Beranda blog Halaman 2312

Perintah KPU Pilkada Digelar 2024, KIP Aceh: Segera Pleno

0

Nukilan.id – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh akan segera menggelar rapat pleno menindaklanjuti Surat Plt. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat terkait pilkada yang tetap digelar tahun 2024.

“Secara kelembagaan KIP Aceh pasti harus putuskan dalam pleno, kita akan agendakan pleno senin nanti untuk tindak lanjut dari Surat KPU tersebut,” Kata Komisioner KIP Aceh Munawarsyah ketika dihubungi Nukilan.id, Media Online di Aceh, Jum’at (12/2/2021)

Surat KPU yang diteken Plt Komisioner KPU Pusat Ilham Saputra Nomor: 151/PP.01.2-SD/01/KPU/11/2021 tanggal 11 Februari 2021 perihal Penyampaian Rancangan Keputusan Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaran Pemilihan tahun 2022, tidak dapat dilaksanakan pada tahun 2022.

Munawarsyah juga menjelaskan pihaknya akan menunggu keputusan politik Pemerintah Pusat terkait dengan Pilkada Aceh tahun 2022 dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta kepada KIP Aceh dan KIP Kabupaten/Kota agar tidak menjalankan tahapan apapun.[]

Laporan: Akhi Wanda

Pemikiran Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani, Perihal Konsep Salat Syari’ah

0
Foto: Ilustrasi/net

Nukilan.id | Konsep salat Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani terbagi menjadi dua, yaitu konsep salat secara syari’ah dan konsep salat secara thariqah . Konsep salat syari’ah menurut beliau tidak berbeda jauh dengan pendapat para ulama, sedangkan konsep salat thariqah menurut beliau adalah salatnya qalbu dengan cara bermunajat kepada Allah. Salat syari’ah terbatas waktu, sedangkan salat thariqah dilakukan sepanjang hayat.

Kini kita bahas salat syariah terlebih dahulu. Konsep salat syari’ah menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani terdapat dalam kitab Sir Al-Asrâr pasal ke empat belas. Menurut beliau, salat syari’ah dapat diketahui dalam Firman Allah Ta’ala “Hendaklah kamu menjaga salat-salatmu dan salat wushta” (QS Al-Baqarah: 238).

Maksudnya salat syari’at, Menurut beliau, ialah salat yang rukun-rukunnya berkaitan dengan gerakan anggota badan yang zahir, seperti berdiri, membaca ayat atau surah, rukuk, sujud, duduk, dan mengeluarkan suara atau bacaan-bacaan.

Makanya Allah menggabungkannya dengan lafadz jamak “ shalawat ” (beberapa salat) sebagai isyarat akan salat syari’at yang lima waktu. Seperti Firman Allah “Hendaklah kamu menjaga salat-salatmu.”

Dalam hal ini ulama sepakat dengan pernyataan beliau tersebut. Sedangkam untuk teknis salatnya, Syaikh Abdul Qâdir al-Jîlani, membahas dalam Kitab Gunyah li Thalib Thariq al Haq. Dalam kitab tersebut beliau mengatakan bahwa dalam salat terdapat rukun, wajib, sunnah, dan hai’ah.

Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani rukun salat ada lima belas yaitu niat, berdiri, takbiratul ihram, membaca Al Fatihah, ruku’, tuma’ninahnya ruku’, I’tidaltuma’ninahnya I’tidal, sujud, tuma’ninahnya sujud, duduk di antara dua sujud, tuma’ninahnya duduk di antara dua sujud, duduk tasyahud akhir, membaca tasyahud akhir, membaca shalawat kepada Nabi SAW , dan salam.

Wajibnya salat ada sembilan yaitu takbir selain takbiratul ihram, membaca tasmi’ dan tahmid ketika I’tidal, membaca tasbih ketika ruku’ dan sujud, membaca istighfar ketika duduk di antara dua sujud, tasyahud awal, duduknya tasyahud awal, dan niat keluar dari salat ketika salam.

Sunnahnya salat ada empat belas yaitu membaca iftitah, membaca ta’awudz, membaca basmalah di awal surat, membaca aamiin, membaca surat, membaca “milus samawati wal ardh” saat I’tidal, memperbanyak tasbih saat ruku’ dan sujud, membaca “rabbig firli”, menempelkan hidung saat sujud, duduk sebelum bangkit dari sujud, membaca at’awudz “Allahumma inni a’udzubika min ‘azabi jahannam wa min ‘azabil qabri, wa min fitnatil mahya wal mamat, wa min syarri fitnatil masihid dajjal”, membaca doa setelah shalawat di tasyahud akhir, qunut di dalam shalat witir, dan salam yang kedua.

Kepatuhan Masyarakat Aceh Pakai Masker Turun 12 Persen

0
ilustrasi

Kepatuhan Masyarakat Aceh Pakai Masker Turun 12 Persen

Banda Aceh—Hasil monitoring Kepatuhan Protokol Kesehatan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Nasional menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat memakai masker menurun di Aceh.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani di Banda Aceh, Kamis (11/02/2021).

“Tingkat penurunannya mencapai 12%, hasil monitoring dua minggu terakhir,” kata SAG.

Dijelaskan, Hasil monitoring periode 25-31 Januari 2021, tingkat kepatuhan memakai masker sekitar 82,5%. Sedangkan hasil monitoring periode 1-7 Februari 2021 tingkat kepatuhan memakai masker turun sekitar 12% sehingga menjadi 70,6%. Sedangkan tingkat kepatuhan menjaga jarak pada periode yang sama justru meningkat dari 75% menjadi 80,3%.

Bila dilihat di kabupaten dan kota, lanjut SAG, presentase tertinggi kepatuhan memakai masker yaitu Kabupaten Aceh Selatan, mencapai 80,7%, dan yang paling rendah yaitu Kabupaten Aceh Besar dengan tingkat kepatuhan hanya 53,3%.

Sedangkan kepatuhan menjaga jarak yang paling tinggi Kabupaten Aceh Tengah mencapai 87,3%, dan yang paling rendah juga Aceh Besar, sekitar 61,8%.

Menurut SAG, data monitoring kuantitatif tersebut berguna untuk mengetahui hasil upaya bersama segenap komponen masyarakat di setiap daerah, tapi juga menggambarkan masih tidak efektif melindungi dari ancaman virus corona.

Virus corona dapat masuk ke dalam tubuh seseorang melalui mulut, hidung, dan mata, dan karena itu diwajibkan melindungi “segitiga wajah” tersebut.

“Perlindungan itu dapat diperoleh dengan cara menjaga jarak, memakai masker, dan juga mencuci tangan dengan sabun, dan ketiganya harus simultan,” ujarnya.

Jumlah kasus suspek di Aceh hingga Kamis kemarin, telah mencapai 6.889 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.533 orang sudah selesai masa isolasi, 294 orang dalam proses isolasi di rumah, dan 62 orang isolasi di rumah sakit.[]

Sumber: Humas

Pemerintah Aceh Teken Pakta Integritas Wilayah Bebas Korupsi

0
Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Setda Aceh, M Jafar menanda tangani komitmen pembangunan zona integritas Wilayah Bersih Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Kamis (11/2/2021)

Nukilan.id – Asisten I Pemerintahan dan Keistimewaan Sekda Aceh, M. Jafar, menandatangani deklarasi bersama lintas pihak terkait Janji Kinerja tahun 2021 serta Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Aceh.

Penandatanganan tersebut dilakukan di Kantor Wilayah Kemenkumham, Kamis 11/2 di Banda Aceh.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh, Heni Yuwono, meminta dukungan dan pantauan semua pihak agar instansi tersebut berintegritas dan terbebas dari perilaku koruptif.

“Ingatkan jika di antara kami belum melakukan hal yang sesuai dengan WBK dan WBBM,” kata Heni seraya. “koordinasi dan kolaborasi antar instansi bisa membuat pihaknya memberikan pelayanan prima sehingga mampu menuju tujuan bersama dalam memberikan pelayanan berintegritas kepada masyarakat,” lanjutnya.

Sementara Kepala Ombudsman Aceh, Taqwaddin mengatakan semua pihak harus bekerja maksimal dalam rangka berlomba berbuat kebajikan.

Penandatanganan pakta integritas secara bersama itu menjadi awal baru menuju wilayah birokrasi bersih melayani.

“Perlu komitmen bersama mulai dari pimpinan hingga jajaran untuk bersama melakukan pencegahan korupsi dan meningkatkan layanan publik,” ujar Taqwaddin.

Mereka yang ikut meneken pakta integritas adalah Kepala Kanwil Kemenkumham Aceh, Kepala Ombudsman Perwakilan Aceh, Kajati Aceh, Ketua Komisi I DPR Aceh, perwakilan Kodam Iskandar Muda, dan perwakilan Polda Aceh. Hadir juga dalam acara itu Staf Ahli Gubernur Aceh, Kamaruddin Andalah.[]

Sumber: Humas dan Protokol Aceh

Jawab Surat KIP Aceh, KPU Pusat Tolak Pilkada 2022

0
Ilustrasi Kepala Daerah. (Foto: Kompas)

Nukilan.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia menjawab surat Ketua Komisi Independen Pemilihan, bahwa jawabannya pelaksanaan Pilkada 2022 tidak dapat dilaksanakan.

Hal itu berdasarkan pasal 201 ayat 3 dan Ayat 9 Undang-undang No.10 tahun 2016, pemilihan serentak dilaksanakan tahun 2024.

Jawaban KPU RI itu tertuang dalam surat No. 151/PP.01-SD/01/KPU/11/2021 yang diteken Plt Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Ilham Saputra.

Dalam perintah dalam surat tersebut juga menyampaikan bahwa KIP Aceh dan Kabupaten Kota agar tidak menjalankan tahapan pemilihan apapun sampai ada putusan sesuai dengan UU No.6 tahun 2020. [red]

Wishnutama Jadi Komut Telkomsel

0

Nukilan.id – PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) dan Singapore Telecommunications Ltd (SingTel) mengangkat eks Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menjadi Komisaris Utama PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel. Mereka berdua adalah pemegang saham Telkomsel.

SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza mengatakan keputusan itu berlaku efektif mulai 11 Februari 2021. Itu berarti, Wishnutama aktif menjadi Komisaris Utama di Telkomsel mulai hari ini.

“Manajemen Telkom Group menyambut baik kehadiran Wishnutama sebagai Komisaris Utama Telkomsel,” ucap Ahmad dalam keterangan resmi, Kamis (11/2)

Menurutnya, pengangkatan Wishnutama akan berdampak positif bagi Telkom Group. Pasalnya, Wishnutama memiliki kemampuan dan pengalaman di sektor teknologi digital.

“Diharapkan ini dapat menjadi harapan baru yang mampu mendukung langkah pengembangan strategi Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan untuk kemajuan bangsa,” kata Ahmad.

Sebagai informasi, Wishnutama juga baru saja ditunjuk sebagai Komisaris perusahaan e-commerce Tokopedia. Ia sebenarnya bukan orang baru di Tokopedia.

Sebelum menjabat sebagai Menteri Parekraf, Wishnutama pernah menjabat sebagai Komisaris Tokopedia. Ia kemudian mengundurkan diri pada tanggal 21 Oktober 2019.

Wishnutama memiliki pengalaman hampir 26 tahun di industri kreatif. Ia juga merupakan pendiri NET Mediatama Televisi dan pernah menjabat sebagai Direktur Utama Trans TV dan Trans 7.

Pria kelahiran 4 Mei 1970 itu juga sempat menuai banyak pujian saat menjadi Creative Director Opening and Closing Ceremony Asian Games 2018 atas keberhasilannya menyuguhkan pertunjukan spektakuler.

Sumber: cnnindonesia.com

KPK Undang Gubernur Aceh dan Walikota Terkait Tumpang Tindih Aset

0
Gubernur Aceh Nova Iriansyah di Gedung KPK Jakarta.

Nukilan.id – Kedeputian Koordinasi Supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang Gubernur Aceh Ir. H. Nova Iriansyah, MT dan Walikota Banda Aceh Aminullah Usman, SE, Ak, MM untuk menyelesaikan aset tumpang tindih antara Pemerintah Provinsi Aceh dengan Pemerintah Kota Banda Aceh di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Kamis (11/2/2021)

“Melalui pertemuan ini KPK memfasilitasi kesepakatan penyelesaian permasalahan terkait kepemilikan delapan aset antara lain gedung, sekolah SD dan pelabuhan,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang pencegahan, Ipi Maryati dikonfirmasi.

Katanya, pertemuan ini akan didampingi oleh Kedeputian Koordinasi Supervisi untuk menyelesaikan sejumlah aset yang tumpang tindih antara Pemerintah Provinsi Aceh dengan Pemerintah Kota Banda Aceh.

“Gubernur Aceh dan Walikota Banda Aceh beserta jajaran diterima Deputi Kooordinasi Supervisi Wilayah Herry Muryanto, Direktur Koordinasi Supervisi 1 KPK Didik Agung Widjanarko beserta jajaran,” ujar Ipi Maryati.

Hingga kini KPK belum memberikan keterangan hasil dari pertemuan ini. []

Laporan: Akhi Wanda

Survei Facebook, 74,59 Persen Masyarakat Indonesia Bersedia Vaksin Covid-19.

0

Nukilan.id – Hasil survey global terbaru dilakukan Facebook berkerjasama dengan University of Maryland terkait vaksinasi Covid-19 bahwa 74,59 persen masyarakat Indonesia memberi respons bersedia menerima vaksin Covid-19.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Tekno Liputan6, Kamis (11/2/2021)

Pihak Facebook mengambil sampel dari masyarakat yang menggunakan platformnya untuk berpartisipasi terhadap survei terpisah.

“Sebagai bagian dari program Data for Good kami, Facebook bekerja sama dengan mitra akademis,” kata Facebook.

Survei dilakukan di 200 negara sejak April 2020 lalu dan survey ini disebut sebagai survei terbesar yang dilakukan Facebook untuk membantu peneliti kesehatan. Gunanya, untuk memantau dan memperkirakan penyebaran Covid-19.

“Dengan lebih dari 39 juta respons hingga saat ini,” tutur Facebook menambahkan.

Kesediaan masyarakat untuk menerima vaksin Covid-19 sangat bervariasi di seluruh dunia. Misalnya, di Vietnam tingkat rata-rata kesediaan menerima vaksin mencapai 86 persen, sementara di Filipina hanya 60 persen.

Dukung Upaya Vaksinasi Covid-19

Pada awal pekan lalu, Facebook juga mengumumkan beberapa langkahnya untuk mendukung vaksinasi di seluruh dunia. Di antaranya, perusahaan mengeluarkan 120 juta dolar AS dalam bentuk kredit iklan untuk membantu kementerian kesehatan, LSM dan badan-badan PBB menjangkau miliaran orang di seluruh dunia dengan informasi tentang pencegahan penyakit dan vaksin Covid-19.

Kemudian, facebook juga menyediakan data untuk menginformasikan pemberian vaksin yang efektif dan upaya edukasi untuk membangun kepercayaan pada vaksin COVID-19 serta Memperluas upaya perusahaan untuk menghapus klaim palsu di Facebook dan Instagram tentang Covid-19 dan vaksin.

“Selama setahun terakhir, lebih dari 2 miliar orang dari 189 negara terhubung ke informasi tepercaya tentang virus Corona melalui Pusat Informasi Covid-19 kami,” tulisnya.

Facebook telah menghapus lebih dari 12 juta konten di Facebook dan Instagram yang berisi misinformasi yang membahayakan hingga menyebabkan cedera fisik.[]

Sumber:stories-id.feednews.com

Aksi APBA, Tuntut Nova Iriansyah dan Taqwallah Netral dalam Seleksi Eselon II

0
Aliansi Pemuda Bergerak Aceh (APBA) di Depan Kantor Gubernur Aceh, Kamis (11/2/2021)

Nukilan.id – Aliansi Pemuda Bergerak Aceh (APBA) meminta Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Sekda Taqwallah untuk bersikap netral dalam pelaksanaan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II). Aksi berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Kamis (11/2/2021).

“Jangan ada istilah titipan khusus di belakang layar. Kami minta Gubernur dan Sekda Aceh bersikap netral dalam seleksi Eselon II. Jika ada istilah titipan khusus atau KKN dalam seleksi eselon II nantinya, maka nama Gubernur ikut menjadi rusak.” Kata Hardiansyah, Penganggung jawab aksi unjuk rasa tersebut.

Makanya–lanjut Herdian–Aliansi Pemuda Bergerak Aceh (APBA) meminta Gubernur Aceh dan Sekda Aceh untuk membiarkan peserta mengikuti setiap proses tahapan seleksi, agar dalam seleksi nantinya dapat berpacu dengan sportif.

“Karena siapapun yang terpilih sebagai Pimpinan Tinggi Pratama, sifatnya mutlak karena kemampuannya, tanpa ada tekanan dari pihak manapun,” lanjutnya.

Untuk itu APBA mengecam keras apabila ada pihak yang memperjual belikan jabatan kepala dinas, karena hal itu tidak sesuai dengan nilai-nilai ke Islaman dan ke Acehan. Selain itu, pihaknya juga mengecam jika ada penyimpangan atau titipan kepala dinas dalam tahapan seleksi terbuka pengisian jabatan Pimpinan Tinggi Pratama,” tegas Hardiansyah.

“Kami tidak main-main dalam hal ini, jika ada ditemukan permainan dan kecurangan dalam seleksi pejabat Pratama ini, maka kami akan laporkan kasus ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), KASN, Kejagung dan Kapolri,” demikian Hardiansyah.[]

Laporan: Akhi Wanda

Seorang Pemuda, Jadi Mualaf Usai Bertemu Rombongan Haji, Bagaimana kisahnya?

0
Foto: Ilustrasi/net

Nukilan.id | Diceritakan Syekh Maulana Zakariyya Al-Kandahlawi dalam kitabnya Fadhilah Haji, bahwa Ibrahim Al-Khawash  rah.a jika hendak bepergian tidak pernah memberitahu atau mengatakan kepada siapapun. Dia hanya mengambil tongkatnya untuk berjalan. 

Hamid al-Aswad berkata, “Ketika aku sedang bersamanya di masjid, tiba-tiba ia mengambil tongkatnya dan berjalan. Maka Hamid mengikutinya dari belakang.”

Ketika keduanya telah sampai di Qadisiyah, ia berkata. “Wahai Hamid, engkau hendak ke mana?”

Hamid menjawab. “Wahai Tuanku, saya keluar hanya untuk mengikuti kepergianmu.”

Ibrahim berkata  “Sesungguhnya aku hendak pergi ke Makkah, Insya Allah.”

Hamid pun berkata. “Aku juga hendak pergi ke Makkah, Insya Allah.”

Tiga hari kemudian ada seorang pemuda bergabung bersama keduanya dalam sebuah perjalanan. Pemuda itu telah berjalan bersama mereka sehari semalam. 

Hamid heran terhadap pemuda tersebut yang tidak pernah menjalankan sholat, tidak sujud kepada Allah SWT. Atas keadaan itu Hamid memberitahunya kepada Ibrahim. 

“Sesungguhnya anak muda itu tidak sholat,” katanya.

Ibrahim menghampiri anak muda itu lalu duduk dan berkata kepadanya. “Wahai anak muda mengapa engkau tidak sholat, sedangkan sholat itu adalah kewajiban pertama kali sebelum haji.”

Anak muda itu berkata, “Wahai Syekh, Aku memang tidak berkewajiban sholat.”

Ibrahim bertanya, “Apakah kamu bukan seorang muslim? Apakah agamamu?”

Pemuda itu menjawab, “Aku seorang Nasrani. Dalam agamaku diajarkan tawakal namun aku tidak bisa membuktikan tawakal yang sebenarnya, sehingga aku keluar ke daratan yang tidak ada apa-apa seperti ini kecuali Dzat Yang Disembah agar teruji dalam hatiku dan pikiran untuk.”

Ibrahim lalu berdiri dan berjalan sambil berkata kepada Hamid,  “biarkan ia bersamamu.”

Maka pemuda itu berjalan bersama keduanya sampai di suatu tempat. Ibrahim mencuci pakaiannya yang kotor, kemudian duduk, lalu berkata kepadanya. “Siapa namamu?”

Pemuda itu menjawab, “Abdul Masih.”

Ibrahim berkata. “Wahai Abdul Masih tempat ini adalah pintu masuk Makkah. Tempat ini termasuk Tanah Haram. Sesungguhnya Allah SWT telah mengharamkan orang seperti kamu memasukinya. 

“Sesungguhnya orang yang musyrik itu najis maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram,”  Kata Ibrahim membacakan QS Attaubah ayat 28.

“Sedangkan apa yang engkau maksudkan untuk melatih dirimu telah terlaksana, maka jangan engkau masuk ke Makkah.”

Ibrahim mewanti-wanti kepada Al-Masih jika mereka melihatnya ada di sana, maka orang-orang Muslim akan menolaknya. 

Dan kemudian Syekh Ibrahim dan Hamid meninggalkannya dan segera masuk ke Makkah. Ketika keduanya pergi ke tempat wukuf dan berhenti duduk di Arafah, tiba-tiba mereka berjumpa dengan pemuda itu. Ia mengenakan pakaian ihram dengan wajah berseri.

“Ketika telah berdiri di depan kami ia langsung memeluk Syekh Ibrahim dan mencium kepalanya.”

Syekh Ibrahim bertanya. “Apa yang terjadi denganmu perubahanmu?”

Al-Masih ia menjawab, “Sekarang aku bukanlah hamba sesembahan Al-Masih.”

Ibrahim berkata, “Ceritakan kepadaku mengenai kisahmu.”

Maka pemuda itu bercerita. Kata dia, ketika Ibrahim dan Hamid pergi meninggalkannya, ia duduk di tempat itu hingga datang rombongan haji, maka ia berdiri dan mengenakan pakaian seperti orang miskin sehingga tampak seolah-olah aku sedang berpakaian ihram. 

“Sesaat kemudian aku melihat Ka’bah, kemudian tampak olehku semua agama itu rusak, kecuali agama Islam,” katanya.

“Kemudian aku memeluk Islam, mandi lalu berpakaian Ihram dan hari ini aku memang ingin mencari.”

Kemudian mereka bertiga selalu bersamanya sampai meninggal dunia di tengah-tengah fakir miskin. Semoga Allah SWT merahmatinya [republika.co.id].