Zikra Al-Farisy Pimpin IMPS, Babak Baru Gerakan Mahasiswa-Pelajar Samadua

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Organisasi Ikatan Mahasiswa Pelajar Samadua resmi menetapkan Zikra Al-Farisy sebagai ketua umum baru melalui forum Musyawarah Besar yang digelar pada 10 Mei 2026.

Proses pemilihan berlangsung secara demokratis dan penuh semangat kekeluargaan, sekaligus menandai dimulainya fase baru kepemimpinan organisasi mahasiswa dan pelajar asal Samadua.

Musyawarah Besar tersebut tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi dan konsolidasi organisasi dalam merespons perkembangan zaman serta tantangan yang dihadapi generasi muda.

Forum berjalan terbuka dengan partisipasi aktif para peserta, tetap berlandaskan prinsip musyawarah mufakat, etika organisasi, dan semangat persatuan kader.

Dalam sidang pleno, peserta secara bulat memberikan mandat kepada Zikra untuk menahkodai IMPS pada periode kepengurusan berikutnya. Amanah tersebut mencerminkan harapan besar kader terhadap hadirnya kepemimpinan yang mampu memperkuat sistem kaderisasi, melahirkan inovasi, serta membuat organisasi semakin relevan dengan kebutuhan mahasiswa maupun masyarakat Samadua.

Terpilihnya Zikra juga dipandang sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan yang diharapkan membawa energi baru bagi organisasi. Dengan semangat tersebut, IMPS diharapkan semakin solid, visioner, serta mampu menjadi ruang pengabdian dan pengembangan kapasitas generasi muda.

“Kemenangan ini bukanlah kemenangan individu, melainkan kemenangan seluruh kader dan keluarga besar IMPS. Musyawarah Besar ini harus menjadi titik awal untuk memperkuat persatuan, memperkokoh kaderisasi, dan menghadirkan organisasi yang lebih aktif, progresif, serta bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Zikra Al-Farisy.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan arah kepemimpinan yang ingin dibangunnya—bahwa IMPS tidak cukup hanya hadir sebagai ruang berhimpun, tetapi juga harus mampu tumbuh sebagai pusat lahirnya gagasan, pengabdian, dan gerakan sosial yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Menurutnya, tantangan generasi muda ke depan menuntut organisasi untuk lebih adaptif, solid, dan memiliki keberpihakan nyata terhadap kemajuan daerah.

“Hasil dari Musyawarah Besar IMPS ini diharapkan menjadi tonggak kebangkitan semangat intelektual, kepemudaan, dan pengabdian sosial mahasiswa-pelajar Samadua. Dengan kepemimpinan baru, seluruh elemen organisasi diharapkan mampu memperkuat solidaritas dan kebersamaan demi mewujudkan IMPS sebagai wadah pengembangan karakter, kapasitas, dan kepemimpinan generasi muda yang progresif serta berdampak bagi masyarakat Samadua,” tutupnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News