Beranda blog Halaman 435

Biru Muda Project Jadi Langkah Nyata AHY Gaet Generasi Muda ke Dunia Politik

0
biru muda project
Biru Muda Project Jadi Langkah Nyata AHY Gaet Generasi Muda ke Dunia Politik. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Biru Muda Project merupakan gerakan politik anak muda Partai Demokrat yang baru saja diluncurkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), pada Jumat malam, 2 Mei 2025, di Kantor DPP Partai Demokrat.

Gerakan ini mengajak generasi muda untuk menjadi pelopor politik yang rasional dan bertanggung jawab. Seruan ini muncul di tengah menguatnya fenomena post-truth politics dan penyebaran hoaks yang kian sulit dibedakan, terutama di era kecerdasan buatan saat ini.

“Politik harus membawa dampak positif. Jangan justru membuat seseorang menjadi pribadi yang buruk. Masuklah ke dunia politik untuk jadi pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat,” ujar AHY di hadapan para kader muda, sebagaimana dilansir Nukilan.id dari Kanal Youtube Info Pak Menteri AHY pada Senin (5/5/2025).

Rumah Besar Nasionalis-Religius

Dalam sambutannya, AHY menegaskan bahwa Partai Demokrat adalah rumah besar bagi semua kalangan. Ia menyebut partainya merangkul baik yang nasionalis maupun religius, tanpa memandang suku, agama, maupun latar belakang.

“Demokrat adalah rumah nasionalis-religius. Semua kita rangkul, semua dihormati. Kita satu keluarga besar—we are one big family,” ucapnya.

Menurut AHY, generasi muda tidak boleh terjebak dalam politik identitas yang memecah belah. Sebaliknya, ia mendorong pemuda untuk mengambil bagian dalam politik yang inklusif dan membangun.

Lebih jauh, AHY menekankan pentingnya memberi kepercayaan kepada kader muda untuk menempati posisi strategis di partai. Sebagai bukti nyata, ia menunjuk dua kader muda ke posisi penting: Rizki Aulia Natakusumah sebagai Kepala Badiklat dan Hillary Brigitta Lasut sebagai Kepala BPJK.

“Ini bukan simbol regenerasi, tapi langkah konkret. Saya percaya, politik harus diisi oleh mereka yang punya semangat juang dan idealisme,” tegas AHY.

Ia menambahkan bahwa sumber daya manusia adalah aset utama bangsa. Oleh karena itu, menurutnya, politik tidak hanya soal strategi kekuasaan, melainkan juga sarana pembentukan karakter dan kesadaran untuk mengabdi sejak dini.

Kolaborasi Lintas Generasi

AHY juga menekankan pentingnya kolaborasi antara generasi muda dan senior di partai. Menurutnya, para senior harus menjadi mentor yang membimbing dan mendampingi kader muda.

Ia berharap Biru Muda Project dapat menjadi ruang kreatif yang berkembang secara berkelanjutan, bukan sekadar proyek sesaat.

“Politik harus jadi ruang yang menyenangkan namun bermakna. Ini baru permulaan. Saya ingin Biru Muda tumbuh menjadi gerakan yang berdampak nyata bagi masa depan bangsa,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Hillary Brigitta Lasut menegaskan bahwa anak muda tidak seharusnya takut untuk terjun ke dunia politik. Ia menyebut bahwa banyak mentor di Demokrat yang siap membimbing kader muda.

“Kita harus berani. Di Demokrat, banyak mentor yang siap membimbing. Jangan takut salah, karena dari situ kita belajar,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu inisiator Biru Muda Project, Teuku Agassi Revano Harsya, menyatakan bahwa gerakan ini dibentuk sebagai wadah pembelajaran politik yang sehat bagi anak muda dari berbagai latar belakang.

“Kami ingin belajar dari para senior, agar bisa berkontribusi nyata di lingkungan kami,” ujarnya.

Peluncuran Biru Muda Project turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting Partai Demokrat. Di antaranya adalah Annisa Pohan Yudhoyono (Ketua Umum Srikandi Demokrat), Herman Khaeron (Sekjen DPP Demokrat), Irwan Fecho (Bendahara Umum), Edhie Baskoro Yudhoyono, Teuku Riefky Harsya, serta M. Iftitah Sulaiman Suryanagara. (XRQ)

Reporter: AKil

Pertamina Pastikan Stok Avtur di Aceh Aman Jelang Penerbangan Haji 2025

0
Petugas sedang mengisi bahan bakar untuk salah satu maskapai penerbangan (Foto: Humas Pertamina)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kabar baik bagi calon jemaah haji asal Aceh. PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan pasokan bahan bakar pesawat (avtur) untuk mendukung operasional penerbangan haji di Embarkasi Aceh dalam kondisi aman dan mencukupi.

Tak tanggung-tanggung, ketahanan stok avtur di Aviation Fuel Terminal (AFT) yang mencakup Bandara Sultan Iskandar Muda mencapai 63 hari. Bahkan, tambahan pasokan sebesar 14.600 kiloliter akan didatangkan awal Mei 2025 guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama musim haji.

“Kami pastikan distribusi dan stok Avtur untuk embarkasi haji termasuk Aceh stok Avtur di AFT (Aviation Fuel Terminal) tersedia sangat cukup mencapai 63 hari,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria, Minggu (4/5/2025).

Ia menjelaskan, kebutuhan avtur tahun ini diperkirakan meningkat signifikan. “Jika dibanding dengan tahun 2019 (kondisi sebelum pandemi), estimasi penerbangan haji tahun 2025 di AFT Sumbagut termasuk Aceh akan naik 38 persen,” tambah Susanto.

Adapun AFT Sumbagut mencakup Bandara Kualanamu (Sumatera Utara), Hang Nadim (Batam), Minangkabau (Sumatera Barat), dan Sultan Iskandar Muda (Aceh).

Selain ketersediaan bahan bakar, Pertamina juga menaruh perhatian serius terhadap aspek keselamatan dan keamanan. Manager Corporate, Operation and Services (COS) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Wawan Hermawan menegaskan pihaknya siaga penuh selama musim haji.

“Kami juga berkoordinasi intens dengan maskapai penerbangan dan Otoritas Bandara guna memastikan jadwal penerbangan haji ke bandara wilayah Sumbagut sehingga selanjutnya dapat dilaksanakan rencana pengisian Avtur untuk operasional penerbangan haji,” ujar Wawan.

Pertamina turut menggandeng maskapai, otoritas bandara, pemerintah daerah, serta lembaga terkait dalam upaya menyukseskan ibadah haji tahun ini. Perusahaan pelat merah itu juga memastikan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) tetap menjadi prioritas utama.

Selama periode pemberangkatan dan pemulangan jemaah, Pertamina Patra Niaga akan tetap siaga selama 24 jam.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai produk dan layanan Pertamina, informasi dapat diakses melalui Pertamina Call Center di nomor 135.

Editor: Akil

Satpol PP dan WH Aceh Amankan Belasan Pelajar yang Nongkrong di Warkop Saat Jam Sekolah

0
Satpol PP dan WH Aceh menggelar razia terhadap pelajar yang membolos dan berkeliaran di warung kopi. (Foto: Satpol PP dan HW Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh kembali menggelar razia terhadap para pelajar yang membolos sekolah. Razia yang berlangsung Senin pagi (5/5) menyasar sejumlah warung kopi (warkop) di kawasan Lampineung, Banda Aceh.

Hasilnya, sebanyak 15 pelajar dari salah satu SMA Negeri diamankan petugas karena kedapatan nongkrong saat jam pelajaran berlangsung. Ironisnya, sebagian besar dari mereka bukan hanya bolos sekolah, tetapi juga asyik merokok dan bermain domino di tempat umum.

Petugas mendapati para pelajar tersebut sedang duduk santai di salah satu warkop sekitar pukul 10.25 WIB. Dua orang tampak hanya berbincang santai, sementara 13 lainnya sibuk bermain batu domino sambil merokok.

Kepala Satpol PP dan WH Aceh, Jalaluddin, SH., MM., melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat, Mohd. Nanda Rahmana, S.STP., M.Si., menyebutkan bahwa razia ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kedisiplinan generasi muda di Aceh.

“Ini adalah upaya pembinaan dan pengawasan. Sangat disayangkan, 13 dari 15 siswa tersebut tidak hanya bolos sekolah, tetapi juga melakukan aktivitas yang menyimpang seperti merokok dan bermain domino,” jelas Nanda.

Dua pelajar yang hanya duduk santai diberikan pembinaan langsung di lokasi. Sementara 13 lainnya dibawa ke Kantor Satpol PP dan WH Aceh untuk menjalani pembinaan lebih lanjut.

Nanda menyebut perilaku membolos, merokok, dan bermain domino saat jam sekolah mencerminkan kemunduran dalam hal kedisiplinan siswa yang harus menjadi perhatian serius semua pihak.

“Ini bukan hanya pelanggaran kecil. Merokok dan bermain domino di warkop saat jam sekolah menunjukkan adanya degradasi kedisiplinan yang perlu ditindak dengan serius,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengimbau agar sekolah dan orang tua lebih aktif dalam memantau aktivitas anak-anak mereka di luar jam pelajaran.

“Kami akan terus melakukan pengawasan di berbagai titik. Harapan kami, pembinaan ini menjadi peringatan dan pembelajaran agar siswa tidak mengulangi perbuatan serupa,” tutupnya.

Satpol PP dan WH Aceh menegaskan, razia serupa akan terus digelar secara berkala sebagai langkah preventif dalam membina dan menjaga karakter pelajar Aceh sebagai generasi penerus bangsa.

Editor: Akil

Praktisi Hukum Minta Polda Aceh Serius Tangani Kasus Penipuan Online

0
Praktisi Hukum dan Juga Advokat Erlanda Juliansyah Putra S.H.,M.H. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Praktisi Hukum dan Juga Advokat Erlanda Juliansyah Putra S.H.,M.H. meminta Kepolisian Daerah Aceh untuk mengungkapkan kasus penipuan online yang telah banyak merugikan masyarakat, menurut Erlanda banyak sekali korban yang mengatakan bahwa mereka kesulitan saat membuat laporan karena alasan kejahatan cyber ditangani oleh bareskrim sehingga korban di daerah yang hendak membuat laporan menjadi kebingungan.

Memang laporan mereka diterima baik di polres maupun dipolda namun pada saat mereka hendak menanyakan proses perkembangan kasusnya mereka mendapatkan informasi bahwa kejahatan cyber itu harus berkoordinasi dengan bareskrim, dan proses pengungkapannya juga cukup lama.

Kasus penipuan online ini memiliki motif yang beragam mulai dari mengatasnamakan petugas pajak, petugas taspen, dan petugas perbankan.

Modusnya mereka membacakan identitas para korban secara detail sehingga korban menyakini bahwa yang menelpon mereka adalah petugas resmi.

Faktanya mereka diarahkan untuk mengklik link tertentu atau diarahkan untuk mentransfer sejumlah uang yang ujung-ujungnya mereka terperangkap oleh jebakan pelaku.

Menurut Erlanda kasus penipuan ini sudah terlalu banyak dan merugikan para korban, dirinya berharap Polda Aceh bisa membantu para korban, nominal kerugiannya juga beragam sehingga butuh kinerja yang ekstra yang bisa membantu masyarakat.

Editor: Akil

7 Air Terjun Paling Populer di Aceh

0
7 Air Terjun
Air Terjun Tansaran Bidin, Bener Meriah. (Foto: travelinkmagz.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Aceh, provinsi di ujung barat Indonesia, menyimpan pesona tersembunyi yang jarang diketahui banyak orang. Dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya, wilayah ini juga menawarkan deretan air terjun memesona yang dikelilingi hutan tropis, pegunungan, dan udara sejuk.

Di Aceh, terdapat 7 air terjun yang tak hanya cocok untuk healing, tetapi juga menjadi destinasi ideal bagi para pencinta petualangan alam. Berikut 7 air terjun paling populer di Aceh versi Nukilan.id yang wajib kamu masukkan dalam daftar destinasi liburan.

1. Air Terjun Reje Ilang

Terletak di Meriah Jaya, Timang Gajah, Bener Meriah, air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 50 meter. Alirannya deras, dengan suara gemercik air yang menenangkan jiwa.

Dari kejauhan, keindahannya sudah tampak. “Seperti miniatur Niagara Falls versi Aceh!” Tak heran jika lokasi ini menjadi favorit untuk bermain air, berenang, hingga berburu foto-foto aesthetic.

2. Air Terjun Tujuh Bidadari

Meski dinamai Tujuh Bidadari, air terjun ini memiliki hingga 10 tingkatan. Masing-masing tingkatan memiliki karakter dan keindahan tersendiri.

Setiap tingkatnya memiliki ketinggian sekitar 5 meter dan dipisahkan oleh jarak 3–4 meter. Pengunjung dapat melakukan trekking dengan mendaki batu demi batu untuk menjelajah setiap levelnya. Lokasinya berada di Pulau Meriah, Gedong Pase, Aceh Utara.

3. Air Terjun Tansaran Bidin

Air terjun ini berada di kawasan Tansaran Bidin, Bandar, Bener Meriah. Ketinggiannya sekitar 50 meter, dikelilingi tebing batu dan vegetasi hijau yang lebat.

“Suara derasnya bikin semua penat hilang seketika.” Cocok bagi kamu yang ingin mencari destinasi antimainstream dengan suasana yang masih sangat alami.

4. Air Terjun Kuta Malaka

Berada di ketinggian 600 meter di atas permukaan laut, air terjun ini punya banyak tingkatan. Setiap tingkat memiliki telaga alami yang menampung aliran air pegunungan yang super jernih.

Udara yang segar dan suasana hening menjadikannya tempat yang sempurna untuk melepas penat. Kamu bisa menemukannya di Samahani, Kuta Malaka, Aceh Besar.

5. Air Terjun Mengaya

Bayangkan air jatuh dari ketinggian 180 meter, diiringi suara burung dan semilir angin sejuk khas hutan tropis. Suasananya seperti taman surga.

Air terjun ini terletak di kaki Gunung Murni Keliten, Desa Mengaya, Bintang, Aceh Tengah. Tempat ini cocok untuk refleksi diri dan relaksasi jauh dari hiruk pikuk kota.

6. Air Terjun Blang Kolam

Tersembunyi di tengah hutan, air terjun ini memiliki kolam alami yang unik, berbentuk seperti cawan raksasa. Airnya sangat jernih karena langsung mengalir dari pegunungan.

Spot ini populer di kalangan warga Aceh Utara dan Lhokseumawe. Lokasinya berada di Desa Sidomulyo, Kuta Makmur, Aceh Utara. Sempurna untuk berenang sambil menikmati suasana alam yang asri.

7. Air Terjun Pucok Jantho

Terakhir, ada Air Terjun Pucok Jantho di Desa Buol, Jantho, Aceh Besar. Tempat ini memiliki tujuh tingkatan dengan kolam di setiap level.

Airnya jernih dan menyegarkan, cocok untuk berenang atau sekadar bermain air. Namun, perlu hati-hati karena bebatuan di sekitar cukup licin.

Gak nyangka, kan, Aceh punya air terjun seindah ini? Yuk, jadikan daftar ini sebagai panduan liburanmu berikutnya. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan dan keselamatan saat berkunjung. (XRQ)

Reporter: Akil

Aksi Kejar-kejaran Polisi Tangkap Sopir Truk yang Tabrak Lari Dua Santri di Aceh

0
Penampakan truk yang tabrak motor scoopy di Aceh. (Foto: Dok Ditlantas Polda Aceh)

NUKILAN.id | Bireuen — Aksi kejar-kejaran dramatis mewarnai upaya polisi lalu lintas menangkap seorang sopir truk yang menabrak dua santri perempuan di Jalan Lintas Medan-Banda Aceh, Desa Meunasah Mamplam, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat (2/5/2025).

Insiden bermula saat truk Mitsubishi bernomor polisi BL 8971 N melaju kencang dari arah Banda Aceh menuju Medan. Truk yang dikemudikan oleh Akbar Maulana (26) itu berusaha mendahului sebuah sepeda motor Honda Scoopy BL 6799 ZAW yang dikendarai oleh Naura Geubrina (18), dengan seorang penumpang bernama Ulfatul Zahra (17).

Namun nahas, bagian kiri truk menyenggol stang kanan motor, sehingga kendaraan roda dua itu terpental dan menyeret kedua santri muda tersebut di atas aspal.

“Pada saat mendahului, bagian samping sebelah kiri tersenggol dengan bagian setang sebelah kanan motor sehingga membuat motor Scoopy beserta pengendara dan penumpangnya jatuh dan terseret di atas badan jalan beraspal,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Aceh Kombes Iqbal Alqudussy, Senin (5/5/2025).

Meski mengalami luka-luka, beruntung kedua korban tidak mengalami cedera serius. Namun, kejadian ini sempat memicu kepanikan warga sekitar karena sopir truk langsung tancap gas meninggalkan lokasi.

Alih-alih bertanggung jawab, Akbar memilih kabur menuju arah Medan. Aksinya diketahui oleh warga yang kemudian melapor kepada polisi lalu lintas yang sedang berpatroli di sekitar lokasi.

“Dilakukan pengejaran terhadap mobil truk Mitsubishi BL 8971 N oleh anggota patroli yang sedang melaksanakan tugas patroli,” kata Iqbal.

Pengejaran yang berlangsung selama hampir satu jam itu akhirnya membuahkan hasil. Polisi berhasil menghentikan truk di kawasan Desa Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, sekitar 50 menit setelah kejadian.

“Pengemudi dan kernet truk baru dapat diamankan anggota Satlantas Polres Bireuen di Desa Geulanggang Gampong Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, setelah dilaksanakan pengejaran kurang lebih 50 menit,” ujar Iqbal lagi.

Kini, sopir dan kernet telah diamankan di Mapolres Bireuen untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi tengah mendalami dugaan pelanggaran yang dilakukan Akbar, termasuk unsur tabrak lari yang berpotensi mengarah ke pidana lalu lintas.

“Setelah diamankan, pengemudi dan kernet diamankan ke Mapolres Bireuen untuk diminta keterangan,” tutup Iqbal.

Apkasindo Aceh Desak Pengukuran Ulang HGU PT Laot Bangko: “Negara Dirugikan”

0
Ketua DPW Apkasindo Aceh, Netap Ginting. (Foto:

NUKILAN.id | Subulussalam – Dugaan pengelolaan lahan melebihi batas konsesi kembali mencuat. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Aceh melayangkan desakan keras kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Republik Indonesia agar segera melakukan pengukuran ulang terhadap Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Laot Bangko di Kota Subulussalam.

Perusahaan sawit yang telah beroperasi sejak 1989 itu diduga kuat mengelola lahan di luar batas konsesi yang sah. Padahal, berdasarkan dokumen resmi, izin HGU yang dikantongi PT Laot Bangko menyusut signifikan dari sebelumnya 6.818,91 hektare menjadi hanya 3.704,10 hektare sesuai SK Nomor: 15/HGU/KEM-ATR/BPN/II/2021 tertanggal 21 Februari 2021.

Namun, menurut Ketua DPW Apkasindo Aceh, Netap Ginting, pengurangan luas HGU tersebut tidak serta-merta menghentikan praktik pengelolaan di lahan yang tak lagi masuk dalam konsesi.

“Meski izin yang berlaku kini jauh lebih kecil, kami menemukan indikasi bahwa PT Laot Bangko tetap mengelola lahan di luar batas HGU yang sah. Ini telah menimbulkan konflik agraria berkepanjangan dengan masyarakat sekitar,” ujar Netap, Sabtu (3/5/2025).

Ia mendesak agar Menteri ATR/BPN segera turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi faktual atas batas-batas lahan dengan mencocokkan peta HGU versi lama dan versi baru. Jika ditemukan pelanggaran, Apkasindo meminta pemerintah untuk mengambil tindakan tegas secara hukum dan administratif terhadap perusahaan tersebut.

Tak hanya soal penguasaan lahan, Netap juga menyoroti proses perpanjangan izin HGU PT Laot Bangko yang dinilai janggal. Ia menyebut perusahaan tetap beroperasi meskipun izinnya telah kedaluwarsa sejak akhir 2019 dan baru diperpanjang dua tahun kemudian, pada 2021.

“Selama dua tahun itu, PT Laot Bangko berada dalam status quo vadis—tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Namun, mereka tetap beroperasi. Ini pelanggaran serius,” tegasnya.

Atas dasar itu, Apkasindo Aceh mendesak Satuan Tugas (Satgas) Garuda turun tangan untuk melakukan audit menyeluruh terhadap operasional dan legalitas lahan yang dikelola PT Laot Bangko.

“Jika benar ada kekosongan izin dan mereka tetap mengelola, maka negara dirugikan. Nilai ekonomi dari hasil pengelolaan tanpa izin itu harus dikembalikan kepada negara,” tandas Netap.

Apkasindo berharap pemerintah pusat, khususnya Menteri ATR/BPN, dapat segera mengambil langkah konkret demi menciptakan keadilan agraria dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat Subulussalam yang terdampak secara langsung oleh aktivitas perusahaan tersebut.

Editor: Akil

Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 18 Kg Sabu Asal Malaysia di Aceh Timur

0
Ilustrasi Sabu. (Foto: Polda Aceh)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Upaya penyelundupan sabu asal Malaysia berhasil digagalkan oleh tim gabungan Bareskrim Polri. Dalam pengungkapan yang berlangsung dramatis hingga terjadi aksi kejar-kejaran di wilayah Aceh Timur, polisi berhasil menyita 18 bungkus sabu seberat 18,54 kilogram.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Eko Hadi Santoso mengatakan, pengungkapan ini bermula dari informasi masyarakat tentang adanya pengiriman sabu melalui jalur laut.

“Tim Satgas NIC (Satuan Tugas Narcotic Investigation Center) mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada peredaran narkotika jenis sabu dari Malaysia, lewat jalur laut di perairan Aceh,” ujar Eko dalam keterangan resmi, Ahad, 4 Mei 2025.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Satgas NIC bersama Kepolisian Daerah Aceh, Polres Langsa, dan Bea Cukai melakukan profilling dan surveillance terhadap target yang berada di wilayah Langsa.

Menurut Eko, aksi penggerebekan dilakukan pada Senin malam, 28 April 2025 pukul 23.20 WIB. Saat itu, tim berhasil mendeteksi adanya transaksi narkoba yang melibatkan 18 bungkus sabu.

“Kemudian terjadi kejar-kejaran tim dengan target ke arah Aceh Timur,” ungkap Eko. “Pada saat kejar-kejaran, target membuang barang bukti narkotika jenis sabu.”

Meski pelaku sempat berusaha menghilangkan barang bukti di tengah pengejaran, petugas berhasil mengamankan 10 bungkus sabu. Tak hanya itu, seorang pria berinisial S (24) juga ditangkap di Jalan Medan–Banda Aceh, tepatnya di kawasan Seumatang Keude, Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur.

Pengungkapan berlanjut pada Selasa dini hari, 29 April 2025, pukul 03.10 WIB. Di lokasi yang sama, polisi kembali menemukan delapan bungkus sabu yang disimpan dalam sarung.

Dengan demikian, total barang bukti yang berhasil diamankan dari operasi ini mencapai 18 bungkus sabu dengan berat bersih 18,54 kilogram.

Pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polri dalam menekan peredaran narkoba lintas negara, terutama di wilayah perbatasan dan pesisir Aceh yang kerap dijadikan jalur masuk narkotika asal Malaysia.

Editor: Akil

Anggota DPR RI Tinjau Lapas di Aceh, Soroti Pelayanan dan Pembinaan Warga Binaan

0
Anggota DPR RI Tinjau Lapas di Aceh, Soroti Pelayanan dan Pembinaan Warga Binaan. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Anggota Komisi XIII DPR RI, H.T. Ibrahim, melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Lhoknga dan Lapas Kelas IIB Banda Aceh pada Sabtu (3/5/2025). Didampingi Anggota Komisi I DPRK Banda Aceh, Zulkasmi, politisi yang akrab disapa Ampon Bram itu meninjau langsung kondisi lapas dan menyerap berbagai persoalan yang dihadapi warga binaan.

Zulkasmi menyampaikan apresiasi atas kepedulian Ibrahim terhadap warga binaan di Aceh. Ia menilai kunjungan tersebut menjadi bukti nyata perhatian wakil rakyat di Senayan terhadap persoalan akar rumput.

“Kami bangga dan memberi apresiasi kepada Bapak Ibrahim yang sangat peduli terhadap warga binaan di Aceh dan memberikan perhatian khusus serta komitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat Aceh di Senayan,” ujar Zulkasmi.

Dalam kunjungan itu, HT Ibrahim meninjau sejumlah ruang tahanan dan menyempatkan diri berdialog langsung dengan para narapidana. Ia memuji pengelolaan lapas yang dinilai sudah berjalan cukup baik.

“Saya merasa puas bisa berkunjung ke Lapas Lhoknga. Kekompakan antara kepala lapas dan para pegawai sangat luar biasa, bahkan di hari libur pelayanan terhadap tamu tetap maksimal,” kata Ibrahim.

Ibrahim juga menyoroti pentingnya perlakuan manusiawi terhadap seluruh warga binaan, khususnya kelompok rentan seperti perempuan dan lansia. Ia mengapresiasi langkah lapas dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah keterbatasan fasilitas.

“Alhamdulillah, warga binaan diperlakukan dengan baik dan manusiawi,” tambahnya.

Meski demikian, legislator dari Partai Demokrat itu menekankan perlunya peningkatan layanan kesehatan di dalam lapas. Ia menyoroti keterbatasan tenaga medis dan ketersediaan obat yang dinilai masih menjadi persoalan nasional.

“Ini tidak boleh dibiarkan. Jika nanti ada warga binaan yang sakit di malam hari, bagaimana penanganannya?” ungkap Ibrahim dengan nada serius.

Dalam kesempatan tersebut, Ibrahim juga mendorong pengembangan program pembinaan keterampilan yang lebih variatif. Menurutnya, keterampilan seperti bercocok tanam penting, namun perlu dilengkapi dengan pelatihan lain agar narapidana siap kembali ke masyarakat.

“Jangan hanya bercocok tanam, perlu ada pengembangan skill lain agar mereka siap kerja saat bebas nanti,” tegasnya.

Kunjungan ini mendapat sambutan hangat dari pihak lapas dan warga binaan, yang merasa diperhatikan oleh wakil rakyat. Ibrahim berjanji akan membawa masukan-masukan tersebut ke tingkat pusat agar dapat ditindaklanjuti secara sistematis.

Polda Aceh Usut Dugaan Korupsi di PT Pos KCP Rimo, Kerugian Capai Rp1,2 Miliar

0
Mapolda Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh tengah mendalami kasus dugaan korupsi dana operasional di PT Pos Indonesia (Persero) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Rimo, Kabupaten Aceh Singkil. Nilai kerugian yang ditaksir mencapai lebih dari Rp1,2 miliar.

Direktur Reskrimsus Polda Aceh Kombes Pol Zulhir Destrian menyatakan, kasus ini telah naik status dari penyelidikan ke tahap penyidikan usai digelarnya gelar perkara.

“Penyidik telah melaksanakan gelar perkara untuk menaikkan status penanganan kasus ke tahap penyidikan. Perkara ini melibatkan seorang pejabat PT Pos Indonesia berinisial D,” kata Zulhir di Banda Aceh, Minggu (4/5/2025).

Pejabat berinisial D (43) yang dimaksud merupakan Kepala KCP Kelas 4 Rimo, di bawah Kantor Cabang Tapaktuan. D diduga menjadi otak dari dua skema transaksi fiktif yang menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan pelat merah tersebut.

Zulhir mengungkapkan bahwa dugaan korupsi ini terkuak setelah penyidik melakukan pemeriksaan sejumlah saksi, mengumpulkan barang bukti, serta meminta audit investigatif dari Satuan Pengawasan Intern Kantor Pos Regional I Medan.

Menurut hasil penyidikan, terdapat dua modus yang digunakan D dalam melancarkan aksinya.

Modus pertama dilakukan melalui aplikasi RS POS, di mana terduga memalsukan penyetoran dana secara tunai.

“Faktanya, tidak ada uang yang benar-benar disetor, tetapi sistem mencatat seolah dana telah masuk, dengan total mencapai Rp691,5 juta lebih,” jelas Zulhir.

Sementara modus kedua dilakukan melalui aplikasi SOPP Pospay dengan memanfaatkan rekening milik sejumlah karyawan berinisial RM, MH, IM, dan SB. D diduga memanipulasi transaksi dalam bentuk giro, kemudian mengarahkan para pemilik rekening untuk mentransfer dana ke rekening tertentu.

“Perbuatan pelaku melakukan transaksi fiktif tersebut menyebabkan PT Pos Indonesia mengalami kerugian hingga Rp1,2 miliar,” tambah Zulhir.

Saat ini, tim penyidik masih terus melengkapi berkas penyidikan dan memeriksa saksi-saksi tambahan guna memperkuat bukti sebelum menetapkan tersangka.

“Penyidik terus bekerja mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan bukti-bukti guna penetapan tersangka. Selanjutnya, berkas perkara akan segera dilimpahkan ke jaksa penuntut umum untuk proses hukum lebih lanjut,” kata Zulhir.

Polda Aceh berkomitmen mengusut tuntas kasus ini, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain yang turut serta dalam praktik korupsi di lingkungan PT Pos Indonesia tersebut.

Editor: Akil