Beranda blog Halaman 545

Mirwan-Baital Mukadis Resmi Dilantik, Gubernur Muzakir Manaf Tekankan Kepemimpinan Adil di Aceh Selatan

0
Muzakkir Manaf Melantik Mirwan-Baital Mukadis Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, resmi melantik Mirwan dan Baital Mukadis sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan periode 2025-2030 dalam sebuah prosesi khidmat di Kantor DPRK Aceh Selatan, Senin (17/2/2025). Pelantikan ini menjadi awal bagi kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi daerah tersebut.

Dalam sambutannya, Muzakir Manaf menegaskan pentingnya kepemimpinan yang adil dan merata, tanpa membedakan kelompok tertentu. Ia mengingatkan bahwa tugas seorang kepala daerah adalah untuk seluruh rakyat, bukan hanya bagi segelintir golongan.

“Saya yakin dan percaya Bapak Mirwan dan Baital Mukadis dapat mengemban amanah ini untuk kesejahteraan rakyat. Menjadi bupati bagi seluruh rakyat Aceh Selatan, menggarisbawahi beberapa hal,” ujar Muzakir Manaf.

Gubernur yang akrab disapa Mualem ini juga menyoroti pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam membangun Aceh Selatan. Ia meminta agar hubungan antara bupati dan DPRK tetap harmonis demi kelancaran program pembangunan.

“Jaga keharmonisan hubungan eksekutif dan legislatif. Ini akan memperkuat kinerja pemerintah dalam membangun Kabupaten Aceh Selatan,” katanya.

Lebih lanjut, Mualem menekankan perlunya keterlibatan akademisi dan pengusaha dalam perencanaan pembangunan. Dengan potensi alam yang besar, seperti perkebunan sawit dan pala, Aceh Selatan dinilai memiliki peluang ekonomi yang harus dimanfaatkan secara optimal demi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Aceh Selatan yang baru dilantik, Mirwan, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat. Ia menyadari bahwa tugas yang diembannya tidak ringan, namun ia berkomitmen menjalankan pemerintahan dengan dedikasi penuh.

“Momen ini adalah sejarah tidak hanya bagi kami, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Aceh Selatan. Penyelenggaraan pemerintahan adalah amanah yang akan kami jaga,” ujar Mirwan.

Mirwan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, meninggalkan perbedaan yang muncul selama Pilkada, dan bersama-sama membangun Aceh Selatan yang lebih maju. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara eksekutif, legislatif, dan jajaran Forkopimda dalam menciptakan pemerintahan yang transparan dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Kami yakin, dengan doa dan dukungan dari semua pihak, amanah ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Pelantikan ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi dari Pemerintah Aceh serta para tokoh masyarakat. Hadir dalam acara tersebut Plt Sekda Aceh Muhammad Diwarsyah, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh Akkar Arafat, Kepala Biro Umum Setda Aceh T. Adi Darma, dan Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Aceh Syakir. Selain itu, beberapa anggota DPR RI dan DPR Aceh dari daerah pemilihan barat-selatan juga ikut menyaksikan momen penting ini.

Editor: Akil

Mirwan-Baital Resmi Dilantik, Aktivis Harap Masyarakat Aceh Selatan Bersatu

0
Aktivis Muda, Syahrul Amin. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, resmi melantik Mirwan dan Baital Mukadis sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan periode 2025-2030. Prosesi pelantikan berlangsung di Kantor DPRK Aceh Selatan pada Senin, 17 Februari 2025, dengan dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta perwakilan berbagai elemen.

Aktivis Mahasiswa Peduli Aceh Selatan, Syahrul Amin, menyampaikan apresiasi atas pelantikan tersebut. Ia berharap kepemimpinan Mirwan dan Baital Mukadis dapat membawa perubahan positif bagi daerah.

“Kami mengucapkan selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan yang baru. Harapan besar ada di pundak mereka untuk mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan mensejahterakan masyarakat,” kata Syahrul Amin kepada Nukilan.id, Selasa (18/2/2025).

Ia juga mengimbau masyarakat agar kembali bersatu setelah perbedaan yang muncul selama proses Pilkada.

“Perbedaan dalam Pilkada adalah hal yang wajar, tapi setelah pemimpin terpilih dan dilantik, saatnya kita bersatu demi kemajuan Aceh Selatan. Jangan lagi ada perpecahan, mari kita bersama-sama mendukung pembangunan,” tambahnya.

Syahrul Amin menekankan bahwa Aceh Selatan memiliki potensi besar di berbagai sektor, seperti pertanian, kelautan, dan pariwisata, yang perlu dikelola dengan baik demi kesejahteraan rakyat.

“Kami berharap pemerintah yang baru mampu menggali potensi daerah secara maksimal. Selain itu, transparansi dan keterbukaan dalam kebijakan harus menjadi prioritas agar kepercayaan publik tetap terjaga,” tutupnya.

Pelantikan ini menjadi awal bagi kepemimpinan Mirwan dan Baital Mukadis untuk menjalankan visi dan misinya dalam membangun Aceh Selatan selama lima tahun ke depan. (XRQ)

Reporter: Akil

Wagub Aceh Ajak Pelaku Usaha Percepat Pembangunan Ekonomi

0
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, memberikan sambutan serta arahan saat menggelar pertemuan bersama Kepala SKPA/Biro dan para petinggi BUMN/BUMD, serta pemangku kepentingan lainnya guna membahas sinergitas dalam mengembangkan berbagai sektor utama di Aceh, di Anjong Mon Mata. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengajak para pelaku usaha untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam membangun ekonomi daerah. Dalam pertemuan yang digelar di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Senin (17/2/2025), Fadhlullah menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BUMN, BUMD, serta berbagai pemangku kepentingan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan merata.

Dalam forum tersebut, berbagai sektor utama turut dibahas, mulai dari energi, pertambangan, perdagangan, hingga perhubungan. Fadhlullah memastikan bahwa pemerintah provinsi akan memberikan dukungan penuh dalam mempermudah investasi dan administrasi bisnis di Aceh.

Di hadapan para pelaku usaha, Fadhlullah menegaskan bahwa pemerintah Aceh berkomitmen mempermudah proses perizinan investasi sesuai dengan regulasi yang berlaku. Ia meminta agar pelaku usaha tidak ragu untuk melaporkan jika menemukan kendala birokrasi yang menghambat kegiatan mereka.

“Jika ada kendala apa pun di lapangan, laporkan kepada kami. Jika ada yang mempersulit administrasi, laporkan kepada kami,” tegas Fadhlullah.

Pernyataan tersebut, menurutnya, merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dan dirinya. Pemerintah pusat meminta agar proses administrasi bisnis diperbaiki guna mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk di Aceh.

Selain itu, Fadhlullah juga mengimbau perusahaan yang berinvestasi di Aceh agar membuka kantor cabang di provinsi ini. Menurutnya, kehadiran kantor cabang dapat membantu memperkuat perekonomian daerah serta membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

“Aceh memiliki sumber daya yang cukup besar, namun mengapa kita masih berada di posisi provinsi termiskin pertama di Sumatera dan peringkat keempat di Indonesia? Ini menunjukkan adanya masalah yang harus kita benahi bersama,” ungkapnya.

Ia menyoroti perlunya kebijakan yang lebih progresif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk dalam sektor infrastruktur logistik yang masih menjadi tantangan utama.

Dalam pertemuan tersebut, Fadhlullah menekankan perlunya peningkatan infrastruktur guna memperlancar distribusi barang, terutama minyak sawit mentah (CPO). Saat ini, pengangkutan CPO masih mengandalkan jalur darat, yang tidak hanya menyebabkan kemacetan tetapi juga memperlambat mobilitas masyarakat dan pelaku usaha.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Fadhlullah menyampaikan bahwa Aceh membutuhkan tambahan dua pelabuhan angkutan barang, masing-masing di wilayah barat selatan dan timur Aceh. Usulan ini telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapat respons positif dari pemerintah pusat.

Menutup pertemuan, Fadhlullah mengajak seluruh pihak untuk terus bekerja sama dalam membangun Aceh agar lebih maju dan sejahtera.

“Mari kita berjalan seiring langkah, saling bersinergi dalam membangun daerah ini,” pungkasnya.

Editor: Akil

Lantik Bupati Aceh Tamiang, Mualem Selipkan Candaan Soal Kotak Kosong

0
Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Kualasimpang – Gubernur Aceh Muzakkir Manaf, yang akrab disapa Mualem, melantik Irjen Pol (Purn) Armia Fahmi dan Ismail sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Aceh Tamiang, Senin (17/2/2025) malam. Pelantikan tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Mualem menyelipkan candaan yang langsung disambut gelak tawa para hadirin.

“Bapak Fahmi melawan kotak kosong, takut semua… wajar, didukung Pak Kapolda,” ujar Mualem.

Candaan itu mengacu pada fakta bahwa Armia Fahmi, yang kini menjadi bupati, merupakan mantan perwira tinggi Polri dengan pangkat terakhir Inspektur Jenderal serta pernah menjabat sebagai Wakapolda Aceh.

Di Provinsi Aceh, hanya dua kabupaten yang menghadapi lawan kotak kosong dalam Pilkada 2024, yakni Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Utara. Situasi ini menunjukkan dominasi pasangan calon di daerah tersebut hingga tak ada kandidat yang maju sebagai penantang.

Dalam kesempatan yang sama, Mualem mengungkapkan adanya minat investor asal Malaysia untuk berinvestasi di sektor air bersih di Aceh.

“Mereka mau investasi air bersih, untuk air minum di Pulau Penang, Malaysia. Saya nyatakan siap. Jarak Aceh Tamiang dengan Penang itu dekat sekali, ini salah satu investor buat Aceh Tamiang,” ungkapnya.

Mualem menilai, sumber air di Aceh Tamiang memiliki kualitas yang sangat baik untuk dikonsumsi. Jika investasi ini terwujud, bukan hanya dapat memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga berpotensi menjadi sumber ekspor ke Malaysia.

Selain investasi air, Mualem menegaskan bahwa sektor energi menjadi perhatian utama pemerintahannya. Ia berencana mengajak investor untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) guna meningkatkan ketersediaan energi di Aceh.

“Siapa bilang lagi kita miskin, kalau sudah ada listrik dan air yang tersedia dengan baik. Bahkan, kita bisa jual ke Malaysia kalau listrik,” tegasnya.

Gubernur Aceh juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya demi kemajuan daerah.

“Jangan sampai satu ke laut, ke langit, ke darat. Kapan majunya. Kekompakan kita semata-mata untuk kemakmuran rakyat,” pungkasnya.

Dengan berbagai rencana dan investasi yang disebutkan, harapan masyarakat Aceh Tamiang kini tertuju pada implementasi nyata dari program-program tersebut guna meningkatkan kesejahteraan daerah. (XRQ)

Reporter: Akil

Alumni Lemhannas Sebut Fenomena #KaburAjaDulu Sebagai Ekspresi Cinta Tanah Air

0
Alumni Lemhanas, Nicholas Siagian. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Jakarta – Fenomena #KaburAjaDulu yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial bukan sekadar ajakan untuk meninggalkan Indonesia. Banyak kalangan yang menilai hal ini sebagai lemahnya rasa nasionalisme di generasi muda Indonesia. Namun, Nicholas Siagian, alumni Lemhannas justru menilai tren ini sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air.

“Fenomena ini tuh adalah bentuk ekspresi orang yang justru cinta dengan bangsa ini. Kenapa? Karena mereka menuntut supaya bangsa ini semakin lebih baik lagi ke depan,” ujarnya saat ditemui Nukilan.id di kawasan Cikini pada Minggu (16/2/2025).

Menurutnya, gelombang warga negara Indonesia (WNI) yang memilih berkarier atau menimba ilmu di luar negeri seharusnya menjadi bahan introspeksi bagi pemerintah. Keputusan mereka untuk pergi bukan sekadar keinginan pribadi, melainkan bisa jadi cerminan adanya persoalan di dalam negeri yang perlu diperbaiki.

“Artinya ada yang ketidakberesan yang seharusnya menjadi introspeksi diri bagi mereka (pemerintah). Jadi supaya nasionalisme itu ada bagi semua orang, ‘rumah’ itu harus jadi ‘rumah’ gitu. Dengan cara apa? Dengan cara diperbaiki,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nicholas menekankan bahwa negara harus mampu menciptakan kondisi yang layak agar masyarakat merasa nyaman untuk tetap tinggal dan berkontribusi di dalam negeri.

“Negara harus memastikan ‘rumah’ ini bisa menampung rakyatnya dengan baik. Dalam konteks ini, kita bicara soal mereka yang ingin belajar atau bekerja di luar negeri, bukan soal pindah kewarganegaraan,” pungkasnya.

Fenomena #KaburAjaDulu menjadi pengingat bahwa banyak anak bangsa yang ingin berkontribusi bagi Indonesia, tetapi menginginkan ekosistem yang lebih mendukung untuk berkembang. (xrq)

Reporter: Akil

Video Lawas Bahlil Lahadalia Kembali Viral, Alumni Lemhannas: Nasionalisme Tak Ditentukan oleh Lokasi Tinggal

0
Bahlil Lahadalia. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Jakarta – Sebuah video lawas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Bahlil Lahadalia, kembali menjadi perbincangan di media sosial. Dalam video yang direkam pada 2023 saat ia masih menjabat sebagai Menteri Investasi, Bahlil menanggapi fenomena meningkatnya Warga Negara Indonesia (WNI) yang memilih berpindah kewarganegaraan.

Video ini kembali mencuat seiring dengan maraknya tagar #KaburAjaDulu di platform X. Tagar tersebut berisi keluhan masyarakat mengenai kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan serta ajakan untuk meninggalkan Indonesia demi kehidupan yang lebih baik di luar negeri.

Menanggapi fenomena ini, Nukilan.id mewawancarai Nicholas Siagian, seorang alumni Lemhannas, untuk meminta pandangannya mengenai apakah WNI yang pindah ke luar negeri dapat dikategorikan sebagai tindakan yang tidak nasionalis.

Nicholas menegaskan bahwa lokasi tinggal seseorang tidak bisa dijadikan indikator nasionalisme.

“Pertama, mau di luar atau di dalam kita tidak bisa menentukan orang itu nasionalis atau nggak nasionalis. Karena bukan indikatornya kan gitu,” katanya saat ditemui Nukilan.id di kawasan Cikini pada Minggu (17/2/2025).

Menurutnya, nasionalisme berarti mencintai bangsa, dan hal tersebut tidak semata-mata diukur dari tempat tinggal seseorang.

“Nasionalisme itu kan artinya mencintai bangsa. Karena ada juga orang di dalam negeri yang justru merusak. Lalu orang yang ke luar negeri tapi berkontribusi memberikan pengetahuan yang ujungnya diinvestasikan ke bangsa ini, masa kita bilang tidak nasionalis,” lanjutnya.

Nicholas juga menyoroti bagaimana WNI yang bekerja atau menempuh pendidikan di luar negeri dapat memberikan manfaat besar bagi Indonesia di masa depan.

“Yang berikutnya, WNI yang di luar negeri kalau mereka bekerja, mengharumkan nama bangsa, melanjutkan jenjang pendidikan, ujungnya adalah SDM kita yang makin tinggi dan bakal balik ke Indonesia, dan pastinya itu akan memperbaiki citra bangsa Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kontribusi yang diberikan oleh WNI di luar negeri selaras dengan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kemudian, mereka yang berkontribusi di luar negeri dengan pengetahuannya sesuai dengan amanat konstitusi kita yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa,” tambahnya.

Nicholas mempertanyakan pandangan yang hanya menganggap nasionalisme ada pada mereka yang tinggal di dalam negeri, sementara perilaku merusak seperti korupsi juga terjadi di dalam negeri.

“Jadi apa salahnya gitu? Kenapa kita hanya sebatas orang yang di dalam negeri itu sudah nasionalis. Lalu orang-orang yang di dalam negeri selama ini merusak dengan korupsi bisa kita katakan nasionalis?” katanya.

Menurutnya, meningkatnya fenomena WNI yang memilih keluar negeri merupakan bentuk ekspresi cinta terhadap bangsa ini. Viralnya video lawas Bahlil ini menunjukkan bahwa isu nasionalisme dan kepindahan WNI ke luar negeri masih menjadi perdebatan yang relevan di tengah masyarakat. (XRQ)

Reporter: Akil

Pargelaran Seni Rupa Sewandu KSBN: Merayakan Budaya Nusantara Melalui Fotografi, Lukisan, dan Busana

0
Pargelaran Seni Rupa Sewandu KSBN: Merayakan Budaya Nusantara Melalui Fotografi, Lukisan, dan Busana. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Pargelaran seni rupa bertajuk Sewandu yang digagas oleh Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) berlangsung meriah di Perpustakaan Nasional RI pada Minggu (16/2/2025). Acara ini menghadirkan perpaduan seni fotografi, lukisan, dan karya busana yang mengangkat kekayaan budaya Nusantara serta kontribusinya terhadap peradaban dan kesejahteraan masyarakat.

Nukilan.id berkesempatan melihat pameran ini. Berbagai seniman dari berbagai daerah menampilkan karya mereka yang menggambarkan warisan budaya Indonesia. Lukisan-lukisan yang bercerita tentang tradisi lokal, fotografi yang menangkap keindahan nusantara, serta busana yang mengusung motif khas daerah menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung.

Salah satu pengunjung, Rina, mengungkapkan kekagumannya terhadap pameran ini.

“Saya sangat terinspirasi melihat bagaimana para seniman mengangkat budaya lokal dalam karya mereka. Fotografi yang ditampilkan di sini, misalnya, tidak hanya indah tetapi juga menyampaikan cerita tentang kehidupan masyarakat adat,” katanya kepada Nukilan.id pada Minggu (16/2/2025).

Selain pameran, acara ini juga diisi dengan diskusi seni, pertunjukan budaya, dan workshop kreatif yang melibatkan para seniman dan pelaku industri kreatif. Sewandu KSBN menjadi bukti bahwa seni memiliki peran besar dalam membangun kesadaran budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui industri kreatif yang berkembang. (xrq)

Reporter: Akil

MPU Aceh Dorong Gerakan Syiar Islam Kembali Bergema

0
Kepala Biro Isra Setda Aceh, Dr. Yusrizal, M.Si. (Foto: MPU)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mendorong kembali penguatan syiar Islam di Aceh dalam sebuah forum koordinasi lembaga keistimewaan Aceh yang digelar di ruang rapat Sekretariat MPU Aceh, Kamis (13/2/2025). Forum ini dihadiri oleh berbagai lembaga terkait, seperti Majelis Adat Aceh (MAA), Majelis Pendidikan Aceh (MPA), Mahkamah Syar’iyah Aceh, Baitul Mal, Dinas Syariat Islam, Satpol PP-WH Aceh, serta Kepala Biro Isra Setda Aceh, Dr. Yusrizal, M.Si.

Dalam pertemuan tersebut, Yusrizal menekankan pentingnya sinergi semua pihak dalam menghidupkan kembali semangat syiar Islam di Aceh. Menurutnya, meskipun penerapan syariat Islam telah berlangsung selama puluhan tahun, saat ini diperlukan upaya lebih serius untuk menggerakkan kembali syiar tersebut.

“Kita perlu gerak bersama, istilahnya mensyiarkan kembali, untuk menggelorakan kembali syariat Islam. Kita perlu menyamakan persepsi sampai pucuk pimpinan,” ujarnya.

Yusrizal juga mengusulkan agar forum koordinasi lembaga keistimewaan ini dapat dilaksanakan secara rutin guna memastikan keberlanjutan syiar Islam di Aceh dengan melibatkan instansi dan lembaga terkait.

Sejalan dengan itu, Abu Faisal menambahkan bahwa salah satu cara efektif untuk memperkuat kembali syiar Islam adalah melalui mimbar Jumat. Ia menyarankan agar tema khutbah Jumat disesuaikan dengan isu-isu penting dalam syariat Islam.

“Tentang gerak syiar kembali ini, kami melihat perlu menyamakan tema khutbah Jumat itu. Misalkan Jumat ini tentang aurat, ini salah satu kita syiarkan kembali. Salah satu langkahnya syiar ini bisa melalui mimbar Jumat,” jelas Abu Faisal.

Forum tersebut turut dihadiri oleh Kepala Sekretariat MPU Aceh, Usamah, S.Ag., MM, beserta jajarannya. Para peserta sepakat bahwa sinergi antar lembaga keistimewaan Aceh harus diperkuat agar syiar Islam dapat kembali menggema di seluruh pelosok Aceh.

Editor: Akil

Atasi Banjir di Aceh Tenggara, Mualem: Hilangkan Suara Chainsaw di Hutan

0
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, saat memberikan sambutan serta arahan usai mengambil sumpah jabatan dan melantik H. M. Salim Fakhry, S.E, MM, sebagai Bupati Aceh Tenggara dan dr. Heri Al Hilal sebagai Wakil Bupati Aceh Tenggara periode 2025-2030, pada Rapat Paripurna DPRK Aceh Tenggara. (Foto: Kabarbireuen.com)

NUKILAN.id | Kutacane – Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, menegaskan bahwa upaya menekan bencana banjir di Aceh Tenggara harus dimulai dengan menjaga kelestarian Hutan Leuser. Ia menekankan bahwa praktik penebangan liar harus dihentikan agar ekosistem tetap terjaga.

“Suara mesin chainsaw di hutan harus dihilangkan. Artinya, penebangan liar harus diberantas. Jika kita ingin menghentikan bencana ini, maka kita harus melindungi hutan dan menghilangkan praktik penebangan liar,” tegas Mualem, sapaan akrab Muzakir Manaf, dalam sambutannya saat pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara, Muhammad Salim Fakhry dan Heri Al Hilal, di Gedung DPRK Aceh Tenggara, Minggu (16/2/2025).

Menurut Mualem, keberadaan Hutan Leuser bukan sekadar kekayaan alam yang harus dilestarikan, tetapi juga menjadi modal utama bagi pembangunan daerah. Selain sebagai benteng alami untuk mencegah bencana, kawasan ini memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan.

“Hutan Leuser adalah modal kita. Kalau kita jaga dengan baik, bukan hanya kesejahteraan yang kita raih, tetapi dunia akan datang ke Aceh Tenggara. Seperti Bali yang berhasil memelihara alam untuk pariwisata, kita juga bisa membangun pariwisata dengan alam yang kita miliki,” lanjutnya.

Aceh Tenggara memang kerap dilanda banjir bandang, terutama saat musim hujan tiba. Kerusakan hutan yang terus terjadi akibat penebangan liar membuat daya serap tanah berkurang dan memperparah risiko bencana. Mualem menekankan bahwa langkah konkret perlu diambil untuk mengatasi persoalan ini.

Dalam pidatonya, Mualem juga menyoroti pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam membangun Aceh Tenggara. Menurutnya, komunikasi yang baik antara Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Aceh akan mempercepat realisasi program pembangunan.

“Kami selaku Pemerintah Aceh akan selalu mendukung pembangunan Aceh Tenggara. Libatkan akademisi dalam setiap rancangan pembangunan, agar program-program yang dibuat dapat lebih terukur dan tepat sasaran,” pesannya.

Dukungan terhadap kepemimpinan baru di Aceh Tenggara juga disampaikan oleh Ketua DPRK Aceh Tenggara, Denny Febrian Roza. Ia berharap pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh kebersamaan dan kerja keras, terutama dalam menangani permasalahan lingkungan dan bencana alam.

Sementara itu, Bupati Aceh Tenggara, Muhammad Salim Fakhry, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam membangun daerah.

“Kami tidak akan bisa bekerja sendiri. Mari kita bergotong royong, bersama-sama membangun Aceh Tenggara yang lebih baik,” ujar Salim Fakhry.

Dengan komitmen bersama antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, harapan untuk mewujudkan Aceh Tenggara yang lebih hijau dan bebas bencana semakin terbuka lebar.

Editor: Akil

Illiza Sidak Pasar Al-Mahirah, Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Stabil Jelang Ramadan

0
Illiza Sidak Pasar Al-Mahirah Guna Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Stabil Jelang Ramadan. (Foto: MC BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang Ramadan, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Banda Aceh, Senin (17/2/2025). Sidak ini bertujuan memastikan ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok serta komoditas pangan menjelang bulan puasa.

Dalam sidak tersebut, Illiza berinteraksi langsung dengan para pedagang untuk memantau harga sejumlah kebutuhan pokok seperti cabai, bawang, beras, minyak goreng, dan ayam. Hasilnya, ia menemukan bahwa harga sebagian besar komoditas masih relatif stabil.

“Hasil pengecekan kita bersama Kepala Bulog Aceh dan pihak dinas masih relatif stabil,” kata Illiza.

Illiza menjelaskan bahwa harga minyak goreng jenis “Minyak Kita” masih dijual dengan harga normal Rp 17 ribu per liter. Namun, ia juga menemukan adanya kenaikan harga pada komoditas ayam yang naik Rp 5 ribu dan kini dijual dengan harga Rp 60 ribu per kilogram. Sementara itu, harga cabai dan bawang merah justru mengalami penurunan.

“Untuk cabai yang sebelumnya sempat menyentuh angka Rp 60 ribu/kilo, kini dijual menjadi Rp 32 ribu dan cabai hijau Rp 24 ribu. Sementara untuk bawang merah dijual Rp 40 ribu per kilonya,” jelas Illiza.

Ia berharap harga kebutuhan pokok tidak mengalami lonjakan yang signifikan serta memastikan bahwa inflasi kota tetap terkendali. Selain itu, ia juga memastikan bahwa angkutan umum saat mudik Ramadan berjalan lancar.

“Jadi sebelum retreat nanti, saya kunjungi pasar dulu, dengan harapan dinas melakukan pemantauan,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Illiza mengumumkan bahwa pemerintah kota akan membuka pasar murah di empat titik untuk meringankan beban masyarakat menjelang Ramadan. Pasar murah ini akan diadakan pada tanggal 16-18 Februari dengan partisipasi dari Perumdam Tirta Daroy.

Editor: AKil