Beranda blog Halaman 860

AMPAS Banda Aceh Berhasil Galang Dana Rp12 Juta untuk Korban Banjir Trumon

0
AMPAS Banda Aceh Berhasil Galang Dana Rp12 Juta untuk Korban Banjir Trumon. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Aksi kemanusiaan yang digelar oleh Mahasiswa Peduli Aceh Selatan (AMPAS) di Banda Aceh selama empat hari, 15-18 Oktober 2024, sukses mengumpulkan dana sebesar Rp12 juta dan sejumlah barang bantuan, termasuk pakaian dari para donatur. Aksi ini dilakukan di beberapa titik strategis, di antaranya Simpang Mesjid Oman, Simpang AMD, Simpang Surabaya, Simpang Lima, Simpang BPKP, serta beberapa area lainnya seperti Simpang Lambaro dan Simpang Dodik. Selain itu, mahasiswa juga melakukan penggalangan dana di sejumlah warung kopi di Banda Aceh.

Salah satu anggota AMPAS, Iwan Rismadi, menyampaikan bahwa tim AMPAS yang terdiri dari tujuh orang, di bawah koordinasi Salim, langsung mengantarkan hasil donasi tersebut ke lokasi bencana banjir di Trumon, Aceh Selatan.

“Kami akan mengantarkan langsung donasi yang kami terima ke posko-posko banjir di Trumon. Alhamdulillah, dari hasil open donasi yang dilaksanakan selama empat hari, kami berhasil mengumpulkan uang Rp12 juta, serta pakaian dari beberapa donatur, salah satunya dari Rumah Amal USK,” ungkap Iwan kepada Nukilan.id, Senin (21/10/2024).

Tonicko Anggara, penanggung jawab aksi, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa Aceh Selatan yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ia juga berharap semangat kebersamaan dan kekompakan yang terjalin selama aksi tersebut akan tetap terjaga ke depannya.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini. Semoga kekompakan yang terbangun selama kegiatan ini dapat terus terpelihara,” ujar Tonicko.

Iwan Rismadi juga menambahkan harapannya kepada pemerintah terkait penanganan banjir di Trumon, Aceh Selatan. Ia berharap pemerintah daerah dan kabupaten segera mengambil langkah konkret untuk memberikan solusi terhadap masalah banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.

“Kami berharap pemerintah lebih memperhatikan daerah Trumon yang sering dilanda banjir. Semoga ada solusi nyata dari pemerintah daerah dan kabupaten untuk masyarakat yang terdampak,” tutup Iwan.

Aksi ini menunjukkan solidaritas mahasiswa Aceh Selatan yang berperan aktif dalam membantu sesama, khususnya masyarakat yang terdampak bencana di kampung halaman mereka. Dengan semangat gotong royong, AMPAS berharap bantuan yang mereka berikan dapat meringankan beban warga Trumon, sekaligus memacu pemerintah untuk bertindak lebih cepat dalam menangani bencana. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Perusakan Atribut Kampanye Marak di Aceh Tamiang

0
Perusakan Atribut Kampanye Marak di Aceh Tamiang. (Foto: Detik)

NUKILAN.id | Kualasimpang – Perusakan atribut kampanye menjelang Pemilihan Gubernur Aceh terus memanas. Di Aceh Tamiang, atribut pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1, Bustami Hamzah-M Fadhil Rahmi, menjadi sasaran aksi vandalisme. Baliho, poster, hingga alat peraga kampanye (APK) lainnya rusak dan bahkan ada yang hilang secara misterius.

Menurut Asrizal Asnawi, Ketua Rumah Kita Bersama (RKB) Aceh Tamiang, perusakan ini sudah terjadi berulang kali. Bahkan, beberapa relawan yang memasang atribut kampanye diintimidasi di rumah mereka sendiri.

“Perusakan ini sudah sangat masif. Kami sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian dan Panwaslih Aceh Tamiang,” ungkap Asrizal saat diwawancarai, Senin (21/10/2024).

Tak hanya sekadar dirusak, beberapa APK dilaporkan hilang. Asrizal menduga aksi ini sudah direncanakan dengan matang oleh kelompok tertentu yang berniat mengganggu kampanye Bustami-Syeh Fadhil.

“Mereka sudah menyasar lokasi-lokasi strategis dan APK yang terpasang rapi. Ini bukan lagi sekadar insiden biasa,” tegasnya.

Dalam upaya menghentikan aksi vandalisme tersebut, RKB Aceh Tamiang mengambil langkah tegas. Mereka mengumumkan sayembara dengan hadiah Rp 5 juta bagi siapa saja yang berhasil menangkap pelaku perusakan APK atau memiliki informasi valid mengenai aksi tersebut.

“Kami sangat berharap masyarakat turut serta melaporkan aksi perusakan ini. Laporan dapat disampaikan langsung ke posko RKB, dan kami akan memberikan imbalan sebesar Rp 5 juta,” jelas Asrizal.

Dia juga meminta agar kepolisian dan Panwaslih segera turun tangan dan mengusut tuntas kasus ini.

“Jangan biarkan aksi premanisme dan intimidasi mewarnai jalannya pesta demokrasi di Aceh Tamiang. Pemilu harus berlangsung dengan santun dan beradab, tanpa ada tekanan atau ancaman,” tambahnya.

Masyarakat Aceh Tamiang diminta untuk menjaga suasana kondusif selama masa kampanye dan mendukung proses demokrasi yang bersih. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan perusakan atribut kampanye tersebut.

Pemkab Aceh Besar Komit Kendalikan Inflasi

0
Pemkab Aceh Besar Komit Kendalikan Inflasi. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jantho – Dalam upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan pengendalian inflasi, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) virtual Pengendalian Inflasi Nasional yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir.

Rapat yang digelar pada Senin (21/10/2024) tersebut diikuti oleh seluruh pemerintah daerah di Indonesia, termasuk jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Besar yang diwakili oleh Sekda Aceh Besar, Drs. Sulaimi, M.Si.

Sekda Aceh Besar, didampingi unsur Forkopimda, kepala OPD terkait, dan anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), mengikuti rapat ini dari Aula Sanusi Wahab, Kantor Bupati Aceh Besar di Kota Jantho. Rakor tersebut membahas langkah-langkah konkret dalam mengendalikan inflasi, terutama terkait pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar.

Tomsi Tohir menekankan pentingnya setiap daerah untuk terus melakukan pemantauan dan langkah-langkah nyata dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok.

“Kami meminta pemerintah daerah untuk terus memantau harga-harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar. Ini adalah upaya penting dalam mengendalikan inflasi,” ujarnya.

Menanggapi arahan tersebut, Sekda Sulaimi menyatakan bahwa Pemkab Aceh Besar telah melakukan berbagai langkah untuk memastikan stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

“Kami menggelar pasar murah secara rutin dan melakukan peninjauan langsung ke pasar untuk memastikan ketersediaan barang-barang pokok. Alhamdulillah, hingga saat ini Aceh Besar masih dalam kondisi deflasi, namun kami tetap berkomitmen untuk terus memantau harga dan ketersediaan bahan pokok demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Sulaimi.

Selain itu, Sulaimi menambahkan bahwa Pemkab Aceh Besar terus bekerja keras untuk menjaga keseimbangan harga pangan sehingga tidak memberatkan masyarakat.

“Meskipun saat ini inflasi di Aceh Besar masih di bawah nol atau deflasi, kami tetap fokus dan konsisten dalam menjaga ketersediaan bahan pokok untuk masyarakat,” katanya.

Rakor ini diharapkan mampu memberikan solusi konkret bagi daerah-daerah dalam menekan laju inflasi, terutama dalam situasi ekonomi yang rentan. Pemkab Aceh Besar berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan pemerintah pusat dalam mengimplementasikan kebijakan yang efektif dan berkelanjutan guna menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Pemantauan dan evaluasi akan terus dilakukan oleh pemerintah pusat untuk memastikan setiap kebijakan pengendalian inflasi di daerah dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” pungkas Sulaimi.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Aceh Besar dapat terus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di pasaran, serta tetap menjadi daerah dengan inflasi yang terkendali.

Editor: Akil

Aceh Darurat Kekerasan Seksual: Saatnya Kebijakan Berorientasi Korban

0
Ilustrasi kekerasan seksual terhadap perempuan. (Foto: Antara)

NUKILAN.id | Opini – Kasus kekerasan seksual di Aceh tengah berada di titik kritis. Kejadian-kejadian mengerikan ini tidak hanya terjadi di ranah publik tetapi juga di tempat yang semestinya menjadi ruang paling aman bagi perempuan dan anak, yaitu dalam institusi pendidikan dan bahkan di rumah mereka sendiri. Dampaknya sangat mengerikan, mencederai hak-hak dasar korban sebagai manusia dan meninggalkan trauma fisik, psikis, dan sosial yang berkepanjangan. Lebih tragis, perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas menjadi kelompok paling rentan.

Menanggapi ini, komitmen menyeluruh dari calon pemimpin Aceh mutlak diperlukan. Tidak cukup hanya dengan janji kampanye atau slogan, tetapi perlu ada langkah konkret, mulai dari perbaikan kebijakan, alokasi anggaran, program pencegahan, hingga penanganan terpadu yang berfokus pada korban. Tanpa tindakan yang serius dan menyeluruh, ancaman kekerasan seksual akan terus menghantui, muncul kembali dengan pola dan modus yang mungkin semakin sulit dideteksi.

Revisi Qanun Jinayah: Melindungi yang Rentan

Langkah pertama yang mendesak adalah memperkuat kebijakan perlindungan, termasuk dengan merevisi Qanun Jinayah. Rangkaian aturan ini harus mampu memberikan perlindungan optimal kepada korban, terutama perempuan dan anak-anak, yang menjadi kelompok rentan. Penegakan hukum juga mesti tegas, cepat, dan pro-korban, memberikan kepastian hukum serta pemulihan yang berorientasi pada keadilan. Tanpa komitmen untuk merevisi kebijakan yang ada, upaya pencegahan hanya akan berjalan di tempat, dan korban-korban baru akan terus bermunculan tanpa perlindungan yang memadai.

Anggaran dan Program: Mewujudkan Perlindungan yang Nyata

Komitmen anggaran adalah hal yang tak terhindarkan. Tanpa dukungan dana, upaya perlindungan akan hanya menjadi retorika. Pemerintah Aceh perlu mempertegas program pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan anak yang berkelanjutan, memastikan setiap aspek mulai dari pencegahan hingga penanganan kekerasan seksual berjalan dengan efektif. Alokasi anggaran yang memadai juga menunjukkan keberpihakan yang jelas, bahwa keamanan dan martabat masyarakat, terutama mereka yang rentan, menjadi prioritas utama.

Akses dan Layanan: Mendekatkan Perlindungan ke Semua Pihak

Penguatan kelembagaan seperti Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPPA) di tingkat provinsi dan kabupaten adalah langkah konkret untuk memastikan bahwa layanan pengaduan dan penanganan kekerasan seksual lebih mudah diakses. Di sisi lain, kualitas layanan ini harus terus ditingkatkan, agar masyarakat memiliki kepercayaan untuk melaporkan kasus yang mereka alami atau saksikan. Tidak ada lagi cerita mengenai korban yang harus berjuang sendirian, diabaikan, atau bahkan ditolak ketika mencoba mencari keadilan.

Reformasi di Dunia Pendidikan: Membendung Kekerasan Sejak Dini

Pemerintah juga perlu mengambil langkah strategis di lembaga pendidikan. Institusi-institusi ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk mengajar dan belajar, tetapi juga sebagai benteng pertama yang menjaga anak-anak dari kekerasan. Program pembinaan yang ketat dan pelaksanaan sanksi yang tegas di lingkungan pendidikan akan menjadi upaya preventif yang efektif. Dengan memberikan pemahaman kepada pihak sekolah dan para pengajar, institusi pendidikan bisa ikut aktif dalam upaya pencegahan kekerasan seksual.

Mengedukasi Masyarakat: Melibatkan Banyak Pihak

Perlindungan perempuan dan anak membutuhkan keterlibatan masyarakat. Sosialisasi dan pendidikan kritis mengenai perlindungan anak dan perempuan perlu digencarkan agar masyarakat lebih sadar dan mampu mengambil peran aktif dalam pencegahan kekerasan seksual. Dengan memberikan pemahaman yang baik, masyarakat bisa berpartisipasi melalui tugas dan fungsinya masing-masing. Kampanye berbasis komunitas dapat menjadi cara efektif untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berdaya dalam menghadapi ancaman kekerasan.

Penguatan Ketahanan Keluarga: Benteng Utama Perlindungan

Keluarga merupakan benteng perlindungan utama. Program-program untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui optimalisasi delapan fungsi keluarga (reproduksi, pendidikan, ekonomi, agama, perlindungan, kasih sayang, sosial budaya, dan pembinaan lingkungan) harus digencarkan. Masyarakat Aceh yang kuat secara keluarga, yang mendidik anak-anaknya dengan kasih sayang dan penghargaan terhadap hak asasi manusia, adalah kunci untuk mencegah kekerasan sejak dini.

Kepemimpinan baru di Aceh harus menempatkan isu kekerasan seksual sebagai prioritas utama. Harapan masyarakat adalah pada kebijakan yang melindungi, anggaran yang cukup, serta program yang berkelanjutan untuk memberdayakan perempuan dan anak-anak serta melindungi mereka dari ancaman kekerasan seksual. Jika tidak sekarang, kapan lagi kita akan berkomitmen untuk memastikan Aceh bebas dari kekerasan seksual? (XRQ)

Penulis: Akil Rahmatillah (Alumni Ilmu Pemerintahan-USK)

KIP Aceh Klarifikasi Posisi Aryos Nivada dalam Tim Perumus Debat Cagub

0
Wakil Ketua KIP Aceh, Iskandar A Gani. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh memberikan penjelasan terkait posisi Aryos Nivada dalam Tim Perumus Debat Calon Gubernur (Cagub) Aceh 2024, menyusul pemberitaan yang sempat menimbulkan spekulasi. Klarifikasi ini merespons berita yang dimuat oleh Portalnusa pada 21 Oktober 2024 dengan judul “KIP Aceh Harus Jelaskan Kapasitas Aryos di Tim Perumus Debat Cagub”.

Dalam pernyataannya, Wakil Ketua KIP Aceh, Iskandar A Gani, menegaskan bahwa Tim Perumus terdiri dari para ahli yang memiliki latar belakang profesional, akademisi, dan tokoh masyarakat.

“Saudara Aryos Nivada adalah salah satu dari lima Tim Perumus yang telah disahkan melalui SK pada 9 Oktober 2024,” jelasnya kepada Nukilan.id, Senin (21/10/2024).

Aryos Nivada: Akademisi dengan Latar Belakang Politik dan Pemilu

Iskandar menambahkan bahwa Aryos Nivada adalah seorang akademisi dengan gelar S2 dan sedang menempuh pendidikan S3 di bidang ilmu politik dan pemerintahan. Selain itu, Aryos memiliki karya ilmiah berupa jurnal dan buku yang membahas politik dan pemilu.

“Saudara Aryos bukan bagian dari tim pemenangan salah satu calon. Berdasarkan pemeriksaan dokumen SK Tim Pemenangan kedua pasangan calon, tidak ada nama Aryos Nivada dalam daftar tersebut,” tegasnya.

Peran Dinamis Tim Perumus

Lebih lanjut, Iskandar menjelaskan bahwa Tim Perumus bekerja secara dinamis dan berinteraksi secara intens dengan perwakilan dari masing-masing pasangan calon. Hal ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan debat berjalan dengan adil dan objektif, tanpa keberpihakan.

Terkait aktivitas Aryos di media, baik media cetak, online, maupun organisasi, Iskandar menegaskan bahwa hal tersebut tunduk pada regulasi yang diatur oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Pers.

“Segala bentuk aktivitas pers berada di bawah pengawasan Dewan Pers, yang merupakan lembaga independen untuk menjaga kehidupan pers di Indonesia,” ungkapnya.

Transparansi dan Keterbukaan KIP Aceh

KIP Aceh, dalam pernyataan resminya, mengapresiasi berbagai masukan serta klarifikasi yang datang dari publik, khususnya dari pasangan calon. KIP juga menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi dan integritas dalam setiap tahapan Pilkada Aceh, agar proses demokrasi berjalan secara jujur, adil, dan terbuka.

“Semoga seluruh tahapan Pilkada dapat kita lalui dengan baik dan penuh kebaikan,” tutup Iskandar dalam pernyataannya.

Dengan penjelasan ini, KIP Aceh berharap polemik mengenai posisi Aryos Nivada di Tim Perumus dapat segera mereda, sehingga proses Pilkada dapat terus berlanjut dengan fokus pada substansi dan kualitas debat yang diharapkan mampu memberikan informasi komprehensif kepada masyarakat. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Tim SAR Evakuasi Enam Imigran Rohingya Sakit di Aceh Selatan

0
Tim SAR Evakuasi Enam Imigran Rohingya Sakit di Aceh Selatan. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi enam imigran etnis Rohingya yang menderita sakit dari kapal motor di perairan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan, pada Minggu (20/10/2024). Para imigran tersebut segera dibawa ke daratan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Enam imigran Rohingya yang sakit berhasil kami evakuasi ke daratan, sementara yang lainnya masih berada di atas kapal,” ujar Juanda, Koordinator Basarnas Pos Meulaboh, Minggu (20/10/2024).

Setelah tiba di daratan, keenam imigran tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yuliddin Away, Tapaktuan, menggunakan ambulans. Juanda menjelaskan, jumlah total imigran Rohingya di kapal motor tersebut mencapai 151 orang, terdiri dari 79 wanita dewasa, 13 pria dewasa, serta 59 anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun.

“Dari enam yang dievakuasi, dua di antaranya adalah wanita dewasa, dua pria dewasa, seorang anak-anak, dan satu wanita hamil,” tambahnya. Proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Yuliddin Away, Ikram, mengonfirmasi bahwa para imigran yang dievakuasi sedang menjalani pemeriksaan medis intensif di rumah sakit tersebut.

“Keluhan mereka antara lain demam, batuk, dan pilek. Kami juga melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada wanita hamil yang dievakuasi untuk memastikan kondisinya,” jelas Ikram.

Jika diperlukan, RSUD Yuliddin Away siap memberikan perawatan inap bagi para imigran tersebut.

“Kami telah menyiapkan ruang rawat inap khusus yang terpisah dari pasien lain untuk menjaga kenyamanan dan keamanan mereka,” kata Ikram.

Lebih lanjut, pihak rumah sakit juga akan berkoordinasi dengan Organisasi Internasional untuk Imigrasi (IOM) serta aparat keamanan setempat guna memastikan keselamatan para imigran selama dirawat.

Evakuasi ini menambah panjang daftar penyelamatan imigran Rohingya yang sering kali terombang-ambing di perairan Aceh, setelah menempuh perjalanan panjang mencari suaka dari konflik di negara asal mereka.

Editor: Akil

Disbudpar Harap Seluruh Ekraf Kuliner Aceh Tersertifikasi Halal

0
Disbudpar Harap Seluruh Ekraf Kuliner Aceh Tersertifikasi Halal. (Foto: Disbudpar Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar Expo Produk Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersertifikasi halal di Halaman Museum Tsunami Aceh, dari 19 hingga 22 Oktober 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 24 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, dengan harapan untuk mendorong pelaku UMKM lainnya agar segera mendaftarkan produk mereka untuk mendapatkan sertifikasi halal.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal, melalui Kepala Bidang Pengembangan Usaha Pariwisata dan Kelembagaan (PUPK), Ismail, menekankan pentingnya sertifikasi halal bagi produk yang dikonsumsi oleh wisatawan.

“Logo halal menjadi hal yang krusial bagi wisatawan yang berkunjung ke Aceh. Melalui expo ini, kami berharap dapat memicu para pelaku usaha yang belum mengurus sertifikat halal untuk segera melakukannya, baik melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) maupun Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPH LPPOM MUI),” ungkap Ismail.

Ismail juga menyampaikan komitmen Pemerintah Aceh dalam menjadikan destinasi wisata halal di tingkat internasional.

“Aceh telah meraih peringkat kedua dalam ajang destinasi wisata halal di tingkat nasional, dan semua itu berkat dukungan dari para pelaku usaha UMKM yang telah bersertifikasi halal,” tuturnya.

Salah satu pelaku UMKM, Fauziah Basyariah, pemilik produk Ud. Tuna, mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan expo halal ini. Fauziah menjelaskan bahwa produk yang dijualnya merupakan olahan ikan kayu, makanan khas Aceh yang sudah dipasarkan hingga ke Arab Saudi.

“Pemerintah Aceh membeli produk kami untuk dibagikan kepada jemaah haji,” kata Fauziah.

Dia menambahkan bahwa setiap pengunjung bisa membeli oleh-oleh yang telah siap saji atau yang hanya perlu dimasak, dengan bumbu yang sudah tersedia.

“Produk kami sudah ada di seluruh tempat souvenir di Kota Banda Aceh, Lhokseumawe, Medan, Sigli, dan Sabang. Alhamdulillah, produk kami sudah bersertifikat halal,” pungkas Fauziah.

Dengan kegiatan ini, Disbudpar Aceh berharap semua pelaku ekraf kuliner di Aceh bisa mendapatkan sertifikasi halal, demi meningkatkan kepercayaan wisatawan dan memajukan sektor pariwisata di daerah.

Editor: Akil

Kadisbudpar Dukung Pengembangan Kreativitas Anak Muda

0
Tiga Siswi Aceh Raih Penghargaan Internasional. (Foto: Disbudpar Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh anak muda Aceh di kancah internasional. Tiga siswi dari berbagai sekolah di Banda Aceh berhasil meraih penghargaan dalam tiga kompetisi berbeda di tingkat internasional, memperkuat posisi Aceh sebagai daerah yang diperhitungkan di dunia internasional. Prestasi ini pun mendapat dukungan penuh dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Almuniza Kamal.

Siswi pertama yang menorehkan prestasi adalah Ratu Barona Vonna, siswi kelas tiga SD Negeri 10 Kota Banda Aceh. Ratu berhasil memenangkan ajang Global Supermodel Search 2024 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia. Tak tanggung-tanggung, Ratu membawa pulang dua penghargaan sekaligus, yaitu Best Catwalk dan Runner-up 2 kategori Mini.

Tidak hanya itu, Maritza Danesh Fazilla, siswi kelas tujuh SMP Islam Al Azhar Cairo Banda Aceh, juga meraih prestasi sebagai Juara 2 dalam Colorguard Contest di ajang Malaysia World Band Competition 2023. Sementara itu, Ishraf Asyifa, siswi kelas 10 SMA Negeri 3 Banda Aceh, mewakili Aceh di International Fashion Week 2024 yang digelar di Bangkok, Thailand.

Kadisbudpar Aceh, Almuniza Kamal, mengapresiasi capaian para siswi ini yang telah membawa nama Aceh harum di kancah internasional. Ia menekankan pentingnya dukungan penuh bagi generasi muda Aceh untuk terus mengembangkan bakat dan kreativitas mereka.

“Kita harus terus mendukung dan memberikan wadah bagi anak-anak muda untuk mengasah soft skill mereka, terlebih sekarang Aceh adalah daerah yang sudah dilirik oleh negara internasional. Semoga prestasi yang telah dicapai oleh anak Aceh bisa memberikan stimulus bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi,” ungkap Almuniza, Jumat (18/10/2024).

Menurutnya, Disbudpar Aceh secara rutin menyelenggarakan berbagai acara untuk mendukung kreativitas anak-anak muda, termasuk di bidang fesyen dan modeling.

“Prestasi ini dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk mengejar impian mereka, meningkatkan representasi dalam dunia fesyen, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas,” tambahnya.

Founder SMD Modelling Agency, Sherli Marisa Dewi, yang turut membina Ratu Barona, mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi yang diraih oleh anak didiknya. Sherli menyebutkan bahwa Ratu telah mengikuti kelas di SMD Modelling sejak tahun 2023 dan beberapa kali memenangkan penghargaan dalam berbagai ajang kompetisi.

“Akhirnya, Ratu mengikuti audisi untuk bisa ke Malaysia di ajang Global Supermodel Search 2024 dan berhasil membawa pulang dua penghargaan. Kami sangat bangga dengan pencapaiannya,” kata Sherli.

Selanjutnya, Ratu akan mengikuti audisi untuk Putri Cilik Tenun dan Songket pada 8-10 November mendatang.

Sementara itu, Derry Dahlan Smit, Founder DD Foundation, mengungkapkan kebanggaannya terhadap dua anak didiknya, Maritza Danesh Fazilla dan Ishraf Asyifa, yang telah meraih prestasi di ajang nasional dan internasional. Derry menyebutkan bahwa DD Foundation bertujuan untuk membentuk karakter generasi muda yang unggul dan bertakwa, seiring dengan tantangan globalisasi dan sosial media yang mengikis budaya bangsa.

“Generasi muda harus diajarkan untuk selalu mengikuti kegiatan yang positif sehingga dapat menjadi anak-anak yang berkarakter, berbudaya Indonesia, dan bertakwa,” ujar Derry.

Prestasi ketiga siswi ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda Aceh untuk terus mengembangkan bakat dan kreativitas, serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah di masa depan.

Editor: Akil

Pj Bupati Aceh Besar Terima 640 Mahasiswa KPM UIN Ar-Raniry

0
Serah terima mahasiswa dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan Perencanaan UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Khairuddin, M.Ag dan diterima oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Aceh Besar, Jamaluddin, SSos,MM. (Foto: MC Aceb Besar)

NUKILAN.id | Jantho – Sebanyak 640 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh resmi memulai Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Reguler di Kabupaten Aceh Besar. Serah terima mahasiswa dilakukan pada Sabtu (19/10/2024) di Halaman Gedung Dekranasda Aceh Besar, Kecamatan Ingin Jaya, dan diterima langsung oleh Asisten III Sekda Aceh Besar, Jamaluddin, SSos, MM yang mewakili Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM.

Mahasiswa ini akan diterjunkan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Indrapuri dan Kecamatan Kuta Malaka, dengan cakupan 67 desa. Selama 38 hari ke depan, mereka akan melaksanakan program pengabdian yang bertujuan untuk mendorong perubahan positif di masyarakat, termasuk peningkatan layanan posyandu, pengelolaan dana desa, serta sosialisasi bahaya judi online dan pinjaman berbunga tinggi.

Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan Perencanaan UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Khairuddin, M.Ag, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar atas kesempatan ini. Ia menekankan bahwa pengabdian ini merupakan bentuk implementasi dari ilmu yang telah dipelajari mahasiswa di kampus.

“Mahasiswa akan belajar dari masyarakat. Mereka akan berinteraksi langsung dengan perangkat desa seperti geuchik dan camat. Ini adalah kesempatan untuk mengasah keterampilan sosial dan akademik secara bersamaan,” ujarnya.

Khairuddin juga mengingatkan para mahasiswa untuk menjaga nama baik kampus dan menjalankan program-program yang memberikan manfaat nyata. Ia berharap para mahasiswa dapat berkontribusi pada penataan desa dan membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di wilayah pengabdian mereka.

Fokus Pengentasan Stunting dan Administrasi Desa

Asisten III Sekda Aceh Besar, Jamaluddin, SSos, MM, dalam sambutannya menyatakan harapannya agar mahasiswa KPM UIN Ar-Raniry dapat berkontribusi langsung dalam mengatasi permasalahan sosial di Aceh Besar. Salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah penanganan stunting.

“Para mahasiswa bisa mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam program posyandu dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya gizi bagi anak-anak,” ujar Jamaluddin.

Selain itu, Jamaluddin juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam membantu pengelolaan administrasi desa, terutama dalam pendataan dan pemanfaatan dana desa di era digital saat ini. Sosialisasi mengenai perubahan sosial yang dihadapi masyarakat, seperti maraknya judi online dan bahaya pinjaman berbunga tinggi, juga menjadi bagian dari tanggung jawab mereka selama pengabdian.

“Jagalah nama baik almamater dan jalin komunikasi yang baik dengan masyarakat, karena inilah kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata demi kemajuan Aceh Besar,” pesan Jamaluddin.

Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat, di antaranya Camat Indrapuri, Camat Kuta Malaka, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Ar-Raniry, Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, serta Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat (P2M), Sri Suyanta.

Editor: Akil

Calon Gubernur Aceh Minim Perhatian pada Isu Kekerasan Seksual

0
Ilustrasi kekerasan seksual terhadap perempuan. (Foto: Antara)

NAUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam persaingan menuju kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, dua pasangan calon, Bustami Hamzah-Fadhil Rahmi serta Muzakir Manaf-Fadhlullah, sama-sama mengusung visi besar untuk membangun Aceh yang lebih maju. Namun, di tengah berbagai janji tentang ekonomi, tata kelola pemerintahan, penerapan Syariat Islam, serta keadilan sosial, ada satu isu krusial yang luput dari perhatian kedua paslon—yakni kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

Baik Bustami-Fadhil maupun Muzakir-Fadhlullah belum menunjukkan komitmen jelas dalam menangani masalah kekerasan seksual yang kian marak di Aceh, khususnya di lingkungan pendidikan. Padahal, kasus-kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak terus meningkat, dan bahkan telah menjadi perhatian nasional.

Bustami Hamzah-Fadhil Rahmi mengusung visi “Aceh Sejahtera, Berkeadilan, dan Beridentitas,” yang menekankan pembangunan ekonomi, akses yang merata terhadap pendidikan dan kesehatan, serta pembangunan berkelanjutan. Sementara itu, Muzakir Manaf (Mualem) bersama Fadhlullah (Dek Fadh) membawa visi “Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan,” dengan fokus pada penguatan Syariat Islam, kemandirian ekonomi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurut analisis Nukilan.id dalam rincian visi dan misi kedua pasangan ini, tidak ada agenda khusus untuk menangani kekerasan seksual, terutama di institusi pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat Aceh, yang melihat bahwa masalah ini sering diabaikan dalam perencanaan kebijakan publik.

Kasus kekerasan seksual di Aceh kerap terjadi di lingkungan pendidikan, dan sayangnya isu ini belum dianggap sebagai prioritas oleh para calon pemimpin daerah. Aceh, sebagai daerah yang menerapkan Syariat Islam, seharusnya menjadi pionir dalam melindungi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan. Jika hal ini tidak diatasi, dampaknya akan merusak masa depan generasi muda.

Minimnya perhatian terhadap isu ini menjadi paradoks bagi Aceh, daerah yang terkenal dengan penerapan hukum Syariat yang ketat. Dalam konteks kekhususan tersebut, masyarakat berharap perlindungan terhadap perempuan dan anak menjadi perhatian utama. Namun, dengan tidak adanya visi dan misi yang secara eksplisit mengaddress kekerasan seksual, baik Bustami-Fadhil maupun Mualem-Dek Fadh terkesan abai terhadap salah satu masalah paling mendesak yang dihadapi Aceh saat ini.

Publik menanti apakah dalam debat-debat mendatang kedua paslon akan merespons kekhawatiran ini dan memberikan solusi konkret. Tanpa langkah nyata, Aceh berisiko terus mengalami peningkatan kasus kekerasan seksual yang tidak tertangani dengan baik, terutama dalam lingkungan yang seharusnya melindungi generasi penerusnya.

Kegagalan mengatasi kekerasan seksual secara serius dianggap sebagai pengabaian tanggung jawab terhadap generasi muda Aceh. Kita berharap para calon pemimpin kita memahami bahwa pembangunan ekonomi dan sosial tidak dapat terpisahkan dari rasa aman bagi perempuan dan anak.

Ke depan, masyarakat Aceh menunggu tindakan nyata dari kedua pasangan calon untuk menunjukkan bahwa mereka benar-benar peduli pada kesejahteraan seluruh warga, termasuk perempuan dan anak yang membutuhkan perlindungan dari ancaman kekerasan. (XRQ)

Penulis: Akil Rahmatillah