Beranda blog Halaman 891

Pelajar di Aceh Besar yang Hilang 2 Bulan Lalu Ditemukan dalam Keadaan Tragis

0
Pelajar Aceh Besar Hilang Selama 56 Hari Ditemukan Meninggal Dunia. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pencarian terhadap M. Hafiz Al Fais, seorang pelajar berusia 15 tahun yang hilang selama 56 hari, berakhir tragis. Pada Sabtu, 28 September 2024, kerangka remaja tersebut ditemukan di kaki gunung di Kecamatan Darul Kamal, Kabupaten Aceh Besar.

Menurut keterangan Kompol Fadilah Aditya Pratama, Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, pencarian yang dilakukan setelah Hafiz dilaporkan hilang pada 4 Agustus 2024, membuahkan hasil ketika warga melaporkan adanya motor yang terparkir tanpa pemilik di lokasi tersebut. Setelah diselidiki, motor jenis Astrea dengan nomor polisi BL 3448 LH itu diidentifikasi sebagai milik Hafiz.

Kecurigaan semakin menguat ketika polisi menemukan sejumlah barang pribadi, termasuk baju, kunci motor, dan ikat pinggang, di sekitar lokasi penemuan motor.

“Tim gabungan kemudian melakukan penyisiran dan berhasil menemukan kerangka manusia yang terpencar sekitar seratus meter dari lokasi motor,” ungkap Fadilah.

Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa kerangka tersebut adalah M. Hafiz Al Fais. Dugaan ini diperkuat dengan kesaksian orang tua Hafiz, yang mengonfirmasi bahwa pakaian yang ditemukan di tempat kejadian adalah pakaian terakhir yang dikenakan anaknya sebelum dilaporkan hilang.

Hafiz terakhir kali terlihat ketika pergi untuk membeli pulsa bagi orang tuanya, namun ia tidak pernah kembali. Saat ini, kerangka korban telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin di Banda Aceh, dan kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian.

Keberanian keluarga dan komunitas dalam mencari Hafiz selama 56 hari adalah sebuah pengingat akan pentingnya solidaritas di tengah kesedihan. Dengan penemuan ini, harapan untuk menemukan Hafiz dengan selamat telah sirna, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarganya dan masyarakat sekitar.

Kasus ini menjadi perhatian, terutama terkait keselamatan remaja dan perlunya lebih banyak kesadaran mengenai kondisi yang dapat berisiko bagi anak-anak. Kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap lebih jauh peristiwa yang menimpa M. Hafiz Al Fais.

Editor: Akil

Zulfadli Terpilih sebagai Ketua Sementara DPRA 2024-2029

0
Zulfadli, A.Md., politikus dari Partai Aceh, resmi dilantik sebagai Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Zulfadli, A.Md., politikus dari Partai Aceh, resmi dilantik sebagai Pimpinan Sementara Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk periode 2024-2029. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Plt. Sekretaris DPRA, Khudri, S.Ag., MA, dalam acara pelantikan 81 anggota DPR Aceh yang berlangsung di Gedung DPRA pada hari ini, Senin (30/9/2024).

Amatan Nukilan.id, dalam keterangannya, Khudri mengungkapkan dasar penetapan pimpinan sementara tersebut mengacu pada sejumlah regulasi, termasuk Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Pasal 112 ayat 2 menegaskan bahwa pimpinan sementara DPRD Provinsi terdiri dari satu orang ketua dan satu orang wakil ketua yang berasal dari dua partai politik dengan perolehan kursi terbanyak.

“Dengan ini kami umumkan susunan sementara Dewan Perwakilan Rakyat Aceh sesuai dengan perolehan kursi partai politik peserta pemilu Anggota DPRA Tahun 2024 sebagaimana berikut: Satu, Zulfadli, A.Md dari Partai Aceh sebagai ketua sementara,” ujar Khudri saat mengumumkan susunan pimpinan sementara.

Zulfadli, yang akan memimpin DPRA, diikuti oleh Ir. H. Saifuddin Muhammad dari Partai Nasdem sebagai Wakil Ketua Sementara. Penetapan ini merupakan hasil keputusan Komisi Independen Pemilihan Aceh dan surat usulan dari Dewan Pengurus Pusat Partai Aceh serta Pimpinan Wilayah Partai Nasdem.

Pelantikan ini merupakan langkah awal bagi DPRA yang baru terpilih, hasil Pemilu Legislatif 14 Februari 2024. Sebanyak 81 anggota DPR Aceh kini resmi mengemban tugas sebagai wakil rakyat, siap menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan demi kepentingan masyarakat Aceh. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Harga TBS Kelapa Sawit di Aceh Utara Naik, Petani Harapkan Stabilitas

0
Tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kecamatan Simpang Kramat, Aceh Utara, mengalami kenaikan signifikan dalam sepuluh hari terakhir. Saat ini, harga TBS yang dijual oleh petani ke agen pengumpul mencapai Rp2.300 per kilogram, meningkat dari harga sebelumnya yang hanya Rp2.150 per kilogram.

M. Rizal, seorang petani dari Desa setempat, mengungkapkan harapannya agar harga TBS ini dapat bertahan, meskipun tidak mengalami kenaikan lebih lanjut.

“Kenaikan harga ini sangat membantu, tetapi kami tetap menghadapi tantangan dengan biaya pupuk yang mahal serta biaya operasional dan perawatan kebun yang terus meningkat,” ujarnya saat dihubungi pada Senin (30/09/2024).

Rizal juga menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah untuk menstabilkan harga pupuk non-subsidi. Menurutnya, harga pupuk yang tinggi selama ini menjadi beban berat bagi petani perkebunan kelapa sawit.

“Kami berharap pemerintah dapat mencari solusi agar harga pupuk lebih terjangkau, sehingga kami bisa lebih berdaya dan meningkatkan produksi,” pungkasnya.

Kenaikan harga TBS ini menjadi angin segar bagi para petani, yang selama ini bergantung pada komoditas kelapa sawit sebagai sumber penghasilan utama. Meski demikian, tantangan terkait biaya produksi masih menjadi perhatian yang perlu segera ditangani.

Editor: Akil

Wali Nanggroe Peusijuek Anggota DPR Aceh yang Dilantik

0
Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haythar Mempeusijuek 81 Anggota DPR Aceh yang Dilantik. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Sebanyak 76 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPR Aceh) hasil Pemilu Legislatif yang berlangsung pada 14 Februari 2024, resmi dilantik dalam upacara khidmat di Gedung DPR Aceh pada hari ini, Senin (30/9/2024).

Prosesi pelantikan dipimpin oleh Ketua Pengadilan Tinggi Aceh yang mengawali serangkaian acara dengan pengambilan sumpah bagi para legislator yang akan bertugas untuk periode 2024-2029.

Amatan Nukilan.id di lokasi, usai pengambilan sumpah, para anggota dewan menerima pengukuhan secara adat oleh Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haythar.

Dalam suasana yang penuh keakraban dan penghormatan, Tgk Malik Mahmud didampingi oleh Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Tgk Yusdedi dan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tgk H Faisal Ali, melaksanakan prosesi peusijuek untuk 81 anggota dewan yang berasal dari 12 partai politik.

Dengan pelantikan ini, diharapkan para anggota DPR Aceh dapat menjalankan tugas dan fungsi mereka dengan baik, serta berkontribusi dalam pembangunan dan kemajuan Aceh ke depan. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Anggota DPR Aceh Periode 2024-2029 Resmi Dilantik

0
Sebanyak 81 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh hasil Pemilu Legislatif yang digelar pada 14 Februari 2024, resmi dilantik. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 76 dari 81 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPR Aceh) hasil Pemilu Legislatif yang digelar pada 14 Februari 2024 lalu, resmi dilantik dalam sebuah upacara yang berlangsung di Gedung DPR Aceh pada Senin, (30/9/2024).

Amatan Nukilan.id di lokasi, prosesi pelantikan ini dipimpin oleh Ketua Pengadilan Tinggi Aceh, yang mengambil sumpah para legislator untuk periode 2024-2029. Pelantikan yang berlangsung meriah ini juga dihadiri ribuan masyarakat, menunjukkan antusiasme dan harapan tinggi terhadap perwakilan baru di legislatif Aceh.

Dari 81 anggota yang terpilih, mereka berasal dari 12 partai politik dengan rincian yang mencolok. Partai Aceh mendominasi dengan 20 kursi, diikuti oleh Partai Nasdem yang meraih 10 kursi. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Golkar masing-masing mengamankan 9 kursi, sementara Partai Demokrat mendapatkan 7 kursi. Adapun partai-partai lain, seperti PAN, Partai Gerindra, PPP, PAS Aceh, PKS, PNA, PDA, dan PDIP, juga berhasil meraih perwakilan di DPR Aceh.

Berdasarkan informasi yang kami terima, berikut adalah daftar lengkap anggota DPR Aceh periode 2024-2029 yang dilantik:

Partai Aceh (20 kursi)

  1. Nazaruddin
  2. Hasballah
  3. Aiyub Abbas
  4. Tgk Anwar Ramli
  5. Zulfadli
  6. Rusyidi Muktar
  7. Rahmuddinsyah
  8. Ismail A Jalil alias Ayahwa
  9. Saiful Bahri alias Pon Yahya
  10. Tgk Muharuddin
  11. Sarjani alias Imum Jon
  12. Iskandar Usman Al Farlaki
  13. Aisyah Ismail
  14. Azhari M Nur alias Haji Maop
  15. Zakiruddin
  16. Irfansyah
  17. Yahdi Hasan
  18. T Heri Suhadi alias Abu Heri
  19. Tarmizi
  20. Hendri Muliana

Partai Nasdem (10 kursi)

  1. Heri Julius
  2. Syahrul Nurfa
  3. Saifuddin Muhammad
  4. Sutarmi
  5. Muhammad Raji Firdani
  6. Syamsuri
  7. M Hatta Bulkaini
  8. Zamzami
  9. Nurchalis
  10. Martini

PKB (9 kursi)

  1. Munawar AR alias Ngoh Wan
  2. Hary Ahmadi
  3. Muhammad Iikhbal
  4. Salihin
  5. Muhammad Wali
  6. Iskandar
  7. Rijaluddin
  8. Dony Arega Rajes
  9. Musdi Fauzi

Partai Golkar (9 kursi)

  1. Muhammad Ansari
  2. Khalid
  3. Ilham Akbar
  4. Diana Putri Amelia
  5. M Natsir alias Memet
  6. Muhammad Rizky
  7. Ali Basrah
  8. Muhammad Iqbal
  9. Teuku Raja Keumangan

Partai Demokrat (7 kursi)

  1. Arif Fadillah
  2. Dalimi
  3. Tantawi
  4. Nora Idah Nita
  5. Nurdiansyah Alasta
  6. Romi Syah Putra
  7. Edi Kamal

PAN (6 kursi)

  1. Iskandra Ali
  2. Sharul Nufa
  3. Sofyan Puteh
  4. Raja Lukman Zia Ulhaq
  5. Irpannusir
  6. Fuadri

Partai Gerindra (5 kursi)

  1. Abdurrahman Ahmad
  2. Khairil Syahrial
  3. Taufiq
  4. Edy Asaruddin
  5. Safaruddin

PPP (5 kursi)

  1. Ilmiza Sa’aduddin Jamal
  2. Ihsanuddin
  3. Amiruddin Idris
  4. Tgk AT Tarmizi Hamid
  5. Tgk Mawardi Basyah

PAS Aceh (4 kursi)

  1. Tgk Rasyidin Ahmadi
  2. Nurdin M Judon
  3. Teuku Sulfadli alias Waled Landeng
  4. Muhammad alias Abi Lhok

PKS (3 kursi)

  1. Tati Meutia Asmara
  2. Armiyadi Usman Ia
  3. Ihya Ulumuddin

PNA (1 kursi)

  1. Syarifah Nurul Carissa

PDA (1 kursi)

  1. Eddi Sadikin

PDIP (1 kursi)

  1. Salwani

Dengan pelantikan ini, diharapkan anggota DPR Aceh periode 2024-2029 dapat menjalankan tugasnya dengan baik, mendengarkan suara masyarakat, dan berkontribusi untuk kemajuan Aceh yang lebih baik. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Nasdem Aceh Pro Aktif Menjaga Kualitas Generasi Masa Depan Aceh

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menindaklanjuti arahan Ketua Umum Partai NasDem, Bapak Surya Paloh, pada pertemuan dengan pengurus NasDem Aceh di Jakarta, Agustus 2024, NasDem Aceh berkomitmen untuk mengambil peran penting dalam menjaga kualitas generasi masa depan Aceh. Fokus utama yang diamanatkan adalah memperkuat program-program di bidang kesehatan dan pendidikan yang berkualitas.

Sekretaris Wilayah NasDem Aceh, Zamzami, menyatakan bahwa sesuai dengan instruksi Ketua DPW NasDem Aceh, fraksi NasDem di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) akan serius dalam memastikan keberpihakan DPRA terhadap kebijakan kesehatan dan pendidikan di Aceh. Salah satu fokus utama adalah upaya menurunkan angka stunting di Aceh, yang saat ini berada di lima besar nasional dengan persentase sekitar 30%, kondisi yang dinilai sangat mengkhawatirkan.

“NasDem Aceh akan proaktif dalam menurunkan angka stunting yang masih tinggi ini. Kami akan memperjuangkan berbagai kebijakan yang berpihak pada kesehatan anak-anak Aceh,” ungkap Zamzami.

Sebagai langkah konkret, NasDem Aceh berupaya memperkuat Peraturan Gubernur (Pergub) No. 14 Tahun 2019 yang telah diperbarui dengan Pergub No. 42 Tahun 2023 tentang percepatan penurunan stunting. Pergub ini menekankan sinergitas dan integrasi antar stakeholder untuk menangani stunting secara lebih komprehensif.

Zamzami juga menyoroti pentingnya implementasi konsep “Rumoh Gizi Gampong” (RGG) sebagai strategi pencegahan dan penurunan stunting di Aceh. “RGG merupakan inovasi daerah yang harus terus diperkuat di gampong-gampong seluruh Aceh,” tambahnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, NasDem Aceh berencana segera mengadakan pertemuan dengan Dinas Kesehatan dan Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait guna memperkuat kolaborasi. Program ini juga akan melibatkan aparatur gampong agar memiliki kapasitas yang memadai dalam melaksanakan RGG di seluruh Aceh. NasDem Aceh akan memperjuangkan alokasi anggaran yang cukup untuk mendukung pelaksanaan program ini, dengan harapan angka stunting di Aceh bisa diturunkan secara signifikan pada tahun 2025 mendatang.

“Ini adalah komitmen kami untuk masa depan generasi Aceh yang lebih sehat dan berkualitas,” tutup Zamzami. []

Gampong Meunasah Balee Raih Peringkat 7 Desa Wisata Nusantara 2024, Sisihkan 3.331 Desa

0
Gampong Meunasah Balee Raih Peringkat 7 Desa Wisata Nusantara 2024, Sisihkan 3.331 Desa. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Denpasar – Gampong Meunasah Balee, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan meraih peringkat ketujuh dalam Lomba Desa Wisata Nusantara 2024. Desa ini berhasil menyisihkan 3.331 desa lainnya dari seluruh Indonesia. Pengumuman tersebut dilakukan pada acara yang berlangsung di Resort Wisata Nusa Dua, Bali, Sabtu (28/9/2024) malam.

Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, SSTP MM, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi dari seluruh jajaran terkait di Gampong Meunasah Balee, mulai dari tingkat desa hingga instansi pemerintahan di Kabupaten Aceh Besar.

“Ini adalah hasil kerja kolektif, mulai dari tataran gampong, kecamatan hingga instansi di jajaran Pemkab Aceh Besar. Kita bersyukur bahwa kesadaran untuk memanfaatkan anugerah Allah melalui bentang alam wisata bahari di Meunasah Balee telah mensejahterakan warga setempat. Selamat dan terus bersyukur sambil berinovasi untuk yang lebih baik di masa mendatang,” kata Pj Bupati Iswanto saat dihubungi, Minggu (29/9/2024).

Tak hanya itu, Gampong Meunasah Balee juga meraih penghargaan sebagai juara ketiga untuk kategori Direktur Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Inovatif, yang diraih oleh Rahmad, Direktur BUMG Meunasah Balee. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar, Carbaini, SAg, yang hadir mewakili Pj Bupati Aceh Besar dalam acara penganugerahan tersebut, menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan karena inovasi yang dilakukan oleh BUMG dalam meningkatkan pendapatan desa.

“Penghargaan ini tidak lepas dari rangkaian inovasi yang dilakukan BUMG Meunasah Balee dalam upaya meningkatkan pendapatan desa yang berujung pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Carbaini.

Pada kesempatan itu, Carbaini juga menerima Penghargaan Lencana Bakti Pembangunan Desa dari Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Republik Indonesia, Prof (HC) Dr. (HC) Abdul Halim Iskandar, M.Pd, yang diserahkan di Nusa Dua, Bali.

Menurut Carbaini, terdapat beberapa variabel yang menjadi penilaian untuk Gampong Wisata dan Direktur BUMG terbaik, antara lain partisipasi masyarakat, kondisi ekonomi masyarakat yang diuntungkan dengan keberadaan BUMG, serta pertumbuhan UMKM di desa tersebut.

“Alhamdulillah, dari penilaian yang ada, terutama saat verifikasi lapangan, Gampong Meunasah Balee dinilai layak untuk meraih penghargaan secara nasional,” ujarnya didampingi oleh Keuchik Meunasah Balee, Saifullah, yang juga hadir menerima penghargaan.

Sebelum berhasil masuk dalam daftar 15 desa terbaik di Indonesia, Gampong Meunasah Balee telah melewati tahapan penilaian presentasi, wawancara, hingga verifikasi secara online oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Sebanyak 15 desa terbaik dari setiap kategori, yaitu kategori Desa Sangat Tertinggal/Tertinggal/Berkembang (Kategori I) dan kategori Desa Maju/Mandiri (Kategori II), diundang untuk menerima penghargaan dalam Malam Apresiasi Pemenang Lomba Desa Wisata Nusantara Tahun 2024 di Nusa Dua, Bali.

Prestasi yang diraih Gampong Meunasah Balee ini menunjukkan potensi besar pariwisata desa yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi dan memajukan sektor pariwisata di wilayahnya masing-masing.

Editor: Akil

Jalan Sekitar Gedung DPRA Terpantau Padat saat Pelantikan

0
`Jalan di Sekitar Gedung DPRA Padat Merayap Saat Pelantikan Anggota DPRA masa jabatan 2024-2029. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggelar rapat paripurna peresmian pemberhentian anggota masa jabatan 2019-2024 dan pengucapan sumpah anggota masa jabatan 2024-2029, Senin (30/9/2024). Acara yang berlangsung di Gedung DPRA, Kuta Alam, Banda Aceh, tersebut dihadiri oleh para anggota DPRA baru beserta sejumlah undangan.

Pantauan Nukilan.id di lokasi, kondisi lalu lintas di depan Gedung DPRA, tepatnya di Jalan Tgk. Moh. Daud Beureueh, terpantau padat merayap sejak pagi. Kepadatan lalu lintas juga terjadi di Jalan Teungku Angkasa yang berada di belakang gedung. Hal ini disebabkan meningkatnya jumlah kendaraan yang datang untuk menghadiri acara paripurna tersebut.

Warga yang ingin melintas di kawasan Kuta Alam disarankan untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan. Sebagai alternatif, pengguna jalan dapat memilih rute lain di sekitar pusat kota Banda Aceh agar tidak terjebak dalam antrean panjang.

Acara peresmian pemberhentian dan pengucapan sumpah anggota DPRA masa jabatan baru ini menjadi salah satu agenda penting dalam pergantian keanggotaan legislatif di Aceh. Terlihat, sejumlah anggota DPRA terpilih mengenakan pakaian resmi dan didampingi oleh keluarga, sementara aparat kepolisian turut mengamankan lokasi untuk memastikan kelancaran acara. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Marthunis Dorong Transformasi Pendidikan Aceh Lewat Kurikulum Merdeka

0
Marthunis Dorong Transformasi Pendidikan Aceh Lewat Kurikulum Merdeka. (Foto: Disdik Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, ST., D.E.A., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh melalui Kurikulum Merdeka. Hal tersebut disampaikan saat ia membuka kegiatan Advokasi Implementasi Kurikulum bersama Mitra Pembangunan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), serta Bimbingan Teknis dan Kapasitas Kombel Belajar.ID Tahun 2024 di Lhokseumawe, Sabtu (28/9/2024).

Dalam sambutannya, Marthunis menyampaikan rasa optimisme terhadap masa depan pendidikan di Aceh.

“Kami berusaha memahami sejauh mana tingkat penguasaan siswa terhadap literasi, numerasi karakter, dan keterampilan abad ke-21,” ujar Marthunis.

Ia menambahkan, keterampilan ini penting untuk menjawab tantangan masa depan. Marthunis juga mengungkapkan bahwa hasil belajar siswa, khususnya di kelas 10 SMA, masih perlu ditingkatkan.

“Rata-rata capaian siswa masih di bawah 40%, termasuk kemampuan bahasa Inggris yang hanya mencapai 30%. Ini menunjukkan bahwa kita perlu melakukan perubahan menyeluruh, tidak hanya di tingkat kabupaten/kota, tetapi juga dalam pendekatan pembelajaran,” jelasnya.

Ia pun menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, guru, dan masyarakat untuk mengatasi kesenjangan pendidikan di Aceh. Salah satu langkah yang diharapkannya adalah revitalisasi komunitas belajar, seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

“Kita harus bersama-sama membangun generasi unggul, tidak hanya di tingkat SMA, tetapi sejak dini, bahkan sejak anak dalam kandungan. Kesinambungan ini penting untuk menciptakan manusia unggul di masa depan,” tambah Marthunis.

Melalui kegiatan ini, Marthunis berharap dapat memotivasi para peserta untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Aceh. Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci keberhasilan dalam transformasi pendidikan di daerah ini.

Editor: Akil

Mapesa Restorasi Makam Kuno Tokoh Kesultanan Aceh

0
Mapesa Restorasi Makam Kuno Tokoh Kesultanan Aceh. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa) merestorasi sejumlah makam kuno tokoh penting dari era Kesultanan Aceh yang berada di Gampong Blang Oi, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Minggu (29/9/2024). Pemugaran ini dilakukan untuk mengembalikan kondisi makam ke posisi semula sekaligus menyelamatkannya dari ancaman pembangunan perumahan di sekitarnya.

Ketua Mapesa, Mizuar, mengatakan bahwa makam-makam tersebut merupakan peninggalan tokoh penting Kesultanan Aceh pada periode 1700 hingga 1800-an. Makam-makam ini pertama kali ditemukan pada tahun 2015 dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, di mana batu-batu nisan berserakan dan banyak yang tidak berada di posisi asalnya.

“Restorasi ini bertujuan untuk mengembalikan makam ke kondisi awalnya agar kondisinya kembali normal. Selain itu, upaya ini juga untuk menyelamatkan warisan bersejarah dari ancaman kerusakan, terutama karena pembangunan di sekitarnya,” ujar Mizuar saat ditemui di lokasi pemugaran.

Penataan Prioritas

Mizuar menyebutkan bahwa Mapesa telah melakukan penataan dan restorasi terhadap berbagai makam bersejarah di Aceh dengan skala prioritas. Pemilihan makam untuk direstorasi didasarkan pada tingkat urgensi, terutama bagi makam yang terancam hilang.

“Makam di Blang Oi ini menjadi prioritas karena ancaman pembangunan di sekitar lokasi. Jika tidak diselamatkan sekarang, dikhawatirkan nantinya makam-makam ini hanya tinggal catatan sejarah saja,” kata Mizuar.

Menurut Mizuar, model batu nisan makam yang sedang direstorasi menunjukkan ciri khas makam pada era setelah Sultan Iskandar Muda. Hal ini menjadi indikasi bahwa makam tersebut adalah milik tokoh penting Kesultanan Aceh pada periode 1700 hingga 1800-an. Namun, identitas pasti dari tokoh-tokoh yang dimakamkan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

“Setiap masa kepemimpinan Sultan Aceh memiliki ciri khas pada model makamnya. Dari bentuk nisan, kami perkirakan ini berasal dari era setelah Sultan Iskandar Muda. Siapa tokoh penting yang dimakamkan di sini masih perlu kami teliti lebih lanjut,” jelasnya.

Dampak Tsunami 2004

Restorasi yang dilakukan oleh tim Mapesa juga mencakup pengembalian batu nisan yang bergeser akibat bencana tsunami pada 26 Desember 2004. Mizuar mengatakan bahwa beberapa batu nisan di kompleks makam ini diperkirakan berpindah dari posisinya karena dahsyatnya gelombang tsunami.

“Beberapa batu nisan bergeser dari tempat asalnya, dan pergeseran ini diduga karena tsunami 2004. Kami berupaya mengembalikan nisan-nisan ini ke posisi awalnya agar keasliannya tetap terjaga,” tutur Mizuar.

Proses restorasi ini, lanjutnya, membutuhkan waktu antara empat hingga enam minggu, bergantung pada kondisi di lapangan. Mizuar berharap, setelah restorasi selesai, masyarakat setempat dapat turut menjaga dan melestarikan kompleks makam ini sebagai bagian dari warisan sejarah Aceh.

“Kami berharap masyarakat bisa menjaga situs ini, karena ini adalah bukti nyata dari perjalanan sejarah Kesultanan Aceh,” kata Mizuar.

Upaya Pelestarian Sejarah

Mapesa merupakan lembaga swadaya yang fokus pada penelitian dan pelestarian warisan sejarah Aceh. Sejak didirikan, lembaga ini telah banyak melakukan pemugaran dan penataan situs-situs bersejarah yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Pemugaran ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan merawat warisan leluhur, terutama situs-situs bersejarah yang mengandung nilai penting bagi identitas dan sejarah Aceh.

Editor: Akil