NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengevakuasi delapan korban perahu wisata yang terbalik di perairan Ujung Pancu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (15/5/2026). Seluruh korban dilaporkan selamat.
Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, mengatakan informasi mengenai insiden tersebut diterima sekitar pukul 17.20 WIB dari Panglima Laot Ulee Lheue.
“Berdasarkan informasi tersebut, Basarnas Banda Aceh mengerahkan tim ke lokasi. Semua korban atau delapan orang dalam insiden tersebut selamat,” kata Ibnu, Jumat (15/5/2026).
Ia menjelaskan korban terdiri atas tujuh wisatawan dan seorang pawang perahu. Dari tujuh wisatawan tersebut, lima merupakan orang dewasa, sedangkan dua lainnya anak-anak berusia enam dan delapan tahun.
Menurut Ibnu, perahu yang mengangkut delapan orang itu sebelumnya berlayar untuk berwisata ke Pulau Tuan di kawasan perairan Ujung Pancu. Dalam perjalanan, perahu diterpa cuaca buruk disertai angin kencang hingga akhirnya terbalik.
“Seluruh penumpang dan awak berhasil selamat dan sempat terdampar di pulau tersebut sebelum dievakuasi,” ujarnya.
Setelah menerima laporan, Basarnas Banda Aceh mengerahkan tim penyelamat dengan membawa perlengkapan pencarian dan pertolongan, termasuk satu unit kendaraan operasional dan perahu karet atau Landing Craft Rubber (LCR).
Proses evakuasi turut melibatkan personel TNI, Polri, Satuan Tugas SAR Banda Aceh, nelayan, serta masyarakat setempat.
“Sesampainya di lokasi, tim langsung melakukan evakuasi menggunakan perahu LCR dan perahu nelayan. Selanjutnya seluruh korban dibawa ke Pelabuhan Ulee Lheue,” kata Ibnu.
Sementara itu, Panglima Laot Aceh, Miftahuddin Cut Adek, menyebut insiden tersebut dipicu oleh badai yang terjadi di kawasan perairan setempat. Informasi awal, kata dia, diterima dari Panglima Laot Ulee Lheue sebelum diteruskan kepada tim SAR.
“Kejadian itu akibat badai. Informasi pertama disampaikan oleh Panglima Laot Ulee Lheue, lalu mereka menghubungi SAR. Alhamdulillah semuanya selamat,” kata Miftahuddin kepada Nukilan, Sabtu (16/5/2026).
Hingga proses evakuasi selesai dilakukan, seluruh korban dilaporkan dalam kondisi selamat tanpa korban jiwa. []
Reporter: Sammy

