Beranda blog Halaman 595

Neraca Dagang Aceh Defisit USD 19,22 Juta, Impor Masih Mendominasi

0
Ilustrasi Ekspor Impor. (Foto: Aspek.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Provinsi Aceh kembali mencatat defisit dalam neraca perdagangan luar negeri pada Februari 2025. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, nilai impor masih jauh melampaui ekspor, sehingga menghasilkan defisit sebesar USD 19,22 juta.

Total nilai impor Aceh selama Februari 2025 tercatat mencapai USD 73,16 juta, sementara nilai ekspor hanya USD 53,94 juta. Ketimpangan inilah yang menyebabkan defisit perdagangan terus berlanjut.

“Perbedaan nilai ini menunjukkan Aceh masih sangat bergantung pada pasokan dari luar negeri, terutama di sektor energi dan bahan baku industri,” ujar Fungsional Madya BPS Aceh, Oriza Santifa, Senin (14/4/2025).

Meski angka impor masih dominan, Oriza mencatat adanya sedikit perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai impor Februari mengalami penurunan sebesar 3,51 persen dibandingkan Januari 2025.

Amerika Serikat menjadi negara asal impor terbesar ke Aceh, dengan total nilai mencapai USD 30,34 juta. Komoditas gas menjadi penyumbang utama, disusul bahan kimia anorganik senilai USD 8,90 juta, serta pupuk sebesar USD 5,29 juta dari sejumlah negara.

Sementara itu, kinerja ekspor Aceh menunjukkan tren menggembirakan. Nilai ekspor bulan Februari naik 6,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Nilai ekspor sebesar USD 53,94 juta tersebut mengalami kenaikan 6,08 persen dibandingkan bulan Januari 2025. Peningkatan ini didorong terutama oleh ekspor komoditas andalan Aceh, yakni batu bara,” jelas Oriza.

Ekspor batu bara mendominasi dengan nilai mencapai USD 32,36 juta, seluruhnya dikirim ke India. Komoditas ini berkontribusi 62,71 persen terhadap total ekspor Aceh. Selain batu bara, Aceh juga mengekspor kopi, produk kimia, serta komoditas lainnya.

Dengan ketimpangan antara ekspor dan impor yang masih cukup lebar, para pengamat ekonomi daerah menilai pentingnya penguatan sektor produksi dalam negeri untuk menekan ketergantungan terhadap impor. Di sisi lain, tren positif ekspor menjadi sinyal optimisme bahwa Aceh memiliki potensi dagang yang bisa terus dikembangkan.

DPRA Tunjuk Anwar Ramli Pimpin Tim Revisi UUPA, Libatkan Seluruh Fraksi

0
DPRA Tunjuk Anwar Ramli Pimpin Tim Revisi UUPA, Libatkan Seluruh Fraksi. (Foto: Ist)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) resmi menunjuk Anwar Ramli sebagai Ketua Tim Revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA). Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan DPRA Nomor 6/P-1/DPRA/2025 yang ditandatangani oleh Ketua DPRA, Zulfadhli, pada 24 Maret 2025.

Selain Anwar Ramli, tim ini juga beranggotakan sejumlah tokoh penting, yakni Zulfadhli, Ali Basrah, Saifuddin Muhammad, dan Salihin sebagai pengarah. Sementara itu, susunan anggota tim turut diisi oleh Nurchalis, Muhammad Rizky, Munawar AR, Arief Fadillah, Abdurrahman Ahmad, dan Amiruddin Idris.

Ketua DPRA, Zulfadhli, menyatakan bahwa penunjukan Anwar Ramli telah melalui keputusan bersama unsur pimpinan dan seluruh ketua fraksi di DPRA.

“Pembentukan tim ini sendiri, didasarkan pada permintaan Gubernur Aceh Muzakir Manaf kepada DPRA untuk segera menjalankan tugas-tugas dalam pengawalan revisi UUPA,” ujar Zulfadhli dalam keterangannya, Senin (14/4/2025).

Ia menjelaskan, setelah menerima permintaan tersebut, pihaknya langsung melakukan komunikasi intensif dengan para pimpinan dan lintas fraksi untuk menyepakati urgensi pembentukan tim tersebut.

“Sebab, kita ingin mendorong proses revisi UUPA merupakan agenda bersama antara Pemerintah Aceh, DPR Aceh dan seluruh rakyat Aceh,” katanya.

Zulfadhli menambahkan, seluruh fraksi di DPRA telah dilibatkan dalam susunan tim ini guna memastikan bahwa pengawalan revisi UUPA benar-benar mewakili aspirasi masyarakat Aceh secara menyeluruh.

Lebih lanjut, tim yang telah dibentuk ini akan bertugas melakukan koordinasi langsung dengan DPR RI di Jakarta, agar proses revisi UUPA dapat masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) dan segera dibahas di tingkat pusat.

“Kita bersama Pemerintah Aceh akan mengawal proses revisi ini agar cepat dan sesuai dengan keinginan masyarakat,” lanjut Zulfadhli.

Menurutnya, meski kewenangan revisi UUPA berada di tangan DPR RI, namun DPRA dan Pemerintah Aceh memiliki peran penting untuk mengawal proses tersebut secara aktif.

“Untuk itu, kami berharap kepada seluruh komponen rakyat Aceh, untuk mendoakan agar kerja-kerja tim yang telah dibentuk bisa berjalan dengan baik dan sesuai rencana,” pungkasnya.

Pembentukan tim ini menjadi sinyal kuat bahwa revisi UUPA menjadi isu strategis yang tengah diupayakan secara serius oleh para pemangku kepentingan di Aceh, demi memperkuat otonomi dan implementasi kekhususan daerah sesuai amanat perjanjian damai.

Anggota DPRK Banda Aceh Faisal Ridha Serahkan Kursi Roda kepada Warga Lansia di Lamteumen Timur

0
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Faisal Ridha, ST menyerahkan satu unit kursi roda kepada Tursiah (77) warga Dusun Cempaka, Gampong Lamteumen Timur. (Foto: DPRK BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Faisal Ridha, ST, memberikan bantuan yang sangat berarti bagi warga Lamteumen Timur, Senin (14/4/2025). Dalam sebuah acara sederhana yang dihadiri oleh masyarakat setempat, Faisal menyerahkan satu unit kursi roda kepada Tursiah, seorang ibu berusia 77 tahun yang tengah menderita lumpuh akibat musibah yang menimpanya.

Kursi roda ini, menurut Faisal, akan sangat membantu aktivitas sehari-hari Tursiah, terutama untuk mempermudah mobilitasnya dalam menjalankan ibadah dan pekerjaan rumah lainnya. “Semoga kursi roda ini bermanfaat dan digunakan sebaik-baiknya oleh Ibu Tursiah selaku warga di dusun ini, dan lekas sembuh diberi kesehatan agar dapat menjalani aktivitas kesehariannya,” ujar Faisal yang juga merupakan anggota DPRK Banda Aceh dari Dapil IV, Kecamatan Jaya Baru dan Banda Raya.

Dalam kesempatan tersebut, Faisal mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada perangkat dusun dan warga yang telah mendukung dan memfasilitasi penyerahan kursi roda tersebut. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus menampung aspirasi warga demi meningkatkan pelayanan dan kualitas hidup masyarakat.

“Terima kasih kepada pihak dusun dan warga setempat yang sudah memfasilitasi penyerahan kursi roda ini. Insya Allah ke depan kita terus menampung aspirasi warga demi meningkatkan pelayanan dan kualitas hidup warga yang lebih baik,” tambah Faisal.

Tursiah, yang menerima bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur, mengungkapkan harapannya agar kursi roda ini memudahkan dirinya untuk beraktivitas, terutama dalam beribadah dan berinteraksi dengan warga. “Kejadian ini saya alami pada 20 puasa yang lalu, sebelumnya juga sudah pernah jatuh. Semoga bantuan kursi ini bisa membantu saya untuk beribadah, berobat dan aktivitas bergerak lainnya,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Kepala Dusun Cempaka, Lamteumen Timur, Dedi Saputra, juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Faisal Ridha atas perhatian yang diberikan kepada warganya. Dedi berharap agar bantuan serupa dapat terus disalurkan, terutama untuk para lansia yang membutuhkan fasilitas pendukung agar tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Alhamdulillah hari ini pak Faisal telah memberikan kursi roda guna memenuhi kebutuhan salah seorang warga yang selama ini memiliki kendala karena adanya musibah yang dialami oleh Ibu Tursiah baru-baru ini. Semoga dengan adanya bantuan ini dapat memudahkan kembali beliau untuk beraktivitas,” kata Dedi.

Penyerahan kursi roda ini bukan hanya menjadi simbol kepedulian seorang wakil rakyat terhadap warganya, tetapi juga mencerminkan pentingnya keberpihakan terhadap kelompok masyarakat yang rentan, seperti lansia, untuk mendukung mereka menjalani kehidupan dengan lebih mandiri dan bermartabat.

Gubernur Aceh Dorong Pembangunan Pabrik Tuna dan Aktifkan Kembali Pabrik Kertas

0
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf didampingi oleh ketua DPRA Zulfadli, A.Md saat bertemu Pengusaha Hasyim Djojohadikusumo yang juga adik Presiden RI, Prabowo Subianto di Aula Arsari Group, Jakarta Pusat. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh terus mendorong lahirnya investasi strategis demi memperkuat ekonomi daerah. Salah satu langkah konkrit dilakukan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, saat bertemu pengusaha nasional Hasyim Djojohadikusumo di Aula Arsari Group, Jakarta Pusat, Jumat (11/4/2025).

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Ketua DPRA Zulfadli, A.Md dan sejumlah pejabat Aceh lainnya, Muzakir atau yang akrab disapa Mualem, menyampaikan berbagai tantangan pembangunan di Tanah Rencong. Salah satunya adalah ketergantungan petani terhadap fasilitas penggilingan padi di luar Aceh.

“Selama ini, gabah dari Aceh dikirim ke Medan untuk digiling, kemudian kembali ke Aceh dalam bentuk beras. Ini menyebabkan harga beras menjadi mahal dan petani kita tidak menikmati keuntungan secara optimal,” kata Mualem dalam keterangan tertulis, Minggu (13/4/2025).

Untuk menjawab persoalan itu, Mualem menawarkan peluang investasi pembangunan rice mill atau penggilingan padi mini di sentra-sentra pertanian Aceh. Ia menilai kehadiran fasilitas tersebut akan menekan biaya logistik sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Tak hanya sektor pertanian, peluang besar juga disampaikan Mualem di bidang perikanan. Ia menekankan pentingnya pembangunan pabrik pengalengan ikan tuna di Aceh, mengingat besarnya potensi hasil laut di wilayah itu dan kebutuhan akan serapan tenaga kerja.

Lebih jauh, Gubernur Aceh juga menyinggung pentingnya mengaktifkan kembali Pabrik Kertas Aceh yang sudah lama mangkrak, serta mendorong pengalihan lahan ASEAN Aceh Fertilizer (AAF) dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Aceh agar bisa dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.

Menanggapi hal tersebut, Hasyim Djojohadikusumo, yang juga adik Presiden RI Prabowo Subianto, memberikan respons positif. Ia menyambut baik ajakan investasi tersebut dan siap membantu menghadirkan teknologi penggilingan padi mini di Aceh.

“Saya akan bantu hadirkan rice mill mini ke Aceh dan segera menghubungi para investor untuk melihat langsung potensi yang ada,” ujar Hasyim.

Menurut Hasyim, teknologi yang dikembangkan bersama mitra seperti Siki Shor dan Akiva, terbukti fleksibel dan cocok diterapkan di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil yang belum memiliki akses ke penggilingan besar.

Pertemuan itu turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun, dan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Iskandar Zulkarnaen. Dalam kesempatan tersebut, Iskandar memaparkan potensi Sabang sebagai pelabuhan bebas dan hub logistik regional.

“Sabang telah ditetapkan sebagai pelabuhan bebas sejak 25 tahun lalu. Kini saatnya kita optimalkan sebagai pintu gerbang perdagangan regional,” ujar Iskandar.

Dengan dukungan dari sektor swasta dan komitmen kuat dari pemerintah daerah, Aceh berharap dapat membuka lembaran baru dalam pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Aceh Ekspor 1 Ton Minyak Nilam ke Paris, Nilai Tembus Rp 1,5 Miliar

0
Proses Pelepasan ekspor minyak nilam Aceh tujuan Prancis, di Gudang PT Ugreen Aromatics International, Kecamatan Blang Bintang. (Foto: Serambi)

NUKILAN.id | BANDA ACEH – Komoditas unggulan Aceh kembali menembus pasar Eropa. Sebanyak satu ton minyak nilam produksi petani lokal diekspor ke Paris, Prancis, dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,5 miliar.

Pelepasan ekspor berlangsung di gudang milik PT Ugreen Aromatics International, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Minggu (13/4/2025), dan turut dihadiri sejumlah pejabat daerah serta akademisi.

Dikutip dari SerambiNews, Direktur PT Ugreen Aromatics International, Faisal Al Farisi, menyampaikan bahwa pengiriman kali ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya dilakukan melalui udara menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

“Minyak nilam pada hari ini kita ekspor ke Prancis sebanyak satu ton dengan nilai Rp 1,5 miliar,” ujar Faisal.

Ia menjelaskan, minyak nilam tersebut berasal dari petani lokal di berbagai kabupaten di Aceh, seperti Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Gayo Lues, hingga Aceh Tamiang. Di tingkat petani, harga nilam saat ini mencapai Rp 1,2 juta per kilogram.

“Nilam ini kita kumpul dari seluruh Aceh. Ada dari Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan berbagai daerah lain,” tambahnya.

Selama ini, pengiriman minyak nilam ke luar negeri dilakukan lewat jalur laut melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. Namun, pengiriman udara dinilai lebih efisien dalam menjawab permintaan tinggi dari mitra di luar negeri, terutama Nat’Green, perusahaan asal Prancis yang menjadi mitra dagang.

Faisal juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah 30 kali mengekspor minyak nilam Aceh ke Prancis sejak 2018, serta tiga kali ke Barcelona, Spanyol. Namun, tingginya permintaan masih menjadi tantangan.

“Ini sendiri kita juga mengalami kewalahan. Permintaan dari Prancis satu bulan itu 2-5 ton. Tapi nantinya kita bisa memperbaiki dan kita lengkapkan sama-sama,” ucapnya.

Ia menargetkan, ke depan ekspor dapat dilakukan secara rutin dengan volume dua ton per bulan atau lebih, bergantung pada kapasitas produksi.

Sementara itu, Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Marwan, yang turut hadir dalam pelepasan ekspor, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung, termasuk Garuda Indonesia dan Bea Cukai Aceh.

“Kami berterima kasih kepada pihak yang telah mendukung penuh proses ekspor minyak nilam ini. Termasuk Bea Cukai, sehingga perizinannya berjalan lancar,” pungkas Marwan.

Ia berharap dukungan dari semua pihak terus berlanjut agar ekspor produk-produk unggulan Aceh dapat berkembang dan memberi manfaat luas bagi petani serta perekonomian daerah.

Editor: AKil

Tabrakan Maut di Aceh Timur: Satu Tewas, Sopir Positif Narkoba

0
Ilustrasi kecelakaan. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas Jalan Nasional Medan–Banda Aceh. Kali ini, sebuah mobil penumpang Toyota Hiace menabrak truk tronton yang sedang berhenti di bahu jalan, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Insiden itu terjadi pada Minggu dini hari, 13 April 2025, sekitar pukul 03.30 WIB di Desa Paya Gajah, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur. Mobil Hiace bernomor polisi BK 7216 DQ yang dikemudikan oleh Sukri Siara (32), warga Desa Kemili, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, tengah membawa 11 penumpang saat menabrak bagian belakang truk tronton Mitsubishi BL 8732 DB.

Menurut informasi yang disampaikan Kasat Lantas Polres Aceh Timur, Iptu Eko Suhendro, truk yang dikemudikan oleh Ismail Z Abidin (56), warga Idi Rayeuk, sedang berhenti di bahu jalan dengan menyalakan lampu hazard.

“Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi mobil Hiace hendak melewati truk tronton yang berhenti di bahu jalan tersebut, namun dari arah berlawanan (Banda Aceh menuju Medan) melaju satu unit mobil penumpang, sehingga terpaksa menabrak truk yang parkir itu,” ungkap Iptu Eko dalam keterangan tertulisnya.

Akibat tabrakan itu, Famelia Fitri (17), penumpang Hiace asal Desa Tingkem Benyer, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, meninggal dunia di tempat. Sementara seorang penumpang lainnya, Muhammad Jeri (43), mengalami luka berat dan kini dirujuk ke Rumah Sakit Zainal Abidin, Banda Aceh.

Sembilan penumpang lainnya, yang juga mengalami luka-luka, saat ini sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Sultan Abdul Aziz Syah, Peureulak.

Tragisnya, hasil pemeriksaan urine menunjukkan bahwa pengemudi Hiace positif mengonsumsi narkoba.

“Kami sudah menahan sopir Hiace. Hasil pemeriksaan dia positif mengonsumsi narkoba,” pungkas Iptu Eko.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan serta kemungkinan adanya kelalaian lain dalam peristiwa tragis tersebut.

BNN Lhokseumawe Musnahkan 2,3 Hektar Ladang Ganja di Aceh Utara

0
Ilustrasi Ganja. (Shutterstock)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Ladang ganja seluas 2,3 hektar yang terletak di kawasan perbukitan Dusun Alue Garot, Desa Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, dimusnahkan oleh tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lhokseumawe bersama TNI dan Polri, Sabtu (12/4/2025).

Dalam operasi pemusnahan ini, sekitar 4.000 batang tanaman ganja basah dengan tinggi antara 80 sentimeter hingga dua meter ditemukan dan langsung dimusnahkan di lokasi.

“Yang kita musnahkan hari ini sekitar 2,3 hektare,” ujar Kepala BNNK Lhokseumawe, AKBP Wedha Susetyo, kepada awak media.

Proses menuju lokasi ladang tidaklah mudah. Petugas gabungan harus menempuh perjalanan sejauh dua kilometer dari pemukiman warga, dengan medan berbukit yang cukup terjal. Namun medan berat tersebut tak menyurutkan langkah mereka dalam memerangi peredaran narkotika.

“Hitungan batangnya ada sekitar 4.000 batang,” tambah Wedha.

Selain tanaman siap panen, petugas juga menemukan hampir 1.000 bibit ganja yang langsung dimusnahkan. Seluruh tanaman ganja dicabut dan dibakar di tempat, sebagai bagian dari tindakan tegas terhadap penyalahgunaan narkoba di wilayah rawan.

Tak hanya memusnahkan, BNN juga mengambil langkah lanjutan dengan melakukan alih fungsi lahan. Usai pembakaran, petugas mulai menanami lahan bekas ladang ganja itu dengan jagung, sebagai bentuk rehabilitasi dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Dari pemantauan terbaru, BNN Lhokseumawe mencatat ada sekitar 18 titik lokasi ladang ganja di kawasan Kecamatan Sawang. Namun sejauh ini, baru satu titik yang berhasil dimusnahkan.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi BNN dalam menekan peredaran narkotika dari hulu, sekaligus menunjukkan komitmen bersama aparat dan pemerintah dalam memberantas narkoba di Aceh.

Editor: Akil

Pemerintah Aceh Gelar Try Out SNBT 2025

0
Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Aceh, M Nasir MPA, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis DEA, saat meluncurkan secara resmi kegiatan Try Out SNBT 2025 bagi siswa kelas XII SMA dan SMK se-Aceh melalui platform Zoom dari Kantor Perwakilan Pemerintah Aceh di Jakarta. (Foto: IST)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan menggelar Try Out Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 bagi siswa kelas XII SMA dan SMK se-Aceh. Kegiatan ini resmi diluncurkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir SIP, MPA, secara daring dari Kantor Perwakilan Pemerintah Aceh di Jakarta, Sabtu (12/4/2025).

Peluncuran ini turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis ST, DEA, dan dipusatkan secara luring di SMAN 10 Fajar Harapan, Banda Aceh. Ribuan siswa dari seluruh Aceh mengikuti try out secara daring dari sekolah masing-masing, didampingi kepala sekolah dan pengawas ruang.

Dalam sambutannya, M Nasir menyampaikan motivasi kepada para peserta try out. Ia juga menyapa langsung sejumlah sekolah seperti SMAN 10 Fajar Harapan, SMAN 1 Pulo Aceh, SMAN 3 Banda Aceh, dan SMK PP Saree.

“Try out ini bukan akhir, melainkan awal dari perjuangan kalian. Jadikanlah hasil try out sebagai bahan evaluasi,” ujar M Nasir melalui platform Zoom.

Nasir menekankan bahwa try out ini merupakan simulasi nyata sebelum menghadapi ujian SNBT sesungguhnya. Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan dan pendampingan dari para guru dan kepala sekolah dalam membimbing siswa menyusun strategi belajar yang efektif.

“Gunakan kesempatan ini untuk mengukur kemampuan dan memperbaiki strategi belajar kalian,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa persaingan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) semakin ketat setiap tahunnya. Karena itu, siswa Aceh perlu mempersiapkan diri secara serius dan matang agar bisa bersaing di tingkat nasional.

“Jangan berkecil hati jika hasilnya belum sesuai harapan. Gunakan itu sebagai motivasi untuk terus memperbaiki diri,” katanya menambahkan.

Lebih lanjut, M Nasir menyebut pelaksanaan try out ini merupakan bagian dari program Quick Win Gubernur Aceh di bidang pendidikan. Ia mengajak seluruh pihak, baik sekolah, orang tua, maupun pemerintah daerah, untuk bersinergi mendukung kesiapan generasi muda Aceh dalam menembus kampus-kampus unggulan tanah air.

“Ini adalah investasi jangka panjang kita untuk kemajuan Aceh. Pendidikan adalah fondasi utama bagi masa depan daerah ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme sekolah-sekolah dalam menyukseskan kegiatan try out ini.

“Try out ini bukan sekadar uji coba, melainkan juga bagian penting dari strategi kita menyiapkan generasi muda Aceh agar mampu bersaing secara nasional,” ujar Marthunis.

Menurutnya, pelaksanaan try out merupakan bentuk nyata intervensi Dinas Pendidikan dalam mendukung program prioritas Pemerintah Aceh, khususnya dalam sektor pendidikan.

Ia juga menekankan bahwa kesiapan siswa tidak hanya diukur dari aspek akademik, tetapi juga mental. Oleh sebab itu, hasil try out akan dijadikan dasar untuk pembinaan lebih lanjut, terutama bagi siswa yang membutuhkan pendampingan khusus.

“Kita ingin siswa memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Hasil try out akan kami jadikan dasar untuk memberikan pembinaan lebih lanjut,” jelasnya.

Dinas Pendidikan Aceh, lanjut Marthunis, akan terus melakukan evaluasi dan penguatan program hingga hari pelaksanaan SNBT yang dijadwalkan berlangsung pada 23–30 April dan awal Mei 2025.

“Kami akan kawal mereka sampai ke gerbang kampus impian mereka. Ini bentuk tanggung jawab kita bersama untuk masa depan Aceh,” pungkasnya.

Revisi UU Sisdiknas Gabungkan 4 UU Pendidikan, Resentralisasi Guru Jadi Sorotan

0
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti. (Foto: Detik.com)

NUKILAN.id | Jakarta – Pemerintah tengah menggulirkan revisi besar-besaran terhadap Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dengan menggabungkan empat undang-undang (UU) terkait pendidikan ke dalam satu regulasi. Tak hanya itu, isu sensitif mengenai resentralisasi guru juga ikut dibahas, seiring tantangan yang dihadapi daerah dalam mendistribusikan tenaga pendidik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa proses revisi UU Sisdiknas kini sedang berjalan dan menjadi inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ia telah menunjuk Wakil Menteri Atip Latipulhayat untuk mengawasi proses pembahasannya.

“Perubahan UU Sisdiknas, sedang berjalan, mengawasi ini saya tugaskan Pak Wamen Atip Latipulhayat. Ini inisiatif DPR, dan sedang dibahas intensif dengan DPR,” ujar Mu’ti dalam acara Halalbihalal Forum Wartawan Pendidikan dan Kebudayaan (Fortadikbud) di Perpustakaan Kemendikdasmen, Jumat (11/4/2025).

Empat undang-undang yang akan digabung dalam RUU Sisdiknas tersebut meliputi:

  • UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,

  • UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen,

  • UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, dan

  • UU Nomor 18 Tahun 2029 tentang Pesantren.

“Menurut Wamen sudah tahapan penyusunan naskah akademik 4 uu dijadikan 1 UU saja,” sambung Mu’ti.

Resentralisasi Guru Diangkat, UU Otda Disorot

Salah satu isu krusial yang ikut dibahas dalam revisi ini adalah mengenai resentralisasi guru. Menurut Mu’ti, selama ini terjadi ketimpangan dalam rekrutmen, pembinaan, dan distribusi guru karena sebagian besar kewenangan berada di pemerintah daerah, sedangkan pembinaan tetap menjadi tugas pemerintah pusat.

Masalah semakin kompleks karena aturan dalam UU Otonomi Daerah belum memungkinkan distribusi guru secara lintas provinsi. Hal ini menyulitkan penempatan guru, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

“Rasio guru dan murid di Indonesia ini udah cukup sebenarnya. Tapi ada yang kelebihan dan kekurangan. Ada guru di daerah 3 T itu kewenangan Pemerintah Pusat. Ada wacana rekrutmen, pembinaan dan penempatan di Pemerintah Pusat,” jelas Mu’ti.

Wacana untuk mengamandemen UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pun mulai bergulir, guna menata ulang kewenangan pendidikan apakah tetap di daerah atau kembali ditarik ke pusat.

“Melihat persoalan yang muncul, pembangunan sekolah dan tata kelola, ada wacana UU Otda diamandemen, dikonsinyering UU otonomi itu. Kami bagian objek, tapi dilibatkan untuk mendukung secara aktif,” kata Mu’ti.

Masuk RPJMN dan Prolegnas 2025

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menambahkan bahwa rencana resentralisasi guru telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Ia juga menyebut, revisi UU Otonomi Daerah sudah masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025.

“Resentralisasi guru masuk RPJMN, rencana revisi UU Otda sudah masuk Prolegnas (Program Legislasi Nasional) 2025, kemungkinan berjalan bersamaan (dengan RUU Sisdiknas),” tutur Suharti.

Dengan pembahasan yang berjalan paralel antara revisi UU Sisdiknas dan amandemen UU Otda, publik kini menanti bagaimana arah baru kebijakan pendidikan nasional akan terbentuk. Perubahan ini berpotensi membawa dampak signifikan terhadap tata kelola pendidikan, mulai dari level dasar hingga tinggi, termasuk nasib para guru di seluruh pelosok negeri.

Mahasiswa FMIPA USK Raih Juara 2 Nasional Berkat Inovasi Platform Donor Darah “DarahTanyoe”

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Inovasi anak muda Aceh kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Tim mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meraih Juara 2 dalam ajang bergengsi Sandbox 2.0 kategori Hack4Health, yang digelar oleh IEEE ITB Student Branch.

Lewat platform bernama “DarahTanyoe”, tim yang digawangi oleh Glenn Hakim (ketua tim), Muhammad Bintang Indra Hidayat, Muhammad Habil Aswad, Ahmad Syah Ramadhan (Informatika), serta Musliadi (Statistika) berhasil memukau dewan juri dengan solusi distribusi darah yang efisien, terintegrasi, dan responsif.

Kompetisi ini tidak hanya menuntut ide cemerlang, tetapi juga eksekusi nyata. Digelar dalam dua tahap, yaitu sesi bi-weekly daring dari 11 Februari hingga 22 Maret 2025, dan final Hackday secara luring di ITB pada 11–12 April 2025, peserta diuji dalam menyusun inovasi berbasis teknologi sejak dari nol hingga ke tahap MVP (Minimum Viable Product).

Selama lebih dari sebulan, tim USK mendapatkan bimbingan dari para mentor profesional. Mereka diminta untuk terus menyempurnakan “DarahTanyoe”, platform yang menjawab permasalahan klasik pendonoran darah: sulitnya menemukan pendonor dalam waktu kritis dan ketimpangan distribusi darah antardaerah.

Melalui sistem yang menghubungkan pendonor, penerima, rumah sakit, hingga Palang Merah Indonesia (PMI) secara real-time, “DarahTanyoe” hadir sebagai solusi digital yang inklusif dan tepat guna.

Puncak kompetisi berlangsung dalam suasana intens di ruang GSG Salman ITB. Para finalis diberi waktu 20 jam tanpa jeda untuk mengembangkan versi akhir proyek sebelum dipresentasikan. Tim USK menunjukkan kekompakan dan ketajaman analisis isu kesehatan yang mereka angkat.

Presentasi final mereka berhasil menarik perhatian juri. Tidak hanya soal teknologi yang ditawarkan, tetapi juga karena keberpihakan sosial dan dampak nyata dari solusi tersebut. “DarahTanyoe” dinilai siap digunakan dan memiliki potensi besar memperbaiki sistem pendonoran darah di Indonesia.

Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, menyampaikan apresiasi mendalam atas keberhasilan tim tersebut.

“Rektor melalui para dekan di masing-masing fakultas mengharapkan agar kegiatan-kegiatan seperti ini difasilitasi secara maksimal. Mahasiswa harus dibimbing secara teknis agar mereka benar-benar siap berkompetisi dan menang,” ujarnya.

Dekan FMIPA, Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, S.Si, M.Tech, juga turut bangga atas pencapaian ini.

“Prestasi ini adalah hal yang sangat membanggakan, baik bagi FMIPA maupun USK. Ini bukti bahwa mahasiswa kita mampu bersaing di tingkat nasional. Yang penting adalah bagaimana kita membina dan mempersiapkan mereka dengan baik. Semua mahasiswa punya potensi besar untuk berprestasi jika diberikan ruang dan dukungan yang memadai,” ujarnya.

Lebih dari sekadar prestasi, inovasi ini menjadi simbol semangat mahasiswa Aceh yang ingin memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin membuktikan bahwa dari Aceh pun bisa lahir inovasi yang berdampak. Semoga ‘DarahTanyoe’ menjadi awal dari banyak gerakan kebaikan yang akan datang,” ujar Glenn Hakim, ketua tim.

Inovasi ini juga dinilai berkontribusi langsung pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) serta SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan). Melalui pendekatan teknologi dan kolaborasi lintas sektor, “DarahTanyoe” menjadi contoh nyata inovasi sosial yang lahir dari ruang kampus.

Keberhasilan tim FMIPA USK di ajang nasional ini menjadi pengingat bahwa inovasi besar bisa lahir dari keberanian untuk peduli dan bertindak. Sinergi antarprogram studi, bimbingan dosen, serta kemauan belajar yang tinggi menjadi kunci utama.

Semoga prestasi ini menjadi pemicu bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, menjawab persoalan masyarakat, dan membuktikan bahwa dari Aceh, solusi untuk masa depan bisa dilahirkan.

Editor: Akil