Beranda blog Halaman 887

Perpusnas Dorong Literasi di Aceh Lewat Talkshow Inspiratif

0
Perpusnas Dorong Literasi di Aceh Lewat Talkshow Inspiratif. (Foto: Arpus)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam upaya meningkatkan budaya literasi, Perpustakaan Nasional RI bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh menggelar bincang-bincang bertajuk “Membaca Itu Sehat, Menulis Itu Hebat” di Aula Perpustakaan Aceh, Kamis (3/10/2024). Kegiatan ini menghadirkan Duta Baca Indonesia, Hery Hendrayana Haris, atau yang akrab disapa Gol A Gong, untuk memotivasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar mencintai kegiatan membaca dan menulis.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr. Edi Yandra, S.STP., M.S.P., dalam sambutannya menekankan pentingnya budaya literasi sebagai fondasi membangun revolusi mental kebudayaan.

“Budaya literasi akan menciptakan masyarakat yang berpengetahuan, inovatif, dan kreatif. Literasi sejatinya adalah pemahaman mendalam terhadap suatu subjek ilmu, yang bersumber dari bacaan atau akses informasi,” jelasnya.

Edi menambahkan bahwa membaca memiliki peran vital dalam melahirkan generasi unggul.

“Membaca membantu meningkatkan keterampilan menulis. Dengan mempelajari karya para penulis hebat, kita dapat mengasah kemampuan menulis,” ungkapnya.

Untuk mendukung minat baca, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh telah menghadirkan Mall Baca, sebuah perpustakaan modern yang nyaman dan menarik.

Selain itu, sejumlah program telah dijalankan, termasuk kolaborasi dengan Perpustakaan Nasional melalui berbagai kegiatan, seperti Talkshow Duta Baca Indonesia dan Praktik Kepenulisan. Program ini bertujuan melatih masyarakat, terutama peserta muda, agar mampu menjadi penulis-penulis baru dari Aceh.

“Jika kamu ingin mengenal dunia maka membacalah, jika kamu ingin dikenal dunia maka menulislah,” ujar Edi mengutip sebuah pepatah untuk memotivasi peserta.

Drs. Abdullah, M.M., Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional yang hadir mewakili Kepala Perpustakaan Nasional, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda besar Gerakan Indonesia Membaca. Gerakan yang dicanangkan pada 7 Februari lalu ini telah diisi dengan berbagai program seperti Sepekan 1 Buku, Sayembara Penulisan Naskah Daerah, Membaca Nyaring (Read Aloud), dan Festival Literasi di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Abdullah, penguatan literasi menjadi langkah fundamental dalam mencerdaskan bangsa.

“Sayangnya, akses masyarakat Indonesia terhadap bahan bacaan masih terbatas. Rasio saat ini menunjukkan satu buku dibaca oleh 11 orang, jauh dari standar UNESCO yang merekomendasikan satu orang membaca tiga buku per tahun,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa literasi perlu ditumbuhkan secara kolektif di lingkungan keluarga, pendidikan, dan masyarakat.

“Keluarga adalah lingkungan sosial pertama, sekolah merupakan tempat berkembangnya budaya literasi, dan masyarakat harus menghadirkan ruang-ruang terbuka untuk memperkuat literasi,” tutupnya.

Kegiatan talkshow ini diharapkan mampu memotivasi masyarakat Aceh untuk lebih aktif membaca dan menulis, sehingga tercipta generasi yang berdaya saing tinggi dan mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Editor: Akil

Polres Aceh Barat Periksa Istri Pimpinan Pesantren Terkait Kasus Kekerasan Terhadap Anak

0
Polres Aceh Barat Periksa Istri Pimpinan Pesantren Terkait Kasus Kekerasan terhadap Anak. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Meulaboh – Penyidik Satreskrim Polres Aceh Barat memeriksa NN (40), seorang ibu rumah tangga, terkait video viral dugaan kekerasan terhadap anak yang terjadi di salah satu lembaga pendidikan di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat. Pemeriksaan ini dilakukan pada Rabu (2/10/2024).

Kapolres Aceh Barat AKBP Andi Kirana melalui Kasat Reskrim Iptu Fachmi Suciandy membenarkan bahwa pihaknya telah memanggil terlapor untuk dimintai keterangan. Fachmi menjelaskan, sebelumnya penyidik juga telah mengambil keterangan dari korban serta memeriksa sejumlah saksi terkait laporan tersebut.

“Ini adalah tindak lanjut setelah kami menerima laporan dari pihak korban pada Selasa (1/10/2024) pukul 18.00 WIB,” kata Iptu Fachmi saat dikonfirmasi, Rabu (2/10/2024).

Pemanggilan terhadap NN dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/123/X/2024/SPKT/POLRES ACEH BARAT/POLDA ACEH terkait dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak.

“Hari ini kami telah memanggil terlapor NN untuk dimintai keterangan. Petugas dari unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) tengah mendalami kasus tersebut,” ujar Fachmi.

Kasus ini bermula dari laporan bahwa korban, seorang santri, mengalami kekerasan berupa penyiraman air cabai pada Senin (30/9/2024) setelah kedapatan merokok dan dihukum oleh pihak lembaga pendidikan.

“Penyidikan masih terus berjalan. Kami berupaya untuk mengusut tuntas kasus yang viral baik di media sosial maupun media online di Aceh Barat ini,” tegas Fachmi.

Jika terbukti bersalah, NN akan dijerat dengan Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Kasus kekerasan terhadap anak ini menarik perhatian publik, terutama setelah video kejadian tersebut beredar luas di berbagai platform media sosial. Polisi menyatakan komitmen mereka untuk mengusut tuntas dan memberikan perlindungan kepada korban sesuai dengan aturan yang berlaku.

Editor: Akil

KIP Aceh Tetapkan Batas Dana Kampanye Pilgub 2024 Maksimal Rp 412 Miliar

0
Ketua KIP Aceh, Saiful Bismi, saat diwawancarai awak media. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh telah menetapkan batas maksimal dana kampanye bagi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh pada Pemilihan Gubernur 2024 sebesar Rp412,4 miliar. Pembatasan dana ini diatur dalam Keputusan KIP Aceh Nomor 35 Tahun 2024 tertanggal 24 September 2024.

Ketua KIP Aceh, Saiful, menyebutkan bahwa batasan dana ini dirancang untuk menjaga transparansi dan efisiensi penggunaan dana kampanye.

“Iya, untuk batasan pengeluaran dana kampanye untuk Pilgub Aceh Rp412 miliar,” kata Saiful, Rabu (2/10/2024).

Dalam rincian anggaran tersebut, dana untuk kegiatan rapat umum dialokasikan sebesar Rp20 miliar, sementara pertemuan terbatas dibatasi hingga Rp12 miliar. Untuk pertemuan tatap muka dan dialog, ditetapkan batasan pengeluaran sebesar Rp150 miliar, yang menjadi salah satu pos terbesar dalam anggaran kampanye.

Selain itu, pembuatan bahan kampanye juga mendapatkan alokasi sebesar Rp150 miliar. Kegiatan lain seperti olahraga serta seni dan budaya masing-masing diberikan alokasi dana sebesar Rp4,8 miliar, atau total Rp9,6 miliar untuk kedua kegiatan tersebut.

Dana kampanye untuk alat peraga juga dibatasi dengan cukup ketat. Alokasi untuk papan reklame ditetapkan sebesar Rp7,2 miliar, baliho Rp9 miliar, umbul-umbul Rp16,2 miliar, dan spanduk Rp5,8 miliar. Sedangkan bahan kampanye berupa selebaran, brosur, pamflet, dan poster masing-masing mendapatkan batasan anggaran sebesar Rp3,8 miliar, Rp3,8 miliar, Rp6,4 miliar, dan Rp6,4 miliar.

Untuk kampanye digital, batasan dana untuk iklan di media sosial ditetapkan sebesar Rp8,1 miliar, sementara kampanye daring lainnya dibatasi hingga Rp2,9 miliar.

Saiful menegaskan bahwa audit khusus akan dilakukan untuk memastikan pasangan calon tidak melampaui batas dana kampanye yang telah ditetapkan.

“Nanti akan ada lembaga audit yang khusus mengaudit dana kampanye pasangan calon,” ujarnya.

Dengan adanya pembatasan ini, diharapkan pelaksanaan Pilgub Aceh 2024 dapat berjalan dengan transparan dan adil, sekaligus memastikan dana kampanye digunakan secara efisien dan tepat sasaran.

Editor: Akil

Terbanyak di Sumatera, Empat Tim PPK Ormawa UTU Akan Divisitasi oleh Dikti Ristek

0
Empat Tim PPK Ormawa UTU Akan Divisitasi oleh Dikti Ristek. (Foto: Nukian)

NUKILAN.id | Meulaboh – Universitas Teuku Umar (UTU) mencatatkan prestasi gemilang dengan empat dari tujuh tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang berhasil masuk seleksi untuk divisitasi oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristekdikti).

Keberhasilan ini diumumkan melalui surat dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang diterbitkan pada 28 September 2024, dengan nomor 5758/E2/DT.01.01/2024 mengenai pemberitahuan calon peserta Abdidaya Ormawa 2024.

Kegiatan ini termasuk dalam rangkaian monitoring dan evaluasi (monev) yang diadakan setelah tim-tim PPK Ormawa melewati Penilaian Kemajuan Pelaksanaan (PKP) Program pada 4–7 dan 10–13 September 2024.

Rektor UTU, Prof. Dr. Drs. Ishak Hasan, M.Si, menyampaikan rasa syukurnya kepada tim PPK Ormawa UTU, terutama kepada empat tim yang berhasil lolos ke tahap visitasi.

“Alhamdulillah, empat tim PPK Ormawa UTU berhasil melewati seleksi tim DIKTI dan berhak masuk sebagai calon peserta Abdidaya 2024. Ini adalah pencapaian yang patut kita syukuri,” ungkapnya.

Dengan empat tim yang lolos, UTU menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) dengan jumlah tim terbanyak yang lulus untuk divisitasi di tingkat regional Sumatera. UTU mengungguli Universitas Jambi dengan tiga tim, Universitas Andalas dengan dua tim, serta Universitas Malikussaleh yang mengirim satu tim PPK Ormawa.

Koordinator Pusat Pengembangan Kreativitas Mahasiswa (PKM) UTU, Yarmaliza, SKM., M.Si, menambahkan bahwa tahun ini UTU berhasil memenangkan pendanaan PPK Ormawa dengan tujuh proposal.

“Dari tujuh tim yang melaksanakan program di Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Jaya, empat di antaranya berhasil lolos untuk divisitasi oleh pihak kementerian,” jelasnya.

Harapan besar disampaikan Yarmaliza agar keempat tim PPK Ormawa UTU dapat meraih hasil maksimal dan menjadi nominator dalam penghargaan Abdidaya tahun 2024.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, H. Ibrahim Laweung HS, SKM., MNSc, juga menyatakan kebanggaannya atas capaian ini.

“Alhamdulillah, capaian ini menambah daftar mahasiswa UTU yang berprestasi dan mengharumkan nama UTU di tingkat nasional,” katanya.

Ibrahim menekankan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi yang baik antara pimpinan universitas, koordinator pusat PKM, bagian kemahasiswaan, dosen pendamping, dan mahasiswa yang senantiasa menggelorakan semangat kompetisi dan budaya prestasi di kampus.

Sebagai informasi, PPK Ormawa merupakan implementasi kebijakan Kemendikbudristek yang bertujuan melatih mahasiswa menjadi pemimpin transformasional dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat.

Program ini terdiri dari serangkaian pembinaan oleh perguruan tinggi yang dituangkan dalam kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Proposal yang diajukan oleh PT merupakan hasil gagasan dari organisasi kemahasiswaan yang ada di perguruan tinggi, yang dapat diimplementasikan dalam berbagai program sesuai topik yang dipilih.

Editor: Akil

Disdukcapil Aceh Besar Maksimalkan Pelayanan untuk Sukseskan Pilkada 2024

0
Disdukcapil Aceh Besar Maksimalkan Pelayanan untuk Sukseskan Pilkada 2024. (Foto: MC Aceh Besar)

NUKILAN.id | Jantho – Dalam upaya mensukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dilaksanakan pada November 2024, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Aceh Besar gencar meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan, terutama perekaman e-KTP bagi pemilih pemula. Hal ini disampaikan oleh Kepala Disdukcapil Aceh Besar, Rahmad Sentosa, dalam konferensi pers di Kota Jantho, Selasa (1/10/2024).

Untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan, Disdukcapil Aceh Besar menyediakan enam titik pelayanan.

“Pelayanan utama kami ada di kantor Disdukcapil, serta di empat Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD): Sukamakmur, Ingin Jaya, Pekan Bada, dan Darussalam. Selain itu, kami juga memiliki counter Disdukcapil di Mall Pelayanan Publik (MPP) di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya,” ungkap Rahmad.

Disdukcapil juga mengimplementasikan layanan jemput bola dengan mendatangi pusat-pusat keramaian dan sekolah-sekolah.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak kesulitan dalam mendapatkan dokumen kependudukan. Ini adalah bagian dari komitmen kami mendukung kelancaran Pemilukada mendatang,” tambahnya.

Fokus utama saat ini adalah mengejar perekaman e-KTP bagi pemilih pemula, khususnya di kalangan pelajar. Menurut Rahmad, jumlah penduduk Kabupaten Aceh Besar mencapai 439.048 jiwa dengan tingkat perekaman e-KTP telah mencapai 98 persen.

“Kami terus berupaya mengejar sisa perekaman, terutama di sekolah-sekolah, untuk memastikan setiap pemilih terdaftar dan memiliki hak pilihnya,” tegasnya.

Pencapaian perekaman e-KTP pun menunjukkan perkembangan positif. Dari total 300.789 jiwa dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), sebanyak 295.951 jiwa telah melakukan perekaman, atau sekitar 98,39 persen.

“Kami optimis dengan langkah-langkah proaktif yang kami lakukan, seperti pelayanan jemput bola dan peningkatan layanan di MPP, kami akan berkontribusi dalam mensukseskan Pemilukada 2024,” pungkas Rahmad.

Editor: Akil

Pemerintah Bangka Belitung Apresiasi Aceh atas Penanganan Atlet di PON XXI

0
Lampiran Surat Perihal Ucapan Terima Kasih Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung kepada Pj Gubernur Aceh atas sambutan dan penanganan selama pelaksanaan PON XXI di Aceh. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh atas sambutan dan penanganan luar biasa selama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh. Ucapan terima kasih ini disampaikan melalui surat resmi yang ditandatangani oleh Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Sugito, kepada Pj Gubernur Aceh Dr. H. Safrizal ZA M.Si.

Dalam surat bertanggal 24 September, pemerintah Bangka Belitung mengapresiasi pelayanan yang baik, termasuk penanganan musibah yang dialami oleh atlet kontingen mereka. Sugito menyampaikan kesan mendalam atas perhatian dan respons cepat dari Pemerintah Aceh terhadap tim mereka.

“Sebagai Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Aceh yang telah membantu dan memfasilitasi penanganan atlet kami,” tulis Sugito.

Pemerintah Bangka Belitung juga berharap agar segala bantuan yang diberikan oleh Aceh mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Ucapan terima kasih ini menunjukkan solidaritas dan kekompakan antarprovinsi dalam menyukseskan PON XXI.

PON XXI 2024 di Aceh berlangsung dengan lancar, dengan banyak apresiasi dari kontingen provinsi lain yang mengagumi profesionalisme dan keramahan Aceh sebagai tuan rumah. Ajang ini tidak hanya mempertemukan atlet berprestasi, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antarprovinsi di Indonesia.

Editor: Akil

Diduga Melanggar Etik, Semua Komisioner KIP Aceh Dilaporkan ke DKPP

0
Kantor KIP Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh Ketua, wakil, dan anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh resmi dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Laporan tersebut diajukan oleh Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) dan menyoroti dugaan pelanggaran kode etik serta ketidaknetralan dalam pelaksanaan tugas sebagai penyelenggara Pilkada.

Ishak, Kepala Divisi Advokasi dan Kebijakan DPP SAPA, menilai bahwa tindakan KIP Aceh telah menyebabkan kegaduhan politik serta mengurangi kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada).

“Keputusan mereka yang menyatakan salah satu pasangan calon gubernur tidak memenuhi syarat, berdasarkan Berita Acara Nomor 2.10/Pl.02.2.DA/11/2024, menunjukkan ketidakprofesionalan,” ungkap Ishak dalam keterangan pers, Selasa (1/10/2024).

Keputusan KIP Aceh, yang menurut Ishak berlandaskan aturan lama, dinilai melanggar regulasi pemilihan terbaru sesuai dengan Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2024.

“Perubahan keputusan yang tidak konsisten ini menimbulkan kecurigaan adanya niat tertentu yang dapat merugikan salah satu calon,” tambahnya.

SAPA meminta agar semua komisioner KIP Aceh dipecat dan diganti dengan individu yang lebih memahami aturan dan mampu menjalankan tugas secara profesional.

“Penting untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan Pilkada berlangsung adil serta transparan,” tegas Ishak.

Kabag Humas Datin DKPP RI, Bugi Kurnia Widianto, mengonfirmasi adanya laporan tersebut.

“Benar, ada pengaduan yang diajukan oleh Fauzan Adami. Tanda terima laporan sudah kami kirimkan kepada pelapor,” kata Bugi saat dimintai konfirmasi.

Laporan ini menambah sorotan terhadap KIP Aceh di tengah persiapan Pilkada, di mana keberhasilan penyelenggaraan pemilu sangat bergantung pada profesionalisme dan integritas para penyelenggara. Publik berharap agar isu ini segera ditindaklanjuti demi menjaga demokrasi yang sehat di Aceh.

Editor: Akil

Seluruh Jajanan Sekolah di Aceh Diharapkan Bersertifikat Halal

0
Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali saat membuka kegiatan Sosialisasi Sistem Jaminan Produk Halal MPU Aceh Tahun 2024 di Gedung Tgk. H. Abdullah Ujong Rimba. (Foto: MPU)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk. H. Faisal Ali, menegaskan pentingnya sertifikasi halal untuk seluruh jajanan yang dijual di sekolah. Pernyataan ini disampaikan saat membuka kegiatan Sosialisasi Sistem Jaminan Produk Halal MPU Aceh Tahun 2024 di Gedung Tgk. H. Abdullah Ujong Rimba.

Dalam sambutannya, Abu Faisal menekankan komitmen MPU Aceh untuk memastikan bahwa semua konsumsi, termasuk jajanan dan obat-obatan, memenuhi standar halal.

“Kami berharap semua jajanan di sekolah harus bersertifikat halal. Ini adalah langkah penting dalam menjaga kehalalan konsumsi bagi anak-anak kita,” ujarnya.

Kegiatan yang dihadiri oleh tenaga pengajar dari sekolah, kampus, dayah, serta pelaku usaha ini mengusung tema “Produk Halal Mencetak Generasi Islami yang Kuat”. Menurut Abu Faisal, kekuatan generasi tidak hanya berasal dari fisik, tetapi juga dari asupan yang mereka konsumsi.

“Kita harus memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi anak-anak bebas dari bahan kadaluarsa dan zat-zat yang dapat merusak generasi masa depan,” tegasnya.

Abu Faisal juga mengingatkan pentingnya menjaga iman dan agama anak-anak melalui pemilihan produk halal.

“Jangan sampai mereka tumbuh menjadi generasi yang lemah iman dan rusak akhlaknya karena mengonsumsi makanan yang tidak halal,” tambahnya.

Kepala Sekretariat MPU Aceh, Usamah, S.Ag., MM, yang diwakili oleh Kabag Umum, Rizal Fahlefi, SH., M.Ec.Dev, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pelaku usaha dalam menghasilkan produk berkualitas yang memenuhi syarat kehalalan.

“Kami ingin pelaku usaha memahami pentingnya higienisasi, sanitasi, dan kebersihan lingkungan sesuai tuntutan syariat Islam,” katanya.

Dengan inisiatif ini, MPU Aceh berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi generasi muda, serta mendukung mereka dalam tumbuh dan berkembang dengan baik dalam nilai-nilai islami.

Editor: Akil

10 Mahasiswa Eropa Belajar Budaya Aceh Lewat Program Joint Cultural Camp di Unimal

0
10 Mahasiswa Eropa Belajar Budaya Aceh Lewat Program Joint Cultural Camp di Unimal. (Foto: Humas Unimal)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Universitas Malikussaleh (Unimal) menyambut kehadiran sepuluh mahasiswa internasional dari berbagai universitas terkemuka Eropa dalam program Joint Cultural Camp Fall (JCCF) 2024. Program ini berlangsung dari 29 September hingga 4 Oktober 2024 dan merupakan hasil kolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Para mahasiswa yang terlibat berasal dari INSA Lyon University (Prancis), Windesheim University (Belanda), dan Hanze University of Applied Sciences (Jerman). Selain itu, dua mahasiswa dari ITS juga berperan sebagai relawan dalam kegiatan ini. Dalam program ini, mereka akan mengeksplorasi kekayaan budaya Aceh dan mempelajari hukum Syariat Islam.

Kegiatan pembukaan program dimulai dengan tradisi Peuseujuk di Majelis Adat Aceh (MAA). Ketua MAA Lhokseumawe, Syaifudin Saleh SH, memberikan paparan mengenai sejarah dan makna budaya Aceh serta perjuangan masyarakat dalam mempertahankan adat dan tradisi mereka.

“Peuseujuk adalah cara kami menyambut tamu dan menunjukkan betapa kami menghargai budaya,” ungkap Syaifudin.

Dr. Hadi Iskandar MH, Wakil Dekan III Fakultas Hukum Unimal, menambahkan bahwa pemahaman tentang hukum yang menghormati hak asasi manusia di Aceh juga akan disampaikan oleh Dr. Yusrizal MH, dosen Fakultas Hukum.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya lokal sekaligus menciptakan interaksi yang harmonis antara mahasiswa internasional dan lokal,” jelas Yusrizal.

Tema JCCF tahun ini, “Explore Hidden Pasee and Finding Exotic Gayo Highland,” akan mengajak peserta menjelajahi berbagai destinasi wisata serta berinteraksi dengan masyarakat setempat. Ketua Panitia JCCF, Sisca Olivia MS, berharap pengalaman ini dapat memberikan wawasan mendalam mengenai tradisi dan kehidupan sehari-hari di Aceh.

Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Herman Fithra ASEAN Eng, menyampaikan harapan bahwa program ini dapat meningkatkan atmosfer internasionalisasi di kampus.

“Kami ingin mahasiswa internasional mengenal Aceh melalui ragam budaya dan kuliner lokal,” tutupnya.

Dengan semangat kolaborasi dan pertukaran budaya, JCCF 2024 diharapkan dapat menjadi jembatan antara Aceh dan dunia internasional, memperkuat hubungan antarnegara melalui pengalaman dan pemahaman yang lebih baik tentang budaya lokal.

Editor: Akil

Politisi Partai Aceh Desak Penuntasan Kasus Kekerasan Terhadap Santri di Aceh Barat

0
Wakil Sekretaris DPP PA, Fajran Zain. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Partai Aceh mengecam tindakan kekerasan yang menimpa seorang santri berusia 13 tahun di Dayah Darul Hasanah, Pante Ceureumen, Aceh Barat. Hal ini diungkapkan oleh Fajran Zain, yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPP PA. Ia menegaskan bahwa aparat kepolisian harus menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya.

“Kekerasan yang dialami korban tidak bisa diterima akal sehat. Hanya karena kasus merokok, dia harus menghadapi sanksi berat, termasuk dicukur rambut, disuapi cabe giling, dan disiram air cabe dalam kondisi terikat,” ungkap Fajran dengan nada kesal, saat diwawancarai Nukilan.id pada Rabu (2/10/2024).

Kekerasan ini terjadi dalam konteks pendidikan, di mana korban, yang sedang dalam masa pencarian identitas diri, seharusnya mendapatkan pembinaan yang baik. Menurut Fajran, kenakalan remaja seperti merokok, berkelahi, atau membolos adalah hal biasa dan perlu ditangani dengan pendekatan yang mendidik.

“Tugas lembaga pendidikan, terutama pesantren, adalah menjadi teladan dalam proses tarbiyah yang baik dan berakhlak,” tambahnya.

Oleh karena itu, DPP PA, kata Fajran mendesak agar aparat kepolisian memberikan penanganan yang adil dan memenuhi rasa keadilan bagi keluarga korban.

“Kekerasan terhadap anak, baik di lingkungan pendidikan maupun di luar, tidak boleh terjadi lagi. Ini memalukan bagi Aceh, yang sudah memiliki stigma negatif terkait perlindungan anak dan perempuan,” tegas Fajran.

Fajran mengatakan bahwa, Partai Aceh yang mengusung pasangan H. Muzakkir Manaf dan H Fadhlullah, SE dalam pilkada mendatang, menempatkan pemenuhan hak dan perlindungan hukum bagi ibu dan anak sebagai salah satu program prioritas.

“Hal ini mencerminkan komitmen Partai Aceh untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi anak-anak di Aceh,” tutupnya. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah