Beranda blog Halaman 537

Kepala Desa Buket Panjou Dituntut Enam Tahun Penjara atas Dugaan Korupsi Dana Desa

0
Ilustrasi Korupsi Dana Desa. (Foto: kawanhukum.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Mahdi, Kepala Desa (Keuchik) Buket Panjou, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur, dengan hukuman enam tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Banda Aceh, Jumat (21/2/2025). Mahdi didakwa melakukan korupsi dana desa yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp728,8 juta.

Tuntutan ini dibacakan oleh JPU Akbar Pramadhana dari Kejaksaan Negeri Aceh Timur dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Fauzi, dengan dua hakim anggota, R Deddy Harryanto dan Ani Hartati.

Selain pidana enam tahun penjara, JPU juga menuntut terdakwa membayar denda sebesar Rp200 juta subsidair enam bulan kurungan. Mahdi juga diwajibkan mengganti kerugian negara senilai Rp728,8 juta. Jika tidak mampu membayar, harta bendanya akan disita dan dilelang. Apabila harta bendanya tidak mencukupi, ia akan dikenakan tambahan hukuman tiga tahun penjara.

Kasus ini bermula dari pengelolaan dana desa oleh Mahdi pada tahun 2020 dan 2021. Pada 2020, Mahdi menerima dana desa sebesar Rp960,2 juta, sementara pada 2021, jumlah yang dikelolanya mencapai Rp832,9 juta. Namun, dalam pengelolaan dana tersebut, ia diduga tidak melibatkan aparatur desa sebagaimana mestinya.

JPU menegaskan bahwa penggunaan dana desa yang tidak sesuai ketentuan serta ketidakmampuan Mahdi dalam mempertanggungjawabkan anggaran yang dikelolanya berujung pada kerugian negara.

“Perbuatan terdakwa Mahdi melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Ayat (1) huruf a, b Ayat (2), Ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” ujar JPU Akbar Pramadhana dalam persidangan.

Editor: Akil

H. Ali Basrah Resmi Dilantik sebagai Wakil Ketua DPRA Periode 2024–2029

0
H. Ali Basrah Resmi Dilantik sebagai Wakil Ketua DPRA Periode 2024–2029. (Foto: DPRA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggelar Rapat Paripurna istimewa untuk mengukuhkan H. Ali Basrah, S.Pd, M.M sebagai Wakil Ketua DPRA dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) periode 2024–2029. Prosesi pengucapan sumpah dan pelantikan berlangsung khidmat di Gedung Utama DPRA, Jumat malam, 21 Februari 2025.

Rapat dibuka langsung oleh Ketua DPRA, Zulfadhli, A.Md, yang didampingi dua Wakil Ketua, Ir. H. Saifuddin Muhammad dan Salihin, SH. Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, rapat paripurna resmi dimulai dan terbuka untuk umum.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Firdaus MZ, diikuti lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan Himne Aceh “Aceh Mulia”, yang semakin menambah khidmat suasana malam itu.

Pelantikan H. Ali Basrah menjadi bagian dari rangkaian proses yang telah dimulai sejak DPRA menyetujui usulan pengangkatan Wakil Ketua dari Fraksi Golkar dalam rapat paripurna sebelumnya pada 22 Januari 2025. Persetujuan tersebut dituangkan dalam Keputusan DPRA Nomor 3/DPRA/2025 dan kemudian disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri oleh Pj Gubernur Aceh melalui surat Nomor 100.3/0206, tertanggal 22 Februari 2025.

Sebagai tindak lanjut, surat usulan peresmian pengangkatan dikirim kembali pada 23 Februari 2025 melalui Nomor 100.1.4.2/959. Berdasarkan proses administrasi tersebut, Menteri Dalam Negeri menerbitkan Keputusan Nomor 100.2.1.4-1732 Tahun 2025, yang menetapkan H. Ali Basrah sebagai Wakil Ketua DPRA.

Pengucapan sumpah jabatan dipandu langsung oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Abdul Azis, SH, MH. Usai pelantikan, Ketua DPRA menyampaikan harapannya atas kolaborasi dan sinergi yang solid di antara para pimpinan dan anggota dewan.

“Kita semua memahami bahwa posisi ini merupakan amanah, kepercayaan, dan tanggung jawab yang besar. Mari kita bersinergi untuk menjaga kekompakan dan menciptakan keberhasilan dalam menjalankan tugas-tugas lembaga ini,” ujar Zulfadhli.

“Kami juga berharap semua anggota DPRA dapat memberikan dukungan, saran, serta masukan dalam menjalankan tugas kelembagaan, agar cita-cita kita dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat Aceh dapat terwujud,” lanjutnya.

Sebagai penutup, acara ditutup dengan doa dan shalawat yang dipimpin oleh Ikhwansyah Putra, S.Pd.I. Ketua DPRA juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir dalam rapat paripurna tersebut, termasuk Wali Nanggroe Aceh, Gubernur Aceh, para anggota DPR dan DPD RI asal Aceh, unsur Forkopimda, dan seluruh peserta rapat lainnya.

Pelantikan ini menandai babak baru kepemimpinan di tubuh legislatif Aceh, yang diharapkan mampu menjawab tantangan pembangunan dan memperjuangkan aspirasi rakyat di Tanah Rencong.

USK Pastikan UKT Tidak Naik Meski Anggaran Ditekan

0
Universitas Syiah Kuala. (Foto: Humas USK)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) menegaskan tidak akan menaikkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswanya, meskipun pemerintah pusat tengah melakukan efisiensi anggaran di berbagai sektor, termasuk pendidikan tinggi.

Rektor USK, Marwan, menyatakan bahwa meski ada pemangkasan anggaran dari pemerintah, pihak universitas akan mengelola keuangan dengan lebih efisien agar kebijakan ini tidak berdampak langsung pada mahasiswa.

“Efisiensi anggaran ini adalah kebijakan pemerintah yang harus siap kita terima. USK akan berupaya untuk mengatur pengelolaan keuangannya sebaik mungkin, termasuk meminimalkan pengeluaran biaya tak langsung dan memaksimalkan pendapatan dari aset dan kerja sama. Dan terkait itu, USK berkomitmen untuk tidak menaikan UKT,” ujar Marwan, Jumat, 21 Februari 2025.

Keputusan ini, menurut Marwan, juga mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat Aceh yang masih membutuhkan perhatian. USK tidak ingin kebijakan efisiensi anggaran justru menghambat akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa.

“Kami memahami bahwa kondisi ekonomi masyarakat Aceh masih membutuhkan perhatian. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk tidak menaikkan UKT agar anak-anak Aceh tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi,” katanya.

Selain menjaga stabilitas UKT, USK juga berupaya memberikan dukungan pendidikan melalui berbagai program beasiswa. Saat ini, setidaknya 34 program beasiswa telah disalurkan, baik yang berasal dari pemerintah, mitra swasta, maupun sumber pendanaan lainnya.

Keberadaan beasiswa ini terbukti membantu ribuan mahasiswa USK dalam menempuh pendidikan. Berdasarkan data universitas, sebanyak 30,26 persen atau sekitar 9.000 mahasiswa telah menerima bantuan beasiswa dari berbagai sumber.

“Alhamdulillah, saat ini 30,26% atau sekitar 9.000 mahasiswa USK telah menerima beasiswa dari berbagai sumber. Ini adalah bentuk dukungan USK agar mahasiswa dapat melanjutkan studinya,” ujar Marwan.

Dengan kebijakan ini, USK berharap dapat terus memberikan kesempatan yang luas bagi mahasiswa untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa terbebani oleh kenaikan biaya kuliah, meskipun di tengah tantangan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah.

Editor: AKil

Ketua DPRA Tuding Fadhlullah di Balik Polemik Sekda Aceh

0
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Zulfadli. (Foto: Dok. DPRA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Zulfadhli, menuding Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, berada di balik kisruh penunjukkan Alhudri sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh. Ia juga menyatakan siap menghadapi siapa pun yang berupaya menyingkirkannya dari jabatan.

“Siapa yang berani pecat saya akan saya lawan,” ujar Zulfadhli dalam pernyataannya di Gedung Parlemen Aceh, Jumat, 21 Februari 2025.

Dikutip dari AJNN, Zulfadhli mengkritik surat keputusan Gubernur Aceh terkait pengangkatan Alhudri sebagai Sekda. Menurutnya, surat tersebut dibuat secara sembarangan tanpa mengikuti aturan yang berlaku. Ia bahkan menyebut penerbitan surat itu sebagai sebuah “permainan” yang didalangi oleh Ketua Gerindra Aceh, Fadhlullah, yang juga menjabat sebagai wakil dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.

DPRA, kata Zulfadhli, tetap memberikan dukungan kepada Muzakir Manaf dan Fadhlullah. Namun, ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba bermain-main dengan lembaga legislatif yang dipimpinnya.

Dalam sidang paripurna, Zulfadhli juga mengancam akan mengambil langkah untuk melengserkan Fadhlullah jika benar terbukti berada di balik polemik ini. Sebagai tindak lanjut, DPRA berencana memanggil Fadhlullah guna meminta klarifikasi terkait surat pengangkatan Alhudri sebagai Sekda.

Sementara itu, pakar hukum dari Universitas Syiah Kuala, Jafar, menilai bahwa surat keputusan yang diteken langsung oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, tetap sah secara hukum. Menurutnya, setiap konsekuensi dari penerbitan surat tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab gubernur. Terkait ketiadaan paraf dalam surat keputusan itu, Jafar menjelaskan bahwa hal tersebut tidak berpengaruh pada keabsahan dokumen tersebut.

Editor: Akil

Pemko Banda Aceh Serahkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Ateuk Pahlawan

0
Pemko Banda Aceh Serahkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Ateuk Pahlawan. (Foto: MC BNA)

NUKILAN.idBanda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh bergerak cepat memberikan bantuan kepada korban kebakaran yang melanda Gampong Ateuk Pahlawan, Kecamatan Baiturrahman, pada Kamis, 20 Februari 2025. Kebakaran hebat itu menghanguskan 16 unit rumah kopel dan memaksa para korban mengungsi ke kantor Keuchik setempat.

Sehari setelah kejadian, Jumat, 21 Februari 2025, Penjabat Sekretaris Daerah Kota (Pj Sekda) Banda Aceh, Bachtiar, bersama sejumlah anggota DPRK, Forkopimcam, dan Dinas Sosial turun langsung ke lokasi untuk menyerahkan bantuan masa panik kepada para korban.

Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor Keuchik Gampong Ateuk Pahlawan dan dihadiri berbagai pihak terkait. Bantuan yang diberikan mencakup sembako, pakaian, peralatan masak, perlengkapan sekolah, serta kebutuhan ibadah.

“Pemko Banda Aceh bersama seluruh unsur terkait, seperti DPRA, DPRK, Dinas Sosial, Camat, Danramil, dan Kapolsek hadir untuk memberikan dukungan langsung kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah kebakaran,” ujar Bachtiar saat menyerahkan bantuan.

Pj Sekda berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban yang dirasakan para korban. “Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang tengah menghadapi ujian berat,” tambahnya.

Selain itu, Bachtiar juga menyampaikan pesan dari Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, yang saat ini sedang mengikuti retreat di Akmil Magelang. Dalam pesannya, Wali Kota menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang terjadi. “Ibu Wali Kota berpesan agar para korban diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Musibah adalah ujian dari Allah SWT, dan kita harus selalu berdoa agar diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan,” kata Bachtiar menirukan pesan Wali Kota.

Selain bantuan, Pemko Banda Aceh juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam mencegah kebakaran. “Musibah memang sulit diprediksi, namun kita bisa lebih berhati-hati, terutama saat meninggalkan rumah. Pastikan untuk memeriksa kompor, alat elektronik, dan semua peralatan yang berpotensi menyebabkan kebakaran,” ujar Bachtiar, menekankan pentingnya kewaspadaan.

Dengan bantuan yang disalurkan, diharapkan para korban dapat segera bangkit dan memulai kembali kehidupan mereka setelah musibah yang menimpa.

Muzakir Manaf Kembali Kenakan Seragam Loreng Setelah 19 Tahun, Hadiri Retret di Akmil Magelang

0
Muzakir Manaf Kembali Kenakan Seragam Loreng Setelah 19 Tahun, Hadiri Retret di Akmil Magelang. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Magelang – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menghadiri orientasi kepemimpinan atau retret bersama kepala daerah se-Indonesia di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Jumat (21/2/2025). Dalam momen tersebut, sosok yang akrab disapa Mualem itu kembali mengenakan seragam loreng—pakaian yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan hidupnya.

Kegiatan retret ini diikuti lebih dari 500 kepala daerah yang baru dilantik dan akan berlangsung selama sepekan, mulai 21 hingga 28 Februari 2025. Muzakir Manaf tampak berdiri di barisan terdepan bersama Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. Di tangannya, terlihat gelang hijau yang menjadi ciri khasnya.

Bagi Muzakir Manaf, seragam loreng bukan sekadar pakaian biasa. Ia pernah menjabat sebagai Panglima Perang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sejak 1986, sebelum akhirnya beralih ke dunia politik pasca-Perjanjian Helsinki 2005. Sebagai Ketua Komite Peralihan Aceh, Mualem memainkan peran penting dalam transisi Aceh dari konflik menuju perdamaian.

Dalam unggahan di akun Instagram resminya yang dikelola timnya, Mualem menyebut kegiatan retret ini sebagai ajang latihan kembali.

“Latihan lom (latihan lagi). Berada di Magelang, Jawa Tengah, untuk mengikuti retret bersama kepala daerah lainnya se-Indonesia. Retret ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto guna membangun ikatan emosional dan kerja sama yang lebih erat antara kepala daerah dengan pemerintah pusat,” tulisnya.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat, yang turut mendampingi, membenarkan bahwa Muzakir Manaf telah tiba di lokasi dan langsung mengikuti rangkaian kegiatan.

“Bapak Gubernur Muzakir Manaf telah memulai rangkaian acara retret di Akmil Magelang,” ujar Akkar dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta memberikan pembekalan mendalam mengenai tugas kepala daerah.

“Program ini dirancang untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dalam menjalankan pemerintahan, khususnya dalam implementasi kebijakan nasional di tingkat daerah,” jelas Akkar.

Selain itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) dijadwalkan bergabung dalam sesi pengarahan Presiden Prabowo Subianto pada penutupan retret, yang berlangsung pada 27-28 Februari 2025 di Akmil Magelang. (XRQ)

Editor: Akil

Bangun Jiwa Wirausaha Mahasiswa, GenBI USM Adakan Entrepreneur Class

0
Kegiatan seminar "GenBI Entreprenuer Class" yang digagas oleh Divisi Kewirausahaan GenBI Komsat USM di Aula Kantor Perwakailan BEI Aceh, Banda Aceh, Jum'at 21 Februari 2025. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Generasi Baru Indonesia Komisariat Universitas Serambi Mekkah (GenBI USM) menggelar seminar “GenBI Entreprenuer Class” di Aula Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Aceh, Banda Aceh, pada Jumat (21/2/2025). 

Kegiatan yang diinisiasi oleh Divisi Kewirausahaan GenBI USM berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan BEI Aceh ini mengangkat tema “Membangun Mentalitas Jiwa Wirausaha serta Memahami Manfaat Pasar Modal Dalam Lingkungan Bisnis dan Solusi Berkelanjutan di Era 5.0 bersama BEI Aceh”.

Seminar ini menghadirkan tiga pembicara yaitu Dosen Fakultas Ekonomi USM Dr. Susanti, S.P., M.Si, KB BEI Aceh Fathir Maulana dan Aulia Firdaus. Turut hadir dalam kegiatan, Ketua GenBI Komisariat UIN Ar-Raniry T Muharram Vibran dan puluhan mahasiswa USM.

Dalam pramateri yang disampaikan, Dr. Susanti menekankan pentingnya membangun karakter wirausaha di kalangan mahasiswa. Menurutnya, kemauan adalah faktor utama dalam merintis usaha.

“Kalau ada kemauan, pasti ada jalan. Langkah pertama adalah membuat buku impian, lalu tetapkan target yang ingin dicapai, jangan takut gagal dalam memulainya,” ujarnya.

Menurutnya, setiap individu memiliki kondisi dan latar belakang yang berbeda, namun jika seseorang memiliki kemauan kuat, maka ia akan berusaha untuk mewujudkan impian tersebut.

“Sekarang ini adalah era media sosial. Ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan, seperti program afiliasi di TikTok maupun Shopee. Pelajari sedikit demi sedikit, lalu segera jalankan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Latifa Nuran Rizki, menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan untuk mengedukasi mahasiswa agar memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat serta mampu memahami peluang yang ada di pasar modal.

“Kami berharap seminar ini dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa dalam dunia bisnis dan investasi. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan menyukseskan acara ini,” imbuh Latif.

Reporter: Rezi

BFLF Apresiasi Bupati Mirwan Gratiskan Layanan Ambulans

0
Koordinator Wilayah Blood For Life Foundation (BFLF) Labuhanhaji Raya, Muhammad Dasir Arif. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan memastikan layanan ambulans, termasuk pengantaran jenazah, digratiskan bagi masyarakat. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, SE, M.Sos, sebagai tanggapan atas keluhan warga mengenai adanya kutipan biaya ambulans di Rumah Sakit Umum Daerah Yuliddin Away (RSUD-YA) Tapaktuan.

Bupati Mirwan MS menegaskan bahwa dirinya telah menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Selatan untuk segera menyelesaikan persoalan ini.

“Saya sudah sampaikan langsung kepada Bapak Sekda agar biaya pengantaran jenazah dari Rumah Sakit Yuliddin Away digratiskan,” tegasnya pada Kamis (20/02/2025). Ia juga meminta agar pelayanan kesehatan terus ditingkatkan dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Sebelumnya, masyarakat dihebohkan dengan beredarnya foto kwitansi penerimaan uang sebesar Rp. 375.000,- yang dikeluarkan oleh PPTK BLUD RSUD-YA Tapaktuan pada 19 Februari 2025. Kwitansi tersebut menunjukkan adanya biaya yang harus dibayar keluarga almarhum sebelum jenazah bisa dibawa pulang ke kampung halaman di Kluet Timur.

Hal ini memicu diskusi luas di berbagai WhatsApp Group (WAG), di mana keluarga almarhum mengungkapkan kesedihan mereka yang harus menghadapi persoalan administratif di tengah suasana duka.

Menanggapi hal ini, Koordinator Wilayah Blood For Life Foundation (BFLF) Labuhanhaji Raya, Muhammad Dasir Arif, menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat Bupati Mirwan MS dalam merespons keluhan masyarakat.

“Ini respon yang ditunggu, tidak butuh waktu lama,” ujar Dasir Arif, yang akrab disapa Pakya kepada Nukilan.id.

Pakya juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ucapnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa peningkatan layanan ambulans gratis serta penyediaan tenaga medis profesional dan ramah merupakan bagian dari program kerja unggulan pemerintahan H. Mirwan MS dan H. Baital Mukadis.

“Harapannya, berbagai persoalan seperti ini tidak akan terjadi lagi di masa mendatang,” tambahnya.

Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Masyarakat berharap agar program pelayanan kesehatan terus diperbaiki dan benar-benar berjalan secara efektif demi kesejahteraan warga Aceh Selatan. (XRQ)

Reporter: Akil

Kutaradja Fried Chicken Raih Sertifikat Halal, Abu Faisal Apresiasi Produk Lokal

0
Kutaradja Fried Chicken Raih Sertifikat Halal, Abu Faisal Apresiasi Produk Lokal. (Foto: MPU)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk. H. Faisal Ali atau yang akrab disapa Abu Faisal, menyerahkan sertifikat halal kepada Kutaradja Fried Chicken dalam sebuah acara di ruang rapat MPU Aceh, Jumat (21/2/2025). Sertifikat tersebut diterima langsung oleh CEO Kutaradja Fried Chicken, Robi Erianto.

Dalam sambutannya, Abu Faisal mengungkapkan rasa bangga atas inovasi yang dilakukan oleh anak-anak Aceh dalam membangun usaha lokal yang berkualitas.

“Mudah-mudahan ini memberikan keberkahan bagi kita semuanya. Kami dari MPU Aceh merasa bangga kepada aneuk-aneuk nanggroe (anak-anak Aceh) yang terus berinovasi memberikan sesuatu yang terbaik bagi daerah Aceh,” ujar Abu Faisal.

Ia menambahkan bahwa dengan semakin banyaknya produk lokal yang berkembang, maka roda perekonomian di Aceh juga akan terus bergerak. Oleh karena itu, ia berharap adanya kebijakan pemerintah yang lebih berpihak pada produk-produk lokal.

“Harapan kita adalah bagaimana seluruh perputaran ekonomi yang ada di Aceh ini memang dikelola oleh masyarakat Aceh itu sendiri, ini yang terus kita gelorakan,” lanjutnya.

Sementara itu, CEO Kutaradja Fried Chicken, Robi Erianto, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan MPU Aceh dalam proses sertifikasi halal untuk usahanya. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil perjuangan bersama dalam mengangkat produk asli Aceh.

“Kami dari Kutaradja Fried Chicken sangat berterimakasih atas dimudahkan selama ini sama-sama kita berjuang produk aneuk nanggroe hingga mendapatkan sertifikat halal. Ini murni produk aneuk nanggroe, dari nama saja kita sudah beri nama Kutaradja yang mana semua orang tahu bahwa Kutaradja itu adalah Aceh dan semua perputaran ekonomi juga di Aceh termasuk bahan-bahannya,” ungkap Robi.

Saat ini, Kutaradja Fried Chicken telah memiliki 29 cabang yang tersebar di seluruh Aceh. Dari jumlah tersebut, 13 cabang telah memenuhi persyaratan halal dan berhak mendapatkan sertifikat halal dari LPPOM MPU Aceh. Dengan sertifikasi ini, Kutaradja Fried Chicken semakin percaya diri dalam memperluas jangkauan bisnisnya sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal Aceh.

Editor: Akil

Tersangka Pembunuhan Mahasiswa di Banda Aceh Resmi Diserahkan ke Kejaksaan

0
Penyidik Satreskrim Polresta Banda Aceh telah resmi menyerahkan tersangka, ZF (19), beserta barang bukti kepada JPU. (Foto: Istimewa)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kasus pembunuhan yang menggemparkan Kota Banda Aceh memasuki babak baru. Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banda Aceh secara resmi menyerahkan tersangka ZF (19) beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Jumat, 20 Februari 2025. Dengan penyerahan ini, proses penyidikan dinyatakan selesai dan perkara siap untuk memasuki tahap persidangan.

ZF, pemuda asal Bireuen, didakwa dalam kasus pembunuhan yang menewaskan Dhiaul Fuadi (20), seorang mahasiswa asal Aceh Barat. Peristiwa tragis itu terjadi pada Oktober 2024 di Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. Korban ditemukan tewas dengan sejumlah luka tusukan di tubuhnya. Motif pembunuhan diduga kuat berawal dari aksi pencurian yang dilakukan tersangka, yang akhirnya berujung pada pembunuhan.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadilah Aditya Pratama, mengonfirmasi penyerahan tersangka kepada kejaksaan.

“Alhamdulillah, tahap dua sudah kami lakukan dan diterima langsung oleh JPU,” ujarnya.

Tak hanya tersangka, barang bukti penting dalam kasus ini juga turut diserahkan. Di antaranya sebilah pisau yang digunakan tersangka dalam aksi keji tersebut, sepeda motor jenis Fazio, tiga unit telepon genggam, serta beberapa potong pakaian yang diduga berkaitan dengan kejadian.

Menurut Fadilah, tersangka ZF nekat menghabisi nyawa Dhiaul Fuadi setelah aksinya mencuri telepon genggam korban dipergoki. ZF, yang diketahui mengenal baik adik korban, mengaku terdesak kebutuhan ekonomi hingga melakukan aksi nekat tersebut.

“Dengan demikian proses penyidikan pun selesai, sehingga nantinya pihak jaksa akan menyusun berkas agar perkara tersebut segera disidangkan,” tambahnya.

Atas perbuatannya, ZF dijerat dengan Pasal 338 KUHP atau Pasal 340 KUHP, yang mengatur tentang pembunuhan berencana. Ancaman hukuman bagi tersangka cukup berat, dengan pidana penjara hingga 20 tahun.

“Dengan ancaman hukuman penjara lima belas tahun atau dua puluh tahun penjara,” tegas Fadilah.

Kasus ini menjadi perhatian publik di Banda Aceh, mengingat pelaku dan korban saling mengenal. Masyarakat kini menanti jalannya persidangan yang akan menentukan nasib ZF di meja hijau.

Editor: Akil