Beranda blog Halaman 371

Pemerintah Aceh Dorong Gekrafs Jadi Penggerak Ekonomi Berbasis Budaya

0
Pemerintah Aceh Dorong Gekrafs Jadi Penggerak Ekonomi Berbasis Budaya. (Foto: Gekrafs Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh mendorong Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Provinsi Aceh untuk berperan aktif dalam menggerakkan ekonomi berbasis budaya di berbagai sektor, mulai dari kuliner, kerajinan hingga seni pertunjukan.

Harapan tersebut disampaikan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, dalam pidatonya yang dibacakan oleh Asisten III Setda Aceh, Muhammad Diwarsyah, saat pelantikan pengurus DPW Gekrafs Provinsi Aceh di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Sabtu (15/6/2025).

“Kita harapkan organisasi ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi berbasis budaya dan memberikan ide-ide barunya,” kata Mualem.

Menurutnya, Gekrafs merupakan gerakan yang mengusung nilai kreativitas, keberagaman, inovasi, dan kolaborasi, serta mencakup 17 subsektor ekonomi kreatif seperti seni pertunjukan, musik, kuliner, hingga kerajinan digital.

Ia menilai Aceh memiliki potensi besar dalam sektor ekonomi kreatif, terutama dari produk-produk kerajinan tangan dan kuliner khas daerah yang telah dikenal secara nasional.

Karena itu, Pemerintah Aceh berkomitmen menjadi mitra strategis dalam membangun ekosistem kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.

“Jadikanlah momen ini sebagai kebangkitan ekonomi kreatif Aceh. Mari kobarkan semangat kreasi, kolaborasi, dan inovasi demi masa depan Aceh dan Indonesia yang lebih gemilang,” ujar Mualem.

Ketua Gekrafs Aceh, Sunnyl Ikbal, menyebut pelantikan pengurus bukan hanya sekadar pengukuhan struktur organisasi, tetapi menjadi awal dari perjuangan besar menjadikan ekonomi kreatif sebagai sektor unggulan di Aceh.

Ia menegaskan pentingnya peran Gekrafs sebagai wadah pembinaan dan penguatan jaringan pelaku ekonomi kreatif di berbagai bidang. Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk bekerja secara kolaboratif guna memajukan sektor ini di Aceh.

“Kita ingin Gekrafs Aceh bergerak aktif membangun pusat-pusat kreatif menjadi garda terdepan kemajuan ekonomi kreatif Aceh,” kata Sunnyl Ikbal.

Editor: Akil

USK Raih Peringkat 66 Dunia dalam Kategori Pendidikan Berkualitas

0
Gedung Rektorat Universitas Syiah Kuala. (Foto: USK)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) mencatat prestasi di tingkat internasional dengan menempati peringkat ke-66 dunia untuk kategori Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Quality Education dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2025.

THE Impact Rankings menilai kontribusi universitas terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mencakup aspek penelitian, tata kelola, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat.

Tahun ini, USK berpartisipasi dalam 12 dari 17 kategori SDGs, bersama 2.389 universitas dari berbagai negara. Selain mencatat hasil baik di SDGs 4, USK juga mengalami peningkatan peringkat secara keseluruhan dari posisi 801–1000 menjadi 601–800 dunia.

Secara nasional, USK berada di peringkat delapan dari 71 universitas Indonesia yang mengikuti pemeringkatan. Di kategori SDGs 14: Life Below Water, USK menduduki posisi ke-79 dunia, sementara untuk SDGs 17: Partnership for the Goals berada di rentang peringkat 101–200.

Rektor USK, Prof Dr Ir Marwan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika atas kerja keras dalam pencapaian ini.

“Alhamdulillah, pencapaian ini menjadi motivasi bagi USK untuk terus meningkatkan prestasinya dan menguatkan posisinya pada level nasional dan global,” ujar Marwan.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof Dr Ir Agussabti M.Si, juga mengapresiasi kerja kolektif tim yang dipimpin Direktorat Pendidikan dan Pembelajaran, Subdirektorat Reputasi Universitas. Ia menyebut capaian ini sebagai bukti peran USK sebagai “institusi pendidikan tinggi yang dicintai dan dinantikan oleh masyarakat sebagai Jantong Hatee Rakyat Aceh”.

Peningkatan peringkat ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi USK untuk terus memperkuat kualitas di berbagai lini dan mewujudkan visi sebagai universitas socio-technopreneur yang unggul dan mandiri di tingkat global.

Editor: Akil

Muhammadiyah Terus Tingkatkan Layanan Pendidikan dan Kesehatan di Aceh

0
Universitas Muhammadiyah Aceh. (Foto: unmuha.ac.id)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Muhammadiyah terus menunjukkan peran aktif dalam bidang pendidikan dan kesehatan di Provinsi Aceh. Sejak masuk ke Aceh pada 1927, organisasi ini telah mendirikan delapan Sekolah Rakyat sebelum kemerdekaan.

Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA), Aslam Nur, menyampaikan bahwa cikal bakal UNMUHA telah hadir sejak 1969 melalui dua fakultas awal, yaitu Fakultas Ilmu Dakwah (FIAT) dan Fakultas Hukum.

“Ketika itu ada dua fakultas yang sebagai fakultas tertua di UNMUHA sekarang ini yaitu pertama Fakultas Ilmu Dakwah disingkat dengan FIAT. Dan yang kedua Fakultas Hukum,” ujar Aslam Nur dalam sebuah acara TVRI Aceh, Kamis (19/6).

UNMUHA sendiri resmi berdiri pada 1991 sebagai gabungan beberapa fakultas yang telah ada sebelumnya. Kini, kampus tersebut telah berkembang dengan tujuh fakultas dan 22 program studi yang terus mencetak lulusan untuk kemajuan Aceh.

Selain di sektor pendidikan, Muhammadiyah juga memperkuat kiprahnya di bidang kesehatan. Organisasi ini mendirikan sejumlah fasilitas layanan, seperti klinik dan rumah sakit untuk mendukung kesejahteraan masyarakat Aceh.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, A. Malik Musa, menyatakan harapannya agar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) di Aceh mulai mendirikan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang kesehatan.

“Kami menyempatkan untuk berkunjung ke Rumah Sakit ’Aisyiyah Kudus Jateng untuk belajar dan mencari pengalaman tentang cara mendirikan rumah sakit,” kata A.

Malik Musa. Sebelumnya, ia juga telah melakukan kunjungan ke RS Sarkies ‘Aisyiyah sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan layanan kesehatan Muhammadiyah di Aceh.

Editor: Akil

Fadhlullah Harap Bepro Jadi Mitra Pemerintah Aceh

0
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, memberikan sambutan dalam acar pelantikan Beyond Profesional (Bepro) Aceh, di Ballroom The Pade Hotel, Jumat, (20/6/2025) (Foto: Humas Pemerintah Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menghadiri pelantikan pengurus Beyond Profesional (Bepro) Aceh yang berlangsung di Ballroom The Pade Hotel, Jumat (20/6/2025).

Bepro yang sebelumnya dikenal sebagai relawan pendukung Prabowo-Gibran, kini bertransformasi menjadi Perkumpulan Profesional Muda Indonesia, tetap mempertahankan nama Bepro sebagai singkatan dari Beyond Professional.

Dalam sambutannya, Fadhlullah menyampaikan harapannya agar Bepro dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Aceh dalam mengadvokasi kepentingan masyarakat. Ia menilai, jaringan Bepro yang luas hingga tingkat nasional dapat berperan dalam mendukung berbagai program prioritas daerah.

Beberapa hal yang disebutkan Fadhlullah antara lain dukungan terhadap revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) guna memperpanjang dana Otsus, pengembalian Blang Padang sebagai aset wakaf Masjid Raya Baiturrahman, serta percepatan pembangunan pelabuhan internasional di Aceh.

Selain itu, ia mendorong anggota Bepro yang mayoritas anak muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri demi masa depan Aceh yang lebih baik. “Dulu waktu muda saya tak pernah berpikir akan menjadi anggota DPR RI dan Wakil Gubernur, oleh sebab itu terus mempersiapkan diri untuk menyambut masa depan yang berkualitas,” kata Fadhlullah.

Pelantikan ini turut menjadi momen penguatan peran anak muda dalam pembangunan daerah, terutama melalui wadah profesional yang berbasis relawan.

Editor: Akil

Ancaman Bom Terima Saat di Langit Aceh, Pesawat Saudia Mendarat Darurat di Kualanamu

0
Pesawat Saudia Mendarat Darurat di Kualanamu. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.ID | MEDAN – Pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SVA5688 yang mengangkut jemaah haji dari Jeddah menuju Surabaya via Muscat, menerima ancaman bom saat melintas di wilayah udara Aceh, Sabtu (21/6/2025).

Kepala Kantor Otoritas Penerbangan Wilayah II Medan, Asri Santosa, menyebutkan bahwa ancaman tersebut diterima pilot ketika pesawat berada di atas langit Banda Aceh.

“Karena kapten di atas (langit) Banda Aceh, maka segera harus landing di KNO, alternative landing,” ujarnya kepada wartawan.

Pesawat kemudian melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Setibanya di bandara, aparat dari kepolisian, TNI, dan petugas terkait langsung melakukan pemeriksaan terhadap penumpang dan awak pesawat.

“Penumpang dievakuasi, tanpa bawa barang apa pun. Ditaruh di tempat yang clear, lalu di-screening,” kata Asri.

Penumpang dan kru akan bermalam di hotel yang telah disediakan sebelum melanjutkan perjalanan ke Surabaya pada Minggu (22/6) menggunakan pesawat yang sama.

“Penumpang semuanya sudah dicek dan diatur penginapannya,” tambahnya.

Ancaman bom tersebut dilaporkan dikirim melalui pesan suara ke VPN radio teleskop. Hingga kini, pihak berwenang masih menyelidiki lebih lanjut untuk mengungkap pelaku di balik ancaman tersebut.

Editor: Akil

Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah Ikut Aksi Solidaritas untuk Palestina

0
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh Irwansyah ST ikut turun ke jalan dalam aksi bela Palestina yang berlangsung di Banda Aceh, Minggu (22/6/2025) (Foto: Humas DPRK Banda Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST, turut hadir dalam aksi solidaritas untuk Palestina yang digelar oleh Aliansi Rakyat Aceh Bela Palestina di Banda Aceh, Minggu (22/6/2025).

Aamtan Nukilan.id, aksi tersebut diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat. Dalam kesempatan itu, Irwansyah yang juga merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menyampaikan orasi yang menyoroti situasi kemanusiaan di Jalur Gaza dan menyuarakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Irwansyah mengajak masyarakat Aceh, khususnya warga Banda Aceh, untuk terus peduli terhadap kondisi rakyat Palestina yang hingga kini masih berada di bawah pendudukan.

“Hubungan Aceh dan Palestina sangat dekat, bukan hanya karena kesamaan akidah, tetapi juga karena Palestina adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia,” ujarnya dalam orasi.

Ia menegaskan bahwa dukungan masyarakat Aceh terhadap kemerdekaan Palestina akan terus berlanjut hingga rakyat Palestina memperoleh hak-haknya secara penuh.

“Kami menyampaikan salam kepada saudara-saudara kami di Palestina. Sampai detik ini, dan hingga Palestina merdeka, kami akan terus bersama kalian,” kata Irwansyah.

Selain itu, ia juga mendorong pemerintah Indonesia untuk bersikap lebih tegas terhadap tindakan militer Israel dan memperkuat langkah-langkah diplomatik di tingkat internasional guna menghentikan kekerasan di Gaza.

“Kami menyerukan kepada seluruh rakyat Aceh dan Indonesia agar terus menyisipkan doa untuk saudara-saudara kita di Gaza dalam setiap ibadah dan doa,” pungkasnya. (XRQ)

Reporter: AKil

Wali Nanggroe dan Konjen Singapura Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Investasi

0
Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, melakukan pertemuan dengan Konjen Republik Singapura untuk Medan, Dr. Edmund Chia, Jumat (20/6/2025) di Kota Medan. (Foto: LWN)

NUKILAN.ID | MEDAN Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, bertemu dengan Konsul Jenderal (Konjen) Republik Singapura untuk Medan, Dr. Edmund Chia, pada Jumat (20/6/2025) di Kota Medan. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama strategis di bidang pendidikan dan investasi ekonomi berkelanjutan antara Aceh dan Singapura.

Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Lembaga Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, menyebutkan bahwa pertemuan ini merupakan kelanjutan dari inisiatif membangun kemitraan yang saling menguntungkan bagi kedua wilayah.

Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat, Konjen Dr. Edmund Chia menyampaikan rencana kunjungan akademisi dari berbagai universitas terkemuka di Singapura ke Aceh, termasuk dosen dan mahasiswa. Selain itu, sejumlah pelaku usaha dari berbagai sektor juga dijadwalkan akan mengunjungi Aceh dalam waktu dekat.

Wali Nanggroe menyambut positif inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan Aceh untuk menyongsong kolaborasi lintas sektor. Ia juga merencanakan kunjungan balasan ke Singapura pada bulan Agustus mendatang dengan membawa delegasi pelajar dan pelaku usaha Aceh, guna mempererat kemitraan dan menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas.

Dalam kesempatan itu, Wali Nanggroe turut didampingi oleh Staf Khusus Dr. M. Raviq, Anggota Majelis Tuha Peut Tgk. Darwis Jeunib, serta Katibul Wali Abdullah Hasbullah.

Editor: Akil

50 Lembaga di Banda Aceh Suarakan Solidaritas Kemanusiaan untuk Palestina

0
50 Lembaga Suarakan Solidaritas Kemanusiaan. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sekitar 50 lembaga dan organisasi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Aceh Bela Palestina (ARABP) menggelar aksi damai di Bundaran Simpang Lima, Kota Banda Aceh, Minggu (22/6/2025), sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina.

Pantauan Nukilan.id, meski hujan turun sepanjang kegiatan, aksi yang diikuti sekitar seribu orang ini tetap berlangsung dengan semangat. Para peserta datang membawa bendera Palestina, spanduk, poster, dan mengenakan atribut perjuangan sebagai simbol dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

Koordinator lapangan, M. Syauqi Umardhian, mengatakan bahwa aksi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat Aceh, termasuk tokoh agama, aktivis kemanusiaan, mahasiswa, organisasi kepemudaan di bawah KNPI Aceh, serta perwakilan perempuan dari Salimah Aceh.

“Perempuan Aceh juga mengambil peran aktif dalam gerakan kemanusiaan ini, selain itu pada aksi ini terhimpun lebih dari 50 lembaga berkolaborasi,” kata Syauqi.

Ia menambahkan bahwa aksi ini juga menjadi seruan kepada dunia internasional, khususnya Pemerintah Indonesia, untuk mengambil langkah nyata terhadap agresi militer Israel di Palestina.

“Kita mendesak PBB & Mahkamah Internasional menangkap PM Israel Netanyahu kerena terbukti bersalah atas kejahatan perang dan genosida,” ujarnya.

Selain itu, massa juga menyerukan agar jalur Rafah terus dibuka untuk memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza. Mereka juga mendorong boikot terhadap perusahaan dan produk yang dianggap mendukung penjajahan di Palestina.

“Mendorong Negara Indonesia Tetapkan Hari Solidaritas Nasional untuk Palestina. Mengajak seluruh masjid, kampus, dayah sekolah di Indonesia, termasuk di Aceh untuk aktifkan kegiatan edukasi Palestina,” tambah Syauqi.

Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, yang turut berorasi dalam aksi tersebut menyampaikan bahwa dukungan terhadap Palestina tidak boleh sebatas simbolik, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Islam tidak pernah kalah. Semangat perjuangan umat akan terus memancar dan menyala, selama kezaliman masih ada. Dukungan terhadap Palestina bukan sekadar kewajiban politik, tapi bagian dari amanah iman,” tegas Irwansyah.

Aksi damai tersebut berlangsung tertib hingga selesai, dengan pengawalan dari aparat keamanan dan koordinasi yang baik dari panitia pelaksana. (XRQ)

Reporter: Akil

Kemendagri Belajar dari Sengketa Aceh-Sumut dalam Tangani Polemik 13 Pulau Jatim

0
bima arya
Wamendagri, Bima Arya. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah menangani polemik kepemilikan 13 pulau di pesisir selatan Jawa Timur yang menjadi sengketa antara Kabupaten Trenggalek dan Tulungagung. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian disebut langsung memimpin proses evaluasi atas persoalan tersebut.

“Kemarin Pak Menteri langsung memimpin proses evaluasi soal sengketa 13 pulau di Trenggalek itu,” ujar Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya kepada wartawan di Gedung BPSDM Kemendagri, Jakarta Selatan, Sabtu (21/6/2025).

Bima menyampaikan, dalam menangani kasus ini pihaknya mengambil pelajaran dari sengketa serupa yang pernah terjadi antara Aceh dan Sumatera Utara terkait kepemilikan empat pulau. Ia menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menelusuri aspek sejarah dan kesepakatan lama.

“Yang pasti belajar dari sengketa 4 pulau di Aceh, tentu kami hati-hati. Tidak saja data geografis tetapi historis dan kesepakatan-kesepakatan masa lalu penting sedang ditelusuri. Kami berhati-hati sekali,” katanya.

Wamendagri menambahkan, pihaknya telah mengumpulkan dokumen dari kedua daerah yang bersengketa.

“Dua versi dari teman-teman di daerah itu masih kami dalami dokumennya. Nanti pasti kita pelajari soal dokumennya, perkembangannya,” ujar Bima.

Sengketa antara Trenggalek dan Tulungagung mencuat setelah keluarnya Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) tahun 2022 yang mencatatkan 13 pulau tersebut sebagai bagian dari wilayah Tulungagung. Padahal, sebelumnya Trenggalek telah memasukkan pulau-pulau itu dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sejak tahun 2012, sejalan dengan RTRW Provinsi Jawa Timur.

Ketigabelas pulau yang disengketakan meliputi Pulau Anak Tamengan, Pulau Anakan, Pulau Boyolangu, Pulau Jewuwur, Pulau Karangpegat, Pulau Solimo, Pulau Solimo Kulon, Pulau Solimo Lor, Pulau Solimo Tengah, Pulau Solimo Wetan, Pulau Sruwi, Pulau Sruwicil, dan Pulau Tamengan.

Kabag Pemerintahan Sekretariat Daerah Trenggalek, Teguh Sri Mulyanto, menyebut keberatan pihaknya didasarkan pada kedekatan geografis dan pencatatan wilayah sebelumnya.

“Kalau tidak salah di tahun 2009 kami pernah mengikuti sosialisasi Kemendagri, pulau-pulau itu masih merah, masuk Trenggalek dan Tulungagung. Baru pada 2022 muncul Kemendagri dan yang 13 pulau masuk Tulungagung,” ujar Teguh.

Setelah terbitnya Kepmendagri tersebut, Pemerintah Kabupaten Trenggalek menyampaikan keberatan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sejumlah upaya mediasi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung telah dilakukan, namun belum membuahkan hasil.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Tulungagung menegaskan sikapnya mengikuti keputusan pemerintah pusat. Kabag Pemerintahan Sekretariat Daerah Tulungagung, Agus Eko Putranto, mengatakan pihaknya tidak ingin berpolemik.

“Kalau Tulungagung intinya kami kembalikan ke Kementerian Dalam Negeri, karena itu produk hukum dari sana,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah akan mengikuti apapun keputusan Kemendagri. Meski telah beberapa kali berdialog dengan Trenggalek, belum ada titik temu.

Antok, sapaan akrab Agus Eko, menyebut pihaknya berpegang pada Kepmendagri tahun 2022 dan 2025 yang menyatakan 13 pulau tersebut masuk dalam wilayah Tulungagung.

“Kemudian kami mengamankan dengan memasukkan dalam Perda 4 Tahun 2023. Kemudian kami lihat di Kemendagri 2025 juga masuk ke Tulungagung,” jelasnya.

Editor: Akil

Ratusan Warga Banda Aceh Gelar Aksi Damai Dukung Palestina

0
Ratusan Warga Banda Aceh Gelar Aksi Damai Dukung Palestina di Bundaran Simpang Lima. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Aceh Bela Palestina (ARABP) menggelar Aksi Damai Bela Palestina di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, pada Ahad (22/6/2025). Aksi ini menjadi bentuk solidaritas masyarakat Aceh terhadap penderitaan yang dialami rakyat Palestina akibat serangan militer Israel yang terus berlangsung.

Pantauan Nukilan.id di lokasi, hujan yang mengguyur sejak pagi tak menyurutkan semangat massa. Sekitar seribuan orang tetap memadati kawasan bundaran sambil membawa bendera Palestina, poster, dan spanduk, serta mengenakan atribut perjuangan. Di bawah langit mendung, peserta aksi menyuarakan kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kemerdekaan bagi Palestina.

Aksi damai ini melibatkan berbagai elemen masyarakat. Sejumlah tokoh agama dan ulama, aktivis kemanusiaan, mahasiswa, organisasi kepemudaan seperti KNPI Aceh, serta perwakilan perempuan dari Salimah Aceh turut hadir. Lebih dari 50 lembaga tercatat ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Koordinator lapangan, M. Syauqi Umardhian, sejak pagi terlihat aktif mengatur jalannya aksi dengan tertib dan penuh semangat. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bentuk simpati, tetapi juga tanggung jawab moral masyarakat Aceh dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Dalam orasinya, Ketua DPRK Banda Aceh menyampaikan bahwa masyarakat Banda Aceh akan terus berdiri bersama rakyat Palestina dan mendesak agar bentuk dukungan tidak berhenti pada simbol semata, melainkan diwujudkan dalam langkah nyata dan konsisten.

Sementara itu, Ketua IKADI Aceh menyampaikan bahwa perjuangan membela Palestina adalah bagian dari amanah iman, dan semangat umat Islam tidak akan padam selama kezaliman masih terjadi.

Rangkaian kegiatan aksi diisi dengan pembacaan puisi kemanusiaan, doa bersama, serta penggalangan donasi untuk warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Sejumlah poster dengan pesan solidaritas seperti “Free Palestine”, “Stop Genocide in Gaza”, dan “From Aceh to Al-Quds: Solidarity Never Dies” menghiasi berbagai sudut lokasi.

Menjelang akhir acara, perwakilan ARABP membacakan pernyataan sikap yang menyerukan agar Pemerintah Indonesia dan negara-negara lain memutus hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Israel. Mereka juga meminta PBB dan Mahkamah Internasional segera menangkap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang dinilai bertanggung jawab atas kejahatan perang dan genosida.

Selain itu, ARABP mendesak agar jalur Rafah dibuka guna memperlancar pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza. Mereka juga menyerukan gerakan boikot terhadap produk dan perusahaan yang mendukung Israel, serta mendorong pemerintah menetapkan Hari Solidaritas Nasional untuk Palestina. Dalam pernyataannya, mereka juga mengajak masjid, kampus, dayah, dan sekolah untuk lebih aktif mengedukasi masyarakat tentang isu-isu yang berkaitan dengan Palestina.

Aksi damai ini menjadi simbol kuat dari kepedulian masyarakat Aceh terhadap penderitaan rakyat Palestina. Sebagai wilayah yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan dan penjajahan, Aceh menunjukkan bahwa semangat solidaritas dan nilai-nilai kemanusiaan tetap hidup dan terus menyala. (XRQ)

Reporter: Akil