Beranda blog Halaman 4

Mualem Lantik Tiga Kepala SKPA, Dorong Kinerja Cepat dan Penyerapan Anggaran Maksimal

0
Mualem melantik tiga Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dalam sebuah prosesi di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat (10/4/2026). (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, melantik tiga Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dalam prosesi yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat (10/4/2026).

Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan keputusan pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Aceh.

Dalam kesempatan itu, T. Banta Nuzullah, S.Pd dipercaya sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh (Eselon II.a), Muhammad Junaidi, SH, MH sebagai Kepala Sekretariat Majelis Adat Aceh (Eselon II.b), serta Gamal Abdul Nasir, S.STP, MM sebagai Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Aceh (Eselon II.b).

Usai mengambil sumpah jabatan, Mualem menekankan pentingnya kinerja yang optimal dan penuh tanggung jawab dalam menjalankan amanah pemerintahan.

“Kerja yang baik dan bertanggung jawab. Segera selesaikan dan benahi hal-hal dalam pemerintahan,” ujar Mualem.

Ia juga menyoroti penerapan pola kerja empat hari dalam sepekan, yang menurutnya harus diimbangi dengan peningkatan produktivitas para pejabat.

“Apalagi sekarang kerja di kantor empat hari seminggu, karena itu harus dipacu,” tegasnya.

Selain itu, Mualem meminta agar para kepala SKPA mampu memaksimalkan penyerapan anggaran melalui pelaksanaan program-program yang telah direncanakan, sehingga memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

“Sebanyak mungkin habiskan anggaran, jalankan program agar anggaran tahun ini terserap semaksimal mungkin dan berdampak pada ekonomi masyarakat,” katanya.

Ia berharap para pejabat yang dilantik dapat berperan aktif dalam mendorong kemajuan Aceh selama masa jabatan ke depan.

“Ini harapan kita semua supaya Aceh lebih baik dan maju. Selama empat tahun ke depan, bapak-bapaklah yang ikut berperan mengayomi Aceh,” pungkas Mualem.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Marlina Muzakir, para Asisten Sekda Aceh, Staf Ahli Gubernur, seluruh Kepala SKPA, serta Ketua DWP Aceh Malahayati.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

BMKG Peringatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi di Aceh hingga 20 April

0
Proses perbaikan jembatan hancur terdampak bencana di Aceh (Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bencana hidrometeorologi yang mengintai wilayah Aceh pada periode 11 hingga 20 April 2026.

Peringatan tersebut disampaikan menyusul adanya dinamika atmosfer yang berpotensi memicu cuaca ekstrem di sejumlah daerah. Informasi itu tertuang dalam surat resmi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda yang diterbitkan di Banda Aceh pada 10 April 2026 dan ditujukan kepada Gubernur Aceh.

Surat bernomor e.B/ME.02.04/042/KBTJ/IV/2026 tersebut bersifat penting dengan perihal Info Siaga Bencana Hidrometeorologi.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa potensi cuaca ekstrem dipicu oleh dinamika atmosfer berupa pola siklonik yang membentuk belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh.

“Terpantau adanya gangguan atmosfer yaitu pola siklonik yang membentuk daerah belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh,” ujar Nasrol, Jumat (10/4).

Ia menambahkan, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan yang dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. “Kondisi ini dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang,” kata Nasrol.

Menurutnya, fenomena tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang di sejumlah wilayah. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang mungkin terjadi.

Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi bencana pada periode 11–15 April meliputi Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Banda Aceh, Bireuen, Langsa, Lhokseumawe, Pidie Jaya, Sabang, dan Simeulue. Sementara pada periode 16–20 April, potensi meluas ke Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Gayo Lues, Nagan Raya, Pidie, dan Subulussalam.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem tersebut. “Informasi ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian dan meningkatkan kesiapsiagaan bersama,” jelas Nasrol.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Bupati Aceh Timur Terapkan WFH Setiap Jumat, Perjalanan Dinas Dipangkas 50 Persen

0
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky. (Foto: For NUKILAN)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mulai memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat sebagai upaya penghematan bahan bakar minyak (BBM) dan efisiensi anggaran.

Selain itu, pemerintah daerah juga memangkas perjalanan dinas hingga 50 persen serta mendorong pelaksanaan rapat secara daring.

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengatakan penggunaan kendaraan dinas kini dibatasi hanya 50 persen, kecuali untuk kendaraan operasional teknis seperti mobil pemadam kebakaran dan ambulans.

“Untuk perjalanan dinas hanya dibolehkan kegiatan yang tidak boleh diwakilkan. Misalnya, kepala dinas yang diundang dan tak boleh diwakilkan. Nah, kegiatan itu boleh diikuti,” kata Al-Farlaky, Jumat (10/4/2026).

Ia juga mendorong aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki jarak tempat tinggal dekat dengan kantor untuk menggunakan kendaraan listrik atau sepeda guna menekan konsumsi BBM.

“Laporan aktivitas WFH langsung ke Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Timur. Sekda akan memonitoring seluruh satuan kerja, sehingga tidak ada ASN yang liburan saat WFH,” ujarnya.

Namun demikian, kebijakan WFH tidak berlaku bagi sejumlah pejabat dan unit layanan publik. Pejabat eselon II, camat, kepala desa, serta unit layanan kedaruratan dan kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tetap bekerja dari kantor.

Selain itu, unit ketentraman dan ketertiban seperti Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah juga tetap menjalankan tugas secara langsung.

Beberapa layanan publik lainnya yang tidak menerapkan WFH meliputi unit kebersihan dan persampahan di Dinas Lingkungan Hidup, layanan kependudukan di Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan, unit perizinan di Dinas Penanaman Modal, layanan kesehatan di Dinas Kesehatan termasuk puskesmas dan rumah sakit, serta unit pendapatan daerah dan jaminan sosial.

“Penerapan WFH hanya pada unit-unit non-teknis dan tidak bersingungan langsung dengan layanan publik. Sedangkan penghematan listrik dan air conditioner sudah berlangsung sejak tahun lalu di Aceh Timur,” kata dia.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Kemenkum Luncurkan SuperApp “PASTI”, Layanan Hukum di Aceh Ditargetkan Lebih Mudah Diakses

0
Ilustrasi PASTI SuperAPP. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kementerian Hukum (Kemenkum) resmi meluncurkan inovasi digital melalui aplikasi SuperApp “PASTI” sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan hukum yang lebih modern dan terintegrasi.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Aceh, Meurah Budiman, menyambut optimis kehadiran aplikasi tersebut. Ia meyakini masyarakat akan semakin mudah mengakses layanan hukum tanpa terkendala jarak dan waktu.

“Kami melihat kehadiran SuperApp PASTI ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat. Sekarang, mau urus layanan hukum tidak perlu lagi bolak-balik. Cukup dalam satu genggaman, semuanya jadi lebih transparan dan cepat,” kata Meurah Budiman di Aula Bangsal Garuda, Rabu (8/4/2026) lalu.

Menurutnya, integrasi berbagai layanan dalam satu platform menjadi solusi atas keterbatasan akses yang selama ini dihadapi masyarakat, sekaligus mendorong efisiensi birokrasi melalui digitalisasi.

Peluncuran aplikasi ini dilakukan oleh Staf Ahli Menteri Hukum Bidang Ekonomi dan Sosial, Wisnu Nugroho Dewanto, di Kantor Gubernur Banten. Ia menegaskan bahwa SuperApp “PASTI” merupakan langkah konkret dalam menghadirkan layanan hukum yang lebih cepat, terbuka, dan terintegrasi.

“Ini bukan sekadar aplikasi, melainkan simbol perubahan cara kita bekerja dan melayani,” ujar Wisnu.

Ia menjelaskan, aplikasi yang telah tersedia di platform Android dan iOS tersebut diharapkan mampu memangkas prosedur yang selama ini dinilai rumit oleh masyarakat.

“Kita ingin memastikan bahwa masyarakat dapat mengakses layanan hukum kapan saja dan di mana saja, tanpa batasan ruang dan waktu,” jelasnya.

Wisnu juga menekankan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi jembatan bagi negara untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, termasuk dalam memastikan pemenuhan hak-hak hukum warga.

“Negara hadir melalui teknologi untuk menjadi solusi dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak lagi berbicara mengenai prosedur semata, melainkan tentang dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Di Aceh, Meurah Budiman memastikan pihaknya akan segera melakukan sosialisasi penggunaan aplikasi PASTI hingga ke pelosok desa, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Safrizal Bantah Isu Pemerintah Menyerah, Penanganan Lumpur di Aceh Terus Berjalan

0
Kepala Posko Wilayah Satgas PRR, Safrizal ZA. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA, menegaskan bahwa penanganan lumpur pascabanjir di Aceh masih terus berlangsung secara intensif. Ia sekaligus membantah narasi di media sosial yang menyebut pemerintah menyerah dalam proses penanganan tersebut.

Safrizal menjelaskan, pernyataan sebelumnya yang menyebut kondisi pekerjaan “berat” telah disalahartikan oleh sebagian pihak. Menurutnya, istilah tersebut merujuk pada tantangan di lapangan yang membutuhkan kerja keras, bukan bentuk keputusasaan.

“Yang kami maksud berat adalah kerja keras yang harus dilakukan secara konsisten. Ini bukan pekerjaan instan, tetapi proses yang membutuhkan komitmen bersama untuk menuntaskan tanggung jawab,” ujarnya di Banda Aceh, Jumat (10/4/2026).

Berdasarkan data Satgas PRR, dari total 519 lokasi terdampak di Aceh, sebanyak 480 lokasi telah dibersihkan sepenuhnya. Sementara itu, 39 lokasi lainnya masih dalam tahap penanganan, terutama di kawasan permukiman padat dengan kondisi drainase sempit yang memerlukan pengerjaan manual lebih rinci.

Untuk mempercepat proses tersebut, Satgas terus mengoptimalkan dukungan personel di sejumlah titik prioritas. Di Aceh Tamiang, misalnya, personel Praja IPDN dikerahkan untuk membantu pembersihan fasilitas publik dan lingkungan warga.

Selain itu, program Cash for Work (Padat Karya) tahap II juga terus dilanjutkan dengan melibatkan masyarakat terdampak secara langsung. Di Kabupaten Pidie Jaya, tepatnya di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, program ini diikuti oleh 392 peserta.

Safrizal merinci, kekuatan personel terdiri dari 300 warga lokal, 80 personel Satpol PP dan BPBD, serta didukung 12 personel TNI/Polri. Program tahap pertama telah dilaksanakan pada 6–8 April dan akan dilanjutkan kembali pada 14–17 April mendatang.

Ia menegaskan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga terdampak.

Menutup keterangannya, Safrizal mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak utuh di media sosial. Ia memastikan seluruh infrastruktur vital, termasuk jalan nasional pada tahap pertama, telah rampung 100 persen sejak Januari lalu.

Saat ini, fokus pemerintah dan Satgas PRR diarahkan pada penyelesaian pembersihan lingkungan permukiman sebagai bagian dari tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Data yang kami sampaikan adalah fakta di lapangan. Kami akan terus bekerja hingga seluruh lokasi tuntas dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

AMSI dan Meta Gelar #NgobroldiMeta di Yogyakarta, Dorong Adaptasi AI di Ruang Redaksi

0
AMSI dan Meta Gelar #NgobroldiMeta di Yogyakarta, Dorong Adaptasi AI di Ruang Redaksi. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | Yogyakarta – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama Meta mengadakan workshop #NgobroldiMeta di ARTOTEL Suites Bianti, Kota Yogyakarta pada 9-10 April 2026.

Workshop di Yogyakarta ini menjadi yang pertama kali digelar AMSI dan Meta di luar Jakarta. Mengusung tema “Serba-serbi AI: Tantangan dan Kebijakan di Platform Daring”, workshop dengan format ngobrol interaktif ini diikuti oleh 15 pelaku media digital di wilayah Jawa-DIY.

Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, menyebut, perkembangan teknologi digital yang kemudian disusul dengan kemunculan Artificial intelligence (AI) pada akhirnya memang berpengaruh pada pola kerja di ruang redaksi. Oleh karena itu, ruang redaksi harus mulai beradaptasi dengan mengoptimalisasi penggunaan platform daring seperti Meta untuk menjaga ketersebaran konten.

Maka menjadi penting bagi pelaku media untuk mengetahui best practice penggunaan platform daring, terutama mengetahui kebijakan-kebijakan standar komunitas agar lebih strategis dalam persebaran karya jurnalistik mereka. Dengan begitu, media tidak hanya fokus mengejar kuantitas, tapi juga memproduksi konten berkualitas.

“Ini memang menjadi tantangan bagi pelaku media. Kalau platform digital berubah, maka sudah seharusnya newsroom juga berubah,” ujar Wahyu dalam sambutannya.

“Harapannya, melalui acara ini, teman-teman pelaku media nantinya bisa pulang dengan membawa oleh-oleh yang bisa diterapkan untuk pengembangan media masing-masing,” imbuhnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua Komite Tanggung Jawab Perusahaan
Platform Digital (KTP2JB) atau Komite Publisher Rights, Suprapto Sastro Atmojo.

Bagi Suprapto, #NgobroldiMeta merupakan bentuk kolaborasi yang dapat mendukung keberlangsungan media khususnya agar semakin dapat memanfaatkan berbagai layanan dan fitur yang ada pada platform digital.

Suprapto pun berharap, workshop serupa bisa digelar secara konsisten di beberapa kota lain.

“Sehingga perusahaan media, jurnalis, bisa menghasilkan karya jurnalistik yang relevan agar berdampak pada performa perusahaan,” tutur Suprapto.

Hari pertama #NgobroldiMeta, Kamis, 9 April 2026, berlangsung interaktif. Para pelaku media menerima insight seputar penggunaan platform-platform Meta untuk mendukung produksi konten yang relevan untuk audiens. Penggunaan AI secara etis adalah prioritas di platform Meta.

Rekan media dapat mengambil manfaat dari penekanan Meta mengenai pentingnya akurasi, verifikasi, dan penanganan misinformasi. Standar Komunitas Meta memandu pembuatan konten yang aman dan bertanggung jawab di seluruh platform digital.

Sementara hari kedua yang berlangsung pada Jumat, 10 April 2026, memberi pelatihan praktis terhadap para pelaku media dalam menggunakan tools-tools AI sebagai asisten untuk produksi jurnalisme berkualitas.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca di Aceh, Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

0
Ilustrasi hujan. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Aceh yang berlaku mulai 10 hingga 12 April 2026.

Dalam keterangan resmi yang dirilis di Banda Aceh, disebutkan bahwa kondisi atmosfer saat ini dipengaruhi oleh gelombang Kelvin dan angin konvergensi yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Aceh.

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah daerah, di antaranya Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Pidie, dan Pidie Jaya.

Selain itu, potensi cuaca ekstrem juga diperkirakan meluas ke wilayah lain seperti Aceh Besar, Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Nagan Raya dalam periode prakiraan tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta genangan air, terutama di wilayah rawan. Kondisi cuaca ini juga berpotensi mengganggu aktivitas transportasi dan kegiatan masyarakat sehari-hari.

“Waspadai hujan yang terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang,” demikian isi rekomendasi dalam surat tersebut.

Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG serta mengambil langkah antisipatif guna meminimalisir risiko yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

BPS Aceh Libatkan Ribuan Petugas untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

0
BPS ACEH
Kepala BPS Aceh, Agus Andria. (Foto: Instagram BPS Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mengerahkan ribuan petugas guna menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026.

Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengatakan pihaknya akan melibatkan pegawai internal BPS serta ribuan petugas lapangan yang direkrut secara selektif.

“Kami akan melibatkan pegawai BPS dan hampir lima ribu petugas yang nantinya akan direkrut secara selektif dan untuk jumlah pastinya masih dalam proses finalisasi secara nasional,” kata Agus di Banda Aceh, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, jumlah petugas tersebut dinilai cukup untuk menjangkau seluruh pelaku usaha di kabupaten/kota se-Aceh secara akurat dan profesional.

Saat ini, BPS Aceh memfokuskan persiapan pada tiga hal utama, yakni penguatan koordinasi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan, pemutakhiran basis data usaha, serta pelaksanaan sosialisasi secara masif kepada pelaku usaha.

Sosialisasi tersebut bertujuan agar pelaku usaha memahami tujuan dan manfaat Sensus Ekonomi 2026 yang akan dimulai pada awal Mei mendatang.

Agus menjelaskan, pelaksanaan sensus diawali dengan pengisian kuesioner secara mandiri oleh pelaku usaha tertentu melalui sistem daring. Setelah itu, petugas sensus akan melakukan pendataan langsung ke lapangan dengan mendatangi rumah maupun tempat usaha.

“Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menerima petugas sensus dan memberikan jawaban secara jujur, apa adanya, dan lengkap. Data yang diberikan akan dijamin kerahasiaannya oleh undang-undang dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik serta perumusan kebijakan pembangunan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa data yang dihimpun tidak berkaitan dengan pajak, perizinan, maupun bentuk pengawasan lainnya.

Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bertujuan untuk memotret secara menyeluruh struktur dan karakteristik kegiatan usaha di Indonesia, termasuk di Aceh. Pendataan akan mencakup hampir seluruh sektor usaha, mulai dari usaha besar, menengah, kecil, hingga mikro, termasuk usaha berbasis digital dan usaha rumahan.

”Hasil Sensus Ekonomi 2026 ini akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi, pengembangan usaha (UMKM – UMB), penciptaan lapangan kerja, serta transformasi ekonomi digital yang lebih inklusif,” katanya.

Menurutnya, sensus ini menjadi momentum penting untuk memastikan kebijakan ekonomi ke depan berbasis data yang akurat dan mutakhir, sehingga partisipasi aktif pelaku usaha sangat menentukan kualitas hasil yang diperoleh.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

DPR RI Pastikan TPST Regional Aceh Dibangun 2026, Anggaran Capai Rp420 Miliar

0
ILUSTRASI TPST. (Foto: Kontan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Komisi V DPR RI memastikan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Regional Aceh akan dimulai pada tahun ini sebagai solusi penanganan sampah di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.

“Jadi tadi kita meninjau ke lapangan untuk memastikan bahwa akan dibangun tahun ini (TPST Regional Aceh),” kata Ketua Tim Kunjungan Komisi V DPR RI, Irmawan, di Aceh Besar, Kamis.

Pernyataan tersebut disampaikan saat peninjauan lokasi rencana pembangunan TPST di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, bersama anggota Komisi V DPR RI, Wali Kota Banda Aceh, serta Wakil Bupati Aceh Besar.

Pembangunan TPST dengan kapasitas 300 ton per hari itu direncanakan mulai dikerjakan pada pertengahan 2026 oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dengan alokasi anggaran sebesar Rp420 miliar menggunakan skema tahun jamak (multiyears).

Nantinya, fasilitas tersebut akan mengolah sampah dari Kota Banda Aceh sekitar 200 ton per hari dan dari Kabupaten Aceh Besar sebanyak 100 ton per hari.

Irmawan berharap kehadiran TPST Regional Aceh dapat menjadi solusi atas persoalan sampah di kedua daerah tersebut. Ia menegaskan DPR RI akan terus memantau perkembangan proyek tersebut.

“Insya Allah kita doakan sama-sama, sehingga ke depan ada lagi persoalan sampah. Dan dalam waktu dekat ini berkontrak dan akan dihasilkan pekerjaannya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi darurat sampah di Banda Aceh, di mana TPA Kampung Jawa sudah tidak mampu lagi menampung volume sampah dan perlu segera ditutup.

Menurutnya, dengan nilai anggaran mencapai Rp420 miliar, proyek ini diperkirakan membutuhkan waktu pengerjaan sekitar dua hingga tiga tahun karena menggunakan skema multiyears.

Karena itu, DPR RI terus mendorong koordinasi antara pemerintah Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dan Pemerintah Aceh sebagai pemilik TPST Regional agar proses pembangunan berjalan lancar dan tidak terhambat.

“Kita harapkan dalam waktu dekat ini ini bisa berproses, sehingga TPST Regional ini bisa menyelesaikan persoalan sampah di Banda Aceh maupun di Aceh Besar,” demikian Irmawan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

128 Siswa MA Aceh Tengah Lolos SPAN-PTKIN 2026, Tembus Sejumlah Kampus Unggulan

0
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah, H. Wahdi MS MA, saat kunjungan ke salah satu madrasah. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Sebanyak 128 siswa Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Aceh Tengah berhasil lulus seleksi jalur SPAN-PTKIN 2026 (Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri).

Para siswa tersebut diterima di berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia.

Capaian ini menjadi kabar membanggakan bagi dunia pendidikan madrasah di Aceh Tengah. Keberhasilan tersebut menunjukkan peningkatan kualitas pendidikan madrasah yang mampu bersaing secara nasional melalui jalur seleksi berbasis prestasi akademik.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah, H. Wahdi MS MA, menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang berhasil lulus seleksi, serta berterima kasih kepada para guru dan tenaga kependidikan yang telah membimbing mereka.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras para siswa, dukungan orang tua, serta dedikasi para guru di madrasah. Semoga para siswa yang lulus dapat melanjutkan pendidikan dengan baik dan menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, serta memberi kontribusi bagi masyarakat,” ujarnya usai pelaksanaan apel pagi di halaman kantor setempat, Kamis (9/4/2026).

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa madrasah lainnya untuk terus meningkatkan prestasi dan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, khususnya di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Aceh Tengah, Syahria Putraga, M.Pd, turut menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para siswa.

Ia menjelaskan, siswa yang lulus melalui jalur SPAN-PTKIN tahun ini diterima di berbagai PTKIN, baik di dalam maupun luar daerah.

“Alhamdulillah, dari 128 siswa yang lulus, ada yang diterima di kampus unggulan seperti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan UIN Walisongo Semarang. Sementara itu, yang paling banyak diterima berada di IAIN Takengon dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh,” ujar Syahria.

Seleksi jalur SPAN-PTKIN merupakan mekanisme penerimaan mahasiswa baru di PTKIN yang didasarkan pada prestasi akademik siswa selama menempuh pendidikan di madrasah atau sekolah, tanpa melalui tes tertulis.

Dengan capaian tersebut, diharapkan madrasah di Aceh Tengah semakin berperan dalam mencetak generasi muda yang unggul, religius, dan siap bersaing di tingkat nasional.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News