Beranda blog Halaman 387

Kolaboride Illiza-Afdhal: Jelajah Wisata Banda Aceh Bareng Komunitas Motor

0
Kolaboride Illiza-Afdhal. (Foto: Humas BNA)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal melepas touring singkat bertajuk Kolaboride Illiza-Afdhal yang melibatkan sejumlah komunitas sepeda motor untuk menjelajahi berbagai destinasi wisata di Kota Banda Aceh, Sabtu (7/6/2025).

Tur ini turut diikuti Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, bersama anggota komunitas motor. Rute yang ditempuh dimulai dari Pendopo Wakil Wali Kota, kemudian melintasi Museum Tsunami, kawasan Ulee Lheu, Kilometer Nol Banda Aceh, Gampong Jawa, dan kembali lagi ke pendopo.

Sejumlah pejabat turut mendampingi, seperti Pj Sekda Jalaluddin, Staf Ahli Iskandar, Kadispora Reza Kamilin, Kadishub Wahyudi, serta Ketua IMI Aceh, Mirza Mubaraq. Para rider dari berbagai komunitas motor juga ikut meramaikan kegiatan ini.

Menurut Illiza, kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Kota dan komunitas motor guna memperkenalkan potensi wisata Banda Aceh.

Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mengajak komunitas motor turut menyosialisasikan pentingnya tertib berlalu lintas kepada masyarakat, seperti menggunakan helm standar, mematuhi rambu lalu lintas, serta berkendara secara aman.

Di sepanjang rute, rombongan disambut hangat warga yang antusias menyaksikan iring-iringan kendaraan. Bahkan, Wakil Wali Kota Afdhal bersama sang istri, Dessy Maulidha, juga sempat melayani permintaan foto bersama warga.

Editor: Akil

Halalbihalal, Marthunis Ajak Civitas Disdik Aceh Tanam Nilai Pengorbanan dan Integritas

0
Halalbihalal, Marthunis Ajak Civitas Disdik Aceh Tanam Nilai Pengorbanan dan Integritas. (Foto: Disdik Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh menggelar Halalbihalal Iduladha 1446 Hijriah di Aula Disdik Aceh, Selasa (10/6/2025). Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana refleksi spiritual bagi seluruh keluarga besar Disdik Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis ST, DEA., dalam sambutannya mengajak seluruh civitas Disdik Aceh menjadikan Iduladha sebagai momentum untuk menanamkan nilai pengorbanan dan integritas.

Ia mencontohkan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang menurutnya relevan dengan tugas mendidik generasi muda Aceh.

“Mudah-mudahan dari kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail, kita belajar bahwa dalam kondisi seberat apa pun, semangat pengorbanan dan keteguhan hati harus terus kita tanamkan, termasuk dalam hal mendidik anak-anak Aceh agar memiliki karakter dan integritas seperti Nabi Ismail,” ujar Marthunis.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kekompakan dan kerja ikhlas antarpegawai dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Marthunis juga mengingatkan peran orang tua yang harus meneladani pola asuh Nabi Ibrahim dalam membentuk karakter anak.

“Anak-anak kita tidak akan tumbuh sesuai harapan jika kita, para orang tua, tidak kreatif, tidak produktif, dan tidak kompak,” tegasnya di hadapan para pejabat eselon III dan IV Disdik Aceh.

Menurut Marthunis, tujuan utama pendidikan adalah melahirkan siswa yang unggul, baik secara moral maupun intelektual.

“Kuncinya adalah integritas dan kompetensi. Bila dua hal ini tertanam sejak dini, maka kita bisa berharap melahirkan generasi tangguh di masa depan,” pungkas magister jebolan Paris dan Amerika Serikat itu.

Politeknik Aceh Bahas Transformasi Jadi Universitas Terapan Bersama Mendiktisaintek

0
Direktur Politeknik Aceh, Dr Hilmi bersama Mendiktisaintek, Prof Brian Yuliarto di Jakarta pada Rabu, 4 Juni 2025. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Direktur Politeknik Aceh, Dr Hilmi SE MSi Ak, menghadiri audiensi nasional bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof Brian Yuliarto, di Jakarta, Rabu, 4 Juni 2025.

Audiensi yang digagas Perkumpulan Politeknik Swasta Seluruh Indonesia (Pelita) ini diikuti para pimpinan politeknik swasta dari berbagai daerah. Pertemuan tersebut membahas kebijakan strategis terkait wacana transformasi politeknik menjadi universitas terapan.

Dalam forum itu, Hilmi menyampaikan kesiapan Politeknik Aceh mendukung transformasi tersebut. Menurutnya, perubahan status bukan hanya soal nama, tetapi juga peningkatan kualitas pendidikan, perluasan jangkauan program studi, serta penguatan kerja sama dengan dunia usaha dan industri.

“Transformasi menjadi Universitas Terapan adalah langkah strategis untuk menjawab tantangan zaman. Politeknik Aceh siap beradaptasi dengan penguatan kelembagaan, pengembangan SDM dosen, serta perluasan program studi berbasis kebutuhan lokal dan global,” ujar Hilmi.

Mendiktisaintek Prof Brian Yuliarto menyambut baik aspirasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa pemerintah sedang merumuskan kebijakan yang mendukung transformasi tanpa menghilangkan karakteristik pendidikan vokasi yang fokus pada keterampilan dan praktik lapangan.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan vokasi dalam membentuk arah baru pendidikan tinggi terapan di Indonesia.

Politeknik Aceh, bersama anggota Pelita lainnya, berkomitmen terus berkontribusi dalam peningkatan mutu dan relevansi pendidikan vokasi demi mendukung pembangunan nasional berkelanjutan.

Editor: Akil

Pertamina Pastikan Distribusi BBM di Aceh Aman Selama Libur Idul Adha

0
Ilustrasi Pertamina. (Foto: Dok. Mypertamina).

NUKILAN.ID | BANDA ACEH Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Aceh selama libur panjang Idul Adha 1446 Hijriah dan akhir pekan berjalan aman dan lancar.

Sales Area Manager Aceh Pertamina Patra Niaga, Surya Suganda mengatakan, pihaknya terus melakukan pengecekan langsung ke sejumlah SPBU guna memastikan pelayanan kepada masyarakat dan keandalan sarana fasilitas SPBU tetap terjaga.

Selain itu, Pertamina juga memantau stok dan penyaluran BBM untuk beberapa hari ke depan. Surya menyebut koordinasi rutin dilakukan bersama Hiswana Migas serta petugas di Fuel Terminal (FT) dan Integrated Terminal (IT) untuk menjamin distribusi BBM berjalan sesuai rencana dan spesifikasi yang ditetapkan.

Sementara itu, Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria menambahkan, stok BBM di Aceh dalam kondisi sangat aman. Baik untuk produk subsidi seperti Bio Solar dan Pertalite, maupun BBM nonsubsidi seperti Pertamax, dengan ketahanan rata-rata hingga 10 hari.

Ketahanan stok itu belum termasuk persediaan di kilang dan kapal tanker yang tengah dalam pelayaran.

Pertamina juga mengapresiasi dukungan masyarakat terhadap kelancaran distribusi BBM selama masa libur Idul Adha ini. Satria menyebut, kesadaran masyarakat dalam menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan semakin meningkat.

Pertamina Patra Niaga turut menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk mengawasi pendistribusian, terutama BBM bersubsidi.

“Penyalahgunaan terhadap BBM Subsidi merupakan tindakan melanggar dan akan diproses sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” kata Satria.

Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat mengakses aplikasi MyPertamina atau menghubungi call center 135.

Pemuda Lompat ke Sungai di Aceh Utara, Jalan Macet karena Warga Berkerumun

0
Pemuda Lompat ke Sungai di Aceh Utara. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Seorang pemuda berinisial S (21), warga Desa Cibrek, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, dilaporkan melompat ke Sungai Krueng Pirak di Desa Parang IX, Kecamatan Matangkuli, Senin (9/6/2025). Peristiwa ini mengundang perhatian warga yang berkerumun di sekitar jembatan, menyebabkan kemacetan panjang di jalan.

Kepala Seksi Humas Polres Aceh Utara, AKP Bambang, menyampaikan bahwa warga menemukan sepeda motor jenis Supra X dan sepasang sandal yang diduga milik S tergeletak di atas jembatan. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Matangkuli, dan keluarga korban telah berada di lokasi sejak pagi.

Menurut keterangan keluarga, S diketahui kerap mengaku mendengar bisikan gaib. Sebelumnya, ia pernah mencoba melompat ke dalam sumur di rumah, namun berhasil diselamatkan.

“Sebelumnya, korban pernah melompat ke dalam sumur di rumah, tetapi berhasil diselamatkan oleh keluarga,” kata AKP Bambang.

Beberapa saat sebelum kejadian, S sempat bercerita kepada ibunya bahwa ia mendengar bisikan gaib yang menyuruhnya melompat ke sungai. Setelah itu, ia beraktivitas seperti biasa sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.

“Setelah cerita, korban beraktivitas seperti biasa. Itu membuat ibunya merasa nyaman,” lanjut Bambang.

Saat ini, tim SAR gabungan sedang melakukan pencarian di lokasi kejadian, sementara pihak kepolisian mengatur arus lalu lintas yang terganggu akibat kerumunan warga di sekitar jembatan.

“Kami imbau masyarakat melibatkan tim medis jika ada gangguan di keluarga,” ujar Bambang.

Editor: Akil

Bupati Aceh Utara Larang Pelajar Keluar Malam Tanpa Pendamping Orang Tua

0
Bupati Aceh Utara Larang Pelajar Keluar Malam Tanpa Pendamping Orang Tua. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa, mengeluarkan larangan bagi pelajar berusia di bawah 18 tahun untuk keluar rumah pada malam hari tanpa didampingi orang tua. Kebijakan ini mulai disosialisasikan sejak 20 Mei 2025 dan telah mendapat persetujuan dari seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Utara.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Utara, Hadaini, menjelaskan bahwa larangan tersebut berlaku untuk seluruh anak usia sekolah, kecuali jika keluar rumah untuk keperluan mengaji.

“Jika pun terpaksa keluar rumah, harus didampingi orang tuanya atau wali. Ini nanti yang akan dikontrol oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah, TNI/Polri,” ujar Hadaini dalam keterangannya, Senin (9/6/2025).

Ia menambahkan, kebijakan ini saat ini masih dalam tahap sosialisasi. Namun dalam waktu dekat, penindakan akan mulai dilakukan.

Selain membatasi aktivitas malam bagi pelajar, pemerintah setempat juga mewajibkan siswa SD dan SMP menghafal Al-Qur’an. Targetnya, siswa SD dapat menghafal Juz 30, sementara siswa SMP diharapkan menghafal Juz 29 dan 30. Evaluasi program tersebut dilakukan secara rutin oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara.

“Jadi, begitu tamat SMP, anak Aceh Utara minimum sudah hafal dua juz Quran,” kata Hadaini.

Kebijakan lain yang turut diberlakukan adalah larangan penggunaan handphone di satuan pendidikan, baik formal maupun pesantren, khususnya bagi anak di bawah usia 15 tahun. Hadaini menekankan, guru dan ustaz tidak diperkenankan memberikan tugas yang mengharuskan siswa menggunakan handphone.

“Guru dan ustaz dilarang membuat soal atau latihan yang mengharuskan penggunaan handphone untuk anak usia di bawah 15 tahun. Ini harap diperhatikan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan komitmen Bupati Ayahwa dalam menjaga kesehatan dan konsentrasi belajar para pelajar agar mereka dapat meraih cita-cita.

“Dalam waktu dekat, akan ada penindakan di lapangan. Kami minta proaktif dari orangtua,” pungkas Hadaini.

Editor: Akil

Tito Karnavian Dinilai Balas Jasa ke Jokowi Lewat Pemindahan Empat Pulau Aceh ke Sumut

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dinilai tengah melakukan balas jasa kepada keluarga Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dengan mengeluarkan keputusan pemindahan empat pulau dari wilayah Aceh ke Sumatera Utara.

Penilaian ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, menyikapi terbitnya Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 300.2.2-2138/2025.

Keputusan tersebut menetapkan Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek yang sebelumnya berada dalam wilayah administrasi Aceh, kini masuk ke Provinsi Sumut yang saat ini dipimpin oleh Bobby Nasution, menantu Presiden Jokowi.

“Ada skenario pecah belah dalam KMP (Koalisi Merah Putih) dan penyelamatan dinasti Jokowi. Pulau-pulau yang sebelumnya dimiliki Aceh diperkuat dengan Kepmendagri dimiliki Sumut,” ujar Hari dikutip dari RMOL, Senin (9/6/2025).

Hari juga menduga ada kepentingan tertentu di balik pemindahan tersebut dan mengkhawatirkan nasib keempat pulau itu akan mengalami hal serupa dengan sejumlah pulau di Raja Ampat yang kini memunculkan berbagai persoalan.

Ia menilai keputusan ini sebagai bentuk hubungan timbal balik atau simbiosis mutualisme antara Mendagri dan keluarga Jokowi, terlebih Tito telah menduduki sejumlah posisi strategis selama satu dekade pemerintahan Jokowi.

“Tentunya saat ini balas jasa Tito terhadap keluarga Jokowi dibuktikan dengan memperkuat posisi Bobby Nasution melalui Kepmendagri atas klaim pulau-pulau yang dimiliki Sumut sehingga Gubernur Aceh meninggalkan forum pembahasan,” pungkas Hari.

Editor: Akil

Konsistensi dan Strategi Konten: Rahasia di Balik Kesuksesan Good News From Indonesia

0
Pendiri Good News From Indonesia (GNFI), Akhyari Hananto. (Foto: rumahmillennials)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH Dalam sebuah sesi podcast bersama SagoeTV, pendiri Good News From Indonesia (GNFI), Akhyari Hananto, mengungkap rahasia di balik kesuksesan media yang dikenal luas karena konsisten menyuarakan kabar baik dari tanah air tersebut.

Menjawab pertanyaan host tentang apa yang membuat GNFI bisa tumbuh besar dan berpengaruh seperti sekarang, Akhyari menyebut ada banyak faktor, namun ia merangkum tiga hal esensial yang menjadi pilar utama perjalanan GNFI hingga menjadi media yang dikenal luas.

“One is consistency, istikomah. Jadi kebanyakan orang Indonesia itu, mohon maaf ya mungkin saya salah, tapi kebanyakan kawan-kawan yang saya kenal whenever they start something and they cannot ‘sell them’, it has small and low engagement they stop that and that’s where they stop and just abandon entirely,” ujar Akhyari, dIkutip Nukilan.id pada Selasa (10/6/2025).

Menurutnya, banyak pelaku kreatif di Indonesia yang mudah menyerah ketika respons audiens tidak sesuai harapan. Padahal, dalam membangun sebuah kanal komunikasi, terutama yang menyasar publik luas, diperlukan waktu dan kesabaran untuk membentuk koneksi dan kepercayaan dengan audiens.

Akhyari menegaskan bahwa GNFI pun memulai dari titik yang sangat rendah, dengan keterlibatan audiens yang tidak begitu signifikan selama berbulan-bulan. Namun, hal itu tidak membuat mereka berhenti. Justru konsistensi menjadi kekuatan utama GNFI dalam menembus dinamika dunia digital yang terus berubah.

“Di good news from Indonesia kita punya low very low start itu cukup lama, 6 atau 7 bulan gitu kan. And then, but you have to put them more effort effort whatever happens consistently,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa sejak awal, dirinya terlibat langsung dalam pembuatan konten, mulai dari menulis hingga mengelola unggahan di media sosial. Konsistensi dalam memproduksi konten menjadi fondasi yang tidak pernah ditinggalkan.

“Pertama, saya bikin konten menulis bikin tweet dan segala macamnya. Number two is how you pick the content how you pick the topic you know,” ucapnya.

Di poin kedua, Akhyari menyoroti pentingnya strategi dalam memilih topik. Ia menyadari bahwa mengejar isu-isu yang sedang trending justru tidak selalu efektif, karena topik tersebut biasanya telah menjadi wilayah yang dikuasai oleh media arus utama.

“Saya belajar bahwa topik-topik yang sedang trending itu yang kalau kita angkat lagi itu enggak laku, because topik-topik trending itu sudah menjadi clusternya media-media besar,” jelasnya.

Alih-alih mengikuti arus besar, GNFI memilih untuk menyasar audiens yang berbeda, dengan konten-konten yang mungkin tak banyak dilirik media lain namun tetap memiliki daya tarik dan relevansi kuat.

“Jadi mengambil audience capture the different audience yang ternyata cukup besar juga,” tambah Akhyari.

Tak berhenti di sana, pada poin ketiga, ia menekankan pentingnya menciptakan momentum besar yang bisa melampaui ekspektasi dan menjangkau khalayak yang lebih luas dari biasanya. Momen semacam itu menjadi katalisator bagi GNFI untuk berkembang lebih jauh.

“The third one is this is you have to really do this, adalah Make a big bang. 2015 kita bikin tim ya, kita bikin tim kecil, kita bikin konten yang saya harus bikin konten itu besar sekali, viral sekali, beyond our traditional audience, beyond our imagination yang bisa kita imagine gitu,” pungkasnya.

Kisah Akhyari Hananto dan GNFI menjadi bukti bahwa konsistensi, ketepatan strategi konten, dan keberanian menciptakan gebrakan adalah kunci dalam membangun media independen yang tidak hanya bertahan, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk narasi positif tentang Indonesia. (XRQ)

Reporter: Akil

Dr. M. Adli Abdullah: Tokoh yang Disegani Jangan Terlibat Politik Praktis

0
Dr. M. Adli Abdulla. (Foto: DOk. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Akademisi dan pengamat politik Aceh, Dr. M. Adli Abdullah, menyoroti urgensi membangun kembali fondasi ideologis masyarakat Aceh yang belakangan dinilai semakin transaksional dalam kontestasi politik. Hal ini disampaikannya dalam sebuah episode podcast SagoeTV yang mengangkat tema refleksi politik lokal.

Menjawab pertanyaan host mengenai cara mengembalikan ideologi masyarakat Aceh agar tidak terjebak dalam pragmatisme politik, Adli menegaskan pentingnya menjaga netralitas tokoh-tokoh yang dihormati di tengah masyarakat.

“Tokoh-tokoh atau orang-orang yang disegani oleh masyarakat jangan terlibat dalam politik praktis. Karena politik praktis sekarang sudah banyak bermasalah, karena politik harus ada pengkaderan dari bawah lagi,” tegasnya, dikutip Nukilan.id pada Selasa (10/6/2025).

Menurutnya, rusaknya ideologi masyarakat tidak bisa dilepaskan dari keterlibatan figur yang sebelumnya memiliki posisi moral dan spiritual di mata publik, namun kini terjun ke ranah kekuasaan dan kompromi kepentingan.

Ia mencontohkan sosok Tengku Imum—figur keagamaan yang selama ini menjadi rujukan dan panutan di kampung-kampung Aceh. Di mata masyarakat, kehormatan seorang Tengku Imum lahir bukan dari jabatan, melainkan dari peran spiritual yang dijalankan secara konsisten.

“Misalnya di kampung tokoh yang kita hormati adalah Tengku Imum. Kenapa hormat kepada Tengku Imum? Pertama dia bisa baca doa. Kalau meninggal orang tua kita, dia baca doa,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Adli menambahkan bahwa karisma seorang Tengku Imum juga dibangun dari peran sosialnya yang tulus, seperti menjadi imam dalam salat berjemaah. Ketulusan inilah yang menurutnya menjadi kunci kepercayaan masyarakat.

“Yang kedua tungku imum itu kalau waktu salat dia jadi imam. Nah tapi pada saat tungku imum ini sudah dilantik (menjadi pejabat) bukan di karenakan karisma dia, masyarakat sudah gak menganggap lagi,” lanjutnya.

Adli menilai, ketika seorang tokoh religius masuk dalam arena kekuasaan tanpa pengkaderan dan idealisme yang kuat, maka yang terjadi adalah degradasi kepercayaan masyarakat terhadap institusi maupun individu tersebut. Ia pun mendorong agar proses politik di Aceh dimulai kembali dari akar rumput dengan nilai-nilai yang murni dan bebas dari transaksi kepentingan. (XRQ)

Reporter: Akil

Ketua DPP PDIP Sentil Gubernur Sumut dan Bupati Tapteng soal Klaim Empat Pulau Aceh

0
Politikus PDIP, Deddy Yevri Hanteru Sitorus. (Foto: Dok. DPR RI).

NUKILAN.ID | JAKARTA — Anggota Komisi II DPR RI yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus, mengingatkan Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution dan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu agar tidak menambah persoalan baru dengan mengklaim empat pulau di Aceh.

Menurutnya, anggaran yang dimiliki pemerintah daerah belum mampu mengelola wilayah tambahan tersebut.

Hal itu disampaikan Deddy melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Senin (9/6/2025). Ia mempertanyakan urgensi dari rencana pemindahan administrasi empat pulau tersebut.

“Apakah Sumut sudah mampu membiayai seluruh pembangunan di daerahnya?” tanya Deddy, sebagaimana dikutip Nukilan.id.

Ia menilai, dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut yang hanya sekitar Rp13 triliun, pemerintah provinsi masih kesulitan dalam mengelola wilayah yang ada, termasuk Pulau Nias.

“Anda (lebih baik) besarkan Pulau Nias, Danau Toba. Itu yang harus dikerjakan, bukan bikin masalah baru klaim pulau segala macam, nanti Mentawai sekalian anda minta juga,” ujar Deddy.

Politikus PDIP ini juga menyentil Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, yang disebutnya tidak perlu ikut campur dalam urusan pemindahan wilayah tersebut. Ia mengingatkan bahwa Tapteng juga memiliki keterbatasan anggaran.

“Bupati Tapteng nggak usah ikut-ikutan, APBD anda juga kecil. Nambah empat pulau mau dapat apa? Saya kira semua harus kembali kepada akal sehat,” pungkasnya. (xrq)

Reporter: Akil