Beranda blog Halaman 1970

Ini Penyebab Krisis Energi di China Sampai Eropa

0
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo. (Foto tangkapan layar youtube)

Nukilan.id – Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo baru saja mewakili Indonesia menghadiri pertemuan rangkaian Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank pada 13 Oktober 2021 di Washington DC Amerika Serikat (AS).

Berbagai negara menyampaikan kondisi terkini akan krisis energi yang mereka alami. Penyebab utamanya adalah cuaca. Sehingga persoalan ini diperkirakan hanya berlangsung sementara dan selesai dalam waktu dekat.

“Ini masalah cuaca saja, sehingga berakibat kepada hydro power plant terganggu,” jelas Dody dalam konferensi pers, Selasa (19/10/2021).

Seperti diketahui, krisis energi saat ini sedang melanda sejumlah negara. Baik di Eropa, China, maupun India. Negara-negara yang kini dilanda krisis energi mayoritas mengalami krisis listrik, akibat dari melonjaknya harga gas alam dunia dan faktor lainnya dalam beberapa waktu terakhir.

Di China, Krisis pasokan listrik yang sedang terjadi memicu pemadaman listrik untuk rumah tangga dan memaksa pabrik untuk memangkas produksi. Kondisi tersebut mengancam akan memperlambat kegiatan ekonomi raksasa negeri Tirai Bambu serta memberi tekanan terhadap rantai pasokan global.

Selain itu, kata Dody, terkait inflasi yang tinggi di Amerika Serikat (AS), semua sepakat kondisi ini hanya berlaku temporer. Namun kemungkinan akan berlangsung hingga pertengahan tahun 2022.

Inflasi di AS diketahui kembali menjadi perhatian. Sebab tingginya inflasi saat ini diprediksi bisa berlangsung lama, bukan sementara saja. Oleh karena itu, bank sentral AS (The Fed) bisa jadi akan terpaksa menaikkan suku bunga, agar inflasi tidak lepas kendali.

Dampaknya bisa besar, sebab laju pertumbuhan ekonomi bisa terhambat, apalagi jika pasar tenaga kerja mulai melemah lagi. Yield obligasi AS (Treasury) pun bergerak volatil kemarin. Treasury tenor 10 tahun sempat melesat ke atas 1,6%, tetapi setelahnya malah berbalik turun dan mengakhiri perdagangan di 1,5525%, atau turun 2,9 basis poin dari penutupan perdagangan hari sebelumnya.

“Kondisi supply dan demand missmatch ini atau shortage bisa berlangsung lebih dari 2021. Namun tekanan tidak sampai mengakibatkan inflasi secara permanen atau berkelanjutan,” ujarnya.

“Cuma itu memberikan semacam understanding untuk 2022, inflasi akan kembali turun sampai pertengahan 2022. Imported inflation ke Indonesia juga relatif masih kecil, belum terlihat dampak kuat misalnya dari nilai tukar rupiah, harga komoditas global yang naik kepada indeks harga konsumen di Indonesia,” kata Dody melanjutkan.

Adapun kesepakatan berikutnya dari pertemuan tahunan IMF-WB Group juga menyepakati bahwa distribusi vaksinasi bukan hanya masalah herd immunity yang besar, tapi distribusi secara merata akan dilakukan.

Hal tersebut, kata Dody merupakan komitmen bersama atau joint action negara-negara G20 untuk mengatasi masalah vaksinasi yang kurang, terutama negara-negara berkembang atau emerging market. “Dengan vaksinasi membantu investasi pulih di beberapa negara,” ujarnya. [cnbcindonesia]

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo. (Foto tangkapan layar youtube)

Surat dari Keturunan Sultan Aceh Direspon Pemerintah Turki

0

Nukilan.id – Surat permohonan bantuan dari keturunan Sultan Aceh Cut Putri yang juga pemimpin Darud Donya kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mendapat respon baik dari Pemerintahan Turki.

“Kami sangat berterima kasih atas respon dan sambutan baik, serta perhatian Turki kepada rakyat Aceh yang kini sedang berjuang,” kata Cut Putri dalam keterangannya, di Banda Aceh, Selasa.

Sebelumnya, keturunan Sultan Aceh Cut Putri mengirimkan surat resmi kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Surat itu berisi permohonan bantuan kepada pemimpin Turki untuk membantu Aceh yang kini tengah berada dalam kondisi darurat sejarah.

Melalui surat tersebut disampaikan bahwa saat ini Aceh sudah membutuhkan bantuan Turki untuk membantu menyelamatkan khazanah dan warisan islam Asia Tenggara di Aceh yang sedang kritis dan terancam dimusnahkan karena adanya pembangunan IPAL di Banda Aceh.

Cut Putri mengatakan, dirinya sudah berkomunikasi langsung dengan Wakil Perdana Menteri Turki Fikri Isik, dan menegaskan bahwa mereka akan selalu peduli kepada Aceh.

“Beliau (Wakil Perdana Menteri Turki) tegaskan bahwa bertekad untuk mengikuti jejak nenek moyangnya untuk peduli kepada Aceh,” ujarnya.

Cucu Sultan Aceh keturunan Sultan Jauharul Alam Syah Johan Berdaulat Zilullah Fil Alam itu bersyukur bahagia atas sambutan baik dari Turki terkait usaha penyelamatan situs sejarah peradaban islam Asia Tenggara di Aceh yang sedang diperjuangkan tersebut.

“Pihak Turki juga ingin tahu lebih jauh dan mempelajari lebih dalam tentang situasi darurat (sejarah) yang sedang terjadi di Aceh,” kata Cut Putri.

Pemerintah Banda Aceh kembali melanjutkan pembangunan proyek IPAL di Gampong Pande kota setempat pada akhir Februari 2021. Bangunan itu sempat dihentikan karena banyak ditemukan situs bersejarah seperti nisan makam raja dan ulama Aceh pada 2017 lalu.

Kemudian, kelanjutan pembangunan tersebut menuai kritikan serta penolakan dari berbagai kalangan masyarakat Aceh, terutama warga setempat, budayawan hingga keturunan raja Aceh. [Antara]

Kepentingan Antarpihak di Aceh Penyebab Banyak Proyek Dibatalkan

0
Koordinator MaTA, Alfian (Foto: Dialeksis com)

Nukilan.id – Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menilai Penyebab pembatalan Proyek – proyek besar di Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2021 dikarenakan Konflik kepentingan antar pihak yang berkuasa di Aceh.

Hal ini diakibatkan proses perencanaan terlambat dan menyebabkan banyak paket kegiatan yang harus di batalkan. Kata Alfian Koordinator MaTA saat di konfirmasi Nukilan.id di Banda Aceh, Selasa (19/10/2021).

Ia memprediksi “APBA Tahun 2021 SiLPA mencapai 5 Triliun”.

Alfian mengatakan, ini salah satu bentuk ketidakmampuan dan kegagalan Pemerintah Aceh dalam memberikan pelayanan pembangunan untuk publik di tahun 2021.

di tahun 2020 juga terjadi penundaan pengerjaan, tapi tidak separah tahun ini dengan sangat banyak paket-peket besar yang tidak bisa dikerjakan.

Artinya ada permasalahan di bagian tehnis Pemerintah Aceh dan ini perlu di perhatikan oleh semua pihak. Jelasnya

MaTA menyayangkan sikap Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dengan tidak merespon banyaknya pembatalan paket di tahun 2021, baik paket yang sudah direncanakan, di tender dan disahkan anggaran, maupun paket yang tidak ada perencanaan.

Permasalahan ini bukan lagi di tingkat tatanan Eksekutif dan legislatif, tapi sudah menjadi problem yang serius di lapisan masyarakat aceh. Ucap Koordinator MaTA

Ia menyebutkan, dampak penerima manfaat adalah rakyat Aceh. Maka sangat perlu perhatian semua pihak untuk mengkritisi dan mempertanyakan sehingga pemerintah peka terhadap apa yang sedang mereka lakukan.

Kata dia- Alfian, Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Aceh juga salah satu menjadi permasalahan, dengan ditempatkan posisi jabatan “orang yang bisa di sertir oleh penguasa”. Seharusnya yang menduduki jabatan tersebut adalah orang-orang yang professional.

Catatan MaTA untuk posisi ULP Aceh hari ini adalah orang yang bermasalah, artinya pernah di Berita Acara Pemriksaan (BAP) oleh Kapolda Aceh sebanyak dua kali.

“dan sudah meminta kepada Gubernur Aceh untuk melakukan pergantian, karna posisi untuk menjabat kepala ULP belum layak, secara aturan, ” Tuturnya. [Jr]

Dek Gam Yakin Kapolda Aceh Mampu Tangkap Aktor Pembakar Rumah Wartawan

0
Ketua MKD DPR RI, Nazaruddin alias Dek Gam. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Nazaruddin alias Dek Gam, mendukung Kapolda Aceh untuk menangkap aktor dibalik pembakar rumah wartawan di Aceh Tenggara.

“Saya percaya ditangan Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar kasus pembakaran rumah wartawan serambi indonesia Asnawi Luwi yang terjadi pada 30 Juli 2019 pasti tuntas. Kasus besar saja beliau mampu, apalagi hanya kasus pembakaran rumah wartawan serambi indonesi di Aceh Tenggara,” ujar Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Selasa (19/10/2021).

Dikatakan Dek Gam, pihak yakin Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar mampu tuntas pembakaran rumah wartawan. Karena, Kasus besar saja seperti pembakaran Kantor Kejagung saja beliau mampu menuntaskannya, apalagi hanya kasus pembakaran rumah wartawan serambi indonesia di Desa Lawe Loning Aman Kecamatan Lawe Sigala-gala Aceh Tenggara.

Menurut Dek Gam, dalam waktu singkat ini, Polda Aceh akan menuntaskan kasus pembakaran rumah wartawan yang saat ini sudah dalam tahap penyidikan. ” Kita doakan saja secepatnya ditetapkan tersangka dan siapa aktor dibalik pembakaran rumah wartawan serambi indonesia di Agara ini bakal diungkap,” kata Dek Gam.

Lanjut Dek Gam, pembakaran rumah wartawan serambi indonesia di Aceh Tenggara diduga ada kaitannya dengan karya jurnalistik terkait kasus korupsi. Untuk itu, Dek Gam sebagai Anggota Komisi 3 DPR RI meminta kepada Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar agar menjadi atensi dan perhatian dalam penuntaskan kasus dugaan korupsi di Aceh Tenggara. []

Astronom Pastikan Bola Merah di Langit Aceh Itu Bukan Meteor

0
Screenshot benda merah jatuh dari langit (Dok. Istimewa)

Nukilan.id – Viral sebuah video yang memperlihatkan bola bercahaya merah yang diduga meteor jatuh dan pecah di langit Aceh. Video itu membuat warga heboh.

Sejumlah akun di berbagai media sosial pun turut mengunggahnya. Salah satunya akun @fakta.indo.

Dalam unggahan tersebut, dituliskan caption bahwa fenomena ini terjadi menjelang subuh di langit kawasan Simpang Lancang, Pintu Rie Gayo, Bener Meriah, Aceh, Kamis (14/10/2021).

Video diduga meteor jatuh ini sudah ditonton ratusan ribu orang, dan sejumlah netizen turut mempertanyakan apakah itu pertanda meteor jatuh.
“Itu apa ya?” tulis akun @nugraha_adi_p

Akun lainnya menambahkan pertanyaan tersebut apakah itu adalah meteor.

“Meteor (?)” tanya akun @marah02.

“Meteor itu, gausah pikir aneh ah,” timpal akun @ardhimoris.

Mengenai fenomena bola merah di langit Aceh tersebut, Astronom Amatir Indonesia sekaligus Ketua Tim Ahli Badan Hisab dan Rukyat Daerah (BHRD) Kebumen, Jawa Tengah, Marufin Sudibyo turut menjelaskan bahwa tidak semua benda langit yang jatuh ke bumi itu adalah meteor.

“Sayangnya, setelah dievaluasi lebih lanjut, ketampakan (bola merah di Aceh) tersebut bukanlah meteor,” kata Marufin.

Marufin mencoba melakukan analisis dari video viral yang beredar tersebut.

Ia menjelaskan, dua frame berhasil diekstrak dari video tersebut dengan selisih waktu antarframe 1 detik.

Dari kedua frame tersebut, tampak jelas posisi objek kemerahan yang diduga meteor itu tidak berubah relatif terhadap garis referensi (garis putus-putus).

“Ini tidak sesuai dengan ciri-ciri meteor,” tegasnya.

Sebab, meteor yang memasuki atmosfer Bumi umumnya melesat sangat cepat pada kecepatan antara 12 kilometer per detik hingga 72 kilometer per detik.

Saat berada dalam atmosfer Bumi, kecepatannya memang berkurang akibat gesekan dengan molekul-molekul udara.

Akan tetapi, tetap saja meteor akan melaju dalam rentang 3-8 kilometer per detik, kala masih menampakkan pendar cahaya atau belum menempuh dark flight.

Jika ketampakan di Bener Meriah, Aceh, itu adalah meteor maka dalam satu detik kemudian seharusnya ia sudah bergeser jauh atau sudah jauh di bawah garis referensi.

“Faktualnya obyek kemerahan itu malah tidak bergeser signifikan dari kedudukannya dalam 1 detik sebelumnya,” ujarnya.

Marufin juga mengatakan, banyak fenomena cahaya bergerak di langit malam dan tidak semuanya adalah meteor.

Di antaranya seperti satelit buatan ataupun pesawat, yang kadang kala bagi masyarakat awam keberadaannya di langit tampak sangat mirip benda langit, seperti komet ataupun meteor. [kompas]

Gubernur Aceh Minta Menkominfo Blokir PUBG dan Game Judi Online di Aceh

0
Surat Permohonan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah kepada Menkominfo untuk pemblokiran game PUBG dan game judi online di Aceh

Nukilan.id – Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah MT meminta Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Republik Indonesia, untuk memblokir situs game Playerunknown’s Battleground (PUBG) di Aceh.

Hal itu berdasarkan surat 555/17119 tanggal 5 Oktober 2021 bersifat segera perihal permohonan pemblokiran game PUBG dan game judi online di Aceh yang ditandatangani langsung Gubernur Aceh, Nova iriansyah. Karena mengingat semakin maraknya penggunaan game PUBG dan Game judi online di kalangan masyarakat Aceh.

Selain itu, Permintaan pemblokiran ini juga didasari atas Fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Nomor 1 Tahun 2016 tentang Judi Online dan sesuai dengan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Lebih lanjut, berdasarkan Pasal 125 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 19 Tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif disebutkan antara lain bahwa masyarakat dan lembaga pemerintah dapat mengajukan pelaporan kepada Direktur Jenderal Aplikasi Informatika untuk meminta pemblokiran atas konten bermuatan negatif.

Adapun jenis situs Internet bermuatan negatif yang ditangani yaitu pornografi dan kegiatan ilegal lainnya berdasarkan ketentuan peraturan perundangan-undangan.

Dalam surat yang ditandatangani Gubernur Aceh itu menjabarkan bahwa judi online adalah permainan yang memasang taruhan uang atau bentuk lain melalui media Internet dan media sosial yang hukumnya haram.

“Pemerintah dan masyarakat wajib memberantas segala jenis perjudian,” demikian bunyi poin lain dalam surat yang ditembuskan kepada Ketua DPRA, Kapolda Aceh, Ketua MPU dan Kepala Dinas Komunikasi dan Persandian Aceh.

Dalam surat itu juga disebutkan bahwa semakin maraknya penggunaan game PUBG dan Game judi online dikalangan masyarakat Aceh saat ini, telah menjadi keresahan/kekhawatiran bagi Pemerintah, Ulama dan masyarakat.

“Maka untuk terlaksananya Syariat Islam secara menyeluruh sekaligus pengendalian dan pemblokiran terhadap konten negatif di Aceh, kami mohon kepada Bapak Menteri berkenan meminta kepada seluruh Penyedia Layanan Telekomunikasi dan Internet di Aceh agar dapat memblokir game PUBG dan Game Judi Online sebagai tindak lanjut penerapan dari Peraturan dan Fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh,” demikian bunyi surat tersebut. []

Pengacara Kasus Penipuan Kurangi Kadar Emas Minta JPU Diganti

0
foto persidangan kasus penipuan kadar emas di Pengadilan Negeri Banda Aceh. (Foto: Irfan/nukilan.id)

Nukilan.id – Razman Arif Nasution, SH, S.Ag, MA, Ph.D Pengacara kasus penipuan kurangi kadar emas meminta saudara Rahmadani selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk diganti.

Hal ini disebabkan ada cara-cara curang yang dilakukan oleh saudara Rahmadani sebagai JPU ketika bertemu dengan klien saya tampa seizin saya sebagai kuasa hukum. Kata Razman saat di wawancara Nukilan.id usai pelaksanaan persidangan di PN Banda Aceh Selasa (19/10/2021).

Razman Arif mengatakan, tidak pernah sama sekali pencabutan kuasa hukum terhadap klien saya, saudara Rahmadani tahu itu,”saya sebagai kuasa hukum”.

Bagaimana mungkin persidangan tanpa dihadiri oleh kuasa hukum, saya tidak diberi tahu ketika di tanyakan, “itu urusan saudara Sunardi,” sementara saudara sunardi sebagai klien saya tidak mengerti hukum, idealnya dimana. Jelas Razman

“Dimana-manapun di Indonesia ini, Jaksa dengan Kuasa Hukum itu bermitra”.

Ia juga mengatakan, dikarnakan ini sudah ada praktek pribadi, yang sudah melakukan bujuk rayu terhadap klien saya, ini dinyatakan tindak pidana, dan dia adalah penegak hukum.

“siapa yang menjajikan sesuatu atau membujuk sesuatu untuk menguntungkan dirinya, bukan kekayaannya saja adalah melanggar hukum”. Jelasnya

“Melanggar kode etik sebagai seorang penegak hukum jaksa, melanggar undang-undang,”

Melalui seorang mediator, JPU Rahmadani mengajak ketemu klien kami di rumah makan Chiken di jalan teuku umar setui, Banda Aceh. JPU Rahmadani memberikan tekanan berupa bujukan agar klien kami tidak di dampingi penasehat hukum dalam persidangan perkaranya.

Dan memprediksi klien kami terbukti bersalah dalam sidang perkaranya, hal ini di ucapkan oleh JPU dengan kata-kata “Potong telinga saya kalau menang”. Ucap Razman

kata Razman Arif, dengan kondisi tertekan dan dilemma klien kami menghadiri sidang pertama sendiri tanpa didampingi penasehat hukum dan berakibat hilangnya kesempatan untuk menyampaikan Nota Keberatan /Eksepsi tertulis atas dakwaan yang di ajukan.

Penasehat Hukum Sunardi alias Apun meminta, Kejaksaan Tinggi Aceh melakukan pengawasan dan berperan aktif menegakan  proses hukum yang adil dan profesional berdasarkan perundang-undangan yang berlaku kususnya pemeriksaan klien kami tersebut.

“segera untuk di tinjau ulang dan mencabut penetapan/keputusan JPU Rahmadani sebagai Jaksa Penuntut Umum dalam perkara klien kami,” Tuturnya. [Jr]

DPRA Kaji RKPA Sebelum Terima KUA PPAS 2022

0
Juru bicara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh Bustami Hamzah dan M Fadhil Rahmi, Hendra Budian. (Foto: Dok. Pribadi)

Nukilan.id – Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) bersama Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) tengah membahas dan mengkaji Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) tahun 2022.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian, SH kepada Nukilan.id di Banda Aceh, Senin (18/10/2021).

Kata dia, ini merupakan langkah yang harus dilakukan DPRA sebelum menerima rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2021.

“Kita sedang membahas RKPA, jadi kita mau melihat dulu RKPAnya, dan kita harus menggaransikan dulu RKPA ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), karena ini tahun terakhir. Dan minggu depan kita akan mebahas paripurna KUA PPAS 2022,” kata Hendra Budian.

Ia berharap pemerintah Aceh dapat meninggalkan legalasi pembangunan yang baik. Karena tahun 2022 adalah tahun terakhir masa kepemimpinan Nova Iriansyah sebagai Gubernur Aceh.

“Sebab itu, kita akan melihat dan memeriksa dengan benar RKPA ini sesuai dengan RPJM dan aspirasi rakyat. Termasuk pembangunan rumah sakit regional, pembagunan jalan MYC dan rumah duafa. Semua itu harus dipastikan masuk,” pungkas Politisi Partai Golkar itu.

Reporter: Hadiansyah

Kepala BNN Provinsi Aceh Resmikan Desa Bersinar di Aceh Tamiang

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol Drs. Heru Pranoto, M.Si meresmikan dua kampung di Kecamatan karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, yaitu Kampung Bundar dan Kampung Dalam menjadi Kampung Bersinar (Bersih Narkoba) tahun 2021 bertempat di lapang Futsal Maliugoe Kampung Dalam, Senin (18/10/2021).

Dalam acara peresmian tersebut turut hadir, Kepala BNNK Aceh Tamiang, Bupati Aceh Tamiang, Kejari Aceh Tamiang, Kapolres Aceh Tamiang, Dandim 0117/Atam, Ketua DPRK Aceh Tamiang, Lapas Kelas IIB Kuala Simpang, Ketua MPD, Ketua MAA, Ketua MPU, Ketua Mahkamah, Ketua PN Kuala Simpang, Remaja Milenial Anti Narkoba, Penggiat Anti Narkoba Lingkungan Kampung, serta para tamu undangan lainnya.

Kepala BNN Kabupaten Aceh Tamiang, Drs. Agussalim menyampaikan bahwa, perjanjian tahun 2021 kepada Bupati tentang upaya fasilitas pencegahan penyalahgunaan Narkoba dan pembentukan Kampung/Desa Bersinar. Dan ini tentunya memiliki kriteria, dimana terdapat beberapa program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang dilaksanakan secara masif.

“Penetapan Kampung Bundar dan Kampung Dalam sebagai Desa Bersinar sudah sejak awal tahun 2021 oleh BNNK Aceh Tamiang, yang aktif melaksanakan P4GN. Dan secepatnya akan dibentuk satgas Anti Narkotika di Kedua Kampung tersebut,” ungkap Agussalim.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil, SH, M. Kn mengatakan, sebagai pimpinan daerah dan atas nama masyarakat Aceh Tamiang mengucapkan selamat datang kepada Kepala BNNP Aceh beserta rombongan, semoga ini dapat memberi semangat dan menguatkan tali silaturrahmi.

Lanjutnya, Kegiatan peresmian Kampung Bersinar tahun 2021 ini sebagai upaya untuk menciptakan Desa yang Bersih dari Narkoba yang merupakan bagian perjanjian dari program prioritas nasional yang dimulai sejak tahun 2018, dan ditandatangani antara BNNP dengan Kementerian Desa pada tanggal 5 Desember 2018 lalu.

“Karena Aceh Tamiang sangat rawan Narkoba, sebab dekat dengan perbatasan Sumatera Utara, dan juga banyak masuknya Narkoba melalui pesisir Laut Aceh Tamiang atau Bumi Muda Sedia ini,” sebut Bupati Mursil.

Sementara itu, Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Drs. Heru Pranoto, M. Si sangat mengapresiasi pembentukan Kampung Bersinar tersebut, dan itu merupakan salah satu kawasan yang dinilai dalam keterangan peredaran dan pecandu Narkoba, serta tingkat kriminalnya, dan saat ini mereka telah dibina dan dibimbing dengan Kampung Bersinar, tentunya ada beberapa kriteria yang semestinya menjadi perioritas.

“Landasan hukumnya mendukung menjadi Kampung Bersinar berdasarkan Instruksi Presiden nomor 2 tahun 2020 untuk melaksanakan kegiatan P4GN dan dipertegas dengan Instruksi Gubernur nomor 4 tahun 2021 untuk membentuk Desa Bersinar, khususnya yang ada di Aceh Tamiang. Jadi jangan ragu-ragu untuk membentuk Desa Bersinar, tentunya ini bukan hanya pencanangan saja, tetapi juga membentuk pengiat Anti Narkotika,” tuturnya.

Kepala BNNP Aceh menambahkan, pesisir pantai Timur sangat rawan Narkoba, karena sangat panjang garis pantainya, kemudian pembatasan darat dengan Sumatera Utara dan Aceh pun menjadi tingkat kerawanan cukup tinggi, hal ini menjadi perhatian khusus, bukan hanya dari BNN tetapi juga bekerja sama dengan Kepolisian dan Intansi terkait lainnya.

Diakhir Acara Kepala BNNP didampingi Bupati Aceh Tamiang, Dandim 0117/ Aceh Tamiang, Kapolres Aceh Tamiang, Kepala BNNK Akeh Tamiang, Ketua DPRK Aceh Tamiang melaksanakan peresmian yang ditandai dengan penarikan tirai, berarti Kedua Desa itu Kampung Dalam dan Kampung Bundar sudah menjadi Desa Bersinar.

Reporter: Poris

Rafli:  Wisata Alam, Religi dan Sejarah di Aceh Punya Daya Tarik Pengunjung

0

Nukilan.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Rafli kunjungi Gampong Ulee Lheue kecamatan Meraxa, Kota Banda Aceh berdiskusi dengan Pemerintah serta pemuda penggiat wisata desa setempat, yang bertempat di Caffe Kuala Ulee lheue Banda Aceh, Senin (18/10/2021).

Menurut Rafli Agar minat wisatawan untuk berkunjung ke Aceh, khususnya Kota Banda Aceh semakin meningkat, “Kota Banda Aceh perlu memberi layananan terbaik, aman dan nyaman kepada para wisatawan yang berkunjung ke pantai Ulee lheue ini terutama, masyarakat pelaku Usaha Kuliner yang berada di kawasan ini agar sinergi memastikan pengunjung merasa puas dan datang kembali untuk berwisata” Ujarnya

Lanjutnya “Peningkatan fasilitas umum dan penataan tempat untuk mendukung keindahan alam yang sudah ada ini, perlu ditingkatkan; infrastruktur, keamanan dan akses situs-situs bersejarah sehingga bisa menarik minat wisatawan untuk berkunjung di Aceh”. Sebut Rafli

Rafli meminta, agar Pemerintah Kota Banda Aceh harus berani membuat sebuah kebijakan, agar pariwisata Ulee lheu punya daya tarik untuk dikunjungi.

Perlu kerja maksimal agar terkelola dengan baik. Objek wisata ini, kalau Pemerintah fokus tentunya sangat berpotensi menjadikan ulee lheu salah satu ikon strategis wisata Kota Banda Aceh.

“Wisata Alam, Religi, dan sejarah objek yang sangat mendukung, kita apresiasi Pemerintah yang terus berbuat,” Ucap Rafli [Jr].