Beranda blog Halaman 549

KA Perintis Cut Meutia Beroperasi di Aceh, Tarif Hanya Rp 2.000

0
KA Perintis Cut Meutia Beroperasi di Aceh, Tarif Hanya Rp 2.000. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Masyarakat Aceh kini memiliki alternatif transportasi publik yang lebih terjangkau dengan beroperasinya Kereta Api (KA) Perintis Cut Meutia. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengoperasikan layanan ini sebagai bagian dari Public Service Obligation (PSO) dengan tarif hanya Rp 2.000 per perjalanan.

Vice President (VP) Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, layanan ini dihadirkan untuk memberikan akses transportasi yang lebih mudah bagi masyarakat, khususnya di Aceh.

“KAI terus berupaya meningkatkan pelayanan dan aksesibilitas bagi masyarakat melalui KA PSO. Dengan tarif sangat terjangkau, kami berharap layanan ini dapat dimanfaatkan dengan maksimal,” ujar Anne dalam laman resmi KAI, Jumat (14/2/2025).

Pada tahun 2025, KA Cut Meutia melayani delapan perjalanan per hari atau empat perjalanan pulang pergi (PP). Setiap rangkaian kereta memiliki kapasitas 144 tempat duduk, dengan rute perjalanan yang dilayani mencakup Kruenggeukueh (KRG) – Kruengmane (KRM) PP.

“Dengan frekuensi perjalanan yang cukup dan kapasitas yang memadai, kami berharap dapat memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat Aceh,” jelas Anne.

Berikut jadwal perjalanan KA Cut Meutia:

  • KA U122: Kruenggeukueh – Kutabalang (07.04 – 08.06)
  • KA U121: Kutabalang – Kruenggeukueh (08.20 – 09.24)
  • KA U124: Kruenggeukueh – Kutabalang (10.14 – 11.16)
  • KA U123: Kutabalang – Kruenggeukueh (11.30 – 12.34)
  • KA U126: Kruenggeukueh – Kutabalang (13.24 – 14.26)
  • KA U125: Kutabalang – Kruenggeukueh (14.40 – 15.44)
  • KA U128: Kruenggeukueh – Kutabalang (16.34 – 17.36)
  • KA U126: Kutabalang – Bungkaih (17.50 – 18.36)

Dengan hadirnya KA Cut Meutia, masyarakat Aceh kini memiliki pilihan transportasi publik yang lebih efisien dan ekonomis. Layanan ini diharapkan dapat mendorong mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan kerja, pendidikan, maupun aktivitas lainnya.

Keberadaan KA perintis ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan aksesibilitas transportasi di wilayah yang sebelumnya minim layanan kereta api. Dengan harga tiket yang sangat terjangkau, diharapkan semakin banyak warga yang dapat menikmati manfaat dari layanan ini.

Editor: Akil

Akademisi Sebut Media Sangat Krusial dalam Membangun Optimisme di Tengah Tren #KaburAjaDulu

0
Akademisi USK
Akademisi FISIP USK, Saddam Rassanjani. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tagar #KaburAjaDulu tengah ramai diperbincangkan di platform X sejak Minggu (9/2/2025). Gelombang perbincangan ini mencerminkan keresahan sebagian masyarakat yang mulai mempertimbangkan untuk pindah ke negara lain yang dianggap lebih nyaman, seperti Denmark, Belanda, Norwegia, Belgia, Prancis, Swedia, Jerman, Jepang, Australia, Dubai, hingga Inggris.

Di tengah tren ini, akademisi FISIP Universitas Syiah Kuala, Saddam Rasaanjani, yang saat ini menempuh studi doktoral di Britania Raya, menilai bahwa membangun optimisme di dalam negeri merupakan langkah penting agar masyarakat tidak hanya terpaku pada pilihan “kabur.”

Menurut Saddam, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menampilkan lebih banyak kisah sukses dari dalam negeri.

“Banyak anak muda Indonesia yang berhasil menciptakan inovasi, membangun usaha, dan berkontribusi dalam komunitas mereka, tetapi sayangnya, kisah-kisah ini jarang tersorot,” ungkap Saddam kepada Nukilan.id pada Kamis (13/2/2025).

Ia menekankan bahwa melihat keberhasilan orang lain dalam lingkungan yang sama dapat menjadi dorongan psikologis bagi masyarakat bahwa perubahan itu mungkin terjadi. Oleh karena itu, Saddam menilai peran media sangat krusial dalam membentuk optimisme publik.

“Media, baik konvensional maupun digital, perlu lebih banyak mengangkat cerita positif ini, bukan hanya sekadar isu viral yang penuh sensasi,” katanya.

Selain itu, Saddam juga menyoroti persepsi keliru yang sering muncul mengenai kehidupan di luar negeri. Ia mengingatkan bahwa apa yang ditampilkan di media sosial sering kali hanya sisi baiknya, tanpa memperlihatkan tantangan yang ada.

“Misalnya gaji besar, lingkungan tertata, fasilitas umum yang canggih. Tetapi tidak membahas tantangan yang ada, seperti biaya hidup yang tinggi, kesepian karena jauh dari keluarga, hingga tekanan kerja yang berat,” jelasnya.

Dengan memahami realitas tersebut, ia berharap masyarakat dapat berpikir lebih rasional dan tidak menjadikan “kabur” sebagai satu-satunya solusi. Sebaliknya, ia mendorong anak muda untuk mempertimbangkan bagaimana mereka bisa berkontribusi dalam perbaikan di dalam negeri.

Lebih lanjut, Saddam menekankan pentingnya kolaborasi antara diaspora dan masyarakat di Indonesia. Ia meyakini bahwa pengalaman yang diperoleh di luar negeri bisa menjadi modal berharga untuk membangun inovasi di tanah air.

“Mereka yang sudah merasakan pengalaman di luar negeri bisa berbagi ilmu, pengalaman, dan jejaring untuk membangun inovasi di dalam negeri,” katanya.

Dengan adanya upaya seperti ini, ia optimistis anak muda akan mulai melihat bahwa bertahan dan berjuang di Indonesia juga bisa memberikan hasil positif.

“Optimisme harus dibangun lewat aksi nyata, bukan hanya lewat narasi,” tegasnya.

Di tengah meningkatnya diskusi mengenai pilihan untuk tinggal atau meninggalkan Indonesia, pandangan seperti yang disampaikan oleh Saddam bisa menjadi refleksi bagi masyarakat untuk melihat bahwa perubahan tetap mungkin terjadi, asalkan ada usaha nyata yang dilakukan bersama. (XRQ)

Reporter: AKil

FES Indonesia Tutup Kegiatan Young Progressive Academy Batch 3, Ingatkan Keberlanjutan Program

0

NUKILAN.id | Jakarta – Program Young Progressive Academy (YPA) batch 3 resmi ditutup pada Jumat (14/2/2025) di Hotel Mercure Jakarta Cikini. Acara penutupan ini dihadiri oleh berbagai peserta dan pihak terkait, dengan Resident Director Friedrich Ebert Stiftung (FES) Indonesia, Brigitte Juchems, menyampaikan pidato penutupan yang menginspirasi.

Amatan Nukilan.id, Brigitte dalam pidatonya mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan program YPA yang telah memberi banyak manfaat bagi peserta.

“Jangan biarkan keberlanjutan ini hilang. Setiap akhir pasti ada permulaan baru,” ujarnya, mengutip sebuah pribahasa Jerman yang sarat makna.

Brigitte menegaskan bahwa FES bangga telah berkontribusi dalam banyak hal, terutama dalam memberikan beasiswa serta mendukung para pemuda untuk berpartisipasi dalam perubahan sosial. Ia juga berharap YPA dapat terus melahirkan program-program baru yang inovatif dari peserta yang telah terlibat dalam batch 3 ini.

“Kami ingin program ini berlanjut, dan kami menunggu program-program baru dari kalian semua,” lanjut Brigitte, seraya mengungkapkan rasa syukur FES yang telah merayakan 100 tahun perjalanan yayasan tersebut. FES berkomitmen untuk terus mendorong perubahan melalui pendidikan dan pemberdayaan generasi muda.

Sebagai penutupan, Brigitte menyerukan kepada seluruh peserta untuk bersatu dan terus berbuat perubahan, mewujudkan cita-cita bersama demi kemajuan bangsa. (xrq)

Editor: Akil

Dosen Perguruan Tinggi Aceh Dibekali Keterampilan Kewirausahaan melalui ToT

0
Narasumber pelatihan Training of Trainers (ToT), di Aula Lantai III Gedung Biro Rektorat UIN Ar-Raniry Banda Aceh. (Foto: Humas UIN Ar-Raniry)

NUKILAN.id | Banda Aceh Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, bekerja sama dengan Wadhwani Foundation, menggelar pelatihan Training of Trainers (ToT) Kewirausahaan bagi dosen dari berbagai perguruan tinggi di Aceh. Kegiatan yang bertajuk Faculty Development Program (FDP) ini berlangsung di Aula Lantai III Gedung Biro Rektorat UIN Ar-Raniry, pada Kamis (13/2/2025), dan akan berlanjut hingga 15 Februari.

Sebanyak 50 dosen yang mengampu mata kuliah kewirausahaan atau berperan sebagai pendamping inkubator bisnis turut serta dalam pelatihan ini. Mereka berasal dari sembilan perguruan tinggi dan komunitas di Aceh, termasuk UIN Ar-Raniry, Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Malikussaleh, Universitas Serambi Mekkah, Politeknik Aceh, STIKes Jabar Ghafur, IAIN Lhokseumawe, Universitas Sains Cut Nyak Dhien, serta Komunitas Poros Energi.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Endang Pitaloka dari Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) yang juga menjabat sebagai Program Manager Wadhwani Foundation, serta Ade Satria dari Wadhwani Foundation. Mereka membimbing para peserta dalam memahami strategi pembelajaran kewirausahaan yang efektif, dengan harapan dapat diterapkan dalam pengajaran di kampus masing-masing.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Ar-Raniry, Prof. Mursyid Djawas, secara resmi membuka pelatihan ini mewakili Rektor Prof. Mujiburrahman. Dalam sambutannya, Mursyid menekankan pentingnya peran dosen dalam menanamkan jiwa kewirausahaan kepada mahasiswa.

“Kami ingin para dosen dapat menjadi agen perubahan yang menginspirasi mahasiswa untuk berani berinovasi dan menciptakan solusi atas berbagai permasalahan di masyarakat. Kewirausahaan bukan hanya tentang membuka bisnis, tetapi juga tentang menciptakan dampak positif bagi orang lain dan menggerakkan perekonomian lokal,” ujar Mursyid.

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan pedagogik dosen dalam mengajarkan kewirausahaan secara lebih aplikatif dan kontekstual. Dengan begitu, para dosen dapat membimbing mahasiswa untuk tidak hanya memahami konsep bisnis, tetapi juga mampu menciptakan usaha yang inovatif dan berkelanjutan.

Editor: Akil

Dana Otsus Aceh dan Papua Dipangkas, Tito: Efisiensi Anggaran

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah memangkas dana otonomi khusus (Otsus) Aceh dan Papua sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengakui pemotongan tersebut dilakukan secara menyeluruh di berbagai daerah.

“Saya membaca memang ada di situ juga anggaran Otsus Aceh dan Papua, tapi saya belum lihat angkanya persis. Tapi yang saya tahu memang ada dilakukan efisiensi,” kata Tito kepada wartawan usai melantik Muzakir Manaf dan Fadhlullah di Gedung DPR Aceh, Rabu (12/2/2025).

Pemotongan anggaran ini turut berdampak pada Aceh. Wakil Gubernur Aceh yang baru dilantik, Fadhlullah, menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menindaklanjuti kebijakan ini.

“Setahu kami efisiensi itu seluruh Indonesia, Aceh sekitar Rp300 miliar lebih. Ya pasti akan kita komunikasikan ke pusat,” ujarnya.

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2025, tertanggal 3 Februari 2025, pemotongan dana Otsus Aceh mencapai Rp317 miliar. Rinciannya, dana Otsus berkurang Rp156 miliar, DAK Fisik Rp104,2 miliar, dan DAU Rp56,3 miliar.

Editor: Akil

Founder Celios Jadi Pemateri Politik Ekonomi di Penutupan Young Progressive Academy

0
Founder Celios, Media Wahyudi Askar Jadi Pemateri Politik Ekonomi di Penutupan Young Progressive Academy. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Founder Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar, menjadi pemateri dalam sesi politik ekonomi pada rangkaian penutupan Young Progressive Academy (YPA) angkatan ketiga di Hotel Mercure Jakarta Cikini, Jumat (14/2/2025).

Amatan Nukilan.id, Media dalam paparannya menyoroti berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia, termasuk target ambisius pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Media, target tersebut bukan mustahil untuk dicapai, tetapi ada konsekuensi yang harus diperhitungkan.

“Bisa saja kita melakukan pertumbuhan ekonomi 8%, caranya tinggal babat hutan, masukkan investor, lakukan transaksi, masyarakat adat terpinggirkan. Tapi, apakah ini yang kita inginkan? Kan bebikan ini yang dikritik oleh ekonom dunia,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan dilema antara pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan dampaknya terhadap lingkungan serta kelompok masyarakat rentan.

Selain itu, Media juga menyoroti pentingnya perlindungan sosial dalam menekan angka kemiskinan. Ia menekankan bahwa kebijakan bantuan sosial berbasis transfer tunai lebih efektif dalam membantu kelompok masyarakat miskin.

“Parlinsos adalah kunci. Kalau mau mengurangi kemiskinan, PKH diperbanyak, karena lebih tepat sasaran melalui transfer tunai,” katanya.

Acara penutupan YPA angkatan ketiga ini menjadi forum diskusi yang menarik bagi para peserta untuk memahami hubungan antara kebijakan ekonomi dan dampaknya terhadap masyarakat. Media Wahyudi Askar menutup sesi dengan menekankan pentingnya kebijakan ekonomi yang berorientasi pada keadilan sosial, bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan tanpa memperhatikan dampaknya. (XRQ)

Reporter: Akil

Menemukan Masjid di Balik Gedung Sekolah: Pengalaman Salat Jumat di Masjid Al-Haris, Cikini

0

NUKILAN.id | Jakarta – Dalam rangka mengikuti kegiatan Young Progressive Academy (YPA) yang diselenggarakan oleh Kemenko PMK dan FES Indonesia, tim Nukilan.id berkesempatan melaksanakan salat Jumat di Masjid Al-Haris, sebuah masjid yang tersembunyi di dalam kompleks SD Cikini.

Siang itu, tepat pukul 12.00 WIB, para peserta Muslim yang menginap di Hotel Mercure Cikini mencari tempat untuk menunaikan ibadah Jumat. Seorang petugas keamanan hotel mengarahkan mereka untuk berjalan ke sisi kanan, dengan petunjuk bahwa di SD Cikini terdapat tempat untuk salat Jumat.

Setelah berjalan sekitar 100 meter, samar-samar suara azan mulai terdengar. Namun, di depan gedung sekolah, tidak tampak jamaah yang biasanya memenuhi halaman saat waktu salat Jumat tiba. Rasa penasaran terjawab ketika seorang petugas keamanan sekolah memberi arahan, “Masuk ke dalam saja, Mas. Masjidnya ada di dalam.”

Begitu memasuki gedung sekolah, para peserta menemukan Masjid Al-Haris, sebuah masjid sederhana yang menjadi tempat ibadah bagi warga sekitar serta para siswa SD Cikini. Mereka pun mengambil air wudu dan bersiap mengikuti khutbah Jumat.

Dalam khutbahnya, khatib menyampaikan pesan tentang ketakwaan. “Orang yang bertakwa akan dimuliakan oleh Allah. Allah tidak memandang pekerjaan, Allah tidak melihat keturunan. Siapa yang bertakwa, insyaallah akan diberikan kemudahan oleh Allah,” ujar sang khatib dalam ceramahnya.

Usai salat, tim Nukilan.id mewawancarai salah seorang jamaah yang rutin melaksanakan salat Jumat di Masjid Al-Haris. Ia mengungkapkan bahwa lokasi masjid yang berada di dalam kompleks sekolah ini menjadi pilihan bagi pekerja di sekitar Cikini yang ingin menunaikan salat Jumat dengan nyaman.

Masjid Al-Haris menjadi salah satu contoh bagaimana tempat ibadah yang tersembunyi di balik gedung sekolah tetap dapat menjadi pusat spiritual bagi masyarakat sekitar. Keberadaan masjid ini tidak hanya melayani para siswa, tetapi juga menjadi tempat ibadah bagi warga dan pekerja di kawasan Cikini. (xrq)

Reporter: Akil

Gubernur Aceh Apresiasi Safrizal: Kepemimpinan yang Patut Dicontoh

0
Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, saat menerima buku karya Pj. Gubernur Aceh Periode 2024-2025, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, pada acara Malam Pisah Sambut, di Anjong Mon Mata, Banda Aceh. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, atas dedikasi dan kerja kerasnya selama menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Aceh periode 2024-2025. Dalam acara Malam Pisah Sambut yang digelar di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Rabu (12/2/2025) malam, Muzakir Manaf menekankan bahwa pengalaman Safrizal di tingkat birokrasi pusat merupakan pembelajaran berharga bagi para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).

“Apakah para Kepala SKPA telah mencontoh kepemimpinan Kanda Safrizal? Beliau benar-benar senior yang datang ke Aceh dengan segala pengalamannya di dunia birokrasi tingkat pusat, di Kementerian Dalam Negeri untuk diaplikasikan selama beliau memimpin Aceh. Oleh karena itu, para Kepala SKPA harus mencontoh beliau,” ujar Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem.

Dalam kesempatan tersebut, Mualem juga menyampaikan terima kasih atas kontribusi Safrizal dalam menyukseskan berbagai agenda penting di Aceh, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI serta pengawalan pelaksanaan Pilkada yang demokratis dan aman.

“Apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Safrizal, atas dedikasi dan kerja kerasnya selama memimpin Aceh serta sukses menggelar PON XXI, mengawal pelaksanaan Pilkada dengan demokratis serta memastikan transisi kepemimpinan berjalan baik,” tambahnya.

Ia berharap agar Safrizal tetap memberikan perhatian bagi kemajuan Aceh, meskipun telah kembali bertugas di Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri.

“Kami berharap Kanda Safrizal tetap memikirkan dan memberikan sumbangsih terbaik bagi Aceh, serta selalu membangun komunikasi yang baik. Kami juga mendo’akan agar kanda sukses selalu selama bertugas di Dirjen Bina Adwil Kementerian Dalam Negeri,” lanjut Mualem.

Pada malam perpisahan itu, Mualem juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pembangunan Aceh di bawah kepemimpinannya.

“Kami juga mengharapkan do’a dan dukungan masyarakat selama memimpin Aceh. Saya yakin dan percaya dengan kerja bersama kita mampu berbuat yang terbaik untuk daerah kita tercinta. Jadi, mari bekerja dengan dedikasi tinggi sesuai tugas dan fungsi masing-masing demi kemajuan Aceh tercinta,” katanya.

Sementara itu, dalam sambutan perpisahannya, Safrizal mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung kepemimpinan Muzakir Manaf dan Fadhlullah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk memastikan program pembangunan berjalan dengan optimal.

“Kepemimpinan Aceh kini berada di tangan Pak Mualem dan Pak Fadhlullah selaku wakil. Untuk itu, para Kepala SKPA dan seluruh elemen masyarakat untuk mendukung agar Pak Mualem bisa segera tancap gas, agar semua program pembangunan bisa segera berjalan maksimal,” ujar Safrizal.

Dalam kesempatan itu, ia juga memperkenalkan satu per satu Kepala SKPA kepada Gubernur Muzakir Manaf. Sebagai penutup, Safrizal menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Aceh selama masa kepemimpinannya.

“Sebagai manusia biasa, saya, istri dan keluarga memohon maaf jika selama bertugas di Aceh ada hal yang tidak berkenan. Pesan saya, dukung pemerintahan Pak Mualem dan Pak Fadhlullah sekuatnya. Ruang kerja saya di Dirjen Bina Adwil selalu terbuka untuk silaturrahmi dan diskusi-diskusi tentang Aceh. Terima kasih,” pungkasnya.

Acara malam pisah sambut ini turut dihadiri oleh Ketua DPRA Zulfadli, Kapolda Aceh Irjen Pol Achmad Kartiko, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Niko Fahrizal, Plt Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, para Pj Bupati dan Wali Kota se-Aceh, para Kepala SKPA, serta tamu undangan lainnya.

Editor: Akil

Kemenkum Aceh dan USK Perkuat Sinergi Perlindungan Kekayaan Intelektual

0
Kemenkum Aceh dan USK Perkuat Sinergi Perlindungan Kekayaan Intelektual. (Foto: Humas Kemenkum Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkum) Aceh semakin memperkuat sinergi dalam perlindungan kekayaan intelektual (KI) di provinsi ini. Langkah tersebut ditandai dengan audiensi antara Kanwil Kemenkum Aceh dan Pusat Pengembangan Hak Kekayaan Intelektual (PPHKI) Universitas Syiah Kuala (USK) yang berlangsung pada Kamis (13/2/2025).

Dalam pertemuan ini, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Aceh, Purwandani Harum Pinilihan, didampingi Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Bukhari, serta sejumlah analis KI. Rombongan mereka disambut oleh Wakil Ketua LPPM USK, Sulastri, bersama Kepala PPHKI USK, Saiful, dan jajaran akademisi lainnya.

Purwandani menegaskan pentingnya kolaborasi ini dalam memperluas informasi terkait layanan KI. Ia berharap kerja sama ini tidak hanya sebatas audiensi, tetapi juga melibatkan tenaga pengajar dan mahasiswa dalam kajian akademis untuk meningkatkan permohonan kekayaan intelektual, khususnya produk khas Aceh.

“Semoga sinergi ini dapat mempercepat perlindungan hukum terhadap inovasi dan kekayaan intelektual yang dihasilkan oleh masyarakat Aceh,” ujar Purwandani.

Wakil Ketua LPPM USK, Sulastri, menyambut baik inisiatif tersebut dan menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pengembangan dan perlindungan kekayaan intelektual.

Ia juga mengapresiasi kontribusi Kanwil Kemenkum Aceh dalam mendukung penyelesaian berbagai permohonan KI yang sebelumnya menghadapi kendala. Salah satu hasil nyata dari kolaborasi ini adalah keberhasilan dalam membimbing penyusunan dokumen paten tahun lalu, yang menghasilkan 27 permohonan, di mana 26 di antaranya telah mendapatkan sertifikat paten.

Selain itu, LPPM USK saat ini tengah mengembangkan penelitian berbasis wilayah terkait sumber daya alam Aceh. Sulastri berharap kerja sama dengan Kanwil Kemenkum Aceh semakin diperluas dengan melibatkan lebih banyak instansi terkait guna memastikan perlindungan serta pemanfaatan kekayaan intelektual bagi kemajuan daerah.

Editor: Akil

Cuaca Panas di Aceh Berpotensi Picu Karhutla, BMKG dan BPBD Beri Peringatan

0
Ilustrasi Karhutla di Aceh Barat, Petugas Kesulitan Padamkan Api. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Meulaboh – Cuaca panas yang melanda wilayah pantai barat selatan Aceh masih berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu udara di kawasan ini mencapai 30 hingga 31 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan yang tinggi.

“Jika melihat pemantauan citra satelit, suhu panas seperti ini masih bisa menyebabkan Karhutla, khususnya di daerah rawan terjadinya kebakaran lahan,” ujar Prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Rijal Sains Fikri, saat dikonfirmasi, Kamis (13/2/2025).

Rijal menjelaskan bahwa kondisi cuaca panas ini disebabkan oleh minimnya pertumbuhan awan di wilayah daratan dan pegunungan. Selain itu, rendahnya pertumbuhan awan di wilayah laut juga berkontribusi pada meningkatnya suhu udara.

Sebagai langkah pencegahan, BMKG mengimbau para petani dan pekebun untuk mematuhi arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan. BMKG juga memberikan saran bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah agar melindungi diri dari paparan sinar matahari.

“Masyarakat juga diimbau lebih banyak mengonsumsi air putih, jika banyak beraktivitas di luar rumah,” tambah Rijal.

Di sisi lain, BPBD Kabupaten Aceh Barat mencatat terdapat 22 titik rawan Karhutla yang tersebar di 10 kecamatan di wilayah tersebut.

“Ada 22 titik rawan Karhutla di Aceh Barat, tersebar di 10 kecamatan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal, di Meulaboh, Rabu (5/2) pekan lalu.

Adapun kecamatan yang masih berstatus rawan Karhutla meliputi Kecamatan Woyla Timur, Woyla Barat, Woyla, Arongan Lambalek, Bubon, Pante Ceureumen, Kaway XVI, Meureubo, Johan Pahlawan, dan Samatiga.

Seiring meningkatnya risiko Karhutla akibat cuaca panas, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan titik api di sekitar wilayahnya. Pemerintah daerah bersama BPBD dan tim pemadam kebakaran juga terus melakukan pemantauan serta langkah-langkah mitigasi guna mencegah kebakaran semakin meluas.

Sementara itu, petugas BPBD masih berupaya memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di Desa Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Hingga Kamis (13/2), luas lahan yang terbakar telah mencapai 7,5 hektare.

Editor: Akil