiran para peneliti dan akademisi internasional akan menghidupkan sektor pariwisata dan perhotelan di Aceh. Mereka akan memerlukan akomodasi, makanan, serta berbagai fasilitas lainnya yang tentunya dapat menjadi sumber cuan bagi pelaku usaha lokal.

Wisata Religi: Menggaet Wisatawan Mancanegara

Salah satu aspek paling potensial dari Islamic Center ini adalah sebagai destinasi wisata religi, khususnya bagi wisatawan dari Asia Tenggara seperti Malaysia dan Thailand. Dengan fasilitas manasik haji, pusat studi Islam, serta keberadaan manuskrip kuno yang menjadi daya tarik sejarah, Islamic Center ini dapat mengundang ribuan wisatawan muslim setiap tahunnya.

Bisnis travel, hotel, hingga kuliner di sekitar Islamic Center akan mendapat angin segar dari gelombang wisatawan religi ini. Pengelola travel bisa menawarkan paket wisata religi ke Islamic Center, yang tidak hanya mencakup kegiatan spiritual namun juga edukatif. Di sisi lain, keberadaan warung-warung dan rumah makan yang menyajikan makanan khas Aceh akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong.

Peluang Bisnis yang Tidak Terbatas

Syiah Kuala Islamic Center bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat ekonomi yang memiliki peluang bisnis yang tak terbatas. Mulai dari tahapan pembangunan hingga pengelolaan, Islamic Center ini membuka pintu bagi masyarakat Aceh untuk memanfaatkan setiap peluang ekonomi yang ada. Dengan perencanaan yang matang, Islamic Center ini tidak hanya menjadi simbol kebangkitan spiritual Aceh, tetapi juga kebangkitan ekonominya.

Jika dikelola dengan baik, Islamic Center ini dapat menjadi magnet bagi investor, wisatawan, serta intelektual dari seluruh dunia. Kesempatan bagi masyarakat Aceh untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari proyek ini sangat besar, dan diharapkan semua pihak dapat berkontribusi dalam menjadikan Syiah Kuala Islamic Center sebagai pusat ekonomi dan spiritual yang membawa kemakmuran bagi Aceh.

Penulis: Awwaluddin Buselia, S.IP (Peneliti Lembaga Emirates Development Research)

Pemerintah Aceh Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Jaga Pancasila

0
Pemerintah Aceh Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Jaga Pancasila. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Kantor Gubernur Aceh, Selasa (1/10/2024) pagi. Upacara tersebut diikuti oleh para Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh, Aparatur Sipil Negara, serta sejumlah siswa.

Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Iskandar, bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam sambutannya, Iskandar mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila adalah dasar negara yang harus kita pertahankan dan amalkan dalam setiap tindakan dan keputusan kita,” ujar Iskandar.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengangkat tema “Bersama Pancasila Wujudkan Indonesia Emas”. Tema ini menggarisbawahi pentingnya kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam mengupayakan kemajuan bangsa menuju Indonesia yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

Secara nasional, upacara peringatan dipusatkan di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Presiden Joko Widodo bertindak sebagai inspektur upacara di lokasi bersejarah tersebut, yang menjadi simbol perlawanan terhadap upaya mengubah ideologi negara.

Upacara ini digelar setiap tahun sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah mempertahankan Pancasila. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan dan meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme di kalangan masyarakat Indonesia.

Salah seorang peserta upacara, Syahrul (16), siswa SMAN 3 Banda Aceh, mengaku bangga bisa ikut serta dalam peringatan ini.

“Upacara ini mengingatkan kami, generasi muda, akan pentingnya menjaga dan meneruskan nilai-nilai Pancasila,” kata Syahrul.

Momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi pengingat sejarah, tetapi juga sebagai sarana menguatkan kembali komitmen masyarakat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Semangat persatuan harus tetap dijaga, terutama di tengah tantangan globalisasi dan perubahan sosial yang begitu cepat,” tegas Iskandar.

Pemerintah Aceh berharap, dengan semangat Hari Kesaktian Pancasila, seluruh masyarakat Aceh dapat lebih menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, demi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas.

Editor: Akil

Sambut Mahasiswa Baru 2024/2025, UUI Siap Ciptakan Generasi Berdaya Saing Global

0
Rektor UUI Prof Adjunct Dr Marniati MKes memakaikan almamater kepada mahasiswa baru UUI 2024/2025 sebagai simbolis penyerahan mahasiswa yang berlangsung di Plenary Hall UUI, Banda Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) resmi menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2024/2025 melalui acara bertajuk “Wellness UUI 2024” yang berlangsung dengan meriah di Plenary Hall UUI, Banda Aceh, Selasa (1/10/2024). Ratusan mahasiswa dari berbagai program studi memulai perjalanan akademik mereka di universitas yang terus berkembang ini.

Rektor UUI, Prof. Adjunct Marniati SE MKes, dalam sambutannya mengungkapkan kebanggaan dan harapan besar kepada para mahasiswa baru yang telah menjadi bagian dari keluarga besar UUI. Ia menekankan pentingnya pendidikan berkualitas yang didukung teknologi modern dan infrastruktur memadai, guna mempersiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.

“Kami menyambut dengan hangat mahasiswa baru yang menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Ubudiyah Indonesia. UUI berkomitmen untuk terus memberikan pendidikan berkualitas, mempersiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global,” kata Marniati kepada Nukilan.id.

Dalam kesempatan tersebut, Marniati juga memberikan pesan kepada mahasiswa baru untuk senantiasa menjaga semangat belajar, terbuka terhadap pengalaman baru, dan aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan.

“Manfaatkan waktu di UUI untuk mengasah keterampilan dan pengetahuan. Jadilah mahasiswa yang kreatif dan inovatif, serta jangan ragu untuk berkolaborasi dengan teman-teman, kakak kelas, maupun dosen. Kami di sini untuk mendukung dan membimbing kalian dalam mencapai impian dan tujuan akademik,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa para mahasiswa baru ini merupakan generasi yang akan membawa perubahan. Karena itu, UUI tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa terlibat aktif dalam kegiatan pengembangan diri, kewirausahaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Acara penyambutan mahasiswa baru ini diisi dengan berbagai kegiatan menarik, mulai dari orientasi kampus, pengenalan program studi, hingga kegiatan sosial yang bertujuan membangun kebersamaan di antara mahasiswa baru. Para mahasiswa juga mengikuti pembekalan yang diberikan oleh Wakil Rektor I UUI, Dr. Mutiawati SPd MPd, serta Wakil Rektor III UUI, Drs. Alfian Ibrahim MS.

Tak hanya itu, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan berbagai unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang ada di UUI, mulai dari seni, olahraga, musik, hingga pengembangan minat dan bakat di bidang teknologi dan sains. Para senat UUI, pimpinan direktorat, dosen, staf, serta wali mahasiswa turut hadir dalam acara tersebut, menunjukkan dukungan penuh terhadap para mahasiswa baru.

Dengan semangat baru dan visi yang jelas, Universitas Ubudiyah Indonesia siap membangun masa depan bersama mahasiswa baru dalam perjalanan akademik yang penuh inovasi dan prestasi. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Segudang Tokoh Aceh Dukung Mualem-Dek Fad di Pemilihan Gubernur Aceh

0
Segudang Tokoh Aceh Dukung Mualem-Dek Fad di Pemilihan Gubernur Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tim Pemenangan Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhlullah (Dek Fad) semakin solid dalam menggalang dukungan untuk memenangkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh tersebut. Dengan nama Dek Fadh Center, tim ini bekerja secara terstruktur dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota untuk memastikan kemenangan pasangan Mualem-Dek Fad dalam kontestasi politik mendatang.

Dek Fadh Center Provinsi merupakan salah satu tim pemenangan yang dibentuk secara resmi oleh Muzakir Manaf dan Fadhlullah, di samping Mualem Center dan Tim Pemenangan Gabungan Partai Politik. Dek Fadh Center bergerak dengan merencanakan, mengkoordinasikan, dan melaksanakan berbagai kegiatan untuk menggalang dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.

Tim ini diperkuat oleh segudang tokoh Aceh yang memiliki peran strategis dalam pemenangan pasangan Mualem-Dek Fad. Penanggung jawab utama adalah H. Muzakir Manaf dan Fadhlullah, dengan dukungan dari sejumlah pakar, seperti Drs. H. Sulaiman Abda, H. Kamaruddin Abubakar, H. Teuku Irsyadi, MD, hingga Dr. H. Nasir Ibrahim, M.Si.

Selain itu, personel Dek Fadh Center Provinsi dipimpin oleh Ketua Nasrul Sufi, dengan jajaran wakil ketua yang mencakup tokoh-tokoh seperti Zulmahdi Hasan, S.Ag, M.H, T. Banta Syahrizal, S.T, M.Si, dan sejumlah nama lainnya. Sementara posisi Sekretaris Jenderal dijabat oleh Usman Lamreung, dengan sejumlah wakil sekretaris yang mendukung kerja-kerja pemenangan.

Tidak hanya itu, tim juga dilengkapi dengan koordinator-koordinator yang bertanggung jawab atas berbagai aspek penting, seperti mobilisasi massa, kesekretariatan, logistik, media, advokasi, dan hubungan sosial keagamaan. Koordinator Media Center, misalnya, dijabat oleh Heri Safrizal, S.P.Mt.P, sedangkan koordinator advokat dan hukum dipegang oleh Nasrullah Abdurrahman, S.H.

Dek Fadh Center telah terbentuk di hampir seluruh kabupaten dan kota di Aceh, dengan mandat yang diterima dari tingkat provinsi. Hal ini memungkinkan komunikasi dan konsolidasi yang lebih efektif antara pusat dan daerah, dalam rangka memenangkan pasangan Mualem-Dek Fad. Dek Fadh Center juga berhasil mengajak berbagai tokoh masyarakat Aceh untuk bergabung secara sukarela mendukung pasangan calon tersebut.

Tim pemenangan ini tidak hanya fokus pada kegiatan kampanye politik, tetapi juga berupaya membangun citra positif calon melalui program-program yang menyentuh masyarakat. Mereka memanfaatkan jaringan Dek Fadh Center di seluruh Aceh untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada pengembangan masyarakat.

Menurut salah satu tokoh Dek Fadh Center, keberhasilan dalam meraih dukungan publik bergantung pada penyampaian visi dan misi calon dengan cara yang dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Kami bergerak dengan melibatkan relawan, aktivis, hingga tokoh-tokoh masyarakat. Semua elemen masyarakat Aceh bersatu untuk mewujudkan Aceh yang lebih baik di bawah kepemimpinan Mualem-Dek Fad,” ujar Ketua Dek Fadh Center, Nasrul Sufi.

Dek Fadh Center juga memainkan peran penting dalam menjaga komunikasi dengan para pendukung dan simpatisan selama proses politik berlangsung. Melalui kegiatan mobilisasi massa, pertemuan-pertemuan dengan masyarakat, dan komunikasi yang efektif, tim ini memastikan bahwa dukungan bagi Muzakir Manaf dan Fadhlullah tetap kuat hingga hari pemilihan.

Dengan susunan tim yang solid dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, Dek Fadh Center yakin dapat memenangkan pasangan Mualem-Dek Fad dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh.

“Kami akan terus bekerja keras untuk menyampaikan program-program unggulan calon kami dan memastikan masyarakat Aceh mendapatkan pemimpin yang dapat membawa perubahan nyata,” tutup Nasrul.

Editor: Akil

Polsek Jaya Edukasi Keselamatan Anak di SD Negeri 6 Aceh Jaya

0
Polsek Jaya Edukasi Keselamatan Anak di SD Negeri 6 Aceh Jaya. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Calang – Polsek Jaya melalui Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) melaksanakan pembinaan kepada siswa-siswi SD Negeri 6 Jaya, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya, pada upacara bendera, Senin (30/9). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga keselamatan dan kesehatan sejak dini.

Kapolsek Jaya, IPDA Yuniadi, yang mewakili Kapolres Aceh Jaya AKBP Andy Sumarta, menegaskan pentingnya kegiatan pembinaan tersebut sebagai langkah strategis untuk membekali anak-anak dengan pengetahuan mengenai berbagai larangan yang perlu dipatuhi demi keselamatan.

“Para siswa diingatkan untuk tidak mengendarai sepeda motor di usia yang belum mencukupi. Ini demi keselamatan mereka sendiri dan pengguna jalan lainnya,” ujar Yuniadi.

Selain itu, Yuniadi juga mengingatkan para siswa untuk menjauhi narkoba dan memahami bahaya yang dapat ditimbulkannya. Ia mengajak siswa untuk selalu berperilaku positif, menjaga kesehatan mental, dan tidak terlalu banyak bermain ponsel agar tidak mengganggu proses belajar dan interaksi sosial yang sehat.

“Kami berharap edukasi ini bisa meningkatkan kesadaran siswa mengenai bahaya yang mungkin mengintai mereka dan pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif,” tambahnya.

Bhabinkamtibmas Polsek Jaya juga mendorong para siswa untuk aktif dalam berbagai kegiatan positif, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Dengan demikian, siswa diharapkan dapat tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan peduli terhadap diri sendiri serta lingkungan sekitarnya.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen Polsek Jaya dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi generasi muda. Edukasi sejak dini, seperti yang dilakukan di SD Negeri 6 Jaya, diharapkan mampu membentuk generasi yang lebih sadar akan pentingnya keselamatan dan kesehatan.

Editor: Akil

Seminar Nasional Kadin Aceh Timur, Ajang Promosi Potensi Daerah

0
Penjabat Bupati Aceh Timur, Amrullah M. Ridha, saat membuka Seminar Nasional yang digelar oleh Kadin. (Foto: Humas)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat Bupati Aceh Timur, Amrullah M. Ridha, secara resmi membuka Seminar Nasional yang digelar oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh Timur di Pendopo Bupati, Senin (30/9/2024). Acara ini menjadi momentum penting untuk mempromosikan potensi daerah Aceh Timur kepada para investor, baik dari dalam maupun luar daerah.

Mengusung tema “Penguatan Bisnis dan Industri Berbasis Potensi Aceh Timur”, seminar ini dihadiri oleh 250 peserta, termasuk pengusaha-pengusaha Aceh Timur. Berbagai narasumber dihadirkan untuk memberikan wawasan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, antara lain Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Prabu Dewanto; CEO Indonesia Business Council, Sofyan Jalil; Direktur PT Symondo Tirta Kimia, Muslim Armas; Manajer Bisnis Kawasan Industri Medan, Kevin Aritong; serta pengusaha dari Malaysia, Ali Saifuddin.

Amrullah menilai seminar ini sebagai peluang emas untuk mengembangkan usaha-usaha lokal yang dimulai dari tingkat gampong hingga perkotaan.

“Ini adalah kesempatan kita untuk mempromosikan potensi usaha, mulai dari tingkat gampong hingga perkotaan. Tentunya masih banyak kendala yang dihadapi pelaku usaha di gampong-gampong, maka mari kita dorong bersama agar usaha mereka bisa tumbuh dan berkembang,” ujar Amrullah.

Ia juga berharap kehadiran Kadin di Aceh Timur dapat memberikan dukungan penuh bagi para pengusaha. Menurutnya, kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan para pelaku usaha menjadi kunci untuk memajukan perekonomian Aceh Timur.

“Mudah-mudahan Kadin bisa menjadi leading sector dalam membina dan mengayomi seluruh pengusaha di Aceh Timur ini, baik yang bergerak di sektor perikanan, perkebunan, pertanian, maupun pertambangan. Kami optimistis, hubungan yang kuat antara pemerintah kabupaten dengan para pengusaha akan terwujud dan terjaga,” tutup Amrullah.

Sementara itu, Ketua Kadin Aceh Timur, Muhammad Ibrahim, mengapresiasi dukungan dari pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam menyelenggarakan seminar tersebut. Menurutnya, Aceh Timur memiliki kekayaan alam yang melimpah dan berpotensi untuk dikembangkan.

“Aceh Timur punya potensi besar yang perlu dipromosikan kepada para pengusaha agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Mengembangkan industri berbasis sumber daya lokal adalah salah satu cara kita mendongkrak dunia usaha di sini. Kami berharap ini menjadi peluang bagi pelaku usaha dan investor untuk meningkatkan kontribusi mereka terhadap pembangunan daerah,” ungkap Muhammad.

Editor: Akil

PSSI Siap Umumkan Sanksi Muhammad Rizki Saputra Besok, Larangan Bermain Seumur Hidup?

0
Suasana laga tim sepakbola Aceh vs Sulawesi Tengah di PON XXI Aceh-Sumut 2024. (Foto: Instagram/ponxxiaceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – PSSI akan mengumumkan sanksi untuk Muhammad Rizki Saputra, pemain Sulawesi Tengah yang memukul wasit pada laga sepak bola Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, Rabu (2/10/2024). Banyak pihak menantikan hukuman yang akan dijatuhkan, apakah larangan bermain sementara atau seumur hidup.

Insiden pemukulan wasit ini terjadi dalam laga kontroversial antara Aceh melawan Sulawesi Tengah di babak semifinal cabang olahraga sepak bola PON XXI. Rizki memukul wasit, Eko Agus Sugiharto, karena kesal dengan kepemimpinan wasit yang dianggap berat sebelah. Selain Rizki, dua pemain Sulawesi Tengah lainnya juga mendapat kartu merah dalam pertandingan tersebut.

PSSI telah melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden yang terjadi pada laga tersebut. Selain pemukulan terhadap wasit, ada dugaan kuat bahwa pertandingan tersebut terlibat dalam kasus match fixing. Proses investigasi melibatkan pemanggilan pihak-pihak terkait, termasuk tujuh perangkat pertandingan.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, mengonfirmasi bahwa sidang terakhir terkait insiden ini akan digelar pada Rabu (2/10/2024).

“Rabu ada pengembangan dari hasil pemanggilan tujuh orang, tujuh perangkat pertandingan, dan lain-lain ternyata ada pengembangan,” ujar Yunus Nusi di Jakarta, Minggu (29/9/2024).

Sidang tersebut diharapkan menjadi sidang terakhir dan keputusan akan segera diumumkan.

“Rabu depan sidang terakhir, semoga sudah ada keputusan dan tidak berlarut-larut,” kata Yunus.

Pertandingan Aceh versus Sulawesi Tengah pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 ini menarik perhatian pencinta sepak bola Tanah Air. Aksi pemukulan Rizki kepada wasit tidak hanya mencoreng semangat fair play, tetapi juga menambah daftar panjang insiden disipliner dalam sepak bola Indonesia. Apapun alasannya, tindakan kekerasan terhadap wasit tidak dapat dibenarkan, dan PSSI diharapkan dapat memberikan sanksi tegas untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Editor: Akil

PWI Aceh Besar Dukung Sosialisasi Pilkada Damai

0
PWI Aceh Besar Dukung Sosialisasi Pilkada Damai. (Foto: rri)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Besar menyatakan komitmennya dalam mendukung penyelenggaraan Pilkada Damai 2024. Hal ini disampaikan saat audiensi dengan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Besar di ruang rapat KIP pada Senin (30/9/2024).

Ketua PWI Aceh Besar, Jufrizal, menegaskan bahwa PWI siap menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi yang objektif dan mendidik kepada masyarakat terkait pilkada. Komitmen ini, menurutnya, sejalan dengan Surat Edaran (SE) PWI Pusat dan SE Menteri Dalam Negeri tentang stabilitas penyelenggaraan Pilkada serentak.

“Kami siap berada di garda terdepan untuk memberikan informasi yang benar dan seimbang tentang pilkada. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami sebagai wartawan,” ujar Jufrizal.

Audiensi ini diterima langsung oleh Ketua KIP Aceh Besar, T. Khairun Salim, didampingi sejumlah komisioner, termasuk Kadiv Partisipasi dan SDM Mahyar Tasnim, Kadiv Hukum dan Pengawasan Miswar, Kadiv Data dan Informasi Agus Samsidi, serta Sekretaris KIP Aceh Besar Chairil Anwar.

Jufrizal menambahkan, PWI Aceh Besar akan berupaya mencegah penyebaran berita hoaks dan mengawal proses demokrasi dengan informasi yang kredibel.

“Kami mengutamakan independensi, di mana seluruh wartawan di bawah naungan PWI dilarang keras terlibat dalam politik praktis,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, turut hadir dan memberikan arahan kepada para pengurus PWI di Aceh Besar. Nasir mengingatkan bahwa sebagai organisasi profesi, PWI harus menjaga porsi pemberitaan yang seimbang bagi semua kandidat. Ia pun menegaskan pentingnya wartawan untuk tetap berada di posisi independen.

“Wartawan itu harus independen, tidak berada di mana-mana, tapi ada di mana-mana,” ujar Nasir Nurdin. Ia juga mengingatkan bahwa wartawan PWI dilarang menjadi bagian dari tim sukses pasangan calon manapun.

Ketua KIP Aceh Besar, T. Khairun Salim, menyambut baik kerja sama yang ditawarkan oleh PWI Aceh Besar. Menurutnya, kehadiran media, khususnya PWI, memiliki peran strategis dalam menjaga transparansi dan kredibilitas pelaksanaan Pilkada.

“Kehadiran pengurus PWI ini memang sudah kami nantikan. Kami berharap kerja sama ini bisa terus berjalan demi suksesnya Pilkada yang damai dan berintegritas,” ujar T. Khairun.

Dengan audiensi ini, PWI Aceh Besar diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan suasana Pilkada yang damai, bebas dari hoaks, serta menjaga independensi sebagai organisasi wartawan.

Editor: Akil

Kakanwil Kemenag Aceh Pimpin Doa Pelantikan Anggota DPRA Periode 2024-2029

0
Kakanwil Kemenag Aceh Pimpin Doa Pelantikan Anggota DPRA Periode 2024-2029. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, Azhari, memimpin pembacaan doa dalam pelantikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) periode 2024-2029 yang berlangsung pada Senin (30/9/2024) di Gedung DPRA, Jalan Teungku Muhammad Daud Beureueh, Kuta Alam, Banda Aceh.

Dalam acara tersebut, hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh serta para tamu undangan lainnya. Kabid Urusan Agama Islam (Urais) Kemenag Aceh, Mukhlis, turut berperan sebagai rohaniwan dalam pelantikan yang diadakan dalam rapat paripurna istimewa tersebut.

“Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim. Zat Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Dengan segala kerendahan hati, perkenankanlah kami untuk selalu bersyukur atas segala nikmat, rahmat, dan karunia-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepada kami, sehingga pada hari ini kami melaksanakan pelantikan anggota DPRA periode 2024-2029,” ucap Azhari saat memimpin doa.

Sebanyak 76 dari total 81 anggota DPRA yang terpilih secara resmi dilantik oleh Ketua DPRA, Zulfadhli. Sementara lima anggota lainnya tidak mengikuti pelantikan karena mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Pelantikan ini turut dihadiri oleh Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Safrizal ZA, serta Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar. Setelah pengucapan sumpah, dilakukan penandatanganan berita acara secara simbolis oleh anggota DPRA termuda, Raja Lukman Zia Ulhaq dari Partai Amanat Nasional (PAN), dan anggota tertua, Taufik dari Partai Gerindra.

Selanjutnya, Wali Nanggroe Aceh mengukuhkan para anggota yang dilantik secara adat dengan prosesi peusijuek (tepung tawar) sebagai tanda restu dan doa untuk pengabdian mereka selama lima tahun mendatang.

Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memulai masa bakti anggota DPRA yang baru, dengan harapan mampu membawa perubahan positif dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Aceh dalam lima tahun ke depan.

Editor: Akil

13 Anggota DPR RI Asal Aceh Akan Dilantik Hari Ini, Ini Daftar Nama dan Raihan Suara Mereka

0
13 calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2024-2029 asal Aceh hasil Pemilu 2024. (Foto: Ilustrasi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 13 calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2024-2029 asal Aceh akan dilantik hari ini, Selasa (1/10/2024), di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. Mereka akan menjadi bagian dari 580 anggota DPR RI yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI hasil Pemilu 2024.

Dari 13 calon anggota DPR RI terpilih tersebut, tujuh di antaranya berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh I, dan enam lainnya berasal dari Dapil Aceh II.

Berikut adalah daftar 13 anggota DPR RI asal Aceh yang akan dilantik besok beserta raihan suara mereka:

Dapil Aceh I

  1. Nazaruddin Dek Gam (PAN): 140.614 suara
  2. Irmawan (PKB): 125.234 suara
  3. Zulkarnaini Ampon Bang (Golkar): 91.816 suara
  4. Teuku Riefky Harsya (Demokrat): 88.005 suara
  5. Muslim Ayub (NasDem): 73.995 suara
  6. Jamaluddin Idham (PDIP): 71.608 suara
  7. Ghufran (PKS): 46.713 suara

Dapil Aceh II

  1. Ilham Pangestu (Golkar): 204.199 suara
  2. Ruslan Daud (PKB): 141.953 suara
  3. Samsul Bahri Tiyong (Golkar): 86.109 suara
  4. TA Khalid (Gerindra): 73.873 suara
  5. Irsan Sosiawan (NasDem): 66.009 suara
  6. Nasir Djamil (PKS): 59.552 suara

Anggota DPD RI Asal Aceh

Selain anggota DPR RI, Aceh juga memiliki empat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang akan dilantik bersamaan. Berikut daftar nama dan raihan suara mereka:

  1. Sudirman Haji Uma: 1.060.991 suara
  2. Tgk Ahmada: 207.464 suara
  3. Darwati A Gani: 184.528 suara
  4. Azhari Cage: 150.934 suara

Dengan dilantiknya anggota DPR dan DPD RI asal Aceh ini, diharapkan mereka dapat membawa aspirasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Aceh di tingkat nasional. Pelantikan ini menjadi awal perjalanan panjang bagi para wakil rakyat dalam menjalankan amanah konstitusi untuk lima tahun ke depan.

Reporter: Akil Rahmatillah