Beranda blog Halaman 2

UIN Ar-Raniry Digitalisasi Manuskrip Al-Qur’an Ulama Aceh Berusia 180 Tahun

0
Manuskrip Al-Qur’an peninggalan ulama Aceh, Teungku Chik Lampaloh atau Syekh Abdurrahman Lampaloh, yang diperkirakan telah berusia sekitar 180 tahun kini mulai menjalani proses digitalisasi. (Foto: UINAR)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Manuskrip Al-Qur’an peninggalan ulama Aceh, Teungku Chik Lampaloh atau Syekh Abdurrahman Lampaloh, yang diperkirakan telah berusia sekitar 180 tahun kini mulai menjalani proses digitalisasi. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga warisan intelektual Islam Nusantara agar tetap bisa dipelajari meski kondisi fisik naskah terus mengalami penurunan.

Manuskrip yang ditulis tangan itu tidak hanya berisi ayat-ayat Al-Qur’an. Sejumlah catatan yang terdapat di dalamnya turut menyimpan informasi mengenai perkembangan tradisi keilmuan Islam, hubungan antarpemilik atau jaringan pengetahuan, serta kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Aceh pada masa lalu.

Digitalisasi manuskrip tersebut menjadi bagian dari penelitian Nurrahmi, mahasiswa Program Doktor Studi Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh.

Penelitian dengan judul From Manuscript to Digital Heritage: Preserving Nusantara Islamic Knowledge through the Digitalization of the Teungku Chik Lampaloh Manuscript (The Descendants Effort in Safeguarding Ancestor Master Piece) itu dipresentasikan pada 10th International Library and Information Science Society Conference (I-LISS) 2026 di Universiti Teknologi MARA (UiTM), Shah Alam, Selangor, Malaysia, 26–28 Agustus 2026.

Riset tersebut dilakukan bersama Mujiburrahman, Syamsul Rijal, Zubaidah, dan Fathin Zhafira Fauzi.

Nurrahmi menjelaskan digitalisasi diperlukan karena kondisi manuskrip mulai rentan. Beberapa lembar telah mengalami kerapuhan, sedangkan tinta pada sejumlah bagian juga mulai kehilangan kejelasannya.

“Digitalisasi bukan hanya mengubah manuskrip menjadi bentuk digital, tetapi juga menjadi upaya menjaga pengetahuan yang terkandung di dalamnya agar tetap dapat dipelajari dan diwariskan,” kata Nurrahmi dalam pemaparannya.

Ia menyebutkan, salah satu persoalan dalam menjaga manuskrip lama adalah material yang digunakan pada masa pembuatannya. Tinta berbasis besi, yang umum digunakan pada periode tersebut, dapat menyebabkan korosi pada media kertas seiring berjalannya waktu.

Karena itu, digitalisasi bukan sekadar membuat salinan elektronik. Arsip digital memungkinkan masyarakat dan peneliti mengakses informasi tanpa harus terlalu sering berinteraksi langsung dengan manuskrip asli.

Cara tersebut dapat membantu menekan potensi kerusakan fisik sekaligus memastikan informasi yang terdapat di dalam naskah tetap tersedia untuk penelitian dan pembelajaran di masa mendatang.

Tiga Tahapan Digitalisasi Manuskrip

Dalam penelitian tersebut, tim menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu pra-digitalisasi, digitalisasi, dan pasca-digitalisasi.

Tahap awal mencakup proses menentukan manuskrip yang akan didigitalisasi, memastikan status kepemilikan dan hak cipta, mendata informasi bibliografi, serta mempersiapkan perangkat yang dibutuhkan.

Berikutnya, proses digitalisasi dilakukan melalui pemotretan atau pengambilan citra manuskrip, pengecekan kualitas gambar, pembuatan file master, pengelolaan metadata, hingga konversi format file.

Setelah proses pengambilan dan pengolahan citra selesai, hasil digitalisasi kemudian dikemas dan dicatat sebagai bagian dari tahap pasca-digitalisasi.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rangkaian proses tersebut dapat membantu mengurangi ancaman kerusakan terhadap manuskrip, termasuk terhadap unsur paratekstual yang terdapat di dalamnya.

Proses itu juga menghasilkan surrogate digital berkualitas tinggi yang dapat digunakan untuk mempertahankan informasi manuskrip dalam jangka panjang.

Tim peneliti turut menyusun kerangka kerja yang mengintegrasikan pelestarian fisik, pengelolaan metadata, serta distribusi pengetahuan. Kerangka tersebut dinilai dapat menjadi acuan bagi perpustakaan, museum, arsip, maupun institusi lain yang menangani warisan budaya.

Catatan Pinggir Ungkap Jejak Keilmuan Ulama Aceh

Manuskrip Teungku Chik Lampaloh sebelumnya juga telah diteliti oleh peneliti UIN Ar-Raniry bersama Al-Azhar University.

Penelitian tersebut tidak hanya melihat teks utama manuskrip, tetapi juga menelaah berbagai bagian parateks, termasuk catatan di bagian tepi halaman, kolofon, anotasi, serta keterangan lain yang menyertainya.

Informasi dari bagian-bagian tersebut dinilai penting untuk memahami bagaimana proses pembelajaran dan penyebaran ilmu berlangsung, termasuk hubungan antarpelaku keilmuan, transmisi pengetahuan, serta kondisi sosial-keagamaan masyarakat ketika manuskrip tersebut dibuat.

Dengan demikian, proses digitalisasi bukan hanya berkaitan dengan penyelamatan benda bersejarah. Lebih jauh, langkah tersebut turut mempertahankan rekaman mengenai perjalanan pengetahuan Islam di Aceh hampir dua abad silam.

Dalam forum I-LISS 2026, Nurrahmi memperlihatkan kondisi dan kandungan manuskrip melalui sebuah video dokumenter. Materi tersebut antara lain menghadirkan penjelasan Masykur selaku Direktur Pedir Museum Aceh serta Abdullah Maulani dari DREAMSEA.

Masykur diketahui terlibat dalam upaya dokumentasi sekaligus memperkenalkan manuskrip tersebut kepada masyarakat melalui Pedir Museum. Sementara Abdullah Maulani memberikan pandangan berdasarkan pengalamannya dalam mendokumentasikan manuskrip melalui DREAMSEA.

Selain dokumentasi manuskrip, presentasi tersebut juga memperkenalkan prototipe rumah digital yang dipersiapkan sebagai tempat penyimpanan lembaran manuskrip yang telah dialihkan ke bentuk digital.

Sekretaris Program Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Zubaidah, turut mendampingi Nurrahmi selama mengikuti konferensi tersebut.

Penelitian yang dipresentasikan Nurrahmi mendapat apresiasi dari President I-LISS, Namtip Wipawin, serta menarik perhatian para peserta konferensi.

Peneliti UIN Ar-Raniry Bawa Perspektif Aceh ke Forum Internasional

I-LISS 2026 digelar oleh Faculty of Information Science, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Selangor Branch, Puncak Perdana Campus, bersama Jabatan Perpustakaan UiTM dan International Library and Information Science Society.

Mengusung tema Thriving Through Transformation: Innovative, Digital, and AI-Driven Futures for Librarianship, konferensi tersebut menjadi ruang pertemuan bagi akademisi, peneliti, pustakawan, tenaga pendidik, serta profesional di bidang ilmu perpustakaan dan informasi dari berbagai negara.

Selain Nurrahmi, dua peneliti UIN Ar-Raniry lainnya, yakni Nazaruddin dan Mukhtaruddin, juga tampil sebagai presenter dalam konferensi internasional tersebut.

Nazaruddin membawa penelitian berjudul From HI to AI: Repositioning Libraries in the Evolution of Human and Artificial Intelligence.

Riset itu mengulas perubahan sistem temu kembali informasi dari pendekatan yang mengandalkan kecerdasan manusia (Human Intelligence/HI) menuju pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Dalam pemaparannya, Nazaruddin membandingkan perkembangan perpustakaan pada masa penerapan Dewey Decimal Classification (DDC) dengan kondisi perpustakaan di era kecerdasan buatan.

Pada periode DDC, proses pengelolaan dan pencarian informasi masih banyak mengandalkan sistem klasifikasi, penomoran manual, katalog berbentuk kartu, pencarian koleksi secara langsung di rak, serta komunikasi tatap muka antara pustakawan dan pengguna.

Berbeda dengan itu, perpustakaan pada era AI bergerak menuju sistem informasi yang lebih terhubung melalui katalog digital atau Online Public Access Catalog (OPAC), jaringan global, sistem rekomendasi berbasis AI, pencarian semantik, analisis data pengguna, hingga integrasi dan anotasi katalog secara digital.

Menurut penelitian Nazaruddin, perubahan tersebut bukanlah proses yang muncul secara mendadak. Sebelum teknologi AI berkembang pesat, perpustakaan telah lebih dahulu membangun sistem pengorganisasian pengetahuan dan mekanisme temu kembali informasi yang kemudian menjadi bagian dari fondasi perkembangan sistem informasi cerdas.

Riset itu juga mengidentifikasi adanya celah dalam penelitian sebelumnya. Perpustakaan lebih sering dipandang sebagai lembaga yang sekadar mengadopsi teknologi AI, sementara perannya dalam sejarah pengembangan sistem temu kembali informasi dan kontribusinya terhadap lahirnya sistem informasi cerdas belum banyak dikaji.

Nazaruddin menilai forum internasional tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan hasil penelitian sekaligus membawa perspektif Aceh ke tingkat akademik global.

“Konferensi internasional bukan hanya ruang untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga kesempatan untuk membangun jejaring, bertukar gagasan, dan membawa perspektif lokal Aceh ke dalam diskursus global bidang perpustakaan dan ilmu informasi,” ujarnya.

Keikutsertaan para peneliti UIN Ar-Raniry dalam I-LISS 2026 memperlihatkan bahwa pelestarian pengetahuan tidak berhenti pada upaya menyimpan dokumen. Warisan intelektual perlu dirawat, dikaji, didigitalisasi, dan diperkenalkan ke ruang pertukaran pengetahuan yang lebih luas agar tetap dapat diakses dan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Kurang dari 24 Jam, Jalan Berlubang di Gampong Mulia Banda Aceh Diperbaiki

0
Lubang-lubang di badan jalan depan Gudang Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan (DLHK3) Kota Banda Aceh, Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, kini telah ditutup. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Lubang-lubang di badan jalan depan Gudang Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan (DLHK3) Kota Banda Aceh, Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, kini telah ditutup.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banda Aceh memperbaiki bagian jalan yang rusak tersebut dengan aspal.

Pantauan pada Sabtu sore, 29 Agustus 2026, menunjukkan sejumlah lubang yang sebelumnya berada di jalur menuju Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Gampong Mulia telah diperbaiki. Besi yang sebelumnya mencuat dari permukaan badan jalan juga sudah tidak terlihat.

Sebelumnya, kondisi jalan di lokasi tersebut cukup memprihatinkan. Lubang dengan kedalaman cukup parah terdapat di sejumlah titik dan menjadi ancaman bagi pengguna jalan yang melintas. Kondisi itu semakin berisiko ketika pengendara melintas pada malam hari.

Perbaikan dilakukan setelah kerusakan tersebut dilaporkan kepada pihak terkait. Warga yang sering melintas di jalan tersebut, Akil Rahmatillah, mengatakan respons pemerintah terbilang cepat.

Ia mengatakan semula berharap perbaikan dilakukan dengan mengaspal seluruh bagian jalan yang mengalami kerusakan. Namun, menurut dia, penambalan pada titik-titik yang berlubang sudah cukup untuk mengurangi risiko bagi pengguna jalan.

“Walaupun ekspektasi saya jalan ini akan full aspal tapi ternyata tidak hanya menambal yang berlubang saja, namun saya pikir boleh lah,” kata Akil.

Menurut Akil, hal yang paling penting dari perbaikan tersebut adalah kecepatan pemerintah menindaklanjuti laporan warga. Ia menyebut perbaikan dilakukan tidak sampai 24 jam setelah kerusakan dilaporkan.

“Penangannya sangat cepat tak sampai 24 jam dari sejak di lapor,” ujarnya.

Akil juga mengapresiasi pihak Pemerintah Kota Banda Aceh dan DPRK Banda Aceh yang turut membantu menyampaikan laporan tersebut kepada dinas terkait.

“Terbaik memang Pemko Banda Aceh. Terimakasih juga untuk pihak DPRK sudah membantu menyampaikan ke dinas terkait. Good job Dinas PUPR Banda Aceh,” katanya.

Perbaikan itu diharapkan dapat membuat pengguna jalan lebih aman dan nyaman, terutama masyarakat yang menggunakan akses menuju Gampong Mulia dan SPBU setempat.

Meski baru dilakukan pada bagian jalan yang berlubang, penanganan tersebut setidaknya menghilangkan titik-titik yang sebelumnya berpotensi membahayakan pengendara. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Kebakaran Lahan Rumbia Terjadi di Tiga Kecamatan Aceh Besar

0
Kebakaran lahan di Aceh Besar. (Foto: Dok Damkar Aceh Besar)

NUKILAN.ID | ACEH BESAR — Empat kejadian kebakaran terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Besar dalam sehari. Tiga di antaranya melanda lahan rumbia, sementara satu kejadian terjadi pada dapur pengolahan batu bata. Tidak ada korban jiwa dalam seluruh peristiwa tersebut.

Dihimpun Nukilan dari akun Instagram Damkar Aceh Besar, kebakaran lahan rumbia terjadi di Gampong Leugeu, Kecamatan Darul Imarah, Gampong Sim, Kecamatan Blang Bintang, dan Gampong Turam, Kecamatan Darul Kamal. Luas lahan yang terbakar masing-masing diperkirakan tiga hektare, 0,1 hektare, dan sekitar 500 meter persegi.

Sementara itu, kebakaran dapur pengolahan batu bata terjadi di Gampong Lapeudaya, Kecamatan Darussalam. Bangunan yang didominasi material kayu membuat api cepat membesar di tengah cuaca panas dan angin kencang.

Damkar BPBD Aceh Besar mengerahkan sejumlah armada dan personel untuk menangani seluruh kejadian. Pemadaman dilakukan dengan bantuan masyarakat, TNI, dan Polri.

Untuk tiga kebakaran lahan rumbia, petugas menduga api berasal dari pembakaran sampah yang dilakukan tanpa pengawasan. Kondisi cuaca panas dan terik turut mempercepat penyebaran api.

Petugas mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terutama saat kondisi cuaca panas dan berangin. []

Reporter: Sammy

Harga Cabai Merah Naik, Penjualan Sembako di Banda Aceh Masih Sepi

0
Cabai Merah dijajakan di Pasar Al-Mahirah, Lamdingin, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi).

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Harga cabai merah di sejumlah pasar Banda Aceh saat ini mencapai Rp55 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp40 ribu. Di sisi lain, penjualan sembako masih sepi karena daya beli masyarakat dinilai belum banyak mengalami peningkatan.

Marzuki, salah seorang pedagang sembako di Pasar Al Mahirah Lamdingin, mengatakan kenaikan harga tidak terjadi pada sebagian besar kebutuhan pokok. Menurutnya, cabai merah menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan paling signifikan.

“Tidak banyak harga sembako yang naik. Yang paling terasa hanya cabai merah, sementara harga kebutuhan pokok lainnya masih relatif stabil,” kata Marzuki kepada Nukilan, Sabtu (29/8/2026).

Ia menyebut kenaikan harga cabai merah dipengaruhi terbatasnya pasokan dari Takengon. Sementara itu, harga cabai rawit masih berada di kisaran Rp65 ribu per kilogram. Beberapa komoditas lainnya hanya mengalami kenaikan tipis, seperti beras yang naik sekitar Rp1.000–Rp2.000 untuk kemasan lima, 10, dan 15 kilogram.

Harga telur ayam juga naik menjadi sekitar Rp53 ribu per papan, sedangkan minyak goreng mengalami kenaikan sekitar Rp200–Rp300 per liter.

Meski harga sebagian besar sembako relatif stabil, Marzuki mengatakan penjualan tahun ini masih jauh lebih sepi dibandingkan tahun sebelumnya, termasuk selama meningkatnya kebutuhan masyarakat pada momentum Maulid.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, penjualan tahun ini jauh lebih sepi. Pembeli masih sedikit dan kondisi ekonomi masyarakat menjadi faktor yang paling utama,” ujarnya.

Menurut Marzuki, kondisi tersebut membuat peningkatan permintaan yang biasanya terjadi pada momentum tertentu belum terlalu terasa di tingkat pedagang.

“Kalau sepi, tahun ini memang sangat sepi. Mudah-mudahan ke depan daya beli masyarakat kembali meningkat,” kata Marzuki. []

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Reporter: Sammy

Permintaan Ayam untuk MBG Tinggi, Stok di Pasar Banda Aceh Terbatas Saat Maulid

0
Penjual ayam di Pasar Al Mahirah Lamdingin, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Sammy)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Permintaan ayam potong untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut ikut menyebabkan stok ayam di pasar Banda Aceh terbatas pada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW.

Amri, salah seorang pedagang ayam di Pasar Al Mahirah Lamdingin, mengatakan pasokan ayam yang tersedia saat ini tidak sebanding dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat. Selain untuk kebutuhan Maulid, sebagian stok ayam juga diserap untuk kebutuhan MBG.

“Stok ayam untuk Maulid kali ini sangat terbatas. Produksi dari Medan mungkin masih seperti biasa, tetapi kebutuhannya meningkat. Sekarang banyak juga kebutuhan ayam untuk MBG, sehingga stok yang tersedia di pasar semakin terbatas,” kata Amri kepada Nukilan, Sabtu (29/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut turut memengaruhi harga ayam karena pasokan dari Medan terbatas sementara permintaan meningkat. Saat ini, ia menjual ayam potong sekitar Rp65 ribu per ekor.

“Karena stok dari Medan terbatas dan permintaan meningkat, harga ikut naik. Kami sebagai pedagang harus mengikuti harga modal,” ujarnya.

Amri mengatakan penjualan ayam selama momentum Maulid sebenarnya mengalami peningkatan. Dalam sehari, ia kini mampu menjual sekitar 50–60 ekor, dibandingkan sebelumnya sekitar 40–50 ekor.

Namun, peningkatan jumlah penjualan tersebut belum diikuti kenaikan keuntungan karena harga modal juga meningkat.

“Penjualan memang meningkat, tetapi pendapatan kami tidak ikut meningkat karena modal lebih mahal. Harga jual juga tidak bisa dinaikkan terlalu tinggi,” katanya.

Ia menilai kondisi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya permintaan masyarakat untuk kebutuhan Maulid lebih dominan, kini sebagian stok ayam juga terserap untuk memenuhi kebutuhan MBG.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, permintaan Maulid memang lebih banyak tahun lalu. Sekarang kebutuhan ayam untuk MBG juga cukup besar, sehingga banyak stok yang terserap dan barang yang tersedia untuk pedagang menjadi terbatas,” demikian disampaikan Amri. []

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Reporter: Sammy

Penjualan Daging Sapi di Pasar Al Mahirah Lamdingin Sepi pada Awal Maulid

0
Aktivitas jual-beli daging sapi di Pasar Al Mahirah, Lamdingin, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Sammy)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Penjualan daging sapi di Pasar Al Mahirah Lamdingin, Banda Aceh, pada awal momentum Maulid Nabi Muhammad SAW masih sepi. Kondisi tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya yang dinilai pedagang lebih ramai.

Helmi, salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Al Mahirah Lamdingin, mengatakan permintaan daging pada awal Maulid tahun ini belum mengalami peningkatan.

“Penjualan awal Maulid tahun ini masih sepi. Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, masih lumayan ramai tahun lalu. Saat ini memang sepi sekali,” kata Helmi kepada Nukilan, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Helmi, kondisi penjualan masih berpotensi meningkat dalam beberapa hari mendatang. Ia mengatakan biasanya permintaan daging sapi mulai ramai sejak awal pelaksanaan Maulid.

“Biasanya kalau sudah masuk Maulid, penjualan langsung ramai. Tapi kali ini memang masih sepi. Mungkin beberapa hari lagi atau di akhir bulan nanti penjualan akan meningkat, kita belum tahu,” ujarnya.

Saat ini, Helmi menjual daging sapi lokal dengan harga Rp160 ribu per kilogram. Menurutnya, harga tersebut merupakan harga yang berlaku di tingkat pedagang saat ini.

“Harga normal sebenarnya Rp170 ribu per kilogram, tetapi karena pedagang lain menjual Rp160 ribu, saya juga mengikuti harga tersebut,” katanya.

Ia menyebut stok daging yang dijualnya hingga kini masih belum habis terjual. Jika permintaan meningkat, harga daging sapi diperkirakan dapat kembali ke Rp170 ribu per kilogram.

“Ini masih banyak yang tersisa karena belum habis terjual. Kalau penjualan meningkat nanti, harganya bisa kembali Rp170 ribu per kilogram,” sebutnya. []

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Reporter: Sammy

FYV Resilience Summit Aceh 2026 Dorong Gen Z Jadi Penggerak dan Komunikator Kehutanan

0
Pusat Generasi Lestari (Pusgenri) menggelar Youth Talk dalam rangkaian Forest Youthverse (FYV) Resilience Summit Aceh 2026, Jumat (28/8/2026). (Foto: Kemenhut)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pusat Generasi Lestari (Pusgenri) menggelar Youth Talk dalam rangkaian Forest Youthverse (FYV) Resilience Summit Aceh 2026, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak muda Aceh untuk bertukar pandangan dan pengalaman terkait isu bencana hidrometeorologi, pelestarian lingkungan dan kehutanan, hingga keterlibatan generasi muda dalam aksi sosial.

Melalui agenda ini, FYV Resilience Summit Aceh mendorong Genries agar tidak hanya memiliki kepedulian terhadap isu kehutanan dan lingkungan, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai komunikator kehutanan. Peran tersebut dinilai penting untuk memastikan informasi yang berkembang di ruang digital tetap berkualitas sekaligus mendorong masyarakat terlibat dalam aksi nyata.

Amatan Nukilan.id, Youth Talk menghadirkan tiga pembicara muda dengan latar belakang berbeda. Mereka yakni Evriani Rotua Gea, mahasiswa magister Universitas Syiah Kuala sekaligus asisten dokter hewan; Jamalul, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala; serta Jihan Asyifa, anak muda yang aktif dalam berbagai kegiatan lingkungan dan pernah menjadi Duta Parlemen.

Evriani Rotua Gea membahas tantangan yang dihadapi generasi muda dalam menerima dan menyikapi informasi terkait kehutanan, lingkungan, maupun kebencanaan yang beredar di media sosial.

Ia mengingatkan agar generasi muda tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang mereka temukan di platform digital.

“Jangan langsung percaya seratus persen terhadap apa yang kita lihat di media sosial. Cari sumbernya, baca informasi lain, dan bandingkan beberapa pemberitaan sebelum mengambil kesimpulan. Kita adalah agent of change, jadi media sosial juga harus kita gunakan dengan bijak. Jangan sampai kita justru ikut menyebarkan informasi yang belum tentu benar atau ujaran kebencian,” ujar Evrina.

Selain persoalan literasi informasi, Evriani juga membagikan pengalamannya dalam memberikan edukasi mengenai satwa liar. Menurutnya, upaya konservasi masih menghadapi berbagai persepsi di tengah masyarakat.

Karena itu, generasi muda dinilai dapat berperan sebagai penghubung antara informasi mengenai satwa liar, konservasi, dan masyarakat. Dengan komunikasi yang tepat, pemahaman publik terhadap pentingnya perlindungan satwa dan lingkungan diharapkan dapat semakin meningkat.

Pembicara lainnya, Jamalul, menceritakan pengalamannya saat berkeliling Aceh selama dua bulan. Dari perjalanan tersebut, ia melihat secara langsung berbagai persoalan yang berkaitan dengan kebencanaan dan lingkungan.

Menurut Jamalul, persoalan lingkungan tidak bisa dibebankan hanya kepada satu pihak. Pemerintah, komunitas, maupun masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam menghadapi persoalan tersebut.

“Yang perlu kita bangun adalah kesadaran kolektif. Ketika kita memahami bahwa persoalan lingkungan dan bencana adalah persoalan bersama, maka kita juga akan merasa memiliki tanggung jawab untuk menjadi bagian dari solusinya,” kata Jamalul.

Sementara itu, Jihan Asyifa menekankan pentingnya keberanian anak muda untuk memulai aksi dari lingkungan terdekat. Pengalamannya dalam kegiatan penanaman pohon, kampanye melalui media sosial, hingga mengajak masyarakat terlibat menjadi contoh bahwa perubahan dapat dimulai dari tindakan sederhana.

“Masa muda adalah masa untuk berani. Kalau kita sudah tahu ada persoalan dan punya keinginan untuk melakukan sesuatu, jangan menunggu nanti. Saat ini adalah waktunya untuk bergerak,” ujar Jihan.

Pesan yang disampaikan dalam diskusi tersebut menegaskan bahwa kontribusi anak muda terhadap lingkungan di era digital tidak terbatas pada aktivitas di lapangan.

Generasi muda juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga ruang digital dengan memastikan informasi yang disebarkan akurat, membangun narasi yang positif, serta mengajak semakin banyak orang terlibat dalam upaya menjaga lingkungan.

Dengan demikian, Genries diharapkan tidak sekadar menjadi generasi yang cepat menerima informasi, tetapi juga menjadi kelompok muda yang mampu memeriksa kebenaran informasi, menyampaikan pesan kehutanan secara tepat, dan menerjemahkan kepedulian terhadap lingkungan menjadi aksi nyata. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Aceh Singkil Raih Tujuh Emas pada Kejuaraan Pencak Silat Open Sumatera Utara

0
Kontingen Aceh Singkil Boyong Enam Emas di Pencak Silat Open Sumatera Utara,19 s.d 24 Agustus 2026 (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | SINGKIL – Kontingen pencak silat Kabupaten Aceh Singkil mencatat hasil membanggakan dalam ajang Pencak Silat Open Provinsi Sumatera Utara yang digelar di Kota Medan pada 19–24 Agustus 2026.

Dalam kejuaraan tersebut, sebanyak 13 atlet asal Aceh Singkil berhasil membawa pulang total 11 medali, terdiri dari tujuh medali emas, dua perak, dan dua perunggu.

Pelatih pencak silat Aceh Singkil, Gunawan Berutu, mengatakan capaian tersebut diraih para atlet setelah mengikuti sejumlah kategori pertandingan dalam kejuaraan yang berlangsung di Sumatera Utara.

Tujuh medali emas disumbangkan oleh sejumlah atlet. Anindita Fitiya Manik, siswi SD Negeri Kuta Batu, menjadi salah satu penyumbang emas dengan meraih dua medali setelah tampil pada kategori seni dan fighter.

Kemudian, Wahyuni Harefa, siswi SMP Negeri 2 Simpang Kanan, meraih satu emas dari dua kategori yang diikutinya, yakni seni dan fighter.

Medali emas lainnya masing-masing diraih Ega Franta Manik, siswa SD Negeri Kuta Batu; Yerry Mico Pasaribu, siswa SD Negeri Siatas; Rosita Menalu, siswi SD Negeri Kuta Batu; serta Enika Letisa Br Manik, siswi SMA Negeri Unggul Subulussalam.

Selain emas, Wahyuni Harefa dan Syamsul Berutu yang merupakan mahasiswa Universitas Medan turut menyumbangkan dua medali perak.

Sementara dua medali perunggu diraih Enika Letisa Br Manik dari SMA Negeri Unggul Subulussalam dan Kipidas dari SMA Negeri 1 Simpang Kanan.

Gunawan menyampaikan apresiasi kepada para orang tua atau wali atlet yang telah memberikan dukungan selama para atlet mengikuti kejuaraan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Orang tua/wali seluruh atlet yang telah mendukung, mendoakan, dan mempercayai anak-anak kami untuk berjuang meraih prestasi,” kata Gunawan.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Aceh Singkil, serta Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Aceh Singkil dalam pembinaan dan pengembangan atlet.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam proses persiapan para atlet hingga mampu meraih prestasi pada tingkat provinsi.

“Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras, latihan tekun, serta doa dan dukungan dari semua pihak. Semoga prestasi ini menjadi kebanggaan Kabupaten Aceh Singkil dan memotivasi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi di dunia pencak silat,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Nukilan Cares Kembali Salurkan Paket Sembako, Bantu Warga di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

0
PT Nukilan Jaya Mandiri kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui program sosial Nukilan Cares dengan membagikan paket sembako kepada warga di sekitar lingkungan perusahaan, Jumat (28/8/2026), bertepatan dengan 15 Rabiul Awwal 1448 Hijriah. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — PT Nukilan Jaya Mandiri kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui program sosial Nukilan Cares dengan membagikan paket sembako kepada warga di sekitar lingkungan perusahaan, Jumat (28/8/2026), bertepatan dengan 15 Rabiul Awwal 1448 Hijriah.

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari kegiatan sosial rutin perusahaan yang telah dilaksanakan sejak 2024. Program ini ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.

PT Nukilan Jaya Mandiri kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui program sosial Nukilan Cares dengan membagikan paket sembako kepada warga di sekitar lingkungan perusahaan, Jumat (28/8/2026), bertepatan dengan 15 Rabiul Awwal 1448 Hijriah. (Foto: Nukilan)

Manajemen PT Nukilan Jaya Mandiri melalui Nandasari menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan sekitar.

“Di era ketidakpastian ekonomi saat ini, kami tetap menjaga komitmen agar kepedulian sosial tetap terjaga. Melalui program ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat,” ujarnya kepada pihak redaksi.

Ia berharap kegiatan berbagi tersebut tidak hanya memberikan manfaat secara langsung kepada penerima bantuan, tetapi juga dapat mendorong tumbuhnya solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Sejumlah warga yang menerima bantuan menyambut positif penyaluran paket sembako tersebut. Mereka menilai bantuan itu cukup membantu dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, terutama ketika harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami peningkatan.

PT Nukilan Jaya Mandiri kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui program sosial Nukilan Cares dengan membagikan paket sembako kepada warga di sekitar lingkungan perusahaan, Jumat (28/8/2026), bertepatan dengan 15 Rabiul Awwal 1448 Hijriah. (Foto: Nukilan)

Nukilan Cares merupakan program sosial berkelanjutan yang dijalankan PT Nukilan Jaya Mandiri dengan fokus pada kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Program tersebut menjadi salah satu upaya perusahaan dalam memberikan kontribusi sosial bagi lingkungan sekitar.

Perusahaan menyatakan akan terus mengembangkan kegiatan sosial tersebut sehingga jangkauan penerima manfaat dapat diperluas dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat dari berbagai kalangan. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Mukarramah Fadhlullah Pimpin Pertemuan Perdana Pengurus Perwosi Aceh

0
Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Aceh menggelar rapat perdana sekaligus silaturahmi antarpengurus di Aula Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Jumat (28/8/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Aceh menggelar rapat perdana sekaligus silaturahmi antarpengurus di Aula Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Jumat (28/8/2026). Pertemuan tersebut dipimpin langsung Ketua Perwosi Aceh, Mukarramah Fadhlullah.

Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi kepengurusan Perwosi Aceh dalam mempererat hubungan antarpengurus sekaligus menyamakan visi dan memperkuat koordinasi untuk pelaksanaan program organisasi ke depan.

Dalam pertemuan itu, Mukarramah mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan serta membangun semangat kebersamaan di antara seluruh jajaran pengurus.

Ia menyebutkan, keberadaan Perwosi Aceh bukan sebatas sebagai organisasi yang mendorong perempuan aktif berolahraga. Lebih dari itu, Perwosi memiliki peran dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat serta meningkatkan keterlibatan perempuan dalam berbagai kegiatan olahraga.

“Ini merupakan pertemuan perdana kita sebagai pengurus. Saya berharap silaturahmi ini menjadi awal yang baik untuk membangun kekompakan, komunikasi, dan semangat bersama dalam menjalankan amanah organisasi,” ujar Mukarramah.

Mukarramah turut mendorong para pengurus agar tidak pasif dan dapat menyumbangkan ide maupun tenaga sesuai dengan tugas serta bidang masing-masing. Menurutnya, keterlibatan seluruh pengurus diperlukan agar berbagai kegiatan Perwosi Aceh nantinya dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Dalam rapat tersebut, pengurus juga membicarakan sejumlah agenda organisasi, termasuk persiapan penyusunan program kerja. Penguatan koordinasi internal menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian agar setiap program dapat disusun dan dilaksanakan secara sistematis.

Mukarramah berharap Perwosi Aceh mampu memperluas kiprahnya di tengah masyarakat dan semakin dikenal sebagai organisasi yang aktif mengkampanyekan olahraga sebagai bagian dari keseharian.

“Semoga dari pertemuan ini lahir semangat baru. Kita ingin Perwosi Aceh bergerak bersama, hadir di tengah masyarakat dan mengajak lebih banyak perempuan untuk sehat, aktif, dan produktif melalui olahraga,” pungkasnya.