Beranda blog Halaman 3

Kebakaran Kayu Sisa Banjir di Aceh Utara Meluas, Warga Minta Excavator untuk Putus Sebaran Api

0
kebakaran
Kebakaran di kayu sisa banjir. (Foto: Kompas)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Kebakaran tumpukan kayu sisa banjir yang terjadi di Desa Babah Buloh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, masih belum berhasil dipadamkan hingga memasuki hari ketiga, Jumat (29/5/2026). Kobaran api dilaporkan terus meluas dan mulai menjalar ke sejumlah desa di sekitar lokasi.

Warga setempat meminta pemerintah segera menurunkan alat berat berupa excavator untuk membuat parit pemutus api guna mencegah kebakaran semakin meluas hingga ke kawasan permukiman.

Salah seorang warga, Muhammad Yasir, mengaku khawatir api akan terus menyebar apabila tidak ada langkah penanganan tambahan yang dilakukan.

“Kami minta pemerintah memberikan exscavator agar bisa membuat parit keliling di lokasi kebakaran. Sehingga bisa memutus lidah api dan tidak menjalar ke pemukiman penduduk, sampai sekarang belum ada alat berat itu,” kata Yasir.

Menurut Yasir, saat ini api telah menjalar ke tiga desa, yakni Desa Babah Krueng, Blang Tarakan, dan Desa Lhok Bayu. Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin cemas karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari permukiman warga.

Selain meminta alat berat, warga juga berharap kayu-kayu yang belum terbakar dapat segera dimanfaatkan agar tidak menambah risiko kebakaran di masa mendatang.

“Selain itu, kami minta agar sisa kayu yang belum dibakar, diserahkan saja kepada pembuat batu bata, mereka pasti butuh kayu. Agar tidak ada lagi kebakaran, kita sangat khawatir api masuk ke pemukiman,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Utara, Fauzan, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Aceh Utara untuk mengerahkan excavator ke lokasi kebakaran.

“Kita sudah minta alat berat itu, untuk membuat parit besar memutus penyebaran api di lokasi. Sehingga api bisa dilokalisir. Apakah sudah dikirim ke lokasi, saya harus cek lagi,” katanya.

Hingga saat ini, alat berat yang diminta warga tersebut belum diketahui apakah telah tiba di lokasi kebakaran atau belum. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Aceh Utara, Jafar, juga belum memberikan tanggapan saat dimintai konfirmasi.

Sebelumnya, sedikitnya lima desa dilaporkan berada dalam ancaman dampak kebakaran, yakni Desa Babah Krueng, Rambong Payong, Blang Tarakan, Jurong, dan Lhok Bayu. Selain itu, satu unit meunasah yang berada di sekitar lokasi kebakaran juga terancam apabila api kembali meluas.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Penumpang Bandara SIM Aceh Turun 46 Persen Jelang Iduladha 1447 Hijriah

0
bandara sim
Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh. (Foto: Dishub Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – PT Angkasa Pura Indonesia (AP) Cabang Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, mencatat jumlah penumpang yang berangkat melalui bandara tersebut mengalami penurunan hingga 46 persen dibandingkan rata-rata harian selama periode Iduladha 1447 Hijriah.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara SIM, Setiyo Pramono, mengatakan hingga saat ini belum terlihat adanya peningkatan arus keberangkatan penumpang dari Bandara SIM.

“Untuk keberangkatan dari Bandara SIM masih sepi dan belum adanya kenaikan penumpang hingga saat ini,” kata Setiyo Pramono, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, penurunan jumlah penumpang tersebut diduga dipengaruhi oleh tingginya harga tiket pesawat untuk rute Banda Aceh–Jakarta yang saat ini berada pada kisaran Rp2,7 juta hingga Rp3 juta per orang.

Meski jumlah penumpang mengalami penurunan, Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Internasional SIM memastikan pelayanan kepada pengguna jasa bandara tetap berjalan secara optimal.

Setiyo menegaskan seluruh personel dan fasilitas di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda telah disiagakan untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan melalui bandara tersebut.

Selain itu, pihaknya juga memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung keselamatan penerbangan berada dalam kondisi baik dan siap digunakan selama periode libur Iduladha.

Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda di Blang Bintang, Aceh Besar, saat ini memiliki landasan pacu sepanjang 3.000 meter dengan lebar 45 meter. Area parkir pesawat di bandara tersebut mampu menampung hingga delapan unit pesawat.

Sementara itu, kapasitas terminal Bandara SIM mencapai sekitar 1,5 juta penumpang per tahun atau setara dengan sekitar 3.400 penumpang per hari.

Data tersebut menunjukkan bahwa arus keberangkatan penumpang dari Bandara SIM pada momen Iduladha tahun ini masih berada di bawah rata-rata normal, meskipun seluruh fasilitas dan layanan bandara tetap disiapkan untuk mengantisipasi potensi peningkatan penumpang dalam beberapa hari ke depan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

DPW IKM Aceh Laporkan Abu Janda ke Polda Aceh atas Dugaan Hina Suku Minangkabau

0
ikm aceh
IKM Aceh laporkan Abu Janda ke Polda Aceh (Foto: Dok. Istimewa)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Minang (IKM) Provinsi Aceh melaporkan Permadi Arya alias Abu Janda ke Polda Aceh atas dugaan penghinaan terhadap suku Minangkabau.

Laporan tersebut disampaikan oleh perwakilan DPW IKM Aceh dan telah diterima oleh pihak kepolisian. Pengurus IKM Aceh juga memperlihatkan surat tanda terima laporan sebagai bukti laporan resmi yang telah diajukan.

“Kami perwakilan dari Ikatan Keluarga Minang DPW Banda Aceh telah melakukan laporan kepada Permadi Arya alias Abu Janda yang diduga melakukan tindak pidana, telah menyinggung etnis suku Minangkabau yang menyatakan bahwa ‘Suku Sumatera Barat itu barbar’,” demikian pernyataan pengurus IKM Aceh dalam video yang diunggah melalui akun media sosial DPW IKM Aceh.

Menurut pengurus IKM Aceh, pernyataan tersebut dinilai sangat menyinggung dan melukai perasaan masyarakat Minangkabau.

“Barbar itu pasti baba, barbar itu dalam KBBI yang kita tahu adalah tidak beretika, tidak beradab. Jadi kami dari masyarakat Minangkabau sangat menentang keras dan sangat merasa terhina atas dugaan ucapan yang dilakukan oleh Permadi Arya,” katanya.

“Jadi kami dari Ikatan Keluarga Minangkabau di Povinsi Aceh telah melakukan laporan kepada Permadi Arya dan laporan kami telah diterima,” imbuhnya.

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Minang juga telah melaporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri terkait dugaan ujaran kebencian terhadap masyarakat Sumatera Barat.

Sekretaris Jenderal DPP IKM, Braditi Moulevey Rajo Mudo, menyebut laporan tersebut dibuat karena Abu Janda diduga menyebut masyarakat Sumatera Barat sebagai “suku barbar”.

“Laporan terhadap dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh saudara Permadi Arya alias Abu Janda. Beliau diduga menyampaikan ujaran kebencian terhadap masyarakat Sumatera Barat dengan menyebut ‘suku barbar’,” ujar Braditi Moulevey Rajo Mudo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (26/5).

Laporan DPP IKM tercatat dengan nomor LP/B/230/V/2026/SPKT/Bareskrim. Organisasi tersebut menilai pernyataan Abu Janda telah melukai hati masyarakat Minangkabau.

Wakil Ketua Bidang Hukum DPP IKM, Defrizal Djamaris, menjelaskan bahwa pihaknya melaporkan Abu Janda atas dugaan ujaran kebencian yang bermuatan SARA. Menurutnya, pernyataan tersebut disampaikan Abu Janda dalam sebuah pidato yang diduga berlangsung di Amerika Serikat.

“Kami laporkan dengan dugaan Pasal 242 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP (KUHP Baru). Objeknya adalah pidato saudara Permadi Arya yang diduga dilakukan di luar negeri, kemungkinan di Philadelphia, Amerika Serikat,” kata Defrizal.

Ia juga menyoroti penggunaan kata “barbar” yang ditujukan kepada masyarakat Sumatera Barat dan Jawa Barat. Menurut Defrizal, istilah tersebut memiliki konotasi yang sangat negatif berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

“Di mana di situ disebutkan bahwa masyarakat yang daerah yang intoleran itu ya, Sumbar, Jabar, itu yang ada ‘bar’, ‘bar’ di belakangnya itu dianggap masyarakat barbar, seolah itu orang barbar di sana,” tutur Defrizal.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Masuk Zona Merah, SDN 10 Linge Akan Direlokasi Demi Keselamatan Murid

0
SDN 10 Linge Akan Direlokasi Demi Keselamatan Murid. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya mempercepat pemulihan dan revitalisasi sekolah yang terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah Sumatera, khususnya di Provinsi Aceh. Langkah ini dilakukan agar proses belajar-mengajar dapat kembali berjalan optimal bagi siswa dan guru.

Berdasarkan hasil uji kelayakan dan mitigasi bencana, sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan total diketahui berada di zona merah atau kawasan yang rawan mengalami banjir berulang. Karena alasan keselamatan, pembangunan kembali sekolah di lokasi semula tidak memungkinkan untuk dilakukan.

Sebagai solusi, relokasi sekolah ke lokasi yang lebih aman dinilai menjadi langkah yang harus ditempuh. Namun, proses tersebut masih menghadapi kendala terkait ketersediaan lahan pengganti yang aman dari ancaman bencana serta berstatus bebas sengketa hukum atau clear and clean.

Salah satu sekolah yang terdampak kondisi tersebut adalah SD Negeri 10 Linge di Kabupaten Aceh Tengah. Hingga saat ini, proses pembangunan kembali sekolah masih tertunda karena persoalan lahan relokasi.

Kemendikdasmen bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Pendidikan terus melakukan koordinasi guna mencari lokasi baru yang layak dan aman untuk pembangunan ruang kelas baru bagi SD Negeri 10 Linge.

“Saat ini proses pembangunan masih terkendala lahan relokasi sekolah, namun demikian kami dari Dinas Pendidikan melakukan koordinasi dari berbagai pihak untuk segera mencari lokasi lahan, agar pembangunan ruang kelas dapat direalisasikan,” jelas Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tengah, Salimsyah.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut. Dengan demikian, para siswa SD Negeri 10 Linge dapat kembali belajar di ruang kelas permanen yang aman, nyaman, dan terbebas dari risiko bencana banjir.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kemendikdasmen yang telah menunjukkan komitmen dan perhatian besar kepada pemenuhan sarana pendidikan di daerah, harapan kami seluruh proses dapat berjalan lancar sehingga anak-anak SD 10 Linge dapat kembali belajar dengan aman, nyaman dan semangat untuk kembali meraih masa depan yang lebih baik,” tambah Salimsyah.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 10 Linge, Nurdinsyah Muhammad Sedim, mengajak masyarakat untuk bersabar dan mendukung proses relokasi sekolah yang sedang berlangsung. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan demi memastikan lokasi sekolah yang baru benar-benar aman, nyaman, dan terhindar dari kawasan rawan bencana.

“Kami berharap masyarakat dapat bersabar dan terus mendukung proses relokasi serta pembangunan sekolah demi keamanan dan kenyamanan anak-anak dalam belajar, kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen atas komitmen dan perhatiannya kepada SD Negeri 10 Linge,” ungkap Nurdinsyah.

Sebelumnya, pada masa awal tanggap darurat banjir, Kemendikdasmen juga telah menyalurkan bantuan pendidikan ke SD Negeri 10 Linge. Bantuan tersebut berupa paket perlengkapan belajar siswa (school kit) untuk menggantikan peralatan sekolah yang rusak dan hanyut terbawa arus banjir. Selain itu, pemerintah juga mendirikan sejumlah tenda darurat guna mendukung keberlangsungan kegiatan belajar sementara waktu.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

PDRB Per Kapita Aceh Besar Capai Rp45,05 Juta pada 2025, Naik Selama 12 Tahun Berturut-turut

0
Ilustrasi Produk Domestik Regional Bruto. (Foto: Freepik)

NUKILAN.ID | ACEH BESAR – Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) per kapita Kabupaten Aceh Besar mencapai Rp45,05 juta per kapita per tahun pada 2025. Capaian tersebut melanjutkan tren peningkatan yang telah berlangsung selama 12 tahun berturut-turut.

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun Nukilan, nilai PDRB per kapita Aceh Besar terus menunjukkan pertumbuhan dari tahun ke tahun. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata laju pertumbuhan tahunan atau compound annual growth rate (CAGR) tercatat sebesar 5,64 persen.

Meski masih mengalami peningkatan, laju pertumbuhan PDRB per kapita pada 2025 tercatat lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Secara historis, pertumbuhan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir terjadi pada 2023 dengan kenaikan mencapai 8,86 persen. Sementara itu, pertumbuhan terendah tercatat pada 2021 sebesar 3,92 persen.

Di tingkat Provinsi Aceh, Aceh Besar menempati posisi ketujuh daerah dengan nilai PDRB ADHB per kapita tertinggi pada 2025. Sementara dalam peringkat kabupaten/kota se-Pulau Sumatra, Aceh Besar berada di urutan ke-106.

Kota Banda Aceh masih menjadi daerah dengan PDRB per kapita tertinggi di Aceh, yakni mencapai Rp104,26 juta per kapita per tahun. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Nagan Raya dengan Rp74,57 juta per kapita per tahun, disusul Kabupaten Aceh Barat sebesar Rp71,02 juta per kapita per tahun.

Selanjutnya, Kota Lhokseumawe mencatat PDRB per kapita sebesar Rp62,54 juta per tahun, Kabupaten Aceh Tengah Rp50,10 juta, dan Kabupaten Aceh Utara Rp48,18 juta per kapita per tahun.

Sementara itu, Kabupaten Aceh Besar berada di posisi ketujuh dengan nilai Rp45,05 juta per kapita per tahun, sedikit lebih tinggi dibandingkan Kota Sabang yang mencatat Rp44,82 juta per kapita per tahun. Adapun Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Bener Meriah masing-masing membukukan PDRB per kapita sebesar Rp42,65 juta dan Rp40,35 juta per kapita per tahun.

Data tersebut menunjukkan bahwa Aceh Besar masih berada di kelompok atas daerah dengan tingkat pendapatan per kapita tertinggi di Provinsi Aceh, meskipun masih terpaut cukup jauh dari capaian Kota Banda Aceh yang menempati posisi teratas. []

Reporter: Sammy

Polres Aceh Besar Amankan Pria Terduga Pelaku Penganiayaan Menggunakan Tombak

0
Ilustrasi. (Foto: Think Stock)

NUKILAN.ID | ACEH BESAR – Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Besar mengamankan seorang pria berinisial YS (53) yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam berupa tombak babi di Desa Ujong Keupula, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Besar, AKP Teguh Prasetyo, mengatakan penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan laporan polisi yang diterima dari Mahyudin (33) terkait insiden yang menimpa Habibullah (32).

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 00.00 WIB saat korban baru saja pulang dari sebuah warung kopi dan hendak memasuki rumahnya.

Menurut Teguh, korban terkejut ketika mendapati seseorang telah berada di halaman rumahnya. Orang tersebut kemudian diketahui merupakan YS yang membawa sebilah tombak babi.

“Saat hendak masuk ke pekarangan rumahnya, korban melihat seseorang sudah berada di dalam halaman rumah. Pelaku diketahui berinisial YS dengan membawa senjata tajam berupa satu batang tombak babi,” kata Teguh dalam keterangannya kepada Nukilan, Jumat (29/5/2026).

Ia menjelaskan, ketika korban membuka pagar rumah, pelaku diduga mendekati korban dan menyorotkan cahaya senter ke arah wajahnya. Tak lama kemudian, pelaku langsung mengarahkan tombak ke tubuh korban.

Korban berupaya menangkis serangan tersebut menggunakan tangan kanan sehingga mengalami luka robek cukup panjang. Selain itu, korban juga mengalami luka tusuk di bagian paha kiri akibat serangan berikutnya.

Merasa keselamatannya terancam, korban kemudian berusaha merebut senjata dari tangan pelaku hingga terjadi perkelahian.

“Terjadilah perkelahian saat keduanya memperebutkan tombak tersebut. Pelaku sempat memukul wajah sebelah kiri korban hingga memar. Korban kemudian membalas dengan memukul wajah pelaku sebanyak dua kali hingga pelaku terjatuh dan tidak sadarkan diri,” ujar Teguh.

Usai kejadian, warga sekitar memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, YS juga dibawa ke rumah sakit yang sama guna menjalani penanganan medis dengan pengawalan petugas kepolisian.

Saat ini, terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Satreskrim Polres Aceh Besar untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

“YS beserta barang bukti telah diamankan dan saat ini proses penyidikan masih terus berjalan,” kata Teguh.

Penyidik menjerat YS dengan Pasal 466 ayat (1) subsider Pasal 468 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). []

Reporter: Sammy

FDP Distribusikan 54 Hewan Kurban ke Wilayah Perbatasan Aceh-Sumut

0
FDP
FDP Distribusikan 54 Hewan Kurban ke Wilayah Perbatasan Aceh-Sumut. (Foto: Humas FDP)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Forum Dakwah Perbatasan (FDP) menyalurkan sebanyak 54 hewan kurban ke wilayah perbatasan Aceh-Sumatera Utara pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah/2026.

Koordinator Penyaluran Hewan Kurban FDP, Zulkarnaini, mengatakan jumlah hewan kurban yang disalurkan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

“Alhamdulillah hewan kurban yang kita salurkan terus meningkat setiap tahunnya. Ini menunjukkan umat Islam Aceh dan Indonesia begitu peduli dengan kondisi umat Islam di perbatasan,” kata Zulkarnaini di Banda Aceh, Kamis.

Ia menjelaskan, pada tahun 2025 lalu FDP menyalurkan sebanyak 8 ekor sapi serta 52 ekor kambing dan domba ke 22 desa di kawasan perbatasan.

Sementara pada tahun 2026, FDP menyalurkan 54 hewan kurban yang terdiri atas 51 ekor kambing dan 3 ekor sapi untuk 14 desa.

Menurutnya, para penyumbang hewan kurban berasal dari berbagai kalangan, mulai dari dokter, akademisi, pedagang hingga masyarakat umum.

Zulkarnaini menilai tingginya minat masyarakat untuk menyalurkan kurban ke wilayah perbatasan dan pedalaman Aceh-Sumatera Utara menunjukkan besarnya kepedulian umat Islam terhadap kondisi saudara-saudara Muslim di daerah terpencil.

Menurut dia, masyarakat Muslim di kawasan perbatasan masih tertinggal dari sisi wawasan keislaman dibandingkan masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan.

“Fokus utama target pengiriman kurban adalah ke kawasan-kawasan yang telah ditempati para dai dari FDP,” katanya.

Sementara itu, Ketua FDP Aceh dr Nurkhalis mengatakan hingga saat ini terdapat sedikitnya 13 dai yang menjalankan tugas dakwah di sejumlah wilayah perbatasan Aceh dan Sumatera Utara.

Di Aceh, para dai tersebut bertugas di Aceh Tenggara, khususnya Kecamatan Leuser, serta di Aceh Singkil dengan fokus pembinaan di Pulau Banyak.

Sedangkan di Sumatera Utara, wilayah dakwah meliputi Kabupaten Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat.

Selain itu, kawasan lain yang menjadi target penyaluran hewan kurban meliputi Kecamatan Danau Paris, seperti Desa Biskang, Situbuh-tubuh, Sikoran, Situban, Lae Balno, Dusun Pancur Arang, Desa Napagaloh, serta sejumlah desa lainnya di luar Kecamatan Danau Paris.

Sebelumnya, FDP bersama Baznas juga menyerahkan bingkisan kepada 20 mualaf di Aceh Singkil dan Subulussalam sepekan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Ketua DPW NasDem Aceh Irsan Sosiawan Kembali Berkurban di Aceh Tengah

0
nasdem aceh
Ketua DPW NasDem Aceh Irsan Sosiawan Kembali Berkurban di Aceh Tengah. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAKENGON — Ketua DPW Partai NasDem Aceh, Irsan Sosiawan Gading kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat Aceh Tengah melalui kegiatan kurban pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Anggota DPR RI tersebut diketahui hampir setiap tahun menyalurkan hewan kurban melalui pengurus DPD Partai NasDem Aceh Tengah sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat.

Di tengah kondisi masyarakat yang masih menghadapi berbagai keterbatasan akibat bencana, penyaluran hewan kurban tersebut menghadirkan suasana haru dan penuh makna, baik bagi keluarga besar Partai NasDem Aceh Tengah maupun masyarakat sekitar.

Ketua DPD Partai NasDem Aceh Tengah, Win Konadi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang terus diberikan Irsan Sosiawan kepada masyarakat Aceh Tengah.

Menurutnya, kepedulian tersebut bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi bentuk ketulusan yang terus dirasakan masyarakat hingga saat ini.

“Alhamdulillah, di tengah keadaan masyarakat yang masih menghadapi banyak kesulitan, beliau tetap mengingat Aceh Tengah,” katanya.

“Ini bukan pertama kali Ketua DPW Partai NasDem Aceh menyalurkan hewan kurban ke daerah kami. Bagi kami, ini bukan hanya tentang hewan kurban, tetapi tentang kepedulian dan kehadiran seorang pemimpin yang tidak melupakan masyarakatnya,” sambungnya.

Ia menilai perhatian yang terus diberikan tersebut menjadi penyemangat bagi kader partai maupun masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan saling membantu di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya membaik.

Menurutnya, momentum Idul Adha juga mengajarkan makna pengorbanan, keikhlasan, serta kepedulian terhadap sesama.

“Kadang yang membuat masyarakat tersentuh bukan besar kecilnya bantuan, tetapi bagaimana mereka merasa masih diperhatikan dan tidak ditinggalkan,” ungkapnya.

“Kehadiran kurban ini membawa kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat. Kami berharap semangat berbagi dan kepedulian seperti ini terus hidup di tengah kehidupan sosial kita,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRK Aceh Tengah, Wahyuddin turut mengapresiasi ketulusan Ketua DPW Partai NasDem Aceh yang dinilai tetap istiqamah berbagi dengan masyarakat Aceh Tengah.

Menurutnya, sikap tersebut dapat menjadi teladan bagi seluruh kader Partai NasDem untuk terus hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya pada momen Idul Adha yang sarat nilai kemanusiaan dan kebersamaan.

Kegiatan penyembelihan hewan kurban itu juga dihadiri Wakil Ketua I DPRK Aceh Tengah H. Hamdan, Sekretaris Fraksi NasDem Genap, anggota Fraksi NasDem Nove Alfirzan, mantan Sekdes Desa Melala Ramli, serta mantan Kepala Kampung Linung Bulen II Miswandi dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Muslim Ayub: Badan Koordinasi Otsus Penting untuk Pemerataan Pembangunan Aceh

0
muslim ayub
Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Muslim Ayub. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Muslim Ayub, menilai pembentukan badan koordinasi pengelolaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh menjadi langkah penting untuk mendorong pemerataan pembangunan serta meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran di seluruh wilayah Aceh.

Menurutnya, badan koordinasi tersebut dapat menjadi instrumen pengawasan dan perencanaan yang mampu menjawab berbagai persoalan distribusi Dana Otsus yang selama ini masih dirasakan belum merata.

Muslim menyebutkan, keberadaan badan koordinasi menjadi salah satu substansi yang berkembang dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Ia berharap badan tersebut nantinya mampu memperkuat tata kelola Dana Otsus agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Aceh.

“Badan ini merupakan permintaan dari berbagai fraksi dalam pembahasan. Kami berharap badan ini bisa terbentuk sehingga pengawasan dan perencanaan penggunaan dana otonomi khusus menjadi lebih efektif,” ujar Muslim saat diwawancarai Parlementaria di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan, badan koordinasi itu diusulkan dipimpin langsung oleh Gubernur Aceh secara ex officio. Sementara unsur keanggotaannya melibatkan berbagai kalangan, mulai dari akademisi, tokoh masyarakat, politisi, hingga perwakilan wilayah di Aceh.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut dinilai penting agar setiap daerah memiliki ruang untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan dan memperoleh manfaat Dana Otsus secara proporsional.

Muslim mengakui masih ada sejumlah daerah yang merasa belum menikmati pembangunan secara optimal. Karena itu, keberadaan badan koordinasi diharapkan dapat menjadi solusi dalam memperkuat pemerataan pembangunan di Aceh.

“Selama ini ada daerah-daerah yang merasa termarjinalkan. Misalnya Sabang, Simeulue, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Gayo Lues, hingga Subulussalam. Dengan adanya keterwakilan wilayah dalam badan ini, mereka dapat ikut mengawasi sekaligus merencanakan penggunaan dana otonomi khusus,” tegas Politisi asal Dapil Aceh I itu.

Menurutnya, mekanisme tersebut akan membuat alokasi Dana Otsus lebih mempertimbangkan kebutuhan riil masing-masing daerah, baik berdasarkan jumlah penduduk, luas wilayah, maupun tingkat kebutuhan pembangunan.

Legislator Fraksi Partai NasDem itu juga menambahkan, badan koordinasi nantinya dapat menjadi forum bersama dalam menyelaraskan perencanaan pembangunan agar tidak terjadi ketimpangan antarwilayah di Aceh.

“Dengan adanya badan ini, saya yakin dana otonomi khusus akan lebih merata dinikmati masyarakat, termasuk masyarakat pesisir maupun daerah-daerah yang selama ini membutuhkan perhatian lebih besar,” katanya.

Muslim menegaskan, pengaturan lebih lanjut terkait badan koordinasi tersebut nantinya akan dituangkan dalam qanun Aceh. Namun demikian, ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan kepercayaan kepada Aceh untuk mengelola mekanisme tersebut secara transparan dan akuntabel.

“Kami ingin memastikan dana otonomi khusus benar-benar digunakan sesuai kebutuhan masyarakat dan mampu mempercepat pembangunan di seluruh wilayah Aceh,” tutupnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Timnas Indonesia Resmi Hadir di EA Sports FC 26 dan FC Mobile

0
TIMNAS
Pemain Timnas Indonesia saat menyanyikan lagu Indonesia Raya. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Timnas Indonesia resmi menjadi bagian dari game sepak bola populer EA Sports FC 26 dan FC Mobile. Dengan hadirnya skuad Garuda di dalam permainan tersebut, para penggemar kini sudah dapat menggunakan Timnas Indonesia saat bermain EAFC26 maupun FC Mobile.

Kehadiran Timnas Indonesia di EA Sports FC 26 ditandai melalui kolaborasi antara EA Sports dan PSSI yang dikemas dalam sebuah acara bertajuk “The Garuda Club”.

Acara tersebut menjadi momentum peluncuran resmi kerja sama strategis antara PSSI dan EA Sports dalam memperluas keterlibatan sepak bola Indonesia di ranah digital sekaligus memperkenalkan sepak bola nasional ke tingkat global.

Kegiatan yang berlangsung di Bengkel Space, Jakarta, turut dihadiri tiga pemain Timnas Indonesia, yakni Thom Haye, Marselino Ferdinan, dan Witan Sulaeman.

Ketiganya tampak antusias dalam acara peluncuran tersebut. Mereka menyambut positif hadirnya Timnas Indonesia yang kini resmi dapat dimainkan di game EA Sports FC 26.

“Ya, seperti yang saya katakan, saya tahu EA sangat besar dan semua orang suka menikmati permainan ini, tetapi akan jauh lebih menyenangkan jika ini terasa lebih personal dan Anda bisa menikmatinya bersama pemain-pemain yang Anda kenal,” kata Thom Haye.

Sementara itu, Marselino mengaku senang karena Timnas Indonesia akhirnya hadir dalam game yang selama ini sering dimainkannya.

“Perasaannya senang soalnya yang saya bilang tadi saya sering main FIFA. Apalagi ada Timnas Indonesia. Tambah seru bisa pakai diri sendiri. Terus bisa kasih tahu bahwa Indonesia juga ada national team-nya di FIFA. So, sangat menarik untuk masyarakat dan Indonesia sendiri,” lanjut Marselino.

Hal serupa juga disampaikan Witan Sulaeman. Ia menilai kolaborasi antara EA Sports dan PSSI akan memberikan dampak besar bagi para penggemar sepak bola Tanah Air.

“Tentunya ini kolaborasi yang sangat baik, bisa berkolaborasi dengan PSSI. Tentunya ini juga bagus juga untuk fans kita. Kita tahu euforia sepak bola di negeri kita ini sangat-sangat tinggi, jadi untuk fans timnas khususnya pasti sangat berpengaruh juga,” tambah Witan.

Melalui kerja sama tersebut, Timnas Indonesia tidak hanya hadir dalam bentuk skuad yang bisa dimainkan. Logo resmi, jersey, hingga wajah para pemain Garuda juga akan tampil lebih realistis karena telah mengantongi lisensi resmi dari EA Sports FC.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News