Beranda blog Halaman 2280

Radar Satelit Bumi Buatan Profesor Sumantyo Sudah Digunakan Lebih 118 Negara

0
Foto: Media Indonesia

Nukilan.id – Profesor Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, atau akrab disapa Josh, adalah orang Indonesia yang menjadi penemu radar satelit bumi.

Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 25 Juni 1970, saat ini menjabat sebagai Full Professor (permanent staff) di Center for Environmental Remote Sensing, Universitas Chiba, Jepang.

Lain itu, ia juga didaulat sebagai profesor/dosen tamu di berbagai universitas di dunia.

Jabatan itu bukannya tanpa sebab, karena ia merupakan salah satu pemegang paten antena mikrostrip (antena berbentuk cakram berdiameter 12 sentimeter dan tebal 1,6 milimeter) yang dapat digunakan untuk berkomunikasi langsung dengan satelit.

Ia juga penemu circularly polarized synthetic aperture untuk pesawat nirawak (drone), small satellte, serta radar peramal cuaca 3-dimensi.

Josh juga mendirikan yayasan Pandhito Panji Foundation (PPF) yang ditujukan untuk memajukan dunia penelitian, pendidikan, dan seni rupa di Indonesia. Yayasan ini terdiri dari Pusat Penelitian Remote Sensing (RSRC), Pusat Penelitian Pendidikan (ERC), dan Pusat Penelitian Seni Rupa (ARC).

Hasil penelitian dari ketiga pusat penelitian tersebut telah banyak disebarluaskan ke masyarakat Indonesia, dan telah dilibut baik oleh media lokal maupun internasional.

Karyanya di bidang remote sensing, nyatanya telah dinikmati oleh kalangan universitas, lembaga penelitian, pemerintah daerah, hingga militer di Indonesia dan luar negeri, yang berguna untuk melakukan monitoring lingkungan dan bencana.

Secara umum, penemuannya itu menjadi penemuan paling penting dalam sistem teknologi dan komunikasi di dunia. Saat ini, penemuannya itu sudah digunakan lebih dari 118 negara di dunia.

(Sumber: Good News from Indonesia)

9 Maret Hari Musik Nasional: Mengenang W.R. Soepratman

0

Nukilan.id – Sejarah Hari Musik Nasional 9 Maret adalah untuk memperingati hari lahir salah satu pahlawan nasional, Wage Rudolf Soepratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Tanggal 9 Maret diperingari sebagai Hari Musik Nasional sejak tahun 2012, melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2013 tentang Hari Musik Nasional.

Dalam Keppres itu disebutkan pula bahwa peringatan Hari Musik Nasional bukan hari libur nasional.

Baca juga: Ranking Portal Berita di Aceh, Walau Muda Nukilan.id di Posisi Ketujuh

Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri, terlanjur menetapkan 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional, merujuk pada tanggal yang akhirnya disepakati sebagai hari kelahiran WR Soepratman.

WR Soepratman adalah pencipta lagu Indonesia Raya. Ia mempunyai nama asli Wage Soepratman. Sementara “Rudolf” adalah nama tambahan yang diberikan seorang pria peranakan Belanda-Indonesia bernama Willem van Eldik yang menikahi kakak perempuannya, Roekijem.

Semasa remaja, Wage memang tinggal bersama kakak sulungnya itu di Makassar, tempat Willem berdinas sebagai tentara.

Hari Musik Nasional diperingati setiap 9 Maret, bertepatan dengan kelahiran Wage Rudolf Soepratman.

Kapan tepatnya putra daerah Purworejo itu lahir hingga kini masih menjadi perdebatan. Ada yang menyebut tanggal 9 Maret 1903, tapi sebagian lainnya lebih meyakini bahwa Wage lahir 10 hari setelahnya, yakni 19 Maret (Radix Penadi, Beberapa Catatan Seputar WR Soepratman, 1988:29).

Penelusuran yang dilakukan oleh Dwi Rahardja, peneliti dan pembuat film dokumenter Saksi-saksi Hidup Kelahiran Bayi Wage, justru menghasilkan temuan bahwa sang pencipta lagu “Indonesia Raya” lahir tanggal 19 Maret 1903. Pendapat ini didukung keluarga Soepratman, bahkan dikuatkan dengan keputusan Pengadilan Negeri Purworejo pada 29 Maret 2007.

“Semua pihak seharusnya mengikuti ketetapan PN Purworejo. Diharapkan, Hari Musik Nasional itu dapat segera disesuaikan dengan ketetapan PN Purworejo yang menyatakan bahwa WR Soepratman lahir pada 19 Maret 1903,” kata Dwi Rahardja (Kompas, 15 Maret 2008).

Baca juga: 8 Maret Jadi Tonggak Keadilan Bagi Perempuan Aceh

Akan tetapi, tanggal lahir WR Soepratman yang diabadikan sebagai Hari Musik Nasional masih diperingati setiap 9 Maret hingga detik ini.

Ketertarikan WR Soepratman terhadap seni bermula dari Roekijem dan suaminya, Willem van Eldik, yang memang penyuka musik. Tak jarang, Willem dengan sejumlah teman tentaranya menggelar pertunjukan teater di mes militer mereka di Makassar. Sejak lulus sekolah dasar pada 1914, Wage sudah ikut kakak perempuannya itu ke Sulawesi.

Soepratman mulai mengulik-ulik nada dan syair hingga akhirnya terangkailah untaian lirik sarat semangat nasionalisme dengan balutan aransemen yang menggugah kalbu. Itulah lagu “Indonesia Raya” yang dirampungkan Soepratman pada 1924, dan pertama kali dirilis ke publik pada penutupan Kongres Pemuda ke-II tanggal 28 Oktober 1928.

Baca juga: Nova Iriansyah: Demokrat Aceh Setia Kepada AHY dan Tolak KLB

Lagu kemerdekaan “Indonesia Raya” selalu berkumandang tidak hanya ketika upacara bendera atau peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, melainkan di setiap kegiatan resmi apapun mulai tingkat paling rendah hingga skala nasional.

Lirik dan notasi lagu “Indonesia Raya” pertama kali dimuat di surat kabar Sin Po edisi 10 November 1928, selang 13 hari setelah perhelatan Kongres Pemuda II di mana lagu tersebut pertama kali dinyanyikan.

Peringatan Hari Musik Nasional ini pertama kali dilakukan pada 9 Maret 2013

Koran berisi lirik lagu dan notasi “Indonesia Raya” tersebut pun dicetak 5.000 eksemplar.

Awalnya, lagu tersebut berjudul “Indonesia” dan bukan “Indonesia Raja” atau “Indonesia Raya”. Koran Sin Po sendiri merupakan lahan W.R. Supratman bekerja sebagai jurnalis.

Sumber: tirto.id
Baca juga: Nora Idah Nita: Perempuan Aceh Harus Berperan dan Isi Posisi Strategis

Mendagri Minta TP PKK Pusat dan Daerah Bantu Pemerintah Mengatasi Covid-19 dan Stunting

0

Nukilan.id – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) selaku mitra pemerintah diharapkan memiliki program jangka pendek, khususnya dalam penyelesaian pandemi Covid-19 dan persoalan stunting. Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian pada acara Tasyakuran Hari Kesatuan Gerak PKK ke-49 sekaligus Rapat Kerja Nasional PKK IX di Gedung C Sasana Bhakti Praja Kantor Kemendagri, Senin (8/3/2021).

Selain dukungan untuk mengkampanyekan program vaksinasi yang kini tengah berjalan, Mendagri tetap meminta peran aktif PKK dalam menyelesaikan pandemi Covid-19, yakni mengampanyekan 3M+2 (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan hand sanitizer, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas dan interaksi) plus 3T (testing, tracing, dan treatment).

“Kita minta semua bergerak, semua lini bergerak, pemerintah dan non-pemerintah. Ibu-Ibu PKK tolong bantu kampanye masker, bagi masker sampai ke grassroot, cuci tangan dengan hand sanitizer dan menghindari acara yang kerumunan,” ujar Mendagri.

Terkait persoalan stunting, Mendagri meminta PKK untuk mengaktifkan Posyandu sampai ke tingkat paling bawah. Menurutnya, PKK di tingkat kabupaten/kota merupakan ujung tombak program PKK dalam mengentaskan permasalahan stunting, mengingat Posyandu banyak terdapat di desa-desa. Mendagri juga mengimbau PKK untuk membantu program Keluarga Berencana (KB) dalam mengontrol angka kelahiran penduduk.

Mendagri menekankan, status gizi buruk pada ibu hamil dan bayi merupakan faktor utama yang menyebabkan anak balita mengalami stunting. Begitu pula setelah lahir, 2 tahun pertama adalah waktu yang sangat krusial untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

“Data betul dengan Dukcapil, Disdukcapil, untuk diberikan tambahan asupan makanan yang bergizi, supaya mereka tidak kerdil, kalau sudah kerdil tidak akan mampu pernah bersaing dengan orang yang postur tubuhnya bagus dan ideal,” tegas Mendagri.

CV. Deputroe Coffee Terima mahasiswa KKP MAB USK

0

Nukilan.id – Perusahaan CV. Deputroe Coffee menerima penempatan mahasiswa kuliah kerja praktek (KKP) program studi Diploma 3 Manajemen Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (7/3/2021).

Prosesi serah terima dihadiri oleh Ir. Edi Marsudi, M.Si selalu ketua rombongan, Dr. T. Saiful Bahri, S.P, M.P, Ira Mayam Sari, S.P, M.Si, Ariani Fatmawati, S.P, dan Uswatun Hasanah, S.P, M.Si sebagai tim anggota.

Dalam sambutannya Ir. Edi Marsudi, M.Si menyampaikan penempatan mahasiswa KKP ini merupakan tindak lanjut dari komitmen kerjasama antara MAB dan Deputroe selalu DUDI (dunia usaha dunia industri).

Salah satu penerapan dari kurikulum kampus merdeka dan merdeka belajar yang dicanagkan Mentri Pendidikan RI. Program ini diharapkan menjadi poin strategis untuk melatih jiwa entrepreneurship mahasiswa, lanjut beliau.

“Kami sangat percaya perusahaan Deputroe akan melatih adik-adik mahasiswa ini menjadi entrepreneur handal seperti Pak Dedi,” kata Marsudi.

Pada kesempatan ini sambutan juga diberikan oleh Dr. T. Saiful Bahri.

Ia berterimakasih kepada perusahaan Deputroe atas kesediaan dalam membimbing mahasiswa USK hingga enam bulan ke depan.

Jumlah mahasiswa yang ditempatkan sebanyak 9 orang yang terdiri dari 5 orang perempuan dan 4 orang laki-laki, dimana tim perempuan sudah duluan berangkat ke home industri Deputroe yang berada di Bener Meriah.

Dalam kesempatan ini prosesi serah terima mahasiswa KKP langsung diterima oleh C.E.O perusahaan CV. Deputroe Coffee. Pada sela-sela waktu yang sibuk dikarenakan sedang menyelenggarakan Pelatihan Barista di workplace Deputroe bermitra dengan BLKI Banda Aceh.

Dedi menyambut baik penempatan mahasiswa KKP, harapannya mahasiswa dapat memperoleh output selama mengikuti kegiatan ini. Penting diingat bahwa perusahaan juga membutuhkan outcome dalam jangka panjang.

Di era digitalisasi ini, bisnis sangat bergantung dari globalisasi teknologi. Diharapkan para mahasiswa untuk dapat update teknologi untuk melahirkan inovasi terbarukan, bukan malah menjadikan teknologi untuk hal yang tidak produktif seperti main game online.

“Saya mengharap keseriusan adik-adik mahasiswa dalam pelaksanaan KKP, ini menjadi moment menarik karena belajar sambil bekerja. Nantinya pasti akan ketemu masalah-masalah, namun tugas kita selalu pelaku bisnis adalah bagaimana bisa menyelesaikan masalah dengan segudang solusi,” katanya.

Indonesia Memiliki Energi Terbarukan Tak Terbatas

0
Preside Jokowi (Foto: economy.okezone.com)

Nukilan.id – Indonesia kaya akan energi baru terbarukan (EBT) tapi belum dimanfaatkan sepenuhnya. Tercatat, Indonesia memiliki potensi EBT 400 gigawatt (GW) yang berasal dari surya, panas bumi, samudera, bayu, hidro, dan biomassa.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, salah satu potensi pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) berada di daerah bagian timur Indonesia, yakni Sulawesi.

“Kita sudah memiliki potensi energi angin atau bayu. Sekarang sudah terpasang di daerah Sulawesi dan juga beberapa spot di Indonesia yang memiliki sumber energi angin cukup banyak,” ujarnya dalam Forum Teknologi dan Inovasi Energi Masa Depan yang bertajuk “Imagining Indonesia’s Energy Future”, Senin (8/3/2021).

Baca juga: Ranking Portal Berita di Aceh, Walau Muda Nukilan.id di Posisi Ketujuh

Menurut dia, satu tiang yang dihasilkan dari PLTB dulu hanya menghasilkan 1 MW. Namun sekarang satu tiang PLTB bisa menghasilkan listrik tenaga angin sebesar 10 MW.

“Tapi itu memang membutuhkan daerah-daerah yang anginnya sangat besar. Kita juga sudah punya beberapa spot. Kalau ini dikembangkan maka industri ini bisa berkembang,” ungkapnya.

Baca juga: Hari Perempuan Internasional, Sri Mulyani: Perempuan Berhak Menjadi Apa Saja

Arifin melanjutkan, jika PLTB ini bisa dikembangkan secara masif maka industri pendukungnya akan ikut berkembang. Hal ini karena baling-baling atau kincir angin raksasa yang ada pada PLTB terbuat dari logam di mana logam tersebut berasal dari mineral yang berlimpah di Indonesia.

“Bahan mentah mineral ini harus diolah di dalam negeri sehingga terjadi proses hilirisasi yang menghasilkan produk-produk industri. Nantinya bisa menumbuhkembangkan paling tidak industri komponen bagi industri kecil di dalam negeri,” katanya.

Sumber: economy.okezone.com
Baca juga: 8 Maret Jadi Tonggak Keadilan Bagi Perempuan Aceh

Ranking Portal Berita di Aceh, Walau Muda Nukilan.id di Posisi Ketujuh

0

Nukilan.id – Penelusuran litbang Nukilan.id, angka popularitas website berdasarkan Alexa Rank per-tanggal 8 Maret 2021, pukul 08.55 Wib menunjukkan situs berita Nukilan.id secara Internasional berada di peringkat 534,025 dan secara Nasional berada pada peringkat 2,895.

Baca juga: Hari Perempuan Internasional, Sri Mulyani: Perempuan Berhak Menjadi Apa Saja

Dibandingkan dari sebelumnya yaitu pertanggal 22 Februari pukul 10.49 Wib, peringkat website Nukilan.id secara Internasional barada di peringkat 2,041,214 dan Nasional 17,879. Hal ini menunjukkan website Nukilan.id terus meningkat.

Baca juga: Penurunan Deforestasi Indonesia 75,03 persen

Berikut situs website berdasarkan Alexa Rank pada pukul 08.55 Wib:

ajnn.net
global rank : 200,366
Nasional rank : 1,775

dialeksis.com
global rank : 310,769
Nasional rank : 2,033

Popularitas.com
global rank : 298,055
Nasional rank : 2,198

atjehwatch.com
global rank : 218,690
Nasional rank : 2,379

anteroaceh.com
global rank : 277,544
Nasional rank : 2,734

readers.id
global rank : 383,828
Nasional rank : 2,621

Nukilan.id
global rank : 534,025
Nasional rank : 2,895

portalsatu.com
global rank : 275,981
Nasional rank : 3,120

beritakini.co
global rank : 328,827
Nasional rank : 3,770

acehtrend.com
global rank : 476,560
Nasional rank : 5,953

Baca juga: 8 Maret Jadi Tonggak Keadilan Bagi Perempuan Aceh

Penurunan Deforestasi Indonesia 75,03 persen

0

Nukilan.id – Indonesia berhasil menurunkan deforestasi 75,03 persen di periode tahun 2019-2020, hingga berada pada angka 115,46 ribu hektare.

Angka ini jauh menurun dari deforestasi tahun 2018-2019 sebesar 462,46 ribu hektare.

Data ini dirilis Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen PKTL KLHK).

“Jika dilihat tren deforestasi berdasarkan data sebelumnya, maka tahun ini pengurangan hutan Indonesia relatif rendah dan cenderung stabil,” kata Plt. Direktur Jenderal PKTL Ruandha Agung Sugardiman, saat media briefing di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Turunnya deforestasi nasional selama masa pandemi Covid-19 ini, sekaligus membantah klaim beberapa pihak tentang peningkatan deforestasi selama tahun 2020.

Ini juga pembuktian konsistensi Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo untuk mengurangi deforestasi dari tahun ke tahun.

“Penurunan 75 persen laju deforestasi selama periode 2019/2020 ini merupakan bukti, bukan persepsi.”

“Inilah hasil kerja keras kita bersama hingga laju deforestasi bisa diturunkan pada titik terendah sepanjang sejarah,” ungkap Ruandha.

Komitmen pemerintah juga tegas untuk terus berada di jalur pengurangan deforestasi sebagai salah satu sumber penurunan emisi.

Upaya masih terus dilakukan, dan sumber daya terus dialokasikan, untuk mengendalikan tingkat deforestasi di Indonesia, di berbagai tingkatan.[]

tropis.co

Nova Iriansyah: Demokrat Aceh Setia Kepada AHY dan Tolak KLB

0
Nova Iriansyah

Nukilan.id – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Aceh Ir. Nova Iriansyah menyampaikan Partai Demokrat Aceh sebagai pemilik suara sah tetap tetap setia kepada Agus Harimurti Yudhoyono dan setia Kepada Partai Demokrat.

Itu disampaikan Nova Iriansyah pada komitmen seluruh ketua DPD se Aceh di Jakarta, Jum’at (8/3/2021).

“Partai Demokrat Aceh nyatakan setia kepada Agus Harimurti, Menolak KLB dan setia kepada Nusa dan bangsa,” kata Nova Iriansyah.

Keberadaan Nova Iriansyah di Jakarta sekaligus mendampingi AHY, bersama seluruh ketua DPD Partai Demokrat mendatangi Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyampaikan surat “Menolak KLB”.

Reporter: Akhi Wanda

Nora Idah Nita: Perempuan Aceh Harus Berperan dan Isi Posisi Strategis

0
Nora Idah Nita

Nukilan.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Fraksi Partai Demokrat Nora Idah Nita, SE, menyampaikan sudah saatnya perempuan Aceh lebih banyak berperan dan mengisi posisi strategis di Aceh.

Mewakil perempuan Aceh di DPRA, Nora juga meminta perempuan Aceh agar dapat berperan aktif, baik yang berada di pemerintahan maupun tempat-tempat strategis lainnya.

“Kedepan perempuan Aceh lebih banyak berperan dan mengisi posisi strategis di pemerintahan maupun tempat lainnya,” kata Nora Hal kepada Nukilan.id, menjawab peranan perempuan Aceh kedepan pada momentum “Hari Perempuan Internasional” 8 Maret, Senin (8/3/2021) di Banda Aceh.

Nora berharap perempuan Aceh harus berkontribusi lebih banyak baik dalam pendidikan, politik, sosial, budaya, dan ekonomi.

“Tapi harus tetap menjaga kondratnya sebagai perempuan dan ibu,” ujar Nora.[]

Reporter: Akhi Wanda

8 Maret Jadi Tonggak Keadilan Bagi Perempuan Aceh

0

Nukilan.id – Aktivis Perempuan dan Penjabat Kabid Perempuan dan Anak Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh, Suraiya Kamaruzzaman, ST., L.LM., MT, momentum Hari Perempuan Internasional, 8 Maret, merupakan tonggak bagi perempuan Aceh untuk memastikan terpenuhinya rasa keadilan, terutama bagi perempuan korban kekerasan seksual.

“Kekerasan seksual terhadap perempuan adalah persoalan serius. Dan sudah diperjuangkan bertahun-tahun, namun sampai hari ini, belum ada kebijakan komprehensif terkait pemenuhan hak perempuan korban kekerasan,” kata Suraiya saat dihubungi Nukilan.id, Senin (8/3/2021).

Baca juga: Hari Perempuan Internasional, Sri Mulyani: Perempuan Berhak Menjadi Apa Saja

Jadi, kata Suraiya – kita berharap bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Pencegahan Kekerasan Seksual segera di sahkan, sehingga menjadi salah satu cara untuk terpenuhinya hak perempuan.

“Dan ini juga menjadi tantangan untuk perempuan yang bekerja di bidang politik,” katanya.

Tetapi, lanjutnya – kita jangan pernah menyerah, karena sebenarnya dalam darah perempuan Aceh itu mengalir semangat juang Cut Nyak Dien dan Siti Aisyah yang menjadi panutan kita. Dan mudah-mudahan semangat mereka itu menjadi penyemangat buat kita perempuan Aceh.

Baca juga: Perempuan Parlemen RI Gelar Pameran Foto dan Diskusi

Ia menceritakan, ketika konflik di Aceh, perempuan menjadi inisiator untuk mendorong proses perdamaian, hal itu dilakukan melalui kongres perempuan Aceh.

Maka hari ini, lanjutnya – ketika damai sudah terjadi, perempuan harus tetap semangat untuk memperjuangkan ruang-ruang publik, bukan hanya di ruang domestik, untuk mengaktualisasikan buah pikir mereka untuk membangun aceh yang lebih baik.

Selama ini, kata Suraiya – ada beberapa regulasi yang cukup baik yang sudah disahkan oleh pemerintah Aceh. Tetapi sampai sekarang belum bisa diterapkan dengan lengkap. Seperti Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2009 tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan, Qanun tersebut sudah lama dan itu harus di evaluasi kembali. Dan perlu dibuat Peraturan Gubernur (Pergub) yang menjadi turunan sehingga Qanun itu bisa diterapkan.

Baca juga: Sarah Gilbert Pimpin Tim Vaksin Oxford, 66 Persen Perempuan

Ia mencontohkan, misalnya hak cuti untuk merawat istri yang melahir bagi laki-laki. di Aceh itu sudah duluan sebelum ada kebijakan nasional. Namun, sampai hari ini belum bisa diterapkan, karena belum ada pergub.

“Jadi kebijakan saja tidak cukup, tetapi implementasi lebih penting,” ujarnya

Terkait anggaran, lanjutnya – juga harus dipastikan bahwa anggarannya cukup. karena kalau cuma ada kebijakan, tetapi anggaran tidak cukup, tidak akan bisa jalan juga.

Suraiya menegaskan, bahwa persoalan perempuan bukan hanya tanggung jawab dari Dinas Pemberdayaan Perempuan. Namun, dinas-dinas lain juga harus ikut terlibat secara serius untuk menangani persoalan ini.

Baca juga: KPAI Minta Negara Hadir Cegah Anak Putus Sekolah

“karena ini persoalan semua orang, bukan persoalan Dinas Pemberdayaan Perempuan saja,” tegasnya

Sementara itu, Ia meminta pemerintah Aceh harus memastikan, bahwa tidak ada lagi peraturan apapun yang mendiskriminasikan perempuan baik itu dalam, Peraturan Walikota (Perwal), Peraturan Bupati (Perbup) dan Surat Edaran (SE).

“Pemerintah Aceh harus memastikan, tidak ada lagi, Perwal, Perbup dan SE apapun yang mendiskriminasikan perempuan,” pungkasnya.[red]

Reporter: Akhi Wanda
Baca juga: PKBI Aceh: Budaya Diam Salah Satu Sebab Kekerasan Pada Perempuan dan Anak