Beranda blog Halaman 3

TII Soroti Pelibatan Konsultan Asing di Lingkaran Presiden Prabowo, Ingatkan Risiko Elitisme Kebijakan

0
felia primaresti
Manajer Riset dan Program TII, Felia Primaresti. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA — The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII) menyoroti isu pelibatan konsultan asing di sekitar Presiden Prabowo Subianto yang belakangan menjadi perbincangan publik. Isu tersebut mencuat setelah dibahas dalam episode terbaru program “Bocor Alus Politik” yang dirilis Tempo Media, yang mengungkap sejumlah nama warga negara asing disebut berada dalam lingkaran pemerintahan.

Manajer Riset dan Program TII, Felia Primaresti, menilai penggunaan konsultan asing dalam praktik pemerintahan bukanlah fenomena baru. Dalam tata kelola pemerintahan modern, pelibatan tenaga ahli internasional kerap dilakukan sebagai bagian dari penguatan kapasitas maupun transfer pengetahuan.

Namun demikian, menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada asal negara konsultan, melainkan pada sejauh mana pengaruh yang mereka miliki terhadap arah kebijakan domestik.

“Jika pelibatan itu sebatas technical assistance, tentu masih dalam batas yang wajar. Namun ketika konsultan asing berperan dalam mempengaruhi desain dan arah kebijakan domestik, maka itu tidak lagi sekadar bantuan teknis, melainkan telah memasuki wilayah political influence,” jelas Felia dalam keterangan resminya kepada Nukila.id, pada 24 Februari 2026.

Felia menekankan bahwa polemik ini tidak seharusnya dipahami sebagai perdebatan antara tenaga asing dan tenaga lokal. Ia menilai isu yang lebih mendasar adalah adanya ketimpangan kekuasaan dalam proses pengambilan keputusan. Ketika kebijakan strategis disusun dalam lingkaran terbatas dengan keterlibatan aktor yang tidak sepenuhnya dapat diawasi publik, maka muncul kondisi power asymmetry yang berpotensi memperkuat dominasi elite.

Situasi tersebut, lanjutnya, berisiko menciptakan proses kebijakan yang bersifat tertutup, minim transparansi, serta tidak memberikan ruang deliberasi publik yang memadai.

Selain itu, penggunaan konsultan asing dalam kebijakan domestik juga dinilai membawa pesan simbolik yang kompleks. Hal tersebut dapat menimbulkan persepsi bahwa legitimasi strategi dan cara berpikir yang dianggap kredibel harus datang dari luar negeri, seolah kapasitas sumber daya manusia dalam negeri belum cukup kuat untuk merumuskan kebijakan nasional secara mandiri.

Menurut Felia, persepsi semacam ini berpotensi memperkuat citra elitisme dalam pemerintahan sekaligus memperlebar jarak antara pengambil kebijakan dan masyarakat yang diwakili.

Dalam sistem demokrasi, ia menegaskan, kebijakan publik idealnya lahir melalui proses yang akuntabel, transparan, dan partisipatif. Ketika kebijakan domestik dipandang sebagai hasil pengaruh tertutup tanpa keterlibatan publik yang memadai, maka bukan hanya kualitas kebijakan yang dipertaruhkan, tetapi juga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

“Sikap ini tidak hanya mencerminkan problematika kebijakan, tetapi juga mentalitas pengambil keputusan yang berpotensi merusak kepercayaan publik dan melemahkan keyakinan terhadap kemampuan bangsa sendiri. Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap kebijakan domestik benar-benar lahir dari proses yang kuat secara deliberatif dan menghargai kapasitas anak bangsa,” tutup Felia. (XRQ)

Reporter: Akil

Wamen PANRB Tinjau Pemulihan Layanan Publik Pascabencana di Aceh Tamiang

0
Wamen PANRB Tinjau Pemulihan Layanan Publik Pascabencana di Aceh Tamiang. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Purwadi Arianto mengunjungi Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (24/2/2026), guna memastikan pemulihan fungsi pemerintahan dan pelayanan publik di wilayah yang terdampak bencana berjalan optimal.

Kunjungan tersebut dilakukan setelah rangkaian agenda kerja di Sumatra Utara. Dalam pertemuan bersama Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Purwadi menegaskan peran Kementerian PANRB sebagai koordinator tata kelola pemerintahan dalam mendukung percepatan pemulihan layanan publik.

“Dalam rangka hal tersebut, Kementerian PANRB berperan memastikan bahwa pemulihan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik berjalan akan lebih cepat, lebih adaptif, dan terintegrasi. Tugasnya meliputi penguatan kelembagaan, unit layangan terdampak, penataan, dan mobilisasi sumber daya manusia untuk mendukung layanan darurat dan masa transisi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemulihan kapasitas negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara efektif dan berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui penyederhanaan proses bisnis dan regulasi pelayanan, percepatan digitalisasi layanan prioritas, serta pengawasan standar kualitas pelayanan publik.

Menurut Purwadi, pemerintah pusat menyiapkan lima pilar utama dalam mendukung pemulihan fungsi pemerintahan. Pilar pertama adalah memastikan roda pemerintahan tetap berjalan melalui aktivasi penyelenggaraan pemerintahan, termasuk pemberian fleksibilitas diskresi layanan bagi kepala daerah serta optimalisasi Mal Pelayanan Publik (MPP) sebagai pusat layanan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, tim Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB juga meninjau langsung Mal Pelayanan Publik Kabupaten Aceh Tamiang yang mengalami kerusakan sarana dan prasarana cukup parah akibat bencana.

Pilar kedua mencakup pengamanan dokumen data serta legalitas administrasi. Pilar ketiga berfokus pada pemulihan kapasitas aparatur melalui konsolidasi ASN lintas wilayah dan instansi, fleksibilitas pola kerja, penyesuaian target kinerja, serta jaminan hak kepegawaian agar pelayanan publik segera pulih.

Selanjutnya, pilar keempat berupa pemulihan sarana pendukung kerja, termasuk penyediaan kantor sementara atau mobile, peralatan teknologi informasi, jaringan komunikasi, hingga listrik darurat. Sementara pilar kelima menitikberatkan pada penataan kembali prioritas pemerintahan daerah melalui penyesuaian indikator kinerja dan target pembangunan selama masa rehabilitasi.

“Tidak kalah pentingnya adalah memastikan ketersediaan sarana kerja minimal. Pemerintah pusat siap mendukung kantor sementara, infrastruktur teknologi informasi, jaringan komunikasi, dan listrik darurat, termasuk pemulihan sistem pemerintahan berbasis elektronik,” ungkapnya.

Purwadi menambahkan, kondisi pascabencana dapat menjadi momentum untuk mempercepat transformasi digital layanan publik di kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah.

“Langkah selanjutnya adalah menata ulang tata kelola pemerintahan daerah nanti akan menuju transformasi digital. Harapan kami tata kelolanya akan lebih baru, lebih baik, insyaAllah. Sehingga nantinya bisa operasionalnya lebih optimal,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menjaga pelayanan publik tetap berjalan bagi masyarakat terdampak. Sejumlah layanan dasar, termasuk administrasi kependudukan, telah kembali dibuka.

“Pemerintah daerah terus melanjutkan pelayanan publik yang prima di Aceh Tamiang sembari mendampingi masyarakat,” pungkasnya.

Usai audiensi, rombongan melanjutkan peninjauan ke Unit Pelayanan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM, Mal Pelayanan Publik Kabupaten Aceh Tamiang, serta wilayah terdampak bencana di Desa Lubuk Sidup.

Jadwal Buka Puasa Ramadan 2026 di Aceh dan Sekitarnya, Selasa 24 Februari

0
Ilustrasi Berbuka Puasa. (Foto: shutterstock.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Setelah menjalani ibadah puasa sepanjang hari, informasi mengenai waktu berbuka puasa menjadi hal yang paling dinantikan umat Muslim, termasuk masyarakat di wilayah Aceh dan sekitarnya. Mengetahui waktu azan magrib membantu masyarakat mempersiapkan hidangan berbuka sekaligus bersiap melaksanakan salat magrib tepat waktu.

Berikut jadwal buka puasa Ramadan untuk wilayah Aceh dan sekitarnya pada Selasa, 24 Februari 2026, sebagaimana dikutip dari Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Bimas Islam Kemenag).

Jadwal Buka Puasa Ramadan Aceh dan Sekitarnya — 24 Februari 2026

Kota Banda Aceh
Magrib: 18.55 WIB
Isya: 20.04 WIB

Kabupaten Aceh Barat
Magrib: 18.51 WIB
Isya: 20.01 WIB

Kabupaten Aceh Barat Daya
Magrib: 18.50 WIB
Isya: 19.59 WIB

Kabupaten Aceh Besar
Magrib: 18.54 WIB
Isya: 20.03 WIB

Kabupaten Aceh Jaya
Magrib: 18.54 WIB
Isya: 20.03 WIB

Kabupaten Aceh Selatan
Magrib: 18.49 WIB
Isya: 19.58 WIB

Kabupaten Aceh Singkil
Magrib: 18.47 WIB
Isya: 19.56 WIB

Kabupaten Aceh Tamiang
Magrib: 18.45 WIB
Isya: 19.54 WIB

Kabupaten Aceh Tengah
Magrib: 18.53 WIB
Isya: 19.58 WIB

Kabupaten Aceh Tenggara
Magrib: 18.46 WIB
Isya: 19.55 WIB

Kabupaten Aceh Timur
Magrib: 18.45 WIB
Isya: 19.55 WIB

Kabupaten Aceh Utara
Magrib: 18.47 WIB
Isya: 19.56 WIB

Kabupaten Bener Meriah
Magrib: 18.53 WIB
Isya: 19.58 WIB

Kabupaten Bireuen
Magrib: 18.49 WIB
Isya: 19.59 WIB

Kabupaten Gayo Lues
Magrib: 18.52 WIB
Isya: 19.57 WIB

Kabupaten Nagan Raya
Magrib: 18.52 WIB
Isya: 20.01 WIB

Kabupaten Pidie
Magrib: 18.52 WIB
Isya: 20.01 WIB

Kabupaten Pidie Jaya
Magrib: 18.51 WIB
Isya: 20.00 WIB

Kabupaten Simeulue
Magrib: 18.53 WIB
Isya: 20.01 WIB

Kota Langsa
Magrib: 18.45 WIB
Isya: 19.54 WIB

Kota Lhokseumawe
Magrib: 18.48 WIB
Isya: 19.57 WIB

Kota Sabang
Magrib: 18.55 WIB
Isya: 20.04 WIB

Kota Subulussalam
Magrib: 18.46 WIB
Isya: 19.55 WIB

Kesimpulan

Dengan mengetahui jadwal buka puasa Ramadan pada 24 Februari 2026 di wilayah Aceh dan sekitarnya, umat Muslim dapat mengatur waktu berbuka secara lebih tepat. Informasi ini diharapkan membantu masyarakat menjalankan ibadah puasa dengan tertib, khusyuk, dan penuh keberkahan.

Fauzi H. Amro Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Aceh Usai Bencana Alam

0
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi H. Amro. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi H. Amro, mendorong percepatan pemulihan ekonomi di Aceh setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah pada akhir 2025.

Upaya pemulihan tersebut difokuskan pada pemberian relaksasi kredit bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penguatan kapasitas fiskal daerah, serta percepatan pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kami ingin memastikan instrumen keuangan negara benar-benar bekerja membantu masyarakat bangkit setelah bencana,” ujar Fauzi dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi XI saat bertemu pemerintah daerah di Banda Aceh, Jumat (20/2/2026).

Bencana hidrometeorologi yang terjadi di 18 kabupaten/kota di Aceh dilaporkan telah mengganggu roda perekonomian masyarakat, terutama sektor pertanian. Total lahan terdampak mencapai 89.582 hektare, sehingga memengaruhi produksi serta pendapatan warga.

Menurut Fauzi, pelaku UMKM memerlukan dukungan konkret agar dapat kembali menjalankan usaha secara normal. Salah satu langkah yang didorong yakni penerapan relaksasi pembiayaan, berupa subsidi bunga, moratorium angsuran, serta perpanjangan tenor pinjaman bagi debitur yang terdampak bencana.

Selain itu, pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan restrukturisasi kredit oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga terus dilakukan. Hingga Desember 2025, nilai restrukturisasi kredit di wilayah terdampak bencana, termasuk Aceh dan beberapa provinsi lain, tercatat mencapai Rp12,58 triliun dengan jumlah lebih dari 237.000 nasabah.

Dari sisi fiskal, Komisi XI DPR RI meminta pemerintah mempercepat realisasi program rehabilitasi dan rekonstruksi melalui koordinasi yang lebih kuat dengan Kementerian Keuangan. Pendapatan negara di Aceh hingga akhir 2025 tercatat sebesar Rp6,22 triliun, namun mengalami kontraksi akibat dampak bencana serta meningkatnya restitusi pajak.

Sementara itu, Kementerian PPN/Bappenas tengah menyusun Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Aceh 2026–2028. Dokumen tersebut dirancang sebagai pedoman terpadu untuk memulihkan infrastruktur dasar dan ekonomi dengan pendekatan build back better.

Pemerintah memproyeksikan ekonomi Aceh yang sempat terkontraksi sebesar 1,61 persen dapat mulai pulih pada triwulan III 2026 melalui revitalisasi pasar, perbaikan sarana pertanian, serta dukungan pembiayaan bagi UMKM.

Fauzi juga mendorong optimalisasi pembiayaan inklusif melalui sinergi dengan Bank Syariah Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas sektor perbankan sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi lintas lembaga tersebut, DPR RI berharap proses pemulihan ekonomi Aceh tidak hanya mengembalikan kondisi seperti sebelum bencana, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

Mendag: Gudang SRG di Aceh Tampung Ribuan Ton Beras Bulog untuk Bantuan Pangan Awal 2026

0
Gudang SRG di Pidie Aceh Tampung 2.300 Ton Beras Bulog untuk Februari-Maret 2026 (Foto: Dok/Kemendag)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menteri Perdagangan, Budi Santoso, melaporkan gudang Sistem Resi Gudang (SRG) di Kabupaten Pidie, Aceh, saat ini dimanfaatkan untuk menyimpan cadangan beras milik Perum Bulog sebanyak 2.300 ton. Stok tersebut disiapkan guna mendukung program bantuan pangan periode Februari–Maret 2026.

“Gudang-gudang SRG saat ini dimanfaatkan Bulog yang membutuhkan dukungan infrastruktur penyimpanan yang memadai. SRG telah menjadi bagian penting dalam memperkuat cadangan pangan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (23/2/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan langsung, pemanfaatan gudang SRG tidak hanya dilakukan di Kabupaten Pidie. Di Provinsi Aceh, fasilitas serupa juga digunakan untuk penyimpanan beras Bulog di Kabupaten Pidie Jaya dengan kapasitas 1.817 ton serta di Kabupaten Bireuen sebanyak 1.394 ton.

Menurut Budi, optimalisasi pemanfaatan SRG menunjukkan peran strategis fasilitas tersebut sebagai sistem manajemen stok dalam menjaga ketersediaan sekaligus kelancaran distribusi bahan pangan.

Ia menegaskan, penggunaan gudang SRG akan dilakukan secara berkelanjutan dalam siklus pengelolaan cadangan beras nasional.

“Setelah stok tersalurkan, gudang akan diisi kembali dari panen 2026. Artinya, SRG menjadi bagian dari sistem pengelolaan cadangan pangan yang berkesinambungan,” ujar Budi.

Lebih lanjut, ia mendorong agar gudang SRG dapat dimanfaatkan lebih luas oleh Bulog untuk penyimpanan berbagai komoditas pangan, seperti gabah, beras, hingga jagung. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi bentuk optimalisasi infrastruktur logistik pangan dalam strategi penguatan cadangan nasional guna mendukung program swasembada pangan.

Sebagai informasi, Gudang SRG Kabupaten Pidie dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Tahun Anggaran 2010 oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Gudang tersebut kemudian memperoleh persetujuan sebagai gudang SRG dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Saat ini, pengelolaan gudang dilakukan oleh Koperasi Jasa Beumakmu dan dimanfaatkan sebagai fasilitas penyimpanan beras guna mendukung program swasembada pangan yang dijalankan Bulog.

Bea Cukai Langsa Salurkan Bantuan untuk Percepat Pemulihan Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

0
Personel Bea Cukai Langsa menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana di Aceh Tamiang, Sabtu (21/2/2026). (FOTO: Humas Kanwil Bea Cukai Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Bea Cukai Langsa menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai upaya mendukung proses pemulihan pascabencana.

Kepala Kantor Bea Cukai Langsa, Dwi Harmawanto, dalam keterangan yang diterima di Banda Aceh, Senin (23/2/2026), mengatakan bantuan yang diberikan berupa makanan berbuka puasa serta paket sembako guna membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat dan pemulihan.

“Distribusi bantuan dilakukan dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan di lapangan, serta berkoordinasi dengan pihak terkait setempat. Dukungan akan terus diupayakan secara bertahap sesuai kebutuhan warga terdampak,” katanya.

Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat terdampak di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Sabtu (21/2). Penyaluran dilakukan langsung di posko pengungsian warga.

Menurut Dwi Harmawanto, kegiatan ini merupakan bagian dari program Bea Cukai Peduli sebagai bentuk dukungan kemanusiaan berkelanjutan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam. Hingga kini, proses pemulihan di Kabupaten Aceh Tamiang masih terus berlangsung.

“Sejumlah warga masih bertahan di tenda pengungsian sembari menunggu kondisi hunian dan lingkungan kembali aman serta layak ditempati,” kata Dwi Harmawanto.

Ia menambahkan, masa pemulihan pascabencana membutuhkan perhatian serta sinergi berbagai pihak agar masyarakat yang terdampak bencana pada akhir November 2025 dapat kembali beraktivitas secara bertahap dalam kondisi aman dan kondusif.

“Kami berharap bantuan tersebut membantu meringankan beban warga terdampak bencana serta menjaga semangat kebersamaan selama proses pemulihan berlangsung,” kata Dwi Harmawanto.

Wagub Aceh Dorong Pemerintah Pusat Percepat Pembangunan Hunian Tetap Pascabencana

0
Wagub Aceh Dorong Pemerintah Pusat Percepat Pembangunan Hunian Tetap Pascabencana. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | Jakarta – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE meminta pemerintah pusat menjadikan percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) sebagai program prioritas nasional dalam penanganan dampak banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Permintaan tersebut disampaikan Fadhlullah dalam pertemuan bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), serta Menteri Sosial (Mensos) di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Dalam rapat itu, Fadhlullah menekankan bahwa kebutuhan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh masih sangat besar dan belum sebanding dengan rencana pembangunan yang tersedia saat ini.

Berdasarkan data kebutuhan huntap sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati/Wali Kota atau SK BNBA, total rumah rusak dan hilang di Aceh mencapai 246.484 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 97.936 unit masuk kategori rusak berat dan hilang.

Sementara itu, hingga 18 Februari 2026, rencana sementara pembangunan huntap baru mencapai 9.246 unit atau sekitar 9,4 persen dari total kebutuhan. Adapun usulan rencana aksi (Renaksi) Kementerian PUPR/PKP mencakup pembangunan 21.590 unit rumah atau sekitar 22 persen dari kebutuhan keseluruhan.

“Gap antara kebutuhan dan rencana pembangunan masih sangat besar. Karena itu kami meminta dukungan penuh pemerintah pusat agar percepatan pembangunan huntap di Aceh menjadi prioritas nasional,” ujar Fadhlullah dalam paparannya.

Ia juga mengusulkan agar pembangunan huntap tidak dilakukan secara bertahap, melainkan melalui skema konstruksi paralel. Skema tersebut memungkinkan proses penyediaan lahan, penyusunan detail engineering design (DED), hingga pembangunan fisik dilakukan secara bersamaan. Selain itu, Fadhlullah mendorong penugasan langsung kepada BUMN Karya agar percepatan pembangunan dapat dilakukan melalui pola cluster construction.

Fadhlullah turut menyoroti pentingnya sinkronisasi data pembangunan huntap melalui sistem satu data (single data) yang berbasis JITUPASNA, BNBA, serta hasil verifikasi lapangan. Hal ini menyusul terbitnya SK Kemendagri Nomor 300.2.8-168/2026 yang menjadi acuan penetapan data final.

Menurutnya, data final tersebut harus menjadi dasar resmi dalam penganggaran agar tidak terjadi tumpang tindih program maupun kekurangan alokasi pembangunan.

Dalam kesempatan itu, Wagub Aceh juga memaparkan progres pembangunan huntap melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara. Salah satunya rencana pembangunan 500 unit rumah tipe 36 di Desa Tanjung Seumantoh, Aceh Tamiang, serta pembangunan ratusan unit rumah di sejumlah desa di Aceh Utara yang saat ini masih berada pada tahap pembersihan lahan dan finalisasi pembebasan lahan.

Selain percepatan pembangunan, Fadhlullah meminta dukungan anggaran masa transisi bagi masyarakat terdampak yang masih menempati hunian sementara (huntara) maupun tenda, agar mereka dapat segera menempati rumah permanen.

Pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan langkah konkret dalam percepatan pembangunan hunian tetap, penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH), serta penguatan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.

Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah Pimpin Safari Ramadan Perdana Pemko Banda Aceh di Masjid Oman Al-Makmur

0
Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah Pimpin Safari Ramadan Perdana Pemko Banda Aceh di Masjid Oman Al-Makmur. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, memimpin kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah perdana Pemerintah Kota Banda Aceh yang berlangsung di Masjid Oman Al-Makmur, Gampong Bandar Baru (Lampriet), Senin (23/2/2026).

Amatan Nukilan.id, agenda tahunan yang rutin digelar setiap bulan suci Ramadan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin, bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sebelum pelaksanaan Salat Tarawih, Afdhal menyerahkan bantuan kemakmuran masjid senilai Rp15 juta kepada pengurus Masjid Oman Al-Makmur. Selain itu, bantuan lain juga diberikan berupa 20 kilogram kurma, air mineral, serta ambal masjid yang berasal dari Bank Aceh Syariah.

Dalam sambutannya, Afdhal menekankan bahwa kepemimpinan sejatinya berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.

“Pemimpin harus mampu memengaruhi dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan komitmennya bersama Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal untuk terus membangun Banda Aceh, tidak hanya dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga pembinaan karakter Islami masyarakat.

“Kita ingin membangun generasi yang berakhlak dan berdaya saing secara berkelanjutan,” tambahnya.

Menurut Afdhal, salah satu persoalan utama yang masih dihadapi Banda Aceh adalah kemiskinan ekstrem yang diperkirakan mencapai sekitar 4.000 jiwa. Karena itu, pemerintah kota akan terus melakukan pendataan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah juga berencana meluncurkan aplikasi “Usahateman” yang ditujukan untuk membantu masyarakat, khususnya pelaku UMKM mikro, dalam mengembangkan usaha mereka.

Menutup sambutannya, Afdhal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan kota.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan semua pihak dan seluruh warga kota,” katanya.

Kegiatan Safari Ramadan kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustaz Fauzi Saleh, yang juga merupakan Keuchik Gampong Bandar Baru yang baru dilantik. Acara ditutup dengan pelaksanaan Salat Tarawih dan Witir berjemaah bersama masyarakat setempat. (XRQ)

Reporter: Akil

Jadwal Imsakiyah di Banda Aceh Selasa, 24 Februari 2026

0
Ilustrasi imsak. (Foto: Freepik)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Mengetahui jadwal imsak dan waktu salat menjadi panduan penting bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa dengan tertib. Informasi waktu imsakiyah membantu masyarakat menentukan batas akhir sahur sekaligus mempersiapkan diri menyambut salat Subuh dan rangkaian ibadah sepanjang hari.

Berikut jadwal lengkap imsak dan salat lima waktu untuk wilayah Banda Aceh dan sekitarnya pada Selasa, 24 Februari 2026.

  • Imsak: 05.27 WIB

  • Subuh: 05.37 WIB

  • Zuhur: 12.55 WIB

  • Asar: 16.13 WIB

  • Maghrib/Buka Puasa: 18.55 WIB

  • Isya: 20.04 WIB

Jadwal ini menjadi acuan bagi masyarakat untuk memastikan batas waktu sahur, mengetahui waktu Subuh secara tepat, serta mempersiapkan aktivitas ibadah hingga waktu berbuka puasa.

Imsak dikenal sebagai tradisi yang berkembang di Indonesia sebagai penanda waktu kehati-hatian sebelum azan Subuh. Umumnya, waktu imsak ditetapkan sekitar 10 menit sebelum Subuh agar umat Muslim memiliki jeda untuk menyelesaikan sahur.

Perlu dipahami bahwa imsak bukanlah awal dimulainya puasa Ramadan. Sebaliknya, imsak berfungsi sebagai bentuk kehati-hatian (ihtiyath) agar seseorang tidak melewati masuknya waktu Subuh tanpa disadari.

Imsak bukan awal puasa, melainkan pengingat agar umat Islam bersiap menghentikan makan dan minum sebelum Subuh tiba.

Konsep jeda ini terinspirasi dari hadis riwayat Imam Bukhari yang menjelaskan adanya selang waktu antara selesainya sahur Nabi Muhammad SAW dan pelaksanaan salat Subuh. Jeda tersebut disebut setara dengan waktu membaca sekitar 50 ayat Al-Qur’an, yang kemudian diperkirakan kurang lebih 10 menit dan dijadikan rujukan praktik imsak saat ini.

Agar tubuh tetap bertenaga dari Subuh hingga Maghrib, beberapa tips sahur berikut dapat diterapkan:

  • Konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau roti gandum agar kenyang lebih lama.

  • Tambahkan sumber protein seperti telur, ikan, atau tempe untuk menjaga energi.

  • Perbanyak minum air putih dan batasi minuman manis berlebihan.

  • Hindari makanan terlalu asin yang dapat memicu rasa haus.

  • Akhiri sahur mendekati waktu imsak dan manfaatkan waktu tersebut untuk doa serta niat puasa.

Tips ini membantu masyarakat yang mencari informasi terkait batas sahur maupun waktu imsak hari ini.

Mengetahui jadwal imsak dan waktu Subuh pada 24 Februari 2026 menjadi langkah penting agar ibadah puasa berjalan lebih tertib dan khusyuk. Dengan panduan imsakiyah yang jelas, sahur dapat dilakukan tepat waktu, salat Subuh tidak terlewat, dan aktivitas Ramadan terasa lebih tenang.

Simpan jadwal ini sebagai panduan harian selama bulan puasa dan bagikan kepada keluarga maupun kerabat agar semakin banyak yang terbantu dalam menjalankan ibadah dengan baik. (XRQ)

Konsolidasi Nasional Perkuat Sinergi Pimpinan ‘Aisyiyah se-Sumatera

0
Konsolidasi Nasional Perkuat Sinergi Pimpinan ‘Aisyiyah se-Sumatera. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Bertepatan dengan 5 Ramadhan 1447 Hijriah, Pimpinan Wilayah (PW) ‘Aisyiyah Aceh mengikuti kegiatan Silaturrahim dan Konsolidasi Nasional antara Pimpinan Pusat dan seluruh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah se-Sumatera. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring dan dipusatkan di Kantor PW ‘Aisyiyah Aceh di Banda Aceh.

Pertemuan diikuti jajaran PW ‘Aisyiyah Aceh yang dipimpin langsung oleh Ketua Hj. Ashraf, M.Si., didampingi Sekretaris Hj. Sarwati serta pimpinan harian lainnya. Agenda ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyelaraskan program kerja, sekaligus memperteguh peran ‘Aisyiyah dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial, ekonomi, dan kemanusiaan di wilayah Sumatera.

Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai pemetaan organisasi tingkat wilayah dan daerah oleh Sekretaris Umum PP ‘Aisyiyah, Dr. Tri Hastuti Nur Rochimah, M.Si. Selanjutnya, materi penguatan ideologi Muhammadiyah disampaikan oleh Prof. Masyitah.

Dalam laporan perkembangan organisasi, PW ‘Aisyiyah Aceh menyampaikan capaian kelembagaan yang terus bertumbuh. Hingga saat ini telah terbentuk 22 Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA), dengan pembentukan terbaru di Kota Langsa. Selain itu, terdapat penambahan empat Pimpinan Cabang, yakni tiga di Kabupaten Aceh Utara dan satu di Kabupaten Aceh Timur. Di tingkat ranting, organisasi juga bertambah dua ranting baru di Kabupaten Aceh Selatan, yang menunjukkan penguatan struktur hingga tingkat akar rumput.

Di bidang pendidikan, Majelis Pendidikan PW ‘Aisyiyah Aceh melaporkan sejumlah capaian, di antaranya bantuan revitalisasi sekolah TK ABA serta hadirnya PKBM ‘Aisyiyah Darul Ilmi di Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar.

Pada sektor ekonomi, Majelis Ekonomi terus mengembangkan koperasi syariah dan aktif menyelenggarakan bazaar sebagai upaya pemberdayaan ekonomi umat. Adapun program Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah (SWA) masih berada pada tahap persiapan dan belum berjalan optimal.

Sementara itu, Majelis Tabligh melaporkan pelaksanaan pengajian rutin, kegiatan Training of Trainers (TOT) muballighat, serta penguatan materi Fiqih Kebencanaan sebagai respons terhadap kondisi geografis Aceh yang rawan bencana.

Perkembangan juga terlihat pada amal usaha organisasi. KBIHU Nashita Al Hujja telah dua kali menyelenggarakan kegiatan manasik haji sebagai bentuk pembinaan jamaah. Lembaga Lingkungan Hidup mengembangkan pemasaran produk ecoenzym sebagai kontribusi pelestarian lingkungan. Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di bawah Majelis Hukum terus memberikan layanan pendampingan hukum kepada masyarakat, sementara layanan Daycare Lansia menjadi salah satu program unggulan Majelis Kesejahteraan Sosial. Selain itu, Lembaga Penelitian dan Pengembangan ‘Aisyiyah Aceh telah menerbitkan Acheh Innovation and Sustainability Journal.

Melalui kegiatan silaturrahim dan konsolidasi ini, diharapkan sinergi antara Pimpinan Pusat dan seluruh PW ‘Aisyiyah se-Sumatera semakin kuat serta mampu meneguhkan komitmen ‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan yang berkontribusi nyata bagi umat dan bangsa.