Beranda blog Halaman 2202

Danrem 011/LW Cek Kesiapan Posko PPKM di Lhokseumawe

0

Nukilan.id – Dalam rangka pencegahan penyebaran dan memutus mata rantai covid 19 corona, Kota Lhokseumawe membangun Pos Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di tiap Gampong di Lhokseumawe.

Adapun pos PPKM yang ditinjau adalah di Desa Alue Awe Kecamatan Muara Dua dan di Desa Batuphat Timur di Kecamatan Muara Satu Wilayah Kota Lhokseumawe.

Sebagai penanggung jawab di wilayahnya, Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Sumirating Baskoro, ingin mengetahui sejauh mana mekanisme pelaporan dan pendataan jika ada warga yang terbukti positif Covid 19 serta bagaimana SOP isolasi mandiri yang diberlakukan. Apakah Gampong menyiapkan ruangan/tempat khusus untuk isolasi mandiri ataukah diisolasi di rumah masing-masing serta bagaimana dukungan logistik bagi warga yang diisolasi dan siapa yang bertanggung jawab untuk mengawasi mereka.

Baca juga: Danrem 011/LW Beserta Seluruh Prajurit Laksanakan Sholat Ghaib untuk 53 Patriot TNI KRI Nanggala 402

Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro mengingatkan kepada Para Keuchik dan Sekdes yang mendampingi bahwa mekansime pendataan, pelaporan serta SOP isolasi mandiri ini sangat penting sebagai upaya kita dalam memutus penyebaran Covid 19. Apalagi ditengah kenyataan bahwa terjadi kenaikan angka positif (positivity rate) di wilayah kerja Korem 011/Lilawangsa.

Danrem menyebutkan, tidak menampik adanya kemungkinan mobilitas masyarakat yang meningkat pada liburan Hari Raya Idul Fitri nanti, yang tentunya akan meningkatkan pula resiko penyebaran virus Covid 19.

“Kami dari jajaran TNI/Polri dan Satpol PP tidak bosan menghimbau masyarakat untuk dapat menahan diri, membatasi mobilitas saat liburan Hari Raya nanti. Sayangilah orang tua, keluarga, kerabat dan handai tolan dengan cara tidak saling mengunjungi secara fisik. Kita bisa gunakan sarana komunikasi lain, seperti telepon atau video call. Ini penting agar pandemi ini bisa kita kendalikan dan kalahkan,” pungkas Danrem.[]

Eva Khovivah: Pekerja Perempuan di Aceh Sangat Memprihatinkan

0

Nukilan.id – Direktur Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Aceh, Eva Khovivah menyampaikan, kondisi pekerja perempuan di Aceh saat ini sangat memprihatinkan ditambah lagi dampak dari pandemi Covid-19.

Eva juga mengatakan, ribuan orang kehilangan pekerjaannya. Apalagi banyak pekerja perempuan yang bekerja di sektor informal, lalu pengalihan bekerja dari rumah, belajar dari rumah yang memberi dampak triple burden pada perempuan. 

“Dampak secara psikologis, menyumbang meningkatnya kasus kekerasan yang dialami oleh perempuan. Care Work atau kerja pengasuhan yang bertambah lebih dibebankan kepada perempuan,” ucapnya saat diwawancarai Dialeksis.com, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: PKBI: Rawat Perdamaian dan Kesetaraan Gender

Ia juga mengatakan, kepedulian melalui kebijakan masih belum maksimal dan masih sangat general. Perluasan dan akses lapangan pekerjaan bagi perempuan juga sangat nyata dan mendesak.

Tindakan pemerintah belum maksimal, masih perlunya dukungan kebijakan yang lebih spesifik bagi pekerja perempuan, urainya.

“Harapan saya semoga kebutuhan-kebutuhan spesifik pekerja perempuan diakomodir di dalam kebijakan atau qanun karena membangun Aceh yang hebat harus dimulai dengan membangun sumber daya manusianya secara optimal,” tutupnya. [AU]

Nekat Bawa 1 Kg Sabu, Dua Mahasiswa Asal Aceh Terancam Lama Dipenjara

0

Nukilan.id – Abdurazak alias Radak dan Khairil Maulana Alias Maulana, dua mahasiswa asal Banda Aceh bakal mendekam dalam penjara dalam kurun waktu yang cukup lama karena tertangkap tangan sebagai kurir sabu antar provinsi.

Dalam persidangan yang berlangsung di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (4/5/21), Jaksa Penuntut umum (JPU) Maria menyebutkan, mahasiswa asal Aceh tersebut tertangkap pada 15 November 2020, sesaat memasuki pemeriksaan X Ray Bandara Kualanamu Deli Serdang dengan tujuan Lombok Nusa Tenggara Barat.

Dalam dakwaan jaksa, bahwa keduanya dihubungi Cik Nanda agar datang ke rumahnya. Kemudian, menawarkan uang sebesar Rp13 juta bila empat paket sabu sampai ke tujuan.

Baca juga: Polri Sita 2,5 Ton Sabu Senilai Rp 1,2 Triliun di Aceh

Selanjutnya, keduanya menyepakati dan diberikan uang transportasi ke Medan sebanyak Rp4,5 juta, lalu kedua berangkat dengan menggunakan bus.

Sesampai di Medan, keduanya langsung menginap dan menghubungi Cik Nanda tentang keberadaan mereka sudah sampai di Medan. Selanjutnya, Cik Nanda pun mengatakan meminta keduanya berangkat ke Kualanamu.

Dan sesampai disana akan dikirim tiket secara online. Namun nahas, ketika keduanya memasuki area bandara, petugas mencurigai gerak-gerik keduanya.

Baca juga: BNN Sita 80 Kg Sabu Asal Thailand Tujuan Aceh

Setelah diperiksa, ternyata barang yang berada dalam sepatu yang dipakai oleh masing-masing terdakwa terdapat dua paket sabu. Dan setelah ditimbang empat paket sabu dengan berat 1 Kg.

Untuk perkara ini kedua terdakwa dikenakan Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Usai pembacaan dakwaan, kemudian dilanjutkan dengan keterangan saksi maupun masing-masing terdakwa, dimana persidangan ditunda pekan depan oleh ketua majelis hakim Denny Lumbang Tobing.[mistar.id]

Kasus Covid-19 Bertambah 98 Orang, Terbanyak Warga Banda Aceh

0
Juru bicara satgas penanganan covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG)

Nukilan.id – Kasus harian Covid-19 bertambah lagi sebanyak 98 orang. Warga Kota Banda Aceh mendominasi kasus positif harian dalam tiga hari terakhir. Sementara itu, sembilan pasien dilaporkan sembuh, dan lima orang meninggal dunia dalam 24 jam terakhir di Aceh. 

Perkembangan tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani dalam siaran pers yang diterima Dialeksis.com, Selasa (4/5/2021).

“Warga Banda Aceh seyogyanya meningkatkan kewaspadaan dan memperketat protokol kesehatan, karena kasus positif trennya meningkat dalam tiga hari terakhir,” kata Juru Bicara yang akrab disapa SAG itu. 

Ia menjelaskan, pada 2 Mei 2021 Banda Aceh mencatat 23 kasus, atau 34 persen dari 68 kasus konfirmasi positif di Aceh. Hari berikutnya kasus positif harian di Banda Aceh sebanyak 17 orang, atau 33,3 persen dari 56 kasus baru di Aceh. Hari ini Kota Banda Aceh kembali menyumbang 30 kasus baru di Aceh, atau sekitar 30% dari 98 kasus positif Covid-19.  

Selain Kota Banda Aceh, kasus harian di Aceh Besar, Aceh Tengah, Pidie, dan Kota Lhokseumawe, juga menunjukkan peningkatan dan patut menjadi perhatian. Kasus-kasus harian tersebut merupakan indikasi bahwa penularan virus corona dalam masyarakat masih relatif tinggi. 

Kasus harian yang lebih tinggi dari biasanya merupakan alarm untuk meningkatkan kewaspadaan, dan lebih  cekatan mengantisipasinya. Perlu  meningkatkan pengawasan dan monitoring penerapan protokol kesehatan di warung kopi, caffe, pasar, dan tempat-tempat umum lainnya yang acap terjadi kerumunan. 

“Semua pihak harus proaktif dalam penerapan protokol kesehatan agar penyebaran virus corona dapat dikendalikan,” ujar SAG. 

Perkembangan Covid-19 di Aceh

SAG juga melaporkan data akumulatif kasus Covid-19 di Aceh, per  4 Mei 2021. Jumlah kasus Covid-19 secara akumulatif sudah mencapai 11.391 kasus/orang. Para penyintas Covid-19 yang sudah sembuh  9.793 orang. Pasien masih dirawat 1.145 orang, dan penderita yang meninggal dunia mencapai 453 orang. 

Data akumulatif tersebut sudah termasuk 98 kasus konfirmasi baru Covid-19 dalam waktu 24 jam terakhir, pasien yang sembuh bertambah sembilan orang, dan lima orang yang dilaporkan meninggal dunia. 

Kasus positif  baru tersebut meliputi warga Banda Aceh 30 orang, Aceh Tamiang 24 orang, Aceh Besar 19 orang, dan warga Lhokseumawe sebanyak tiga orang. Kemudian warga Aceh Timur, Langsa, Pidie, Aceh Barat, dan warga Aceh Singkil, masing-masing dua orang. 

Selanjutnya warga Aceh Utara, Bireuen, Aceh Jaya, dan warga Nagan Raya, sama-sama satu orang. Sedangkan delapan lainnya warga dari luar daerah. Sementara itu, sembilan pasien yang sudah sembuh meliputi warga Banda Aceh delapan orang, dan satu warga Aceh Besar.  

“Lima orang yang dilaporkan meninggal dunia dalam waktu 24 jam terakhir, yakni warga Pidie dua orang, dan masing-masing satu orang warga Aceh Timur, Langsa, dan warga Lhokseumawe,” tambah SAG. 

Lebih lanjut ia laporkan kasus probable yang secara akumulatif sebanyak 709 orang, meliputi 624 orang sudah selesai isolasi, 9 orang isolasi di rumah sakit, dan 76 orang meninggal dunia. Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, urai SAG. 

“Kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 8.924 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 8.730 orang, sedang isolasi di rumah 148 orang, dan 46 orang sedang isolasi di rumah sakit,” tutupnya []

Pemkab Aceh Utara Alokasikan Rp 43,6 Miliar untuk Bayar THR

0
Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib

Nukilan.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Aceh, mengalokasikan anggaran Rp 43,6 miliar untuk membayar tunjangan hari raya (THR) kepada 9.646 pegawai negeri sipil.

Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara A Murtala, selain kepada PNS, THR tersebut juga akan diberikan kepada pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), bupati dan wakil bupati, serta pimpinan dan anggota DPRK Aceh Utara.

Dia mengatakan dana THRtersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Utara. Menurutnya, pembayaran THR tersebut dilaksanakan paling telat 6 Mei 2021.

Dia menjelaskan pembayaran THR mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketigabelas Kepada Aparatur Sipil Negara, Pejabat Negara dan Penerima Tunjangan Tahun Anggaran 2021.

“Dalam aturan tersebut, ketentuan teknis mengenai pemberian tunjangan hari raya dan gaji ketigabelas yang anggarannya dibebankan pada anggaran pemerintah daerah dan diatur dengan peraturan kepala daerah,” kata Murtala di Aceh Utara, Selasa (4/5).

Dia menjelaskan bahwa untuk pelaksanaan teknis pemberian THR, pemkab telah menyusun rancangan peraturan bupati Aceh Utara dan dikoordinasikan dengan biro hukum Pemerintah Aceh.

Selanjutnya, jika penyusunannya selesai, maka rancangan tersebut ditetapkan menjadi peraturan bupati dan diundangkan dalam lembaran daerah Kabupaten Aceh Utara

“Kami berharap semua proses, baik penyusunan peraturan maupun pendataan penerima tunjangan berlangsung lancar tanpa ada kendala apa pun, sehingga rencana pembayaran THR dapat dilakukan pada 6 Mei mendatang,” kata A Murtala. [jpnn]

Aceh Istimewa Bagi BSI, Migrasi Rekening dan Penyatuan Sistem Terus Disiapkan

0

Nukilan.id – Bank Syari’ah Indonesia (BSI) terus persiapkan migrasi rekening dan penyatuan sistem atau biasa disebut roll out pada Bulan Juni nanti. Data per Maret 2021, BSI Region 1 Aceh akan melayani 2 juta Nasabah di Provinsi Aceh dan sekitarnya.

Untuk itu Direksi Bank Syariah Indonesia melakukan silaturahmi dengan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan juga Wali Nanggroe Tgk Malik Mahmud Al Haytar.

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia,Tbk. Hery Gunardi melaporkan, kesiapan BSI dalam melakukan roll out di wilayah Aceh sekaligus meminta doa restu agar proses ini bisa berjalan dengan baik sehingga bisa melayani 2 juta Nasabah di Provinsi Aceh dan sekitarnya..

“Aceh istimewa bagi BSI, karena merupakan wilayah dengan jumlah cabang terbanyak di Indonesia,” ujar Heri dalam keterangan resminya di Jakarta.

Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyambut hangat kehadiran BSI di Bumi Nanggroe Aceh Darussalam karena berdekatan dengan momentum pelaksanaan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 yang mengatur mengenai Lembaga Keuangan Syariah.

“Kami sudah memberikan ruang yang luas untuk kemajuan perekonomian Syariah di Aceh, dan kami menyambut baik kehadiran BSI di Aceh,” ujar Nova.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengungkapkan harapannya agar kedepannya nanti BSI bisa bekerjasama dengan Bank Aceh Syariah sehingga makin banyak masyarakat Aceh yang mendapatkan pelayanan perbankan Syariah.

Selain bertemu dengan Gubernur, BSI juga bersilaturahmi dengan Wali Naggroe di Meuligoe Wali Nanggroe. Dalam pertemuan tersebut, jajaran Direksi BSI bertukar pikiran dengan Wali Nanggroe Tgk Malik Mahmud Al Haytar

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Utama BSI, Heri Gunardi juga menyampaikan persiapan BSI untuk melakukan rool out Juni mendatang dan menyampaikan pesan bahwa kehadiran BSI di Aceh untuk memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Aceh. Wali nanggroe berpesan agar BSI bisa terus memperhatikan sektor UMKM di Aceh.

Sebagai informasi, Proses integrasi operasional cabang, layanan, dan produk dilakukan mulai 15 Februari sampai 30 Oktober 2021. Dalam periode tersebut, nasabah secara bertahap akan dihubungi untuk melakukan migrasi ke Bank Syariah Indonesia. Nasabah dapat menyampaikan informasi bila terdapat perubahan nomor telepon dan email.

Sementara untuk ATM, nasabah tetap dapat menggunakan jaringan ATM dari masing-masing bank asal maupun jaringan ATM yang bekerja sama, seperti jaringan ATM Prima, ATM Bersama, dan GPN. Sedangkan untuk mobile banking dan internet banking dari masing-masing bank asal tetap dapat digunakan dan diakses oleh nasabah sampai dengan informasi selanjutnya.

Untuk pembiayaan baru, nasabah dapat mengajukan ke cabang Bank Syariah Indonesia terdekat. Sedangkan, untuk pengajuan perpanjangan/restrukturisasi/penambahan fasilitas pembiayaan dapat dilayani oleh bank asal nasabah sebelumnya. Pembayaran angsuran pembiayaan nasabah tetap dibayarkan melalui rekening bank asal.[sindownews]

WALHI Minta DLHK Batalkan Kerjasama Restorasi Areal Eks Perambahan di Hutan Aceh Tamiang

0

Nukilan.id – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh, mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh, untuk menbatalkan kerjasama dengan masyarakat eks perambahan di hutan lindung Kabupaten Aceh Tamiang.

Sebagaimana diketahui, perjanjian tersebut dilakukan Pemerintah Aceh melalui Dinas Kehutanan Aceh pada tahun 2015 lalu, perjanjian bernomor 050/1899-IV Tentang Restorasi Areal Eks Perambahan Pada Hutan Lindung di Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang.

Direktur Eksekutif WALHI Aceh, Muhammad Nur mengatakan, tujuan awal perjanjian dari perjanjian tersebut, membuka ruang kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan perambahan sehingga mengubah fungsi hutan.

Baca juga: Walhi: Pengawasan Lingkungan Hidup di Aceh Masih Lemah

“Informasi yang temukan WALHI Aceh bahwa, lokasi yang dilakukan kerjasama tersebut adanya pembangunan jalan dalam kawasan hutan, artinya bahwa kegiatan pembangunan jalan bertentangan dengan perjanjian kerjasama,” ujar Muhammad Nur.

Muhammad Nur menambahkan, di dalam perjanjian menyebutkan, melakukan restorasi areal eks perambahan pada hutan lindung dengan kegiatan pengkayaan jenis tanaman kehutanan, baik kayu maupun non kayu.

Pada kenyataannya, kerjasama restorasi itu dilakukan oleh masyarakat diluar tujuan yang sudah disepakati dalam perjanjian, maka peluang perambahan hutan akan terus terjadi, membuka askes jalan dalam kawasan hutan, bisa mempermudah melakukan illegal logging.

“Untuk itu WALHI Aceh meminta kepada Dinas Lingungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Aceh, untuk mencabut surat perjanjian kerjasama tersebut, karena kenyataan dilapangan tidak sesuai dengan isi surat perjanjian kerjasama restorasi,” tutur Muhammad Nur.[]

Dosa Tersembunyi di Acara Buka Puasa Bersama

0

*Samhudi & Amadea Maulana Ihsan

Bulan Ramadhan penuh keberkahan, ramadhan merupakan bulan yang mulia dan sangat dinanti-nantikan oleh setiap muslim, selain meningkatkan ibadah dan juga untuk mengikat kembali tali silaturahmi sesama.

Antusiasnya perantauan dan pelajar yang dari luar daerah yang pulang ke kampung halaman untuk menyambut bulan Ramadhan dan puasa bersama keluarga tercinta.

Selain itu momen yang sangat di nanti-nanti di bulan puasa oleh banyak orang untuk menyempatkan diri untuk buka bersama, dengan keluarga maupun teman-teman di kampungnya.

Jadwal puasa biasanya sudah mengantri, yang lucunya antrian bukber mulai dari alumni SD, SMP, SMA, Kuliah dan Rekan kerja lama untuk menjalin kembali silaturahmi yang sudah lama tidak berjumpa yang disebut reunian.

Sambil menanti berbuka bersama dan menikmati hidangan makanan yang disediakan, banyak pembahasan yang diceritakan kembali mulai dari kenangan masa lalu dan begitu juga tentang lainnya yang macam-macam kepentingan.

Reuni juga merupakan anjuran dalam agama islam untuk mengikat kembali silaturahmi yang merupakan salah satu ibadah yang harus kita jalankan untuk selalu saling peduli terhadap sesama.

Akan tetapi ada dosa tersembunyi yang harus kita ketahui ketika buka puasa bersama seperti yang disampaikan oleh Tuan guru kita bersama Buya Yahya, ” Buka puasa merupakan menjadi tradisi kita akan tetapi ada hal yang penting dan dihimbau untuk kita buka bersama tapi tolong ditertipkan aturan-aturan tetap untuk mendapatkan pahala-pahala buka puasa bersama melakukan sholat magrib berjamaah dirapikan, kemudian kita sambung dengan zikir, makan malam, melakukan sholat isya berjamaah kemudian melakukan sholat tarawih”.

Fakta sosial dalam masyarakat masih ada yang melakukan bukber, dan lalai sehingga meninggalkan kewajiban dalam beribadah dikarenakan asik dengan reunian dengan kawannya yang sudah lama tidak berjumpa.

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik.” (QS. Al-Hasyr: 19).

Pesan yang disampaikan oleh Tuan guru Buya Yahya mari sama-sama kita semua dapat mengamalkannya, supaya kegiatan yang dilakukan tidak mengurangi pahala akan tetapi mari sama-sama kita amalkan pesan tuan guru untuk mendapat keberkahan dalam silaturahmi yang dilakukan bersama.

IKAMBA Fasilitasi Himasendratasik USK Bertemu Walikota Banda Aceh

0

Nukilan.id – Media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah video singkat yang menunjukkan sekelompok
muda-mudi larut dalam suasana alunan musik di sebuah Caffe di wilayah Peunayong, Banda Aceh.

Selain melanggar protokol kesehatan, kegiatan tersebut juga dirasa tidak etis karena dilaksanakan di malam bulan suci Ramadhan yang seharusnya diisi dengan kegiatan bernuansa Islami.

Tidak hanya sampai disitu, jajaran Wilayatul Hisbah dan Polres Kota Banda Aceh juga diketahui cukup serius mengusut kasus ini. Hal ini terbukti dengan dipanggilnya beberapa petinggi panitia penyelenggara kegiatan oleh kedua lembaga penegak hukum tersebut untuk dimintai keterangan.

Melihat eskalasi perkembangan kasus tersebut, Ikatan Mahasiswa Kota Banda Aceh (IKAMBA) memfasiltasi Himpunan Mahasiswa Sendratasik Universitas Syiah Kuala (USK) untuk bertemu dengan Wali Kota Banda Aceh dalam rangka tabayun dan klarifikasi seputar kegaduhan tersebut pada Hari Senin (03/05).

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut dihadiri oleh beberapa perwakilan Badan Pengurus Harian IKAMBA dan perwakilan panitia penyelenggara konser amal dari Himpunan Mahasiswa Sendratasik Unsyiah.

“Kami berharap agar kasus ini ditangani dengan mengedepankan azas-azas keadilan. Kami juga berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua dan IKAMBA terus berkomitmen untuk mendukung penegakan Syariat Islam dan penerapan protokol kesehatan selama pandemi,” tutur Akbar Anzulai, Ketua Harian IKAMBA.

Sementara itu, ketua panitia konser amal Muhammad Fadhil yang merupakan Ketua Himpunan Mahasiswa Sendratasik sudah meminta maaf dan mengakui kegaduhan yang terjadi saat ini merupakan buntut dari kelalaian dari panitia pelaksana.

Ia juga berharap agar seluruh pihak dapat mengambil pelajaran dari masalah yang sedang menimpa mereka.

Wali Kota Banda Aceh sendiri mengaku tersentuh dengan ketulusan dan keikhlasan panitia penyelenggara untuk meminta maaf serta mengakui kesalahan mereka tanpa ada pembelaan sedikitpun.

“Saya mengapresiasi dan menyambut baik pertemuan ini sebagai bentuk dari kedewasaann adik-adik. Saya berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi mahasiswa dan pemuda di Kota Banda Aceh agar lebih berhati-hati dalam mempersiapkan setiap kegiatan,” sebut Wali Kota Banda Aceh.

Secara terpisah, Ketua Umum IKAMBA Lazuardi Imam Pratama menegaskan bahwa IKAMBA akan menghormati proses hukum yang sedang bergulir.

“Pada prinsipnya IKAMBA sangat menghormati proses hukum yang berlaku. Namun kita meminta kepada aparat penegak hukum untuk dapat menegakkan peraturan perundang-undangan secara adil tanpa pandang bulu,” tegas Lazuardi.

“Pertemuan ini juga merupakan wujud komitmen IKAMBA dalam menyerap aspirasi mahasiswa dan pemuda di Kota Banda Aceh dan menjadi bagian dari tanggung jawab moral IKAMBA dalam mengawal perkembangan di ibu kota provinsi,” tutup Lazuardi.

Semarak Ramadhan, SMK di Banda Aceh Bagi-bagi Takjil

0

Nukilan.id – Bulan Ramadhan bagi umat muslim adalah bulan yang istimewa. Bulan ini diyakini sebagai bulan yang penuh berkah, penuh ampunan ( maghfirah ), dan bulan pembebasan dari api neraka (`itqu minannar ).

Sehingga tidak heran, jika di setiap bulan Ramadhan umat muslim berlomba-lomba berbuat kebaikan dengan berbagai cara sesuai kemampuan yang mereka miliki.

Seperti yang dilakukan oleh dewan guru dan siswa SMK Negeri 3 dan SMK Negeri 1 Banda Aceh.

Berbekal uang sumbangan yang dikumpulkan dari siswa dan dewan guru, pada Selasa 4 Mei 2021 sore, kedua SMK yang berdekatan itu melakukan bagi-bagi takjil kepada setiap masyarakat yang melintasi Jalan Sultan Malikul Saleh, Gampong Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh.

Setidaknya ada 500 paket takjil dari SMK Negeri 3 dan 200 paket takjil dari SMK Negeri 1 yang dibagikan kepada masyarakat pengguna jalan.

Ketua Dharma Wanita (DW) Dinas Pendidikan Aceh, Malawani SE, ikut hadir bersama anggota DW untuk bagi-bagi takjil bersama para siswa, kepala sekolah dan dewan guru pada kedua SMK tersebut.

Malawani mengaku senang bisa ikut bersama para siswa dan para guru untuk membagikan takjil kepada masyarakat yang melintas.

Menurut Malawani, bagi-bagi takjil ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan oleh para guru bersama siswa pada kedua SMK tersebut pada setiap bulan Ramadhan tiba, walaupun di saat pandemi Covid-19.

Karena saat melakukan bagi-bagi takjil, para guru dan siswa selalu menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan selalu mencuci tangan.

“Kita tentunya senang karena dapat ikut bagi-bagi takjil hari ini. Takjil ini semua merupakan sumbangan dari para siswa, para guru, dan pegawai yang ada di SMK ini,” ujar Malawani.

Ke depan, Malawani berharap, jika diberi umur panjang oleh Allah SWT, kegiatan yang cukup bermanfaat seperti bagi-bagi takjil untuk berbuka puasa, yang selama ini dilakukan hanya sekali selama bulan Ramadhan dapat dilakukan sesering mungkin.

“Kita bisa mengupayakan untuk membagi takjil kepada orang yang berpuasa sesering mungkin yang kita mampu. Karena kegiatan seperti ini sangat bermanfaat,” tutup Malawani. []