Beranda blog Halaman 2313

Wujud Anjing Ajag Sekilas Mirip Serigala, Jangan Keliru?

0
Foto: Wikimedia Commons/David Raju/Creative Commons Atribusi-Berbagi Serupa 4.0 Internasional/Free to share

Nukilan.id | Bagi sebagian orang, anjing adalah hewan peliharaan yang menggemaskan. Kesetiaan dan kepintarannya selalu membuat jatuh cinta.

Namun, ada satu jenis anjing asli Indonesia yang jarang disebut namanya. Jenis ini hidup di hutan belantara hingga wilayah pegunungan. Perawakannya sedang, berwarna cokelat kemerahan. Bagian bawah dagu, leher, hingga ujung perutnya putih, sedangkan ekornya panjang dan berbulu tebal kehitaman.

Namanya anjing ajag, yang pastinya berbeda dengan serigala. Fauna ini berasal dari spesies Cuon alpinus. Di Indonesia, ada dua jenis yaitu Cuon alpinus javanicus [anjing hutan jawa] dan Cuon alpinus sumatrensis [anjing hutan sumatera]. Di beberapa daerah Jawa, ajag sering disebut asu kikik.

Secara luas Cuon alpinus, mengutip Greeners, tersebar di kawasan Asia mulai dari Bangladesh, Bhutan, Kamboja, China, India, Indonesia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Nepal, Russia, Tajikistan, Thailand, dan Vietnam.

Ajag memiliki lolongan keras dan jelas. Biasanya hidup berkelompok dalam lima hingga dua belas ekor, tergantung lingkungannya. Dalam kondisi tertentu, ia dapat hidup soliter [sendiri]. Jenis ini merupakan pemburu yang menyukai kelinci, kancil, babi hutan, kijang, dan rusa.

Sejauh ini, penelitian tentang ajag di Indonesia masih terbatas. Belum ada data pasti mengenai populasinya di Sumatera dan Jawa. Keberadaan ajag di Jawa diketahui berada di Taman Nasional Alas Purwo, Baluran, Gede Pangrango, Halimun Salak, dan Ujung Kulon. Di Sumatera kehadirannya terdeteksi di di Taman Nasional Gunung Leuser dan Kerinci Seblat.

Heboh

Akhir Desember 2020 lalu, anjing ajag menjadi buah bibir di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Ia diduga menyebabkan matinya 15 kambing dan satu ekor anak sapi di Desa Ciangir dan Desa Cipondok.

Mengutip Tribun Cirebon, Plt Camat Cibingbin Imas Minardih mengatakan matinya ternak warga itu akibat koloni ajag. “Warga melihat jelas koloni ajag berwarna kuning kecokelatan tersebut,” kata Imas, Minggu [20/12/2020].

Tak hanya dua desa, menurut keterangan Kepala Desa Cipondok Rudiyanto, warganya juga mengalami kejadian yang sama. Total, 25 ekor kambing mati di desanya.

Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, merupakan wilayah pegunungan, dengan puncaknya Gunung Ciremai [3.078 meter]. Gunung ini adalah yang tertinggi di Jawa Barat. Fenomena anjing ajag memangsa hewan ternak warga di Kuningan bisa menjadi peringatan awal akan berukurangnya mangsa di hutan.

Pastinya, anjing ajag memiliki peran penting dalam ekosistem hutan. Penelitian berjudul “Studi Pakan Ajag [Cuon alpinus javanicus] dengan Fecal Analisis di Taman Nasional Baluran Jawa Timur” oleh R. Teja Suryo Nugraha, Satyawan Pudyatmoko, Bambang Agus Suripto [UGM 2010], menunjukkan, ajag mengendalikan populasi mangsa [prey] dengan proses pemangsaan. Namun, salah satu ancaman keberlangsungan hidup ajag adalah menurunnya populasi prey yang dimangsanya.

Ajag dapat bertahan hidup dengan memangsa beberapa jenis prey untuk memenuhi kebutuhan energinya. Untuk itu, mempertahankan populasi mangsanya harus dilakukan. “Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui jenis apa saja mangsanya, khusunya di Pulau Jawa,” jelas penelitian itu.

Populasi

Penelitian Anxious Yoga Perdana berjudul “Sebaran Spasial Ajag [Cuon alpinus Pallas 1811] di Taman Nasional Baluran” dari Depertemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor [2014], menunjukkan ajag lebih memilih berburu   secara berkelompok untuk mendapatkan mangsa besar seperti rusa timor. Namun, ajag juga dapat berburu sendiri atau berpasangan. “Tergantung pada ketersediaan mangsa,” tulis Yoga.

Ajag menyukai perburuan terhadap mangsa yang masih hidup, namun dijumpai juga memakan sisa-sisa bangkai banteng, rusa, dan babi.

“Bedasarkan hasil pengamatan lapangan, ajag selalu ditemukan berburu mangsa hidup yaitu rusa timor. Kelompok ajag akan memakan mangsa buruan yang sudah tertangkap secara bersama tanpa adanya kompetisi.”

Populasi ajag dewasa pada habitat alami di seluruh dunia, berdasarkan IUCN, diperkirakan tidak lebih dari 2.200 ekor, dan diprediksi menurun. Satu hal penyebab menurunnya populasi ajag adalah adanya anggapan masyarakat bahwa jenis ini merupakan satwa yang merugikan, sehingga dijadikan satwa buruan untuk dimusnahkan. Selain itu, kerusakan habitat satwa mangsa juga memberikan pengaruh terhadap berkurangnya populasi.

Yoga menjelaskan, data mengenai sebaran spasial aktivitas ajag sangat diperlukan untuk mengetahui pengaruh ancaman tersebut. “Identifikasi sebaran spasial aktivitas ajag mencakup yang terlihat secara perjumpaan langsung maupun tidak, dari jejak yang ditinggalkan. Dengan begitu, diharapkan dapat mendukung pengelolaan ajag, sehingga terjamin kelestarian dan keseimbangan ekosistemnya.”

Di Taman Nasional Baluran, sebaran spasial aktivitas ajag dipengaruhi tipe penutupan vegetasi. Menurut Yoga, perjumpaan langsung dengan ajag berpeluang ditemukan di savana dibandingkan tipe vegetasi lainnya.

Lembaga Konservasi Dunia [IUCN] menetapkan status ajag pada kategori Genting [Endangered/En] atau dua langkah menuju kepunahan di alam liar. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi, anjing ajag merupakan jenis satwa dilindungi [mongabay.co.id].

Tidak ada Penangkapan Kejari Bireuen, Ini Klarifikasi Kejati Aceh

0
Ilustrasi

Nukilan.id – Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh Munawal Hadi menjelaskan, tidak ada penangkapan Kejari Bireuen oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Satuan Tugas (Satgas) 53 seperti isu yang beredar Rabu kemarin.

“Itu tidak benar,” kata Munawal Hadi ketika dikonfirmasi, Kamis, (11/2/2021).

Dijelaskannya, Tidak ada penangkapan kejari bireuen yang dilakukan oleh KPK maupun Satgas 53 karena setelah dicek dapat dipastikan tidak ada kegiatan satgas 53 di Banda Aceh Rabu kemarin.

“Saya sudah cek, saya pastikan tidak ada. Informasi itu tidak benar.” jelasnya.

Untuk itu, Munawal Hadi meminta agar berita penangkapan kajari Bireuen tidak dipublis lagi.

Sebelumnya tersiar kabar melalui beberapa media online dan media sosial soal penangkapan Kejari Bireuen oleh satuan tugas 53, dan dihari yang sama sudah diterbangkan ke Jakarta, Rabu (10/2/2021). []

Beredar isu kemarin rabu, 10 Februari 2021 bahwa Kajari Bireuen berinisial MJ diamankan Tim Satuan Tugas (Satgas) 53 Kejaksaan Agung (Kejagung). Rabu,

Laporan: Akhi Wanda

13 Februari, Ibu Dyah dan Teknos Gelar Lomba Try Out Online SMA se-Aceh

0
Dyah Erti Idawati (Foto: For Nukilan)

Nukilan.id – Praktisi pendidikan, Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, M.T bekerjasama dengan Lembaga Teknos akan melaksanakan try out online bagi siswa SMA sederajat se Aceh. Kegiatan ini memperebutkan piala bergilir Gubernur Aceh yang akan dilaksanakan serentak pada 13 Februari 2021.

“Kami mengajak kepada seluruh siswa jenjang SMA sederajat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Para peserta tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis,” ungkap Dyah Erti Idawati saat memantau kesiapan pelaksanaan try out gratis, Rabu (10/20/2021) di Ruang Opsroom Dinas Pendididikan Aceh.

Istri dari Gubernur Aceh itu mendengar secara langsung kesiapan dari pihak Lembaga Teknos dan Dinas Pendidikan Aceh, Cabang Dinas Pendidikan Aceh serta Dinas Komunikasi dan Persandian Aceh yang dilakukan secara virtual. Seluruh penanggung jawab kegiatan mengaku telah siap untuk melaksanakan try out tersebut.

“Hingga hari ini pihak panitia telah mencatat ada sekitar 16.000 peserta yang telah mendaftarkan diri untuk unjuk kemampuan pada try out akbar ini. Jumlah ini akan terus bertambah hingga hari akhir pendaftaran nanti pada tanggal 12 Februari mendatang,” ujarnya.

Dyah Erti Idawati meminta pihak sekolah untuk memfasilitasi pendaftaran siswa untuk mengikuti try out online Sekolah Kedinasan, Polri dan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada link http://to.teknosaceh.com. Pelaksanaan kegiatan ini akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Try out ini bersifat ujicoba sebagai acuan tes aslinya dan menjadi evaluasi bagi siswa, guru dan orang tua serta pemerintah dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa untuk bersaing dalam mengisi perguruan tinggi terbaik di Indonesia,”ucap istri dari Gubernur Aceh.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs H Alhudri, MM meminta jajarannya untuk dapat menyukseskan kegiatan tersebut. Kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan mutu dan kualitas lulusan sekolah di Aceh sesuai dengan visi misi Pemerintah Aceh untuk mewujudkan “Aceh Carong”.

“Kita memiliki target lulusan SMA dapat lulus pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit di Indonesia sedangkan untuk lulusan SMK dapat lebih banyak terserap di Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI), kemudian lulusan PKLK agar dapat lebih banyak yang mandiri,” jelasnya.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dirinya, dan sekaligus untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi tes masuk perguruan tinggi dan sekolah kedinasan.

Sebelum pelaksanaan try out ini para peserta juga diberikan arahan oleh panitia terkait tata cara try out melalui video tutorial serta akan diadakan talkshow pada 11 Februari 2021 Pukul 09.00 di Inews TV Aceh dan live melalui channel Youtube Teknos Aceh.[]

Ini Kriteria Orang yang Tidak Boleh Disuntik Vaksin Covid-19

0
Ilustrasi

Nukilan. id – Di Indonesia, Vaksinasi Covid-19 sudah dimulai sejak Rabu, (13/1/2021. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama yang disuntik vaksin dengan menggunakan vaksin buatan China, Sinovac.

Sementara di Aceh, Vaksinasi dilakukan Jum’at, 15 Januari 2021 lalu, dan Gubernur Aceh Ir. H. Nova Iriansyah, MT menjadi penerima Vaksin Covid-19 perdana bersama Pangdam Iskandar Muda, Wakapolda Aceh, Sekda Aceh, Anggota DPRA, Wakil Ketua MPU dan beberapa pejabat SKPA lainnya.

Namun sebelum melakukan vaksinasi Covid-19, perlu diperhatikan kondisi diri, termasuk mereka yang tidak diperbolehkan vaksin seperti yang tertuang dalam Surat Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 Tentang Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Berikut kriteria orang yang tidak boleh divaksin COVID-19:

  1. Pernah teekonfirmasi menderita covid-19
  2. Ibu Hamil dan Menyusui
  3. Menjalani Terapi Jangka Panjang Terhadap Penyakit Kelainan Darah
  4. Penderita Penyakit Jantung
  5. Penyandang masalah autoimun (Lupus, Sjogren, Vasculitis, Graves disease, Reumatik Autoimun/Rhematoid Arthritis)
  6. Penderita Penyakit Ginjal
  7. Penderita Penyakit Pencernaan Kronis
  8. Penderita Penyakit Hipertiroid
  9. Penderita Penyakit Kanker, Kelainan Darah, Defisiensi Imunitas, Penerima Transfusi Darah
  10. Mengalami Gejala Ispa (Batuk, Pilek, Sesak Nafas) Dalam Tujuh Hari Terakhir Sebelum Vaksinasi
  11. Penderita Diabetes Melitus*
  12. Penyandang HIV*
  13. Penderita Penyakit Paru (Asma, Tuberkolosis)*

Tetapi untuk Penderita Diabetes Melitus, Penyandang HIV dan Penderita Penyakit Paru (Asma, Tuberkolosis) Dalam kondisi tertentu bisa di beri Vaksinasi COVID-19. []

Mantan Bupati Aceh Besar Bukhari Daud Meninggal Dunia

0
Alm. Bukhari Daud, mantan bupati Aceh Besar

Nukilan.id – Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, telah berpulang ke Rahmatullah . Mantan bupati Aceh Besar, Dr. H. Bukhari Daud di kediamannya, Lampeuneurut, Aceh Besar, pukul 02.00 WIB dini hari, Kamis (11/2/2021).

Dosen Program Studi Bahasa Inggris pada FKIP Universitas Syiah Kuala (USK) itu meninggal belum dapat diketahui secara pasti penyebabnya, namun informasi yang diterima Almarhum belakangan memang sering mengeluh gangguan jantung. Besar.

Pernah juga diopname di rumah sakit, dan kondisinya membaik sehingga dokter menganjurkan cukup minum obat saja.

Jadi–seperti yang dikutip media–menjelang mengembuskan napas terakhir, kondisi fisik Dr Bukhari dalam keadaan normal.

Bukhari meninggalkan satu istri, tiga putri, dan satu putra.[]

Temuan Situs Makam Raja dan Ulama Besar Aceh di Gerbang Tol Kajhu

0
Situs makam raja dan para ulama besar Aceh era kesultanan Aceh Darussalam. Foto: Istimewa

Nukilan.id – Situs makam purbakala ditemukan di kawasan pengerjaan Gerbang Tol Kajhu, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Makam tersebut adalah makam raja-raja dan makam para ulama besar Aceh era Kesultanan Aceh Darussalam.

“Situs makam purbakala ini adalah makam raja-raja dan makam para ulama besar Aceh era Kesultanan Aceh Darussalam yang berusia sekitar ratusan tahun,” kata Ketua Peusaba Aceh, Mawardi Usma, Rabu, 10 Februari 2021.

Kawasan situs sejarah Kajhu yang ada di Baitussalam adalah kawasan khusus era kesultanan Aceh Darussalam yang tunduk dan diperintah langsung di bawah sultan di antaranya meliputi kawasan Kajhu, Cadek, Lambada, Kuala Gigeng dan sekitarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad
“Kawasan ini merupakan kawasan penting era Kesultanan Aceh Darussalam,” ujarnya.

Mawardi menjelaskan, kawasan Kajhu sejak dulu terkenal sebagai tempat kediaman para keluarga Raja. Sejarah mencatat Tuanku Hasyim Banta Muda (1848-1897) Wali Sultan Muhammad Dawod Syah dan Panglima Perang Aceh yang melawan Van Swieten, dilahirkan di kawasan tersebut.

“Kawasan ini juga dikenal sebagai tempat berdiam Wazir Sultan Panglima Paduka Sinara yang juga Ulebalang Pulau Weh atau yang disebut (kepala pemerintah dalam kesultanan Aceh yang memimpin sebuah daerah atau sagoë),” ucap Mawardi.

Terdapat juga Ulebalang lain yang terkenal Teuku Paya Ulebalang Mukim Paya dan Lambada adalah anggota Dewan Delapan yaitu 8 pembesar Aceh yang melakukan lobi melawan Belanda di Penang.

“Ketika Perang Aceh terjadi, Teuku Paya mengirimkan surat kepada Presiden Amerika U.S. Grant (1869-1877) dan kepada Presiden Perancis (1873-1879) Marshal Mc Mahon,” jelasnya.

Sumber: Medcom.id

Plt Kadis Pariwisata DKI Ditusuk di Kantornya

0
Gumilar Ekalaya saat ditemui di gedung Disparbud, DKI Jakarta, 17 September 2019. Foto Antara

Nukilan.id – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Gumilar Ekalaya ditusuk oleh seseorang berinisial RH.

Penusukan tersebut terjadi di kantor Gumilar di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan hari ini, Rabu, 10 Februari 2021.

“Benar. Di kantor beliau,” ujar Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Azis Andriansyah saat dikonfirmasi, Rabu, 10 Februari 2021.

Azis menjelaskan kejadian bermula saat pelaku datang ke kantor Dinas Pariwisata DKI untuk menemui dan berbicara dengan Gumilar. Pertemuan keduanya terjadi di lantai 2.

“Pelaku kemudian mengeluarkan pisau yang dibawa di dalam tasnya selanjutnya menusuk korban,” kata Azis.

Baca juga: Penumpang Tikam Sopir Ojek Online di Pintu Masuk TPU Kebagusan

Azis mengatakan, Gumilar mengalami luka tusuk di paha atas. Setelah menusuk korban, kata Azis, pelaku langsung turun dengan maksud ingin kabur.

“Namun pada saat sampai di bawah, security melihat pelaku membawa pisau dan langsung menghalaunya.”

Karena dihalang-halangi, pelaku menusuk petugas keamanan tersebut di bagian dada atas di sebelah kiri. Petugas security lain lantas menghubungi petugas kepolisian. Pelaku penusukan Gumilar Ekalaya kini sudah ditangkap. “Sudah berhasil ditangkap,” kata Azis.[]

Sumber: Tempo.co

Presiden Bayern Munich: Mohamed Salah, Messinya Afrika

0

Nukilan. id – Karl-Heinz Rummenigge , Presiden Bayern Munich , mengungkapkan kekagumannya yang besar kepada bintang Mesir, Mohamed Salah, striker Liverpool dan salah satu pemain paling menonjol di Eropa.

Menurut pernyataan yang dibawa oleh surat kabar Spanyol “S”, Rummenigge menggambarkan bintang Mesir itu sebagai Messi dari benua Afrika, dan dia adalah pemain yang diimpikan oleh tim mana pun di barisannya, dan tidak dapat digantikan.

Rummenigge mengungkapkan kekagumannya atas apa yang dilakukan Salah bersama tim Liverpool selama beberapa musim terakhir, mengingat pencapaian tersebut membuat Salah naik ke peringkat pemain terbaik dunia.

Rummenigge, bintang Mesir, berada di antara pemain terbaik di semua level saat ini, dan dia termasuk di antara bintang sepak bola elit dan tidak kalah berharga dari pemain terkemuka lainnya.

Terlepas dari kekaguman yang besar atas apa yang dilakukan Salah dengan Liverpool, Rummenigge menegaskan bahwa timnya tidak tertarik untuk bersaing memperebutkan bintang ini selama musim depan, tetapi ia menilai kehadirannya akan memberikan kekuatan tambahan bagi timnya.

Berbagai sumber media melaporkan bahwa Mohamed Salah tidak lagi senang dengan “The Reds” dan dia sedang mencari tujuan baru karena namanya telah dikaitkan dengan raksasa Spanyol Real Madrid dan Barcelona. Dan sepertinya Salah tidak akan bermain untuk tim selain Real atau Barcelona, ​​mengingat penggemar kedua tim dan popularitas mereka yang luar biasa.

Sumber: alaraby.co.uk

Qatar Izinkan Penggunaan Darurat Moderna Vaksin Melawan “Covid-19”

0

Nukilan.id – Pada hari Rabu, 10 Februari 2021 Kementerian Kesehatan Masyarakat di Qatar memberikan izin untuk penggunaan darurat vaksin Covid-19 yang  diproduksi oleh perusahaan Amerika ” Moderna “, yang merupakan vaksin kedua yang diizinkan untuk digunakan di negara tersebut setelah American-German Pfizer / Biontech. vaksin.

Dalam pernyataannya, Kementerian Kesehatan Qatar mengatakan bahwa vaksin Moderna disetujui setelah Kementerian Farmasi dan Departemen Pengawasan Obat melakukan studi dan review vaksin yang akurat dan ekstensif, serta mengevaluasi hasil studi klinis yang dilakukan terhadap puluhan ribu relawan.
Persetujuan Qatar untuk menggunakan vaksin Moderna datang setelah persetujuan banyak negara di dunia, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa dan Inggris, untuk menggunakannya.

Ketua National Strategic Group for Responding Covid-19 Abdul Latif Al-Khal mengatakan tahapan uji klinis komprehensif yang dilakukan terhadap vaksin Moderna membuktikan vaksin tersebut sangat aman dan efektif. Persetujuan Kementerian Kesehatan tentang vaksin tersebut berarti bahwa kami akan segera dapat mulai menggunakannya bersamaan dengan vaksin Pfizer / Bountech, sehubungan dengan perluasan program vaksinasi nasional kami di Qatar. “

Al-Khal menjelaskan bahwa, “Dengan apa yang kami saksikan tentang tingginya permintaan vaksin Covid-19 di berbagai belahan dunia, kami sekarang dapat di Qatar untuk mendapatkan keuntungan dari ketersediaan dua jenis vaksin yang kami miliki,” mencatat bahwa kedua vaksin tersebut telah menunjukkan tingkat keamanan dan kemanjuran yang sama dan tinggi selama uji coba. Dan tidak perlu mengkhawatirkan vaksin mana yang akan diberikan kepada individu.

Sebaliknya, Direktur Departemen Farmasi dan Pengawasan Obat di Kementerian Kesehatan Aisha Al-Ansari mengatakan, “Pendekatan proaktif yang diambil oleh Qatar untuk mengamankan akses ke vaksin dengan menandatangani perjanjian dengan perusahaan produsen terkemuka telah membuktikan keefektifannya. Kami telah menjelaskan sejak awal bahwa kami ingin menyediakan vaksin yang aman, efektif, dan disetujui secara internasional. Kami akan segera menerima. “Pengiriman pertama vaksin Moderna, dan meskipun jumlah pengiriman ini akan dibatasi, ini merupakan perkembangan positif, dan kami berharap pengiriman yang lebih besar tiba secara teratur dari Moderna dan dari aliansi Pfizer / Biontech selama beberapa minggu mendatang. “

Sumber: alaraby.co.uk

Polisi Tahan Tersangka Pemeras Bupati Aceh Barat

0

Nukilan.id – Penyidik Polres Aceh Barat, Rabu malam, melakukan penahanan terhadap seorang pria Teungku Azis (45), warga Desa Kuala Baro, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Aceh sebagai tersangka dalam perkara dugaan pemerasan terhadap Bupati Aceh Barat Ramli MS.

“Tersangka Teungku Azis kami tahan setelah menjalani pemeriksaan di mapolres sekitar tujuh jam lamanya,” kata Kapolres Aceh Barat AKBP Andrianto Argamuda SIK diwakili Kasat Reskrim AKP Parmohonan Harahap yang dihubungi dari Banda Aceh, Rabu (10/2/2021).

Sebelumnya, Senin (8/2) malam lalu, penyidik Polres Aceh Barat juga sudah resmi melakukan penahanan terhadap seorang pria bernama Zahidin alias Teungku Janggot, warga Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan dalam perkara yang sama.

AKP Parmohonan Harahap menjelaskan, penahanan terhadap tersangka Teungku Azis dilakukan polisi, setelah penyidik menemukan alat bukti tindak pidana pemerasan yang diduga dilakukan tersangka.

Selain itu, tersangka juga mengakui perbuatannya kepada penyidik saat dilakukan pemeriksaan di Mapolres Aceh Barat bahwa tindakan yang dilakukan tersebut sebagai upaya untuk memeras Bupati Aceh Barat, dengan cara membawa kuitansi menagih utang.

Padahal, di dalam surat yang dibawa sejumlah tersangka tersebut, sama sekali tidak terkait dengan Bupati Aceh Barat Ramli MS sebagai korban.

Dalam perkara ini, polisi juga menjerat tersangka dengan Pasal 335 KUHP tentang ancaman kekerasan, Pasal 207 KUHP karena diduga menyerang kehormatan pejabat negara.

Polisi juga menjerat pelaku dengan Pasal 311 KUHP diduga terkait penistaan dengan tulisan atau dengan lisan, karena menagih utang dengan orang yang tidak berutang, serta Pasal 310 KUHP terkait penghinaan dengan lisan/tulisan disertai pengancaman.

“Tersangka Teungku Azis kami tahan guna memudahkan proses hukum yang sedang berjalan,” kata AKP Parmohonan Harahap menegaskan.

Suber: antara