Beranda blog Halaman 544

Fenomena Pindah Kewarganegaraan: Hilangnya Nasionalisme atau Hak Individu?

0
Ilustrasi Fenomena ribuan WNI pindah ke Singapura. (Foto: kompasiana)

NUKILAN.id | Jakarta – Fenomena perpindahan kewarganegaraan dari Indonesia ke Singapura terus menjadi sorotan. Data Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mencatat bahwa sebanyak 3.912 Warga Negara Indonesia (WNI) telah beralih menjadi Warga Negara (WN) Singapura dalam rentang waktu 2019-2022.

Pada 2023, Menteri Investasi saat itu, Bahlil Lahadalia, sempat mempertanyakan nasionalisme para WNI yang memilih meninggalkan Indonesia. Menurutnya, keputusan tersebut mencerminkan kurangnya rasa kebangsaan.

Namun, benarkah perpindahan kewarganegaraan selalu berkaitan dengan nasionalisme? Alumni Lemhannas, Nicholas Siagian, memiliki pandangan berbeda. Ia menilai bahwa kewarganegaraan bukan sekadar soal nasionalisme, melainkan hak individu yang dijamin oleh konstitusi.

“Jadi kewarganegaraan itu hak, bukan kewajiban. Hak dalam artian hak asasi, bisa diambil bisa tidak. Kalau kewajiban itu baru harus dilaksanakan. Jadi dia bebas dong mau milih,” kata Nicholas saat ditemui Nukilan.id di sebuah kafe di kawasan Cikini, Minggu (16/2/2025).

Menurutnya, seseorang berhak menentukan kewarganegaraannya sesuai dengan aturan yang berlaku. Negara tidak dapat membatasi pilihan individu selama persyaratan yang telah diatur dalam undang-undang terpenuhi.

“Dia bebas milih warga negara Indonesia atau tidak. Dan syaratnya itu ada di undang-undang. Misalnya ada berapa lama dia di Indonesia, ada persyaratan administratif dan sebagainya. Jadi ini tidak bisa dibatasi oleh negara,” lanjutnya.

Nicholas menegaskan bahwa menjadikan kewarganegaraan sebagai sebuah kewajiban justru bertentangan dengan konstitusi. Menurutnya, jika perubahan kewarganegaraan dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang, maka hal itu sah-sah saja dilakukan. Ia juga menambahkan bahwa hal ini sejalan dengan Pasal 28 UUD 1945, yang menjamin hak setiap warga negara untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

“Jika ini menjadi kewajiban artinya sudah bertentangan. Konstitusi kita itu mengatur bahwa itu adalah hak. Kemudian, dalam Pasal 28 UUD 1945 tentang meningkatkan kehidupan yang lebih baik,” tegasnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa perpindahan kewarganegaraan bukanlah bentuk pengkhianatan terhadap negara, melainkan hak asasi yang dijamin oleh undang-undang. (XRQ)

Reporter: Akil

Kakanwil Kemenag Aceh Apresiasi Acer, Perkuat Kolaborasi Digitalisasi Pendidikan

0
Kakanwil Kemenag Aceh Apresiasi Acer, Perkuat Kolaborasi Digitalisasi Pendidikan. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Jakarta – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, bersama Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Dr. H. Zulkifli, S.Ag, M.Pd, menjajaki peluang kolaborasi lebih lanjut dengan PT Acer Indonesia dalam mendukung digitalisasi pendidikan di madrasah.

Dalam kunjungan ke Kantor Pusat Acer Indonesia di The Plaza Office Tower, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (13/2/2025), Azhari menyampaikan apresiasi atas kontribusi Acer terhadap dunia pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah di Aceh.

“Pada kesempatan yang baik ini, kami ingin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Acer Indonesia atas segala kontribusi dan dukungannya yang luar biasa bagi dunia pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah dalam Provinsi Aceh,” ujar Azhari.

Fokus pada Digitalisasi Madrasah

Pertemuan ini turut membahas penguatan pola madrasah boarding di pondok pesantren modern, optimalisasi aplikasi pendidikan berbasis digital, serta kebutuhan perangkat keras guna mendukung transformasi pendidikan di Aceh.

“Kita semua menyadari bahwa pendidikan adalah pondasi utama dalam membangun generasi yang unggul dan berkarakter. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan pihak swasta. Dan hari ini, kita patut bersyukur karena Acer telah menjadi mitra strategis yang turut berkontribusi dalam memajukan pendidikan di madrasah,” kata Azhari.

Acer Indonesia selama ini telah berperan aktif dalam mendukung berbagai program pendidikan di Aceh, di antaranya:

  1. Pelatihan Kepala Madrasah, guna meningkatkan kapasitas kepemimpinan serta inovasi dalam pengelolaan madrasah.
  2. Pelatihan Guru PIC Platform Jelajah Ilmu, yang membantu guru dalam mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran.
  3. Program CSR, yang memberikan dukungan fasilitas pendidikan bagi madrasah.
  4. Penghargaan Madrasah Awards, yang menjadi motivasi bagi madrasah untuk terus berprestasi dan berinovasi dalam dunia pendidikan.

Dukungan Acer untuk Jelajah Ilmu

Managing Director Acer Indonesia, Leny Ng, menyambut baik kolaborasi ini dan berharap diskusi yang berlangsung dapat menghasilkan inisiatif baru guna mempercepat digitalisasi pendidikan di madrasah Aceh.

Sementara itu, Kabid Penmad Dr. Zulkifli menyoroti perkembangan platform Jelajah Ilmu yang telah digunakan oleh madrasah di Aceh. Saat ini, dari 1.326 madrasah yang ada di Aceh—terdiri atas 611 madrasah negeri dan 715 madrasah swasta—sebanyak 62 madrasah telah menggunakan platform tersebut.

“Pengguna platform Jelajah Ilmu setiap tahun terus bertambah, pada 2022 hanya 700 akun lebih, pada 2023 lebih dari 3.000 akun, dan 2024 lebih dari 7.000 akun. Serta target kami 2025 lebih dari 10 ribu akun platform Jelajah Ilmu,” jelas Zulkifli.

Meskipun perkembangan penggunaan teknologi di madrasah semakin pesat, masih ada tantangan yang harus dihadapi, seperti keterbatasan infrastruktur, kesiapan guru, serta anggaran. Namun, dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, madrasah, dan pihak swasta seperti Acer, Zulkifli optimistis program ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi pendidikan di Aceh.

“Dengan jumlah madrasah yang banyak, dukungan masyarakat yang kuat, dan semangat untuk memanfaatkan teknologi, program ini dapat menjadi solusi untuk pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan,” pungkasnya.

Editor: Akil

Antisipasi Lonjakan Harga, BI Aceh Pantau Komoditas Pangan Jelang Ramadhan

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang bulan suci Ramadhan 2025, Bank Indonesia (BI) Aceh mengambil langkah proaktif dalam memperkuat pengendalian inflasi dengan melakukan evaluasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, serta pemantauan harga komoditas secara berkala.

Kepala BI Aceh, Agus Chusaini menyebutkan beberapa komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan harga, diantaranya daging ayam ras, telur ayam ras, minyak goreng, gula pasir, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih.

“Untuk mengantisipasi lonjakan harga dan mencegah panic buying, kami mengedukasi masyarakat melalui kampanye Belanja Bijak untuk Ramadhan yang Lebih Berkah,” kata Agus dalam bincang-bincang media di Banda Aceh, pada Senin (17/2/2025).

Dijelaskannya, Kampanye ini mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak, membandingkan harga sebelum membeli, memilih alternatif barang yang lebih terjangkau, serta menghindari penimbunan yang dapat menyebabkan kelangkaan.

“Dengan penerapan strategi yang terarah dan sinergi bersama stakeholders, Bank Indonesia optimis bahwa perekonomian Aceh akan tetap tumbuh kuat, inflasi terkendali, serta daya beli masyarakat tetap terjaga sepanjang tahun 2025,” ujarnya.

Agus juga menambahkan, inflasi di Aceh pada Januari 2025 tercatat sebesar 1,61% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 2,17% (yoy). Penurunan ini didorong oleh kebijakan diskon tarif listrik yang diberikan oleh pemerintah.

“Diskon 50 persen bagi pelanggan rumah tangga dengan daya 450 VA hingga 2.200 VA selama Januari dan Februari 2025 memberikan dampak positif bagi pengendalian inflasi,” jelasnya.

Untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, Bank Indonesia menerapkan strategi 4K yang mencakup keterjangkauan harga melalui pasar murah dan subsidi ongkos angkut, ketersediaan pasokan dengan peningkatan produksi dan distribusi pangan, kelancaran distribusi melalui kerja sama antar daerah, serta komunikasi efektif.

“Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasokan dan harga barang, terutama menjelang bulan Ramadhan yang biasanya ditandai dengan peningkatan permintaan,” tutupnya.

Reporter: Rezi

Illiza Sidak Pasar Al-Mahirah, Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Stabil Jelang Ramadan

0
Illiza Sidak Pasar Al-Mahirah, Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Stabil Jelang Ramadan. (Foto: Diskominfo BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang bulan suci Ramadan, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, turun langsung ke Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Senin (17/2/2025), untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok.

Dalam inspeksi mendadak (sidak) tersebut, Illiza didampingi Kepala Bulog Aceh dan jajaran dinas terkait. Ia berinteraksi langsung dengan pedagang untuk memantau harga sejumlah bahan pokok, seperti cabai, bawang, beras, minyak goreng, dan ayam.

“Hasil pengecekan kita bersama Kepala Bulog Aceh dan pihak dinas masih relatif stabil,” kata Illiza usai berbincang dengan pedagang dan pembeli.

Meski sebagian besar harga tetap terkendali, Illiza mengungkapkan adanya kenaikan pada komoditas ayam. Harga ayam mengalami kenaikan sebesar Rp 5 ribu per kilogram dan kini dijual seharga Rp 60 ribu per kilogram. Sementara itu, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga.

“Untuk cabai yang sebelumnya sempat menyentuh angka Rp 60 ribu/kilo, kini dijual menjadi Rp 32 ribu dan cabai hijau Rp 24 ribu. Sementara untuk bawang merah dijual Rp 40 ribu per kilonya,” jelasnya.

Selain itu, minyak goreng jenis “Minyak Kita” masih dapat diperoleh dengan harga normal Rp 17 ribu per liter.

Illiza berharap tidak ada lonjakan harga signifikan menjelang Ramadan. Ia juga menegaskan bahwa kondisi inflasi di Banda Aceh masih terkendali dan arus mudik tetap berjalan lancar.

“Jadi sebelum retreat nanti, saya kunjungi pasar dulu, dengan harapan dinas melakukan pemantauan,” ujarnya.

Sebagai upaya menekan harga dan membantu masyarakat, Pemkot Banda Aceh akan menggelar pasar murah di empat titik. Pasar murah ini akan berlangsung pada 16-18 Februari dan melibatkan Perumdam PDAM serta instansi terkait.

Sidak ini mendapat respons positif dari pedagang dan masyarakat. Mereka berharap pemerintah terus mengawal harga kebutuhan pokok agar tetap stabil, terutama menjelang momen penting seperti Ramadan.

Editor: Akil

Wagub Fadhlullah Minta DPD RI Perjuangkan Dana Otsus Aceh

0
Wagub Fadhlullah Minta DPD RI Perjuangkan Dana Otsus Aceh. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadhlullah, meminta Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI untuk memperjuangkan dana otonomi khusus (Otsus) Aceh agar tidak mengalami pemotongan dalam upaya efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat. Ia juga mengusulkan agar dana tersebut ditambah, mengingat masih tingginya angka kemiskinan serta ketertinggalan Aceh dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Permintaan tersebut disampaikan Fadhlullah saat menerima kunjungan kerja Komite II DPD RI di Kantor Gubernur Aceh, Senin (17/2/2025). Pertemuan ini berlangsung dalam rangka pengawasan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

“Tolong teman-teman di DPD RI membantu memperjuangkan agar dana Otsus Aceh tidak mengalami pemotongan, mengingat kebutuhan peningkatan perekonomian dan pembangunan di Aceh yang masih sangat besar,” ujar Fadhlullah.

Selain mempertahankan dana Otsus, Fadhlullah juga meminta agar masa berlakunya diperpanjang guna memastikan kesinambungan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komite II DPD RI, Abdul Waris Halid, menegaskan kesiapan pihaknya untuk memperjuangkan kepentingan Aceh di tingkat nasional.

“Kami tentu akan memperjuangkan sebagaimana yang telah disampaikan oleh Bapak Wakil Gubernur,” ujar Waris.

Dalam kesempatan tersebut, Waris juga menyampaikan ucapan selamat kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dan Wakil Gubernur, Fadhlullah, atas pelantikannya untuk memimpin Aceh selama lima tahun ke depan.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Zulkifli, serta sejumlah pejabat Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh juga hadir dalam agenda tersebut. Sementara itu, dari rombongan DPD RI, hadir sejumlah anggota, termasuk Azhari Cage dan Komeng.

Editor: Akil

Bulog Pastikan Stok Beras di Aceh Aman hingga Idul Fitri

0
Aceh Surplus Beras
Ilustrasi beras bulog. (Foto: Perum Bulog)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh memastikan ketersediaan beras di provinsi tersebut dalam kondisi aman hingga Idul Fitri 1446 Hijriah. Saat ini, stok beras mencapai 30 ribu ton dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Juni mendatang.

“Jadi stok untuk bulan Ramadhan dan Idul Fitri ini sudah aman, sudah cukup,” kata Pemimpin Wilayah Perum Bulog Aceh, Ihsan, di Banda Aceh, Senin (17/2/2025).

Menurut Ihsan, Bulog terus berupaya menyerap gabah dan beras dari petani lokal guna menambah cadangan yang ada. Hingga saat ini, jumlah gabah dan beras yang telah diserap telah mencapai lebih dari lima persen dari target yang ditetapkan, yakni 49-54 ribu ton.

“Kalau sekarang ini sudah lebih dari lima persen dari target kita 49-54 ribu ton. Sekarang posisinya sekitar 3,4 ribu ton,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penyerapan gabah dan beras dari petani lokal sejauh ini mampu mencukupi kebutuhan beras di Provinsi Aceh. Bahkan, jika mengacu pada data produksi pertanian di Aceh, pasokan beras masih lebih dari cukup.

“Kalau saya lihat sejauh ini ya, kita cukup. Apalagi saya lihat data pertanian itu, ada 1,6 juta ton. Kalau kita anggap dibagi dua saja, dijadikan beras itu kan masih ada sekitar 600-700 ribu ton. Sementara kita butuh hanya 49-54 ribu ton,” jelasnya.

Dalam upaya menjaga keseimbangan harga di tingkat petani dan konsumen, Bulog membeli gabah dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram, sementara harga pembelian beras ditetapkan Rp12.000 per kilogram.

Sementara itu, pantauan di lapangan menunjukkan harga beras di Banda Aceh masih relatif stabil. Beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual dengan harga Rp65 ribu per karung 5 kg atau Rp13 ribu per kilogram.

Untuk kategori beras super premium, harga yang ditawarkan di pasaran adalah Rp220 ribu per karung 15 kg, Rp150 ribu per karung 10 kg, dan Rp25 ribu per bambu. Sedangkan beras premium dijual dengan harga Rp210 ribu per karung 15 kg, Rp145 ribu per karung 10 kg, dan Rp24 ribu per bambu. Adapun beras kategori medium dibanderol Rp200 ribu per karung 15 kg, Rp140 ribu per karung 10 kg, dan Rp23 ribu per bambu.

Dengan stok yang memadai dan harga yang relatif stabil, masyarakat di Aceh diharapkan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri.

Editor: Akil

FK Universitas Syiah Kuala Masuk Tiga Besar Terbaik Versi THE WUR 2025

0
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Syah Kuala Dr. dr. Safrizal Rahman. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Syiah Kuala (USK) mencatat prestasi membanggakan dengan masuk dalam tiga besar fakultas kedokteran terbaik di Indonesia berdasarkan pemeringkatan Times Higher Education World University Ranking (THE WUR) by Subject 2025.

Dalam daftar terbaru yang dirilis THE WUR, FK USK memperoleh skor 20,7–26,7 dan berhasil naik dari peringkat kedelapan pada 2024 ke posisi ketiga tahun ini. Prestasi ini semakin mengukuhkan USK sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terbaik di bidang kedokteran di Indonesia.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Dr. dr. Safrizal Rahman, menyambut baik pencapaian tersebut.

“Ini adalah bukti nyata Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala terus berkomitmen memberikan pendidikan terbaik dan berkontribusi positif terhadap kemajuan dunia kedokteran di Indonesia,” ujar Safrizal saat dihubungi di Jakarta, Senin (17/2/2025).

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas peningkatan peringkat tersebut yang menjadi kebanggaan tidak hanya bagi fakultas, tetapi juga bagi seluruh civitas akademika dan masyarakat Aceh.

“Kami sangat bangga dan bersyukur atas capaian ini. Peringkat ini bukan hanya kebanggaan bagi kami, melainkan juga bagi seluruh civitas akademika Universitas Syiah Kuala dan masyarakat Aceh,” tambahnya.

Times Higher Education dikenal sebagai salah satu lembaga pemeringkat universitas bergengsi di dunia yang menilai institusi berdasarkan berbagai indikator, termasuk kualitas pendidikan, penelitian, reputasi akademik, serta kolaborasi internasional.

Dalam pemeringkatan tahun ini, FK USK berbagi posisi ketiga dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Di tingkat global, kedua kampus ini menempati peringkat 800–1.000 dunia.

Adapun Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) mempertahankan posisi teratas di Indonesia dengan peringkat 501–600 dunia, disusul Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Airlangga (Unair) yang berbagi posisi kedua dengan peringkat 601–800 dunia.

Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Marwan, menilai pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan FK USK.

“Pencapaian ini menunjukkan kualitas pendidikan tinggi di Universitas Syiah Kuala, khususnya dalam bidang kedokteran yang mampu bersaing di tingkat global. Kami akan terus berusaha meningkatkan kualitas agar dapat berkontribusi lebih besar lagi bagi dunia kesehatan,” kata Prof. Marwan.

Editor: Akil

Disdik Aceh Gelar Try Out SNBT 2025: Langkah Strategis Persiapkan Siswa Masuk PTN

0
Disdik Aceh Gelar Try Out SNBT 2025. (Foto: Disdik)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh kembali menggelar Try Out Persiapan Setara SNBT-UTBK 2025 bagi siswa kelas XII SMA dan SMK. Kegiatan yang berlangsung pada 19 hingga 22 Februari 2025 ini bertujuan untuk memetakan mutu pendidikan serta meningkatkan kesiapan siswa menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), gerbang utama menuju perguruan tinggi negeri.

Pelaksanaan Try Out ini dirancang agar semirip mungkin dengan kondisi ujian sebenarnya, menggunakan instrumen soal yang menyesuaikan dengan standar SNBT. Selain itu, metode ujian dilakukan secara daring (online) melalui platform berbasis Android dan iOS, memberikan akses yang lebih luas bagi siswa di seluruh Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, ST. D.E.A, menegaskan pentingnya program ini sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh. “Melalui Try Out Tahap I ini, kita ingin memastikan bahwa para siswa benar-benar siap untuk menghadapi SNBT-UTBK dan untuk memetakan perkembangan kualitas pendidikan di setiap satuan pendidikan,” ujar Marthunis, Selasa (18/2/2025).

Ia menjelaskan bahwa hasil Try Out Tahap I akan menjadi tolok ukur kemampuan siswa sebelum memasuki Try Out Tahap II yang direncanakan pada pertengahan April, serta SNBT yang akan digelar pada akhir April hingga Mei 2025.

Marthunis juga menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara Dinas Pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan, serta satuan pendidikan di seluruh Aceh. Ia mengimbau para kepala sekolah untuk mendorong siswanya agar berpartisipasi aktif dan memastikan pelaksanaan Try Out berjalan sesuai pedoman.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas selama proses ujian berlangsung. “Kami mengimbau agar seluruh pihak yang terlibat tidak melakukan hal-hal di luar aturan yang berlaku, sebagai bagian dari komitmen kita menuju Zona Integritas yang bebas dari praktik korupsi dan birokrasi yang melayani dengan baik,” tegasnya.

Para siswa dan pihak sekolah dapat mengakses pedoman pelaksanaan Try Out melalui laman https://s.id/pedomantryoutsnbt2025. Sementara itu, aplikasi Try Out berbasis Android dapat diunduh di http://s.id/android-TO-SNBT, sedangkan untuk pengguna Appstore tersedia di http://s.id/appstore-TO-SNBT.

Dengan digelarnya Try Out ini, diharapkan para siswa dapat lebih siap menghadapi ujian sebenarnya, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh. Program ini menjadi langkah strategis dalam memastikan generasi muda Aceh memiliki peluang lebih besar untuk menembus perguruan tinggi impian mereka.

Editor: AKil

Kakanwil Kemenag Aceh Serahkan Ijop 42 Madrasah, Tegaskan Pengelolaan Profesional

0
Kakanwil Kemenag Aceh Serahkan Ijop 42 Madrasah. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, menegaskan bahwa setiap lembaga pendidikan harus dikelola secara profesional agar dapat menghasilkan mutu pendidikan yang sesuai dengan tuntutan zaman.

Pernyataan tersebut disampaikan Azhari saat memberikan arahan kepada para Ketua Yayasan dalam acara penyerahan Piagam Izin Operasional (Ijop) Madrasah Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Provinsi Aceh, Senin (17/2/2025).

“Setiap lembaga pendidikan yang sudah diberikan izin operasional harus mengelola lembaga pendidikan itu secara profesional, sehingga mutu keluaran yang dihasilkan oleh lembaga tersebut sesuai dengan harapan dan tuntutan zaman,” tegas Azhari di hadapan para peserta acara.

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenag Aceh menyerahkan sebanyak 42 Surat Keputusan (SK) izin operasional madrasah. Dari jumlah tersebut, empat SK diberikan kepada madrasah baru, sementara 38 SK lainnya merupakan perpanjangan izin operasional bagi madrasah yang telah beroperasi. Azhari didampingi oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Pemad) Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd, serta jajaran pejabat terkait.

Para penerima izin operasional berkomitmen untuk menjalankan lembaga pendidikan dengan lebih profesional. Azhari juga mengingatkan bahwa pengelolaan madrasah harus dilakukan dengan bijak dan sesuai dengan regulasi yang berlaku, terutama terkait dengan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Pengelolaan pendidikan juga harus paham dengan regulasi yang ada terhadap apa yang sudah diberikan kepada madrasah, terutama bantuan operasional sekolah (BOS),” tambahnya.

Acara yang berlangsung usai apel pagi pada 17 Sya’ban 1446 H ini menjadi momentum penting bagi madrasah di Aceh untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan Islam di daerah tersebut.

Editor: Akil

Mirwan-Baital Mukadis Resmi Dilantik, Gubernur Muzakir Manaf Tekankan Kepemimpinan Adil di Aceh Selatan

0
Muzakkir Manaf Melantik Mirwan-Baital Mukadis Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, resmi melantik Mirwan dan Baital Mukadis sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan periode 2025-2030 dalam sebuah prosesi khidmat di Kantor DPRK Aceh Selatan, Senin (17/2/2025). Pelantikan ini menjadi awal bagi kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi daerah tersebut.

Dalam sambutannya, Muzakir Manaf menegaskan pentingnya kepemimpinan yang adil dan merata, tanpa membedakan kelompok tertentu. Ia mengingatkan bahwa tugas seorang kepala daerah adalah untuk seluruh rakyat, bukan hanya bagi segelintir golongan.

“Saya yakin dan percaya Bapak Mirwan dan Baital Mukadis dapat mengemban amanah ini untuk kesejahteraan rakyat. Menjadi bupati bagi seluruh rakyat Aceh Selatan, menggarisbawahi beberapa hal,” ujar Muzakir Manaf.

Gubernur yang akrab disapa Mualem ini juga menyoroti pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam membangun Aceh Selatan. Ia meminta agar hubungan antara bupati dan DPRK tetap harmonis demi kelancaran program pembangunan.

“Jaga keharmonisan hubungan eksekutif dan legislatif. Ini akan memperkuat kinerja pemerintah dalam membangun Kabupaten Aceh Selatan,” katanya.

Lebih lanjut, Mualem menekankan perlunya keterlibatan akademisi dan pengusaha dalam perencanaan pembangunan. Dengan potensi alam yang besar, seperti perkebunan sawit dan pala, Aceh Selatan dinilai memiliki peluang ekonomi yang harus dimanfaatkan secara optimal demi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Aceh Selatan yang baru dilantik, Mirwan, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat. Ia menyadari bahwa tugas yang diembannya tidak ringan, namun ia berkomitmen menjalankan pemerintahan dengan dedikasi penuh.

“Momen ini adalah sejarah tidak hanya bagi kami, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Aceh Selatan. Penyelenggaraan pemerintahan adalah amanah yang akan kami jaga,” ujar Mirwan.

Mirwan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, meninggalkan perbedaan yang muncul selama Pilkada, dan bersama-sama membangun Aceh Selatan yang lebih maju. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara eksekutif, legislatif, dan jajaran Forkopimda dalam menciptakan pemerintahan yang transparan dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Kami yakin, dengan doa dan dukungan dari semua pihak, amanah ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Pelantikan ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi dari Pemerintah Aceh serta para tokoh masyarakat. Hadir dalam acara tersebut Plt Sekda Aceh Muhammad Diwarsyah, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh Akkar Arafat, Kepala Biro Umum Setda Aceh T. Adi Darma, dan Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Aceh Syakir. Selain itu, beberapa anggota DPR RI dan DPR Aceh dari daerah pemilihan barat-selatan juga ikut menyaksikan momen penting ini.

Editor: Akil