Beranda blog Halaman 2

Harga Jernang Anjlok di Aceh, Petani Pidie Beralih ke Kopi dan Kakao

0
Buah Jernang. (Instagram.com/dewa_rahmana)

NUKILAN.ID | SIGLI – Para petani jernang di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh, kini menghadapi tekanan berat akibat anjloknya harga komoditas tersebut dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini memicu keresahan dan membuat banyak petani kehilangan semangat untuk melanjutkan budi daya tanaman yang sebelumnya menjadi andalan ekonomi mereka.

Biji jernang, yang selama ini dimanfaatkan sebagai bahan baku obat-obatan, kosmetika, hingga pewarna alami, kini mengalami penurunan harga yang signifikan. Rendahnya daya tawar pasar dinilai tidak lagi berpihak kepada petani, sehingga sebagian besar dari mereka memilih menghentikan budidaya.

Mengutip Media Indonesia, harga jernang kering saat ini hanya berkisar Rp30.000 per kilogram. Angka tersebut merosot tajam dibandingkan dua tahun lalu yang masih berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp130.000 per kilogram.

“Sejak tahun 2025 harganya terjun bebas. Sebelumnya masih lumayan,” ujar seorang petani, Muhammad Khaifal Al-Khudri, Minggu (12/4/2026).

Khaifal menjelaskan, biaya produksi dan tingkat kesulitan dalam membudidayakan jernang tidak lagi sebanding dengan harga jual saat ini. Tanaman jernang dikenal sulit dirawat karena sifatnya yang menjalar dan memiliki duri tajam, sehingga berisiko melukai petani saat proses perawatan maupun panen.

Pada masa kejayaannya sekitar tahun 2017 hingga 2018, harga jernang bahkan sempat menyentuh Rp350.000 per kilogram. Namun, tren penurunan terus terjadi hingga mencapai titik terendah dalam dua tahun terakhir di kisaran Rp20.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

Akibat kondisi tersebut, banyak petani di wilayah dataran tinggi Tangse mulai mengalihfungsikan lahan mereka. Tanaman jernang ditebang dan diganti dengan komoditas lain yang dinilai lebih menjanjikan secara ekonomi, seperti kopi, kakao, dan tanaman palawija.

“Harga di bawah Rp100.000 saja sudah tidak sesuai dengan biaya produksi, apalagi Rp30.000. Itu sebabnya banyak petani membuang jernang dan beralih ke tanaman lain seperti kopi, kakao, dan berbagai tanaman palawija,” tambah Khaifal.

Fenomena ini menjadi peringatan bagi sektor perkebunan di Aceh. Tanpa adanya intervensi pasar atau langkah stabilisasi harga dari pihak terkait, komoditas jernang yang sebelumnya menjadi tumpuan ekonomi masyarakat Tangse berpotensi ditinggalkan sepenuhnya oleh petani lokal.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Prakiraan Cuaca Aceh pada Senin 13 April 2026: Didominasi Hujan Ringan dan Berawan

0
Ilustrasi hujan ringan. (Foto: RRI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Aceh pada Senin (13/4/2026), yang menunjukkan dominasi kondisi hujan ringan dan berawan di sebagian besar daerah.

Informasi yang ditayangkan melalui laman resmi BMKG tersebut tidak hanya mencakup kondisi cuaca hari ini, tetapi juga prediksi untuk Selasa (14/4) hingga beberapa hari ke depan. Prakiraan ini secara rutin disampaikan guna membantu masyarakat dalam merencanakan berbagai aktivitas harian.

Mulai dari aktivitas sederhana seperti mencuci dan menjemur pakaian hingga mobilitas harian, seluruhnya dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca. Dengan memantau prakiraan ini, masyarakat diharapkan mampu mengantisipasi potensi hujan maupun kemungkinan cuaca ekstrem lainnya.

Secara umum, wilayah Aceh diperkirakan mengalami hujan ringan dan berawan dengan suhu udara berkisar antara 15 hingga 32 derajat Celsius. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi hujan masih cukup merata di berbagai wilayah.

Berikut rincian prakiraan cuaca di sejumlah kabupaten/kota di Aceh pada Senin (13/4):

  • Aceh Selatan: Hujan ringan, suhu 22–29 °C, kelembapan 71–98%
  • Aceh Tenggara: Berawan, suhu 17–25 °C, kelembapan 54–99%
  • Aceh Timur: Hujan ringan, suhu 24–30 °C, kelembapan 69–98%
  • Aceh Tengah: Berawan, suhu 16–25 °C, kelembapan 55–97%
  • Aceh Barat: Hujan ringan, suhu 24–30 °C, kelembapan 71–98%
  • Aceh Besar: Berawan, suhu 23–32 °C, kelembapan 58–97%
  • Pidie: Hujan ringan, suhu 18–26 °C, kelembapan 65–99%
  • Aceh Utara: Hujan ringan, suhu 25–31 °C, kelembapan 70–98%
  • Simeulue: Berawan, suhu 25–29 °C, kelembapan 74–94%
  • Aceh Singkil: Hujan ringan, suhu 25–30 °C, kelembapan 74–98%
  • Bireuen: Hujan ringan, suhu 24–31 °C, kelembapan 67–97%
  • Aceh Barat Daya: Hujan ringan, suhu 21–28 °C, kelembapan 68–97%
  • Gayo Lues: Hujan ringan, suhu 15–26 °C, kelembapan 52–93%
  • Aceh Jaya: Hujan ringan, suhu 23–30 °C, kelembapan 67–99%
  • Nagan Raya: Hujan ringan, suhu 23–29 °C, kelembapan 71–97%
  • Aceh Tamiang: Hujan ringan, suhu 25–31 °C, kelembapan 71–96%
  • Bener Meriah: Hujan ringan, suhu 18–24 °C, kelembapan 67–99%
  • Pidie Jaya: Berawan, suhu 20–28 °C, kelembapan 69–98%
  • Kota Banda Aceh: Berawan, suhu 26–32 °C, kelembapan 61–93%
  • Kota Sabang: Berawan, suhu 26–31 °C, kelembapan 65–90%
  • Kota Lhokseumawe: Berawan, suhu 25–30 °C, kelembapan 72–95%
  • Kota Langsa: Berawan, suhu 24–31 °C, kelembapan 67–97%
  • Kota Subulussalam: Hujan ringan, suhu 24–31 °C, kelembapan 68–96%

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca, khususnya saat beraktivitas di luar ruangan. Memantau informasi terbaru dari BMKG menjadi langkah penting agar aktivitas tetap berjalan lancar dan aman. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

AHY Hadiri Pernikahan Rassya–Cleantha

0
AHY Hadiri Pernikahan Rassya–Cleantha. (FOTO: instagram.com/agusyudhoyono)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Pernikahan Teuku Rassya Islamay Pasya dan Cleantha Islan turut dihadiri sejumlah tokoh penting nasional. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), hadir langsung dan bertindak sebagai saksi pernikahan.

Melalui unggahan di media sosial, AHY mengaku bersyukur dapat menyaksikan langsung momen sakral tersebut.

“Minggu pagi (12/4), saya dan Bung Teuku Riefky menjadi saksi pernikahan ananda Teuku Rassya Islamay Pasya dan Cleantha Islan yang berlangsung dengan penuh khidmat dalam balutan adat dan budaya khas Aceh,” tulis AHY dalam keterangan fotonya.

Suasana kekeluargaan terasa hangat dalam prosesi tersebut. Dalam foto yang beredar, Teuku Rafly Pasya tampak didampingi Nurah Sheivirah berdiri di pelaminan mendampingi sang putra.

Dari pihak mempelai wanita, keluarga besar Cleantha Islan, yakni Harry Trimulyadi dan Tina Elfrina Sari, terlihat menyambut para tamu undangan dengan suasana penuh kehangatan di sebuah hotel bintang lima.

Sejak foto-foto pernikahan keduanya beredar di media sosial, ucapan selamat pun membanjiri kolom komentar. Tidak sedikit yang memuji busana adat yang dikenakan kedua mempelai karena dinilai elegan serta mencerminkan kebanggaan terhadap budaya Aceh.

“Selamat untuk Rassya dan Cleantha! Perpaduan adat Aceh dan lokasi yang modern sangat pas, terlihat sangat elegan,” tulis salah satu netizen.

Pernikahan ini menjadi babak baru bagi Teuku Rassya dan Cleantha Islan dalam membangun rumah tangga. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Satlantas Polres Aceh Tengah Bubarkan Balap Liar di Takengon, Lima Motor Diamankan

0
Satlantas Polres Aceh Tengah Bubarkan Balap Liar di Takengon. (FOTO: korlantas.polri.go.id)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Tengah membubarkan aksi balap liar di seputaran Kota Takengon, Minggu (12/4/2026) dini hari. Dalam kegiatan tersebut, petugas turut mengamankan lima unit sepeda motor.

Patroli yang berlangsung sejak pukul 00.00 WIB hingga 05.30 WIB itu dipimpin oleh Kanit Dikyasa Ipda Heri Lahat dan Kanit Patroli Aipda Tanwir bersama sejumlah personel.

Dalam operasi tersebut, petugas menindak aksi balap liar yang dinilai meresahkan masyarakat serta berpotensi mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Dari hasil penindakan, satu unit sepeda motor jenis drag dan empat unit sepeda motor roda dua lainnya berhasil diamankan.

Kasat Lantas Polres Aceh Tengah, AKP Aiyub, mengatakan bahwa patroli tersebut merupakan langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas akibat balap liar di jalan umum.

“Selain melakukan penindakan, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat pengguna jalan agar selalu tertib berlalu lintas, baik pengendara roda dua maupun roda empat,” kata AKP Aiyub.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan patroli rutin pada waktu-waktu rawan guna menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di wilayah hukum Polres Aceh Tengah.

Satlantas Polres Aceh Tengah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban berlalu lintas serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan raya demi menekan angka kecelakaan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Teuku Rassya Resmi Menikah dengan Cleantha Islan, Tampil Elegan dengan Busana Adat Aceh

0
Teuku Rassya Resmi Menikah dengan Cleantha Islan. (FOTO: Instagram.com/agusyudhoyono)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Kabar bahagia datang dari Teuku Rassya. Aktor sekaligus pengusaha muda tersebut resmi menikahi sang kekasih, Cleantha Islan, pada Minggu (12/4/2026).

Putra sulung Tamara Bleszynski dan Teuku Rafly Pasya ini menggelar prosesi akad nikah dan resepsi secara khidmat dan megah di Hotel Raffles Jakarta. Acara tersebut mengusung konsep adat yang kental, sehingga menarik perhatian publik dan warganet.

Dalam momen sakral tersebut, pasangan pengantin tampil memukau dengan balutan busana adat Aceh. Rassya terlihat gagah mengenakan pakaian Meukasah berwarna biru tua lengkap dengan kopiah meukeutop, yang identik dengan busana bangsawan Aceh.

Sementara itu, Cleantha Islan tampil anggun dalam kebaya berwarna biru senada yang dihiasi detail payet elegan. Penampilannya semakin sempurna dengan mahkota Patam Dhoe serta hiasan kepala bernuansa keemasan, menciptakan kesan mewah namun tetap berakar pada tradisi. Pemilihan warna biru royal memberikan sentuhan modern dalam balutan adat yang kuat.

Pernikahan ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting. Agus Harimurti Yudhoyono turut hadir dan bertindak sebagai saksi dalam prosesi akad nikah tersebut. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Warga Perbatasan Aceh–Sumut Desak Pemasangan Pagar Pengaman di Jalur Jurang Lae Kombih

0
kecelakaan di Jurang Lae Kombih. (Foto : Dokumen untuk RRI)

NUKILAN.ID | SUBULUSSALAM – Masyarakat di wilayah perbatasan Aceh–Sumatera Utara mendesak pemerintah segera memasang pagar pengaman jalan di kawasan Jurang Lae Kombih, jalur vital penghubung logistik lintas provinsi yang dikenal rawan kecelakaan.

Jalur tersebut memiliki medan ekstrem, dengan tikungan tajam yang langsung berbatasan dengan jurang dalam tanpa dilengkapi pembatas jalan (guardrail) yang memadai. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan pengendara, khususnya sopir angkutan dan warga setempat yang melintas setiap hari.

Minimnya perhatian terhadap fasilitas keselamatan di kawasan itu disebut sebagai bentuk pengabaian terhadap hak dasar warga. Masyarakat menilai infrastruktur yang ada tidak sebanding dengan risiko tinggi yang dihadapi di lapangan.

“Setiap kali melintasi jalan ini, kami merasa tidak aman dan khawatir akan keselamatan jiwa kami,” ungkap Jhoni Bancin, warga Lae Ikan di perbatasan Aceh-Sumut, Sabtu (11/4/2026).

Jhoni menegaskan, tingginya angka kecelakaan di Jurang Lae Kombih bukan semata karena kelalaian manusia, melainkan akibat ketiadaan infrastruktur pengaman. Ia menilai, jatuhnya korban jiwa secara berulang seharusnya menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk segera membangun pelindung permanen di sepanjang jalur tersebut.

Menurut warga, berbagai laporan yang telah disampaikan selama ini belum membuahkan hasil nyata di lapangan. Kondisi ini bahkan memicu menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemerintah dalam mengelola jalan nasional di kawasan perbatasan.

Dalam pernyataan tertulis, masyarakat menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni pemasangan pagar pengaman di sepanjang jurang, perawatan jalan secara berkelanjutan, serta perbaikan marka jalan. Ketiga hal tersebut dinilai penting untuk menghapus stigma “jalur maut” yang selama ini melekat pada kawasan Jurang Lae Kombih.

Warga juga mendesak pemerintah pusat segera mengalokasikan anggaran darurat guna meningkatkan keselamatan di jalur tersebut, sebelum kembali terjadi kecelakaan yang merenggut korban jiwa.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Warga Jantho Ultimatum Penambang Ilegal Hentikan Aktivitas dalam 3 Hari

0
Warga Jantho Ultimatum Penambang Ilegal Hentikan Aktivitas dalam 3 Hari. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JANTHO – Warga Gampong Jalin, Kecamatan Kota Jantho, memberikan ultimatum keras kepada pelaku tambang emas ilegal yang diduga menjadi penyebab keruhnya aliran Sungai Krueng Aceh. Masyarakat hanya memberi waktu tiga hari untuk menghentikan seluruh aktivitas penambangan tersebut.

Ultimatum ini disepakati dalam rapat koordinasi yang digelar di meunasah gampong setempat dan dipimpin langsung oleh Imum Mukim, Darwin. Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Forum Keuchik, para keuchik se-Kecamatan Kota Jantho, Tuha Peut, serta perwakilan pemuda.

Dalam rapat itu, masyarakat menyatakan penolakan tegas terhadap aktivitas tambang ilegal yang masih beroperasi. Mereka menilai limbah hasil galian telah mencemari Sungai Krueng Aceh, menyebabkan air menjadi keruh setiap hari dan mengganggu kebutuhan hidup warga.

“Kami memberikan waktu 3 hari kepada para penambang untuk menghentikan kegiatan mereka secara bertahap dan total. Jika dalam batas waktu tersebut tidak ada tindakan nyata, maka warga akan turun langsung ke lapangan untuk mengambil langkah tegas,” tegas Darwin mewakili masyarakat.

Sikap ini mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen yang hadir. Mereka menilai kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dibanding aktivitas tambang yang merusak.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu respons dari para pelaku tambang terkait ultimatum yang telah disampaikan tersebut. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Satgas PRR Aceh Minta Pemda Waspadai Peringatan Cuaca Ekstrem BMKG

0
Kepala Posko Wilayah Satgas PRR, Safrizal ZA. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh meminta seluruh pemerintah daerah (Pemda) di 23 kabupaten/kota untuk serius merespons peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk periode 11–20 April 2026.

Permintaan tersebut disampaikan Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Aceh Satgas PRR, Safrizal ZA, sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diperkirakan meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Ia menegaskan bahwa peringatan tertulis BMKG tertanggal 10 April 2026 harus menjadi rujukan utama dalam memperkuat langkah mitigasi di lapangan. Hal ini berkaca dari pengalaman banjir besar pada November 2025 yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh.

“Belajar dari peringatan sebelumnya, kita harus jauh lebih waspada. Kami mengajak Pemerintah Daerah untuk segera melakukan langkah antisipasi dan mitigasi dengan memastikan daerah-daerah yang rawan bencana hidrometeorologi lebih siap menghadapi ancaman.

Fokus kita adalah meminimalisir risiko, atau bahkan mengejar target zero risk,” ujar Safrizal ZA, Sabtu (11/4/2026).

Berdasarkan analisis meteorologi, potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang di wilayah Aceh dipicu oleh pola siklonik serta suhu muka laut yang hangat di perairan barat.

Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung dalam dua fase, yakni 11–15 April dan 16–20 April 2026, yang menjadi periode krusial dalam peningkatan kewaspadaan.

Safrizal juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas lembaga, termasuk kesiapan logistik di wilayah rawan bencana serta aktivasi jalur komunikasi hingga ke tingkat desa.

Menurutnya, akurasi peringatan dini BMKG pada kejadian sebelumnya harus menjadi pelajaran agar tidak ada pihak yang lengah dalam menghadapi potensi bencana.

“Jangan menunggu bencana datang baru bertindak. Mitigasi yang matang adalah kunci utama untuk melindungi masyarakat Aceh dari dampak bencana yang berulang,” tegasnya.

Sebagai catatan, hujan ekstrem pada November 2025 lalu menyebabkan banjir besar yang berdampak pada ribuan warga dan kerusakan infrastruktur di berbagai daerah di Aceh.

Melalui peringatan dini pada April ini, Satgas PRR berharap seluruh pihak dapat memperkuat kolaborasi guna mencegah terulangnya dampak bencana serupa di masa mendatang.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Dayah Darul Quran Aceh Wisuda 74 Santri, 51 Khatam 30 Juz Al Quran

0
Kepala SMA Darul Quran Aceh, Ustaz Fauzal Azifa menyerahkan keterangan lulus kepada salah satu santri saat wisuda di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Sabtu (11/4/2026). (FOTO: Darul Quran Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dayah Darul Quran Aceh (DQA) mewisuda sebanyak 74 santri tahun ajaran 2025/2026. Dari jumlah tersebut, 51 santri di antaranya telah menyelesaikan hafalan Al Quran 30 juz. Prosesi wisuda berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Sabtu (11/4/2026).

“Santri yang diwisuda ini sebanyak 74 orang, dengan 51 lulusan telah menyelesaikan khatam Al Quran 30 juz,” kata Direktur DQA, Ustadz Hajarul Akbar.

Dalam sambutannya, Ustadz Hajarul berpesan kepada para lulusan agar senantiasa menjaga akhlak sebagai ciri khas santri, meskipun telah kembali ke tengah masyarakat.

“Terus jaga akhlak yang baik, dirikan shalat, dan menjaga hafalan Al Quran yang telah diraih selama menimba ilmu di dayah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Wakaf Haroen Aly, Prof Muhammad Yasir Yusuf, berharap para lulusan mampu menjadi pribadi yang saleh serta mengamalkan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami, para lulusan kelak menjadi generasi qurani. Jika suatu saat telah sukses, kami berharap dapat kembali ke DQA untuk berkontribusi dan melanjutkan estafet perjuangan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan wali santri, Prof Mustanir, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pihak yayasan serta pengelola dayah atas pembinaan yang telah diberikan kepada para santri.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas dedikasi para pengurus. Semoga ilmu dan pembinaan yang diterima anak-anak kami dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan tetap berada dalam koridor keislaman,” demikian Prof Mustanir.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Unmuha Catat Sejumlah Prestasi Akademik pada Wisuda ke-50

0
Lulusan Terbaik Program Sarjana dan Magister Universitas Muhammadiyah Aceh pada wisuda ke-50 (Foto: Humas UNMUHA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) mencatat berbagai capaian prestasi akademik dalam momentum Sidang Terbuka Wisuda Sarjana dan Magister ke-50 yang digelar di Unmuha Convention Center (UCC) Ahmad Dahlan, Sabtu (11/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, pihak kampus memaparkan sejumlah indikator peningkatan kualitas akademik, mulai dari capaian sumber daya manusia hingga prestasi mahasiswa di tingkat internasional.

Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh, Dr. Aslam Nur, M.A., menyampaikan bahwa pada semester ini terdapat tiga mahasiswa yang berhasil menyelesaikan program doktor. Dengan tambahan tersebut, jumlah dosen bergelar doktor di lingkungan kampus kini mencapai 58 orang atau sekitar 25 persen.

“Pertama, di semester ganjil ini ada tiga orang mahasiswa yang menyelesaikan program doktor, sehingga jumlah dosen kami yang bergelar S3 mencapai 58 orang atau sekitar 25 persen. Selain itu, ada lima mahasiswa yang sedang magang di Taiwan dan 25 mahasiswa mengikuti student mobility ke Malaysia, serta capaian penghargaan golden winner SINTA dari Kemendikti Saintek.” ujar Aslam Nur.

Selain peningkatan jumlah dosen bergelar doktor, Unmuha juga mencatat prestasi lain, seperti penghargaan sebagai industri terbaik serta predikat golden winner SINTA dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Di tingkat internasional, mahasiswa Unmuha juga menunjukkan perkembangan positif melalui program magang di Taiwan serta partisipasi dalam student mobility ke Malaysia.

Pada wisuda ke-50 ini, Universitas Muhammadiyah Aceh meluluskan sebanyak 262 mahasiswa yang berasal dari tujuh program studi strata satu dan satu program pascasarjana.

Melalui capaian tersebut, pihak kampus berharap dapat terus meningkatkan daya saing lulusan sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia unggul.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News