Beranda blog Halaman 859

Polda Aceh: Pengawasan Hewan Ternak Perlu Diperketat untuk Cegah Lakalantas

0
Direktur Lalulintas Polda Aceh, Kombes Pol Muhammad Iqbal Alqudusy. (Foto: acehprov.go.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh mengeluarkan imbauan kepada pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan terhadap hewan ternak yang berkeliaran di jalan raya. Langkah ini diambil menyusul sejumlah kecelakaan lalu lintas yang telah merenggut nyawa akibat hewan ternak yang tiba-tiba melintas di jalur sibuk.

Kombes Pol Muhammad Iqbal Alqudusy, Direktur Lalu Lintas Polda Aceh, menekankan pentingnya perhatian serius terhadap masalah ini.

“Hewan ternak yang berkeliaran di jalan raya telah menjadi faktor penyebab kecelakaan lalu lintas yang berulang kali terjadi di Aceh. Kecelakaan terbaru terjadi di lintasan Banda Aceh-Meulaboh di Desa Babah Nipah, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, pada Kamis lalu, yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia,” ungkapnya saat konferensi pers di Banda Aceh.

Peristiwa tragis itu berawal ketika sebuah mobil berusaha menghindari sekelompok hewan ternak yang tiba-tiba melintas. Sopir yang panik membanting setir dan menabrak sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan, menimbulkan korban jiwa.

Muhammad Iqbal menambahkan bahwa masalah hewan ternak yang berkeliaran di jalan raya, terutama di jalur rawan kecelakaan, perlu segera ditangani. Jika dibiarkan, ancaman kecelakaan yang lebih fatal akan terus meningkat.

“Kami mengharapkan pemerintah daerah tidak hanya meningkatkan pengawasan, tetapi juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya pemilik hewan ternak, tentang bahaya melepas hewan mereka di jalan raya,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan perlunya penegakan qanun (peraturan daerah) yang mengatur tentang hewan ternak secara konsisten, termasuk penerapan sanksi bagi pemilik yang lalai menjaga hewan mereka agar tidak berkeliaran.

“Patroli rutin dari pemerintah daerah juga sangat diperlukan untuk menertibkan hewan ternak di jalan raya, terutama di daerah rawan kecelakaan. Semua ini demi keamanan dan keselamatan bersama,” kata Kombes Pol Muhammad Iqbal Alqudusy menutup pernyataannya.

Dengan langkah-langkah preventif yang tepat, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh hewan ternak dapat diminimalisir, sehingga jalan raya dapat kembali aman bagi semua pengguna.

Editor: Akil

Plt Sekda Aceh Dukung Pelatihan Digital untuk ASN, Dorong Birokrasi Adaptif dan Efektif

0
Plt. Sekda Aceh, Drs. Muhammad Diwarsyah, M.Si. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Diwarsyah, menyatakan dukungannya terhadap pelatihan Digital Leadership Academy (DLA) dan Digital Government Academy (DGA) yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital RI. Program ini ditujukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Aceh dalam rangka mewujudkan birokrasi yang lebih adaptif dan efektif di era digital.

“Pemerintahan digital memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, serta kualitas pelayanan publik,” ujar Diwarsyah saat membuka pelatihan di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Senin (21/10/2024).

Lebih lanjut, Diwarsyah menekankan sejumlah manfaat dari penerapan pemerintahan digital, termasuk peningkatan akuntabilitas, partisipasi masyarakat yang lebih luas, serta percepatan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, digitalisasi dianggap mampu memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui aksesibilitas informasi yang lebih baik.

“Transformasi digital pemerintahan diyakini dapat mempercepat reformasi birokrasi menuju dynamic governance pada tahun 2025, sebagaimana yang telah diterapkan di negara-negara maju,” lanjutnya.

Diwarsyah menekankan pentingnya kepemimpinan yang cerdas dan taktis dalam menyikapi perubahan ini, di mana para pemimpin diharapkan mampu mengartikulasikan ide-ide inovatif untuk mendukung proses transformasi.

Pelatihan DLA dijadwalkan berlangsung hingga 7 November 2024, sementara DGA akan diselenggarakan sampai 25 Oktober 2024. Sebanyak 110 peserta dari berbagai instansi, termasuk Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Aceh, pimpinan perguruan tinggi, Relawan TIK, serta ASN dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Aceh berharap dapat terus mendorong aparatur negara untuk siap menghadapi tantangan birokrasi di era digital yang serba cepat dan dinamis.

Editor: Akil

Pengungsi Rohingya di Aceh Selatan Terjerat Tindak Pidana Perdagangan Orang

0
Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto. (Foto: Humas Polda)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Keberadaan pengungsi etnis Rohingya di perairan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan, terungkap sebagai tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, dalam konferensi pers yang digelar di Banda Aceh, Senin (21/10/2024).

Joko Krisdiyanto menjelaskan, penyelidikan awal kasus ini berawal dari penemuan mayat seorang perempuan di sekitar perairan Pelabuhan Labuhan Haji pada Kamis (17/10). Dalam waktu singkat, laporan masyarakat menyebutkan adanya sebuah kapal motor yang terombang-ambing di sekitar empat mil laut dari pantai Labuhan Haji

. “Setelah diselidiki, ditemukan 150 imigran Rohingya di kapal tersebut, tiga di antaranya telah meninggal dunia,” ujarnya.

Imigran yang berasal dari Cox’s Bazar, Bangladesh, ini dilaporkan berangkat antara 9 hingga 12 Oktober 2024. Mereka dilansir ke kapal nelayan KM Bintang Raseuki untuk menyeberangi Laut Andaman menuju perairan Aceh Selatan.

“Kapal ini dibeli terduga pelaku dengan harga Rp 580 juta sebulan lalu,” lanjut Joko.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh, Kombes Pol. Ade Harianto, menyampaikan bahwa jumlah awal imigran di kapal tersebut mencapai 216 orang. Namun, di tengah perjalanan, sekitar 50 orang berhasil mencapai Pekanbaru, Riau, dengan biaya perjalanan sebesar Rp 20 juta—meski baru membayar Rp 10 juta.

Pihak kepolisian berhasil menangkap tiga terduga pelaku penyelundupan manusia berinisial F (35), A (33), dan I (32).

“Kami masih memburu delapan pelaku lainnya,” kata Joko. Mereka kini terancam hukuman berdasarkan sejumlah pasal dalam undang-undang terkait keimigrasian dan pemberantasan TPPO.

“Penanganan kasus ini dilakukan oleh tim gabungan dari Polda Aceh dan Polres Aceh Selatan. Sementara penanganan terhadap etnis Rohingya akan dikoordinasikan dengan instansi terkait seperti imigrasi, IOM, dan UNHCR,” tutup Ade Harianto.

Kasus ini semakin memperlihatkan tantangan yang dihadapi oleh imigran Rohingya di wilayah perairan Indonesia, dan memunculkan keprihatinan mendalam akan nasib mereka yang terjebak dalam jaringan perdagangan manusia.

Editor: Akil

Aceh Darurat Kekerasan Seksual: Aktivis Desak Paslon Gubernur Prioritaskan Isu Krusial Ini

0
Ilustrasi kekerasan seksual pada anak. (Foto: Shutterstock)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Meski pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Bustami Hamzah-Fadhil Rahmi dan Muzakir Manaf-Fadhlullah, mengusung visi besar tentang pembangunan ekonomi dan keadilan sosial, mereka tampaknya mengabaikan masalah kekerasan seksual yang semakin mengkhawatirkan di Aceh.

Analisis Nukilan.id mengungkapkan bahwa dalam rincian visi dan misi mereka, tidak ada komitmen khusus untuk menangani persoalan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, terutama di lingkungan pendidikan.

Kekerasan seksual di Aceh kini mencapai titik kritis, dan publik sudah mulai bersuara. Kasus-kasus kekerasan seksual tidak hanya terjadi di ruang publik, tetapi merambah ke lembaga pendidikan dan bahkan di dalam rumah, tempat seharusnya menjadi perlindungan bagi perempuan dan anak.

“Aceh darurat kekerasan seksual,” tegas Riswati, Direktur Flower Aceh dalam wawancara dengan Nukilan.id, Selasa (22/10/2024).

Riswati menjelaskan, kekerasan seksual melanggar hak asasi manusia dan menimbulkan dampak fisik, psikis, dan sosial yang menghancurkan, bahkan memicu trauma berkepanjangan pada korban.

“Jika tidak ditangani dengan serius, kasus-kasus serupa akan terus terjadi dengan pola dan modus yang berbeda. Perempuan, anak, dan penyandang disabilitas menjadi korban paling rentan,” kata Riswati yang juga dan aktivis perempuan dan anak.

Penting untuk diingat, pencegahan dan penanganan kekerasan seksual haruslah komprehensif, terintegrasi, dan berorientasi pada korban.

“Kami sangat berharap calon gubernur dan wakilnya segera menempatkan isu ini dalam agenda prioritas mereka. Kebijakan, anggaran, dan program konkret sangat dibutuhkan untuk memastikan perlindungan dan pemulihan bagi korban,” lanjut Riswati.

Warga Aceh kini menanti langkah nyata dari para pemimpin mereka. Kekerasan seksual bukan hanya masalah individual, tetapi merupakan isu sosial yang harus diatasi secara kolektif.

“Kami tidak ingin lagi mendengar berita tentang kekerasan seksual. Sudah saatnya pemerintah menunjukkan komitmennya untuk melindungi warganya,” tutup Riswati. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Sebanyak 2.051 Pengendara Ditilang Selama Operasi Zebra Seulawah 2024 di Aceh

0
Dirlantas Polda Aceh Kombes M Iqbal Alqudusy. (Foto: Ist)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh melaporkan bahwa sebanyak 2.051 pengendara kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, terkena tilang selama pelaksanaan Operasi Zebra Seulawah 2024. Operasi ini berlangsung di seluruh wilayah Aceh sejak 14 hingga 27 Oktober 2024.

Direktur Lalu Lintas Polda Aceh, Kombes Pol Muhammad Iqbal Alqudusy, menyampaikan bahwa dalam tujuh hari pertama operasi, sebanyak 2.001 pengendara mendapat tilang manual, sementara 49 lainnya terjaring melalui tilang elektronik statis dan satu kali tilang elektronik bergerak.

“Operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas. Kami mengutamakan upaya preemtif, edukasi, preventif, serta penegakan hukum,” ujar Muhammad Iqbal Alqudusy di Banda Aceh, Senin (21/10/2024).

Ia juga menyoroti adanya peningkatan penindakan dibandingkan Operasi Zebra Seulawah 2023. Tilang manual mengalami kenaikan signifikan dari 828 kasus pada tahun lalu menjadi 2.001 pada tahun ini, meningkat sebesar 25 persen. Namun, jumlah tilang elektronik justru menurun. Tilang elektronik statis turun dari 65 kasus menjadi 49 kasus, sementara tilang elektronik bergerak hanya tercatat satu kasus dibandingkan tujuh kasus pada 2023.

Selain penindakan melalui tilang, polisi juga memberikan 7.646 teguran kepada pengendara yang melakukan pelanggaran ringan.

Kombes Pol Muhammad Iqbal juga melaporkan adanya 21 kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama Operasi Zebra Seulawah 2024. Kecelakaan ini mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, empat orang mengalami luka berat, dan 19 orang luka ringan.

“Dengan adanya operasi ini, kami berharap masyarakat semakin sadar dan patuh terhadap peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya,” tutupnya.

Operasi Zebra Seulawah merupakan agenda rutin tahunan yang digelar untuk meningkatkan keselamatan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di Aceh.

Editor: Akil

Sugiono, Menlu RI yang Berangkat dari Gayo hingga Kancah Diplomasi Internasional

0
Sugiono, Menlu RI. (Foto: CNBC)

NUKILAN.id | Jakarta – Sosok Sugiono mencuat ke panggung nasional setelah Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuknya sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia. Mantan tentara ini tak hanya dikenal sebagai tokoh penting di Partai Gerindra, tetapi juga memiliki rekam jejak panjang yang bermula dari dataran tinggi Gayo, Aceh. Lahir pada 1979, Sugiono menjalani masa kecilnya di Takengon, Aceh, dan mengawali pendidikan di SD Takengon hingga menamatkan SMP di Banda Aceh.

Sejak muda, Sugiono telah menunjukkan ketertarikannya pada kepemimpinan dan organisasi. Setelah berhasil masuk SMA Taruna Nusantara, Magelang, pada 1994, Sugiono aktif dalam kegiatan siswa, bahkan terpilih menjadi anggota perwakilan kelas. Pengalaman ini membentuk jiwa kepemimpinan Sugiono, yang kelak membawanya ke dunia militer dan politik.

Lulus dari SMA Taruna Nusantara pada 1997, Sugiono melanjutkan mimpinya menjadi prajurit dengan mendaftar di AKABRI. Namun, takdir membawanya ke jalur lain ketika ia menerima tawaran beasiswa ke Norwich University, Amerika Serikat, dari Prabowo Subianto, yang saat itu menjabat sebagai Danjen Kopassus. Norwich University, yang merupakan salah satu akademi militer tertua di Amerika, menjadi tempat Sugiono memperdalam ilmu militernya. Setelah lulus, ia kembali ke Indonesia dan melanjutkan pendidikan militer di Akademi Militer Magelang, lulus pada 2002 sebagai perwira TNI AD dengan pangkat Letnan Dua.

Kiprah Sugiono di militer tidak berlangsung lama. Dengan pangkat terakhir Letnan Satu, ia memutuskan pensiun dini untuk beralih ke dunia politik. Bergabung dengan Partai Gerindra pada 2008 sebagai salah satu anggota pendiri, Sugiono terus aktif berkontribusi di partai hingga sekarang.

Tak hanya berkarier di militer dan politik, Sugiono juga menunjukkan kecakapan dalam bidang finansial. Menurut data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkannya pada 2024, Sugiono memiliki kekayaan senilai Rp10,99 miliar. Kekayaan ini terdiri dari aset tanah dan bangunan senilai Rp8,56 miliar yang tersebar di Bogor, Jakarta Selatan, dan Gianyar. Selain itu, Sugiono juga memiliki empat mobil, termasuk Jeep Rubicon dan Toyota Alphard, serta satu sepeda motor Honda GL 1800DK.

Sugiono, yang kini memegang amanah sebagai Menlu, membawa latar belakang militer dan pengalamannya dalam politik ke ranah diplomasi. Dengan semangat kepemimpinan yang telah ditempa sejak muda, Sugiono diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.

Penunjukan Sugiono sebagai Menlu adalah cerminan dari kepercayaan besar Prabowo terhadap orang-orang yang memiliki kesetiaan, integritas, dan pengalaman mendalam. Kini, tugas berat menanti Sugiono, mengingat tantangan diplomasi global yang semakin kompleks. Apakah ia mampu membawa Indonesia menavigasi geopolitik internasional dengan sukses? Hanya waktu yang akan menjawab.

Editor: Akil

IDI Aceh Dorong Optimalisasi Kinerja Tenaga Medis Jelang Hari Dokter Nasional 2024

0
IDI Aceh Dorong Optimalisasi Kinerja Tenaga Medis Jelang Hari Dokter Nasional 2024. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang Hari Dokter Nasional yang diperingati pada 24 Oktober 2024, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Aceh menyuarakan pentingnya optimalisasi kinerja tenaga medis melalui dukungan fasilitas kesehatan yang lebih baik serta peningkatan kesejahteraan tenaga medis. Dua hal ini dianggap krusial dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ketua IDI Aceh, dr. Safrizal Rahman, Sp.OT., melalui Wakil Sekretaris IDI Aceh, dr. Iziddin Fadil, menekankan perlunya perhatian pemerintah terhadap penyediaan sarana dan prasarana yang memadai di rumah sakit. Fasilitas yang lengkap dan modern dinilai dapat mendukung dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, setara dengan standar internasional.

“Kami berharap pemerintah bisa terus meningkatkan sarana dan prasarana di fasilitas kesehatan agar para dokter bisa memberikan pelayanan yang maksimal. Secara kualitas, dokter-dokter kita tidak kalah dengan dokter di luar negeri, namun perlu dukungan dari fasilitas yang memadai,” ujar dr. Iziddin saat diwawancarai di Banda Aceh, Senin (21/10/2024).

Selain fasilitas, IDI Aceh juga terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dokter melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi. Menurut dr. Iziddin, upaya ini penting agar masyarakat semakin percaya pada pelayanan kesehatan dalam negeri dan tidak perlu lagi mencari pengobatan ke luar negeri.

“Kami secara kontinu meng-upgrade kemampuan dokter-dokter kita. Dengan begitu, masyarakat tidak lagi harus pergi ke luar negeri untuk mendapatkan pengobatan yang berkualitas. Kami yakin bahwa dengan fasilitas yang memadai dan peningkatan kualitas SDM, kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan lokal akan meningkat,” tambahnya.

Hari Dokter Nasional 2024 diharapkan menjadi momentum bagi IDI Aceh dan seluruh tenaga medis di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Tema peringatan tahun ini, “Tangan yang Menyembuhkan, Hati yang Peduli,” menyoroti peran penting para dokter dalam memberikan pelayanan yang tidak hanya profesional, tetapi juga penuh kasih sayang dan empati.

“Dedikasi dan empati adalah kunci dalam menjalankan tugas kami sebagai dokter. Kami berusaha memberikan yang terbaik untuk setiap pasien, tidak hanya dalam segi medis, tetapi juga dalam aspek kemanusiaan,” ungkap dr. Iziddin yang juga Direktur Rumah Sakit Teungku Fakinah Banda Aceh.

IDI Aceh berharap, melalui peringatan Hari Dokter Nasional, pemerintah dapat lebih memperhatikan kesejahteraan tenaga medis dan memperkuat kerja sama dalam membangun strategi serta program yang lebih baik bagi masyarakat. Dengan demikian, pelayanan kesehatan di Indonesia, khususnya di Aceh, dapat terus berkembang dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh lapisan masyarakat.

Hari Dokter Nasional bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga pengingat bahwa dedikasi dan kualitas pelayanan kesehatan harus terus ditingkatkan, demi kesejahteraan masyarakat luas.

Editor: Akil

Pemilik JRG Disomasi, Mangkir dari Tanggung Jawab Santunan Kecelakaan

0
Kuasa hukum keluarga korban, Erlanda Juliansyah Putra, S.H., M.H. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Lebih dari sebulan telah berlalu sejak kecelakaan tragis yang merenggut nyawa dua karyawan Indihome, Yalatif bin Yasman dan Nailul Maulana. Mereka tewas dalam kecelakaan lalu lintas pada Selasa, 10 September 2024, di Jalan Banda Aceh-Lhokseumawe. Namun hingga kini, pemilik kendaraan Toyota Hiace JRG BL 7707 PB yang terlibat dalam kecelakaan tersebut, belum menunaikan tanggung jawabnya.

Kecelakaan tersebut terjadi pada malam hari, sekitar pukul 23.45 WIB. Almarhum Nailul Maulana yang mengendarai sepeda motor Honda Vario BL 3178 NW membonceng Almarhum Yalatif Bin Yasman.

Mereka melaju dari arah Banda Aceh menuju Lhokseumawe, ketika sebuah mobil Toyota Hiace JRG BL 7707 PB dari arah Medan menuju Banda Aceh menghantam sepeda motor tersebut. Mobil Hiace yang dikemudikan melaju di jalur kanan untuk mendahului mobil Mitsubishi Truck Colt Diesel BL 8653 ZE, tak dapat menghindari sepeda motor yang ada di jalurnya.

Akibat kecelakaan tersebut, Nailul Maulana tewas di tempat, sementara Yalatif Bin Yasman sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Bunda Lhokseumawe. Namun, nyawanya tak terselamatkan karena luka berat di bagian kepala.

Dalam pernyataannya pasca-kecelakaan, pemilik JRG sempat berjanji untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dengan memberikan santunan senilai Rp 40 juta kepada keluarga korban. Santunan tersebut rencananya akan digunakan untuk biaya pemakaman, pengajian, dan kebutuhan lainnya terkait kepulangan kedua korban ke rahmatullah.

Namun, hingga menjelang 44 hari kepergian kedua almarhum, yang jatuh pada 24 Oktober 2024, janji tersebut belum juga dipenuhi. Komunikasi dari keluarga korban kepada pihak JRG pun tak kunjung mendapatkan tanggapan. Berulang kali pihak keluarga mencoba menghubungi perwakilan JRG Lhokseumawe, namun hanya berujung pada janji-janji palsu yang tak pernah ditepati.

Kuasa hukum keluarga korban, Erlanda Juliansyah Putra, S.H., M.H., akhirnya melayangkan somasi kepada PT. Jasa Rahayu Gumpueng (JRG), perusahaan yang menaungi kendaraan tersebut. Dalam somasinya, Erlanda memberi tenggat waktu tiga hari bagi JRG untuk menuntaskan kewajiban mereka, atau tepat pada hari ke-44 setelah kepergian kedua almarhum.

“Almarhum Yalatif Bin Yasman adalah anak yatim yang semasa hidupnya berjuang keras untuk membesarkan adik-adiknya dan merawat ibundanya. Pertanggungjawaban dari pihak JRG sangat dibutuhkan, apalagi keluarga korban akan mengadakan hari ke-44 dan mengirimkan doa untuk almarhum. Kami berharap komitmen JRG untuk menyelesaikan masalah ini segera ditepati,” ujar Erlanda tegas.

Keluarga korban kini hanya bisa berharap agar hak mereka segera dipenuhi, sehingga bisa memberikan penghormatan terakhir yang layak untuk kedua almarhum. Jika dalam tiga hari JRG masih mangkir dari tanggung jawabnya, langkah hukum lebih lanjut akan diambil demi keadilan bagi para korban dan keluarganya.

Insiden ini tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga menjadi sorotan publik terkait tanggung jawab moral dan hukum dari perusahaan-perusahaan besar yang seharusnya memberi perlindungan kepada masyarakat.

Editor: Akil

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Mahasiswa di Jeulingke 

0
Konferensi Pers pengungkapan kasus pembunuhan mahasiswa di Jeulingke, Banda Aceh. (Foto: Dok. Polresta Banda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kasus pembunuhan terhadap Dhiaul Fuadi (20) mahasiswa asal Aceh Barat di Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, akhirnya terungkap. Pelaku, seorang mahasiswa berinisial ZF (20) asal Bireuen, nekat menghabisi nyawa korban karena motif ekonomi.

Pelaku ZF berhasil ditangkap di Asrama Peudada kawasan Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, pada Minggu 20 Oktober 2024 sekitar pukul 03.00 WIB.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadilah Aditya Pratama, menjelaskan bahwa pelaku awalnya berniat mencuri ponsel milik korban. Namun, karena takut aksinya diketahui, ia kemudian memutuskan untuk membunuh korban.

“Pelaku ini sebelumnya memang pernah nginap di kos itu beberapa kali, pelaku kenal dengan adik korban. Tujuan dia mau curi handphone karena butuh uang, namun karena takut ketahuan oleh korban yang sedang tidur, maka ia nekat menghabisi korban,” ungkap Fadilah dalam keterangan tertulisnya yang diterima Nukilan, Senin (21/10/2024).

Dijelaskan Fadilah, tersangka ZF mengakui bahwa dirinya lah yang telah menghabisi korban. Hal itu dilakukan lantaran ia takut ketahuan oleh korban saat hendak mencuri ponsel yang ada di kamar kos tersebut. 

“Pelaku mengambil pisau dapur yang ada di situ dan menusuk korban tiga kali, di bagian leher dua kali dan bahu sekali. Lalu pelaku kabur dengan motornya, handphone yang mau dicuri malah tertinggal dan gagal dicuri,” katanya.

Hingga saat ini kasus pembunuhan tersebut pun masih dalam penanganan lanjut oleh Satreskrim Polresta Banda Aceh. Di mana, pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHPidana atau Pasal 340 KUHPidana

“Dengan ancaman hukuman penjara penjara lima belas tahun atau dua puluh tahun penjara, kasus ini masih didalami lebih lanjut,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

AMPAS Banda Aceh Berhasil Galang Dana Rp12 Juta untuk Korban Banjir Trumon

0
AMPAS Banda Aceh Berhasil Galang Dana Rp12 Juta untuk Korban Banjir Trumon. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Aksi kemanusiaan yang digelar oleh Mahasiswa Peduli Aceh Selatan (AMPAS) di Banda Aceh selama empat hari, 15-18 Oktober 2024, sukses mengumpulkan dana sebesar Rp12 juta dan sejumlah barang bantuan, termasuk pakaian dari para donatur. Aksi ini dilakukan di beberapa titik strategis, di antaranya Simpang Mesjid Oman, Simpang AMD, Simpang Surabaya, Simpang Lima, Simpang BPKP, serta beberapa area lainnya seperti Simpang Lambaro dan Simpang Dodik. Selain itu, mahasiswa juga melakukan penggalangan dana di sejumlah warung kopi di Banda Aceh.

Salah satu anggota AMPAS, Iwan Rismadi, menyampaikan bahwa tim AMPAS yang terdiri dari tujuh orang, di bawah koordinasi Salim, langsung mengantarkan hasil donasi tersebut ke lokasi bencana banjir di Trumon, Aceh Selatan.

“Kami akan mengantarkan langsung donasi yang kami terima ke posko-posko banjir di Trumon. Alhamdulillah, dari hasil open donasi yang dilaksanakan selama empat hari, kami berhasil mengumpulkan uang Rp12 juta, serta pakaian dari beberapa donatur, salah satunya dari Rumah Amal USK,” ungkap Iwan kepada Nukilan.id, Senin (21/10/2024).

Tonicko Anggara, penanggung jawab aksi, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa Aceh Selatan yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ia juga berharap semangat kebersamaan dan kekompakan yang terjalin selama aksi tersebut akan tetap terjaga ke depannya.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini. Semoga kekompakan yang terbangun selama kegiatan ini dapat terus terpelihara,” ujar Tonicko.

Iwan Rismadi juga menambahkan harapannya kepada pemerintah terkait penanganan banjir di Trumon, Aceh Selatan. Ia berharap pemerintah daerah dan kabupaten segera mengambil langkah konkret untuk memberikan solusi terhadap masalah banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.

“Kami berharap pemerintah lebih memperhatikan daerah Trumon yang sering dilanda banjir. Semoga ada solusi nyata dari pemerintah daerah dan kabupaten untuk masyarakat yang terdampak,” tutup Iwan.

Aksi ini menunjukkan solidaritas mahasiswa Aceh Selatan yang berperan aktif dalam membantu sesama, khususnya masyarakat yang terdampak bencana di kampung halaman mereka. Dengan semangat gotong royong, AMPAS berharap bantuan yang mereka berikan dapat meringankan beban warga Trumon, sekaligus memacu pemerintah untuk bertindak lebih cepat dalam menangani bencana. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah