Beranda blog Halaman 2233

Kejari Sabang Selamatkan Uang Negara Hingga 158 Juta

0

Nukilan.id – Tim Jaksa Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sabang telah berhasil menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 158.162.500 dalam penyidikannya pada Jum’at (16/4/2021).

Penyidikan tersebut dilakukan dalam kasus tindak pidana korupsi Penyalahgunaan Belanja BBM dan Pelumas serta belanja pengganti suku cadang pada Dinas Perhubungan Kota Sabang tahun anggaran 2019.

Kepala Kejaksaan Negeri Sabang Choirun Parapat SH MH melalui Kasi Intelijen Jen Tanamal, SH mengatakan, uang yang diselamatkan tersebut dari sejumlah total kerugian negara sebesar Rp. 577.457.631, sebagaimana Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Ahli Perhitungan Kerugian Negara (PKN) Inspektorat kota Sabang nomor: 700/250/PKKN/2-21 tanggal 23 Maret 2021.

“Sejumlah uang tersebut telah berhasil disita selama proses penyidikan berlangsung, kemudian dititipkan di rekening khusus barang bukti Pidsus Kejaksaan Negeri Sabang, untuk nantinya akan dipergunakan sebagai barang bukti pada saat di persidangan, di Pengadilan Tipikor Banda Aceh,” kata Jen Tanamal dalam keterangan tertulis yang diterima Nukilan.id, Jum’at (16/4/2021).

Sampai saat ini, lanjutnya, proses penyidikan dan pemberkasan masih berlangsung.

Sementara itu, Jen Tanamal mengatakan bahwa, Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Sabang berkomitmen untuk segera merampungkan penyidikan kasus ini dan terus berusaha untuk menyelamatkan kerugian keuangan negara semaksimal mungkin.

“Dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi sebagaimana dalam UU Nomor 31 tahun 1999 jo UU nomor 20 tahun 2001, tidak semata-mata mengutamakan penghukuman terhadap terdakwa saja, melainkan juga memprioritaskan penyelamatan kerugian / pemulihan kerugian keuangan negara,” tambahnya.[]

Shalat Maghrib atau Buka Puasa Dulu? Ini Anjuran Rasulullah

0
Ilustrasi berbuka puasa arafah. (Foto: Google Images)

Nukilan.id – Umat Islam di seluruh dunia diwajibkan menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.

Puasa atau disebut juga shaum merupakan aktivitas menahan diri dari makan dan minum serta perkara-perkara yang membatalkan mulai terbitnya fajar (imsak Subuh) hingga terbenamnya matahari (Maghrib).

Nabi Muhammad SAW pun menganjurkan umatnya ketika berpuasa untuk menyantap sahur dan berbuka puasa. Dalam sebuah hadits dari Annas, Nabi bersabda,

“Bersantap sahurlah kalian, sebab dalam sahur itu terdapat berkah.”

Dalam praktiknya, kebiasaan banyak orang, mendekati waktu Maghrib mereka akan sibuk menatap jam menanti masuknya waktu berbuka. Sebagian orang akan berbuka dengan kolak atau yang manis-manis dahulu, lalu Shalat Maghrib.

Sementara sebagian lainnya akan menyelesaikan makannya dahulu, setelah itu baru menunaikan Shalat Maghrib. Tapi tak sedikit pula ada yang mendahulukan Shalat Maghrib baru kemudian berbuka puasa.

Dari dua hal tersebut, sebenarnya mana yang lebih utama? Rasulullah sendiri dalam dua hadistnya mengatakan:

Pertama, lebih utama menyegerakan berbuka. “Bukhari- Muslim meriwayatkan dari Sahl bin Sa’d bahwa Rasulullah bersabda:

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka mau menyegerakan berbuka.” (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Kedua, dahulukan makan. Hadits dari Anas ra.

“Jika makan malam telah tersajikan, maka dahulukan makan malam terlebih dahulu sebelum sholat Magrib Dan tak perlu tergesa-gesa dengan menyantap makan malam kalian.” (HR Imam Bukhori dan Imam Muslim)

Seperti juga diberitakan kompas, Jumat (16/4/2021), dari kedua hadits tersebut dapat dipetik arti bahwa Islam menghargai hajat atau kebutuhan manusia.

Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya agar berkonsentrasi saat beribadah. Sehingga ketika seorang muslim dihadapkan antara ibadah dan kebutuhan pokok (makan), maka mendahulukan makan.

Itu menjadi upaya agar ketika salat, tidak terbayang hidangan yang ada di meja makan. Dalam hadits yang lain dijelaskan:

“Tidak ada sholat ketika makanan telah dihidangkan, begitu pula tidak ada sholat bagi yang menahan ingin kencing atau buang air besar.” (HR Imam Muslim)

Demikian anjuran Nabi Muhammad SAW antara mendahulukan berbuka atau sholat maghrib terlebih dahulu.[]

Kadisdik Aceh: Kepala Sekolah Ujung Tombak Kualitas Pendidikan

0

Nukilan.id – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM mengajak semua kepala sekolah SMA/SMK untuk senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh.

Hal itu disampaikan Alhudri agar kualitas pendidikan Aceh benar-benar bermutu, sehingga tidak selalu menjadi bahan omongan orang. Hal ini memang tidak mudah, akan tetapi jika dilakukan dengan ikhlas dan penuh kesadaran maka akan terasa mudah.

“Bapak dan Ibu kepala sekolah adalah ujung tombak dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh bersama para guru dan tenaga pendidik. Sebab, bapak dan ibu lah yang langsung berhadapan dengan anak-anak didik kita,” kata Alhudri, Jumat (16/4/2021).

Ajakan itu disampaikan Alhudri saat membuka rapat penyerahan SK kepada sejumlah pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah di Aceh yang berlangsung di Ruang Rapat Dinas Pendidikan Aceh.

Dalam penyampaiannya, Alhudri mengingatkan agar para Plt kepala sekolah yang baru saja ditunjuk untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai perintah dari undang-undang dan aturan yang ada.

“Tolong laksanakan tugas dan fungsi sebagai pelaksana tugas sesuai perintah dari perundang-undangan. Jaga stabilitas agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik, serta yang paling penting tingkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

Pada kesempatan itu, Alhudri juga berpesan agar Gerakan BEREH terus ditingkatkan di setiap sekolah. Menurutnya sejumlah sekolah yang telah berhasil menjalankan gerakan BEREH, namun masih ada beberapa sekolah sekolah yang dikunjunginya masih belum melaksanakan kegiatan BEREH dengan baik.

Padahal gerakan BEREH tidak hanya sebatas perintah dari Gubernur dan Sekda Aceh melainkan juga sejalan dengan pesan agama bahwa kebersihan itu sebagian dari iman.

Oleh karena itu, Alhudri mengaku beberapa kali pernah kesal saat berkunjung ke beberapa sekolah di Aceh, hal itu karena dia menemukan kondisi sekolah yang seperti tidak terurus dan kotor, karena tidak ikut melaksanakan gerakan BEREH.

Untuk itu, di hadapan Plt kepala sekolah, Alhudri mengatakan jika dirinya hanya memerlukan kerja nyata dari setiap kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan lingkungan yang bersih, rapi, estetis dan hijau.

“Saya memohon, tolong bapak-ibu mari sama-sama kita tingkatkan kualitas pendidikan Aceh ini. Ini butuh kesadaran kita semua, kalau kesabaran itu tidak ada, maka akan percuma saja kita tidak akan mampu meningkatkan kualitas pendidikan Aceh. Ini memang bukan pekerjaan mudah akan tetapi jika dilakukan dengan ikhlas maka semua ini akan berjalan dengan baik.” tutup Alhudri.

Hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh, Teuku Nara Setia, sejumlah Eselon III, dan IV Dinas Pendidikan Aceh.

Adapun Plt. Kepala Sekolah yang ditunjuk tersebut adalah:

  1. Wiwik Anggraini ST, sebagai Plt. Kepala Sekolah SMA Swasta Jabal Nur Jadid Aceh Barat Daya.
  2. Nurrizayani, S.Pd, sebagai Plt. Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Banda Aceh.
  3. Anifah Ritahas, S. Pd, sebagai Plt. Kepala Sekolah SMKN 1 Lapang Aceh Utara.
  4. Safriadi Usmar, S.Pd, sebagai Plt. Kepala Sekolah SMAN 1 Sawang, Aceh Selatan.
  5. Rahmawati, ST, MM sebagai Plt. Kepala Sekolah SMKN 1 Penanggalan, Subulussalam.
  6. Azis Muslim Solin, S.Ag sebagai Plt. Kepala Sekolah SMKN 6 Aceh Singkil.
  7. Suarmadi, S.Pd. sebagai Plt. Kepala Sekolah SMAN 1 Rundeng Subulussalam.
  8. Kalkausar, ST, M.Si, sebagai Plt. Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Sigli, Kabupaten Pidie.
  9. Muhammad Wali, S.Pd, sebagai Plt Kepala Sekolah SMAN 1 Bireuen.
  10. Amiruddin, S.Pd, sebagai Plt. Kepala Sekolah MAN 2 Sigli, Kabupaten Pidie.
  11. Drs. Muhammad, M.Pd, sebagai Plt. Kepala Sekolah SMAN 1 Lhoksukon Aceh Utara.
  12. Mami Hastuti, S.Pd sebagai Plt. Kepala Sekolah SMAN 3 Persiapan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil.
  13. Izhar, S.Pd.I, sebagai Plt. Kepala Sekolah SMAN 1 Indra Makmur Aceh Timur.
  14. Drs. Sahrul sebagai Plt Kepala Sekolah SMAN 3 Seunagan, Nagan Raya.[]

Tetap Waspada, Siklon Tropis Surigae Menjauhi Indonesia

0

Nukilan.id – Siklon Tropis Surigae menjauhi Indonesia per pukul 19.00 WIB, Kamis, 15 April 2021. Masyarakat diimbau mewaspadai gelombang laut tinggi di sejumlah perairan.

“Diperkirakan intensitas Siklon Tropis Surigae dalam 24 jam ke depan meningkat dan bergerak ke arah barat laut menjauhi wilayah Indonesia,” tulis data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jumat, (16/4/2021).

BMKG menyebut Siklon Tropis Surigae terpantau berada di Samudra Pasifik Utara Papua. Kecepatan pergerakan siklon itu enam kilometer per jam.

BMKG memperkirakan tidak terjadi hujan dengan intensitas lebat di wilayah timur Indonesia. Sebelumnya, BMKG sempat mengimbau masyarakat mewaspadai hujan lebat di beberapa wilayah seperti Papua dan Maluku.

“Namun, dampak gelombang laut tinggi tetap perlu diwaspadai,” tulis data BMKG.

Gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diramal terjadi di Laut Sulawesi Tengah dan Sulawesi Timur, perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, perairan Kepulauan Sitaro, dan perairan Bitung-Likupang. Kemudian, Laut Maluku dan perairan Selatan Sulawesi Utara.

“Lalu, perairan Kepulauan Halmahera, Laut Halmahera, perairan Raja Ampat bagian utara, perairan Manokwari, perairan Biak, Teluk Cenderawasih, dan perairan Jayapura-Sarmi,” tulis BMKG.

Sementara itu, gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter diperkirakan terjadi di Samudra Pasifik Utara Halmahera dan Samudra Pasifik Utara Jayapura. Berikutnya, gelombang setinggi 4 hingga 6 meter yang berpotensi terjadi di Samudra Pasifik Utara Papua Barat hingga Biak.[medcom]

Kemenag Banda Aceh Luncurkan Aplikasi E-Office

0

Nukilan.id – Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh melaksanakan Program kegiatan pembinaan pegawai sekaligus meluncurkan Aplikasi E-Office Kemenag Kota Banda Aceh, yang dilaksanakan di Aula Jeddah UPT Asrama Haji Provinsi Aceh, Kamis (15/4/2021).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Iqbal ini bertujuan untuk membina dan mendorong serta meningkatkan rasa pengabdian, ketaatan, semangat kerja dan tanggung jawab seorang pegawai.

Menurut Kasubbag TU, Aida Rina Elisiva dengan diselenggarakannya kegiatan pembinaan pegawai, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sebagai abdi negara dan abdi masyarakat yang harus menjunjung tinggi martabat demi kepentingan masyarakat dan Negara.

Begitu pula dengan peluncuran aplikasi E-Office yang dilakukan bersamaan dengan pembinaan pegawai tersebut.

“Sesuai Arahan dan dukungan dari Kepala kantor Kemenag Kota Banda Aceh, telah lahirlah Aplikasi E-Office yang merupakan aplikasi berbasis Web, mempermudah proses tata kelola administrasi  dokumen yang aman, hemat dan cepat, karena dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja,”ujar Aida.

Aplikasi E-Office memastikan setiap proses dan tahapan telah dilakukan sesuai prosedur maupun standar baku yang telah ditetapkan.

Melalui Aplikasi E- Office telah terbangun komunikasi digital/elektronik disetiap unit seksi kerja diantara pimpinan manajemen dan pegawai pelaksana. Aplikasi E-Office juga membantu manajemen dalam melakukan pengambilan keputusan, pengawasan dan mencapai sasaran mutu organisasi serta mendukung program ZIWBK.

Selanjutnya, Kakankemenag Kota Banda Aceh Asy’ari, juga menyerahkan wakaf tunai Sejumlah Rp23.320.000,- untuk Perluasan Mushalla Al-ikhlas Kanwil Kemenag Aceh, yang diterima langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh.

Kegiatan ini dihadiri Para Kasi, Penyelenggara Zawa, Kepala KUA, Kepala Madrasah RA, MI, MTs hingga MA dan peserta kurang lebih 250 Pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh.[infopublik]

Daurah Qur’an Ramadhan 1442 H di Ma’had Ibnu Sina GER Indonesia Resmi Dibuka

0

Nukilan.id – Daurah Qur’an Ramadhan 1442 H resmi dibuka oleh Ketua Yayasan Ibnu Sina Ehsan Cendekia, ust. Hasyimi, S.Ag, Kamis (15/4/2021).

Kegiatan ini berlangsung selama 15 hari mulai dari 15-29 April 2021/3 – 19 Ramadhan 1442 H yang berlokasi di Ma’had Ibnu Sina Global Ehsan Relief tepatnya desa Padang Sikabu kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya.

Ketua panitia pelaksana, Mizan Aminuddin mengatakan bahwa, peserta kegiatan ini merupakan santri dari pesantren tersebut yang berjumlah 44 orang. Di samping itu juga ada peserta lainnya yaitu klaster anak yatim kecamatan Kuala Batee sebanyak 25 orang dan tambahan 10 orang anak dari masyarakat sekitar.

“Ini merupakan kegiatan yang perdana kita laksanakan dan diluar dugaan, ternyata animo peserta cukup tinggi dalam mengikuti acara ini, bahkan dukungan orang tua pun juga sangat welcome. Berharap anak2 mereka nanti nya bisa menjadi hafidz hafidzah,” kata Mizan dalam keterangan tertulis kepada Nukilan.id, Jum’at (16/4/2021).

Baca juga: Tingkatkan Iman dan Taqwa, Dinsos Aceh Gelar Kultum Selama Ramadhan 1442 H

Selain itu, Pimpinan Ma’had Ibnu Sina Global Ehsan Relief, Iin Supardi, S.S., M.E.I berharap para peserta harus bersungguh-sungguh dalam menghafal Al-Qur’an dengan target 5 juz selama berlangsungnya acara, agar bisa menjadi generasi terbaik pada masanya dengan Al Qur’an.

“Bahkan bisa menjadi kebanggaan keluarga dan berguna buat masyarakat, insyaallah tahun depan kita kemas lagi kegiatan seperti ini dengan jumlah yang besar agar anak-anak diluar sana bisa kita tampung,” tambahnya.

Baca juga: Ini Agenda Kegiatan Kemenkumham Aceh Selama Bulan Ramadhan

Kegiatan Daurah Qur’an tersebut, didukung langsung oleh Global Ehsan Relief Indonesia selaku mitra kerja yang berkantor di Banda Aceh selama berlangsungnya acara.[]

UGM Minta Pemerintah Batalkan PP No. 57/2021 yang Menghapus Pendidikan Pancasila

0

Nukilan.id – Pusat Studi Pancasila Universitas Gajah Mada (UGM) meminta Pemerintah untuk membatalkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan dan atau merevisi Pasal 40 muatan kurikulum di berbagai jenjang pendidikan.

Sebab, lahirnya PP tersebut berdampak dihapuskannya Pancasila sebagai Pelajaran atau mata kuliah Wajib yang biasanya disebut bersama dengan mata kuliah terkait dengan pendidikan karakter, moral dan kewarganegaraan termasuk agama.

“Kami mempertanyakan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan tertanggal 30 Maret 2021 oleh pemerintah. Kebijakan dalam PP 57/2021 terkait Pancasila karena itu merefleksikan pengambilan keputusan tanpa informasi lengkap dan tanpa pertimbangan yang mendalam (neither well-informed nor thoughtful) dan mencerminkan sikap yang tidak bertanggungjawab terhadap Pancasila,” ujar Ketua Pusat Studi Pancasila UGM Agus Wahyudi dalam siaran persnya, Kamis (15/4/2021).

Baca juga: Arab Saudi Kirim 3000 Paket Sembako dan 15 Ton Kurma untuk Muslim Indonesia

Lebih lanjut, Agus mengatakan, menghapus pendidikan Pancasila sebagai kurikulum wajib, apalagi hanya Pancasila saja yang dihapus merupakan tindakan yang berbahaya karena potensial mengubur Pancasila dalam upaya Pembudayaan Pancasila melalui jalur Pendidikan Nasional.

Menurutnya, secara politik, jika agama dan kewarganegaraan adalah penting dan diwajibkan, maka penghapusan Pancasila adalah menghapus landasan sebagai nilai moral.

“Maka hal ini akan membayakan bagi masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya.

Agus Wahyudi mengatakan, pendidikan, baik pada tingkat dasar dan menengah maupun tinggi, berkepentingan dengan pengembangan karakter, etika dan integritas pada anak didik.

“Pancasila menempati posisi penting, mengandung konten yang kaya dan secara historis bermakna dalam memberi sumbangan pembentukan imaginasi negara bangsa modern karena Pancasila adalah nilai moral dan basis pendidikan kewarnegaraan,” tambahnya.

Menurutnya, penghapusan Pendidikan Pancasila sejak diberlakukan UU Sisdiknas 2003 mengakibatkan generasi muda Indonesia paska reformasi kehilangan rujukan penting tentang hakikat hidup bernegara yang baik dan tepat.

Baca juga: AJI Desak Kapolda Aceh Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Jurnalis

“Fenomena bahwa generasi milenial, 85% dari mereka rentan terpapar radikalisme-terorisme sebagaimana temuan BNPT Desember 2020 kadang dianggap memberi indikasi mengenai dampak ikutan dari kebijakan ini,” pungkas Agus.

Maka dari itu, Agus mengatakan, Pusat Studi Pancasila UGM merekomendasikan untuk melakukan uji materi (judicial review) terhadap pasal-pasal yang tidak relevan dalam mendukung kemajuan pendidikan karakter bangsa yang tertuang di UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Pusat Studi Pancasila UGM mengajak segenap elemen bangsa, para relawan advokat/lawyer, para ahli untuk bahu membahu bersama dengan guru, dosen, pendidik, dan pegiat Pancasila di tanah air untuk bergabung mewujudkan uji materi ke Mahkamah Agung Republik Indonesia,” pungkasnya.[channel9]

Romo Benny: Kerukunan di Indonesia Sudah Lebih dari Sekadar Toleransi

0

Nukilan.id – Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo menyoroti tentang perjalanan toleransi di Indonesia.

“Kerukunan beragama di Indonesia sudah melampaui dari sekadar toleransi,” kata Romo Benny dalam Kanal Youtube PKUB Kemenag RI bertajuk Edisi Mampir Romo Benny.

Romo Benny membeberkan beberapa contoh tentang kerukunan di Indonesia. Salah satu buktinya, menurut Romo Benny, keberadaan Candi Seribu di Mojokerto.

Baca juga: Pemerintah Aceh Terima Penghargaan dari Unimal

Dulu, Indonesia bisa hidup bersaudara walaupun memiliki 1.000 jenis aliran keyakinan. Contohnya lainnya adalah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Para pemuda dari berbagai suku dapat bersatu dan berikrar berbangsa satu, bertanah air satu dan berbahasa satu.

“Ini membuktikan kita tidak hanya sekadar membiarkan (toleransi, red) tetapi bisa hidup rukun walaupun berbeda-beda. Kuncinya sekarang adalah dapat dimulai dari keluarga dengan penanaman nilai Pancasila,” ujar Romo Benny.

Pada kesempatan itu, Romo Benny juga merespons pertanyaan dari Ketua Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI Nifasri terkait adanya keinginan umat beragama beribadah secara langsung/offline.

Baca juga: BPKS Temui ISMI, Dukung Silabis ke 12 di Aceh

Menurut Romo Benny, Gereja Katolik sudah mulai membuka kegiatan beribadah di tempat, namun dengan menerapkan protokol secara ketat dan hanya memperbolehkan sekitar 25 persen dari kursi yang tersedia.

“Hanya untuk jemaat yang terdaftar saja. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19,” ujar Benny.

Terkait peristiwa teror di Katedral Makassar dan Mabes Polri, Benny menyatakan terorisme terjadi karena banyak faktor. Salah satunya adalah mencari jati diri.[jpnn.com]

Arab Saudi Kirim 3000 Paket Sembako dan 15 Ton Kurma untuk Muslim Indonesia

0

Nukilan.id – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberikan 3000 paket sembako dan 15 ton kurma istimewa hadiah dari Raja Salman bin Abdulaziz untuk masyarakat muslim di Indonesia.

Selain itu, Raja Salman juga memberikan 10.000 paket berbuka puasa untuk dibagikan kepada para fakir miskin, anak yatim dan tim medis.

Pemberian simbolik dilakukan langsung oleh Duta besar Arab Saudi untuk Indonesia, Esam Abid Althagafi kepada Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI Prof Kamaruddin Amin di Kantor Atase Agama Kedubes Arab Saudi di Jakarta, seperti dilansir jpnn.com, Kamis (15/4/2021).

Baca juga: Arab Saudi Larang Buka Puasa Bersama di Masjid dan Restoran Selama Ramadhan

Selain pemberian paket sembako, berbuka maupun kurma, pemerintah Arab Saudi menyerahkan 30.000 eksemplar Al-Qur’an dengan terjemahan Bahasa Indonesia.

“Seperti yang Anda ketahui, pertama-tama hubungan bilateral antara Indonesia dan Saudi Arabia, alhamdulillah adalah hubungan yang kuat,” ujar Esam Abid Althagafi.

Esam mengatakan hubungan sejarah antara Arab Saudi dan Indonesia sangat kuat.

“Seperti yang Anda ketahui bahwa kita berada dalam bulan suci Ramadan ini dan apresiasi seperti ini untuk menunjukkan kepada para saudara kami disini di Indonesia bahwa kami sangat dekat bersama mereka khususnya pada bulan suci Ramadan,” kata Esam.

Sementara itu Kamaruddin Amin mengapresiasi pemberian paket sembako, berbuka puasa, kurma, serta penyerahan puluhan ribu Al-Qur’an dengan terjemahan bahasa Indonesia untuk muslim Indonesia.

Baca juga: Arab Saudi Gelar Festival Noor di Riyadh

“Terima kasih atas perhatian pemerintah Arab Saudi kepada masyarakat Muslim di Indonesia di antaranya dengan pemberian paket sembako, berbuka puasa, maupun kurma,” kata dia.

Hibah paket sembako, berbuka puasa, kurma dan Al-Qur’an akan didistribusikan ke lembaga, organisasi masyarakat (Ormas) Islam, pesantren, masjid, maupun para fakir dan miskin.

Acara peluncuran Program Buka Puasa (pembagian sembako, kurma dan paket berbuka puasa ) turut dihadiri pimpinan ormas Islam, pimpinan pondok dan DKM di Jakarta.[]

Menperin Beberkan Target dan Capaian Industri Otomotif

0

Nukilan.id – Industri otomotif merupakan salah satu sektor yang mampu berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Oleh sebab itu, pemerintah memberikan prioritas terhadap pengembangannya agar bisa lebih berdaya saing global sesuai dengan sasaran pada peta jalan Making Indonesia 4.0.

”Sesuai yang disampaikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo, bahwa industri otomotif adalah salah satu penggerak perekonomian yang harus segera kita akselerasi atau percepat,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita  ketika mengunjungi Pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (15/4/2021).

Pembukaan IIMS Hybrid 2021 dibuka resmi secara virtual oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta. Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara turut didampingi Menperin, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi KreatifSandiaga Uno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo serta dihadiri Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani.

Menperin menyampaikan, Presiden ingin industri otomotif dapat segera bangkit setelah diterpa tekanan pandemi Covid-19. Sektor ini diharapkan bisa kembali menyerap banyak tenaga kerja, menggerakkan sektor UMKM, dan meningkatkan ekspor ke pasar global. ”Kami optimistis industri otomotif ini dapat memacu untuk upaya pemulihan ekonomi nasional,” tuturnya.

Baca juga: Arab Saudi Kirim 3000 Paket Sembako dan 15 Ton Kurma untuk Muslim Indonesia

Sebab, industri otomotif banyak melibatkan pelaku usaha di dalam negeri dari sektor hulu sampai hilir. ”Jadi, keterlibatan sektor UMKM dalam rantai pasok harus ditingkatkan, kemudian nilai tambah untuk ekonomi nasional juga harus menjadi prioritas, serta mendorong penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” papar Agus.

Dalam program Making Indonesia 4.0 yang diluncurkan Presiden Jokowi pada tahun 2018 lalu, industri kendaraan bermotor nasional ditargetkan menjadi pemain global dan ekspor hub kendaraan bermotor baik untuk kendaraan berbasis bahan bakar minyak (internal combustion engine/ICE) maupun kendaraan listrik (electrical vehicle/EV).

”Namun demikian, karena kita masih di dalam masa pandemi, Bapak Presiden mengingatkan kepada kita harus tetap waspada terhadap pandemi ini. Kita harus gas dan rem dalam upaya penanganan kesehatan dan ekonomi. Jadi, kita harus jaga agar kesehatan aman dan ekonomi bisa bergarak maju,” imbuhnya.

Menperin menyebutkan, meskipun digempur pukulan pandemi Covid-19, industri otomotif mampu menyumbang ke PDB nonmigas sebesar 4,24% sepanjang tahun 2020. Sementara itu, ekspor produk otomotif untuk kendaraan bermotor roda empat atau lebih termasuk komponennya mencapai Rp65,99 tirliun. ”Dari total nilai tersebut, sekitar Rp41,86 triliun merupakan ekspor kendaraan jenis completely build up (CBU) dari Indonesia ke lebih dari 80 negara,” ungkapnya.

Saat ini, tercatat ada 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang ada di Indonesia. Nilai investasi mereka menyentuh hingga Rp71,35 triliun, dengan total kapasitas produksi sebesar 2,35 juta unit per tahun dan penyerapan tenaga kerja langsung sebanyak 38 ribu orang. ”Lebih dari 1,5 juta orang juga bekerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut,” imbuhnya.

Agus membeberkan, kinerja produksi kendaraan bermotor roda empat atau lebih pada periode Januari-Februari 2021 tercatat sebesar 152 ribu unit, dengan penjualan (wholesales) sebesar 102 ribu unit untuk periode yang sama. Capaian positif ini tidak terlepas peran dari implementasi kebijakan insentif fiskal yang diluncurkan oleh pemerintah.

”Dalam rangka mendorong penjualan kendaraan bermotor produksi dalam negeri, pemerintah memberikan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM-DTP) mulai 1 Maret sampai 31 Desember 2021 untuk kendaraan bermotor roda empat dengan kapasitas mesin sampai 1.500 CC, dan mulai 1 April relaksasi tersebut telah diperluas sampai dengan kapasitas mesin 2.500 CC,” paparnya.

Sampai Maret 2021, dari dampak kebijakan insentif tersebut, telah terjadi peningkatan purchase order cukup signifikan untuk kendaraan roda empat dengan kapasitas mesin sampai 1.500 CC, yaitu sebesar 190% dibandingkan penjualan bulan Februari 2021. ”Hal ini tentunya akan berdampak positif bagi pemulihan sektor industri otomotif yang memiliki multiplier efect yang cukup luas bagi sektor industri lainnya sehingga pada akhirnya akan mampu men-jumpstart perekonomian nasional,” tandasnya.

Baca juga: Romo Benny: Kerukunan di Indonesia Sudah Lebih dari Sekadar Toleransi

Pacu kendaraan listrik

Menperin menambahkan, pemerintah berupaya mendorong percepatan transformasi menuju green technology. “Menurut Bapak Presiden, teknologi hijau, produk hijau, dan ekonomi hijau akan menjadi tumpuan ke depan, karena kita punya potensi,” tegasnya. Salah satu langkah yang sedang dipacu pemerintah adalah pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).

Pemerintah ingin industri otomotif di tanah air segera menjadi sektor unggulan dalam pengembangan kendaraan listrik. Saat ini sedang digenjot pembangunan ekosistemnya. Menperin menyebutkan, target produksi KBLBB pada tahun 2030 sebesar 600 ribu unit untuk roda empat atau lebih, dan sebanyak 2,45 juta unit untuk roda dua. ”Target produksi KBLBB tersebut diharapkan akan mampu mengurangi emisi CO2 sebesar 2,7 juta ton untuk roda empat atau lebih dan sebesar 1,1 juta ton untuk roda 2,” tuturnya.

Sampai saat ini, sudah ada tiga perusahaan industri dalam negeri yang membangun fasilitas produksi KBLBB roda empat atau lebih dengan kapasitas sebesar 1.680 unit per tahun, sedangkan untuk sepeda motor listrik sudah ada sebanyak 21 perusahaan industri dengan kapsitas produksi mencapai 1,04 juta unit per tahun.

”Dalam rangka mendorong industrialisasi KBLBB, pemerintah memberikan berbagai insentif fiskal dan non-fiskal, yaitu untuk konsumen KBLBB berupa pengenaan PPnBM sebesar 0%, pengenaan pajak daerah (PKB dan BBNKB) paling tinggi sebesar 10% dari dasar pengenaan PKB atau BBNKB, uang muka minimum 0% dan suku bunga ringan, diskon penyambungan daya listrik, pelat nomor khusus, dan lain sebagainya,” ujar Agus.

Sedangkan untuk perusahaan industri KBLBB, dapat memanfaatkan berbagai insentif seperti tax holiday, mini tax holiday, tax allowance, Pembebasan Bea Masuk, Bea Masuk Ditanggung Pemerintah, dan super tax deduction untuk kegiatan RD&D.

“Dari Kemenperin, dalam upaya pengembangan kendaraan listrik, sudah menyiapkan regulasi dan roadmap-nya. Bahkan, untuk menggairahkan sektor ini, kami sudah mengusulkan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 73/2019,” sebut Agus.

Dengan adanya berbagai kebijakan tersebut, saat ini menjadi momentum yang tepat dalam upaya mengakselerasi pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. “Untuk memacu infrastrukturnya, kami terus berkoordinasi dengan kementerian terkait,” tandasnya.

Sejumlah prinsipal otomotif ternama kelas global, seperti yang berasal dari Jepang, sudah menyatakan komitmennya untuk menanamkan investasinya dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. “Misalnya, Toyota, Honda, dan Mitsubishi, khususnya pengembangan yang berbasis hybrid,” sebutnya.[]